Anda di halaman 1dari 29

METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN

PERENC. REHABILITASI RUMAH DINAS BPKP PERWAKILAN


PROVINSI SULAWESI SELATAN
TAHUN ANGGARAN 2016

A. PEKERJAAN PERSIAPAN
1. Membersihkan Lapangan dan Peralatan
 Sebelum memulai suatu proses pekerjaan konstruksi, maka terlebih dahulu
dilakukan penyiapan dan pembersihan lapangan atau area kerja.
 Area kerja dibersihkan dari sampah, semak belukar dan lainnya yang dapat
menggangu proses pelaksanaan konstruksi.
 Penyiapan dan pembersihan lahan dapat dilakukan dengan cara manual (man
power) maupun dengan cara mekanis (alat kerja berat).
 Sampah atau tanah dari hasil pembersihan kemudian dibuang keluar areal kerja
atas petunjuk dan persetujuan pihak Direksi/Konsultan Pengawas.

B. PEKERJAAN TANAH
1. Pekerjaan Pemadatan Tanah
Langkah kerja pekerjaan pemadatan tanah adalah :
a. Tanah yang telah ditimbun dipadatkan setiap tebal 20 cm untuk setiap lapisnya.
b. Pemadatan dapat dilakukan dengan menggunakan alat pemadat yang disetujui
oleh pihak direksi / konsultan pengawas.

2. Urugan Pasir
Langkah kerja pekerjaan urugan pasir adalah:
a. Pasir urug untuk mengurug harus bersih dari bahan organik, sisa-sisa tanaman,
sampah dan lain-lain.
b. Urugan pasir kemudian dipadatkan dengan menggunakan alat pemadat yang
disetujui oleh pihak direksi / konsultan pengawas.

1
Contoh urugan pasir

3. Pekerjaan Urugan Tanah


Langkah kerja pekerjaan urugan kembali dan urugan tanah adalah :
a. Urugan tanah sesuai dengan garis dan peil yang tertera pada gambar
b. Kelebihan tanah timbunan harus dikeluarkan dari lapangan ke tempat
pembuangan yang telah disetujui.

Contoh urugan tanah

C. PEKERJAAN DINDING
1. Pekerjaan Batu Merah ½ Bata 1PC : 4PP
Langkah kerja pekerjaan pemasangan dinding batu bata adalah :
a. Batu bata yang digunakan harus bersisi tajam dan tampak berbentuk persegi
panjang dan harus matang merata.
b. Pasangan dinding bata dikerjakan secara sempurna, sehingga menghasilkan
pasangan dinding yang rata, tegak lurus, tidak bergelombang, kokoh dan tidak
menunjukkan adanya retak-retak.
c. Batu bata sebelum dipasang harus direndam dalam air hingga jenuh.

2
D. PEKERJAAN PLESTERAN
1. Plesteran, 1PC : 4PP
Langkah kerja pekerjaan pemasangan dinding batu bata adalah :
a. Pekerjaan plesteran yang dilaksanakan harus mempunyai permukaan yang rata
tidak bergelombang. Pada dasarnya plesteran lapisan pertama adalah sama
dengan adukan pasangan dimana plesteran tersebut diadakan.
b. Semua plesteran tidak menggunakan campuran kapur. Bidang permukaan dinding
bata yang akan diplester, siar-siar sebelumnya harus dikorek sedalam 1 (satu) cm
untuk memberikan pegangan untuk plesteran. Dinding kemudian disikat hingga
bersih dan disiram air, barulah plesteran dapat dikerjakan.
c. Ketebalan plesteran adalah 20 cm.

Contoh pekerjaan plesteran

2. Plesteran Ciprat (kamprot), 1PC : 2 PP


Langkah kerja pekerjaan pemasangan dinding batu bata adalah :

a. Menyiapkan material yang akan di pakai pada lokasi yang terdekat atau strategis
dari dinding yang akan di plester.
b. Menyiram permukaan bata/bataco dengan air sampai basah secara merata
(curing).
c. Membuat adukan untuk kamprotan dengan perbandingan 1pc : 2 ps.
d. Melakukan kamprotan pada bidang yang telah dicuring dengan jarak lemparan ±
50 cm dari permukaan yang dikamprot dengan ketebalan 15 – 20 mm. Setelah
bidang yang dikamprot kering, lakukan penyiraman (curing) selama 3 hari, pagi,
siang & sore.

3
3. Acian
Langkah kerja pekerjaan acian dinding adalah :
a. Acian semen baru dapat dilaksanakan setelah dinding batu bata telah terpasang
untuk paling kurang selama 2 (dua) minggu.
b. Sebelum pengacian dilakukan, sebaiknya dinding yang akan diaci terlebih dahulu
disiram dengan air.
c. Permukaan acian dibuat halus dengan digosok menggunakan alat bantu kerja.

Contoh pekerjaan acian dinding

E. PEKERJAAN BETON
1. Kolom Praktis Beton Bertulang
Langkah kerja pekerjaan Kolom praktis beton bertulang adalah :
a. Pada tahap perencanaan, buat gambar desain bangunan unutk menggambarkan
bentuk konstruksinya dan menentukan letak kolom struktur.
b. Selanjutnya melakukan perhitungan struktur bangunan yang kuat unutk digunakan
namun tetap ekonomis.
c. Melakukan pekerjaan pengukuran unutk menentukan posisi kolom bangunan, ini
harus sesuai dengan gambar rencana.
d. Menghitung kebutuhan besi tulangan dan bentuk potongan besi yang perlu
dipersiapkan.
e. Merangkai potongan besi sesuai dengan kolom yang telah direncanakan.
f. Memasang rangkaian besi tulangan pada lokasi kolom yang akan dibuat.
g. Membuat bekisting/cetakan.bisa terbuat dari kayu, plat aluminium, atau media lain
yang mampu menahan saat proses pekrjaan pengecoran beton.
h. Memasang bekisting sehingga membungkus besi tulangan.
i. Melakukan pengecekan posisi bekisting apakah sudah sesuai dengan ukuran
rencana, dan apakah sudah benar – benar tegak.

