Anda di halaman 1dari 52

Tugas Kelompok 2 Dosen Pengampu

Pangoloan Soleman Ritonga, S.pd., M.Si.

KAJIAN BUKU AJAR KIMIA II


LARUTAN PENYANGGA (BUFFER)

Oleh:
ALFI SYAHRINA/ 11417203392
ANDINI SAPUTRI/ 11417201158
ASRIDA SARI HASIBUAN/ 11417203159
BELLA PRATIWI/ 11417203181

PENDIDIKAN KIMIA 6A
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM
RIAU
PEKANBARU
TAHUN 2016/2017

PETA KONSEP
Dapat mempertahankan
Larutan Penyangga

berupa pH

Larutan Penyangga Larutan Penyangga


Asam Basa

mengandung mengandung

Asam Basa Asam Basa


Lemah Konjugasi Konjugasi Lemah

Contoh Contoh Contoh Contoh

CH3COOH CH3COO- NH4+ NH4OH

pH larutan pH larutan
penyangga penyangga

mol asam lemah mol basa lemah


[H +¿¿ =Ka [OH −¿¿=Kb
mol garam mol garam ,
pH = - log [H +¿¿ pOH = - log [OH −¿¿
pH = 14 - pOH

Dalam Kehidupan
Sehari-Sehari
Penyangga Karbonat dalam Penyangga Fosfat dalam
1. Pernyataan yang benar tentang larutan penyangga adalah
darah .... Sel
Cairan
a. mempertahankan pH sistem agar tetap
b. memiliki komponen asam dan bas a yang selalu berupa pasangan
konjugasi
c. mampu mengatasi penambahan asam dan basa dalam jumlah banyak
d. memiliki kapasitas tertentu
e. pengenceran tidak mengubah konsentrasi ion H+ dan OH-
(KIMIA SMA XI. J.M.C. Johari, MSc.dan Ir. M. Rachmawati, MPhil. Esis.
2009 .h. 265)
Jawaban : A
Pembahasan:
Larutan penyangga atau larutan buffer adalah larutan yang mampu
mempertahankan pH pada kisarannya apabila terjadi upaya untuk menaikkan
atau menurunkan pH akibat penambahan sedikit asam, sedikit basa, atau
pengenceran.

2. Yang merupakan larutan penyangga adalah ....


a. CH3COOH/CHOOH d. NH3/NH4OH
b. CHOO-/CH3COO- e. HOCl/OCl-
c. HCl/Cl-
(KIMIA SMA XI. J.M.C. Johari, MSc.dan Ir. M. Rachmawati, MPhil. Esis.
2009 .h. 265)
Jawaban : E
Pembahasan :
Penyangga itu ada dua jenis yaitu penyangga asam (komponennya : asam
lemah + basa konjugasinya) dan penyangga basa (komponennya : basa lemah
+ asam konjugasinya).
 Asam lemah/asam lemah
 Basa konjugasi/basa konjugasi
 Asam kuat/ion
 Basa lemah/basa lemah
 Asam lemah/basa konjugasi
3. Pada penambahan sedikit basa pada larutan penyangga HOCl/OCl -
menyebabkan ....
a. [HOCl] berkurang d. pH sistem tetap
b. [OCl-] tetap e. larutan menjadi basa
c. [HOCl]/ [OCl-] bertambah
(KIMIA SMA XI. J.M.C. Johari, MSc.dan Ir. M. Rachmawati, MPhil. Esis.
2009 .h. 265)
Jawaban : D
Pembahasan :
Penyangga itu ada dua jenis yaitu penyangga asam (komponennya :
asam lemah + basa konjugasinya) dan penyangga basa (komponennya : basa
lemah + asam konjugasinya). HOCl merupakan asam lemah sedangkan OCl -
merupakan basa konjugasi. Hal ini merupakan larutan penyangga.
Larutan penyangga atau larutan buffer adalah larutan yang mampu
mempertahankan pH pada kisarannya apabila terjadi upaya untuk menaikkan
atau menurunkan pH akibat penambahan sedikit asam, sedikit basa, atau
pengenceran.

4. Larutan penyangga dapat dibuat dengan pencampuran berikut, kecuali ....


a. asam lemah berlebih dan basa kuat
b. basa lemah dan garamnya
c. garam asam lemah berlebih dan asam kuat
d. asam lemah dan basa lemah
e. basa lemah dan asam konjugasinya
(KIMIA SMA XI. J.M.C. Johari, MSc.dan Ir. M. Rachmawati, MPhil. Esis.
2009 .h. 266)
Jawaban : D
Pembahasan :
Larutan penyangga yang mengandung komponen asam dan basa berupa
pasangan konjugasi, dapat disiapkan sebagai berikut:
-asam lemah berlebih dan basa kuat, contoh : CH 3COOH/CH3COO- dari
CH3COOH berlebih dengan NaOH.
-basa lemah dan garamnya, contoh : NH3/NH4+ dari NH3 dengan NH4Cl.
-garam asam lemah berlebih dan asam kuat, contoh : CH3COOH/CH3COO-
dari CH3COONa berlebih dengan HCl.
-basa lemah dan asam konjugasinya, contoh : NH4OH dengan NH4+.

5. Campuran di bawah ini merupakan komponen larutan penyangga, kecuali ....


a. NH4Cl dan NH3 d. NaOH dan NaHCO3
b. CH3COONa dan CH3COOH e. NaOH dan HCl
c. CH3COOH dan NaOH
(KIMIA SMA XI. J.M.C. Johari, MSc.dan Ir. M. Rachmawati, MPhil. Esis.
2009 .h. 266)
Jawaban : E
Pembahasan :
Penyangga itu ada dua jenis yaitu penyangga asam (komponennya : asam
lemah + basa konjugasinya) dan penyangga basa (komponennya : basa lemah
+ asam konjugasinya). Komponen penyangga asam dapat dibuat dari
campuran asam lemah + basa kuat atau asam lemah + garamnya dan
komponen penyangga basa dapat dibuat dari campuran basa lemah + asam
kuat atau basa lemah + garamnya.
 NH4Cl dan NH3 = basa lemah + garamnya (penyangga)
 CH3COONa dan CH3COOH = garam + asam lemah (penyangga)
 CH3COOH dan NaOH = asam lemah + basa kuat (penyangga)
 NaOH dan NaHCO3 = basa kuat + garam (penyangga)
 NaOH dan HCl = basa kuat + asam kuat (bukan penyangga)
6. Campuran larutan di bawah ini yang dapat membentuk campuran penyangga
adalah ....
a. larutan HCl dengan larutan NH4Cl
b. larutan CH3COOH dengan larutan C6H5COOK
c. larutan C2H5OH dengan larutan C2H5ONa
d. larutan Ca(OH)2 dengan larutan CaCl2
e. larutan HCOOH dengan larutan HCOONa
(KIMIA SMA XI. Sri Rahayu Ningsih. Bumi Aksara. 2013 .h. 243)
Jawaban : E
Pembahasan :
Pembuatan larutan penyangga asam dan basa :
Larutan Penyangga Asam Larutan Penyangga Basa
Asam lemah + Garamnya Basa lemah + Garamnya
Asam lemah berlebih + basa kuat Basa lemah berlebih + Asam kuat
Garam asam lemah berlebih + Garam basa lemah berlebih +
Asam/Basa kuat Asam/Basa kuat

 HCl (asam kuat) dengan NH4Cl (garam dari basa lemah)


 CH3COOH (asam lemah) dengan C6H5COOK (garam dari asam lemah)
 C2H5OH (asam lemah dan basa lemah) dengan C2H5ONa (asam lemah dan
basa lemah)
 Ca(OH)2 (basa kuat) dengan CaCl2 (garam dari asam kuat dan basa kuat)
 HCOOH (asam lemah) dengan HCOONa (garam dari asam kuat dan basa
lemah)
7. Perhatikan data percobaan berikut.
pH dengan penambahan
Larutan pH Awal sedikit
Basa Asam
I 5,60 6,00 5,00
II 5,40 5,42 5,38
III 5,20 5,25 5,18
IV 8,20 8,80 7,80
V 9,20 9,60 8,70

Larutan yang mempunyai sifat penyangga adalah ....


a. I dan II d. III dan V
b. II dan III e. IV dan V
c. III dan IV
(KIMIA SMA XI. Sri Rahayu Ningsih. Bumi Aksara. 2013 .h. 243)
Jawaban : B
Pembahasan :
Salah satu sifat penyangga adalah larutan yang pHnya relatif tetap pada
penambahan sedikit asam dan/sedikit basa.
 larutan I : terjadi perubahan pH pada penambahan basa sebanyak 0,4
sedangkan pada penambahan asam sebanyak 0,6.
 larutan II : terjadi perubahan pH pada penambahan basa sebanyak 0,02
sedangkan pada penambahan asam sebanyak 0,02.
 larutan III : terjadi perubahan pH pada penambahan basa sebanyak 0,05
sedangkan pada penambahan asam sebanyak 0,02.
 larutan IV : terjadi perubahan pH pada penambahan basa sebanyak 0,6
sedangkan pada penambahan asam sebanyak 0,4.
 larutan V : terjadi perubahan pH pada penambahan basa sebanyak 0,4
sedangkan pada penambahan asam sebanyak 0,5.

