Anda di halaman 1dari 47
REGENERASI EKOR IKAN ZEBRA Laporan Praktikum Untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Struktur Perkembangan Hewan 2 Yang dibina oleh Dra. Amy Tenzer, M. S dan Ajeng Daniarsih, S.Si.,M.Si Disusun oleh: Kelompok 3/Offering A 2019 Ahmad Darisa 190341621669 Ainur Rif’ah, 190341621676 Amanda Nalurita --190341621703 Nadya Rosma A.C.K 190341621603 Riski MaelindaH. 190341621622 Risma Anisa 190341621601 UNIVERSITAS NEGERI MALANG ‘AKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM. PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI DESEMBER 2020 A. Judul Percobaan Regenerasi Ekor Ikan Zebra B. Tujuan Percobaan 1, Mahasiswa memahami konsep-konsep perkembangan pada hewan dewasa, regenerasi dan proses regenerasi. 2. Mengamati dan menggambarkan proses regenerasi ekor ikan C. Teori Dasar Setiap hewan mempunyai kemampuan hidup yang bervariasi antara makhluk yang satu dengan yang lainnya. Salah satu contoh adalah regenerasi dari organ. Regenerasi adalah memperbaiki bagian tubuh yang rusak atau lepas agar kembali seperti semula, Kemampuan ini tergantung pada bagian tubuh yang dipotong. Segmen-segmen yang terjadi pada regenerasi pada umumnya lebih sedikit dari pada jumlah segmen yang hilang (Radiopoetra, 1986). Sirip ekor memiliki peran yang besar dalam pergerakan ikan diantaranya dapat menahan pergerakan ikan dengan membelokkan sirip ekor ke samping, sebagai tenaga pendorong untuk pergerakan ke depan, membantu- mengarahkan renang_ ikan Disamping itu, sirip ekor bersama dengan sirip punggung berfungsi sebagai stabilisator untuk mencegah ikan berputar pada sumbu horizontal pada saat berenang melintasi air (Solang & Lamondo, 2009). Regenerasi dapat berlangsung dengan dua cara, yakni a) Epimorfis, yaitu perbaikan yang disebabkan oleh prolifer Jama, kemudian membentuk tunas regenerasi b) Morfolaksis, yaitu perbaikan yang disebabkan oleh reorgani yang masih bersifat embrional. diatas jaringan i jaringan lama Regenerasi pada ikan termasuk kedalam tipe regenerasi epimorfosis yaitu sel- sel terdifferensiasi, terspesialisasi, terspesifikasi membentuk sel-sel yang baru (Kimball, 1992) Menurut Khaltoff (1996), regenerasi melalui beberapa tahapan yaitu: 1, Luka akan tertutup oleh darah yang mengalir lalu membeku membentuk scab yang bersifat sebagai pelindung. Sel epitel bergerak secara amoeboid menyebar di bawah permukaan luka,di bawah scab, Proses ini membutuhkan waktu selama dua hari dimana pada saat itu luka telah tertutup oleh kulit si sel-sel jaringan sekitar luka, sehingga menjadi bersifat lebih muda Kembali dan pluripotent untuk membentuk berbagai berbagai jenis jaringan 3. Diferensi: baru, Matriks tulang dan tulang rawan akan melarut, sel-selnya lepas dan tersebar di bawah epitel. Serat jaringan ikat juga berdisintegrasi dan semua sel-selnya mengalami diferensiasi, sehingga dapat dibedakan antara sel tulang, tulang rawan dan jaringan ikat, Setelah itu sel-sel otot akan berdiferensiasi, serat miofibril hilang, inti membesar dan sitoplasma menyempit. 4. Pembentukan kuncup regenerasi (blastema) pada permukaan bekas luka. Scab mungkin sudah terlepas. Blastema berasal dari penimbunan sel-sel diferensiasi atau sel-sel satelit pengembara yang ada dalam jaringan, terutama di dinding kapiler darah, Proses saatnya nanti, sel-sel pengembara akan berproliferasi membentuk blastema. 5. Proliferasi sel-sel berdiferensiasi secara mitosis, yang terjadi secaras erentak dengan proses dediferensiasi dan memuncak pada waktu blastema mempunyai besar yang maksimal dan tidak membesar lagi. Proses perbaikan pertama pada regenerasi sirip ikan adalah penyembuhan luka dengan penumbuhan kulit diatas luka tersebut, kemudian terlihat suatu tunas- tunas sel yang belum berdiferensiasi, Tunas ini menyerupai tunas anggota tubuh pada embrio yang sedang berkembang, Ketika waktu berlalu, sel-sel dari anggota tubuh yang sedang beregenerasi diatur dan berdiferensiasi sekali lagi menjadi otot, tulang, dan jaringan lanjutnya yang menjadikan ekor dan kaki fungsional (Shao et al, 2009). Adanya regenerasi pada organisme dewasa mununjukkan suatu bukti bahwa medan morfogenesis tetap terdapat setelah periode embrio. Dalam proses regenerasi melibatkan berbagai proses yang serupa dengan yang terjadi pada perkembangan embrionik, seperti pada bagian yang rusak muncul sel-sel yang baru, kemudian memperbanyak diri dan berhimpun menjadi jaringan dan akhirnya mencapai keadaan yang hampir seperti semula, PROSEDUR KERJA Berikut ini langkah kerja regenerasi ikan: lat dan bahan disiapkan sesuai dengan kebutuhan s Empat wadah ikan dibersihkan dan diisi dengan air secukupnya ¥ Setiap wadah ikan ditambahkan 2 batang Hydrilla sp atau Ellodea sp disesuaikan dengan besar wadah ikan yang dimiliki + Wadah yang telah siap diberi label untuk membedakan tempat ikan 1, 2, 3, dan 4 agar tertukar + Tkan yang telah dibeli diletakan di atas steroform atau papan bedah, lalu difoto terlebih dahulu sebelum dipotong ekomnya + Setelah itu, panjang ikan awal diukur dengan menggunakan benang mulai dari mulut ikan hingga ekor bagian caudal. + Ambil kapas yang telah dibasahi dengan air untuk ditutupkan pada kepala ikan agar kan tidak bergerak ketika ekornya dipotong + Setelah ditutupi bagian kepalanya dengan kapas basah, ekor ikan diamati mulai dari bentuk, war dan karakteristiknya dan dicatat + Ekor ikan yang telah diamati, diukur panjang ekor secara keseluruhan dengan menggunakan benang, dimulai dari pangkal ekor hingga ekor bagian caudal. Kemudian, benang diukur panjangnya dengan penggaris dan dicatat sebagai panjang ekor mula- mulaKemudian panjang benang