4
j. Menghitung kebutuhan beton yang dibutuhkan.
k. Mebuat adukan beton atau memesan beton precast dengsn kualitas sesuai dengan
hasil perhitungan semula.
l. Melakukan pekerjaanpengecoran kolom, penentuan tinggi cor bisa dilakukan
dengan berpedoma pada ukuran bekisiting atau mengukur sisa cor dari ujung atas
bekisting.

Contoh pekerjaan kolom praktis

2. Ring Balok Beton Bertulang, (10 x 15) cm


Langkah kerja pekerjaan Ring balok beton bertulang adalah :
a. Diawali dengan pemasangan bekisting dasar ring balok berupa papan yang
ditopang dengan perancah pekerjaan pembesian kolom.
b. Besi dipotong dan dirakit. Pemotongan besi harus tepat, agar setelah ditekuk
(jangkar, radius tekuk), bentuk dan panjang jadi sesuai BBS (Bar Bending
Schedule). Penekukan/ pembengkokan (radius tekuk) besi harus menggunakan
piringan tekuk/ roller sesuai kelompok/ jenis diameter besi. Periksa pemasangan
kawat bendrat. (jika menggunakan metode sangkar).
c. Besi yang belum & sudah dipotong harus diletakkan dan diproteksi dari tanah dan
hujan. Besi yang digunakan harus sesuai jumlah dan ukurannnya dengan gambar
kerja.
d. Besi disetting di posisi masing-masing kolom dengan menyambung tulangan stek
yang terdapat pada ring balok. Pastikan semua pembesian berada di dalam garis
sipatan dan memiliki selimut beton, sesuai spesifikasi struktur, serta
sudahterpasang “beton decking” yang memadai.
e. Semua bidang dalam plywood bekisting dinding (kolom harus diolesi minyak
bekisting/mould oil sebelum didirikan.
f. Setelah bekisting kolom ditutup, semua sarana perkuatan bekisting seperti Tie rod,
Form Tie, Steel wale dan Adjustad support dipasang.

5
g. Kelurusan bidang bekisting ring balok dicek dengan bantuan unting-unting,
waterpas dan alat ukur.
h. Setelah bekisting terpasang baik, buat sipatan (atau tanda dari paku) untuk
batas/level pengecoran di sisi atas bekisting dinding/kolom

Contoh pekerjaan ring balok

3. Membongkar Bekisting
Langkah kerja pekerjaan pembongkaran bekisting adalah :
a. Pembongkaran bekusting kolom dilakukan setelah 8 jam dari pengecoran terakhir
dengan tenaga orang
b. Hal pertama yang dilakukan yaitu mengendorkan semua baut dan wing nut,
kemudian melepas tie rod yang terdapat pada horizontal waller.
c. Kemudian mengendorkan dan melepas push prop RSS1 dan kickers brace AV1
pada wedge head piece.
d. Kemudian mengendorkan dan melepas push prop RSS1 dan kickers brace AV1 dari
base plate yang secara bersamaan bekisting kolom akan lepas dengan sendirinya
dari permukaan beton.
e. Kemudian bekisting kolom tersebut dangkat dan dipindahkan ke tempat yang telah
disediakan dengan bantuan alat tower crane, unutk dilakukan pembersihan
pengolesan dengan oil form.

F. PEKERJAAN KAYU
1. Membuat dan memasang kusen pintu/jendela kayu
 Langkah kerja pekerjaan kusen pintu adalah :
a. Siapkan alat dan bahan secukupnya di tempat yang aman dan mudah dijangkau

6
b. Rentangkan benang berjarak separuh dari tebal kusen terhadap as bouwplank untuk
menentukan kedudukan kusen.
c. Pasang angker pada kusen secukupnya.
d. Dirikan kusen dan tentukan tinggi kedudukan kusen pintu yaitu 2 meter dari tinggi
bouwplank.
e. Setel kedudukan kusen pintu sehingga berdiri tegak dengan menggunakan unting-
unting.
f. Pasang skur sehingga kedudukannya stabil dan kokoh.
g. Pasang patok untuk diikat bersama dengan skur sehingga kedudukan menjadi kokoh.
h. Cek kembali kedudukan kusen pintu, apakah sudah sesuai pada tempatnya,
ketinggian dan ketegakan dari kusen.
i. Bersihkan tempat sekelilingnya.

 Langkah kerja pekerjaan kusen jendela adalah :


a. Siapkan alat dan bahan secukupnya di tempat yang aman dan mudah dijangkau.
b. Rentangkan benang selebar setengah ukuran batu bata dari as bouwplank.
c. Pasang bata setengah batu setinggi dasar kusen jendela .
d. Rentangkan benang setinggi 2 meter dari bouwplank.
e. Pasang kusen jendela setinggi benang tersebut.
f. Pasang kusen jendela sampai betul-betul tegak dengan pertolongan unting-unting.
g. Pasang skur agar kedudukannya stabil dan kuat.
h. Cek kembali posisi kusen jendela sampai terpasang pada keadaan yang benar.
i. Bersihkan tempat sekelilingnya.

7
2. Membuat dan memasang daun pintu panel kayu
Langkah kerja pekerjaan daun pintu panel kayu adalah :
a. Ukur lebar dan tinggi kusen pintu.
b. Ukur lebar dan tinggi daun pintu.
c. Ketam dan potong daun pintu (bila terlalu lebar dan terlalu tinggi).
d. Masukkan/pasang daun pintu pada kusennya, stel sampai masuk dengan
toleransi kelonggaran 3 – 5 mm, baik ke arah lebar maupun kearah tinggi.
e. Lepaskan daun pintu, pasang/tanam engsel daun pintu pada tiang daun pintu
(sisi tebal) dengan jarak dari sisi bagian bawah 30 cm, dan dari sisi bagian atas
25 cm (untuk pintu dengan 2 engsel), dan pada bagian tengah (untuk pintu
dengan 3 engsel)
f. Masukkan/pasang lagi daun pintu pada kusennya, stel sampai baik
kedudukannya, kemudian beri tanda pada tiang kusen pintu tempat engsel yang
sesuai dengan engsel pada daun pintu.
g. Lepaskan sebelah bagian engsel pada daun pintu dengan cara melepas pennya,
kemudian pasang/tanam pada tiang kusen
h. Pasang kembali daun pintu pada kusennya dengan memasangkan engselnya,
kemudian masukkan pennya sampai pas, sehingga terpasanglah daun pintu
pada kusen pintunya.
i. Coba daun pintu dengan cara membuka dan menutup.
j. Bila masih dianggap kurang pas, lepaskan daun pintu dengan cara melepaskan
pen.
k. Stel lagi sampai daun pintu dapat membuka dan menutup dengan baik, rata dan
lurus dengan kusen.

