Anda di halaman 1dari 24

ASUHAN KEPERAWATAN

TN. S DENGAN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD)


Diruang Airlangga RSUD Kepanjen

DEPARTEMEN
KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH
KELOMPOK VI (6)

Oleh:
ROSALINA (2030021)

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN KEPANJEN


PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS: PROGRAM PROFESI
STIKes KEPANJEN
2020
ASUHAN KEPERAWATAN
PADA PASIEN CHRONIC KIDNEY DISEASE (CKD)
DI RUANG AIRLANGGA RSUD KEPANJEN

Nama Mahasiswa : ROSALINA Tempat Praktik : R. Airlangga


NIM : 2030021 Tgl. Praktik : 12 Januari 2021

A. Identitas Klien
Nama : Tn. S No. RM : 500xxx
Usia : 53 tahun Tgl.MRS : 18 Januari 2020
Jenis : Laki-laki Tgl. : 20 Januari 2021 (Rabu)
Kelamin Pengkajian
Alamat : Gampingan, Sumber : Pasien dan keluarga
Sumbertangkil Rt 17/05 Informasi
Tirtoyudo
Status : Menikah/kawin Nama : Ny. S dan Sdr. F
pernikahan Keluarga dekat
yang dapat
dihubungi
Agama : Islam Alamat : Gampingan,
Sumbertangkil Rt 17/05
Tirtoyudo
Pendidikan : SD Status : Istri dan anak pasien
Pekerjaan : Petani Pekerjaan : Tani
Pendidikan : SMP

B. Status kesehatan Saat Ini


1. Keluhan utama : Pasien mengatakan sesak nafas, meriang (kayak
ndredeg/nggreges), batuk berdahak ada darah, kedua kaki bengkak dan pucat serta
pasien merasa badanya lemas.
2. Keluhan Penyerta : Suhu badan sering tidak stabil
3. Diagnosa medis :
a. Chronic Kidney Disease (CKD)
b. Dispnea Desaturasi

C. Riwayat Kesehatan Saat Ini


Keluarga mengatakan pasien dibawa ke IGD pada tanggal 18 januari malam dengan
keluhan sesak nafas, batuk berdahak ada darah, badan panas dan kedua kaki bengkak
sejak tadi sore. Pasien dipindahkan ke ruang perawatan Airlangga pada tanggal 19
januari 2021 pada pukul 14.30 WIB
D. Riwayat Kesehatan Terdahulu
1. Penyakit yg pernah dialami:
c. Kecelakaan (jenis & waktu) : Tidak pernah
d. Operasi (jenis & waktu) : Tidak pernah
e. Penyakit :-
f. Terakhir masuki RS : 1 bulan yang lalu waktu transfusi darah (pasien
menderita CKD sejak 4 bulan yang lalu)
2. Alergi (obat, makanan, plester, dll): -
3. Imunisasi:
( )BCG ( ) Hepatitis
( ) Polio ( ) Campak
( ) DPT (√ )Imunisasi lengkap

4. Kebiasaan:

Jenis Frekuensi Jumlah Lamanya


Merokok Semenjak sakit suda tidak - -
merokok
Kopi - - -
Alkohol - - -

E. Riwayat Keluarga
GENOGRAM

Keterangan Genogram
: Perempuan

: Laki-laki

: Meninggal

: Pernikahan

: Pasien
klien : Tinggal 1
Rumah
F. Pola Aktifitas-Latihan

Rumah Rumah sakit


Makan/minum (0) (2)
(2)
Mandi (0)
(2)
Berpakaian/berdandan (0)
(1)
Toileting (0)
(2)
Mobilitas di tempat tidur (0)
(2)
Berpindah (0)
(4)
Berjalan (0)
Naik tangga (0) (4)

Pemberian Skor: 0 = mandiri, 1 = alat bantu, 2 = dibantu orang lain, 3 = dibantu orang
lain, 4 = tidak mampu