diukur dengan penggari + Setelah diketahui panjang ekornya, potong kor bagian dorsal dengan bentuk melintang sesuai dengan gambar dengan menggunakan silet atau gunting yang tajam (ekor ikan dipotong kira-kira setengah dari panjang mula-mula dan berhati-hatilah ketika ‘menggunakan benda tajam) Ekor yang telah dipotong dengan pola yang sesuai dengan gambar, potretlah ekor ikan sebagai visualisasi ekor yang telah dipotong dan ulangi pengukuran panjang ekor ikan, Kemudian, dicatat pada table pengamatan sebagai panjang ekor ikan setelah dipotong. Ikan diletakan pada wadah yang telah diberi label 1 + Prosedur pemotangan ikan di atas diulangi pada ikan ke 2, 3, dan 4 yang tersisa. Karena setiap anggota kelompok melakukan pengamatan 4 ekor ikan sehingga total ikan satu kelompok 24 ekor ikan s Setelah semua ikan dipotong ekornya dan ditempatkan di masing-masing wadah, wadah ikan ditempatkan di lokasi yang cukup cahaya matahari + Ikan dipelihara selama 3 minggu dan diberi makan setiap hari sebanyak 8 butir. Jangan lupa untuk menjaga kebersihan dari air di wadah agar ikan tetap hidup ¥ Pengamatan ikan dilakukan setiap dua kali, Ikan diambil dari wadah untuk diletakan di atas papan bedah + Kapas yang telah diberi air diletakkan di atas kepala ikan. Setelah ikan cukup tenang potretlah ekor ikan sebagai dokumentasi. Kemudian, diamati perubahan ekor ikan dan diukur panjang ekor ikan yang telah dipotong. Setelah itu, ikan dikembalikan ke wadah, Ulangi kegiatan pengataman tersebut pada ikan 2,3, dan 4. Hasil pengamatan dan. pengukuran pertambahan panjang ekor dicatat dalam table hasil pengamatan s Pengamatan tersebut selama tiga minggu, untuk ikan yang mati harus diganti dengan ikan baru + Setelah pengamatan selesai, data pertambahan panjang ekor dibuat grafik dan dianalisis untuk disusun laporan penelitian E. Hasil Pengamatan ‘Tabel 1, Pengukuran Panjang Ekor Ikan No] Anggota | Ikan Data Pengukuran Panjang Ekor Ikan ke- (mm) ke- i 2 3 4 3 6 7 8 9 10 271) | @otty | a2) | m2) | 2) | C2) | (2) | Cima) | 43/2) | (s/12) 1 Ahmad H 3 3 5 3 5 3 3 Darisa 2 3 35 35 35 35 35 4 4 4 5 3 3 3 3 3 35 35 35 4 45 a5 4 3 3 3 = : = Z = 2 | AinurRifah [1 3 3 4 5 3 6 6 6 6 65 2 4 5 6 6 6 7 7 7 7 7 3 2 3 3 3 4 5 5 3 3 35 4 2 2 2 3 4 5 5 5 6 6 4 | Amanda H 3 3 31 32 32 35 35 35 4 4 Nalurita 2 27 27 29 29 3 3 35 35 4 45 3 3 31 31 32 32 35 35 4 4 4 4 3 3 3 31 31 = - = = = 6 | NadyaR A [1 3 3 4 a5 a5 5 5 35 35 cK 2 2 2 3 4 3 5 3 3 3 3 3 3 4 a5 a5 5 5 3 3 35 a 3 35 a5 a5 3 5 5 3 3 3 5 Riski H 4 4 1 43 45 45 5 6 63 63 Maelinda 2 35 37 7 38 38 6 6 63 63 65 3 35 35 6 37 37 4 5 355 358 58 4 35 3.6 7 38 4 51 55 6 65 65 6 | Risma Anisa [1 3 3 5 4 4 45 45 45 5 5 2 3 3 4 4 %: 45 a5 5 5 3 3 3 5 4 4 45 45 5 35 35 4 3 3 4 4 4 45 a5 5 5 35 ‘Tabel 2. Data Rerata Pertambahan Panjang Ekor Ikan No | Anggota | Ikan ke- Data PertambahanPanjangEkorlkanke- (mm), Rerata Rerata T 2 3 4 5 6 7 8 9 TO | pertambahan | pertambahan (27/11) | (29/11) | 12) | GN) | (5/12) | 72) | (9712) | 1/12) | 3/12) | (1512) | panjang | panjang per (mm) anggota (mm) T_ | Ahmad T 0 0 i i 0 0 0 0 0 0 0:20 0.15 Darisa 2 0 05 0 0 0 0 [05 0 0 1 0.20 3 0 0 0 0 I 0 0 05 0 05 0.20 a 0 0 0 0 = = = = = = 2 | Ainur i 0 0 1 i 0 i 0 0 0 05 035 Rif ah 2 0 I i 0 0 i 0 0 0 0 3 0 I 0 0 I i 0 0 0 05 4 0 0 0 1 I i 0 0 i 0 3 | Amanda 1 0 0 or [Ot 0 [03 [0 0 05 0 0.10 Nalurita 2 0 0 02 | 0 [ ot 0 [05 0 05 05 0.18 3 0 0 0 Ol 0 O38 0 Os. 0 0 4 0 Ou 0 O.1 0 - = - = = Nadya R, I 0 0 I 05 0 os 0 0 0 0.25 ACK 2 0 0 I I I 0 0 0 0 3 0 0 I 05 0 Os 0 0 Os 4 0 05: 1 0 05: 0 0 0 0 Riski I 0 0 or | 02 0 05 I 0 0.265 Maelinda 2 0 02 0 1 0 22 0 03 02 Hasanah 3 0 0 or | Ot 0,3 1 05: 0 4 0 0.1 or | Ot ii | 04 [05 0 Risma I 0 0 05 | 05 05 0 0 0 0.225 Anisa 2 0 0 I 0 0 0 Os 0 3 0 os | 05 0 0 05 0 05: 0 4 0 0 1 0 Os 0 Os 0 Os Grafik Pertambahan Panjang Ekor Ikan Zebra 2 OAT a 2 ows | 203 ii 22 oa | zi Be 024 ge Ze oas | at g4 25 014 zs Epos zo} 4 Kelompok Kelompok Kelompok Kelompok ”Kelompok » Kelompok a Tkan 1 Tkan 2 Tkan3 Tkan 4 Tkan 5 Tkan 6 Data Kelompok Ikan Gambar 1, Pertambahan Panjang Ekor Ikan Zebra sebanyak 6 Kelompok Ikan (Sumber: Dokumen pribadi, 2020) F. Analisis Data Pada praktikum ke-9 ini melakukan percobaan “Regenerasi Ekor Ikan”. Regenerasi merupakan proses kembalinya organ tubuh yang rusak atau lepas. Menurut Pross (2003) regenenerasi_ merupakan proses pembentukan kembali struktur yang rusak atau hilang secara sempurna atau mendekati sempurna dimana proses tersebut terjadi secara tepat dengan suatu. mekanisme seluler dan molekuler pada organisme. Kelompok kami memilih ikan zebra sebagai bahan amatan_ untuk membuktikan adanya kemampuan regenerasi pada organisme mewakili kelompok vetebrata dengan tanpa adanya pengaruh dari Iuar. Ikan zebra dipilih sebagai amatan Karena mudah untuk didapat dan mudah untuk dipelihara, Selain itu, menurut Sari, dkk., (2016) perkembangan regenerasi pada ikan zebra hanya membutuhkan waktu sekitar 3 minggu untuk dapat Kembali pada bentuk semula sehingga relevan dengan waktu yang disediakan. Pada praktikum ini, percobaan regenerasi dilakukan dengan memotong sirip ekor ikan dengan pola pemotongan secara melengkung dibagian sirip ekor ikan, tepatnya sirip ekor bagian dorsal, Menurut Kerens (2018) setiap organisme memiliki daya kemampuan beregenerasi. Namun, kemampuan regenerasi masing-masing organisme tidak sama dan terjadi pada bagian-bagian tertentu, Pada ikan bagian yang memiliki kemampuan beregenerasi adalah siripnya, sehingga pemotong dilakukan pada bagian sirip ekor. Pemotongan dilakukan pada empat ekor ikan dengan ulangan sebanyak enam kali sehingga terdapat 24 ekor ikan sebagai sampel