8
3. Membuat dan memasang daun jendela kaca kayu
Langkah kerja pekerjaan daun pintu/jendela kaca kayu adalah :
a. Letakkan daun pintu/jendela dengan posisi alur terletak pada bagian atas.
Usahakan letakkan pada meja yang luasnya minimal sama dengan luas daun
pintu. Atau letakkan pada lantai yang datar.
b. Haluskan seluruh sisi kaca agar tidak tajam.
c. Pasangkan lembaran kaca dengan hati-hati, gunakan selembar karton atau kain
untuk memegang kaca.
d. Pasang paku pada list kayu sebelum dipasang pada keempat sisi daun
pintu/jendela.
e. Setelah lis terpasang, perlahan masukkan paku dengan martil.
f. Sebaiknya letakkan selembar kain di atas permukaan kaca yang sedang
dipasang lis kayu. Ini untuk menghindari goresan pada permukaan kaca karena
gerakan martil.

4. Memasang jalusi kusen kayu


Langkah kerja pemasangan jalusi kusen kayu adalah :
a. Jalusi atau pentilasi sebagai ventilasi udara atau pencahayaan dipasang diatas
pintu atau jendela dengan ukuran yang telah ditentukan.
b. Untuk pemasangan kusen/ pintu Polding Gate dilakukan setelah bidang dinding
terbentuk, apabila pemasangan kusen/ pintu Polding gate dipasang bersamaan
dengan dinding maka dikwatirkan akan kotor dan bisa merusak pada lapisan-
lapisan pintu tersebut. Dan pada pelaksanaannya harus disesuaikan dengan
gambar detail.

5. Memasang kuda – kuda kayu


Langkah kerja pemasangan kuda kuda kayu adalah :
a. Pengangkutan kuda-kuda, bahan dan alat ke lokasi proyek
b. Pekerjaan pengecatan rangka kuda
c. Pekerjaan perangkaian kuda-kuda
d. Pekerjaan menaikan kuda-kuda keatas atap
e. Rangka kuda-kuda ditempatkan pada angkur yang terdedia, besi angkur
merupakan tulangan dari kolom yang dilebihkan sebagai pengikat antara
kuda-kuda dan dinding.Angkur kemudian ditempatkan pada plat dudukan
kuda-kuda yang sudah dilobangi, kemudian angkur dan plat dudukan kuda-
kuda tersebut disambung dengan baut angkur 12 mm.

6. Konstruksi gording kayu

9
Langkah kerja pemasangan konstruksi gording kayu adalah :
a. Pengecatan gording dengan lapisan anti rayap
b. Memindahkan bahan gording ke lantai atas.
c. Gording ditempatkan diatas kuda-kuda pada titik buhul kuda-kuda.

7. Rangka langit – langit, ukuran (60 x 60) cm


Langkah kerja pemasangan rangka langit – langit adalah :
a. Pelaksanaan langit-langit dapat dilaksanakan setelah dudukan untuk alat
penggantung/pengait rangka plafond telah selesai dikerjakan dan tertutup
dengan atap atau dak beton.
b. Pemasangan rangka plafond ditimbang rata air untuk mendapatkan
permukaan plafond yang rata air.
c. Konstruksi rangka plafond dalam satu ruang telah selesai dilaksanakan baru
penutup atau lembaran plafond dapat dipasangkan.
d. Jarak antara paku atau sekrup minimal 10 mm dan maksimal 16 mm.
dipinggir bahan penutup pada setiap rangkaian rangka plafondnya.
e. Sambungan antara lembaran plafond yang terpasang serapat mungkin lalu
dilapisi dengan base bond dan paper tape dari produk yang sama dengan
papan penutup langit-langit .
f. Pemasangan list plafond di pasang pada setiap permukaan antara
dinding dan plafond dengan cara pemasangan menggunakan paku atau
sekrup.

8. Memasang lisplank uk. (3 x 20 )


Langkah kerja pemasangan lisplank adalah :
a. Listplank di pasang dengan bantuan pelurus, yang mana pelurus itu sebagai
pengikat ujung ujung usuk supaya jarak dan ukuran usuk terkontrol.
b. Sambungan listplank menyesuaikan 1/2 ekor burung ( lihat gambar ).

G. PEKERJAAN PENUTUP ATAP


1. Pemasangan atap seng gelombang
Langkah kerja pemasangan atap seng gelombang adalah :
a. Mengukur jarak tumpuan
b. Desain kuda – kuda.
Ada beberapa faktor dalam mendesain kuda – kuda yaitu ; kekuatannya
dalam menahan beban atap, kemiringan atap ( agar air hujan dapat mengalir
dengan lancar ), dan menentukan panjang top chord. Jangan lupa untuk anda

10
menyertakan ahli dalam melaksanakan pekerjaan konstruksi rangka atap agar
tidak terjadi gagal struktur dan sekaligus dapat memperhatikan bagaimana
cara pasang atap spandek yang dilakukan
c. Pemasangan kuda - kuda.
Setelah desain selesai, barulah pekerjaan pemasangan kuda - kuda dapat
dilakukan
d. Pemasangan reng.
Pemasangan reng bergantung pada jenis penutup atap yang digunakan.
Karena sebaiknya reng harus pas dengan lebar daun dari atap. Jadi jarak
antar reng tidak selalu sama, tergantung dari jenis penutup atap yang
dipakai.
e. Pemasangan seng atap.
Cara pasang atap seng gelombang sebaiknya dilakukan dengan rapi agar
tidak terjadi kebocoran saat hujan.
f. Pemasangan rabung, nok pinggir, flashing, pemasangan.
Perlu dilakukan dengan rapi, kuat dan teliti.

