Anda di halaman 1dari 23

METODE PELAKSANAAN

A. Pekerjaan Persiapan
Pekerjaan ini mencakup semua pekerjaan persiapan dalam pelaksanaan pembangunan gedung, termasuk
pengukuran dan pemasangan bouwplank, pembuatan kantor dan gudang material sementara lantai plaster,
pembersihan lapangan, pembuatan papan nama proyek, penyelenggaraan k3, dan pekerjaan persiapan
lainnya yang diperlukan kontraktor pelaksana.
1 Pembuatan 1m2 pagar sementara dari seng gelombang tinggi 2 m
Kosnstruksi Pagar peroyek di buat dengan menggunakan dinding seng dandiperkuat dengan
menggunakan tiang- taing besi atau kayu dan di ikat dengan paku/baut pengikat pada jarak tertentu,
sehingga kosnstruksinya kuat dan sesuai denganfungsi yakni untuk menjamin keamanan pekerja dalam
lingkunngan proyek.

2 Pengukuran dan pemasangan Bouwplank


Pekerjaan pengukuran dengan menggunakan pesawat theodolith. Pengukuran ini sangat penting karena
merupakan dasar dari pembangunan proyek, posisi bangunan baik arah horizontal maupun vertical. Peil
bangunan umumnya diambil dari as jalan atau peil banjir  yang  telah ada, dan menjadi acuan
selanjutnya dalam melaksanakan pekerjaan. Setelah pekerjaan pengukuran dilanjutkan dengan
pekerjaan pasang bouwplank. Bouwplank sendiri merupakan patok kayu sementara yang berfungsi
untuk menentukan titik As bangunan yang akan dibangun.
Adapun syarat-syarat memasang bouwplank yang baik adalah :
 Kedudukan patoknya harus kuat dan tidak mudah goyah
 Berjarak cukup dari rencana galian, diusahakan bowplank tidak goyang pada saat pelaksanaan
galian pondasi.
 Terdapat titik atau dibuat tanda-tanda yaitu mengguanakan paku dan cat sebagai tanda
 Sisi atas bowplank harus terletak satu bidang rata (horizontal) dengan papan bowplank lainnya
 Letak kedudukan bowplank harus seragam (menghadap kedalam bangunan semua)
 Garis benang bowplank merupakan As (garis tengah) daripada Pondasi dan Dinding Batu bata.

3 Pembuatan Kantor & gudang Material Sementara Lantai Plester


Pembuatan Direksi Keet/Gudang. Direksi Keet/Gudang iniadalah bangunan sementara dari kayu yang
dibangun sebagai tempat penyimpanan bahan/material yang akan digunakan, tempat rapat/koordinasi
lapangan antara pelaksana, konsultan perencana, konsultan pengawas dan instansi terkait baik
rutinataupun koordinasi yang sifatnya mendadak dan sebagai tempat peristirahatan para pekerja

4 Pembersihan 1 M2 lapangan dan Perataan


 Sebelum memulai suatu proses pekerjaan konstruksi, maka terlebih dahulu dilakukan
penyiapan dan pembersihan lapangan atau area kerja.
 Area kerja dibersihkan dari sampah, semak belukar dan lainnya yang dapat menggangu proses
pelaksanaan konstruksi.
 Penyiapan dan pembersihan lahan dapat dilakukan dengan cara manual (man power) maupun
dengan cara mekanis (alat kerja berat).
 Sampah atau tanah dari hasil pembersihan kemudian dibuang keluar areal kerja atas petunjuk
dan persetujuan pihak Direksi/Konsultan Pengawas.

5 Pekerjaan Bongkaran
Pekerjaan ini meliputi pembongkaran bangunan exsisting yang perlu dibongkar tetapi tidak terbatas
pada penutup atap dan kuda-kuda, Dinding dan Plasteran, Kolom, Balok, Sloof, Kusen,Lantai, Tiang
bendera. Semua bangunan exsisting yang nantinya akan dibangun bangunan baru sesuai pada gambar
kerja.
Metode pelaksanaan :
 Pembongkaran semua bangunan lama yang menghalangi bangunan baru, kecuali bila ditentukan
lain oleh Manajer Proyek.
 Dalam pembongkaran bangunan lama, pelaksana lapangan harus berhati hati agar tidak merusak
bangunan di sekitar yang masih terpakai
 Tempat pengumpulan material bekas bongkaran harus dikumpulkan di suatu tempat yang
disetujui pengawas lapangan.
 Sebelum menghentikan pekerjaan, semua bangunan yang sudah akan runtuh harap untuk
diruntuhkan terlebih dahulu, agar tiidak menimpa dan membahayakan orang yang berada
disekitar bongkaran.

6 Pelaksanaan SMK3
Penerapan prinsip K3 di proyek sangat perlu diperhatikan dalam pekerjaan konstruksi. Pelaksana
konstruksi harus mengetahui dan menerapkan prinsip-prinsip kerja sesuai ketentuan K3 di lingkungan
proyek.
a. Kelengkapan Administrasi K3
Setiap pelaksanaan pekerjaan konstruksi wajib memenuhi kelengkapan administrasi K3, yang bisa
dilihat di pedoman peraturan K3.
b. Penyusunan Safety Plan
Safety plan adalah rencana pelaksanaan K3 untuk proyek yang bertujuan agar dalam pelaksanaan
nantinya proyek akan aman dari kecelakaan dan bahaya penyakit sehingga menghasilkan
produktivitas kerja yang tinggi.
c. Pelaksanaan K3 di Lapanga
Kegiatan K3 di lapangan berupa pelaksanaan safety plan, melalui kerja sama dengan instansi yang
terkait K3, yaitu depnaker, polisi dan rumah sakit. Pengawasan pelaksanaan K3, meliputi kegiatan:
 Safety patrol
 Safety supervisor(pengawasan)
 Safety meeting (rapat pembahasan)
d. Perlengkapan dan Peralatan K3
Perlengkapan dan peralatan penunjang progam K3, meliputi :
 Pemasangan bendera K3, Bendera RI, bendera perusahaan
 Pemasangan sign-board K3 yang berisi antara lain slogan -slogan yang mengingatkan
perlunya bekerja dengan selamat
 Pelindung mara dan wajah
 Pelindung kepala atau helm (hard hat) yang melindungi kepala karena memiliki hal berikut:
lapisan yang keras, tahan dan kuat terhadap benturan yang mengenai kepala ; system
suspense yang ada di dalamnya bertindak sebagai penahan goncangan.
 Pelindung kaki berupa sepatu dan sepatu boot.
 Pelindung tangan berupa sarung tangan dengan jenis-jenisnya.
 Pelindung pernafasan berupa masker yang standart, guna menghindari debu, virus, atau pun
partikel lainnya yang dapat masuk ke dalam pernafasan manusia.
 Wajib menggunakan rompi standar SNI saat berada di lokasi proyek, atau sedang
melakukan pekerjaan proyek.
 Sarana Peralatan Lingkungan berupa :
- tabung pemadam kebakaran.
- pagar pengaman lokasi proyek.
- peralatan P3K.
 Rambu rambu peringatan , antara lain dengan fungsi :
- Penunjuk batas ketinggian penumpukan material
- Larangan memasuki area tertentu
- Larangan membawa bahan bahan berbahaya
- Petunjuk untuk melapor (keluar masuk proyek)
- Peringatan untuk memakai alat pengaman kerja
- Peringatan ada alat/mesin yang berbahaya (untuk lokasi tertentu)

e. Administrasi dan dokumentasi pekerjaan


Untuk mendukung kelengkapan data administrasi teknik dan sebagai bukti yang meyakinkan di
kemudian hari, maka penyedia jasa harus menyediakan foto dokumentasipelaksanaan pekerjaan dengan
menggunakan camera digital.
Cara Pelaksanaan
a. Foto dokumentasi dilakukan pada saat pelaksanaan pekerjaan masih pada posisi 0%, mencapai
bobot 50% dan 100% untuk satu titik atau lokasi pengambilan foto yang sama.
b. Foto 0% diambil pada saat pekerjaan belum dimulai untuk mengetahui kondisi sebenarnya dari
lokasi yang akan dikeerjakan oleh penyedia jasa.
c. Foto 50% diambil pada saat pekerjaan sedang berlangsung untuk melihat kondisi lapangan pada
kondisi 50%.
d. Foto 100% diambil pada saat pekerjaan sudah terlaksana secara tuntas untuk melihat kondisi akhir
pekerjaan.
e. Sebelum pengambilan foto-foto, maka dibuat rencana/denah yang menunjukkan lokasi, posisi dari
kamera dan arah bidikan yang kemudian diserahkan kepada direksi untuk disetujui.
f. Foto dokumentasi tersebut di atas dicetak dengan ukuran 3R yang ditempel pada album foto dan
diberi catatan sebagai berikut :
 Nama Kontrak
 Nama Bangunan
 Tahap/Progress Pekerjaan 0%, 50% atau 100%
 Menyerahkan foto dokumentasi tersebut sebanyak 3 (tiga) rangkap bersama 1 (satu)
negatifnya kepada direksi.
 Pada setiap tahap pengambilan gambar untuk tiap lokasi pengambilan harus dari arah yang
sama yang sudah ditentukan sebelumnya.