percobaan kemampuan regenerasi organisme, yaitu sirip ekor ikan. Sirip ekor merupakan anggota gerak belakang yang berfungsi sebagai alat gerak pada ikan, yaitu. sebagai pendorong utama ketika berenang (maju) dan juga sebagai kemudi ketika bermanuver. Strukturnya yang berupa ruas-ruas fleksibel membuat sirip ikan beresioko tinggi mengalami kerusakan, Kerusakan akibat pemotongan pada praktikum ini membuat kemampuan ikan menurun, terutama untuk bergerak maju karena sirip caudalnya yang tidak sempurna hingga dapat menyebabkan kematian, Pada hasil_pengamatan kami di hari pengukuran_ pertama dideskripsikan dengan munculnya bintik merah gumpalan darah pada daerah_pemotongan, Sirip ekor ikan yang menunjukkan penebalan di daerah ujung ekor yang terluka ditemukan pada pengamatan ikan anggota 1, 3, dan 5 dan sirip ekor ikan yang terdapat gumpalan darah pada ujung yang terluka ditemukan pada ikan anggota 2,4, dan 6, Pada sampel ikan yang menunjukkan gumpalan darah merupakan tahap diferensiasi dari proses regenerasi sirip ekor ikan, sedangkan pada ikan yang mengalami penebalan menunjukkan adanya pembentukan blastema. Sehingga pada pengamatan pertama ini ikan zebra telah melewati proses penyembuhan luka, pembentukan blastema, dan diferesiasi serta beberapa ikan yang telah memasuki tahap rgeneratif dengan adanya pertambahan panjang. Menurut Sari (2016), sirip ekor ikan zebra akan mengalami pendarahan setelah dipotong. Kemudian, terjadi penyembuhan luka dengan bermigrasinya lapisan tipis epidermis. lapisan tipis transparan_ muncul setelah sehari pemotongan menandakan tahap penyembuhan Iuka telah selesai dan mulai terjadi pembentukan blastema. Respon ini tidak diikuti dengan poliferasi. Selanjutnya, ikan memasuki tahap deferensiasi dengan terbentuknya pulau darah, Ini menandakan proses proses angiogenesis yaitu pembentukan pembuluh darah kapiler baru yang merupakan proses alami dalam tubuh yang penting digunakan untuk penyembuhan luka selama regenerasi (Li et al., 2009). Pada pengukuran kedua hingga terakhir seluruh ikan zebra mengalami tahap regenerative terbukti dengan adanya pemanjangan sirip ekor ikan zebra, walupun berdasarkan data hasil pengamatan tidak setiap hari ekor ikan zebra mengalami pertambahan panjang. Namun, secara general ikan mengalami tahap tersebut dengan jumlah pertambahan panjang beragam. Menurut Sari (2016), perkembangan regenerative terjadi pada hari ke-3 hingga hari ke-8 terjadi pemanjangan jaringan pada ekor, namun terdapat beberapa pengamatan yang tidak mengalami pertambahan panjang disebabkan oleh beberapa faktor. Pada hari ke-9 sampai hari ke- 20 mulai terbentuk ruas-ruas jari yang dimulai dari bagian proksimal hingga memanjang sampai pada bagian distal. Kemudian pada pengamatan ke 6 — 10 sudah terdapat corak, dalam hal ini adalah pigmen, namun masih belum menyentuh ujung regenerat. Hal ini terlihat pada pengamatan data kelompok 5 yang memiliki pigmen (warna hitam) pada ekornya, Sedangkan pada penelitian kami proses regenerative terjadi hingga hari terkahir pengamatan dan pembentukan ruas serta pigmen mulai terlihat pada pengamtan ketiga hingga pengaatan ke 10. Sehingga terdapat perbedaan hari pembentukan ruas dari kelompok kami dan literatur. Berdasarkan data yang kami peroleh pertumbuhan panjang ekor ikan zebra dipengaruhi oleh beberapa faktor baik internal _maupun eksternal. Hal tersebut terlihat pada perbedaan rerata pertambahan panjang ekor setiap data kelompok ikan (Gambar 1). Pada data kelompok ikan ke-1 memiliki rerata pertambahan panjang ekor yang sama yaitu 0,20 mm. Selain itu pada pengamatan ke-4 terdapat ikan zebra yang mati yaitu ikan nomor 4. Hal tersebut dikarenakan beberapa faktor yang berasal dari lingkungan maupun proses metabolism ikan itu. sendiri, Pada data kelompok ikan ke-2, pertambahan panjang sirip ekor ikan tertinggi terdapat pada ikan no 4 dan 1, serta ikan no 3 yang rerata pertambahannya memiliki nilai sama dengan nilai 0,4 serta 0,35 sedangkan terendah ikan no 2 dengan nilai 0,3. Keempat ikan memperoleh perlakuan sama, Pada ikan ke 2 memiliki tubuh dan ekor paling besar dari ke empat ekor ikan. Dan ikan yang memiliki pertumbuhan tertinggi memiliki badan_yang paling kecil dan pemotongan ekor paling pendek. Pada data kelompok ikan ke-3, pertambahan panjang sirip ekor ikan tertinggi ada pada ikan kesatu dan kedua dengan rerata masing- masing 0,1 dan 0,18 sedangkan pertumbuhan panjang ikan terendah ada pada ikan ketiga dan keempat dengan rerata masing-masingnya adalah 0,09 dan 0,04. Ikan keempat mati pada minggu kedua pengamatan, Keempat ikan memperoleh perlakuan yang sama, Pada data kelompok ikan ke4, pertambahan panjang sirip ekor ikan tertinggi terdapat pada nomer 2 dengan rerata pertambahan panjang 0,30; ikan terendah pada kelompok ikan ke 4=0,20. Keduanya memperoleh perlakuan sama mulai dari pakan, lokasi, dan perawatan sehingga perbedan disebabkan dari kondisi internal ikan berupa Kesehatan yang dilihat dari seperti nafsu makan ikan, Ikan no 123 memiliki nafsu makan yang baik dan agresif Sedangkan ikan 4 cenderung tidak aktif dan sedikit makannya. Pada data kelompok ikan ke-5, pertambahan panjang sirip ekor ikan tertinggi terdapat pada ikan nomor 2 dan 4 dengan rerata pertambahan panjang 0,30 mm, sedangkan yang terendah terdapat pada ikan no I dan 3 dengan rerata pertambahan panjang 0,23 mm. Pada data kelompok ikan ke-6, pertambahan panjang sirip ekor ikan tertinggi terdapat pada ikan nomor 3 dan 4 dengan rerata pertambahan panjang 0,25; ikan terendah pada ikan ke 1 dan 2 = 0,20. Keempat ikan memperoleh perlakuan yang sama mulai dari pakan, lokasi, dan perawatan