G. Pola Makan dan Minum


Rumah Rumah sakit

Jenis diit/makaan Nasi, sayur, lauk pauk Makanan diit dari rumah
sakit (diit RPRGRK)

Frekuensi/pola 3x sehari (sedang) 3x sehari (porsi RS)

Porsi yang dihabiskan 1 piring tiap makan 3x sehari (menu RS

Komposisi menu Nasi, sayur, lauk pauk Nasi, sayur, buah, lauk pauk

Pantangan Tidak ada Udang

Nafsu makan Sedang/ stabil Sedang (makan sedikit dikit


supaya tidak mual)

Fluktusasi BB 6 bulan Semenjak sakit selama 4 Awal BB : 54


terakhir bulan berat badan turun ± 2 Sekarang : 52-53
kg (selama 4 bulan)

Jenis minuman Air putih Air putih

Frekuensi/pola minum Dibatasi menjadi 3 Dibatasi menjadi 3


gelas/hari gelas/hari

Berapa gelas yang Dibatasi menjadi 3 Dibatasi menjadi 3


dihabiskan gelas/hari gelas/hari

Sukar menelan (padat/cair) Tidak ada Tidak ada

Pemakaian gigi palsu Tidak ada Tidak ada


H. Pola Eliminasi
Rumah Rumah sakit
BAB
Frekuensi pola 1x/hari Belum BAB
Konsistensi Padat/ normal feses -
Warna & bau Coklat (bau khas) -
Kesulitan Tidak ada -
Upaya mengatasi Tidak ada -
BAK
Frekuensi pola 3-4 kali/hari 2 kali/hari
Konsistensi Cair (cairan urin normal) Cair
Warna bau Kuning bening (khas urin) Kuning
Kesulitan Tidak ada Tidak ada
Upaya mengatasi Tidak ada Menggunakan pispot

I. Pola Tidur-Istirahat

Rumah Rumah sakit


Tidur siang lamanya: ± 2 jam (sering bangun) Tidur tapi sering bangun
Jam s/d Tidak menentu Tidak menentu
Kenyamanan setelah tidur Nyaman Badan masih terasa lemas
Tidur malam lamanya: Kurang lebih 8 jam Sering terbangun
Jam s/d 20.00-04.00 20.00-03.00 (tidak tidur lagi)
Kenyamanan setelah tidur Nyaman seperti biasa Badan masih terasa lemas
Kebiasaan sebelum tidur Nonton TV Diam karena pasien
menggunakan masker
oksigen
kesulitan Tidak ada Sering terbangun
J. Pola Kebersihan Diri

Rumah Rumah sakit


Mandi: frekuensi 2x sehari Diseka 1 kali selama di rs
Keramas: frekuensi 2 hari 1 kali Belum keramas
Gosok gigi : frekuensi 2 kali sehari -
Ganti baju : frekuensi 2 kali sehari 1 kali sehari
Memotong kuku: frekuensi 1 minggu sekali Belum potong kuku
kesulitan Tidak ada Dibantu keluarga
Upaya yang dilakukan Tidak ada Dibantu keluarga
K. Pola Toleransi – Koping Stress
1. Pengambilan keputusan: ( ) sendiri (√ ) dibantu orang lain, sebutkan Istri
2. Masalah utama terkait dengan perawatan di RS atau penyakit (biaya, perawatan diri,
dll):
Biaya rumah sakit menggunakan BPJS
3. Yang biasa dilakukan apabila stress/mengalami masalah: Bercerita dengan keluarga
4. Harapan setelah menjalani perawatan: semakin sehat dan membaik
5. Perubahan yang dirasa setelah sakit: Sekarang jadi sering bolak-balik ke Rs karena cuci
darah, badan mudah capek.
L. Pola Nilai & Kepercayaan
1. Apakah Tuhan, agama, kepercayaan penting untuk Anda, Ya/Tidak
2. Kegiatan agama/kepercayaan yg dilakukan dirumah (jenis & frekuensi):
Sholat dan tahlil rutin
3. Kegiatan agama/kepercayaan tidak dapat dilakukan di RS: tidak bisa melakukan sholat
4. Harapan klien terhadap perawat untuk melaksanakan ibadahnya: -