B. Pekerjaan Tanah
Pekerjaan ini meliputi tetapi tidak terbatas pada hal-hal berikut :
 Menyediakan peralatan dan perlengkapan yang memadai, bahan-bahan, tenaga kerja yang cukup
untuk menyelesaikan semua pekerjaan termasuk pelat turap sementara dan bendungan sementara
jika diperlukan.
 Penggalian, pengurugan kembali dan pemadatan semua pekerjaan yang membutuhkan galian
dan/atau urugan kembali seperti jalan, saluran terbuka, gorong-gorong, jalur utilitas, pondasi dan
lainnya seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja.
 Membuang semua bahan-bahan galian yang tidak memenuhi persyaratan ke suatu tempat
pembuangan yang telah ditentukan.
 Penggalian dan pengangkutan bahan timbunan dari suatu tempat galian.

1. GALIAN TANAH
Metode Pelaksanaan
Galian tanah biasa dilaksanakan sesuai dengan gambar dan titik yang telah ditentukan
dan harus mendapat persetujuan direksi sebelum dilaksanakan.
Material dari hasil galian yang akan digunakan sebagai bahan timbunan harus mendapatkan
persetujuan dari direksi.
Setiap material yang berlebih untuk kebutuhan bahan timbunan, maka bahan timbunan
tersebut harus dibuang oleh kami ke lokasi yang ditentukan oleh direksi.
Kami harus bertanggung jawab untuk seluruh pengaturan dan biaya pembuangan material yang
berlebih tersebut termasuk biaya pengangkutan dan perolehan ijin dari pemilik tanah dimana
pembuangan dilakukan.
Kami dalam melaksanakan galian harus diusahakan cukup aman dari longsoran dan
bila diperlukan diberikan alat-alat penyangga.
Apabila pekerjaan galian sudah selesai penyedia jasah memberitahukan kepada direksi untuk
pemeriksaan

Gambar Ilustrasi Pekerjaan

2. URUGAN TANAH KEMBALI


Langkah kerja pekerjaan urugan kembali adalah :
 Urugan tanah sesuai dengan garis dan peil yang tertera pada gambar
 Kelebihan tanah timbunan harus dikeluarkan dari lapangan ke tempat pembuangan yang telah
disetujui.

3. Pekerjaan Pemadatan Tanah


Langkah kerja pekerjaan pemadatan tanah adalah :
 Tanah yang telah ditimbun dipadatkan setiap tebal 20 cm untuk setiap lapisnya.
 Pemadatan dapat dilakukan dengan menggunakan alat pemadat yang disetujui oleh pihak direksi /
konsultan pengawas.

4. Urugan Pasir
Langkah kerja pekerjaan urugan pasir adalah:
a. Pasir urug untuk mengurug harus bersih dari bahan organik, sisa-sisa tanaman, sampah dan lain-
lain.
b. Urugan pasir kemudian dipadatkan dengan menggunakan alat pemadat yang disetujui oleh pihak
direksi / konsultan pengawas.
Gambar Ilustrasi Pekerjaan

5. Urugan Tanah
Langkah kerja pekerjaan urugan tanah adalah :
 Urugan tanah sesuai dengan garis dan peil yang tertera pada gambar
 Kelebihan tanah timbunan harus dikeluarkan dari lapangan ke tempat pembuangan yang telah
disetujui.

Gambar Ilustrasi Pekerjaan

C. PEKERJAAN PONDASI BATU KALI


Pasangan batu kali meliputi Pekerjaan Anstamping batu terdiri dari pasir urug dan batu kali yang ditata
sedemikian yang sisi yang kosong diisi dengan urugan pasir dan di siram dengan air sampai mengisi sela-
selabatu yang yang satu dengan yang lain sampai padat. Selanjutnya dilakukan pekerjaan pasangan pondasi
batu kali dengan campuran 1 : 4 sesuai dengan gambar baik ketinggian dan lebar pondasi.
Syarat – syarat material semen, agreat halus ( pasir ) dan air adalah sama dengan pada peraturan ini.
a. Batu
Batu yang dipakai pada pekerjaan yang ditunjukan dalam gambar, seperti pasangan batu atau lapisan
batu, haruslah batu yang bersih dan keras, tahan lama dan homogen menurut persetujuan direksi /
pengawas dan bersih dari campuran besi, noda – noda , lubang pasir, cacat atau ketidak sempurnaan
lainnya. Batu tersebut harus diambil dari sumber yang disetujui direksi.
b. Pasangan batu
Pasangan batu harus terdiri dari batu yang dipecah dengan palu secara kasar dan berukuran
sembarang, sehingga kalau dipasang bisa saling menutup. Setiap batu harus berukuran antara 6kg s/d
15 kg, akan tetapi batu yang yang lebih kecil dapat dipakai atas yang lebih kecil dapat dipakai atas
persetujuan direksi, ukuran maksimum harus memperhatikan tebal dinding. Tetapi juga harus
memperhatikan batasan berat seperti tercantum diatas.
c. Alas dan sambungan
Tiap batu untuk pasangan harus seluruhnya dibasahi lebih dulu sebelum dipakai dan harus diletakkan
dengan alasnya tegak lurus kepada arah tegangan pokok. Setiap batu harus diberi alas adukan
( speci), semua sambungan diisi padat dengan adukan speci pada pekerjaan berlangsung tebal adukan
speci tidak lebih dari 50 mm lebarnya. Serta tidak boleh ada batu berhimpit satu sama lain. Pasak
tidak boleh disisipkan sesudah semua batu selesai dipasang.
d. Penyelesaian sambungan
Kecuali jika ditentukan lain, sambungan dengan adukan ( speci ) semen : pasir = 1 : 4 yang kelihatan
harus disiar rata dan halus pada waktu pekerjaan sedang berlangsung dengan menjaga supaya
dijamin adanya keserafgaman warna. Semua sambungan yang tidak kelihatan harus diiisi rata dengan
adukan.
e. Perlindungan perawatan
Dalam melaksanakan pekerjaan pasangan batu dalam cuaca tidak menguntungkan dan dalam
melindungi dan merawat pekerjaan yang telah selesai. Pemborong harus memenuhu persyaratan-
persyaratan yang lazim dipakai atau ditentukan oleh direksi. Pekerjaan pasangan tidak boleh
dilaksanakan pada hujan deras atau hujan cukup lama sehingga mengakibatkan speci larut. Speci
yang telah dipasang dan larutkarena hujan, harus dibuang dan diganti sebelum pekerjaan pasangan
selanjutnya diteruskan. Pekerjaan batu kosong yang belum mantap.
f. Semua pekerjaan pasangan batu kali harus dilaksanakan sesuai gambar – gambar dan syarat-syarat
yang ditentukan. Pekerjaan pasang batu kali baru boleh dikerjakan apabila galian tanah telah
diperiksa ukuiran kedalamannya dan telah disetujui oleh direksi / pengawas. Jika pasangan batu kali
terpaksa dihentikan, maka ujung penghentian pasangan batu kali harus bergigi agar penyambungan
berikutnya terjadi ikatan yang kokoh dan sempurna, didalam pasangan batu kali sama sekali tidak
boleh terdapat rongga-rongga atau cela-cela.
g. Adukan yang dipergunakan untuk pasangan batu kali adalah 1 PC : 4 PS. Pasangan batu kali yang
terletak pada tanah urug harus didasari dengan lantai kerja, diurug pasir dan dipadatkan setebal
sesuai dengan gambar rencana, setelah tanah urug dibawahnya mengalami proses stabilisasi tanah.

Gambar Ilustrasi Pekerjaan

D. PEKERJAAN BETON
a. Pekerjaan Bekisting
Bekisting dibuat dari kayu/papan yang baik, kokoh dan kuat untuk menahan saat pekerjaan pengecaoran
dilaksanakan, bekisting yang baik menghasilkan cetakan beton yang baik pula. Oleh karena itu sebelum
pengecoran dimulai diteliti dahulu bentuk hasil yang diinginkan dan kekuatan dari pada kayu dan
penyangga bekisting untuk menerima adukan beton.

b. Pekerjaan Pembesian / Tulangan


Besi tulangan harus dengan kualitas baik dan tidak karatan, setiap ujung sambungan dibengkokkan,
sedang bentuk dan jumlah serta dimensi besi tulangan harus sesuai dengan gambar dan bestek yang ada.
Pekerjaan beton bertulang Pada pekerjaan ini meliputi :