sehingga perbedan disebabkan dari kondisi internal ikan berupa umur dan kondisi kesehatannya seperti nafsu makan ikan, Ikan no 3 dan 4 memiliki nafsu makan yang baik. Sedangkan ikan I dan 2 makannya sedikit dan ketika setelah di ukur ikan cenderung agresif mungkin stress ketika dibiarkan di darat terlalu lama, Berdasarkan percobaan di atas dapat disimpulkan bahwa ikan memiliki tipe regenerasi epimorfosis karena bagian dari ekor ikan yang terpotong menunjukkan pertumbuhan dan perkembangan dengan ‘membentuk ruas baru dari sel-sel yang belum terdiferensiasi bukan dengan merenovasi jaringan yang tersisa, sehingga ruas ekor yang terpotong akan tetap pendek dengan diameter yang tetap, sementara ruas baru yang terbentuk memiliki diameter yang lebih kecil (Sari, N. K., Dwi, L. Gofur, A. 2016). Dalam proses regenerasi ini terdapat gen yang berperan dalam proses regenerasi, Beberapa gen / protein ditemukan berhubungan dengan regenerasi jaringan sirip ekor ikan zebra. Keluarga protein annexin eukariotik adalah kelompok pengikat kalsium terbesar yang tidak memiliki tangan E-F1. Ini terdiri dari sebelas protein yang telah diidentifikasi pada Vertebrata (ANXA1~7, 9, 11, 13, dan 31). Empat gen (anxla, anx2a, anxS, dan anx1 1a) diidentifikasi pada ikan zebra (Quoseena, et al. 2018). Pada percobaan ini juga terdapat ikan yang mati dalam pengamatan, ikan yang mati adalah pada ikan ke empat milik anggota pertama dan ketiga. Pada ikan mati milik anggota pertama penyebabnya diduga Karena tidak adanya tanaman air yang menyuplai oksigen bagi ikan, Sedangkan pada ikan mati milik anggota ketiga penyebabnya diduga karena konsumsi pakan ikan yang sedikit dan kurang dari kebutuhannya, Ikan yang mati bisa disebabkan air yang keruh Karena jarang melakukan penggantian atau pemberian pakan yang terlalu banyak, selain itu ikan akan mati Karena kurangnya suplai oksigen yang berasal dari tanaman air, tanaman air juga membutuhkan cahaya untuk melakukan fotosintesis agar bisa menghasilkan oksigen bagi ikan, Umumnya ikan mati pada saat dilakukan pengukuran oleh praktiknya, dikarenakan ikan terlalu lama berada di darat. Ikan yang telah dilakukan pemotongan menjadi lebih agresif dan mengalami stress, akibanya dibutubkan waktu yang lama untuk mengukur pertumbuhan panjang jaringan baru yang terbentuk (Enggar, 2009). Selain pemotongan ekor, faktor lingkungan juga dapat menjadi penyebab stress pada ikan dan adanya serangan patogen penyebab penyakit (Sardito et al., 2013), G. Jawaban Diskusi 1, Termasuk tipe regenerasi apakah yang terjadi pada ekor ikan yang terpotong? Jelaskan! Jawaban: Regenerasi pada ekor ikan zebra merupakan tipe regenerasi epimorfosis karena bagian dari ekor ikan yang terpotong menunjukkan pertumbuhan dan perkembangan dengan membentuk ruas baru dari sel-sel yang belum terdiferensiasi bukan dengan merenovasi jaringan yang tersisa, sehingga ruas ekor yang terpotong akan tetap pendek dengan diameter yang tetap, sementara ruas baru yang terbentuk memiliki diameter yang lebih kecil (Sari, N. K., Dwi, L. Gofur, A. 2016). Regenerasi epimorfosis yaitu suatu proses rekonstruksi bagian- bagian yang hilang melalui proliferasi dan diferensiasi jaringan dari permukaan luka, Namun regenerasi dapat pula berupa penimbunan sel- sel yang nampaknya belum terdiferensiasi pada luka dan sering disebut blastema, yang akan berproliferasi dan secara progresif membentuk bagian yang hilang. Bagian yang hilang dibentuk kembali dari sel-sel yang belum terdiferensiasi (Tanaka dan Reddien, 2011) Jelaskan tahap-tahap proses regenerasi ekor ikan! Jawaban: Berdasarkan penelitian Sari dkk. (2016) tahap- tahap regenerasi ekor ikan meliputi 4 tahap adalah sebagai berikut. a. Penyembuhan luka Sirip ekor mengalami sedikit' pendarahan _setelah pemotongan. Pada waktu 1- 3 jam setelah pemotongan, lapisan tipis epidermis bermigrasi menutupi luka. Respon ini tidak melibatkan proliferasi sel. Lapisan tipis tansparan di sepanjang bidang pemotongan muncul 1 hari setelah pemotongan (20- 24 jam). Hal ini menandakan penyembuhan luka telah selesai b. Pembentukan dan pemanjangan blastema Setelah terbentuk lapisan tipis transparan, pada hari ke-2 terjadi_penebalan lapisan di sepanjang bidang pemotongan. Penebalan lapisan menandakan terjadinya pembentukan blastema oleh proliferasi sel pada bagian distal dari bidang pemotongan dan disorganisasi mesenkim c. Diferensiasi Tahap ini ditunjukkan dengan terbentuknya pulau darah bagian proksimal bakal jari- jari berupa gumpalan berwarna merah pada hari ke-2, Hal tersebut menandakan terjadi proses angiogenensis yaitu pembentukan pembuluh darah kapiler baru yang merupakan proses alami dalam tubuh yang penting dalam hal penyembuhan luka selam proses regenerasi berlangsung. d. Perkembangan regeneratif Perkembangan regeneratif dimulai pada hari ke-3 ditandai dengan regenerat semakin panjang pada daerah perifer sirip ekor dibandingkan dengan derah medial, Struktur sirip ekor telah terbentuk pada awal perkembangan rgeneratif dan terus memanjang hingga hari ke-8. Perkembangan selanjutnya adalah pembentukan ruas-ruas jari. Ruas- ruas jari terbentuk mulai hari ke-9, Di bagian proksimal mulai terjadi pembentukan ruas, ujung tiap jari-jari regenerat terlihat bergerigi teratur dimana pada bagian distal perifer regenerat tampak bakal percabangan jari-jari, Sampai pada hari ke-I1 seluruh jari-jari regenerat sudah terbentuk ruas di bagian proksimal, namun pada bagian perifer ruas_ jari-jari regenerat telah terbentuk sampai ke bagian yang lebih distal. Pada hari ke-13 ruas pada jari-jari regenerat telah mencapai bagian distal regenerat. Pada hari ke-15 