Anda di halaman 1dari 3

Tugas Kelompok ke-4

Week 9/ Sesi 13
1. Dalam perilaku konsumen, risiko merupakan faktor kunci dalam proses pengambilan
keputusan. Jelaskan apa yang dimaksud dengan:
a. Ketidakpastian merupakan implementasi dari resiko. Resiko merupakan faktor kunci dalam
proses pengambilan keputusan, setiap pembelian suatu produk tertentu dapat mengakibatkan
risiko tertentu, yang bervariasi besar kecilnya (Pennings et al.2002). Manajemen dalam
menghadapi resiko dapat menentukan sikap terhadap resiko tersebut yaitu , Risk Aversion, Risk
Loving, Risk Neutral.
b. Risk aversion atau menghidari resiko adalah Mengharapkan suatu hasil pasti sejumlah tertentu
($M) terhadap kemungkinan risiko dengan nilai yang diharapkan dari $M. Jadi perusahaan akan
menghitung mana yang lebih besar antara risiko dan harapan keuntungan. Bila risiko ternyata
lebih besar dari keuntungan, maka manajemen yang masuk kelompok risk averse akan
menghindar dari usaha tersebut.
c. Risk loving adalah Mengharapkan sebuah prospek dari risiko dengan sebuah hasil yang
diharapkan dari sejumlah $M menjadi sebuah hasil pasti sejumlah $M.
d. Risk neutral adalah tidak membedakan antara sebuah kemungkinan risiko dengan nilai yang
diharapkan dari sejumlah $M dan nilai kepastian terhadap $M. Jadi merupakan sikap rasional
dalam menghadapi risiko, bila peluang usaha mempunyai harapan keuntungan yang bakal
diperoleh dan juga peluang risiko mungkin juga terjadi.

(Score 20)

2. Anda adalah seorang manajer dari sebuah perusahaan yang menjual bahan makanan di pasar
persaingan sempurna. Diketahui fungsi biaya C = 2Q + 3Q 2 . Sayangnya karena kelambanan
produksi akibat wabah penyakit membuat anda harus membuat keputusan lebih awal terkait
output untuk mengetahui secara pasti harga yang berlaku di pasar. Anda percaya bahwa
terdapat 70% peluang harga pasar akan menjadi $200 dan 30% peluang harga akan menjadi
$600.
a. Hitung harga pasar yang diharapkan
Diketahui :
Q1 = 70% = 0,7
Q2 = 30% = 0,3
P1 = $200
P2 = $600
E [C] = q1 p1 + q2 p2
= 0.7 x 200 + 0,3 x 600
ECON6032-Managerial Economics-R3
= 140 + 180
= 320.
Jadi harga pasar yang diharapkan sebesar $320

b. Berapa output yang seharusnya anda hasilkan untuk memaksimalkan laba yang
diharapkan?
Diketahui :
C = 2Q + 3Q2
C = 2 + 6Q
318 = 6Q
Q = 318 / 6
Q = 53 Output

Jadi output yang seharusnya dihasilkan untuk memaksimalkan laba yang diharapkan
sebanyak 53 output.
c. Berapa laba yang anda harapkan?
Total laba = perkiraan laba x perkiraan output
Total laba = 320 x 53 = 16.960

Perkiraan total pengeluaran :


C = 2Q + 3Q2
= 2 (53) + 3(53)2
= 106 + 8.427
= 8.533

Perkiraan laba = Perkiraan total laba – total pengeluaran

= 16.960 – 8.533

= $8.427

Jadi laba yang diharapkan sebesar $8.427

(Score 60)

3. Bencana melanda Dunia pada menjelang akhir tahun 2019 yaitu tersebarnya virus corona
yang dikenal dengan covid-19. Penyebaran Covid-19 tak hanya mengancam manusia,
dampak dari virus ini juga turut mengancam perekonomian dunia termasuk Indonesia. Untuk

ECON6032-Managerial Economics-R3
mengatasi dampak bencana wabah covid 19 pemerintah telah menyiapkan belanja tambahan
sebesar Rp 405,1 triliun untuk menghadapi virus Corona. Sebanyak Rp 70,1 triliun di
antaranya disiapkan untuk mendukung industri, mulai dari insentif perpajakan sampai
stimulus Kredit Usaha Rakyat (KUR). Ini merupakan stimulus baru, setelah sebelumnya
pemerintah memberi bantuan perpajakan bagi industri manufaktur.
Namun pemerintah harus mampu menghalau segala tindakan moral hazard dalam pemberian
stimulus ekonomi di tengah penyebaran virus corona atau Covid-19 ini.
Pertanyaan:
Apakah yang dimaksud dengan moral hazard dalam hal ini? Bagaimana sebaiknya usaha
yang dilakukan pemerintah agar tidak terjadi moral hazard?

Moral Hazard adalah bentuk intensif yang memiliki tindakan tersembunyi yang berlawanan
dengan etika bisnis dan hukum yang berlaku untuk keuntungan dirinya. Biasanya pihak-
pihak yang berkepentingan tersebut bertindak untuk dan atas nama korporasi, atau demi
kepentingan korporasi berdasarkan hubungan kerja, baik diri sendiri atau bersama-sama.

Menurut kami usaha yang dilakukan pemerintah agar tidak terjadi moral hazard adalah
denganAdanya partisipasi masyarakat dalam mengawasi penggunaan dana Covid-19 yang
jumlahnya cukup besar, sebab jika tidak diawasi secara ketat akan memberikan peluang bagi
para pihak untuk mengambil keuntungan dalam kesempitan.

(Score 20)

ECON6032-Managerial Economics-R3