M. Pemeriksaan Fisik
1. Keadaan umum : lemah
a. Kesadaran : 4,5,6 Composmentis
b. Tanda-tanda vital : - Tekanan darah : 200/110 mmHg Suhu : 37,4º C
- Nadi : 81 x/menit Tinggi badan : 170cm
- Pernafasan : 24x/menit (Kondisi menggunakan NRBM)
- Berat badan : 55 kg
- SpO2 : 99% (Kondisi menggunakan NRBM)
2. Kepala dan Leher
a. Kepala : Bentuk : bulat Massa: tidak ada
Distribusi rambut: Hitam Warna kulit kepala: sawo matang
b. Mata : Bentuk :Bulat Konjungtiva: Tidak anemis
Pupil : ( √) reaksi terhadap cahaya ( ) isokor
Funsi penglihatan : (√) Baik ( ) Kabur
Penggunaan alat bantu : ( ) Ya (√ ) Tidak
Pemeriksaan mata terakhir : -
Riwayat Operasi :-
c. Hidung : Bentuk: Simetris Warna : Sawo matang
Pembengkakan : Tidak ada Nyeri tekan: Tidak ada
Perdarahan : Tidak ada Riw. Alergi: (-)
Penyakit yg pernah terjadi: (-)
d. Mulut dan Tenggorokan : Tidak ada gangguan
Warna bibir: Coklat Mukosa : Lembab Lesi : Tidak ada
Massa : (-) Warna Lidah : Merah Muda
Perdarahan gusi : (-) Karies : (-)
Kesulitan menelan : (-) Sakit tenggorok : (-)
Gangguan bicara : (-)
e. Telinga : Bentuk : Simetris Warna : Sawo matang
Lesi :Tidak ada Massa : Tidak ada Nyeri : (-)
Fs. Pendengaran: Normal Alat bantu pendengaran: Tidak ada
f. Leher : Kekakuan : (-) Nyeri/Nyeri tekan (-)
Benjolan/massa: (-) Keterbatasan gerak : (-)
3. Dada : Bentuk :Simetris Pergerakan Dada :(-)
Nyeri/nyeri tekan : (-) Massa : (-) Peradangan : (-)
Jantung : Perkusi : Pekak
Auskultasi : Tidak ada suara tambahan
Paru : Perkusi : Sonor
Auskultasi : Suara nafas ronchi (pasien batuk campur darah)
4. Payudara dan ketiak :
Benjolan/massa : (-) Nyeri/nyeri tekan : (-)
Bengkak : (-) Kesimetrisan : (-)
5. Abdomen :
Inspeksi : Bentuk simetris, tidak ada bekas luka
Auskultasi : Bising usus 5 x/menit
Palpasi : Tidak ada nyeri tekan
Perkusi : Timpani
6. Genetalia : Tidak dikaji
7. Ekstremitas : Kekuatan otot :
5 5
5 5
Keterangan Kekuatan Otot:
0 : Paralisi, Tidak ada kontraksi otot sama sekali
1 : Teraba dan terlihat getaran kontraksi otot tetapi tidak ada gerakan sama
sekali
2 : Dapat menggerakkan anggota gerak tanpa gravitasi
3 : Dapat menggerakkan anggota gerak untuk menahan berat (gravitasi)
4 : Dapat menggerakkan sendi dengan aktif dan melawan tahanan dengan
minimal
5 : Dapat menggerakkan sendi dengan aktif dan melawan tahanan dengan
maksimal (kekuatan normal)
Kontraktur : (-) Pergerakan : lemah sebelah kiri
Deformitas : (-)/perubahan bentuk kaki Pembengkakan : (+)
Edema : - -
+ + Nyeri/nyeri tekan : (-)
Pus : (-) Luka : (-)
8. Kulit dan kuku :
Kulit : warna : Sawo matang (tampak pucat) Jaringan parut: (-)
Lesi : (-) suhu: 37,4ºC
Tekstur : Kasar Turgor : >2 detik detik
Kuku : warna : Norma Lesi : Tidak ada
Pengisian kapiler : <2 detik
5. Hasil pemeriksaan penunjang
a. Laboratorium
Hasil Laboratorium Tn. M (Dx Medis : CVA Infark)
Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai Rujukan
Hematologi
Darah rutin
Hemoglobin 5.1 g/dL 13.4-17.7
Hematokrit 15.1 % 40-47
Indeks Eritrosit
MCV 89.0 fL 80-93
MCH 29.9 Pg 27-31
MCHC 33.6 g/dL 32-36
Eritrosit 1.70 Juta/cmm 4.0-5.5
Leukosit 10,300 Sel/cmm 4,300-10,300
Trombosit 185,000 Sel/cmm 142,000-424,000
Hitung jenis leukosit
Easinofil 1.5 % 0-4
Basofil 1,0 % 0-1
Neutrofil 84.3 % 51-67
Limfosit 8.3 % 25-33
Monosit 4.8 % 2-5
Kimia Klinik
Elektrolit
Natrium (Na) 134 mmol/L 136-145
Kalium (K) 5.6 mmol/L 3.5-5.0
Kalsium ion 1.00 mmol/L 1.15-1.35
Glukosa darah 156 mg/dL <200
sewaktu
AST (SGOT) 26 U/L 0-40
ALT (SGPT) 48 U/L 0-41
Ureum 252 mg/dL 10-20
Kreatinin 24.03 mg/dL <1.2
Analisa gas darah
PH 7.32 7.37-7.45
PCO2 32.0 mmHg 35.0-48.0
PO2 60.0 mmHg 80-100
Base axcess -8.8 mmol/L (+2)-(+3)
HCO3 Actual 26.6 mmol/L 22-26
Saturasi O2 89.0 % 94-98
Imunoserologi
Anti SARS COV 2 Non. Reaktif, COI: Reaktif, COI>=1,0
ECLIA 0,087 Non. Reaktif
COI<1,0
b. Radiologi
- Foto Thorax