2. Pemasangan atap nok seng


Langkah kerja pemasangan atap nok seng adalah :
a. Setelah rangka atap rampung, lakukan pemasangan jala kawat untuk insulasi
(aluminium foil dan glasswool). Insulasi ditempatkan cara double sided (dua
sisi bolak-balik). Ini untuk meredam panas matahari, juga suara bising air
hujan.
b. Pasang dudukan pengunci tipe KL 65 pada gording rangka atap yang sudah
terpasang insulasi. Sekrupkan dudukan pengunci. Gunakan bor listrik sebagai
alat bantu penyekrupan.
c. Pasang lembaran atap bergelombang baja ringan di atas dudukan pengunci
tadi. Luruskan posisi dan cantelkan. Jika sudah pas, tekan dengan kaki
hingga terkunci. Cara yang sama dilakukan untuk lembaran penutup atap
berikutnya.
d. Lakukan pemasangan penutup bagian tepi dengan gambar dan bentuk yang
sudah ditentukan. Pemasangan dilakukan dengan bantuan pengunci dan bor
listrik khusus.
e. Sebelum melakukan pemasangan nok, ujung atap ditekuk ke arah luar
dengan alat penekuk khusus. Sudut tekukan 80º. Tekukan ini berfungsi
sebagai penahan limpahan air yang masuk karena tertiup angin. Pasang nok
setelah ujung atap ditekuk rapi.

11
f. Nok yang terpasang dicoak dengan gunting metal pada tiap gelombang
puncak atap. Setelah coakan selesai, lakukan penguncian dengan sekrup
khusus yang dipasang selang-seling per satu gelombang. Penyekrupan
menggunakan alat bor listrik dengan posisi tegak lurus, sehingga posisi
sekrup tidak miring. Sisa panjang nok dapat dipotong dengan gunting metal.
g. Gunakan sealant gun untuk sambungan nok. Pengeleman dilakukan pada
nok bagian bawah dan atas. Tempel keduanya dengan cara ditekan. Setelah
kering, sekrup dengan alat bor listrik pada sambungan sehingga terkunci.

H. PEKERJAAN LANGIT – LANGIT


1. Pemasangan langit – langit kalsiboard uk. (120 x 240) cm, tebal 4 mm
Langkah kerja pemasangan langit – langit kalsiboard adalah :
a. Plafond bagian dalam dan luar menggunakan bahan kalsiboard yang
dipasang sesuai dengan gambar .Rangka plafond bangunan menggunakan
bahan dari hollow sesuai dengan gambar rencana.
b. Permukaan bawah dari rangka plafond diratakan dan dipasang simetris
sesuai gambar.
c. Dalam pertemuan sudut bangunan harus memperhatikan kesikuan antara
dinding dan plafond sehingga tidak terdapat celah.
d. Sebelum pekerjaan pemasangan plafond maka harus mendahulukan
pekerjaan instalasi listrik, agar dalam pelaksanaan pekerjaaan plafond tidak
terganggu.
e. Sepanjang bagian dalam bangunan pada sisi plafond dipasang list dari bahan
kayu profil

12
f. Bagian langit-langit plafond pada tempat tertentu harus dapat dibuka dan
ditutup sedemikian rupa sebagai lubang kontrol (manhole).
g. Bagian langit-langit yang dapat dibuka harus mempunyai ukuran yang sesuai
dengan besar tubuh manusia dan dengan kemungkinan paling tidak mengikuti
pola besaran langit-langit.
h. Pemasangan plafond menggunakan sekrup khusus kalsiboard untuk rangka
hollow agar seluruh plafond tergantung/menempel dengan kuat dan rapi.
i. Seluruh pertemuan antara permukaan langit-langit dan dinding dipasang list
profil dari kayu dengan bentuk dan ukuran sesuai gambar.
j. Pasangan plafond kalsiboard difinishing dengan list profil dan pengecatan
k. Pemasangan dilakukan oleh tenaga yang berpengalaman

2. Pemasangan list langit – langit kayu profil


Langkah kerja pemasangan lsit langit – langit kayu profil adalah :
g. Papan lisplank dipaku pada rangka listplank
h. Pada sambungan papan lisplank dibuat sambungan bibir lurus.
i. Setelah selesai pemasangan tahap berkutnya yaitu dilakukan pendempulan
dan pengecatan.

I. PEKERJAAN PENUTUP LANTAI & DINDING


1. Pekerjaan lantai keramik
 Lingkup pekerjaan mulai dari penyediaan bahan dan bahan
perekat, persiapan/pembersihan dinding dan lantai yang akan
dipasang serta pemasangan pada dinding dan lantai yang sesuai
dengan yang tertera pada gambar rencana.
 Untuk lantai dipasang keramik warna uk. (40 x 40) cm dan keramik
uk. (20 x 20) cm
 Langkah Kerja :
a. Rendam keramik yang akan dipasang kedalam bak air selama 1 jam.
b. Keramik dianginkan dengan cara diletakan pada tempat dudukan /tatakan
keramik, setelah proses perendaman.
c. Tentukan garis dasar pasangan serta peil dari lantai.Penentuan peil ini
untuk seluruh kesatuan.
d. Pasang benang arah horizontal dan vertikal pada lantai sesuai elevasi
pada shop drawing.Kedudukan benang harus datar dan siku, apabila

13
dinding yang ada adalah dindingkeramik, maka kedudukan nad lantai harus
disesuaikan dengan yang ada pada dinding.
e. Pasang keramik sebagai pasangan kepalaan,sepanjang garis dasar yang
telah terpasang.
f. Cek kesikuan keramik dengan besi siku dan kerataan elevasi keramik
dengan waterpass.
g. Isi bagian / daerah permukaan lantai yang lain nya dengan adukan / spesi.
h. Setelah itu pasang keramik berikutnya sesuai posisinya sampai selesai,
usahakan supaya tidak ada las – lasan.
i. Jika keramik sudah terpasang semua, ketuk permukaan keramik dengan
palu karetuntuk mendatarkan / meratakan permukaan keramik supaya tidak
rusak / cacat.
j. Setelah itu cek kerataan elevasi keramik dengan waterpass.
k. Bersihkan permukaan pasangan keramik yangtelah terpasang dengan
kain/lap basah sampai bersih.
l. Untuk menghindari naiknya lantai (menggelembungnya lantai) maka
buatlah delatasi.
m. Kemudian siapkan isian / bahan cor nad pada bak air (ember) dan aduklah
hingga rata.
n. Setelah adukan rata,isi selasela nad denganbahan cor nad dengan
menggunakan sendok spesi ( sekop ).Pengisian nad dilakukan apabila
kedudukan keramik telah kuat atau spesi telah kering.
o. Kemudian rapikan nad tersebut dengan cape.
p. Diamkan dan tunggu sampai nad tersebut benar -benar kering.
q. Setelah kering, bersihkan permukaan pasangan keramik yang sudah
dipasang nad dari sisa – sisa bahan cor nad dengan menggunakan kain /
lap basah sampai bersih.

