Anda di halaman 1dari 8

Nama : Dame Hutabarat (2193210009)

Kelas : Sastra Indonesia A 2019

Mata Kuliah : Sintaksis (Syntax)

Jumlah SKS : 4 (SKS)

Semester/Tahun Ajaran : Genap/2019/2020

Alokasi waktu : 60 (menit)

Dosen Pengampu : Mara Untung Ritonga, S.S., M.Hum., Ph.D.

Soal

1. Berdasarkan teori transformasi generatif bahwa nama sebuah frasa itu diberikan berdasarkan
intinya. Konsequensinya, menurut teori ini jenis frasa dibagi menjadi frasa nomina, frasa verba,
frasa adjektiva, dan frasa preposisi. Sementara dalam buku sintaksis atau tata bahasa Indonesia
karya Abdul Chair atau Gorris Keraf terdapat banyak nama frasa di samping 4 frasa di atas,
seperti frasa numeralia, frasa adverbia, dsb. Jelaskan pendapat mu dengan memberikan contoh
dan diagram pohon.

Jawaban:

Menurut saya tentang pendapat dari Abdul Chair dan Gorri Kerraf merupaka hal yang sah-sah
saaja karena pendapat mereka dibarengi dengan data yang jelas yang membuat mengapa terdapat
jenis frasa yang lain dari pada umumnya.

Berikut contoh jenis-jenis frasa.

1) Frasa benda atau frasa nomina

Frasa benda atau frasa nominal adalah frasa yang distribusinya sama dengan kata benda unsur
pusat frasa benda yaitu kata benda.

Contoh:

a) Dita menerima hadiah ulang tahun

b) Dita menerima hadiah

Frasa hadiah ulang tahun dalam kalimat distribusinya sama dengan kata benda hadiah. Oleh
karena itu, frasa hadiah ulang tahun termasuk frasa benda atau frasa nomina.

2) Frasa Kerja atau Frasa Verba

Frasa kerja atau frasa verba adalah frasa yang distribusinya sama dengan kata kerja atau verba.
Contoh: Adik sejak tadi akan menulis dengan pensil baru.

Frasa akan menulis adalah frasa kerja karena distribusinya sama dengan kata kerja menulis dan
unsur pusatnya kata kerja, yaitu menulis.

3) Frasa sifat atau adjektiva

Frasa sifat atau adjektiva adalah frasa yang distribusinya sama dengan kata sifat. Frasa sifat
mempunyai inti berupa kata sifat. Kesamaan distribusinya itu dapat dilihat pada jajaran berikut

Contoh:

(a) Lukisan yang dipamerkan itu memang bagus-bagus

(b) Lukisan yang dipamerkan itu bagus-bagus

4) Frasa Keterangan atau Frasa Adverbia

Frasa keterangan adalah frasa yang distribusinya sama dengan kata keterangan. Biasanya inti
frasa keterangan juga berupa kata keterangan dan dalam kalimat sering menduduki fungsi
sebagai keterangan.

(a) Frasa keterangan sebagai keterangan

Frasa keterangan biasanya mempunyai kekeluasaan berpindah karena berfungsi sebagai


keterangan. Oleh karena itu, frasa keterangan dapat terletak di depan atau di belakang subjek
atau di awal dan di akhir kalimat.

Contoh:

(1) Tidak biasanya dia pulang larut malam

(2) Dia tidak biasanya pulang larut malam

(3) Dia pulang larut malam tidak biasanya

(b) Frasa keterangan sebagai keterangan pada kata kerja

Contoh: Saya tidak hanya bertanya, tetapi juga mengusulkan sesuatu.

5) Frasa bilangan atau Frasa Numeralia

Frasa bilangan adalah frasa yang distribusinya sama dengan kata bilangan. Pada umumnya frasa
bilangan atau frasa numeralia dibentuk dengan menambahkan kata penggolong atau kata bantu
bilangan.
Contoh:

Dua orang serdadu menghampirinya ke tempat itu.

6) Frasa Depan atau Frasa Preposisional

Frasa depan adalah frasa yang terdiri atas kata depan dengan kata lain sebagai unsur penjelas.

Contoh:

Laki-laki di depan itu mengajukan pertanyaan kepada pembicara.

7) Frasa yang Bersifat Ambigu

Ambiguitas terkadang ditemui dalam susunan frasa. Ambiguitas berarti kegandaan makna.

Contoh:

(a) kambing hitam dan mobil tetangga baru.

Frasa kambing hitam dapat mempunyai dua makna, yaitu kambing yang berbulu (berwarna)
hitam dan sebuah ungkapan yang berarti orang yang dipersalahkan. Frasa mobil tetangga baru
juga dapat memiliki dua makna, yakni yang baru adalah mobil (milik tetangga) dan yang baru
adalah tetangga (bukan mobilnya).Frasa ambigu akan menjadi jelas jika digunakan dalam
kalimat.

(b) perancang busana wanita

Frase ini dapat bermakna perancang busana wanita yang berjenis kelamin wanita atau orang
(laki-laki atau wanita) yang pekerjaannya merancang busana wanita.

Keambiguan pada frase tersebut disebabkan oleh kegandaan hubungan unsur-unsur.


2.Analisislah kalimat berikut berdasarkan kategorisasi, subkategorisasi, teori theta (Peran
tematis), dan teori kasus. Deskripsikanlah hasil analisis Anda dalam diagram pohon.

Dedek mengatakan bahwa Savira menyerahkan dirinya sendiri kepada lelaki itu.

Friza bersedih karena Ibnu mengatakan dirinya sendiri yang melarikan perempuan itu.

Eko heran mengapa Latifah mengakui bahwa mereka menggadaikan sepeda motor mereka
sendiri kepada seorang rentenir.
Jawab:

Dedek mengatakan bahwa Savira menyerahkan dirinya sendiri kepada lelaki itu.

(S) (P) (O)


Dedek
(FN)

(P) (O)

(FV) (FN) (FP) (FN) (PR)


mengatakan bahwa Savira menyerahkan dirinya sendiri kepada lelaki itu

Friza bersedih karena Ibnu mengatakan dirinya sendiri yang melarikan perempuan itu.

(S) (P) (O)


Friza
(FN)

(P) (O)

(FA) (PR) (FN) (FP) (FN) (PR)


Bersedih karena Ibnu mengatakan dirinya sendiri yang melarikan perempuan itu

Eko heran mengapa Latifah mengakui bahwa mereka menggadaikan sepeda motor mereka sendiri kepada seorang rentenir.

(S) (P) (O)


Eko
(FN)

(P) (O)
(FA) (FV) (FN) (FP) (PN)
Heran mengapa Latifah mengakui bahwa mereka menggadaikan sepeda motor mereka sendiri kepada seorang rentenir