(Tidak ada keterangan)


c. Terapi Pengobatan
1. Infus Ns (20 tpm)
2. Injeksi Omeprazol 40 mg : Untuk mengatasi gangguan asam lambung
3. Injeksi Antrain 1 ampul : untuk mengurangi nyeri
4. Transfusi darah
5. Inf. Pump Furosemid : obat diuretik (mengatasi penumpukan cairan
dalam tubuh)
6. Injek. Nefrosteril : untuk membantu memenuhi asam amino pada
penderita gagal ginjal dan kronik misalnya malnutrisi, rendahnya kadar protein
dalam darah.
Oral:
1. Nac 2x1 (Acetylcysteine) : Obat mukolitik (pengencer dahak)
2. Adalat oros 1x1 pagi : mengobati tekanan darah tinggi dan nyeri dada
(angina)
ANALISIS DATA

NO DATA ETIOLOGI SDKI


1. Ds :
- Pasien mengeluh sesak nafas CKD Pola Nafas
- Pasien mengatakan batuk Tidak Efektif
berdahak dan ada darah Kerusakan glomerulus
- Pasien mengatakan badanya
terasa lemas Ureum meningkat
- Pasien mengatakan minum
sehari 3 gelas Asidosis metabolik
- pasien mengatakan BAK 2
x/hari Kompensasi
Do: respiratorik
- Pasien tampak pucat
- RR : 24x menit (Menggunakan Sindrom hipoventilasi
NRBM)
- SPO2 : 99% Pola nafas tidak efektif
- TD: 200/110 mmHg
- Nadi : 81x/menit
- Cairan masuk 1.500 ml/3 botol
infus/hari
- Minum 3 gelas air putih
- Ureum : 252 mg/dl (n: 10-20)
- Kreatinin : 24.03 mg/dl (n: <12)
- Klien tampak lemas
- Klien tampak hanya berbaring
- Kedua kaki tampak odeme
- -
+ +
- Foto Thorax

