Anda di halaman 1dari 15

MATERI PENYULUHAN

KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA

A. Pengertian Kesehatan Reproduksi


Kesehatan reproduksi menurut WHO (dalam Marmi 2013) adalah suatu
keadaan fisik, mental dan sosial yang utuh. Bukan hanya bebas dari penyakit atau
kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi,
fungsi dan prosesnya (Azhar, 2012). Kesehatan Reproduksi adalah suatu keadaan
sejahtera fisik, mental dan sosial secara utuh, tidak semata-mata bebas dari
penyakit atau kecacatan dalam semua hal yang berkaitan dengan sistem
reproduksi, serta fungsi dan prosesnya (BKKBN, 2012). Kesehatan Reproduksi
Remaja adalah suatu kondisi sehat yang mneyangkut sistem, fungsi dan proses
reproduksi yang dimiliki oleh remaja. Pengertian kesehatan disini tidak semata-
mata berarti bebas dari pentakit atau bebas dari kecacatan, namun juga sehat
secara mental serta sosial cultural (Basri, 2018). Dapat disimpulkan bahwa
kesehatan reproduksi adalah suatu keadaan sehat fisik, mental dan sosial yang
utuh dan bebas dari penyakit atau cacat pada sistem reproduksi.

B. Perubahan Biologi, Fisik, dan Sosial Pada Remaja


Supriyanto (2015) mengatakan bahwa masa remaja merupakan sebuah masa
yang tidak mudah, terutama ketika seorang anak yang penuh semangat mencapai
umur dua belas atau tiga belas tahun. Selama ini orang lain senantiasa mengambil
sebagian besar keputusan-keputusan untuk mereka. Akan tetapi tiba-tiba keadaan
berubah karena anak laki - laki dan perempuan mulai tumbuh dengan cepat, dan
tulang-tulang serta otot-otot bertambah kuat. Saat itu pula pikiran mereka mulai
berkembang, dan masing-masing menjadi manusia yang mempunyai hak.
Sekarang remaja harus mengesampingkan sifat kekanak-kanakan dan menjadi
seorang dewasa, tetapi masa peralihan seperti itu tidak mudah. Perubahan -
perubahan yang sangat menarik perhatian itu selalu menimbulkan persoalan-
persoalan yang serius, karena baik orang tua maupun anak-anak sering bingung
dan tidak mengetahui apa yang harus dikerjakan. Anak muda ini merasa sudah
sanggup mengendalikan dirinya sendiri, tetapi kebanyakan masih merindukan
perlindungan di rumah tangga dan bimbingan dari pikiran yang lebih tua dan
lebih bijaksana.
Pada waktu yang sama remaja tidak mau menunjukkan kelemahan seperti itu.
Jadi remaja mulai berlagak dengan suara nyaring dan sering bersifat menentang
dan tidak masuk di akal, terutama terhadap anggota- anggota keluarganya
sendiri. Orang tua jangan terlalu susah mengenai hal ini karena remaja sendiri
hanya berusaha pindah kea lam dewasa. Meskipun remaja bersemangat bebas,
remaja mengetahui bahwa remaja belum siap untuk memasuki kehidupan
dewasa. Tetapi anak-anak belasan tahun bukannya satu-satunya orang yang
kadang - kadang berbuat yang tidak masuk akal. Banyak orang tua juga bertindak
tidak masuk akal dan sering mengharapkan remaja itu mengerjakan hal-hal yang
sebenarnya diluar batas kesanggupannya. Tetapi jika ada suasana cinta dan
kepercayaan pada diri sendiri di rumah tangga, remaja yang sulit diatur
sekalipun akhirnya akan melalui tahub-tahun tanpa adanya kesusahan yang
terjadi.
Pertumbuhan yang cepat selama masa belasan tahun membawa banyak
perubahan yang lain, ada yang sering agak mengherankan. Anak laki-laki yang
biasanya tidak pernah menjaga kerapian rambut atau mencuci muka, tiba-tiba
mulai menyisir rambut duapuluh kali sehari dan malahan mencuci bagian
belakang telinga untuk pertama kalinya dalam hidup mereka. Gadis-gadis
belasan tahun selalu bercermin, membuat mode - mode rambut yang baru,
kebanyakan sering agak menggelikan, tetapi akhirnya cenderung ke arah cara
dewasa yang lebih menetap. Anak-anak belasan tahun ingin sekali diterima oleh
orang yang sebaya dengan mereka, terlebih lagi oleh lawan jenis remaja. Semua
perubahan ini amatlah normal dan merupakan bagian dari pertumbuhan. Tetapi
banyak hal lain yang menggelikan terjadi selama umur belasan tahun yang
bersejarah ini. Tubuh mereka yang tumbuh dengan cepat ini sering kaku dan
tidak proposional.
Remaja seakan akan hanya terdiri dari lengan dan tungkai dan tidak
mengkoordinir diri mereka sendiri secara baik. Remaja sering terantuk dimana-
mana dan menyentuh barang-barang sehingga menjatuhkan dan memecahkan apa
saja yang mereka pegang. Sesungguhnya inilah taraf yang amat menyusahkan,
tetapi untungnya cepat berakhir. Orang tua harus sabar, dengan mengingat bahwa
mereka juga pernah mengalaminya saat mereka sedang menjadi remaja.
Maka dapat di simpulkan masa remaja merupakan masa peralihan antara masa
anak-anak ke masa dewasa.pada masa ini remaja mengalami perkembangan
mencapai kematangan fisik,mental,social,dan emosional.umumnya masa ini
berlangsung sekitar umur 13 sampai 18 tahun.