- Pekerjaan Pondasi Footplate


- Pekerjaan Sloof
- Pekerjaan kolom
- Pekerjaan Kolom praktis
- Pekerjaan Balok latei
- Pekerjaan Balok ring
- Pekerjaan plat beton atap

c. Pekerjaan Beton
Adukan Beton terdiri dari komposisi Semen ( PC ). Agregat Halus ( Pasir ) dan Agregat Kasar ( Krikil /
Koral ) serta air dengan perbandingan tertentu untuk menentukan mutu beton yang diinginkan. Agregat
halus dan Kasar keadaanya harus bersih dari kotoran, tanah. agar menghasilkan mutu beton yang
maksimal. Dalam proses pengeringan sambil menunggu beton kering setiap hari beton harus disiram /
diseleb / dilembabkan dengan air bersih.
 Standart-standart dan persyaratan-persyaratan yang dipakai dalam spesifikasi teknis ini adalah
PBI 71 atau SKSNI – T.15-1991.
 Bahan-bahan beton yang terdiri dari semen, agregat halus (pasir) dan kasar (kerikil), air dan
baja tulangan harus memenuhi syarat – syarat pada pasal 30 peraturan ini .
 Kualitas beton
Syarat kualitas
beton yang dipakai untuk konstruksi harus memenuhi standart mutu 25 Mpa ( kubus )
dengan mengingat syarat-syarat lain dalam PBI 1971 atau SKSNI –T.15-1991. untuk
itu pemborong harus membuat campuran-campuran percobaan ( mix design ) yang
kemudian harus diperiksa di laboratorium yang disetujui direksi / pengawas dengan
biaya pemborong, sesuai mutu beton 25 Mpa ( kubus )
Kontrol kualitas
kontrol kualitas harus dilaksanakan terus menerus selam pekerjaan berlangsung dimana
pemgomtrolan tersebut harus memenuhi PBI-71 atau SKNI-T.15-1991

Untuk beton praktis dipergunakan campuran 1PC : 2 PS : 3KR

 Acuan ( bekisting )
 Acuan harus menghasilkan suatu struktur akhir yang mempunyai bentuk, garis dan
dimensi komponen yang sesuai dengan yang ditunjukan dalam gambar rencana serta
uraian dan syarat – syarat teknis pelaksanaan. Acuan harus cukup kokoh sehingga mampu
mencegah kebocoran adukan.
 Kayu acuan ( bekisting ) digunakan kayu meranti, berkwalitas baik dengan ukuran tebal 2
cm ( papan ) dan untuk penguatnya dipakai kayu 5/7 atau 4/6
 Semua sambungan-sambungan dalam pekerjaan acuan antara papan-papan dan tidak
boleh bocor.
 Bekisting harus sedemikian kuatnya sehingga dapat menahan gaya tekan ke arah luar
yang diakibatkan oleh bertambahan bahan adukan yang dituangkan kedalamnya
 Sebelum pengecoran dimulai akan diadakan pengecekan bekisting
 Lantai kerja harus bersih dari kotoran, sisa –n sisa kerja dan sebagainya, dibasahi
permukaannya sebelu, beton dicor.

Metode Pelaksanaan
 Pondasi Plat Setempat terbuat dengan mutu beton K-300. Hal pertama dilakukan yaitu merakit
tulangan dan bekisting pondasi sesuai dengan gambar kerja. Perakitan dan pembuatan mal ini dapat
dilakukan bersamaan dengan pengalian tanah pondasi. Setelah itu bekisting diletakkan diatas lantai
kerja dan besi tulangan dimasukkan ke dalam bekisting. Sebelum besi tulangan diletakkan di dalam
bekisting, diatas lantai kerja di berikan beton tahu kira-kira berukuran 2x2x2 cm dengan mutu
beton yang sama. Beton tahu ini berfungsi agar kedudukan tulangan pas berada di tengah dan
memberikan ruang untuk selimut beton yang cukup.
 Jika tulangan dan bekisting telah dipasang maka campuran beton dapat dituang. Ketinggian
curahan harus diperhatikan agar seluruh rongga dapat tertutupi oleh material.
 Bahan-bahan yang digunakan dalam campuran beton harus sesuai dengan job mix design yang ada.
Bebas dari material organik, debu dan telah mendapat persetujuan dari pengawas.

1. Sloof
Sloof merupakan bagian dari struktur bangunan yang diletakan secara horizontal diatas pondasi
bangunan. Balok sloof berfungsi sebagai perata beban yang diterima oleh pondasi. Selain itu balok
sloof juga berfungsi memikul beban dan sebagai pengunci dinding agar tidak roboh apabila terjadi
pergerakan tanah seperti gempa dan penyebab lainnya.
Adapun langkah - langkah pekerjaan dalam pembuatan balok sloof adalah sebagai berikut :
 Pabrikasi besi beton sloof sesuai dengan gambar kerja. Untuk pekerjaan penulangan, pemotongan
besi dan pembengkokannya digunakan alat bar cutter dan bar bending.
 Bekisting Sloof di buat menggunakan multiplek.
 Hamparkan pasir urug di lokasi & elavasi yang telah ditentukan dengan marking & bouwplank
dengan tebal ±10cm.
 Buat lantai kerja diatas pasir urug dengan ketebalan ±10cm.
 Setelah lantai kerja keras, mulai pemasangan tulangan Sloof yang telah dirakit sesuai dengan
gambar kerja atau shop drawing.
 Pasang bekisting sesuai dengan ukuran sloof setelah tulangan sloof terpasang .
 Antara papan bekisting dengan besi tulangan, diganjal dengan beton decking sehingga besi
tulangan tidak melekat pada papan bekisting dan memudahkan pada waktu pembongkaran
bekisting.
 Setelah semua Metode Pelaksanaan Balok Sloof diatas selesai, lanjutkan dengan pengecoran sloof
beton dengan adukan mutu beton yang sudah ditentukan.
 Setelah umur beton mencapai 14 hari, bekisting dapat dilepaskan.

Gambar Ilustrasi Pekerjaan

2. Kolom
Untuk pelaksanaan pekerjaan kolom tidak harus menunggu bekesting pondasi dilepas. Metode
kontruksi yang digunakan dalam pekerjaan kolom adalah:
 Pemasangan tulangan
 Penulangan kolom dirangkai menjadi satu dengan penulangan pondasi tapak. Perangkaian
tulangan kolom dilakukan di lokasi pemasangan yaitu dirangkai ditempat yang akan
dilakukan pengecoran. Dilakukan sedikitnya dua orang tukang besi untuk satu sub
pekerjaan pembesian. Satu sebagai pemotong yang lain sebagai pemasok besi-besi yang
akan dipotong.
 Di dalam pelaksanaan pekerjaan penulangan, mandor atau tukang harus mengikuti shop
drawing yang telah dibuat, khususnya pada ukuran panjang potongan dan dimensi
pembengkokan tulangan pokok dan sengkang. Proses penulangan diawali dengan pemilihan
jenis dan dimensi tulangan yang akan dipakai, pengukuran panjang kebutuhan tulangan,
pemotongan dan pembengkokan tulangan. Agar tidak tumpang tindih dalam pelaksanaan,
pekerjaan penulangan sengkang dan tulangan pokok dilakukan bergantian atau dikerjakan
tukang yang berbeda-beda.
Setelah tulangan terangkai sesuai dengan gambar kerja, maka dilakukan pemasangan bekesting.
Bekesting yang terpasang harus tegak lurus terhadap lantai karena akan sangat mempengaruhi hasil
pengecoran yang akan dilakukan. Kemudian Pengecoran dilakukan setelah semua bekesting dan
tulangan kolom terangkai. Beton yang digunakan adalah beton siap pakai dengan mutu sesuai
spesifikasi. Penuangan beton harus dikerjakan dengan cepat dan diusahakan tidak terjadi penghentian
sebelum pengecoran selesai. Karena pengecoran menggunakan beton ready mix, maka waktu suplai
harus diperhatikan karena berkaitan dengan umur beton tersebut. Dimana pada umur 4 jam beton
sudah tidak dapat dipakai untuk membuat struktur. Hal ini disebabkan pada umur tersebut beton sudah
mulai mengeras, sehingga apabila dituangkan kedalam cetakan akan menghasilkan beton yang tidak
standar. Untuk itu perlu dilakukan uji slump agar diketahui kekentalan dari beton yang akan
digunakan. Pengecoran kolom dilakukan sampai muka tanah.

Gambar Ilustrasi Pekerjaan

3. Balok dan Balok Latei


Balok /Ring Balok merupakan struktur atas dalam suatu bangunan, pekerjaan balok dibuat untuk
menahan beban-beban yang bekerja pada struktur tersebut. Sebelum pekerjaan ini dilakukan, terlebih
dahulu mengajukan usulan rencana kerja dan mendapat persetujuan dari konsultan pengawas. Untuk
pekerjaan balok diperlukan beberapa tahap seperti pekerjaan pembesian, pembuatan dan pemasangan
bekisting, pekerjaan pengecoran.
a. Pekerjaan pembesian
Tahapan untuk pekerjaan ring balok adalah pekerjaan pembesian dimana pada pekerjaan ini
dilakukan oleh tukang atau pekerja yang sudah ahli dan terampil dibidang pembesian struktur
bangunan, selain itu dalam pekerjaan ini juga membutuhkan alat-alat diantara lain seperti : Gunting
Besi/Pemotong Besi,Pembengkok besi (Bar Bender),Meteran,Sarung tangan/alat septy lainnya.