2. Ds :
- Pasien mengatakan bengkak Gagal Ginjal Kronis Hipervolemia
pada kaki pada bagian kanan dan (Gangguan mekanisme
kiri regulasi)
- Pasien mengatakan badanya
lemas Retensi Na
- Pasien mengatakan sesak nafas
- Pasien mengatakan badanya Tekanan kapiler naik
terasa meriang
- Pasien mengatakan BAK 2x/hari Volum interstisial naik
Do:
- Tampak pucat pada kaki Edema
- Tampak edema pada kedua kaki
(pitting edema) Kelebihan volume
- - cairan (hipervolemia)
+ +
- Turgor kulit >2 detik
- Ureum : 252 mg/dl (n: 10-20)
- Kreatinin : 24.03 mg/dl (n: <12)
- TD: 200/110 mmhg
- N : 81 x/menit
- S : 37,4 º c
- RR: 24 x/menit
- Cairan masuk 1.500 ml/3 botol
infus/hari
- Minum 3 gelas/hari
- Pasien tampak lemah
- Foto Thorax

3. Ds: Risiko Perfusi


- Pasien mengatakan badanya CKD Renal Tidak
terasa lemas dan meriang Efektif
- Pasien mengatakan sesak nafas Kelainan rantai HB
- Pasien mengatakan kakinya
terasa bengkak Perubahan morfologi
- Pasien mengatakan BAK 2 eritrosit
x/hari
- Pasien mengatakan tidak nafsu Terjadi penyumbatan
makan pembuluh darah
Tekanan darah tinggi
Do:
- Pasien tampak lemah Suplai oksigen menurun
- Tampak pucat pada kaki
- Tampak edema pada kedua kaki Pada jaringan renal
(pitting edema)
- - Risiko perfusi renal
+ + tidak efektif
- Intake cairan infus 1.500 ml/24
jam
- Intak minuman 3 gelas/hari
- BAK 2x/hari
- Porsi makan 2-3 sendok
- TD: 200/110 mmhg
- N : 81 x/menit
- S : 37,4 º c
- RR: 24 x/menit
- Ureum : 252 mg/dl (n: 10-20)
- Kreatinin : 24.03 mg/dl (n: <12)
DIAGNOSA KEPERAWATAN (SDKI)

NO SDKI
1. Pola nafas tidak efektif b.d sindrom hipoventilasi d.d dispnea, pola nafas abnormal
(D.0005)
2. Hipervolemia b.d Gangguan mekanisme regulasi d.d edema kaki dan dispnea
(D.0022)
3. Risiko perfusi renal tidak efektif d.d disfungsi ginjal (D.0016)
INTERVENSI KEPERAWATAN (SIKI)
Hari/ Intervensi Keperawatan (SIKI)
Waktu
Tanggal SLKI SIKI
Rabu, 20 Januari Tujuan : Manajemen Jalan Nafas 19.00 WIB
2021  Observasi
Setelah dilakukan tindakan
- Monitor pola nafas (frekuensi, kedalam, usaha nafas)
keperawatan selama 2 x 24
DX 2 - Monitor bunyi nafas tambahan (mis. Gurgling, mengi, wheezing, ronkhi
diharapkan Pola nafas membaik
(Pola Nafas Tidak kering)
dengan,
Efektif)  Terapeutik
KH:
- Dispnea menurun (2—5) - Posisikan semi-fowler atau fowler
- Penggunaan otot bantu - Berikan minum hangat
nafas menurun (2—5) - Lakukan fisioterapi dada, jika perlu
- Pemanjangan fase - Berikan oksigen jika perlu
ekspirasi menurun (2—5)  Edukasi
- Frekuensi nafas membaik - Ajarkan teknik batuk efektif
(2—5)  Kolaborasi
- Kolaborasi pemberian bronkodilator, ekspektoran, mukolitik jika perlu.