Contoh Pemasangan Lantai Keramik

2. Pemasangan plint keramik uk. (10 x 40) cm

14
 Pengukuran
Juru ukur (surveyor) menentukan dan menandai (marking) pada dinding yang
akan dipasang plint keramik.
 Pekerjaan pasang plint keramik dinding
a. Dinding yang akan dipasang plint keramik pada bagian bawah jangan
diplester + aci dahulu agar tidak ada pekerjaan bobokan.
b. Rendam plint keramik uk. (10 x 40) cm dalam air.
c. Pasang plint keramik pada dinding yang sudah di marking dengan perekat
menggunakan acian.
d. Pada saat pemasangan, tekan plint keramik atau pukul dengan palu karet
untuk mendapatkan permukaan keramik yang rata.
e. Cek kerataan pasangan plint keramik dengan waterpass.
f. Grouting/isi nat antara plint keramik dengan semen khusus grouting nat.

Contoh Pemasangan Plint Keramik

3. Pemasangan dinding keramik uk. (20 x 25) cm


1. Siapkan peralatan dan bahan – bahan yang akan digunakan.
2. Pola pemasangan keramik mengacu pada gambar kerja.
3. Sortir keramik agar menghasilkan keseragaman ukuran, presisi dan warna.
4. Rendam keramik yang akan dipasang kedalam bak air selama 1jam
5. Keramik dianginkan dengan cara diletakan pada tempat dudukan / tatakan
keramik, setelah proses perendaman.
6. Membuat garis-garis sipatan waterpas pada dinding keramik keliling +/- 1m
untuk menentukan ketinggian dan kedataran pemasangan keramik.
7. Membuat lot pada dinding di tiap pojok ruangan dan kesikuannya serta garis
pertengahan dinding untuk pembagian keramik.

15
8. Mengukur jarak-jarak dinding untuk lebar dan tinggi ruangan, serta bagian-
bagian yang terpasang pada ruangan tersebut.
9. Pada pelaksanaan pekerjaan keramik dinding, sebaiknya keramik lantai belum
terpasang sehingga nantinnya mendapat nut yang segaris antara dinding dan
lantai.
10. Pemasangan keramik harus padat dan rata sehingga tidak ada keramik
dengan spesi kosong
11. Membuat kepalaan keramik baik secara horisontal maupun vertikal mengikuti
garis sipatan dan lot ketegakan yang telah dibuat sebelumnya.
12. Sebelum keramik dipasang sebelumnya dinding dibasahi terlebih dahulu
dengan air.

Contoh
Pemasangan
Dinding
Keramik

J. PEKERJAAN SANITAIR
a. Pemasangan kloset
jongkok
Langkah kerja pemasangan kloset jongkok adalah :
1) Siapkan peralatan dan bahan yangdiperlukan
2) Buat galian untuk pemasangan pipa pembuangan
3) Buat tempat dudukan untuk meletakkan kloset jongkok
4) Menyelesaikan tiap sambungan dengan adukan kedap air
5) Menutup lubang galian setelah pemasangan pipa galian selesai
6) Meletakkan kloset pada dudukan yang telah disiapkan.
7) Memasang porselin disekeliling kloset
8) Membuat bak penampung air bersihi
9) Test instalasi

16
b. Pemasangan wastafel
Langkah kerja pemasangan wastafel adalah :
1. Wastafel dan perlengkapannya yang dipasang adalah yang
telah diseleksi baik tidak ada bagian yang gompal, retak atau cacat-cacat
lainnya dan telah disetujui oleh Konsultan Management Konstruksi.
2. Ketinggian dan konstruksi pemasangan harus disesuaikan
gambar untuk itu serta petunjuk-petunjuk dari produksennya dalama brosur.
Pemasangan harus baik, rapi, waterpass dan dibersihkan dari semua kotoran
dan noda dan penyambungan instalasi plumbingnya tidak boleh ada
kebocoran-kebocoran.

c. Pemasangan pipa
 Instalasi Air bersih :
1. Hal yang perlu diketahui terlebih dahulu adalah denah
Plumbing serta Diagram Isometri dimana dapat diketahui jalur-jalur instalasi
pipa itu diletakkan.
2. Pemasangan pipa dilaksanakan setelah pasangan bata dan
sebelum pekerjaan plesteran dan acian, fungsi untuk menghindari bobokan
yang menyebabkan kere-takan dinding. (Untuk instalasi dalam bangunan).
3. Untuk pemasangan di luar bangunan seperti pipa saluran air
hujan dikerjakan setelah pekerjaan plesteran diselesaikan.
4. Pipa yang melewati plat dak atau balok atau kolom beton harus
dipasang sparing atau pemipaan terlebih dahulu sebelum dilaksanakan
pengecoran.
5. Pipa yang posisi/letaknya sudah betul segera ditutup dengan
plug/dop yang tidak mudah lepas (menghindari kotoran/adukan masuk
sehingga terjadi penyumbatan).
6. Hindari belokan pipa/ knik pipa dengan pembakaran.