Menurut SNI diameter bengkokan yang diukur pada bagian dalam batang tulangan tidak boleh
kurang dari 6db “diameter minimum”. Diameter dalam dari bengkokan untuk sengkang ikat tidak
boleh kurang dari 4db “diameter minimum”. Perakitan dilakukan dilokasi pembangunan, hal ini
dilakukan untuk memudahkan pekerjaan dan untuk menghemat waktu pelaksanaan.
 Cara Pembengkokan
Bar Bender (pembengkok tulangan) adalah alat untuk membentuk baja tulangan sesuai
dengan bentuk yang dibutuhkan. Pada proyek ini digunakan pembengkok manual.
Pembengkok manual ini terbuat dari besi tulangan berdiameter 30 mm dan memiliki
panjang 50 cm yang memiliki lubang pada ujungnya sesuai dengan ukuran tulangan yang
akan dibengkokkan. Semua tulangan harus dibengkokkan dalam keadaan dingin, kecuali
bila diizinkan lain oleh Pengawas Lapangan. Tulangan yang sebagian sudah tertanam
didalam beton tidak boleh dibengkokkan dilapangan, kecuali seperti yang ditentukan pada
gambar rencana, atau diizinkan oleh pengawas lapangan.
 Kondisi Permukaan Baja Tulangan
Pada saat beton dicor, tulangan harus bebas dari lumpur, minyak, atau segala jenis zat
pelapis bukan logam yang dapat mengurangi kepasitas lekatan. Pelapis epoksi yang sesuai
dengan acuan baku. Jika pembatasan jarak dan selimut beton minimum didasarkan pada
diameter tulangan db, maka satu unit bundle tulangan harus diperhitungkan sebagai
tulangan tunggal dengan diameter yang didapat dari luas ekuivalen penampang gabungan.

b. Pekerjaan Bekesting
 Bekisting merupakan cetakan beton yang mengisi adukan kedalamnya, sampai adukan beton
mengeras dalam jangka waktu ± 1 hari. Mal yang terbuat dari triplex dan kayu yang disusun
berbentuk persegi. Pemasangan bekisting ini dilakukan diatas tanah. Pada pembentukan triplex
mal dilakukan dengan beberapa sisi, sehingga mal dapat terbentuk persegi, sedangkan disisi
atas dibiarkan terbuka untuk dapat dilakukan pengecoran. Antara triplex satu dengan yang
lainnya harus rapat dan tidak terdapat rongga-rongga agar adukan beton tidak merembes
keluar mal.
 Pemasangan bekisting dilakukan setelah pemasangan tulangan untuk balok, bekisting tersebut
sudah dirangkai sesuai dengan ukuran dan dimensinya, bekisting terbuat dari triplex.
 Sebelum pemasangan bekisting terlebih dulu diikat batu tahu (beton decking) pada tulangan
untuk menjaga ketebalan selimut beton sesuai dengan yang diinginkan. Dimensi beton decking
adalah sebesar 6 x 6 x 2,5 cm.

c. Pekerjaan Pengecoran
Pekerjaan pengecoran balok harus dilakukan setelah pekerjaan pemasangan bekisting selesai.
Sebelum pekerjaan pengecoran dilakukan, bekesting terlebih dahulu dilapisi dengan oli
bekas/minyak bekesting, oli tersebut berfungsi untuk melapisi bagian dalam bekisting agar setelah
beton mongering dapat dibuka dengan mudah dan untuk melindungi bekisting supaya tahan lama.
Untuk perbandingan campuran yang digunakan dalam pekerjaan pengecoran ring balk sesuai
dengan yang diisyaratkan dan petunjuk Direksi. Hasil adukan semen terlihat bagus namun
terkadang terlihat agak encer, hal itu sangat tidak baik untuk suatu kontruksi, pengecoran ring

Gambar Ilustrasi Pekerjaan

4. Plat Lantai & Dak Beton


Pelat lantai yang digunakan dalam kontruksi bangunan ini adalah pelat dari beton. Ukuran tebal pelat
yang digunakan adalah 12 cm. Metode konstruksi yang digunakan dalam pekerjaan pelat adalah:
Langkah pertama yang dilakukan dalam pekerjaan pelat ini adalah pengukuran untuk menentukan
posisi cetakan dan acuan untuk pelat lantai.
 Pemasangan bekesting
Setelah semua pengukuran selesai, maka dilakukan pemasangan perancah–perancah bekesting
pelat. Penyangga untuk beketing pelat menggunakan kayu meranti ukuran dan papan kayu.
 Pemasangan tulangan
Pemasangan tulangan pelat dapat dilaksanakan setelah penulangan balok selesai. Pembentukan
tulangan pelat dilakukan diatas lokasi yang akan dicor dengan pengawasan mandor besi. Setelah
seluruh tulangan pelat dalam satu lantai terangkai, baru dilakukan penyetelan tulangan. 
 Pengecoran
Pengecoran dilakukan setelah semua bekisting dan tulangan balok dan plat terangkai. Beton yang
digunakan adalah beton siap pakai atau ready mix dengan mutu beton K.300. Penuangan beton
harus dikerjakan dengan cepat dan diusahakan tidak terjadi penghentian sebelum pengecoran
selesai. Karena pengecoran menggunakan beton ready mix, maka waktu suplai harus diperhatikan
karena berkaitan dengan umur beton tersebut. Dimana pada umur 4 jam beton sudah tidak dapat
dipakai lagi untuk membuat struktur. Hal ini disebabkan pada umur tersebut beton sudah mulai
mengeras sehingga apabila dituangkan ke dalam cetakan akan menghasilkan beton yang tidak
standart. Untuk itu perlu dilakukan uji slump agar diketahui kekentalan dari beton yang akan
digunakan. Dan untuk proses pemadatan dilakukan dengan alat vibrator.

Gambar Ilustrasi Pekerjaan

5. Tangga
Dalam pelaksanaan ini posisi tangga harus di setting dengan cara mengukur tinggi dan lebar tangga
serta jumlah anak tangga. Begisting tangga disiapkan dengan ukuran sesuai gamber kerja. Pembesian
dirakit diatas begisting dengan ukuran dan dimensi pembesian yang sesuai dengan gambar kerja.
Setelah selesai perakitan, pengecoran dilakukan bersamaan dengan balok lantai 2 supaya menyatu.
Pengecoran periksa oleh konsultan pengawas dilakukan pengecoran dengan menggunakan mesin
molen atau dengan menggunakan ready mix, dengan mutu beton sesuai dengan spesifikasi teknis.

Gambar Ilustrasi Pekerjaan

E. PEKERJAAN DINDING
Metode pelaksanaan pekerjaan pasangan dinding bata dapat diuraikan sebagai berikut :
 Pertama dilakukan persiapan dengan cara membersihkan area yang akan dipasang dinding bata merah,
menghitung volume pekerjaan dan kebutuhan material yang dibutuhkan.
 Buat marking jalur-jalur dinding dua sisi setelah dinding dan dibuat tanda posisi kolom praktis, ring
balok, dan lubang kusen.
 Bata merah direndam dulu (sampai gelembung udaranya hilang) sebelum dipakai untuk mengurangi
penyerapan air.
 Memasang bata merah pada jalur marking serta jalur benang acuan yang telah dipasang pada profil
kayu pada ujung jalur dinding lapis demi lapis sampai setinggi 1 m dengan menggunakan adukan 1
pc : 4ps.
 Pada pelaksanaannya, adukan semen pasir tersebut diaplikasikan secara merata ke permukaan bata
merah. 
 Kemudian bata merah disusun di atas adukan mortar tersebut sambil terus diperiksa kerataan
pasangannya. Kemudian bata merah dipukul perlahan sampai mencapai elevasi yang diinginkan. 
 Setelah tinggi pasangan bata merah mencapai 1 m kemudian dilanjutkan dengan cor beton kolom
praktis.
 Periksa kelurusan serta vertikal pasangan bata merah, apabila sudah benar dan sesuai dengan yang
diinginkan maka lanjutkan pemasangan sampai dengan tinggi maksimum 1 m, kemudian periksa lagi
kelurusan dan vertikalnya, setelah itu dilanjutkan cor kolom praktis dan dilanjutkan pemasangan bata
merah sampai elevasi yang ditentukan dan cor kolom praktis sampai elevasi sesuai gambar
o Selanjutnya dilakukan pekerjaan plesteran yang dimulai dengan jalan membuat kepalaan plesteran
pada sisi vertical jarak 2 m sesuai dengan ketebalan yang diinginkan dengan bantuan unting-unting
pada sisi horizontal pada elevasi plafond atau diujung atas dinding dengan bantuan benang.
o Sebelum melakukan pekerjaan plesteran, pasangan bata merah disiram / dibasahi dengan air,
kemudian dilakukan pekerjaan plesteran pada dinding secara merata, menggunakan adukan mortar 1
pc : 4 ps (komposisi adukan bisa berbeda tergantung dari persyaratan yang ditetapkan) sampai 15 mm
atau sampai ketebalan yang ditentukan.
o Setelah plesteran kering dan rata sesuai dengan yang diinginkan kemudian dilanjutkan dengan
pekerjaan acian menggunakan acian semen. Sesudah pekerjaan acian selesai, permukaan dinding
difinish dengan plamur tembok. Untuk dasaran/plamur tembok jika diperlukan dan hanya
dipergunakan pada ruangan interior yang permukaannya tidak rata atau retak-retak. Dinding yang
telah selesai diplamur kemudian diampelas, sehingga memberikan permukaan dinding tembok yang
halus, licin dan rapi.