sampai hari ke-18 percabangan pada daerah erifer nampak jelas, dan semakin memanjang pada hari ke- 21. Pada hari ke-23, ujung regenerat sudah tidak lagi bergerigi. Pada hari ke-25 pigmen sudah mencapai ujung regenerat, ruas pada cabang jari-jari regenerat telah tampak jelas, dan struktur regenerat sirip ekor hampir sempurna seperti semula 3. Berapa lamakah ekor ikan (akan) mencapai ukuran dan bentuk seperti semula? Jawaban: Lama waktu regenerasi ekor ikan dipengaruhi oleh temperatur, pola pemotongan, nutrisi makanan dan umur organisme. Menurut Sari, N. K., Dwi, L. Gofur, A. (2016) waktu yang dibutuhkan selama proses regenerasi sirip ekor ikan zebra untuk mencapai bentuk dan ukuran seperti semula yaitu berkisar antara 21-25 hari pada suhu pemeliharaan K.D., Keating, M.T., & Nechiporuk, A. 26°C dan menurut Pos (2003) akan lebih cepat pada suhu 33°C yaitu selama 2 minggu. Hal tersebut dikarenakan pembentukan blastema pada suhu yang tinggi lebih cepat daripada suhu rendah, Melalui tahapan proses regenerasi yaitu. penyembuhan luka, pembentukan dan pemanjangan blastema, diferensi dan perkembangan regeneratif. Pada hasil pengamatan terdapat data kelompok ikan yang tidak mencapai panjang ekor semula pada hari ke-20. Hal tersebut dipengaruhi oleh suhu, Saat ini merupakan musim penghujan sehingga memiliki suhu + 22°C, paparan sinar matahari juga berkurang sehingga berpengaruh pada pembentukan blastema pada proses regenerasi. H. Kesimpulan L Regenerasi merupakan proses kembalinya organ tubuh yang rusak atau lepas. perkembangan regenerasi pada ikan zebra hanya membutuhkan waktu sekitar 3 minggu untuk dapat kembali pada bentuk semula.\ Percobaan regenerasi dilakukan dengan memotong sirip ekor ikan dengan pola pemotongan secara melengkung dibagian sirip ekor ikan, tepatnya sirip ekor bagian dorsal Pertumbuhan panjang ekor ikan zebra dipengaruhi oleh beberapa faktor baik internal maupun eksternal Ikan zebra memiliki tipe regenerasi epimorfosis karena bagian dari ekor ikan yang terpotong menunjukkan pertumbuhan dan perkembangan dengan membentuk ruas baru dari sel-sel yang belum terdiferensiasi bukan dengan merenovasi jaringan yang tersisa, sehingga ruas ekor yang terpotong akan tetap pendek dengan diameter yang tetap, sementara ruas baru yang terbentuk memiliki diameter yang lebih kecil. Beberapa ikan praktikan yang mati disebabkan konsumsi pakan ikan yang sedikit dan kurang dari kebutuhannya. Ikan yang mati bisa disebabkan air yang keruh Karena jarang melakukan penggantian atau pemberian pakan yang terlalu banyak, selain itu ikan akan mati karena kurangnya suplai oksigen yang berasal dari tanaman air DAFTAR PUSTAKA Enggar, P., Junaidi, E., dan Setioini. 2009. Pengaruh Pemotongan Sirip Terhadap Pertumbuhan Panjang Tubuh Ikan Mas (Cyprinus carpio L.) Jurnal Penelitian Sains. Vol 12(13): 63-66, Kalthoff, K. 1996. Analysis of Biological Development. MeGraw-Hall Inc, New York. Kerens, G. 2018. Klasifikasi Tulang dan Proses Regenerasi Ekor Ikan Wader (Rasbora lateristtriata). Jurnal Edukasi Sumba, 2(3): 15-20. Kimball, J.W. 1992. Biologi 2 Edisi 1. Erlangga, Jakarta, Poss, K.D., Keating, M.T., & Nechiporuk, A. 2003. Tales of Regeneration in Zebrafish. Developmental Dynamics. 226:202-210. Quoseena, et al. 2018, Functional Role of Annexins in Zebrafish Caudal Fin Regeneration — A Gene Knockdown Approach in Regenerating Tissue, DOL 10.1101/342238. (Online) (https:// www.researchgate.net/publication/325665393_Functional_Role_of_ Annexins_in_Zebrafish_Caudal_Fin_Regeneration_- _A_Gene_Knockdown_Approach_in_Regenerating Tissue) diakses pada 18 desember 2020 Radiopoetra. 1986. Zoologi. Jakarta: Erlangga. Sari, N. K., Dwi, L. Gofur, A. 2016. Proses Regenerasi Sirip Ekor Pada tkan Zebra, Edubiotik 1(1): 25-29. 2528 — 679X. Sarjito, Prayitno, $.B., dan Haditomo, A.H.C. 2013. Buku Pengantar Parasit dan Penyakit Ikan, UPT UNDIP Press, Semarang. Shao, J., Xiaojing, Q., Chengxia, Z. & Zenglu, X., 2009. Fin Regeneratin from Tail Segment with Musculature, Endoskleton and Scales. Journal of Experimental Biology Volume 31b, pp. 1-8. Solang, M. & Lamondo, D., 2009. Peningkatan Pertumbuhan dan Indeks Kematangan Gonad tkan Nila (Oreochromis niloticus L.) Melalui Pemotongan Sirip Ekor. Jurnal Iimu Kelautan dan Perikanan, 19(3), pp. 143-149. Tanaka, Elly & Reddien, Peter. 2011. The Cellular Basis for Animal Regeneration. Developmental cell. 21. 172-85. _10.1016/j.devcel. 2011.06.016. LAMPIRAN DATA PENGAMATAN PRAKTIKUM REGENERASI EKOR IKAN KELOMPOK 3 No Nama Ikan ke Data Pengamatan Ekor Ikan Dan Foto Anggota 27/November 29/November 1/Desember 3/Desember 5/Desember 1. | Ahmad 1 Darisa Tidak terjadi penambahan Ekor telah terpotong (3 Tidak terdapat ‘Terdapat perubahan mulai merata panjang ekor ikan, mm) perubahan jaringan jaringan baru munculnya jaringan | jaringan transparan baru berwarna putih | baru berwarna putih |” tidak mengalami Panjang ekor ikan : 3 mm Panjang jaringan baru Panjang ekor ikan : 3mm Panjang jaringan baru : - tansparan dan dapat dibedakan dengan wama ekor asli (4 mm) Panjang ekor ikan : 4mm Panjang jaringan baru: 1mm tidak bercorak di daerah pemotongan (mm) Panjang ekor ikan : 6mm Panjang jaringan baru: 2mm pemanjangan jika dilihat Panjang ekor ikan :6mm, Panjang jaringan baru : - Ekor telah terpotong (3 mm) Panjang ekor ikan : 3 mm Panjang jaringan baru Tidak terdapat jaringan baru Panjang ekor ikan : 3mm Panjang jaringan baru : - Jaringan transparan tipis mulai terlihat namun masih sangat pendek, sehingga tidak terjadi penambahan panjang ekor ikan (3,6 mm) Panjang ekor ikan : 3,6mm Panjang jaringan baru : 0,6 mm mulai merata