8. Pasangan larutan berikut ini yang menghasilkan larutan penyangga adalah ....
a. 100 mL NH4OH 0,2 M + 100 mL HCl 0,1 M
b. 100 mL NH4OH 0,2 M + 100 mL HCl 0,3 M
c. 100 mL NaOH 0,2 M + 100 mL CH3COOH 0,2 M
d. 100 mL NaOH 0,2 M + 100 mL HCN 0,1 M
e. 100 mL NaOH 0,2 M + 100 mL HCN 0,2 M
(KIMIA SMA XI. Nana Sutresna. Grafindo. 2013 .h. 274)
Jawaban : A
Pembahasan :
Asam-asam maupun basa yang terlibat memiliki valensi yang sama, satu.
Tinggal dilihat dari masing-masing campuran perbandingan molnya untuk
melihat ada tidaknya sisa dari asam lemah atau basa lemahnya.
a. 100 mL NH4OH 0,2 M  100 x 0,2 = 20 mmol
100 mL HCl 0,1 M  100 x 0,1 = 10 mmol
Sisa = 10 (asam lemah bersisa
membentuk larutan
penyangga)
b. 100 mL NH4OH 0,2 M  100 x 0,2 = 20 mmol
100 mL HCl 0,3 M  100x 0,3 = 30 mmol
Sisa = -10
c. 100 mL NaOH 0,2 M  100 x 0,2 = 20 mmol
100 mL CH3COOH 0,2 M  100 x 0,2 = 20 mmol
Sisa = 0
d. 100 mL NaOH 0,2 M  100 x 0,2 = 20 mmol
100 mL HCN 0,1 M  100 x 0,1 = 10 mmol
Sisa = 10

e. 100 mL NaOH 0,2 M  100 x 0,2 = 20 mmol


100 mL HCN 0,2 M  100 x 0,2 = 20 mmol
Sisa = 0

9. Perhatikan tabel berikut ini.


Perubahan pH Setelah Ditambah
Air Asam Kuat Basa Kuat
Larutan
1 2,48 2,32 13,45
2 2,32 1,70 13,01
3 4,73 4,66 12,52
4 4,75 4,76 4,76
5 4,75 1,45 12,55

Larutan yang memiliki sifat penyangga adalah ....


a. 1 d. 4
b. 2 e. 5
c. 3
(KIMIA SMA XI. Nana Sutresna. Grafindo. 2013 .h. 274)
Jawaban : D
Pembahasan :
Ciri-ciri larutan penyangga : saat ditambah sedikit air atau sedikit basa atau
sedikit asam nilai pH relatif tetap, jika terjadi perubahan hanya relatif kecil.
Dan larutan yang paling mendekati perubahan pH setelah penambahan air,
asam dan basa adalah larutan 4.

10. Campuran berikut ini yang dapat membentuk larutan penyangga adalah ....
a. 100 mL NaOH 0,1 M + 100 mL HCl 0,1 M
b. 100 mL NaOH 0,1 M + 100 mL NaCN 0,1 M
c. 100 mL NaCN 0,1 M + 100 mL HCN 0,1 M
d. 100 mL NH4OH 0,1 M + 50 mL H2SO4 0,1 M
e. 100 mL K2SO4 0,1 M + 50 mL H2SO4 0,1 M
(KIMIA SMA XI. Unggul Sudarmo. Phibeta. 2007 .h. 191)
Jawaban : D

Pembahasan :
Asam-asam maupun basa yang terlibat memiliki valensi yang sama, satu.
Tinggal dilihat dari masing-masing campuran perbandingan molnya untuk
melihat ada tidaknya sisa dari asam lemah atau basa lemahnya.
 NaOH ( basa kuat) dan HCl (asam kuat)
 NaOH (basa kuat) dan NaCN (garam)
 NaCN (garam) dan HCN (asam lemah)
 NH4OH (basa lemah) dan H2SO4 (asam kuat)
 K2SO4 (garam) dan H2SO4 (asam kuat)
Pilihan c dan d memiliki asam lemah dan basa lemah jadi dilihat
perbandingan molnya untuk melihat ada tidaknya sisa dari asam lemah atau
basa lemahnya.
(c) 100 mL NaCN 0,1 M  100 x 0,2 = 10 mmol
100 mL HCN 0,1 M  100 x 0,1 = 10 mmol
Sisa = 0
(d) 100 mL NH4OH 0,1 M  100 x 0,2 =10 mmol
50 mL H2SO4 0,1 M  100x 0,3 = 5 mmol
Sisa = 5 (basa lemah bersisa
membentuk larutan
penyangga)

11. Berikut ini merupakan hasil percobaan dari beberapa larutan yang ditetesi
dengan larutan asam dan basa:
Larutan Perubahan pH pada penambahan
Asam Basa
1 2 6
2 0,1 0,01
3 4 0
4 0 4
5 3 3

Yang merupakan larutan penyangga adalah ....


a. 1 d. 4
b. 2 e. 5
c. 3
(KIMIA SMA XI. Unggul Sudarmo. Phibeta. 2007 .h. 191)
Jawaban : B
Pembahasan :
Ciri-ciri larutan penyangga : saat ditambah sedikit air atau sedikit basa atau
sedikit asam nilai pH relatif tetap.
 larutan I : terjadi perubahan pH sebanyak 4
 larutan II : terjadi perubahan pH sebanyak 0,09 (relatif tetap)
 larutan III : terjadi perubahan pH sebanyak -4
 larutan IV : terjadi perubahan pH sebanyak 4
 larutan V : terjadi perubahan pH sebanyak 0

12. Campuran kristal garam berikut yang dapat berperan sebagai larutan
penyangga adalah ....
a. NaH2PO4 dan Na2HPO4 d. NaHSO4 dan Na2SO4
b. NaCl dan NH4Cl e. KNO3 dan NaNO3
c. (NH4)2SO4 dan Na2SO4
(KIMIA SMA XI. Unggul Sudarmo. Phibeta. 2007 .h. 192)
Jawaban : A
Pembahasan :
Prinsip larutan penyangga berdasarkan teori asam basa Arrhenius
terbatas hanya untuk campuran asam lemah dan garamnya atau basa lemah
dan garamnya, sedangkan prinsip berdasarkan Bronsted-Lowry lebih umum,
selain asam lemah dan garamnya juga mencakup campuran garam dan garam.
Sistem kesetimbangan asam lemah dan basa konjugatnya dapat berasal dari
garam NaH2PO4 dan Na2HPO4 , jika kedua garam ini dicampurkan akan
terbentuk larutan penyangga.