F. PEKERJAAN PENUTUP LANTAI DAN DINDING


a. Pasang keramik Granit
 Pasir di ayak untuk menghilangkan batu-batu kecil.
 Pasir di campur dengan semen dengan perbandingan 1:8 dan di tambahkan dengan air secukupnya
untuk bahan pengikat.
 Kemudian setelah semua bahan itu tercampur dengan baik maka campuran tersebut di taruh di ember
untuk memudahkan pekerjaan.
 Disetiap sudut tembok atau jalur pemasangan di beri tali agar pekerjaan tersebut menjadi lurus dan rata
air.
 Bahan campuran yang sudah jadi tersebut di masukkan kedalam ember dan dituangkan di purmukaan
lantai yang akan di pasang keramik dengan menggunakan cetok kira-kira dengan ketebalan sekitar 3cm
dan di ratakan.
 Kemudian keramik tersebut dipasang di atas campuran yang sudah diratakan tadi.
 Keramik tersebut di keto-ketok dengan menggunakan cetok secara perlahan-lahan agar tidak ada udara
di dalam pemasangan tersebut.
 Disela-sela keramik ada nat selebar 4mm.
 Pekerjaan tersebut dilakukan sampai selesai.
 Setelah pekerjaan tersebut dirasa telah selasai maka bersihkanlah sisa-sisa spesi yang berada di atas
permukaan keramik.
Gambar Ilustrasi Pekerjaan

Lingkup pekerjaan mulai dari penyediaan bahan dan bahan perekat, persiapan / pembersihan lantai yang
akan dipasang serta pemasangan pada lantai yang sesuai dengan yang tertera pada gambar rencana.

1. Pasang Kerami Lantai


 Pada lantai dipasang keramik ukuran 60 x 60 cm.
 Pada lantai dipasang keramik ukuran 30 x 30 cm.

Metode Pelaksanaan:
Langkah kerja pekerjaan lantai keramik ini adalah :
 Sebelum pemasangan lantai, lantai dasar harus sudah rata, sesuai peil perencanaan dan harus
mempunyai kemiringan sesuai yang dikehendaki.
 Pemasangan keramik lantai dilaksanakan sedemikian rupa hingga menghasilkan permukaan
lantai yang rata, tidak bergelombang.
 Pemasangan keramik dengan bahan merekat adukan semen pasir (1 : 3) setebal minimal 2.5 cm
dan siar (naat) maksimum 2 mm diisi bahan khusus setaraf ibagrout dengan warna yang sesuai
dengan warna dasar keramiknya.
 Setelah siar-siar, saluran permukaan keramik segera dibersihkan sebelum sisa-sisa semen warna
mengeras.

2. Pasang Keramik Lantai dan Dinding Keramik Toilet


Ilustras gambar : Pasang keramik lantai dan dinding keramik toilet

Sebelum memasang keramik kamar mandi ada beberapa hal yang harus diperhatikan adalah :
o Dinding kamar mandi harus tegak lurus.
o Jenis keramik dinding harus berbeda dengan lantainya, terutama dalam hal tingkat kehalusan
permukaannya. Keramik lantai kamar mandi harus dipilih yang memiliki permukaan
kasar,sedangkan untuk keramik dinding sebaiknya memiliki permukaan yang halus dan
mengkilap sehingga mudah dibersihkan.
o Lantai kamar mandi harus memiliki kemiringan yang cukup agar air mandi tidak menggenang
dan langsung mengalir ke lubang saluran pembuangan air.
o Tata letak perlengkapan kamar mandi seperti kloset, saluran air bersih (keran, shower dan
sebagainya), tempat sabun, gantungan handuk, bak kamar mandi jika ada.
o Tahapan pemasangan hampir sama dengan cara memasang keramik lantai. Perbedaannya adalah
pasangan dinding, dan kemiringan lantai kamar mandi.

 Persiapkanlah alat kerja antara lain meteran ukur, palu, palu keramik, benang, lot, selang ukur,
ember plastik, alat pemotong keramik (misalnya: angel grinder), sekop dan cangkul, benang.
 Rendam keramik yang akan dipasang selama kurang lebih 2 jam kedalam air. Pisahkan antara
keramik dinding dengan keramik lantai kamar mandi.
 Ukur ruangan kamar mandi baik tingginya maupun lebar ruangan. Setiap ukuran lebar dinding
kamar mandi dibagi menjadi dua, sehingga diperoleh garis tengahnya. Hal ini bertujuan agar
pembagian ukuran keramik sebelah kanan dan sebelah kiri menjadi sama, dan dinding keramik
terlihat simetris.
 Siapkan semua pipa saluran air bersih sebelum dilakukan pemasangan keramik. Tentukan posisi
keran air, baik keran shower maupun keran bak mandi. Semua pipa air bersih harus ditanam ke
dalam plesteran sehingga tidak terlihat di permukaan keramik. Setiap sambungan pipa harus
dilem dengan baik.
 Untuk kamar mandi, lakukan pemasangan dinding terlebih dahulu. Pasangkan benang sebagai
patokan, buat dinding menjadi tegak lurus dengan menggunakan alat penegak lurus (lot). Ukur
berapa tinggi pasangan keramik, lakukan pengukuran dengan menggunakan selang kecil yang
diisi air, sehingga ketinggian setiap sudut menjadi sama.
 Siapkan adukan seman dan pasir dengan perbandingan 1:2 kemudian dibasahi dengan
air.Pasang satu persatu keramik dinding dimulai dari bagian bawah kemudian ke atas. Caranya
oleskan adukan di permukaan bagian bawah keramik, lalu tempelkan keramik di permukaan
dinding, pukul dengan palu karet. Lakukan cara ini satu persatu sampai semua keramik dinding
terpasang. Pada bagian sudut, biasanya ukuran keramik lebih kecil, maka keramik harus
dipotong terlebih dahulu sesuai dengan ukuran sudut yang akan dipasang. Gunakan alat potong
keramik berupa angel grinder, lakukan dengan hati-hati.
 Sedikit perbedaan cara memasang keramik dinding dengan lantai yang perlu Anda ketahui yaitu
jika memasang keramik lantai, adukan semen dan pasir diletakkan terlebih dahulu di lantai
kemudian disiram dengan cairan semen sebagai pelengketnya. Sedangkan adukan keramik
dinding diletakkan dipermukaan bawah keramik sekaligus sebagai perekat ke dinding yang akan
dipasang keramik.
 Setelah semua bagian dinding kamar mandi selesai dipasang, tahap selanjutnya adalah
memasang keramik lantainya. Jika ukuran lebar keramik lantai sama dengan keramik dinding,
usahakan agar sisi keramik lantai bertemu dengan sisi keramik dinding, sehingga nat keramik
saling bertemu.
 Pemasangan keramik lantai kamar mandi juga hampir sama dengan cara memasang keramik
lantai rumah, bedanya adalah  keramik lantai harus memiliki kemiringan ke arah lubang
pembuangan air mandi. Hak ini dimaksudkan agar air pembuangan mandi tidak menggenang
dan mengalir dengan lancar ke saluran pembuangan air kotor.
 Jika semua keramik telah dipasang, tahap selanjutnya adalah mengisi nat keramik. Pilih warna
nat yang sesuai dengan warna keramik. Gunakan potongan karet untuk memasukkan nat,
pastikan semua bagian yang berubang terisi penuh dengan naat, kemudian dibersihkan
menggunakan lap.

G. PEKERJAAN LANGIT-LANGIT
Pekerjaan Plafond
 Material utama plafond adalah PVC tebal 8 mm. PVC adalah hasil produksi pabrik dengan kualitas
terbaik dan harus mempunyai merk dagang. PVC yang didatangkan kelokasi pekerjaan tidak boleh
dalam keadaan cacat dan rusak.
 Rangka plafond adalah hollow baja ringan 60 x 60 . Penggunaan rangka plafond dengan material baja
ringan anti karat harus dengan persetujuan Konsultan Supervisi. Cara pemasangan rangka plafond
sesuai dengan denah rangka plafond Gambar Rencana atau sesuai petunjuk Konsultan Supervisi.
Rangka plafond harus digantung pada konstruksi kuda-kuda atau pada plat lantai beton bertulang atau
balok lantai dengan alat gantung besi diameter 8 mm yang dijangkarkan dengan baut atau sesuai
dengan Gambar Rencana. Setiap 2 m2 luas plafond harus dipasang minimal 4 pengantung plafond.
 Pemasangan Plafond PVC dilakukan langsung pada rangka plafond hollow dengan alat sambung.
 Plafond yang telah selesai dipasang kalau terpasak dibongkar karena alasan tertentu tidak boleh
dipotong sembarangan tetapi harus dibongkar perlembar standardnya pada posisi penjangkaranya pada
rangka plafond dan hal ini harus disetujui oleh Konsultan supervisi. Harus ada koordinasi yang baik
antara pekerjaan plafond dengan pekerjaan instalasi listrik.