C. Perkembangan Remaja

Masa remaja ditandai dengan terjadinya berbagai proses perkembangan yang


secara global meliputi jasmani dan rohani.perkembangan jasmani terlihat dari
perkembangan bentuk tubuh dari kecil menjadi besar,sedangkan rohani tampak
dari emosi,sikap dan juga intelektual.perkembangan yang di alami remaja
adalah :

a) perkembangan fisik,menurut Hurlock perkembangan fisik pada masa remaja


mengarah pada pencapaian bentuk badan orang dewasa.terlihat jelas pada
perubahan tinggi badan,bentuk badan,perkembangan otot-otot tubuh.

b) perkembangan sexsual. Ditandai dengan munculnya tanda-tanda kelamin


primer dan sekunder
c) perkembangan hekterosexsual. Pada masa remaja mulai timbul rasa
ketertarikan kepada lawan jenis.

d) perkembangan emosional, keadaan emosional pada remaja tidak stabil.

D. Karakteristik Pertumbuhan Dan Perkembangan Remaja

Menurut (Santrock,2017),perubahan fisik yang terjadi pada remaja terlihat


Nampak pada saat masa pubertas yaitu meningkatnya tinggi dan berat badan serta
kematangan social. Diantara perubahan fisik itu yang terbesar pengaruhnya pada
perkembangan jiwa remaja adalah pertumbuhan tubuh(badan menjadi semakin
panjang dan tinggi).selanjutnya mulai berfungsinya alat-alat reproduksi (ditandai
dengan haid pada wanita dan mimpi basah pada pria) dan tanda-tanda sexsual
sekunder yang tumbuh.

Selanjutnya menurut (Mus,2015), menguraikan bahwa perubahan fisik yang


terjadi pada perempuan yaitu : pertumbuhan tulang-tulang,badan menjadi
tinggi,tumbuh payudara,tumbuh bulu halus berwarna gelap di kemaluan,mencapai
pertumbuhan di ketinggian badan yang maksimum setiap tahunnya,bulu kemaluan
menjadi keritingmenstruasi/haid,tumbuh bulu-bulu ketiak.

Sedangkan pada anak laki-laki perubahan yang terjadi antara lain : perubahan
tulang-tulang ,testis membesar,tumbuh bulu kemaluan,perubahan
suara,ejakulasi,bulu kemaluan menjadi keriting,pertumbuhan tinggi badan
mencapai tingkat maksimum setiap tahunnya ,tumbuh rambut-rambut halus di
wajah(kumis,jenggot).,tumbuh bulu ketiak,perubahan suara,rambut di wajah
bertambah tebal dan gelap,dan tumbuh bulu dada.
E. Perawatan Kebersihan Organ Reproduksi Remaja

Perlu disadari bersama bahwa kesehatan reproduksi tidak dapat dipisahkan


dari kesehatan secara umum, sehingga upaya untuk mempertahankan kondisi
prima dalam hal kesehatan reproduksi harus didukung oleh perilaku hidup bersih
dan sehat. Misalnya, makan dengan menu seimbang, adanya keseimbangan
antara bekerja dan istirahat, olahraga, rekreasi, dan lainnya. Memelihata
kesehatan reproduksi (Poltekkes Depkes Jakarta 1. 2010) :