munculnya jaringan baru berwama putih, tidak bercorak di daerah pemotongan (3,5 mm) Panjang ekor ikan : 35mm Panjang jaringan baru :- Tidak terdapat Jaringan baru yang muncul Panjang ekor ikan 23,5 mm Panjang jaringan baru : - Ekor telah terpotong (3 Tidak terdapat — terdapat perubahan mulai merata Tidak terjadi penambahan mm) Panjang ekor ikan : 3 mm Panjang jaringan baru Jaringan bar Panjang ekor ikan : 3mm Panjang jaringan baru : - Jaringan baru berwarna putih tansparan dan dapat dibedakan dengan warna ekor asli Panjang ekor ikan : 3m 35mm Panjang ekor ikan Panjang jaringan | Panjang jaringan :3,5mm baru baru:0,5mm — | Panjang jaringan baru: Tmunculnya jaringan baru berwama putih tidak bercorak di daerah pemotongan (3,5 mm) Panjang ekor ikan : panjang ekor ikan, jaringan transparan tidak mengalami pemanjangan jika dilihat Ekor telah terpotong (3 mm) Panjang ekor ikan : 3 mm Panjang jaringan baru Tidak terdapat jaringan baru Panjang ekor ikan : 3mm Panjang jaringan baru : - Jaringan transparan tipis mulai terlihat namun masih sangat pendek, sehingga tidak terjadi penambahan panjang ekor ikan Panjang ekor ikau ~ mulai merata munculnya jaringan baru berwama putih tidak bercorak di daerah pemotongan (3,5 mm) Panjang ekor ikan : 35mm Panjang jaringan baru : 0,5 mm Mati, panjang ekor terakhir (3.5 mm) Panjang ekor ikan 23,5 mm Panjang jaringan baru : - y ckor telah terpotone tidak terdapat terdapat perubahan ekor bertambah | PPYGaparjarngan perubahan jaringan jaringan baru panjang, mulai ana daring baru berwarna putih merata munculnya kor berwarna ‘den dapa : putih lebih merata Panjang ekor ikan : 3 transparan dan dapat jaringan baru pada dacrah mm Panjang ekor ikan: | dibedakan dengan | berwarna putih tidak tones Panjang jaringan baru 3mm warna ekor asli bercorak di daerah Pemotongan Panjang jaringan - ; pemotongan Panjang ekor ikan baru : - Panjang ekor ikan is 4mm Panjang ekor ikan : iomm anon Panjang jaringan Panjang jaringan Smm bart baru: 1mm Panjang jaringan baru: 1mm a ekor telah terpotong | terdapat perubahan | terdapat perubahan ‘mulai merata Jaringan bara Jjaringan baru jaringan baru munculnya jaringan | berwarna putih berwarna putih tipis | _berwarna putih | baru berwama putih | lebih merata Panjang ekor ikan:4 | Wwansaparan, dan] tansparan dan dapat] tidak bercorak di | keseleruh daerah mm terdapat bintik merah | dibedakan dengan | daerah pemotongan_ | pemotongan, pada Panjang jaringan baru pada ekor warna ekor asli batas ekor lama dengan baru mulai Panjang ekor ikan : | muncul garis garis : 6mm putih menebal Panjang jaringan bart Panjang ekor ikan: | Panjang ekor ikat 5mm Panjang jaringan baru: 1mm Panjang ekor ikan :6mm, Panjang jaringan baru: terdapat perubahan Jaringan baru terdapat perubahan : berwarna putih tipis jaringan baru mulai merat Pertambahan ekor telah terpotong transaparan berwarna putih munculnya jaringan panjang dan transparan dan dapat | baru berwama putih | jaringan putih pada dibedakan dengan tidak bercorak di daerah pemotongan Panjang ekor ikan : 2 | | warna ekor asli daerah pemotongan lebih terlihat mm Panjang ekor ikan : Panjang ekor ikan Panjang jaringan baru _ 3mm Panjang ekor ika1 Panjang ekor ikan : :4mm Panjang jaringan 3mm Panjang jaringan baru: 1 mm Panjang jaringan baru: 1mm kor telah terpotong Panjang ekor ikan : 2 mm Panjang jaringan baru tidak terdapat perubahan jaringan baru, terdaat bintik merah pada ekor Panjang ekor ikan : 2mm Panjang jaringan baru : - terdapat perubahan jaringan baru berwarna putih transparan dan dapat dibedakan dengan warna ekor asli, namun hanya pada sisi ekor paling pojok belum keseluruhan sisi ekor yang terpotong sebelumnya Panjang ekor ikau 2mm kor bertambah panjang, mulai merata munculnya jaringan baru berwarna putih tidak bercorak di daerah pemotongan Panjang ekor ikan : 3mm Panjang jaringan baru: 1mm Pertambahan panjang dan jaringan putih pada daerah pemotongan lebih terlihat Panjang ekor ikan :4mm, Panjang jaringan baru: Imm 3 Amanda Nalurita | a 3.1mm IS 3.2mm rama am Texjadl penambahan | Terjad penambahan Simm / panjang jaringan baru | panjang, jaringan a Kondisi chor ikan setetah | ‘Tampak adanya ‘rang muncul mulei | transparan herbal ‘Tidak terjadt Kkukan pemotongan | jaringan baru, namun emanjane acu penambahan - sngatkecil dan belum panjang, jaringan Panjang jaringan baru : - ada penambahan Panjang jaringan baru; | Panjang jaringan baru: | transparan terlihat panjang 0.1mm ‘1mm tidak mengalami - pemanjangan Panjang jaringan baru : ‘aringen Panjang jairngan baru: - ca 27mm 2.7mm 29mm 2.9mm 3am Saringe “Pat ‘Tidak ada penambahan | Terjadi penambahan belum muncul, tidak ada | Jaringan transparan vaume ae pra jenambahan panjang | mulai muncul dan terjadi en nc neki Kondisi ekor ikan setelah mp Panjang vl dan terjadi transpaean makin dilakukan pemotongan Panjang jaringan baru : - Panjang jaringan baru : penambahan panjang Panjang jaringan baru : 0.2mm Panjang jaringan baru Panjang jaringan baru : 0.1mm. iA 3mm 3.1mm 32mm 3.1mm 3.2mm, Kondisi ekor ikan setelah_ | Jaringan transparan | Jaringan transparan | 1*T##4i Penambahan Tidak terjadi dilakukan pemotongan muncul didaerah ‘mengalami pemanjangan Panjangpanjang, penambahan Panjang jaringan baru emotongan,terjadi | namun sedikit kali | Pertumbubandaringan | panjang,jaringan njang jaring: » penambahan panjang Pavan transparan Panjang jaringan b ‘Panjang jaringan baru : - mel mengalami penebalan env iogn ar: = ns aningioringan tars | reject 4 ‘Mati pada tanggal 5 -_ ‘mm som som mm Kent saan | nen ronan | ian anpacan | et pmmtaan dipotong belum terlihat mulai muncul namun Panjang, jaringan_ Panjang jaringan baru :- ang Jaringa an merata pong ar: 01mm a Nadya Rosma Ekor telah di potong Panjang ekor ikatan : 3mm Panjang jaringan baru Ujung ekor menunjukan penebalan putih tapi belum menunjukkan pertambahan Panjang Panjang ekor ikan : 3mm Panjang jaringan baru Ujung ekor ‘memperlihatkan penebalan yang lebih Jelas dan ketika diukur terlihat penambahan Panjang ekor ikan : 4mm Panjang jairngan bar Ujung ekor ‘memperlihatkan jaringan transparan ‘dengan warna yang berbeda dengan ekor Jama dan lebih tipis Panjang ekor ikan : 4,5 mm Panjang jaringan baru : 0,5 mm Ujung ekor terlihat jaringan transparan yang lebih jelas, jika diukur telah lebih dari 4.5 namun tidak mencapai 5. Sehingga Panjang ekor kami anggap telap Panjang ekor ikan 24,5 mm Panjang jaringan Ekor telah di potong Pada ujung ekor ‘Gumpalan darah Ujung ekor terlihat Ujung ekor yang ‘erlihat adanya menghilang agian ransparan | terpotong telah Panjang ekor ikan : 2 | gumpulan darah pada | tergantikan dengan | dengan warna yang | terbentuk seperti mm bekas ekor yang ‘gumpalan putih berbeda jika semula berupa Pajang jaringan baru : dipotong dibagian ujung ekor, | dibandingkan dengan | bentuk transparan dan terjadi wama ekor dibagian | dengan warna yang Panjang ekor ikan : | penambahan panjang atasnya transparan dibagian 2mm ujungnya Panjang jaringan | Panjang ekor ikan: | Panjang ekor ikan : baru : = 3mm 4mm Panjang ekor ikan Panjang jaringan :Smm baru: 1mm. Panjang jaringan_ baru: 1mm Ekor telah dipotong Panjang ekor ikan : 3 mm Panjang jaringan baru Pada ujung ekor yang telah dipotong terlihat gumpalan darah, walaupun tidak menutupi seluruh, bagian Panjang ekor ikan : 3mm Panjang jaringan ‘Gumpalan darah menghilang tergantikan dengan ‘gumpalan putih dibagian ujung ekor, dan terjadi penambahan panjang Panjang ekor ikan : 4mm Panjang j gan Ujung ekor yang, menebal kini terlihat tipis Panjang ekor ikan : 45 mm Panjang jaringan baru : 0,5 mm Ujung ekor bertambah panjang dengan bentuk transpran dibagian ujung dan kuning dekat pangkal pemotongan Panjang ekor ikan 245mm Panjang jaringan baru: Imm baru :- Ekor telah dipotong Panjang ekor ikan : 3 mm Diujung ekor terlihat penebalan putih dan terjadi pertambahan panjang Ujung cekorterdapatjaringan tipis berwarnaputih Panjang ekor ikan : Ujung ekor terdapatj aringan baru berupa Japisan transparan Panjang ekor ikan : Ujung ekor yang terpotong telah terbentuk seperti semula berupa bentuk transparan Panjang jaringan baru | Panjang ekor ikan : 4,5 mm 45 mm 33mm Panjang jaringan | panjany jaringan | Panjang ekor ikan Panjnag jaringan baru: 1 mm baru : = ‘Sm baru : 0,5 mm. Panjang jaringan baru : 0,5 mm 3. | Riski Maelinda Tidak terdapat Terda pat sedikit sekali Terda Terdapat pat pal Ekor ikan telah di i doen jaringan berwarna | penambahan jaringan | _ penambahan potong pemotongan ekor putih di daerah berwarna putih di | jaringan berwarna Pemotongan ekor ] daerah pemotongan | Putih di daerah Panjang ekor ikan : 4 ‘ekor pemotongan ekor. mm Panjang ekor ikan : Panjang ekor ikan : Panjang jaringan baru amm 41mm Panjang ekor ikan : | Panjang ekor ikan Panjang jaringan Panjang jaringan 4,3 mm. :4,5mm baru baru : 0.1mm Panjang jaringan | Panjang jaringan baru : 0.2mm baru : 0.2mm B 7 Me 4 Tidak terdapat Panjang ekor ikan : Terdapat jaringan Penambahan hthdi Terdapat cekor 3.5mm berwama putih di] perwama pulih dl | penambahan jaringan / dak terdapat Panjang Ekor ikan | daerah pemotongan aerah pemorongan berwarna putih di penambahan telah dipotong ekor menandakan ckor daerah pemotongan | aringan berwarma js s ekor Jaringan baru: penyembuban Iuk® | sang ekor tkan : putih di daerah telah selesai dan akan ne ‘ 4... | pemotongan terbentuk blastema 7 mm Panjang ekor ikan: | panjang ekor ikan Panjang ekor ikan : an _38mm :3,8mm 3.7mm Panjang baru : 0,1 Panjang jaringan Jaringan mm baru : 0.2mm Panjang jaringan baru : - ae Tid terd apat jari nga Terdapat sedikit sekali Jaringan berwarna Tidak terdapat Ekor ikan telah n putih di daerah Terdapat penambahan dipotong ber | pemotongan ekor | penambahan jaringan | jaringan berwarna war berwara putih di | putin di daerah Panjang ekor ikan : na | Panjang ekor ikan: | daerah pemotongan | pemotongan ekor 35mm puti 3,6mm ekor Panjang jaringan baru hdi Panjang Panjang ekor ikan daerah pemotongan | jaringan baru: 0,1 _ | Panjang ekor ikan : | : 3,7 mm ekor mm 3,7 mm Panjang jaringan Panjang ekor ikan : Panjang jaringan baru: 3.5mm baru : 0,1 mm Panjnag jaringan baru: - Ekor ikan telah dipotong Panjang ekor ikan : 35mm Panjang jaringan baru a Terdapat penambahan Jaringan berwarna Terdapat jaringan putin di daerah berwarna putih di | pemotongan ekor daerah pemotongan ekor. Menandakan | Panjang ekor ikan : penyembuhan luka 3.7mm telah selesai dan akan | Panjang jaringan terbentuk blastema baru : 0,1 mm Panjang ekor ikan : 3.6mm Panjang jaringan baru : 0,1 mm. Terdapat penambahan jaringan berwarna putih di daerah pemotongan ekor Panjang ekor ikan : 3.8mm Panjang jaringan baru : 0,1 mm Terdapat penambahan Jaringan berwarna putih di daerah pemotongan ekor Panjang ekor ikan :4mm, Panjang jaringan baru : 0,2 mm 6. | Risma Anisa ekor setelah dipotong(Panjang 3mm) Terdapat sedikit Ekor menunjukkan Jaringan baru ekor Jaringan baru ekor gumpalan darah dan | pertambahan panjang berwama putih berwama putih belum terlihat adanya any transparan transparan tidak lum te Ya] dengan adanya jaringan P jjatingan baru meat ea menunjukkan rmenunjukkan (Panjang 3mm) transparan pertambahan panjang | pertambahan panjang (Panjang 3.5mm) (Panjang 4mm) (Panjang 4mm) Pe ekor setelah dipotong(Panjang | —Terdapat