Pemantauan Respirasi
 Observasi
- Monitor frekuensi, irama, kedalaman dan upaya nafas
- Monitor pola nafas (mis. Bradipnea, takipnea, hiperventilasi, kusmaul,
cheyne-stokes, biot, ataksik)
- Monitor kemampuan batuk efektif
- Monitor adanya produksi sputum
- Auskultasi bunyi nafas
- Monitor saturasi oksigen
 Terapeutik
- Atur interval pemantauan respirasi sesuai kondisi pasien
 Edukasi
- Jelaskan tujuan dan prosedur pemantauan
- Informasikan hasil pemantauan, jika perlu
 Kolaborasi
- Kolaborasi pemberian bronkodilator, ekspektoran, mukolitik jika perlu.
Rabu, 20 Januari Tujuan : Manajemen Hipervolemia 19.05 WIB
2021  Observasi
Setelah dilakukan tindakan
- Periksa tanda dan gejala hipervolemia (mis. dispnea, edema, suara nafas
keperawatan selama 2 x 24
DX 2 tambahan
diharapkan Keseimbangan
(Hipervolemia) - identifikasi penyebab hipervolemia
cairan meningkat dengan,
- monitor status hemodinamik (mis. frekuensi jantung, tekanan darah, MAP,
KH:
CVP, PAP, POMP, CO, CI), jika tersedia.
- Edema menurun (2—5)
- Monitor intake dan output cairan
- Tekanan darah Membaik
- Monitor tanda hemokonsentrasi
(2—5)
- Monitor tanda peningkatan tekanan onkotik plasma (mis. Kadar protein dan
- Turgor kulit Membaik (2
albumin meningkat)
—5)
- Monitor kecapatan infus secara ketat
- Monitor efek samping diuretik (mis. Hipovolemia, hipokalemia dll)
 Terapeutik
- Timbang berat badan setiap hari pada waktu yang sama
- Batasi asupan cairan dan garam
- Tinggikan kepala tempat tidur 30-40 o
 Edukasi
- Anjurkan melapor jika heluaran urin <0,5 ml/kg/jam dalam 6 jam
- Anjurkan melapor jika BB bertambah >1kg dalam sehari
- Anjurkan vara mengukur dan mencatat asupan dan haluaran cairan
- Ajarkan cara membatasi cairan
 Kolaborasi
- Kolaborasi pemberian diuretik
- Kolaborasi penggantian kehilangan kalium akibat diuretik
- Kolaborasi pemberian Continous renal replacement therapy (CRRT), jika
perlu.