NaH2PO4 (aq)  Na+(aq) + H2PO4-(aq)


Na2HPO4 (aq)  2Na+(aq) + HPO42-(aq)
Kedua anion tersebut membentuk asam basa konjugat dan berada
dalam keadaan kesetimbangan. Oleh karena ion H2PO4- memiliki tingkat
keasaman lebih kuat dibandingkan ion HPO42- maka H2PO4- berperan sebagai
asam dan HPO42- sebagai basa konjugatnya. Persamaan reaksinya sebagai
berikut.
H2PO4-(aq) ↔HPO42-(aq) + H+(aq)

13. Sistem larutan penyangga dapat dibuat dengan mencampurkan 100 cm3
larutan CH3COOH 0,1 M dengan larutan ....
a. 80 cm3 NaOH 0,1 M d. 120 cm3 NaOH 0,1 M
b. 100 cm3 NaOH 0,1 M e. 50 cm3 HCl 0,1 M
c. 120 cm3 HCl 0,1 M
(KIMIA SMA XI. Unggul Sudarmo. Phibeta. 2007 .h. 192)
Jawaban : A
Pembahasan :
 CH3COOH (asam lemah) + NaOH (basa kuat)  penyangga
 CH3COOH (asam lemah) + HCl (asam kuat)  bukan penyangga
(a) 100 mL CH3COOH 0,1 M  100 x 0,1 =10 mmol
80 mL NaOH 0,1 M  80 x 0,1 = 8 mmol
Sisa = 2 (asam lemah bersisa
membentuk larutan
penyangga)
(b) 100 mL CH3COOH 0,1 M  100 x 0,1 =10 mmol
100 mL NaOH 0,1 M  100 x 0,1 = 10 mmol
Sisa = 0
(d) 100 mL CH3COOH 0,1 M  100 x 0,1 =10 mmol
120 mL NaOH 0,1 M  120 x 0,1 = 12 mmol
Sisa = -2

14. Larutan buffer dapat dibuat dengan mencampurkan larutan-larutan, kecuali ....
a. asam sulfat dan natrium sulfat
b. natrium hidroksida dan natrium nitrat
c. amonium hidroksida dan amonium sianida
d. asam asetat dan amonium asetat
e. asam sianida dan kalium sianida
(KIMIA SMA XI. Sandri Justiana. Yudhistira. 2009 .h. 214)
Jawaban : B
Pembahasan :
Pembuatan larutan penyangga asam dan basa :
Larutan Penyangga Asam Larutan Penyangga Basa
Asam lemah + Garamnya Basa lemah + Garamnya
Asam lemah berlebih + basa kuat Basa lemah berlebih + Asam kuat
Garam asam lemah berlebih + Garam basa lemah berlebih +
Asam/Basa kuat Asam/Basa kuat

a. asam kuat dan garam dari asam lemah


b. basa kuat dan garam dari asam kuat
c. basa lemah dan garam dari asam lemah dan basa lemah
d. asam lemah dan garam dari asam konjugasi dan basa konjugasi
e. asam lemah dan garam dari basa kuat dan asam lemah

15. Pasangan senyawa di bawah ini merupakan campuran penyangga, kecuali ....
a. CH3COOH dengan CH3COONH4 d. NaHCO3 dengan Na2CO3
b. NH3 dengan NH4Cl e. HCN dengan KCN
c. HF dengan KF
(KIMIA SMA XI. Sandri Justiana. Yudhistira. 2009 .h. 214)
Jawaban : D

Pembahasan :
Larutan Penyangga Asam Larutan Penyangga Basa

Asam lemah + Garamnya Basa lemah + Garamnya


Asam lemah berlebih + basa kuat Basa lemah berlebih + Asam kuat
Garam asam lemah berlebih + Garam basa lemah berlebih +
Asam/Basa kuat Asam/Basa kuat
 asam lemah berlebih dengan garam dari asam kuat dan basa kuat
 basa lemah dengan garam dari basa lemah
 asam lemah dengan garam basa kuat dan asam lemah
 garam dari asam lemah dan basa kuat dengan garam dari asam lemah
 asam lemah dengan garam basa kuat dan asam lemah

16. Ke dalam 1 liter larutan asam asetat 0,1 M yang pH-nya = 3 ditambahkan
garam natrium asetat supaya pH-nya menjadi 2 kali semula. K a asam asetat =
1 x 10-5. Garam natrium asetat yang ditambahkan itu sebanyak...
a. 1 mol
b. 0,1 mol
c. 0,01 mol
d. 0,001 mol
e. 0,0001 mol
(Kimia SMA Kelas XI 2B, Michael Purba, Erlangga, 2006, hal.115)
Jawaban : A
Pembahasan:
pH = 3  2 kali semula, jadi pH = 6
[H+] = 10-6
a
[H+] = K a ×
g
0,1
10-6 = 1 x 10-5 .
x
0,1 10−6 0,1
= −5
x 10 x
= 10-1
0,1
x =
10−1
x ¿ 1 mol

17. Perbandingan volum larutan CH3COOH 0,1 M (Ka = 1 x 10-5) dan NaOH 0,1
M yang harus dicampurkan untuk membuat larutan buffer dengan pH = 6
adalah...
a. 2 : 1
b. 1 : 10
c. 10 : 1
d. 11 : 1
e. 11 : 10
(Kimia SMA Kelas XI 2B, Michael Purba, Erlangga, 2006, hal.115)
Jawaban : E
Pembahasan :
pH = 6
AL−BK
[H+] = K a ×
BK
0,1 x−0,1 y
10-6 = 1 x 10-5 x
0,1 y
0,1( x− y )
10-6 = 1 x 10-5 x
0,1 y
10−6 x− y
−5 =
10 y

10-1 y = x− y

1,1 y=x − y
x
1,1 = y
11 x
=
10 y
18. Ke dalam larutan basa lemah LOH ditambahkan padatan garam L2SO4
sehingga konsentrasi larutan LOH menjadi 0,1 M dan konsentrasi L 2SO4 0,05
M. Bila Kb basa LOH = 10-5 maka pH campuran adalah...
a. 11
b. 9 + log 2
c. 9
d. 5
e. 5 – log 2
(Kimia SMA Kelas XI 2B, Michael Purba, Erlangga, 2006, hal.116)
Jawaban : B
Pembahasan :
b
[OH-] = K b ×
g
0,1
= 10-5 x 0,05

= 2 x 10-5
pOH = 5 – log 2
pH = 14 – (5 – log 2)
= 9 + log 2

19. Sebanyak 50 mL larutan CH3COOH 0,2 M dicampurkan dengan 50 mL


larutan CH3COONa sehingga diperoleh larutan buffer dengan pH = 4. Untuk
membuat larutan buffer tersebut diperlukan konsentrasi CH3COONa sebesar...
(Ka CH3COOH = 1 x 10-5)
a. 0,01 M
b. 0,02 M
c. 0,2 M
d. 2 M
e. 0,1 M
(Kimia SMA Kelas XI 2B, Michael Purba, Erlangga, 2006, hal.116)
Jawaban : B
Pembahasan :
Mol CH3COOH = 50 ml x 0,2 mmol/ml
= 10 mmol
a
[H+] = K a ×
g
10
10-4 = 1 x 10-5 x
50 x
10−4
50 x=
10−4
50 x=1
1
x=
50
x=0,02

20. Suatu campuran buffer terdiri dari y gram HCOONa (Mr = 68) dan 100 mL
larutan HCOOH 0,1 M sehingga diperoleh larutan dengan pH = 4. Nilai y
adalah...
(Ka HCOOH = 1 x 10-5)
a. 3,4
b. 0,068
c. 0,34
d. 6,8
e. 0,68
(Kimia SMA Kelas XI 2B, Michael Purba, Erlangga, 2006, hal.116)
Jawaban : B

Pembahasan :
a = 0,1 L x 0,1 M = 0,01 mol
[H+] = 10-4

a
[H+] = K a ×
g
0,01
10-4 = 1 x 10-5 x
g
1 x 10−7
g= − 4 g=1 x 10
−3
10
gram=n × Mr
¿ 1 x 10−3 ×68
¿ 68 ×10−3
¿ 0,068

21. Asam HA mempunyai pKa = 3,2. Sebanyak x mol NaA ditambahkan ke dalam
500 mL larutan 0,2 M HA dan ternyata pH larutan adalah 3,5. Maka x
adalah...
a. 0,025
b. 0,05
c. 0,10
d. 0,20
e. 0,25
(Kimia SMA Kelas XI 2B, Michael Purba, Erlangga, 2006, hal.116)
Jawaban : D
Pembahasan :
Mol HA = 0,5 L x 0,2 M = 0,1 mol
pH = 3,5 jadi [H+] = 10-3,5
pKa = 3,2 jadi Ka = 10-3,2
mol HA
[H+] = K a ×
mol NaA
−3,2 0,1
10-3,5 = 10 ×
x
0,1 10−3,5
=
x 10−3,2
0,1
=10−0,3
x
0,1
x=
10−0,3
x=0,2 M