17
7. Posisi pipa pada kamar mandi harus disesuaikan dengan
saniter
8. Rencana instalasi air bersih diletakkan pada perempatan nat
keramik / as keramik, simetris dengan luas keramik.Setelah instalasi
terpasang segera diadakan test tekanan pipa Untuk pipa PVC maximum 6 Bar
 Instalasi air Kotor
1) Hal yang perlu diketahui Denah instalasi dan diagram isometris pipa air kotor
serta jalur pembuangan.
2) Hindari /jangan terlalu banyak percabangan.
3) Sambungan harus betul-betul rapat.
4) Untuk air bekas (mandi/cuci) harus dibuat Manhole untuk kontrol pembersihan
(bak kontrol) pada tempat-tempat tertentu.
5) Untuk lubang saluran pembuang harus diberi saringan.
6) Sparing harus melebihi rencana peil lantai beton & tebal beton. ( diatas plat =
25 cm, dibawah plat = 15 cm ), bagian atas supaya ditekuk atau
digepengkan/ditutup dengan cara dipanaskan.
7) Posisi sparing harus sesuai dengan type saniter (jika saniter telah ditentukan).
8) Jika saniter belum ditentukan , dipakai sistem Block Out.
9) Sparing Clean out harus dipasang bersamaan dengan sparing closet (bila
ada), di – mana letak sparing clean out berada di samping atau dekat dengan
sparing closet, fungsinya adalah untuk pembersihan apabila closet terjadi
penyumbatan.
10) Fan out dipasang bila dalam instalasi saluran kotor banyak percabangan
dengan saluran pembuangannya lewat shaft. Fungsinya untuk mengurangi
tekanan udarapada pipa pada saat closet di gelontor dengan air.
11) Floor drain supaya diletakkan jauh dari pintu dan dekat dengan kurasan bak.
 Saluran Air Hujan.
1. Pipa diletakkan persis dibawah lobang talang yang telah diberi torong talang.
2. Pipa saluran air hujan dapat dipasang menempel di dinding luar dengan
mengguna-klem atau dapat ditanam di dinding bila berukuran < 2 “.
3. Bila saluran pembuang air hujan berupa saluran tertutup harus dibuat bak
kontrol pada pertemuan pipa air hujan dengan saluran pembuang.
4. Bila terdapat sambungan, arah shock harus sebelah atas, dan
penyambungannya harus benar-benar kuat.
 Saluran Pipa Wc ke Septictank

18
1. Pipa saluran dari closet menuju ke septictank harus diperhatikan
kemiringannya, karena kemiringan pipa dapat memperlancar penyaluran
kotoran apabila digelontor dengan air, kemiringan minimal 2 %.
2. Pipa sebaiknya dipergunakan kwalitas yang baik atau minimal type D.
3. Jangan ada percabangan untuk pipa yang ditanam di tanah (bangunan 1
lantai), karena bila ada penyumbatan susah untuk perbaikannya.

d. Pemasangan kran
Langkah kerja pemasangan kran adalah :
1. Ukuran disesuaikan keperluan masing-masing sesuai gambar
plumbing dan brosur alat-alat sanitair. Keran-keran tembok dipakai yang
berleher panjang dan mempunyaai ring dudukan yang harus dipasang
menempel pada dinding type T.23 B 13 V 7 (N).
2. Keran-keran yang dipasang dihalaman harus mempunyai ulir
sink di ruang saji dan dapat disambung dengan pipa leher angsa (extention).
Keran untuk sink di ruang saji type T. 30 AR 13 V 7 (N).
3. Stop keran yang dapat digunakan merk Kitazawa bahan
kuningan dengan putaran berwarna hijau, diameter dan penempatan sesuai
gambar untuk itu.
4. Keran-keran harus dipasang pada pipaa air bersih dengan
kuat, siku, penempatannya harus sesuai dengan gambar-gambar untuk itu.

e. Pemasangan floordrain
Langkah kerja pemasangan Floordrain adalah :
1. Floor drain dipasang ditempat-tempat sesuai gambar untuk itu.
2. Floor drain yang dipasang telah diseleksi baik, tanpa cacat dan
disetujui Konsultan Management Konstruksi.

19
3. Pada tempat-tempat yang akan dipasang floor drain, penutup
lantai harus dilobangi dengan rapih, menggunakan pahat kecil dengan bentuk
dan ukuran sesuai ukuran floor drain tersebut.
4. Hubungan pipa metal dengan beton/lantai menggunakan
perekat beton kedap air Embeco ex. MTC dan pada lapis teratas setebal 5
mm diisi dengan lem Araldit ex. Ciba.
5. Setelah floor drain dan terpasang, pasangan harus rapih
waterpass, dibersihkan dari noda-noda semen dan tidak ada kebocoran.

f. Pembuatan septicktank dan resapan


Langkah kerja pemasangan Floordrain adalah :
1. Septictank dibuat dari beton bertulang menurut gambar, beton
yang dipakai adalah beton kedap air.
2. Bagian atas dari septictank diberi penutup dari beton bertulang
menurut PBI 71, dperhitungkan beben atasnya.diberi tempat untuk
pemeriksaan yang ditutup dengan beton plat yang diberi pengangkat, dan
diberi pipa hawa dari pipa besi dia 2’’
3. Bentuk, ukuran septictank dan kedalamannya dibuat sesuai
dengan gambar untuk itu dan menurut instruksi dari direksi.
4. Setelah septictank jadi, dipasang pipa limpahan tidak
berlubang sepanjang 2 m kemudian disambung dengan pipa rembesan
dari pipa tanah liat bakar sepanjang minimum 4 m bagian bawah dari pipa
rembesan diberi lapisan ijuk, pasir, batu kali belah/batu karang, satu sama
lainnya sesuai gambar.

20
K. PEKERJAAN PENGGANTUNG & PENGUNCI
1. Untuk pemasangan alat – alat kunci dan penggantung tersebut di sesuaikan
dengan gambar detail.
2. Gerendel dan hak angin di pasang dua buah untuk setiap daun jendela,
pemasangannya harus betul – betul rapi. Untuk melengketkan alat tersebut
kedaun jendela harus menggunakan mur.
3. Engsel pintu di pasang tiga buah setiap lembaran daun pintu dengan standar
merk atau yang setara. Pemasangannya dilakukan dengan mur khusus untuk
pintu, tidak di benarkan melengketkan engsel ke pintu dan kusen dengan
menggunakan paku. Penguncian mur harus dilakukan dengan cara
memutarkan mur dengan obeng sampai rapat dan kuat sehingga seluruh mur
masuk dan menempel kekayu.
4. Setiap daun pintu di pasang kunci tanam dua yang setara dan berkualitas baik.