Rabu, 20 Januari Tujuan : Pencegahan Syok 19.05 WIB


tindakan  Observasi
2021
Setelah dilakukan
- Monitor status kardiopulmonal (frekuensi, kekuatan nadi, frekuensi nafas,
DX 3 keperawatan selama 2 x 24 TD)
(Risiko perfusi diharapkan perfusi renal - Monitor status oksigenasi
renal tidak efektif) meningkat dengan, - Monitor status cairan (masukan, haluaran, turgor kulit, pitting edema)
KH: - Monitor tingkat kesadaran dan respon pupil
- Jumlah urin meningkat  Terapeutik
(3—5) - Berikan oksigen untuk mempertahankan saturasi >94%
- Kadar urea nitrogen - Pasang jalur IV, jika perlu
darah menurun (2—5) - Pasang kateter urin untuk menilai produksi urin untuk menilai produksi
urin , jika perlu
- Kadar kreatinin plasma
 Edukasi
(2—5) - Jelaskanpenyebab/faktor risiko syok
- Tekanan darah sistolik - Jelaskan tanda dan gejala awal syok
cukup membaik (2—5) - Anjurkan melapor jika menemukan /merasakan tanda-tanda gejala awal
- Tekanan darah diastolik syok
membaik (2—5)  Kolaborasi
- Kolaborasi pemberian IV jika perlu
- Kolaborasi pemberian transfusi darah jika perlu
IMPLEMENTASI
No. Hari/ SDKI Implementasi (Pertama) TTD
Tanggal/
Jam
1. Kamis DX - Mengkaji pola nafas pasien (frekuensi nafas, penggunaan otot bantu pernafasan)
21-01-2021 1 - Memonitor pola nafas pasien (takipnea)
Pola Nafas - Mengkaji bunyi nafas tambahan pasien
Pukul 10.00 Tidak Efektif
- Mengatur posisi pasien mendapatkan posisi semi fowler untuk membantu mengurangi
WIB
sesak nafas
- Mengukur saturasi oksigen pada pasien
- Mengkaji produksi sputum pada pasien (karena pasien mengalami batuk grok-grok)
- Memasang bantuan nafas (oksigenasi menggunakan non-rebreathing mask sesuai
anjuran untuk membantu keluhan sesak nafas pasien)

2. Kamis DX - Mengkaji pasien mengenai tanda dan gejala yang terjadi pada hipervolemia
21-01-2021 2 - Mengkaji edema pada pasien (pasien mengalami edema pada kedua kaki
Hipervolemia - Mengukur tanda-tanda vital pasien (status hemodinamik/ pasien mengalami tekanan
Pukul 10.00
darah tinggi)
WIB
- Memonitor intake dan output cairan
- Memberikan edukasi untuk tetap menjaga intake cairan (minum) 3 gelas/hari sesuai
anjuran dokter
- Memberikan edukasi pasien untuk mengkonsumsi makanan sesuai yang diberikan dari
rs
- Memberikan edukasi pada pasien dan keluarga untuk mengurangi makanan yang
mengandung protein tinggi (kuning telur, ikan dll), mengurangi makanan yang tinggi
fosfor (keju, yogurt, sarden dll), mengurangi makanan yang tinggi garam, mengurangi
maknaan yang tinggi kalium (pisang, alpukat dll)
- Memonitor kecepatan infus sesuai anjuran dokter
- Berkolaborasi pemberian obat diuretik sesuai dengan anjuran dokter
3. Kamis DX - Memonitor status kardiopulmonal seperti frekuensi nafas, kekuatan nadi dan frekuensi,
21-01-2021 2 tekanan darah (dicantumkan dalam evaluasi)
Risiko - Mengukur saturasi oksigen untuk mengetahui kebutuhan oksigenasi pada pasien
Pukul 10.10 perfusi renal
- Memonitor status intake dan output cairan
WIB tidak efektif
- Menganjurkan untuk membatasi konsumsi cairan sesuai yang dianjurkan oleh dokter
(3 gelas/hari)
- Memberikan bantuan oksigenasi sesuai hasil saturasi oksigen (pasien dipasang oksigen
NRBM dengan 10 lpm)
- Menganjurkan keluarga untuk segera melaporkan jika terjadi keluhan seperti bengkak-
bengkak pada wajah, jarang berkemih (bahkan tidak berkemih sama sekali), sesak nafas,
bahkan sampai jika terjadi penurunan kesadaran
- Melakukan transfusi darah sesuai anjuran dari dokter
EVALUASI

No. Hari/ SDKI EVALUASI (1) TTD


Tanggal/
Jam
1. Kamis DX S:
21 – 01- 2021 1 - Pasien mengatakan masih mengalami sesak (2—2)
Pola nafas O:
tidak efektif - Tampak pasien masih sesak (2—2)
- Tampak pasien menggunakan otot bantu nafas (2—3)
- Tampak pasien mengurangi pemanjangan fase ekspirasi (2—3)
- TD: 190/100 mmHg
- SPO2 : 87 % (meminta menggunakan nasal kanul)
- Frekuensi nafas/RR : 24 x/menit (2—3)
A:
- Masalah belum teratasi
P:
- Lanjutkan intervensi