22. Untuk membuat larutan penyangga yang mempunyai pH = 4, ke dalam 100 ml


larutan CH3COOH 0,5 M (Ka = 10-5) harus ditambah larutan CH3COONa 0,05
M sebanyak...
a. 100 ml
b. 50 ml
c. 10 ml
d. 5 ml
e. 1 ml
(Jalan Pintas Pintar Kimia, Sumarjono, Andi Yogyakarta, 2009, hal.134)
Jawaban : A
Pembahasan :
Mol AL = 100 ml x 0,5 M = 0,5 mmol
pH = 4  [H+] = 10-4
mol AL
[H+] = K a ×
mol G
0,5 ×100
10−4=10−5 ×
0,05 ×V
0,05 V =5
V =100 ml

23. Jika 50 ml larutan CH3COOH 0,1 M dicampurkan dengan 100 ml CH3COONa


0,2 M (Ka CH3COOH = 1,8 x 10-5), maka pH campuran adalah...
a. 5,35
b. 5,05
c. 4,5
d. 5
e. 3,5
(Chemistry 2B, Nana Sutresna, Facil, 2010, hal. 111)
Jawaban : A
Pembahasan :
Jumlah mmol CH3COOH = 50 ml x 0,1 M = 5 mmol
Jumlah mmol CH3COONa = 100 ml x 0,2 M = 20 mmol
a
[H+] = K a ×
g
5
¿ 1,8 ×10−5 ×
20
¿ 4,5 × 10−6

pH = -log [H+]
= 6 – log 4,5
= 6 – 0,65
= 5,35
Jadi, pH campuran tersebut 5,35

24. Larutan penyangga dibuat dengan mencampurkan larutan NH3 dengan NH4Cl
dengan perbandingan mol 1 : 9. Jika Kb = 1,8 x 10-5, pH campuran tersebut
adalah...
a. 6 – log 2
b. 6 + log 2
c. 8 – log 2
d. 8 + log 2
e. 9 + log 2
(KIMIA Kelas XI Semester 2, Waldjinah dkk, Intan Pariwara, 2012, hal.44)
Jawaban : D
Pembahasan :
NH3 + NH4Cl = 1 : 9
b
[OH-] = K b ×
g
1
¿ 1,8 ×10−5 ×
9
¿ 0,2 ×10−5
¿ 2 ×10−6
pOH = 6 – log 2
pH = 14 – (6 – log 2)
= 8 + log 2

25. Harga pH campuran antara 100 ml larutan C6H5COOH 0,2 M dengan 100 ml
larutan NaOH 0,1 M jika diketahui Ka C6H5COOH = 6 x 10-5 adalah...
a. 4 + log 6
b. 5 – log 6
c. 5 + log 5
d. 6 – log 5
e. 6 + log 6
(KIMIA Kelas XI Semester 2, Waldjinah dkk, Intan Pariwara, 2012, hal.44)
Jawaban : B
Pembahasan :
Mol C6H5COOH = 100 ml x 0,2 M = 20 mmol
Mol NaOH = 100 ml x 0,1 M = 10 mmol
C6H5COOH + NaOH C6H5COONa + H2O

Mula- 20 mmol 10 mmol - -
mula
Bereaksi -10 mmol -10 mmol 10 mmol 10 mmol

Sisa 10 mmol - 10 mmol 10 mmol

a
[H+] = K a ×
g
10
¿ 6 ×10−5 ×
10
¿ 6 ×10−5
pH = - log [H+]
= 5 – log 6
26. Larutan penyangga dengan pH 8,5 dibuat dengan mengalirkan gas NH3 ke
dalam 250 ml NH4Cl 0,05 M. Jika Kb NH3 = 10-5, volume NH3 yang dialirkan
(diukur pada STP) sebanyak...ml.
a. 28,5
b. 42,0
c. 56,5
d. 70,0
e. 88,5
(KIMIA Kelas XI Semester 2, Waldjinah dkk, Intan Pariwara, 2012, hal.44)
Jawaban : E
Pembahasan :
Mol NH4Cl = 250 ml x 0,05 = 12,5 mmol
pH = 8,5
pOH = 14 – 8,5 = 5,5
[OH-] = 10-5,5
b
[OH-] = K b ×
g
b
10−5,5 =10−5 ×
12,5
12,5 × 10−5,5
b=
10−5
¿ 12,5 ×10−1 /2

= 3,95
STP = 3,95 x 22,4
= 88,5
27. Sebanyak 0,28 gram kristal KOH ditambahkan ke dalam 50 ml larutan
CH3COOH 0,1 M (Ka = 10-5). pH larutan yang terjadi jika diketahui Ar K =
39, O = 16, dan H =1 adalah...
a. 3
b. 6
c. 7
d. 9
e. 12
(Jalan Pintas Pintar Kimia, Sumarjono, Andi Yogyakarta, 2009, hal.136)
Jawaban : D
Pembahasan :
CH3COOH = 0,1 x 50 = 5 mmol
0,28
KOH = = 0,005 mol = 5 mmol
56
CH3COOH + KOH  CH3COOK + H2O

Mula-mula 5 mmol 5 mmol -


Bereaksi -5 mmol -5 mmol 5 mmol

Sisa - - 5 mmol

mol 5
[CH3COOK] = = =0,1 M
V 50
Kw
[OH-] =
√ Ka
M

10−14
-
[OH ] =
10√
−5
×10−1

= 10−5
pOH =5
pH = 14 – 5 = 9
28. Massa CH3COONa (Mr = 82) yang harus ditambahkan ke dalam 1.000 ml
larutan CH3COOH 0,1 M agar pH-nya 6 adalah...gram.
(Ka CH3COOH = 1 x 10-5)
a. 8,2
b. 16,4
c. 24,6
d. 82
e. 164
(KIMIA Kelas XI Semester 2, Waldjinah dkk, Intan Pariwara, 2012, hal.47)
Jawaban : D
Pembahasan :
Mol CH3COOH = 1 L x 0,1 M = 0,1 mol
pH = 6  [H+] = 10-6
a
[H+] = K a ×
g
−5 0,1
10-6 = 10 × g

10−6
g=
10−6
g=1mol
g=n × Mr
¿ 1× 82
¿ 82 gram

29. Jika suatu asam lemah dengan Ka = 10-5 dilarutkan bersama-sama dengan
garam natriumnya dalam perbandingan mol asam dan garamnya 1 : 10, pH
larutan yang dihasilkan adalah...
a. 2
b. 3
c. 4
d. 5
e. 6
(KIMIA Kelas XI Semester 2, Waldjinah dkk, Intan Pariwara, 2012, hal.47)
Jawaban : E
Pembahasan :
a
[H+] = K a ×
g
1
¿ 10−5 ×
10
¿ 1× 10−6

pH = - log [H+]
= 6 – log 1
=6

30. Sebanyak 0,082 gram suatu garam ditambahkan ke dalam 10 ml larutan asam
asetat 0,1 M (Ka = 10-5). pH yang terbentuk adalah 5. Massa molekul relatif
garam tersebut adalah...gram/mol.
a. 66
b. 82
c. 83
d. 98
e. 99
(KIMIA Kelas XI Semester 2, Waldjinah dkk, Intan Pariwara, 2012, hal.47)
Jawaban : B
Pembahasan :
Mol CH3COOH = 10 ml x 0,1 M = 1 mmol
pH = 5  [H+] = 10-5
a
[H+] = K a ×
g
1
10−5 =10−5 ×
g
1 10−5
=
g 10−5
g=1mmol=0,001 mol
gr
Mr=
n
0,082
¿
0,001
¿ 82 gram/mol

