Anda di halaman 1dari 2

Asupan Nutrisi Pasien Demam Berdarah Dengue di Kota Semarang

Abstrak.
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular akut yang disebabkan oleh virus
dengue dan penularan virus tersebut dimediasi oleh gigitan nyamuk [1]. Imunitas inang
terhadap infeksi dengue dipengaruhi oleh kecukupan gizi yang tergantung pada asupan nutrisi
[2]. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan asupan gizi pasien DBD di kota
Semarang. Kasus sampel DBD diperoleh dari tiga rumah sakit di kota Semarang (n = 48),
dari periode Maret hingga Mei 2016 dan kelompok kontrol diperoleh dari responden sehat
dengan usia yang cocok, jenis kelamin, dan lokasi kabupaten (n = 48). Asupan nutrisi
diperoleh dengan penarikan makanan dan dihitung menggunakan Nutrisurvey Indonesia.
Setelah itu, hasil nutrisurvey akan dibandingkan dengan nilai harian Indonesia menurut
Permenkes no. 75 tentang nilai harian berdasarkan usia dan jenis kelamin. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa baik dalam kasus dan kelompok kontrol makro- (energi, karbohidrat,
protein, lemak) dan mikro-nutrisi (vitamin A., C, B1, B2, B6, kalsium, magnesium, fosfor,
seng, dan Besi) Asupan di bawah 80% dari kecukupan gizi. Tidak ada korelasi yang
ditemukan antara kecukupan gizi dan kasus DBD. Kami menemukan bahwa asupan makro
dan mikronutrien dalam kasus DBD dan kelompok kontrol adalah sama dan di bawah 80%
dari kecukupan gizi. Asupan nutrisi tidak terkait dengan kasus DBD. 1

Metode
Penelitian ini termasuk penelitian analitik observasional yang membandingkan kasus dan
kelompok kontrol menggunakan desain casecontrol. Kelompok kasus dalam penelitian ini
adalah pasien DBD yang dirawat di rumah sakit di tiga rumah sakit di kota Semarang
(RSUD) Dr.Adhyatma, MPH, (RSUP) dr.Kariadi dan (RSUD) KRMT periode
Wongsonegoro dari Maret hingga Mei 2017 berjumlah 48 orang, sedangkan kelompok kasus
adalah responden yang bertetangga yang tidak pernah menderita DBD dan memiliki
karakteristik yang sama yang meliputi usia dan jenis kelamin sehingga total responden dalam
penelitian ini adalah 96 orang. Pendekatan yang digunakan adalah pengumpulan data
sekaligus (point time approach). Pengumpulan data asupan gizi dilakukan dengan
menggunakan kuesioner penarikan makanan selama 3 hari dan kemudian hasil kuesioner
diolah menggunakan program survei gizi untuk dapat mengetahui secara tepat jumlah nutrisi
yang dikonsumsi. Setelah itu akan dibandingkan dengan nilai AKG di Permekes no 75 tahun
2013 tentang Tingkat Kecukupan Gizi Bangsa Indonesia untuk mengetahui kecukupan gizi
responden.

Kesimpilan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik dalam kasus dan kelompok kontrol makro- (energi,
karbohidrat, protein, lemak) dan mikro-nutrisi (vitamin A., C, B1, B2, B6, kalsium,
magnesium, fosfor, seng, dan Besi) Asupan di bawah 80% dari kecukupan gizi. Kami
menemukan bahwa asupan makro dan mikronutrien dalam kasus DBD dan kelompok kontrol
adalah sama dan di bawah 80% dari kecukupan gizi.