Anda di halaman 1dari 3

TUGAS

PSIKOLOGI EKSPERIMEN

OLEH SITTI HUTARI MULYANI


NIM 08101157510042
KELAS :A.1

Jurusan Psikologi Fakultas Psikologi

Universitas Putra Indonesia “YPTK”

Padang
2009
Asumsi-Asumsi dalam Metode Ilmiah
Ada empat asumsi dasar yang harus dipenuhi dalam suatu metode
penelitian ilmiah,

yaitu:

A.Empirisme (Empiricism)

>>merupakansuatu kepercayaan pada


observasi,eksperimen,simpulan ilmu yang harus berdasar pada suatu
yang empiris.Asumsi ini menekankan bahwa suatu metode ilmiah ,jika
data atau fakta dapat diobservasi atau diukur (setiap pernyataan harus
dapat dibuktikan). Hal ini berarti ,sesuatu yang bersifat desas-desus
,takhayul,atau spekulasi bukanlah suatu kebenaran ilmiah.

Kita tidak dapat mengetahui terlebih dahulu sebelum pengalaman-


sebelum betul-betul melakukan semacam pengalaman observasional secara
khusus. Sebaliknya, jika ada pengetahuan yang tidak bisa diverifikasi atau
difalsifikasi oleh pengalaman observasional, maka hal itu bukan pengetahuan
yang riil.

Ciri utamanya adalah bahwa pengetahuan tentang realitas, atau


pengetahuan empiris, harus dapat diverifikasi atau setidaknya dipatahkan
oleh pengalaman observasional.

Kesimpulannya: dari dunia Empiris secara induktif merupakan batu


ujian kenyatan dalam menerima atau menolak suatu kebenaran.

Contoh : Jika suka berdiri di depan pintu,akan susah mendapatkan


jodoh.

B.Determinisme (Determinism)

>>adalah ilmu yang percaya bahwa setiap peristiwa mempunyai


sebab,determinan/antesendan(pendahulu).

Beberapa Pengertian :

1.Determinisme beranggapan bahwa setiap peristiwa/kejadian


“ditentukan” artinya,tidak bisa terjadi kalau tidak ditentukan.

2.Dengan mengikuti metode Empiris,Determinisme menafsirkan


kesadaran manusia akan kebebasan terjadi sebagai putusan salah yang
muncul dari ketidaktahuan akan dorongan-dorongan yang tidak sadar.
3.Determinisme mengantarkan orang kepada Fatalisme.

4. Kita menganggap tiap gejala bukan merupakan suatu kejadian yang bersifat
kebetulan tetapi ilmu tidak menuntut adanya hubungan sebab akibat yang
mutlak, Determinisme dalam pengertian ilmu .nempunyai konotasi yang bersifat
peluang (probabilistik).

Asumsi ini mengandung arti bahwa segala gejala di dunia ini mengikuti
hukum atau aturan tertentu.

Contohnya,kita percaya bahwa tingkah laku mengikuti aturan tertentu sehingga


dapat dicari faktor-faktor penyebab dari munculnya tingkah laku atau gejala
tertentu tersebut.Dengan demikian ,kita dapat membangun teori mengenai
gejala tersebut.

C.Kesederhanaan

(Parsimony,Hemat,tidak berlebihan)

>>Merupakan ilmu yang lebih memilih menggunakan penjelasan-


penjelasan yang sederhana daripada yang kompleks.Dan juga dapar
diartikan sebagai kesederhanaan dalam paparan masalah dan metode
penelitiannya.Bersifat hemat,maksudnya adalah tidak berlebihan baik
dalam penulisan maupun yang dilakukan.

Asumsi kesederhanaan menyatakan bahwa ketika kita menyusun


hipotesis atau membuat pernyataan mengenai suatu hubungan antara
suatu variabel dengan variabel lainnya,maka kita harus memilih hipotesis
yang paling sederhana atau pernyartaan yang palinh konkret dna paling
menjelaskan gejala.

Kesederhanaan ini berkaitan erat dengan generalisasi.

Contohnya;Kemiskinan akan mengakibatkan kerusuhan sosial.

D. Testability(Keterujian)

>>Asumsi ini menekankan bahwa harus ada pengujian yang


dilakukan untuk menganalisis apakah hipotesis tersebut benar atau salah.
Dengan adanya Prosedur pengujian hipotesis yang jelas,akan dapat di uji
kembali atai dikaji kembali serta objektivitas (fakta / kenyataan) dari
penelitian akan terjaga.