5. PEKERJAAN CAT
Semua bidang pekerjaan yang akan dicat harus bersih dari kotoran dan minyak, gemuk,
lapisan organis atau kotoran lain yang dapa tmempengaruhi daya lekat atau mutu kerja
pengecatan. Permukaan bidang yang akan dicat harus dalam keadaan kering, dengan
kelembaban maksimum 4% diukur dengan menggunakan peralatan ukur kelembaban.
Pekerjaan pengecatan baru dapat dimulai, bilamana semua bidang sudah benar-benar
bersih serta kering (tidak lembab) yang ditunjukkan dengan meteran pengukur
kelembaban permukaan bidang yang akan dicat, sehingga memenuhi ketentuan yang

21
disyaratkan oleh pabrik. Semua lubang, retak dan lain kerusakan pada bidang yang
akan dicat, harus diperbaiki terlebih dahulu hingga rata dan halus dengan
menggunakan bahan pengisi berupa dempul. Bahan dempul yang boleh dipakai adalah
bahan yang mendapat rekomendasi dari pabriknya.
Langkah kerja pekerjaan pengecatan adalah:
a. Pekerjaan Pengecatan meliputi pengecatan kayu baru, tembok lama, tembok baru,
plafond, dan atap.
b. Permukaan bidang yang akan dicat harus dibersihkan lebih dahulu dari segala
kotoran, debu, minyak dan dibuat rata serta dalam keadaan kering.
c. Pengecatan tembok dan plafond menggunakan roller atau semprot texture pada
tempat-tempat sesuai dengan gambar rencana.

Contoh Pekerjaan Pengecatan


6. PEKERJAAN ME
Semua peralatan dari bahan maupun komponennya baru dan sesuai dengan brosur
yang dipublikasikan dan sesuai dengan spesifikasi sebagai yang diuraikan maupun
pada gambar-gambar rencana dan merupakan produk yang masih beredar dan masih
diproduksi secara teratur.
Menempatkan seseorang penanggung jawab pelaksanaan yang ahli dan
berpengalaman yang selalu berada di lapangan, yang bertindak sebagai wakil dari
Pelaksana dan mempunyai kemampuan untuk memberikan keputusan teknis dan yang
bertanggungjawab penuh dalam menerima segala instruksi yang akan diberikan oleh
pihak Direksi/Konsultan Pengawas.

1) Pemasangan Stop Kontak


a. Sakelar-sakelar jenis rocker mekanisme dengan rating 10 A / 250 V, sakelar
pada umumnya dipasang inbow kecuali disebutkan lain pada gambar. Jika tidak
ditentukan lain, sakelar-sakelar tersebut bingkainya dipasang rata pada tembok
pada ketinggian 150 cm diatas lantai yang sudah selesai kecuali ditentukan lain

22
oleh Direksi/Konsultan Pengawas. Sakelar-sakelar tersebut harus dipasang
dalam kotak-kotak dan ring (standar).
b. Stop kontak haruslah dengan tipe yang memakai earthing contact dengan
rating 10 A, 16 A, 25 A, 250 V AC. Semua pasangan stop kontak dengan
tegangan kerja 220 V harus diberi saluran ke tanah (grounding). Stop kontak
harus dipasang rata dengan permukaan dinding dengan ketinggian 30 cm dari
atas lantai yang sudah selesai atau wall duct outlet sesuai gambar rencana
atau petunjuk Direksi/Konsultan Pengawas.

2) Pemasangan Saklar Tunggal dan Saklar Ganda


Cara pemasangan :
Pekerjaan Saklar tunggal dan ganda dikerjakan dengan menempelkan kotak ke
dinding yang telah diberikan lobang sebagai tempat instalasi listrik.
a. Bahan :
- Saklar tunggal / ganda/ stop kontak
- Grid switch
b. Peralatan :
- Bor Tangan
- Tang, Obeng, waterpass dll
c. Metode
- Marking jalur konduit pada dinding
- Bobok dinding bata, jangan lupa gunakan cutter
- Pasang conduit & inbow dos
- Tunggu sampai dinding difinish.
- Sambungkan saklar, stop kontak dengan instalasinya
- Pasang saklar & stop kontak, gunakan waterpass agar rata.
- Plat Lantai bersih dari bekisting.

3) Pemasangan Lampu SL 18 Watt


Lampu di pesan langsung dari pihak distributor dan diterima di lokasi pekerjaan,
sebelum dilakukan pemasangan terlebih dahulu dicheck apakah sudah sesuai
dengan spek yang telah direncanakan, setelah mendapatkan persetujuan dari pihak
direksi barulah dilakukan pemasangan.

23
Contoh pekerjaan pemasangan lampu

7. PEKERJAAN BONGKARAN
Sebelum pembongkaran dimulai telebih dahulu mengecek semua sistem dan aliran
listrik yang ada. Jika perlu, hubungi pihak PLN untuk memastikan bila semua sistem
sudah tidak aktif lagi sehingga tidak ada lagi aliran listrik atau kabel yang bisa membuat
orang terkena setrum. Jika semua sudah aman, pastikan tidak ada penghuni lain yang
berada dalam area pembongkaran. Kemudian keluarkan semua peralatan yang ada dan
singkirkan dalam jarak yang cukup jauh dari pembongkaran. Baru setelah itu bisa
dilakukan pembongkaran.
1. Membongkar dinding tembok bata merah
Setelah membongkar kusen dan daun pintu, plafon serta genteng/atap rumah
maka selanjutnya melakukan pembongkaran dinding atau tembok. Pertama kali
yang harus dibongkar adalah dinding yang punya paling tinggi. Karena dinding ini
sudah tidak punya element penahan, maka resiko bisa roboh dan jatuh sendiri
menjadi lebih besar. Dan sebelum dibongkar sebaiknya dilakukan penyiraman
lebih dahulu menggunakan air. Tujuannya adalah agar debu yang beterbangan
bisa diminimalkan. Bagian yang tidak boleh dilupakan adalah perhitungan arah
jatuhnya dinding. Buat suatu sistem yang membuat arah jatuhnya tidak mengenai
bangunan lain yang ada disampingnya. Kecuali jika batu bata yang ada di dalam
dinding mau digunakan lagi, bisa dilepas satu persatu agar tidak pecah.