31. Pada kondisi normal, pH dari darah manusia dan jaringan harus dijaga antara
….
a. 3 – 4 d. 8,55 – 8,65
b. 7,35 – 7,45 e. 1 – 2
c. 5,56 – 5,68
(Kimia Untuk SMA Kelas XI, Astrid Triastari, Quadra, 2014, Hal: 167)
Jawaban: B
Pembahasan:
Darah mempunyai pH yang relatif tetap disekitar 7,4. Hal ini
dimungkinkan Karena adanya sistem penyangga H 2 CO 3 / HCO3 , sehingga
−¿ ¿

meskipun setiap saat darah kemasukan berbagai zat yang bersifat asam
maupun basa, tetapi pengaruhnya terhadap perubahan pH dapat dinetralisir.
Jika darah kemasukan zat yang bersifat asam, maka ion H +¿¿ dari asam
−¿ ¿
tersebut akan bereaksi dengan ion HCO3 . Sebaliknya, jika darah kemasukan
zat yang bersifat basa, maka ion OH −¿¿ akan bereaksi dengan H 2 CO 3.
Darah mempunyai kisaran pH 7,0 – 7,8. Diluar nilai tersebut akan
berakibat fatal terhadap tubuh. Penyakit dimana pH darah terlalu tinggi
disebut alkalosis, dan bila pH darah terlalu rendah disebut asidosis. Sehingga
dari soal tersebut lebih tepat jawabannya pada pH yang relatif tetap disekitar
7,4.
(Kimia Untuk SMA/MA Kelas XI, Unggul sudarmo, Erlangga, 2013, Hal: 270
– 271)
32. Berikut adalah nilai pH beberapa larutan pada penambahan sedikit asam dan
sedikit basa:

pH setelah penambahan
Larutan pH Awal
Sedikit asam Sedikit basa
P 3,0 1,0 4,0
Q 5,0 4,9 5,1
R 8,0 7,9 8,1
S 9,0 8,5 10,5
T 10,0 8,5 11,0

Larutan yang merupakan sistem penyangga adalah ….


a. P dan Q d. R dan T
b. Q dan R e. S dan T
c. R dan S
(Kimia Untuk SMA/MA Kelas XI, Unggul sudarmo, Erlangga, 2013, Hal:
273)
Jawaban: B
Pembahasan:
Larutan penyangga merupakan larutan yang pH nya relatif tetap (tidak
berubah) dan juga mempertahankan nilai pH nya meskipun terjadi
penambahan sedikit asam dan atau sedikit basa. Maka pada larutan Q dan R
merupakan larutan penyangga Karena hanya mengalami perubahan pH yang
relatif sedikit.
(Kimia Untuk SMA/MA Kelas XI, Unggul sudarmo, Erlangga, 2013, Hal:
261)

33. Untuk membuat larutan penyangga yang mempunyai pH = 4, ke dalam 100 ml


larutan CH 3 COOH 0,5 M (Ka = 10-5) harus ditambah larutan CH 3 COONa 0,5
M sebanyak ….
a. 100 ml d. 5 ml
b. 50 ml e. 1 ml
c. 10 ml
(Big Bank Soal, Fatima Septi Sundari, Bintang Wahyu, 2014, Hal: 98)
Jawaban: C
Pembahasan:
Dik: pH = 4
[H +¿¿ = 10-4
Vol = 100 ml
CH 3 COOH 0,5 M
Ka = 10-5
Dit: penambahan larutan CH 3 COONa 0,5 M ?
Jaw:
mol asam lemah
[H +¿¿ = Ka
mol garam
CH 3 COOH
[H +¿¿ = Ka
CH 3 COONa
0,5 M . 100 ml
10-4 = 10-5
0,5 M . v
50 mmol
10-4 = 10-5
0,5 M . v
5 x 10−4
10-4 =
0,5 M . v
5 x 10−5 v = 5 x 10−4
5 x 10−4
v=
5 x 10−5
v = 10 ml

34. Terdapat larutan NH 4 OH dan ( NH 4 )2 SO 4 yang masing-masing berkonsentrasi


0,1 mol/L. jika volume larutan NH 4 OH dan ( NH 4 )2 SO4yang dicampurkan
masing-masing 40 ml dan 80 ml, dengan harga Kb NH 4 OH = 1,8 x 10-5, pH
campuran tersebut adalah ….
a. 8,65 d. 8,62
b. 8,96 e. 8,92
c. 8,68
(Chemistry 2B, Nana Sutresna, Grafindo, 2012, 114)
Jawaban: A

Pembahasan:
n NH 4 OH =¿ 40 ml . 0,1 M= 4 mmol
n ( NH 4 )2 SO4=¿ 80 ml . 0,1 M = 8 mmol
mol basa lemah
[OH −¿¿ = Kb
mol garam
NH 4 OH
[OH −¿¿ = Kb
(NH 4 )2 SO4
4 mmol
= 1,8 x 10-5
2 x 8 mmol
= 0,45 x 10-5
= 4,5 x 10-6 M
pOH = - log [OH −¿¿
= 6 – log 4,5
pH = 14 – pOH
= 14 – (6 – log 4,5)
= 8 + log 4,5
= 8 + 0,65
= 8,65

35. Diantara campuran berikut, yang dapat membentuk larutan penyangga adalah
….
a. HCl dan NH 4 Cl d. KOH dan KCl
b. NaOH dan CH 3 COONa e. NH 4 OH dan NH 4 Cl
c. HBr dan NaBr
(Kimia Untuk SMA/MA Kelas XI, Unggul sudarmo, Erlangga, 2013, Hal:
273)
Jawaban: B
Pembahasan:
Campuran yang dapat membentuk larutan penyangga yaitu:
- Basa kuat dan asam lemah
- Asam kuat dan basa lemah
Berdasarkan soal tersebut yang termasuk dalam campuran yang membentuk
larutan penyangga pada basa kuat dan asam lemah yaitu NaOH dan
CH 3 COONa
36. Diantara pernyataan berikut yang merupakan fungsi larutan penyangga dalam
tubuh manusia, yaitu ….
a. menjaga kesetimbangan cairan yang ada di luar dan di dalam sel
b. menjaga pecahnya pembuluh darah
c. menjaga pH darah agar tidak banyak berubah
d. menjaga masuknya cairan ke dalam sel
e. menjaga masuknya pelarut melalui selaput semipermeable
(Kimia SMA/MA, Sukardjo, Bailmu, 2009, Hal: 273)
Jawaban: A
Pembahasan:
Dalam tubuh manusia terdapat sistem penyangga yang berfungsi
untuk mempertahankan pH, diperlukan lingkungan reaksi dengan pH yang
reatif tetap, maka diperlukannnya larutan penyangga. Di dalam setiap cairan
tubuh terdapat pasangan asam basa konjugasi yang berfungsi sebagai larutan
penyangga, cairan tubuh, baik intra sel maupun ekstra sel memerlukan sistem
penyangga untuk mempertahankan nilai pH kesetimbangan cairan.
Sistem penyangga ekstra sel yaitu penyangga karbonat H 2 CO 3 /
HCO−¿ ¿
3 dalam menjaga pH darah. Sedangkan sistem penyangga intrasel yaitu

system penyangga fosfat H 2 PO 4 / H PO 2−¿¿


−¿ ¿
4 .

(Kimia Untuk SMA/MA Kelas XI, Unggul sudarmo, Erlangga, 2013, Hal:
270)
37. Suatu larutan penyangga terdiri atas campuran CH 3 COOH 0,01 M (Ka = 1,0
x 10-5) dan CH 3 COONa 0,1 M mempunyai pH sebesar 6. Perbandingan
volume CH 3 COOH : CH 3 COONa adalah ….
a. 1:1 d. 1:100
b. 1:10 e. 100:1
c. 10:1
(Big Bank Soal, Fatima Septi Sundari, Bintang Wahyu, 2014, Hal: 99)
Jawaban: A

Pembahasan:
mol asam lemah
[H +¿¿ = Ka
mol garam
CH 3 COOH
[H +¿¿ = Ka
CH 3 COONa
0,01 M . vol CH 3 COOH
10-6 = 10-5
0,1 M . vol CH 3 COONa
vol CH 3 COOH 1
=
vol CH 3 COONa 1

38. Jika larutan NaOH 0,1 M dan larutan CH 3 COOH 0,1 M, volume larutan
masing-masing diperlukan untuk membuat 120 ml larutan penyangga dengan
pH 5 adalah ….
a. 80 ml + 60 ml
b. 50 ml + 70 ml
c. 70 ml + 50 ml
d. 80 ml + 40 ml
e. 40 ml + 80 ml
(Big Bank Soal, Fatima Septi Sundari, Bintang Wahyu, 2014, Hal: 99)
Jawaban: E
Pembahasan:
Volume NaOH yang dipakai = x ml
Sehingga volume CH 3 COOH = 120 - x ml
CH 3 COOH + NaOH NaCH 3 COO + H2O
m: 0,1 (120 - x) 0,1 x
b: 0,1 x 0,1 x 0,1 x
s: [0,1 (120 - x)] - 0,1 x
– 0,1 x
pH = 5
[H +¿¿ = 10-5
mol asam lemah
[H +¿¿ = Ka
mol garam
CH 3 COOH
[H +¿¿ = Ka −¿
CH 3 COO ¿