1. Penggunaan pakaian dalam

Pakaian dalam yang digunakan sebaiknya yang terbuat dari bahan


yang menyerap keringat, misalnya katun atau kaus. Kain yang tidak mnyerap
keringat akan menimbulkan rasa panas dan lembap. Kondisi ini akan
menimbulkan keyidaknyamanan bagi pemakai, serta sangat kondusif bagi
pertumbuhan jamur. Pakaian dalam yang dikenakan juga harus dalam
keadaan bersih dan ukuran yang tepat. Pakaian yang terlalu sempit atau
penggunaan karet yang berlebihanakan mengganggu kerja kulit dan
menimbulkan rasa gatal.

2. Penggunaan handuk
Masyarakat Indonesia masih menggunakan handuk sebagai
perlengkapan mandi yang dipakai secara berulang, bahkan ada yang
menggunkan satu handuk secara bersamaan dalam satu keluarga. Tetapi yang
perlu diperhatikan adalah handuk harus selalu dijemur setiap kali selesai
dipakai. Handuk dijemur agar terkena sinar matahari, sehingga jasad renik
yang ada pada handuk mati dan tidak menimbulkan infeksi. Sebaiknya
handuk tidak digunakan lebih dari satu minggu atau bila sudah tidak nyaman
dipergunakan. Namun, walaupun dalam satu keluarga, penggunaan handuk
secara bersamaan hendaknya dihindari. Handuk yang digunakan secara
bersamaan bisa menjadi media penularan penyakit kulit dan kelamin,
misalnya scabies dan pedikulosis pubis. Scabies disebabkan oleh tungau
Sarcoptes scabies var.Hominis, gejala scabies yang utama adalah pruritis
pada malam hari, karena aktivitas tungau meningkat pada suhu kulit yang
lembab dan hangat. Pedikulosis pubis disebabkan oleh kutu Pthirus pubis.
Bila kutu ini menggigit, maka tidak terilhat jelas bekas gigitannya. Namun
setelah 30 hari akan timbul pruritis, eritema, dan infeksi sekunder.
3. Memotong bulu pubis
Alat kelamin pria dan perempuan ditumbuhi bulu. Guna memelihara
kebersihan dan kerapian, bulu-bulu pubis sebaiknya dicukur. Bagi pemeluk
agama Islam, disunahkan untuk mencukur habis bulu-bulu pubis setiap 40
hari. Dengan mencukur bulu-bulu pubis, kebersihan bulu-bulu pubis akan
selalu terjaga, sehingga tidak menjadi media kehidupan kutu dan jasad renik,
serta aroma yang tidak sedap. Bulu pubis yang terlalu panjang dan lebat
(khususnya bagi remaja putri) akan selalu terpapar oleh urine saat buang air
kecil.
4. Kebersihan alat kelamin luar
Bagi remaja putri, membiasakan diri untuk membersihkan vulva setiap
setelah buang air kecil atau buang air besar dan mengeringkan sampai benar-
benar kering sebelum mengenakan pakaian dalam adalah perilaku yang
benar. Tehnik membersihkan vukva adalah dari arah depan kebelakang. Jika
perlu, gunakan air bersih yang hangat. Bersihkan vulva dengan tidak
menggunakan cairan antiseptik secara berlebihan, karena akan merusak flora
normal, yaitu bakteri Doderlain. Kuman ini mencegah glikogen pada lender
vagina menjadi asam (Ph ± 4,5) yang bersifat bakterisida (membunuh
kuman). Penggunaan antiseptik yang berlebihan akan membunuh flora
normal ini dan memberi kesempatan bagi berkembang biaknya kuman
patogenik, sehingga tubuh akan rentan terhadap infeksi. Bagi remaja putra,
glans penis juga harus dibersihkan dari sisa urine setiap setelah buang air
kecil. Khusus bagi remaja putra yang tidak dilakukan sirkumsisi pada
preputiumnya, pada saat membersihkan preputium harus diretraksi sehingga
seluruh permukaan glans penis dapat dibersihkan. Hal ini dilakukan karena
cairan urine yang mengandung urea dapat merusak selaput lender glans penis
atau menimbulkan ulserasi pada meatus uretrae.
5. Penggunaan pembalut wanita
Pada saat haid, remaja putri harus memakai pembalut wanita yang
bersih. Pilih pembalut yang tidak berwarna dan tidak mengandung parfum
(pewangi). Hal ini dilakukan untuk mengurangi paparan zat kimia pad vulva.
Setelah buang air kecil atau buang air besar, ganti dengan pembalut yang
bersih (baru). Jenis ukuran pembalut disesuaikan dengan kebutuhannya,
misalnya pada saat menjelang haid dan mulai terasa ada keputihan yang
sifatnya fisiologis, bisa menggunakan pembalut yang berukuran kecil
(pantyliner).
6. Meningkatkan imunitas
Human Papiloma Virus (HPV) adalah jasad renik yang bersifat
onkogenik (menyebabkan kanker). Wanita yang terinfeksi HPV umumnya
akan menderita kanker serviks (kanker leher rahim) dalam waktu 10-20
tahun, tetapi pada beberapa kasus ada yang prosesnya berjalan sangat cepat
yaitu hanya dalam waktu 1-2 tahun. Semua perempuan beresiko terkena
kanker serviks, dan risiko meningkat apabila telah melakukan kegiatan
seksual aktif pada usia muda (< 20 tahun), berganti-ganti pasangan,seering
mengalami kehamilan, merokok, dan menderita penyakit menular seksual.
Meningkatkan imunitas terhadap HPV melalui vaksinasi merupakan salah
satu upaya mencegah kanker serviks, yang sangat efektif bila dilakukan oleh
remaja putri sejak usia 10 tahun.
C. Perilaku Remaja dan Penyakit Menular Seks (IMS)
Penyakit kelamin (veneral disease ) sudah lama di kenal dan beberapa
di antaranya sangat populer di Indonesia yaitu sifilis dan gonorrea. Dengan
semakin majunya ilmu pengetahuan, dan semakin banyaknya penyakit–
penyakit baru, sehingga istilah tersebut tidak sesuai lagi dan diubah menjadi
Sexually Transmitted Diseases (STD) atau Penyakit Menular Seksual (PMS).
Kemudian sejak 1998, istilah Sexually Transmitted Diseases (STD) mulai
berubah menjadi Infeksi menular seksual (IMS) agar dapat menjangkau
penderitaan asimptomatik. Infeksi menular Seksual (IMS) adalah berbagai
infeksi yang dapat menular dari satu orang ke orang yang lain melalui