24
Contoh pekerjaan pembongkaran dinding

2. Membongkar kuda kuda & gording


Sebelum pelaksanaan pembongkaran atap dimulai, terlebih dahulu meminta ijin
kepada pihak direksi dan benda – benda atau barang berharga lain di bawahnya (
di ruangan – ruangan) harus dibersihkan dan dipindahkan dan tidak boleh ada
benda pecah.pekerjaan pembongkaran yang dikerjakan segala sesuatu
merupakan tanggung jawab pihak kontraktor.
Pekerjaan pembongkaran dapat dimulai apabila sekitar pekerjaan harus
dipersiapkan dan dibersihkan/dibereskan dari segala hal yang akan mengganggu
kelancaran pekerjaan dan atau mempengaruhi kualitas pekerjaan, sesuai arahan/
petunjuk pihak Direksi. Tahapan dalam pembongkaran atap dan kontruksi kuda-
kuda diantaranya:
 Pembongkaran penutup atap dan nok bubung dilaksanakan terlebih
dahulu
 Pembongkaran kayu reng, kaso dan listplang
 Pembongkaran balok Gordeng dan balok kuda-kuda
Benda-benda/barang bekas bongkaran yang akan akan digunakan kembali harus
ada persetujuan dari direksi atap pengawas di lapangan. Segala yang
mengakibatkan kerugian yang terjadi sebagai akibat pelaksanaan pekerjaan
adalah menjadi tangung jawab penuh pihak pelaksana.

25
Contoh pembongkaran langit – langit dan rangka plafond

3. Membongkar kusen, daun pintu dan jendela


Bagian yang pertama kali dilakukan pembongkaran ialah daun pintu lalu
berikutnya kusen pintu dan element lain yang bisa dilepas secara langsung.
Perabot ini masih bisa digunakan kembali sehingga harus diamankan agar tidak
rusak terkena runtuhan element yang lain.

Contoh pekerjaan pembongkaran kusen dan daun pintu

4. Membongkar langit - langit dan rangka plafond


Apabila plafond memakai bahan dari enternit, kayu atau bahan lainnya lepas
semua bagian ini.dari sini lalu melangkah pada bagian sistem kelistrikan yaitu
kabel.Tidak berbeda dengan pintu, ada beberapa elemen yang masih bisa
digunakan kembali.
Jadi ketika mau dibongkar jangan asal dicabut dan dipotong begitu saja.

26
Contoh pembongkaran langit – langit dan rangka plafond

5. Membongkar atap seng


Lepaskan atap seng dari rangka atap satu persatu, dilanjutkan dengan
membongkar atap. pembongkaran rangka atap yang terbuat dari kayu harus lebih
berhati – hati karena terdapat banyak paku yang dapat melukai tangan atau
kaki.selain itu perhatikan posisi duduk saat membongkar, jangan menduduki
bagian yang terhubung denfgan yang sedang dilepas.

Cuntoh pekerjaan pembongkaran atap

6. Membongkar lantai keramik


Setelah itu membongkar lantai keramik dengan meminimalkan kerusakan keramik
yang dicopot, dilakukan dengan cara melepas celah atau nutnya terlebih dahulu
sehingga tercipta ruang dimana anda akan bisa menyisipkan alat untuk
membongkar keramik tersebut tanpa pecah. Pergunakan alat pahat ukuran kecil
atau gerenda. Setelah nutter lepas barulah anda memulai proses pelepasan
keramik.

27
Contoh pekerjaan pembongkaran lantai keramik

8. PEKERJAAN LINGKUNGAN

1. Pemasangan got U 20 cm
 Pekerjaan Persiapan
a. Kelengkapan yang diperlukan :
 Data perencanaan
 Alat Ukur terkalibrasi
 Ketentuan jarak sebagai referensi (Pedoman lapangan).
 Radius tikungan.
 Patok-patok penandaan.
b. Pembersihan Lahan
Dilaksanakan sepanjang jalur pemasangan & lokasi yang sekiranya akan
dijadikan lokasi penumpukan sementara dari produk precast yang dikirim
kelapangan.
 Pekerjaan Tanah
 Penggalian tanah dilakukan secara bertahap, dan disesuaikan dengan
kemampuan panjang pemasangan saluran perhari. Hal ini penting guna
menghindari kerusakan tanah dasar galian apabila turun hujan.Kedalaman
galian dan lebar galian disesuaikan dengan kebutuhan (dalamnya galian =
dasar saluran + tebal saluran + tebal dinding)
 Tanah dasar galian dipadatkan dengan stamper hingga mencapai
kestabilan yang cukup.
 Sisa tanah galian akan diratakan diatas kavling ( Tanpa pemadatan).
 Dengan ketebalan tertentu (min. 10 Cm), Bedding berupa granular material
diratakan diatas dasar galian dan dipadatkan.

28
 Pekerjaan Pemasangan
1. Pemasanga Bowplank pada galian untuk pengecekan
kelurusan maupun elevasi dengan jarak maksimum 20 m untuk menghindari
lendutan benang acuan. Sebaiknya dengan 2 benang dimana yang satu pada
as saluran sedang lainnya pada sisi luar precast untuk kelurusan pamasangan
saluran.
2. Pemasangan saluran precast segera dilaksanakan apabila
seluruh proses diatas telah dikerjakan. Dengan bantuan peralatan (untuk
mengangkat dan penyetelkan dapat digunakan Crane atau Excavator dengan
tetap mengacu prosedur Handling), satu persatu precast saluran dipasang
mengikuti jalur galian yang dibuat dan sebaiknya dari arah hilir ke hulu.
3. Pengurugan kembali lapis demi lapis ( 15 s/d 20 Cm perlapis )
dengan pemadatan dapat dikerjakan dengan Stamper atau lainnya dengan
material yang sesuai persyaratannya hingga ke finishing surface.

Contoh pekerjaan pemasangan got U

29