10-5 = 10-5
[ 0,1 ( 120−x ) ]−0,1 x
0,1 x
0,1 x = [ 0,1 ( 120−x ) ] −0,1 x
0,1 x = 12 - 0,1 x - 0,1 x
0,1 x + 0,1+ 0,1 x = 12
0,3 x = 12
x = 40
Jadi, volume NaOH yaitu x ml = 40 ml
Maka, volume CH 3 COOH = 120 - x ml
= 120 – 40 ml
= 80 ml

39. Massa (gram) ammonium sulfat harus ditambahkan ke dalam 500 ml larutan
NH 3 0,1 M untuk mendapatkan larutan penyangga dengan pH 9, yaitu …. (Kb
NH 3 = 10-5 , N= 14, H= 1, O= 16, S= 32)
a. 3,3 gram d. 4,2 gram
b. 4 gram e. 5 gram
c. 2,1 gram
(Big Bank Soal, Fatima Septi Sundari, Bintang Wahyu, 2014, Hal: 100)
Jawaban: A
Pembahasan:
n NH 3= 500 ml. 0,1 M = 50 mmol
pH = 9
pOH = 14- pH = 14 – 9 = 5
[OH −¿¿= 10-5
mol basa lemah
[OH −¿¿ = Kb
mol garam
NH 3
[OH −¿¿ = Kb
NH +¿
4 ¿

50 mmol
10-5 = 10-5
mol NH +¿
4 ¿
+¿¿
mol NH 4 = 50mmol
( NH 4 )2 SO 4 ↔ 2 NH 4 + SO4
+¿ ¿

1
Mol ( NH 4 )2 SO 4 = . 50 mmol = 25 mmol = 0,025 mol
2
Massa ( NH 4 )2 SO 4 = n . Mr ( NH 4 )2 SO 4
= 0,025 . 132
= 3,3 gram

40. Terdapat 1 L larutan penyangga yang dibentuk oleh NH 4 OH 0,1M (Kb


NH 4 OH = 1,8 x 10-5) dan NH 4 Cl = 0,1 M. pH larutan penyangga adalah ….
a. 9,13 d. 9,28
b. 9,20 e. 9,30
c. 9,26
(Chemistry 2B, Nana Sutresna, Grafindo, 2012, 118)
Jawaban: C
Pembahasan:
mol basa lemah
[OH −¿¿ = Kb
mol garam
NH 4 OH
[OH −¿¿ = Kb
NH 4 Cl
1mmol
= 1,8 x 10-5
1mmol
= 1,8 x 10-5 M
pOH = - log [OH −¿¿
= – log 1,8 x 10-5
= 5 – log 1,8
pH = 14 – pOH
= 14 – (5 – log 1,8)
= 9 + log 1,8
= 9 + 0,26
= 9,26

41. Ke dalam 100 cm3 larutan asam asetat (Ka = 1,0 x 10-5) dimasukkan 100 cm3
larutan NaOH 0,2 M. Ternyata dihasilkan larutan penyangga dengan pH 5.
Molaritas asam asetat semula yaitu ….
a. 0,8 M d. 0,2 M
b. 0,4 M e. 0,1 M
c. 0,3 M
(Big Bank Soal, Fatima Septi Sundari, Bintang Wahyu, 2014, Hal: 98)
Jawaban: B
Pembahasan:
CH 3 COOH + NaOH CH 3 COO Na + H2O
m: x 20
b: 20 20 20
s: (x - 20) - 20
mol asam lemah
[H +¿¿ = Ka
mol garam
CH 3 COOH
[H +¿¿ = Ka
CH 3 COONa
(x−20)
10-5 = 10-5
20
x−20 = 20
x= 20 + 20
x = 40 mmol
40 mmol
M CH 3 COOH = = 0,4 M
100 ml

42. Keasaman (pH) campuran 200 ml larutan NH 3 0,4 M dengan 200 ml larutan
HCl 0,2 M (Kb = 10-5) adalah ….
a. 5 d. 11
b. 9 e. 12
c. 10
(Seri Pendalaman Materi Kimia, Mustafal Bakri, Esis, Hal: 56)
Jawaban: B

Pembahasan:
n NH 3= M . v = 0,4 M . 200 ml = 80 mmol
n HCl = M . v = 0,2 M . 200 ml = 40 mmol
NH 3 + HCl NH 4 Cl
m: 80 mmol 40 mmol
b: -40 mmol -40 mmol +40 mmol
s: 40 mmol - 40 mmol
mol basa lemah
[OH −¿¿ = Kb
mol garam
NH 3
[OH −¿¿ = Kb
NH 4 Cl
40 mmol
= 10-5
40 mmol
= 10-5 M
pOH = - log [OH −¿¿
= – log 10-5
=5
pH = 14 – pOH
= 14 – (5)
=9

43. Bila 0,15 mol asam formiat (HCOOH) Ka = 2 x 10 -5 dan 0,10 mol NaOH
dilarutkan dalam air sehingga diperoleh larutan dengan volume 1 liter maka
pH larutan tersebut adalah ….
a. 4 d. 5 – log 2
b. 5 e. 5 – log3
c. 6
(Pintar Kimia, Sumarjono, Andi Offset, 2010, Hal: 136)
Jawaban: B

Pembahasan:
HCOOH + NaOH HCOONa +H 2O
m: 0,15 mol 0,10 mol
b: 0,10 mol 0,10 mol 0,10 mol
s: 0,05 mol - 0,10 mol
mol asam lemah
[H +¿¿ = Ka
mol garam
HCOOH
[H +¿¿ = Ka
HCOONa
0,05 mol
= 2 x 10-5
0,10 mol
= 2 x 10-5 . 0,5 mol
= 10-5 M

pH = - log [H +¿¿
= – log 10-5
=5

44. Tersedia beberapa campuran sebagai berikut:


1) HNO3dan NaNO3
2) CH 3 COOH dan CH 3 COONa
3) CH 3 COONa dan NaOh
4) NH 3 dan NH 4 Cl
Larutan buffer dihasilkan oleh campuran nomor ….
a. 1 dan 2 d. 2 dan 3
b. 1 dan 3 e. 2 dan 4
c. 1 dan 4
(Pintar Kimia, Sumarjono, Andi Offset, 2010, Hal: 134)
Jawaban: E

Pembahasan:
Larutan buffer dapat dibentuk melalui bebrapa cara, yaitu campuran:
- Asam lemah + garamnya
CH 3 COOH dan CH 3 COONa
- Basa lemah + garamnya
NH 3 dan NH 4 Cl
(Chemistry 2B, Nana Sutresna, Grafindo, 2012, 100)

45. Berdasarkan pasangan larutan berikut ini:


1. 50 ml CH 3 COOH 0,2 M dan 50 ml NaOH 0,1 M
2. 50 ml CH 3 COOH 0,2 M dan 100 ml NaOH 0,1 M
3. 50 ml H 2 CO 3 0,2 M dan 100 ml NH 3 0,1 M
4. 50 ml HCl 0,1 M dan 50 ml NH 3 0,2 M
5. 50 ml HCl 0,1 M dan 50 ml NaOH 0,2 M

Pasangan-pasangan yang pH-nya tidak akan berubah apabila ditambah sedikit


larutan basa kuat atau asam kuat adalah ….
a. 1 dan 2 d. 2 dan 3
b. 1 dan 3 e. 1 dan 5
c. 1 dan 4
(Big Bank Soal, Fatima Septi Sundari, Bintang Wahyu, 2014, Hal: 101)
Jawaban: C
Pembahasan:
Larutan buffer dapat dibentuk melalui bebrapa cara, yaitu campuran:
- Asam lemah dengan garamnya
Contoh: CH 3 COOH dan CH 3 COONa
- Basa lemah dengan garamnya
Contoh: NH 3 dan NH 4 Cl