H. PEKERJAAN PENGECATAN
Cat Dinding Dalam dan Luar
 Aplikasi pengecatan dengan menggunakan roll dan untuk bagian sudut menggunakan kuas.
 Pastikan dahulu permukaan dinding dalam keadaan kering tidak lembab.
 Proteksi area kerja dengan plastic terutama untuk menghindari tumpahan cat.
 Permukaan dinding dibersihkan dahulu sebelum di cat, yaitu dengan diampelas,  sikat kawat atau
gurinda jenis mangkok (bila ada plesteran + aci yang tidak rata).
 Setelah permukaan dinding bersih, diberi lapisan plamir dinding supaya pori-pori/lubang-lubang
kecil dan retak-retak halus tertutup.
 Setelah plamir kering, permukaan dinding diampelas lagi agar mendapatkan permukaan yang
bersih/halus.
 Selanjutnya permukaan dinding diberi lapisan dasar sealer (untuk pengikat cat). Apabila setelah
disealer timbul retak rambut, maka dilakukan plamir ulang dan diampelas.
 Untuk dinding luar terlebih dahulu diberi lapisan alkali untuk anti jamur/lumut. Kemudian
dilakukan pengecatan finish untuk dinding minimal 2 (dua) lapis dengan menggunakan cat dinding
emultion.
 Pengulangan cat dilakukan setelah lapisan cat
 sebelumnya telah kering.

I. PEKERJAAN SANITAIR
1. Pekerjaan Instalasi Pipa Air Bersih
 Persiapan
o Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan pemipaan instalasi air
bersih
o Approval material yang akan digunakan
o Persiapan Lahan Kerja
o Sebelum pekerjaan dilaksanakan, terlebih dahulu material kerja dan alat bantu
kerja disiapkan.
 Pekerjaan instalasi plumbing air bersih
o Tentukan dan beri tanda jalur instlasi dan titik outletnya
o Pasang pipa (diameter sesuai gambar) beserta gate valve, fitting dan accesories
lainnya sesuai dengan tanda yang sudah dibuat.
o Untuk pipa yang melintasi lantai, (terutama lantai dasar, maka kedalaman pipa
harus cukup, min 50 cm supaya tidak mudah pecah.
o Pipa yang akan disambung, bagian ujungnya harus dibersihkan dengan amplas
supaya sambungan dapat lengket dengan kuat.
o Khusus untuk sambungan ke sanitary (kran), pipa diberi soket draat luar dan
diberi lapisan seal tape baru disambungkan ke alat sanitair.
2. Pekerjaan Instalasi Air Kotor dan Bekas
 Pekerjaan Instalasi Air Kotor dan air bekas
o Pipa air kotor menggunakan pipa yang tahan terhadap tekanan 10 bar, penyambungan
pipa menggunakan lem PVC yang kuat sehingga tidak mudah bocor.
o Tentukan dan beri tanda jalur instalasi dan titik outletnya.
o Pasang pipa PVC kelas AW (diameter sesuai gambar kerja) beserta gate valve, fitting dan
accesories lainnya sesuai dengan tanda yang sudah dibuat.
o Pasangan clean out dan accesories lainnya
o Pipa PVC yang horizontal digantung pada plat lantai beton menggunakan besi siku dan
pipa diikat pada besi siku supaya tidak bergerak saat menerima beban air.
o Pipa air kotor vertikal ditanam pada dinding, dikerjakan pada saat dinding belum
diplester + aci. Pipa yang ditanam didinding harus diklem supaya tidak bergerak saat
menerima beban air
o Untuk pipa yang melintasi lantai terutama lantai dasar, maka kedalaman pipa harus
cukup, minimal 50 cm supaya tidak mudah pecah
o Pipa yang akan disambung, bagian ujungnta harus dibersihkan dengan ampelas supaya
sambungan dapat lengket dengan kuat
o Untuk lantai dasar, pipa air hujan diberi bantalan yang cukup kuat agar sambungan tidak
kendor akibat beban air hujan yang dapat menyebabkan kebocoran
o Pemasangan vent out untuk instalasi pipa air kotor padat
o Pemasangan roof drain untuk instlasi pipa air hujan
o Buat sumur resapan dan bak kontrol.

 Testing dan commissioning


o Sebelum disambung ke sanitair semua pipa plumbing harus di test dulu dengan
menggunakan tekanan hydrostatis sebesar 5 – 8 bar selama 24 jam, dimana pada saat itu
tidak boleh ada penurunan tanah.
o Khusus untuk instalasi air bersih, sebelum digunakan pipa dibersihkan dahulu (flushing)
dari kotoran yang mungkin masih tersisa dalam pipa. Pembersihan pipa dapat melalui
lubang clean out.
o Sebelum test commissioning terlebih dahulu dilakukan test intern yang dimaksudkan
apabila ada kegagalan fungsi dari instalasi dan peralatan yang terpasang dapat segera
ditanggulangi/diperbaiki
o Test commissioning dari fungsi masing-masing peralatan yang terpasang.

3. Pemasangan Closet Duduk


Metode pelaksanaan pekerjaan
 Mengajukan ijin pelaksanaan pekerjaan kepada konsultan pengawas
 Cocokan spesifikasi kloset dengan KAK
 Siapkan tenaga, bahan dan peralatan
 Pastikan lubang pembuangan sesuai dengan rough-in kloset yang akan dipasang. Tandai
lubang yang akan dibor. Sesuaikan mat abos dengan baut yang akan dipakai.
 Masukkan fisher ke dalam lubang yang telah dibor, sampai rata dengan lantai keramik.
 Pasang stop kran kedalam lubang suplai air pada dinding (gunakan seal tape pada
penyambunganke pipa instalasi kemudian hidupkan air, untuk memastikan tidak ada
kebocoran.
 Letakkan seal gasket (wax ring) diatas lubang pembuangan.
 Letakkan klosed duduk perlahan-lahan diatas lubang pipa pembuangan yang telah dipasang
seal gasket (wax ring). Pastikan seal gasket terpasang dengan baik dan benar.
 Masukkan baut pengikat lantai kedalam lubang baut pada kaki klosed, kemudian kencangkan
sekrupnya Hindari pengencangan sekrup yang berlebihan.
 Pasang pipa fleksibel ke stop kran yang telah dipasang ke dinding, pastikan sealnya sudah
terpasang dengan benar.
 Pasanglah penutup klosed pada klosed yang telah terpasang gunakan obeng untuk
mengencangkanya.

4. Pemasangan Closer Jongkok


 Pertama kali pasang terlebih dahulu instalasi pipa pvc yang digunakan sebagai saluran
pembuangan, pipa yang dapat digunakan minimal berukuran 4” dengan ujung pipa yang
terhubung dengan closet jongkok adalah lurus saja tanpa sambungan.
 Buat gambar pemasangan keramik lantai dan dinding, tentukan posisi closet jongkok berada
diantara nad keramik yang simetris misalnya diperempatan keramik atau ditengah badan
keramik.
 Buat marking atau pengkuran posisi closet jongkok di ruang toilet sesuai dengan gambar
kerja yang telah dibuat sebelumnya.
 Pastikan posisi ujung pipa berada pada posisi tengah closet jongkok yang telah direncanakan
dan dilakukan pengukuran.
 Buat adukan beton dengan campuran 1 semen : 3 pasir untuk membuat dudukan closet dan
membuat cekungan pada ujung pipa sesuai dengan bentuk closet jongkok yang akan
dipasang.
 Dalam posisi adukan yang belum mongering lakukan peletakan closet jongkok pada posisi
yang tepat.
 Ukur kedataran closet jongkok dengan water pass.
 Tunggu sampai adukan benar-benar kering sebelum mulai membuat percobaan penyiraman
closet jongkok dengan air.
 Setelah urutan cara memasang closet jongkok no 1 s/d 8 ini lakukan maka closet jongkok
terpasang dengan bagus dan siap untuk dilakukan pekerjaan lainya seperti pemasangan
keramik lantai dengan ukuran pemotongan keramik sesuai dengan gambar toilet yang sudah
dibuat sebelumnya dan dijadikan pedoman dalam pelaksanaan pemasangan closet jongkok.

5. Pemasnagan Westafel
Metode pelaksanaan pekerjaan :   
 Mengajukan ijin pelaksanaan pekerjaan kepada konsultan pengawas
 Siapkan tenaga, bahan dan peralatan kerja.
 Marking tempat yang  akan dipasang wastafel.
 Posisikan wastafel pada dinding sesuai gambar rencana, di mana lubang sekrup wastafel
berada tepat pada lubang bor di dinding. Berikutnya pasang sekrup fischer pada lubang
dinding untuk mencengkeram wastafel. Selanjutnya kencangkan sekrup fischer
menggunakan screw driver sehingga posisi wastafel benar-benar stabil.
 Kemudian memasang alat-alat pelengkap yang menyertai produk wastafel yang terdiri dari
pipa sambungan keran, pipa leher angsa, dan keran air. Pasang pipa sambungan keran dan
keran air dengan menyambungkannya ke pipa saluran air bersih, begitu pula dengan pipa
leher angsa dihubungkan dengan pipa saluran air kotor dan lubang pembuangan air wastafel.
 Melakukan pemeriksaan  sambungan-sambungan pipa pada wastafel tersebut terlebih
dahulu, dengan membuka kran untuk mengetes alirannya. Jika masih ada bagian-bagian pipa
yang bocor  lalu mengencangkan kembali pipa tersebut.