kontak seksual. Semua teknik hubungan seksual baik lewat vagina, dubur,
atau mulut baik berlawanan jenis kelamin maupun dengan sesama jenis
kelamin bisa menjadi sarana penularan penyakit kelamin. Sehingga kelainan
ditimbulkan tidak hanya terbatas pada daerah genital saja, tetapi dapat juga
di daerah ekstra genital. Kelompok umur yang memiliki risiko paling tinggi
untuk tertular IMS adalah kelompok remaja sampai dewasa muda sekitar
usia (15-24 tahun).
Beberapa contoh penyakit IMS (Infeksi Menular Seksual) :
1. Chlamydia atau klamidia
Klamidia merupakan infeksi menular seksual yang bisa menyerang
dubur, tenggorokan, hingga mata, penularan virus disebabakan oleh
hubungan seksual lewat dubur, tidak menggunakan pengaman saat
berhubungan intim, atau air mani yang mengenai mata dan tertelan
hingga menyebabkan klamidia di tenggorokan dan mata.
Jika tidak segera ditangani, penyakit klamidia bisa menyebabkan
masalah kesehatan jangka panjang seperti kemandulan. Diagnose
klamidia dilakukan dengan tes urin atau menyeka cairan dari area yang
terinfeksi untuk kemudian diberi perawatan dengan antibiotic.
Gejala klamidia antara lain sakit atau rasa terbakar ketika kencing,
vagina atau penis mengeluarkan cairan yang bewarna putih yang terasa
panas, darah keluar sangat banyak saat haid, rasa sakit pada bagian testis,
hubungan seksual yang terasa sakit.
2. Kutil kelamin
Infeksi menular seksual kutil kelamin merupakan penyakit yang
menyerang area kemaluan dan dubur, yang disebabkan oleh virus HPV
(Human Papilloma Virus). Kutil kelamin biasanya tidak menyebabkan
sakit, namun akan merasakan gatal atau area kemaluan menjadi
kemerahan. Terjadang penyakit kutil kelamin juga bisa menyebabkan
perdarahan. Virus HPV tidak hanya menular melalui hubungan seksual,
tetapi bisa menyebar melalui kontak kulit. Selain kutil kelamin, virus
HPV juga bisa menyebabkan kanker serviks.
3. Herpes Genital
Herpes genital disebabkan oleh herpes simplex virus (HSV). Gejalanya
bisa terlihat jika area kemaluan ada benjolan yang melepuh dan terasa
sakit. Gatal di area genital dan sakit kencing juga merupakan salah satu
tandanya.
4. Kencing nanah
Bakteri penyebab peyakit kencing nanah sangat mudah ditularkan
melalui hubungan intim. Gejalanya adalah sakit atau rasa terbakar ketika
kencing, cairan yang keluar dri vagina atau penis berwarna putih
kekuningan atau bahkan kehijauan, wanita mengalami sakit di perut
bagian bawah, perdarahan saat berhubungan seksual, hingga keluar darah
yang sangat banyak ketika haid, sakit atau memar di bagian testis lelaki.
Penyakit ini juga bisa menyebabkan kemmandulan jika tidak segera
ditangani.
5. Sifilis atau raja singa
Sifilis atau raja singa disebabkan oleh infeksi bakteri. Gejala penyakit
raja singa memiliki tiga tahapan setelah terinfeksi. Tahapan pertama,
tidak akan mengalami rasa sakit apapun. Kemudian, mulai merasa nyeri
di area kemaluan dan mulut. Rasa sakitnya bisa bertahan selama 6
minggu sebelum hilang sama sekali. Tehapan kedua terjadi gejala fisik
berupa ruam, pilek, dan rambut rontok. Tahapan terakhir biasanya terjadi
setelah bertahun-tahun terinfeksi dan semakin parah. Penyakit infeksi
menular seksual ini akan memunculkan komplikasi penyakit lainnya
seperti masalah jantung, kebutaan, hingga kelumpuhan. Dengan
memerikasakan diri sejak dini ketika gejala sifilis baru pada tahap awal,
komplikasi penyakit ini bisa dicegah.
6. HIV/AIDS
Virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) biasa menular lewat
hubungan seksual tanpa pengaman. Selain itu, juga bisa tertular melalui
kontak dengan darah yang terinfeksi, seperti jarum suntik. Virus
penyebab infeksi menular seksual ini menyerang sistem kekebalan tubuh
hingga membuatnya menjadi lebih lemah. Hal ini menyebabkan
penderitanya lebih rentan terkena infeksi dan penyakit lain karena sistem
imun yang lemah. HIV tidak ada obatnya, namun dunia kedokteran telah
mengembangkan metode perawatan yang bisa membuat pengidap HIV
bosa hidup lebih lama dan memiliki kehidupan normal seperti orang
pada umumnya.
AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) adalah tahapan akhir
dari infeksi virus HIV yang membuat tubuh penderitanya tidak lagi bisa
melawan virus mematikan. Orang dengan HIV biasanya tidak
menunjukkan gejala apapun.
7. Trichomoniasis
Penyakit ini disebabkan oleh parasite kecil yang disebut trichomonas
vaginalis (TV). Sangat mudah menular melalui hubungan seksual dan
banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya telah terinfeksi.
Wanita yang mengalami trichomoniasis akan mengalami rasa nyeri atau
gatal di sekitar vagina dan sakit ketika buang air kecil. Cairan vagina
menjadi berwarna kekuningan dan encer dengan bau tidak sedap. Pada
pria, peyakit ini jarang menampakkan gejalanya. Tetapi jika mengalami
sakit saat buang air kecil, cairan penis yang berwarna putih, atau kulup
yang bengkak, kemungkinan besar adalah gejala dari trichomoniasis.
8. Kutu kelamin
Kutu kelamin biasanya ditemukan pada rambut kemaluan, namun juga
bisa ditemukan pada rambut ketiak, jenggot, hingga alis. Kutu kemaluan
merayap dari rambut ke rambut dan bisa berpindah jika seseorang
melakukan kontak dengan area genital yang memiliki kutu. Gejala yang
bisa terlihat adalah rasa gatal dan ditemukan kutu atau telur kutu di
rambut kemaluan. Kutu rambut biasanya bisa diobati dengan krim
khusus atau shampoo medis untuk menghilangkannya sehingga tidak
perlu mencukur rambut kemaluan.