1. CH 3 COOH + NaOH CH 3 COO Na + H2O


m: 10 mmol 5 mmol
b: 5 mmol 5 mmol 5 mmol
s: 5 mmol - 5 mmol
(sisa asam lemah dengan garamnya)

2. CH 3 COOH + NaOH CH 3 COO Na + H2O


m: 10 mmol 10 mmol
b: 10 mmol 10 mmol 10 mmol
s: - - 10 mmol
(habis bereaksi dan sisa garamnya)
3. H 2 CO 3 + 2 NH 3 ( NH 4 )2 + CO 3
m: 10 mmol 10 mmol
b: 5 mmol 10 mmol 5 mmol
s: 5 mmol - 5 mmol
(bukan penyangga, Karena asam dan bsanya dua-duanya lemah)

4. HCl + NH 3 NH 4 Cl
m: 5 mmol 10 mmol
b: 5 mmol 5 mmol 5 mmol
s: - 5 mmol 5 mmol
(basa lemah dengan garamnya)

5. HCl + NaOH NaCl + H2O


m: 5 mmol 10 mmol
b: 5 mmol 5 mmol 5 mmol
s: - 5 mmol 5 mmol
(asam kuat dan basa kuat yang tersisa basa kuat)

46.Larutan penyangga yang dibuaat dengan mencampurkan 50 ml CH3COOH


0.1M dengan 50 ml larutan Na2CH3COOH, maka pH larutannya yaitu…..
a. 6-log 5
b. 4-log 5
c. 5-log 5
d. 7-log 5
e. 8-log 5
(Kimia SMA Kelas XI, Sandri justiana, yudisthira, hal 214)
Jawaban: A
Pembahasan:
n = CH3COOH
= M×V
= 0,1 ×50 ml
= 5 mmol
n = Na2CH3COOH
=M × V
=0.2 ×50 ml
= 10 mmol
a
[H+] = ka ×
g
5
= 10 -5 ×
10
=0,5 × 10-5
= 5× 10 -6
pH = - log [H+]
= - log 5×10-6
= 6 – log 5
(Kimia SMA Kelas XI, Sandri justiana, yudisthira, hal 190)

47. Larutan penyangga yang dibuat dengan mencampurkan 50 ml CH 3COOH 0.3


M dengan 50 ml NaOH 0.1 M, maka pH larutannya yaitu…..
a. 5 – log 7
b. 9 – log 3
c. 9 + log 3
d. 7 + log 5
e. 3 – log 5
(KIMIA SMA Kelas XI, Unggul Sudarmo, Erlangga, hal 294)
Jawaban: C
Pembahasan:
na = M × V
= 0.3 ×50 ml
= 15 mmoll
Na = M × V
=0,1 ×50 ml
= 5 mmol
a
[OH-]= kb ×
g
15
= 10-5×
5
= 3 ×10-5

pOH = - log 3 ×10-5


= 5 – log 3
pH = 14 – (5 - log 3)
= 9 + log 3
(KIMIA SMA Kelas XI, Unggul Sudarmo, Erlangga, hal 270)

48. Larutan penyangga yang di buat dengan mencampurkan 50 ml NH3 0,1M


dengan 50 ml NH4Cl 0,2 M, maka pH larutannya yaitu…..
(Diketahui Kb = 10-5)
a. 4 – log 3
b. 5 + log 2
c. 8 + log 5
d. 2 – log 2
e. 9 – log 3
(KIMIA SMA Kelas XI, M. Rachmawati, Esis, hal 284)
Jawaban: C

Pembahasan:
nb = 50 ×0,1
= 15 mmol
ng = 0.2 M × 50 ml
= 10 mmol
a
[OH-] = kb ×
b
5
= 10-5 ×
10
= 5 ×10-6
POH = - log 5 ×10-6
= 6 – log 5
pH = 14 – (6 – log 5)
= 14 – 6 + log 5
= 8 + log 5
(KIMIA SMA Kelas XI, M. Rachmawati, Esis, hal 247)

49. Larutan penyagga yang dibuat dengan mencampurkan 50 ml NH3 0.2 M


dengan 50 ml HCl 0,15M, maka pH larutannya yaitu….. (Diketahui Kb = 10-5)
a. 2 – log 2
b. 3 + log 7
c. 6 – log 2
d. 9 + log 1,3
e. 9 – log 1,3
(KIMIA SMA Kelas XI, M. Rachmawati, Esis, hal 284)
Jawaban: D

Pembahasan:
nb = 0.2 ×50 ml
= 10 mmol
ng = 0,15 ×50 ml
= 75 mmol
b
[OH-] = kb ×
g
10
= 10-5×
75
= 1,7 ×10-5
pOH = - log1,3 ×10-5
= 5 – log 1,3
pH = 14 – (5 log 1,3)
= 9 + log 1,3
(KIMIA SMA Kelas XI, M. Rachmawati, Esis, hal 248)

50. Larutan penyagga yang di buat dengan mencampurkan 100 ml NH3 0,1 M
dengan 100 ml NH4Cl 0.1 M, maka pH larutannya yaitu….
a. 5
b. 6
c. 7
d. 8
e. 9
(KIMIA SMA Kelas XI, sandi jusiana, yudhisthira, hal 215)
Jawaban: E
Pembahasan:
nb = 100 ml × 0.1 M
= 10 mmol
ng = 100 ml × 0,1 M
= 10 mmol
b
[OH-] = kb ×
g
10
= 10-5×
10
= 10-5
pOH = - log 10-5
= 5 – log 1
=5
pH = 14 – pOH
= 14 - 5
=9
(KIMIA SMA Kelas XI,sandi justiana, ydhisthira, 192)

51. Jika 100 ml larutan CH3COOH 0,5 M dengan 50 ml larutan CH3COONa 0,2
M (ka = 1,8×10-5), maka pH larutannya yaitu….
a. 9 – log 5
b. 5 + log 9
c. 5 – log 9
d. 2 – log 5
e. 3 + log 5
(KIMIA SMA Kelas XI, Sandi justiana, yudhisthira, hal 191)
Jawaban: C

Pembahasan:
na = M × V
= 0,5 M×100 ml

= 50 mmol

na = 0,2 M×50 ml

= 10 mmol

[ HA ]
[H+] = ka ×
[A]

50
= 1,8 ×10-5×
10
= 9 × 10-5

pH = - log [H+]

= 5 – log 9
(KIMIA SMA Kelas XI, Sandi justiana, yudhisthira, hal 191)

52. Jika 4,48 gas NH3 (pada keadaan standar) dan 1 L larutan NH4Cl 0,2 M
(kb = 1,8×10-5), maka pH larutan tersebut adalah….
a. 9 + log 1,8
b. 6 – log 1,2
c. 8 – log 1,3
d. 5 + log 1,5
e. 7 + log 2
(KIMIA SMA Kelas XI, Sandri justiana, Yudhistira, hal 190)
Jawaban: A

Pembahasan:
4,48
mol NH3 =
22,4
= 0,2 mol
mol NH4Cl = 0,2 M×1 L
= 0,2 mol
0,2
[OH-] = kb ×
0,2
0,2
[OH-] = 1,8 ×10-5×
0,2
= 1,8 ×10-5
POH = - log 1,8 × 10-5
= 5 – log 1,8
pH = 14 – (5-log 1,8)
= 9 + log 1,8
(KIMIA SMA Kelas XI, Sandri justiana, Yudhistira, hal 190)

53. Data percobaan ph beberapa larutan sebagai berikut.


Ph dengan penambahan sedikit
larutan pH awal
asam basa
I 5,60 6,00 5,00
II 5,40 5,42 5,38
III 5,20 5,25 5,18
IV 8,20 8,80 7,80
V 9,20 9,60 8,70
Larutan yang mempunyai sifat penyangga adalah…
a. I dan II
b. II dan III
c. III dan IV
d. III dan V
e. IV dan V
(Ujian nasional 2010/2011)
Jawaban: B
Pembahasan:
Larutan dikatakan bersifat penyagga jika pada larutan ditambahkan
sedikit asam basa atau air ph nya cenderung tidak atau sedikit mengalami
perubahan. Berdasarkan data percobaab II dan III merupakan larutan
penyagga karena mengalami sedikit perubahan Ph. Larutan dikatakan bukan
penyangga jika pada larutan itambah sedikit asam, basa, atau air terjadi
perubahan ph yang cukup besar, larutan yang bukan penyangga yaitu larutan I,
IV dan V.