6. Bak Cuci Stainles


Metode pelaksanaan pekerjaan :   
 Mengajukan ijin pelaksanaan pekerjaan kepada konsultan pengawas
 Siapkan tenaga, bahan dan peralatan kerja.
 Marking tempat yang  akan dipasang Bak Cuci Stainles
 Posisikan Bak Cuci Stainles pada dinding sesuai gambar rencana,.
 Kemudian memasang alat-alat pelengkap yang terdiri dari pipa sambungan keran, pipa leher
angsa, dan keran air. Pasang pipa sambungan keran dan keran air dengan
menyambungkannya ke pipa saluran air bersih, begitu pula dengan pipa leher angsa
dihubungkan dengan pipa saluran air kotor dan lubang pembuangan air bak cuci .
 Melakukan pemeriksaan  sambungan-sambungan pipa pada bak cuci stainles tersebut
terlebih dahulu, dengan membuka kran untuk mengetes alirannya. Jika masih ada bagian-
bagian pipa yang bocor  lalu mengencangkan kembali pipa tersebut.

7. Floor Drain
Teknis pelaksanaan pekerjaan :
 Mengajukan ijin pelaksanaan pekerjaan kepada konsultan pengawas
 Siapkan tenaga, bahan dan peralatan kerja
 Marking lokasi yang akan dipasang floor drain
 Pada tempat-tempat yang telah dipasang floor drain, penutup lantai harus dilubangi dengan
rapih, menggunakan pahat kecil dengan bentuk dan ukuran sesuai dengan ukuran floor drain
tersebut.
 Hubungan saringan metal dengan beton/lantai menggunakan perekat beton kedap air.
 Setelah floor drain terpasang, pasangan harus rapi waterpass, dibersihkan dari noda-noda
semen dan tidak ada kebocoran. 

J. PEKERJAAN ATAP
RANGKA ATAP
 Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan rangka atap parkir.
 Approval material yang akan digunakan.
 Persiapan material kerja, antara lain : pipa gip dia 3, pipa gip dia. 1 1/2, pipa gip dia. 6, besi CNP.
 Persiapan alat bantu kerja, antara lain : meteran, bor listrik, mesin las, mesin potong besi, dll.

Pelaksanaan pekerjaan
o Sebelum memulai pekerjaan dilaksanakan terlebih dahulu pengukuran pada lokasi pekerjaan,
pengukuran harus disesuiakan dengan gambar kerja.
o Pekerjaan  dimulai dengan pembuatan mall  terlebih dahulu untuk  rangka atap  sesuai dengan
gambar kerja.
o Pemotongan semua besi sesuai dengan ukuran, pemotongan besi menggunakan pemotongan model
coak.
o Sebelum dilas lakukan pengerindaan untuk membersihkan kulit kerak bekas pemotongan.
o Penyambungan las dikerjakan dengan las penuh keliling pipa.
o Kotoran  bekas  las  yang  tidak  rata  atau  berbintik-bintik  akibat  pembakaran  las  dilakukan
pegerindaan  sampai  rata  dan  bersih  dari  kulit  kerak  pengelasan, jika  terjadi  lubang  harus
dilakukan  pendempulan  sampai  rata  dengan  menggunakan  dempul  besi  , lalu dilakukan
pengamplasan pada bagian yang di dempul.

K. PEKERJAAN KUSEN, PINTU, DAUN PINTU DAN JENDELAUPVC


a. Pekerjaan Kusen Pintu Jendela dan Daun Pintu Jendela
Untuk meletakkan daun pintu atau daun jendela pada dinding, dipasang rangka yang disebut Kusen,
kusen untuk tempat tinggal terbuat dari UPVC. Kusen Rangka jenis ini dapat berupa produk pabrik 
yang telah diselesaikan.
b. Pemasangan Kusen Pintu dan Kusen Jendela
Cara pemasangan kusen pintu adalah sebagai berikut;
 Siapkan alat dan bahan secukupnya di tempat yang aman dan mudah dijangkau
 Rentangkan benang berjarak separuh dari tebal kusen terhadap as bouwplank untuk menentukan
kedudukan kusen.
 Pasang angker pada kusen secukupnya.
 Dirikan kusen dan tentukan tinggi kedudukan kusen pintu
 Setel kedudukan kusen pintu sehingga berdiri tegak dengan menggunakan unting-unting.
 Pasang skur sehingga kedudukannya stabil dan kokoh.
 Pasang patok untuk diikat bersama dengan skur sehingga kedudukan menjadi kokoh.
 Cek kembali kedudukan kusen pintu, apakah sudah sesuai pada tempatnya, ketinggian dan
ketegakan dari kusen.
 Bersihkan tempat sekelilingnya.
c. Memasang Daun Pintu
Pintu terdiri dari kusen atau gawang dan daun pintu. Kusen dipasang tetap atau mati di dalam tembok,
sedang daunnya digantungkan pada kusen dengan menggunakan engsel sehingga dapat berputar pada
engsel, berputar ke kiri atau ke kanan. Namun, daun pintu ada yang tidak berputar pada engsel,
melainkan bergeser di depan kusennya. Pintu tersebut dinamakan dengan pintu geser. Kedudukan
daun pintu pada saat ditutup melekat dengan sponing pada kusen pintu, kecuali pada bagian bawah,
kedudukannya dibuat beberapa cm di atas lantai.
Cara Pemasangan
 Ukur lebar dan tinggi kusen pintu.
 Ukur lebar dan tinggi daun pintu.
 Ketam dan potong daun pintu (bila terlalu lebar dan terlalu tinggi).
 Masukkan/pasang daun pintu pada kusennya, stel sampai masuk dengan toleransi kelonggaran 3
– 5 mm, baik ke arah lebar maupun kearah tinggi.
 Lepaskan daun pintu, pasang/tanam engsel daun pintu pada tiang daun pintu (sisi tebal) dengan
jarak dari sisi bagian bawah 30 cm, dan dari sisi bagian atas 25 cm (untuk pintu dengan 2
engsel), dan pada bagian tengah (untuk pintu dengan 3 engsel)
 Masukkan/pasang lagi daun pintu pada kusennya, stel sampai baik kedudukannya, kemudian
beri tanda pada tiang kusen pintu tempat engsel yang sesuai dengan engsel pada daun pintu.
 Lepaskan sebelah bagian engsel pada daun pintu dengan cara melepas pennya, kemudian
pasang/tanam pada tiang kusen
 Pasang kembali daun pintu pada kusennya dengan memasangkan engselnya, kemudian
masukkan pennya sampai pas, sehingga terpasanglah daun pintu pada kusen pintunya.
 Coba daun pintu dengan cara membuka dan menutup.
 Bila masih dianggap kurang pas, lepaskan daun pintu dengan cara melepaskan pen.
 Stel lagi sampai daun pintu dapat membuka dan menutup dengan baik, rata dan lurus dengan
kusen.

d. Memasang Daun Jendela


Seperti halnya pintu, jendela terdiri atas kusen atau gawang dan daun jendela. Kusen dipasang tetap
atau mati di dalam tembok, sedang daunnya digantungkan pada kusen dengan menggunakan engsel
sehingga dapat berputar pada engsel, berputar horizontal (ke kiri danke kanan) atau berputar  ertikal
(ke atas dan ke bawah). Namun, ada jenis jendela yang tetap atau mati, biasa disebut jendela mati
engan tujuan untuk penerangan. Kedudukan daun jendela pada saat ditutup melekat dengan sponing
pada kusen jendela.
Pemasangan
 Ukur lebar dan tinggi kusen jendela.
 Ukur lebar dan tinggi daun jendela.
 Ketam dan potong daun jendela (bila terlalu lebar dan terlalu tinggi).
 Masukkan/pasang daun jendela pada kusennya, stel sampai masuk dengan toleransi kelonggaran
3 – 5 mm, baik ke arah lebar maupun kearah tinggi.
 Lepaskan daun jendela, pasang/tanam engsel daun jendela pada tiang daun jendela (sisi tebal)
dengan jarak dari sisi bagian bawah 15-20 cm dari bagian tepi (untuk putaran horizontal) atau
engsel ditanam pada bagian ambang atas daun jendela dengan jarak 15-20 cm dari bagian tepi
(untuk putaran vertikal).
 Masukkan/pasang lagi daun jendela pada kusennya, stel sampai baik kedudukannya, kemudian
beri tanda pada tiang/ambang atas jendela tempat engsel yang sesuai dengan engsel pada daun
jendela.
 Lepaskan sebelah bagian engsel pada daun jendela dengan cara melepas pennya, kemudian
pasang/tanam pada tiang/ambang atas kusen
 Pasang kembali daun jendela pada kusennya dengan memasangkan engselnya, kemudian
masukkan pennya sampai pas, sehingga terpasanglah daun jendela pada kusen jendelanya.
 Coba daun jendela dengan cara membuka dan menutup.
 Bila masih dianggap kurang pas, lepaskan daun jendela dengan cara melepaskan pen.
 Stel lagi sampai daun jendela dapat membuka dan menutup dengan baik, rata dan lurus dengan
kusen.