2. Kamis DX S:
21– 01- 2021 2 - Pasien mengatakan badanya masih lemas
Hipervolemia - Pasien mengatakan kakinya masih odeme /bengkak
- Pasien mengatakan badanya terasa meriang
- Pasien mengatakan kepalanya pusing
O:
- Tampak kaki masih odeme (2—2)
- Tekanan darah/TD: 190/100 mmhg (2—2)
- Turgor kulit >2 detik (2—2)
- Adanya pitting edema (+ pada kaki)
A:
- Masalah belum teratasi
P:
- Lanjutkan intervensi (Monitor intake dan output cairan)
3. Kamis DX S:
21– 01- 2021 2 - Pasien mengatakan badanya masih lemas
Risiko - Pasien mengatakan kakinya masih odeme /bengkak
perfusi renal - Pasien mengatakan badanya terasa meriang
tidak efektif - Pasien mengatakan kepalanya pusing
O:
- Tampak kaki masih odeme
- Jumlah urin sedang (3—3)
- Kadar ureum sedang 252---114 mg/dL (10-20) (2—3)
- Kadar kreatinin plasma membaik 24,03 --- 11,4 (<12) mg/dL(2—5)
- Tekanan darah cukup memburuk 190/100 mmHg
A:
- Masalah belum teratasi
P:
- Lanjutkan intervensi

NO Hari/Tgl SDKI EVALUASI 2 TTD


Jam
1. Jumat DX S:
22 Januari 2021 1 - Pasien mengatakan sudah tidak sesak dan sudah tidak memakai bantuan oksigen (2—
Pola nafas 5)
tidak efektif O:
- Tampak pasien tidak menggunakan oksigen (2—5)
- Tampak pasien tidak menggunakan otot bantu nafas (2—5)
- Tampak pasien tidak melakukan pemanjangan ekspirasi (2—5)
- TD: 170/90 mmHg
- SPO2 : 97 %
- Nadi: 76 x/menit
- S: 37,4
A:
- Masalah teratasi
P : Hentikan intervensi (pasien pulang)
2. Jumat DX S:
22 Januari 2021 2 - Pasien mengatakan badanya masih lemas
Hipervolemia - Pasien mengatakan kakinya masih bengkak
O:
- Tampak kaki masih odeme (2—2)
- -
+ +
- Tekanan darah : 170/90 mmHg
- Turgor kulit >2 detik (2—2)
A:
- Masalah belum teratasi
P:
- Hentikan intervensi (pasien pulang)
- Edukasi untuk mengurangi asupan cairan sesuai anjuran dokter
- Edukasi makanan yang harus dihindari pada penderita gagal ginjal)

3. Jumat DX S:
22 Januari 2021 3 - Pasien mengatakan badanya masih lemas
Risiko O:
perfusi renal - Tampak kaki masih odeme
tidak efektif - -
+ +
- Jumlah urin sedang (3—3)
- Kadar ureum sedang 252---114 mg/dL (10-20) (2—3)
- Kadar kreatinin plasma membaik 24,03 --- 11,4 (<12) mg/dL(2—5)
- Tekanan darah 170/90 mmHg
A:
- Masalah teratasi sebagian
P:
- Hentikan intervensi (pasien pulang)
REVISI (PEMBIMBING KLINIK)
1. Tambahkan data intake dan output cairan (cairan masuk seperti sehari minum berapa kali, seberapa banyak dan yang dikeluarkan seperti BAK
berapa kali)
2. Ditambahkan pemeriksaan pitting odeme pada data obyektif
3. Menjelaskan ureum dan kreatinin kenapa kok dimasukkan di gangguan pola nafas
4. Tambahkan edukasi mengenai nutrisi, input cairan pada implementasi diagnosa hipervolemia

Anda mungkin juga menyukai