9. Kudis
Kudis disebabkan oleh tungau yang masuk kedalam lapisan kulit.
Menular lewat kontak fisik, pakaian, selimut atau handuk. Kudis akan
terasa sangat gatal ketika malam hari. Rasa gatalnya bisa terjadi pada
area kemaluan, diantara dua jari, ketiak, payudara, hingga pergelangan
tangan dan kaki.
Tanda dan gejala infeksi menular seksual
Gejala infeksi menular seksual (IMS) di bedakan menjadi:
1. Perempuan
a. Luka dengan atau tanpa rasa sakit di sekitar alat kelamin, anus,
mulut atau bagian tubuh ang lain, tonjolan kecil – kecil, diikuti luka
yang sangat sakit disekitar alat kelamin.
b. Cairan tidak normal yaitu cairan dari vagina bisa gatal, kekuningan,
kehijauan, berbau atau berlendir.
c. Sakit pada saat buang air kecil yaitu IMS pada wanita biasanya
tidak menyebabkan sakit atau burning urination.
d. Tonjolan seperti jengger ayam yang tumbuh disekitar alat kelamin.
e. Sakit pada bagian bawah perut yaitu rasa sakit yang hilang muncul
dan tidak berkaitan dengan menstruasi bisa menjadi tanda infeksi
saluran reproduksi (infeksi yang telah berpindah kebagian dalam
sistemik reproduksi, termasuk tuba fallopi dan ovarium ).
f. Kemerahan yaitu pada sekitar alat kelamin.
2. Laki – laki
a. Luka dengan atau tanpa rasa sakit di sekitar alat kelamin, anus,
mulut atau bagian tubuh yang lain, tonjolan kecil – kecil, diikuti
luka yang sangat sakit di sekitar alat kelamin.
b. Cairan tidak normal yaitu cairan bening atau bewarna berasal dari
pembukaan kepala penis atau anus. Sakit pada saat buang air kecil
yaitu rasa terbakar atau rasa sakit selama atau setelah urination.
c. Kemerahan pada sekitar alat kelamin, kemerahan dan sakit di
kantong zakar (Puspita, 2017).