e. Pemasangan Kaca
Dengan sifat kaca yang sangat mudah pecah dan membutuhkan ekstra hati-hati dalam penanganannya,
sebaiknya perlu diperhatikan beberapa hal yang penting pada saat memasang kaca pada daun
pintu/jendela. Konstruksi pemasangan kaca pada daun pintu/jendela dapat dilakukan dengan
bermacam-macam metode, tergantung dari ukuran kayu, material rangka daun  intu/jendela, fungsi,
dan ketebalan kaca. Apabila kaca dengan tebal kurang dari 4 mm, sebaiknya gunakan sistem rangka
tempel, papan belakang yang sekaligus daun pintu/jendela berfungsi sebagai penahan kaca agar stabil
dan tidak pecah, kemudian ditambahkan lis tempel di sekeliling kaca untuk menahan kaca tetap pada
posisinya. Bila tebal kaca lebih dari 5 mm, dapat digunakan rangka kayu solid, bagian dalam rangka
perlu dibuat satu lajur takikan untuk penempatan kaca. Kemudian kaca ditahan dengan lis kecil di
sekeliling rangka kayu.
Cara memasang kaca pada daun pintu/jendela adalah sebagai berikut;
 Letakkan daun pintu/jendela dengan posisi alur terletak pada bagian atas. Usahakan letakkan pada
meja yang luasnya minimal sama dengan luas daun pintu. Atau letakkan pada lantai yang datar.
 Haluskan seluruh sisi kaca agar tidak tajam.
 Pasangkan lembaran kaca dengan hati-hati, gunakan selembar karton atau kain untuk memegang
kaca.
 Pasang paku pada list kayu sebelum dipasang pada keempat sisi daun pintu/jendela.
 Setelah lis terpasang, perlahan masukkan paku dengan martil.
 Sebaiknya letakkan selembar kain di atas permukaan kaca yang sedang dipasang lis kayu. Ini
untuk menghindari goresan pada permukaan kaca karena gerakan martil.

f. Pekerjaan Accessoriess
- Untuk pemasangan alat – alat kunci dan penggantung tersebut di sesuaikan dengan
gambar detail.
- Gerendel dan hak angin di pasang dua buah untuk setiap daun jendela, pemasangannya
harus betul – betul rapi. Untuk melengketkan alat tersebut ke daun jendela harus
menggunakan mur.
- Engsel pintu di pasang tiga buah setiap lembaran daun pintu dengan standar merk atau
yang setara. Pemasangannya dilakukan dengan mur khusus untuk pintu, tidak di
benarkan melengketkan engsel ke pintu dan kusen dengan menggunakan paku.
Penguncian mur harus dilakukan dengan cara memutarkan mur dengan obeng sampai
rapat dan kuat sehingga seluruh mur masuk dan menempel kekayu.
- Setiap daun pintu di pasang kunci tanam dua yang setara dan berkualitas baik.

g. Pintu PVC
 Hal yang perlu dipersiapkan adalah membuat sponning pintu yang telah dibuat dengan keramik
 Setelah sponning pintu berbahan keramik selesai dibuat, kita dapat melakukan pengukuran lebar
dan tinggi sponning pintu keramik tersebut (artinya didapat ukuran area sponning untuk pintu
PVC)
 Berdasarkan ukuran sponning pintu tersebut, kita dapat melakukan pemesanan pintu PVC pada
toko, dengan memberitahukan ukuran sponning pintu tersebut
 Pada umumnya ukuran pintu PVC yang dibuat nanti akan lebih kecil (lebih kurang) 1 cm dari
ukuran sponning tersebut, tergantung dari jenis engsel dan sistem pemasangan engsel tersebut. Ini
tujuannya agar tercipta space (jarak) antara pintu PVC dengan sponning pintu berbahan keramik
tersebut.
 Setelah pintu PVC datang ke lokasi pekerjaan, maka selanjutnya memasang kedua engsel pada
daun pintu terlebih dahulu (ini dapat dilakukan didaerah “bebas”).
 Daun Pintu PVC yang telah terpasang Engsel 2 buah tadi diletakkan pada posisi sponning pintu
keramik kamar mandi, dipas-kan keempat sisinya (atas, bawah, kiri, kanan). Lalu dengan
menggunakan pensil/spidol, kita tandai posisi engsel di sponning keramik tersebut, berikut dengan
posisi Lubang Sekrup Engselnya.
 Untuk penyekrupan Engsel pada dinding keramik sebaiknya menggunakan Sekrup dan Fisher
(6mm). Caranya dinding keramik terlebih dahulu dibor dengan menggunakan Mesin Bor (memakai
mata bor beton ukuran 6mm). Dibor tepat pada titik lubang engsel yang telah kita tandai
selanjutnya. Setelah dibor, masukkan Fisher 6 mm tersebut kedalam lubang tersebut.
 Gantungkan (pasang) Daun Pintu PVC pada posisi kembali, dan lakukan penyekrupan pada semua
lubang engsel
 Lakukan pemasang Gerendel pada Pintu bagian dalam Kamar Mandi, juga dengan sekrup yang
menggunakan Fisher.
Metode Pelaksanaan Kusen Pintu dan jendela
 Pada saat pemasangan dinding entah itu batu bata atau gypsum maka harus kita persiapkan
lobang kusen agar tidak perlu melakukan pembongkaran, ukuran lobang disesuaikan dengan
ukuran kusen ditambah 1 cm untuk tempat sealent.
 Lalu kita masukan kusen kedalam lobang, mengatur agar posisinya pas dengan menggunakan alat
beji, setelah posisi pas maka kita stel kelurusan kusen dengan dinding, ketegakan dan kedataran
sampai benar-benar bagus.
 Kita buat lobang untuk tempat skrup pada dinding melalui lobang kusen dengan menggunakan
alat bor, kemudian kita masukan fischer kedalam lobang bor yang telah kita buat. lalu kita ambil
obeng untuk mengencangkan fischer.
 Kita siapkan daun pintu atau jendela yang sudah dirangkai penuh, misalnya sudah terpasang kaca
dengan sempurna.
 Daun pintu atau jendela tersebut kita masukan ke lobang kusen, kemudian kita pasang semua
aksesorisnya seperti engsel, roda, rel, hendle, door closer dan yang lainya.
 Kemudian kita lakukan finishing tembok dengan menggunakan bahan mortar/ semen dan sealent.
pengisian dilakukan sampai tertutup semua celah antara dinding dan kusen.
 Selama proses pelaksanaan pembangunan berlangsung maka rawan terjadi goresan atau benturan
sehingga terjadi kerusakan kusen. Oleh karena itu kita buat pelindung dengan bahan isolaso
plastik atau kertas.

L. PEKERJAAN ELEKTRIKAL
 Persiapan
o Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan elektrikal arus kuat dan arus lemah
o Approval material yang akan digunakan.
o Persiapan lahan kerja.
o Sebelum pekerjaan dilaksanakan, terlebih dahulu material kerja dan alat bantu kerja disiapkan
 Pemasangan Sparing Kabel
o Sparing dipasang dulu apabila ada pengecoran beton lantai, untuk menghindari bobokan beton
pada saat penyambungan kabel antar lantai.
 Pemasangan Instalasi Kabel
o Kabel vertical ditanam pada dinding dengan perlindungan pipa conduit, dimana pipa tersebut
harus ditanam dulu pada dinding bata sebelum dinding diplester. Supaya tidak mudah bergerak
pada saat dinding diplester, maka pipa yang ditanam diberi klem dengan jarak sekitar 1 m.
o Kabel horizontal dipasang pada plat lantai beton dengan menggunakan pipa pelindung conduit
yang diberi perkuatan klem dengan jarak sekitar 1 m, hal ini dimaksudkan untuk memudahkan
maintenance. Pemasangan kabel horizontal harus sejajar, tidak boleh saling melintas.
 Pemasangan Panel
o Panel listrik dipasang pada dinding yang sudah ditentukan, rata dan tidak miring.
o Semua kabel yang masuk ke dalam panel listrik diberi tanda sesuai dengan kegunaannya dan
dilengkapi dengan ring karet supaya lubang panel bagian atas dapat terlindung dari
debu/kotoran. Khusus untuk kabel dengan Ø 16 mm2 harus diberi sepatu kabel dalam panel.
o Pada sisi pintu panel bagian dalam harus dibuat diagram instalasinya termasuk daya cadangan
yang sudah direncanakan, hal ini perlu untuk memudahkan bila ada perbaikan instalasi.
 Pemasangan fitting dan armature
o Fitting dan armature dipasang setelah kabel ditest ketahanannya, agar tidak terjadi
bongkar/pasang armature.
 Pemasangan Saklar dan stop Kontak
o Marking jalur conduit pada dinding dan bobok dinding bata, jangan lupa gunakan cutter.
o Pasang conduit dan inbow dos.
o Tunggu sampai plester dinding akhir.
o Sambungan saklar, stop kontak dengan aslinya.
o Pasang saklar dan stop kontak, gunakan waterpass agar rata.

 Testing dan commissioning


o Test tahanan kabel dan grounding serta test fitting/amature selama ± 1 x 24 Jam.

Demikian metode pelaksanaan ini kami buat untuk menjadi acuan dalam pelaksanaan pekerjaan
dilapangan dengan tidak mengesampingkan instruksi dan petunjuk Pengguna Jasa sebagai pemilik pekerjaan
sehingga pekerjaan tersebut dapat dilaksanakan dengan baik sesuai dengan Jadwal Waktu Pelaksanaan yaitu
selama 150 (Seratus LimaPuluh) hari Kalender.