Anda di halaman 1dari 3

SENI MUSIK KONTEMPORER

Disusun oleh :

Nama : Ruri Silvia (31)

Kelas : XII – MIPA3

SMA NEGERI 23 BANDUNG


A. POLA IRAMA & POLA BIRAMA
 Pola Irama,adalah sebuah panjang dan pendeknya dari sebuah bunyi.
Panjang dan pendeknya sebuah bunyi akan dapat dilakukan perhitungan yang
akan didasari dengan adanya sebuah ketukan. Dari ketukan itu sendiri merupakan
sebuah bunyi yang akanmelakukan pengaturan terhadap berbagia macam bentuk hal
yang akan digambarkan dengan bunyi seperti detak jarum jam.
Dari pola irama berjalan yang dimana kaan menurut birama. Birama kemudian
adalah sebauh kuat dan juga lemahnya bunyi pada sebuah lagu. Kemudian kuat serta
lemahnya dari sebuah bunyi akan dilakukan pembatasan terhadap garis birama.
Kemudian birama akan dilakukan penandaan dengan menggunakan tanda birama.
Contohnya adalah 4/4. Dalam hal ini, birama yang akan digunakan adalah sebanyak 4
ketukan.
 Pola Birama
Dalam notasi balok (musik), birama adalah bagian /segmen dari suatu
baris melodi, yang menunjukkan berapa ketukan dalam bagian tersebut. Misalnya,
birama ¾ maka nada-nada pada setiap ruas birama seharga 3 ketukan yang setiap
ketukannya senilai ¼. Pada umumnya suatu birama dibatasi oleh garis birama. Suatu
lagu pendek terdiri atas 8 atau 16 birama, sedangkan lagu standar terdiri atas 32
birama.

B. UNSUR-UNSUR MENGARANG LAGU/MUSIK

 Warna nada (tone color)

Dalam musik kontemporer, terdapat sedikit penekanan pada campuran suara. Selain
itu, perkusi juga memainkan peran utama. Warna nada yang dimainkan secara individu
akan terdengar jelas pada musik ini.

 Harmoni

Dalam musik kontemporer, dikenal istilah polychord, dimana 2 kunci nada terdengar


pada waktu yang bersamaan. Dalam harmoni musik kontemporer juga menggunakan 4
kunci nada.Selain itu, musik kontemporer juga menggunakan tone cluster  yang
dihasilkan dari suara piano. Dalam musik kontemporer juga dikenal istilah polytonality,
yaitu penggunaan 2 atau lebih kunci nada pada waktu yang bersamaan.

 Ritme

Ritme merupakan salah satu unsur musik kontemporer yang paling mencolok.
Kebanyakan ritme yang digunakan merupakan ritme yang membangkitkan semangat,
dorongan, dan kegembiraan. Juga terdapat kelompok ketukan yang tak beraturan.Dalam
ritme musik kontemporer, dikenal istilah polyrhrthm, yaitu penggunaan dua ritme yang
kontras dalam waktu yang bersamaan.
 Melodi

Melodi adalah tingkatan tinggi-rendah dan panjang-pendek nada dalam musik. Melodi
dalam musik kontemporer dikenal memiliki range yang sangat lebar atau besar dan
menggunakan 12 nada kromatik tanpa tonel center.

C. LANGKAH-LANGKAH MENGARANG LAGU/KOMPOSISI MUSIK


 Memilih tema lagu
Tema adalah pokok pikiran, gagasan, atau ide dasar. Dalam music, tema dapat diambil dari
kejadian sehari – hari, pengalaman hidup, cerita rakyat, kepahlawanan, cinta, dan puji – pujian.
Dari tema lagu, kita dapat menyusun kalimat music yang beraneka ragam sehingga menimbulkan
melodi yang bermacam – macam sifat, bentuk, dan jenisnya.
 Memilih bentuk komposisi
Dalam membuat komposisi music diperlukan beberapa proses, di antaranya :
a. Menyusun nada menjadi melodi
b. Menyusun nada menjadi harmoni
c. Menggabungkan melodi dan harmoni menjadi suatu komposisi music
d. Menyusun frase untuk membentuk akalimat lagu
e. Menyusun gerakan music yang sesuai dengan bentuk komposisi music
 Menentukan tangga nada
Memilih tangga nada berkaitan erat dengan karakter lagu yang akan dibuat. Tangga nada
mayor melukiskan karakter dan sifat lagu penuh keyakinan, optimis, mantap, riang, gembira,
ceria, bangga, dan menyenangkan. Sementara itu, tangga nada minor melukiskan karakter
pesimis, penuh keraguan, sedih, sendu, mudah terharu, kecewa, kegagalan, dan melankolis.
Dalam satu lagu dapat juga menggunakan dua tangga nada.
 Menentukan ambitus suara
Ambitus adalah jangkauan wilayah nada. Mengetahui pangsa pasar lagu yang akan dibuat
merupakan salah satu factor penting yang harus diperhatikan pencipta lagu. Misalnya, untuk
anak – anak, remaja, orang dewasa, dan umum karena setiap kelompok masyarakat memiliki
kemampuan ambitus yang berbeda. Kemampuan ambitus anak – anak lebih terbatas apa bila
dibandingkan dengan orang dewasa.
 Menentukan metrum / ukuran irama
Menentukan metrum atau ukuran birama sangat mempengaruhi irama lagu yang akan
diciptakan karena irama merupakan denyut nadi dan unsure pokok sebuah lagu.
 Menyusun melodi atau membuat syair lagu
Setiap pengarang lagu dalam menyusun melodi atau membuat syair lagu memiliki cara yang
berbeda, namun tidak boleh berdiri sendiri, apalagi bertentangan. Kedua factor tersebut
merupakan satu kesatuan yang utuh. Hal yang harus diperhatikan dalam menyusun melodi
adalah struktur melodi dan gerakan melodi.