D. Gizi Seimbang Bagi Remaja


Masa remaja amat penting diperhatikan karena merupakan masa transisi
antara anak-anak dan dewasa. Gizi Seimbang pada masa ini akan sangat
menentukan kematangan mereka dimasa depan. Perhatian khusus perlu diberikan
kepada remaja perempuan agar status gizi dan kesehatan yang optimal dapat
dicapai. Alasannya remaja perempuan akan menjadi seorang ibu yang akan
melahirkan generasi penerus yang lebih baik (Dedeh, 2010).
Kebutuhan energi dan zat gizi diusia remaja ditunjukkan untuk deposisi
jaringan tubuhnya. Total kebutuhan energi dan zat gizi remaja juga lebih tinggi
dibandingkan dengan rentan usia sebelum dan sesudahnya. Apalagi masa remaja
merupakan masa transisi penting pertumbuhan dari anak - anak menuju dewasa.
Gizi seimbang pada masa tersebut akan sangat menentukan kematangan mereka
dimasa depan (Dedeh dkk, 2010). Intinya masa remaja adalah saat terjadinya
perubahan-perubahan cepat, sehingga asupan zat gizi remaja harus diperhatikan
benar agar mereka dapat tumbuh optimal. Apalagi dimasa ini aktifitas fisik
remaja pada umumnya lebih banyak. Selain disibukkan dengan berbagai aktifitas
disekolah, umumnya mereka mulai pula menekuni berbagai kegiatan seperti olah
raga, hobi, kursus. Semua itu tentu akan menguras energi, yang berujung pada
keharusan menyesuaikan dengan asupan zat gizi seimbang.
Energi dan protein yang dibutuhkan remaja lebih banyak dari pada orang
dewasa, begitu juga vitamin dan mineral. Seorang remaja laki-laki yang aktif
membutuhkan 3.000 kalori atau lebih perhari untuk mempertahankan berat badan
normal. Seorang remaja putri membutuhkan 2.000 kalori perhari untuk
mempertahankan badan agar tidak gemuk. Vitamin B1, B2 dan B3 penting untuk
metabolism karbohidrat menjadi energi, asam folat dan vitamin B12 untuk
pembentukan sel darah merah, dan vitamin A untuk pertumbuhan jaringan.
Sebagai tambahan, untuk pertumbuhan tulang dibutuhkan kalsium dan vitamin D
yang cukup. Vitamin A, C dan E penting untuk menjaga jaringan-jaringan baru
supaya berfungsi optimal. Dan yang amat penting adalah zat besi terutama untuk
perempuan dibutuhkan dalam metabolism pembentukan sel-sel darah merah
(Husaini, 2016).
Kecukupan energi diperlukan untuk kegiatan sehari-hari dan proses
metablisme tubuh. Cara sederhana untuk mengetahui kecukupan energi dapat
dilihat dari BB-nya. Pada remaja perempuan usia 10-12 tahun, kebutuhan
energinya sebesar 50-60 kkal/kg BB/hari, sedangkan usia 13-18 tahun sebesar
40- 50 kkal/kg BB/hari. Pada remaja laki-laki usia 10-12 tahun, kebutuhan
energiya sebesar 55-60 kkal/kg BB/hari, sedangkan usia 13-18 tahun sebesar 45-
55 kkal/kg BB/hari (Dedeh, 2010).
Kecukupan Gizi Rata-rata bagi Remaja (10-19 tahun) Per Orang Per Hari