54.Larutan buffer dapat di buat dengan mencampurkan larutan – larutan....


a. asam sulfat dan natrium sulfat
b. natrium hidroksida dan natrium nitrat
c. ammonium hidroksida dan ammonium sianida
d. asam asetat dan ammonium asetat
e. asam sianida dan kalium sianida
(Kimia Sma kelas XI, sandri justiana, yudhisthira, Hal 214)
Jawaban: A
Pembahasan:
Larutan penyagga dapat dibuat dengan cara yaitu mencampurkan asam lemah
dengan garamnya atau mencampurkan asam lemah dan basa lemah dengan
basa kuat atau basa kuat.
(Kimia Sma kelas XI, sandri justiana, yudhisthira, Hal 191)

55. Pernyataan yang benar tentang larutan penyagga adalah…


a. mempertahankan ph system agar tetap
b. memiliki komponen asam dan basa yang selalu berupa pasangan
konjugasi
c. mampu mengatasi penambahan asam dan basa dalam jumlah yangbanyak
d. memiliki kapasitas tertentu
e. pengenceran tidak mengubah konsentrasi ion H+ DAN OH-
(kimia Sma kelas XI, M.Rachmawati, esis, Hal 265)
Jawaban: A
Pembahasan:
Larutan penyangga adalah larutan yang mampu mempertahan kan (penyagga)
ph pada pada kisarannya apabila terjadi penambahan sedikit asam, sedikit basa
atau terjadi pengenceran.
(Kimia Sma kelas XI, M. Rachmawati,esis, Hal 242)

56. Pernyataan tentang larutan penyangga yang paling tepat adalah….


a. pH larutan penyangga tidak mungkin berubah oleh penambahan asam dan
basa.
b. larutan penyangga dapat dibuat dari campuran garam dengan basa kuat
berlebih.
c. larutan penyangga dapat dibuat dari larutan basa dengan asam kuat
berlebihan
d. larutan penyangga dapat dibuat dari campuran larutan asam lemah dengan
basa konjugasinya
e. larutan penyangga dapat dibuat dari cmpuran asam kuat berlebih dengan
basa lemah.
(Kimia Sma kelas XI, Unggul sudarmo, erlangga, Hal 275)
Jawaban: D
Pembahasan:
Larutan penyangga merupakan larutan yang pH nya relatif tetap (tidak
berubah) dan juga mempertahankan nilai pH nya meskipun terjadi
penambahan sedikit asam dan atau sedikit basa. Ditinjau dari komposisi zat
penyusunan, terdapat dua sistem larutan penyangga, yaitu sistem penyangga
asam lemah dengan basa dan sistem penyangga basa lemah dengan asam
konjugasinya.
(Kimia Sma kelas XI, Unggul sudarmo, erlangga, Hal 275)

57. Sebanyak 100 mL larutan CH3COOH 0,2 M dicampurkan dengan 100 mL


larutan CH3COONa sehingga diperoleh larutan buffer dengan pH = 5. Untuk
membuat larutan buffer tersebut diperlukan konsentrasi CH3COONa sebesar...
(Ka CH3COOH = 1 x 10-5)
a. 0,01 M
b. 0,02 M
c. 0,2 M
d. 2 M
e. 0,1 M
(Kimia SMA Kelas XI 2B, Michael Purba, Erlangga, 2006, hal.116)
Jawaban : C
Pembahasan :
Mol CH3COOH = 100 ml x 0,2 mmol
= 20 mmol
a
[H+] = K a ×
g
20
10-5 = 1 x 10-5 x
100 x
100 x=20
100 x=20
20
x=
100
x=0,2

58. Gelas kimia I berisi larutan HCOOH 0,2 M dan gelas kimia II berisi larutan
(HCOO)2Ba 0,3 M. Perbandingan volume gelas kimia I dan gelas kimia II
untuk meghasilkan pH larutan penyangga = 5 adalah... (Ka HCOOH = 2 x 10-
4
)
a. 3 : 20
b. 3 : 3
c. 4 : 3
d. 20 : 5
e. 5 : 20
(KIMIA 2, Nana Sutresna, Grafindo,2014, hal.266)
Jawaban : A

Pembahasan :

pH = 5 sehingga [H+] = 10-5


jumlah mmol HCOOH = V1 x 0,2 M = 0,2 V1 mmol
jumlah mmol (HCOO)2Ba = V2 x 0,3 M = 0,3 V2 mmol
jumlah anion atau basa konjugasi, yaitu HCOO- yang diikat adalah 2 sehingga
jumlah mol a
[H+] = K a ×
2× jumlah mol g
−5 −4 0,2 V 1
10 =2× 10 ×
2 ×0,3 V 2

V 1 6 × 10−6 3
= =
V 2 4 ×10−5 20

Jadi, perbandingan volume gelas kimia I : gelas kimia II adalah 3 : 20

59. pH larutan penyangga yang dibuat dengan mencampurkan 50 mL larutan


CH3COOH 0,1 M dengan 50 mL larutan NaCH3COO 0,1 M adalah...(Ka
CH3COOH = 1,8 x 10-5)
a. 4,75
b. 4,25
c. 4,0
d. 3,75
e. 3,5
(KIMIA Kelas 2B, Michael Purba, Erlangga, 2006, hal.105)
Jawaban : A

Pembahasan :
Mol CH3COOH = 50 mL x 0,1 mmol/mL = 5 mmol
Mol NaCH3COO = 50 mL x 0,1 mmol/mL = 5 mmol
Mol asam = mol basa konjugasi,
maka pH = pKa
= - log 1,8 x 10-5
= 4,75

60. Perhatikan data percobaan berikut!

Larutan I II III IV V
pH awal 3 5 7 9 11
Ditambah sedikit asam 1 3 5 8,9 9
Ditambah sedikit basa 5 6,5 8 9,2 12
Ditambah sedikit air 4 6 7 9 10,5
Berdasarkan data tersebut, larutan penyangga terdapat pada nomor ....
a. I d. IV
b. II e. V
c. III

(Detik-detik Ujian Nasional Kimia. Waldjinah. Intan Perwira. 2012 .h. 68)
Jawaban : D
Pembahasan :
Ciri-ciri larutan penyangga: saat ditambah sedikit air atau sedikit basa atau
sedikit asam nilai pH relatif tetap, jika terjadi perubahan hanya relatif kecil.
Dan larutan yang paling mendekati perubahan pH setelah penambahan air,
asam dan basa adalah larutan 4.

MISKONSEPSI LARUTAN PENYANGGA :


1. Pada buku kuadra tidak dijelaskan mengenai pengertian larutan penyangga
terlebih dahulu, melainkan membahas masalah buffer pada sistem tubuh
manusia. Sehingga dapat menimbulkan miskonsepsi terhadap pengertian
buffer yang sebenarnya.
2. Pada buku grafindo lebih menjelaskan mengenai komponen-komponen
buffer terutama dalam pembagian asam kuat, asam lemah, basa kuat dan
basa lemah. Sehingga siswa dapat melihat perbedaan masing-masing
komponen tersebut terutama pada saat mengerjakan soal. Sedangkan pada
buku yang lainnya tidak demikian sehingga membuat ragu dalam
menentukan komponen larutan penyangga tersebut.
3. Pada buku yang lain tidak membahas mengenai perubahan pH pada
pengenceran, sedangkan pada buku grafindo sendiri dijelaskan adanya
perubahan pH pada pengenceran melalui suatu percobaan. Hal ini
membuat siswa hanya berpandangan bahwa faktor pengenceran dalam
kondisi apapun tidak akan mempengaruhi perubahan pH.
4. Pada buku yudhistira sendiri bab mengenai larutan penyangga digabung
menjadi satu dengan materi hidrolisis dan Ksp. Hal ini membuat siswa
kesulitan dalam memahami materi buffer itu sendiri terutama dalam
rumus-rumus yang hampir sama dengan materi hidrolisis garam.
Sumber Buku :
1. Bailmu
2. Bumi Aksara
3. Erlangga
4. Esis
5. Grafindo
6. Kuadra
7. Phibeta
8. Yudhistira