No Zat gizi Anak Pria (tahun) Wanita (tahun)


7–9 10-12 13-15 16-19 10-12 13-15 16-19
1 Energi (Kal) 1860 1950 2200 2360 1759 1900 1850
2 Protein (g) 36 45 57 62 49 57 47
3 Vit. A (RE) 400 450 600 600 500 500 500
4 Vit. B1, (mg) 0.6 0.8 0.9 1.0 0.7 0.8 0.8
5 Vit. B2 (mg) 0.9 1.0 1.1 1.2 0.9 1.0 0.9
6 Niasin (mg) 8.1 8.6 9.7 10.0 7.7 8.4 8.1
7 Vit. B12 (mg) 0.9 1.0 1.0 1.0 1.0 1.0 1.0
8 A. Folat (ug) 80 90 125 165 100 130 150
9 Vit. C (mg) 25 30 40 40 30 30 30
10 Kalsium (mg) 500 700 600 600 700 700 600
11 Fosfor (mg) 400 500 500 500 450 450 450
12 Besi (mg) 10 14 23 23 14 19 25
13 Seng (mg) 10 15 15 15 15 15 15
14 Iodium (ug) 120 150 150 150 150 150 150

Jumlah porsi makanan yang dianjurkan pada usia remaja

Makan pagi Makan siang Makan malam


06.00-07.00 WIB 13.00-14.00 WIB 20.00 WIB
Nasi 1 porsi 100 gr Nasi 2 porsi 200 gr beras Nasi 1 porsi 100 gr
beras Daging 1 porsi 50 gr beras
Telur 1 butir 50 gr Tempe 1 porsi 50 gr Daging 1 porsi 50 gr
Susu sapi 200 gr Sayur 1 porsi 100 gr Tahu 1 porsi 100 gr
Buah 1 porsi 75 gr Sayur 1 porsi 100 gr
Buah 1 porsi 100 gr
Susu skim 1 porsi 20 gr

Daftar Pustaka

Marmi. 2013. Kesehatan Reproduksi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar


Azhar, Akhmad. 2012. Pendidikan Seks Bagi Remaja. Yogyakarta: Mitra Pustaka
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. 2012. Pedoman
Pengelolaan Pusat Informasi dan Konseling remaja dan Mahasiswa (PIK R/M).
Jakarta: Direktorat Bina Ketahanan Remaja
Basri, Hasan. 2018. Remaja Berkualitas Problematika Remaja dan Solusinya.
Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Supriyanto, W. 2015. Agar anak tumbuh sehat dan berkembang cerdas. Yogyakarta:
Cahaya Ilmu.
Poltekkes Depkes Jakarta 1. 2010. Kesehatan Remaja Problem Dan Solusinya.
Jakarta: Salemba Medika.
Puspita, Ikke Mega. 2017. Infeksi Menular Seksual. Dalam
https://drive.google.com/file/d/1l4GRv2hXYbMBb1dURxRcZZEzXvkhg7/vie
w. (Diakses 20 Januari 2021).
Yuce Nilasari. Skripsi. 2019. Pengaruh Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja
Dengan Metode Ceramah Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Pada Siswa Smk
N 1 Poncol Kabupaten Magetan. Peminatan Promosi. Kesehatan Program Studi
Kesehatan Masyarakat Stikes Bhakti Husada Mulia Madiun.