sedikit Ekor menunjukkan Jaringan bart ekor J baru ek 3mm) gumpalan darah dan | pertambahan panjang, “Derwarna putih berwama putih, belum terlihat adanya | dengan adanya jaringan | transparan tidak transparan jaringan baru baru berwama putih menunjukkan ‘menunjukkan (Panjang 3mm) agak menebal ujungnya | pertambahan panjang_| Pettambahan panjang (Panjang 4mm) (Panjang 4mm) | (Panjang 4.5mm) ekor setelah . Ekor menunjukkan Jaringan bart ekor dipotong(Panjang 3) | Ekor menunjukkan E Jaringan bart ekor pertambahan panjang | _Peftambahan panjang berwarma putih berwara putih dengan adanyajaringan | engan anya jaringan | ransparan dak transparan baru berwarna putih baru berwama puti menunjukkan ‘menunjukkan (Panjang 3.5mm) P tensa pertambahan panjang | pertambahan panjang (Panjang 4mm) (Panjang 4mm) (Panjang 4,5) ekor setelah dipotong(Panjang 3) Terdapat sedikit, gumpalan darah dan belum terlihat adanya jaringan baru (Panjang 3mm) Ekor menunjukkan pertambahan panjang ‘dengan adanya jaringan baru berwama putih sedikit pink (Panjang 4mm) Jaringan baru ekor berwarna putih sedikit pink kebiruan tidak menunjukkan pertambahan panjang (Panjang 4mm) Jaringan bart ekor berwara putih sedikit pink kebiruan tidak menunjukkan pertambahan panjang (Panjang 4mm) Nama_| Ikan Data Pengamatan Ekor Ikan Dan Foto Anggota |_ke ‘TDesember ‘9/Desember 11/Desember 13/Desember 15/Desember Ahmad | 1 Darisa 2 3 4 Ainur 1 Rif'ah | 4 Jaringan paling awal tumbuh bagian ekor ‘Terdapat pertambahan panjang , bentuk ekor semakin menyerupai Jaringan ekor ikan mulai | aera pemanjangan Jaringan ekor baru perbatasan daerah dipotong bentuk awal namun ‘ama berwarna kuning muda | ekor berwarna kuning | berwarna kuning merata ‘mulai berwama kuning a ig masih berwarna putih merata pada bagian | jebih merata namun | Namun masih terlihat beda transparan pemotongan belum ada corak, | dengan warna kuning ekor awal Panjang ekor ikan : 6 mm Panjang ekor ikan: 6 | panjang jaringan baru :- | Panjang ekor ikan: 6 | panjang ekor ikan : 6 mm mm mm Panjang ekor ikan : 6,5 Panjang jaringan Panjang jaringan baru | panjang jaringan mm baru: 1mm ie bara: Panjang jaringan baru : 05 mm Terdapat pertambahan panjang, tetapi masih berwarna putih, dan corak agak terlihat Panjang ekor ikan : 7 mm Panjang jaringan baru 1mm. A Corak putih garis pada jaringan baru mulai menebal Panjang ekor ikan : 7mm Panjang jaringan baru : - kor ikan sebagian ada yang utih dan sebagian ada yang mulai berwara kuning Panjang ekor ikan : 7 mm Panjang jaringan baru Daerah pemanjangan ekor juga mulai berwarna kuning namun tidak sekuning warna ekor sesungguhnya, Panjang ekor ikan : 7mm Panjang jaringan baru Warna kuning pada ekor mulai terlihat corak seperti ekor awal namun belum terlihat jelas Panjang ekor ikan : 7 mm Panjang jaringan baru : we Terdapat perubahan panjang, ekor daertah r Bentuk dan panjang ekor seperti bentuk semula sebelum dipotong namun ekor ikan mulai berwama kuning muda hampir putih Panjang ekor ikan : 5 Daerah pemanjangan ekor masih berwarna b A a Warna kuning pada jaringan ekor baru berwarna kuning merata namun masih berbeda pemotongan tetap berwama putih Panjang ekor ikan : 5 mm Panjang jaringan baru: 1mm Tetap berwarna putih Panjang ekor ikan : 5mm Panjang jaringan baru : - mm Panjang jaringan baru Kuning agak keputihan belum terlalu merata. Panjang ekor ikan : 5 mm Panjang jaringan baru : - warna kuningnya dengan ekor awal Panjang ekor ikan : 5,5 mm Panjang jaringan baru : 05mm Terdapat perubahan panjang, tetap berwarna transparan putih Panjang ekor ikan : 5 mm Panjang jaringan baru: 1mm . Tidak terdapat pemanjangan terdapat garis putih-putih lebih menebal dari ekor lainnya Panjang ekor ikan : 5 mm Panjang jaringan baru : - ekor ikan mulai berwama kuning muda hampir putih Panjang ekor ikan : 5 mm Panjang jaringan baru Daerah pemanjangan ekor juga mulai berwama kuning keputihan. Panjang ekor bertambah Panjang ekor ikan : 6 mm Panjang jaringan baru: 1mm Warna kuning pada jaringan ekor baru berwarna kuning merata namun masih berbeda warna kuningnya dengan ekor awal Panjang ekor ikan : 6 mm Panjang jaringan baru : 3 ‘Amanda’ Nalurita Jaringan transparan ‘mengalami penebalan dan pemanjangan yang merata Panjang ekor ikan : 35mm Panjang jaringan baru :0, 3mm Jaringan transparan mengalami penebalan Panjang ekor ikan :3, Smm Panjang jaringan baru :- ‘Tidak terlihat adanya pemanjangan jaringan baru Panjang ekor ikan :3, 5mm Panjang jaringan baru - Terjadi pemanjang jaringan transparan Panjang ekor ikan:4mm Panjang jaringan baru : 0.5mm i Tidak terjadi penambahan panjang jaringan baru Panjang ekor ikan :4mm Panjang jaringan baru idak terjadi pemanjang jaringan Panjang ekor ikan :3mm Panjang jaringan baru :- ‘Terjadi penambahan panjang jaringan baru Panjang jaringan baru :0, 5mm uf Jaringan baru mengalami penebalan Panjang ekor ikan :3, 5mm Panjang jaringan baru & a Jaringan transparan mengalami pemanjangan dan penebalan Panjang ekor ikan 4mm Panjang jaringan baru :0, 5mm 7 ‘Terjadi pemanjang dan penebalan pada jaringan transparan Panjang ekor ikan 45mm Panjang jaringan baru 20, 5mm eS ‘Terjadi penambahan panjang dan penebalan jaringan baru Panjang ekor ikan:3, ‘5mm Panjang jaringan baru : 0,3mm 4 = Jaringan mengalami penebalan Panjang ekor ikan 5mm Panjang jaringan baru ‘Terjadi penambahan dan pemanjangan jaringan baru Panjang ekor ikan :4mm Panjang jaringan baru:0, 5mm Penebalan pada jaringan baru Panjang ekor ikan 4mm Panjang jaringan baru: Panjang tetap, penebalan masih berlangsung Panjang ekor ikan :4mm Panjang jaringan baru 4 Nadya Rosma Ujung ekor jaringan Ekor yang dipotong terlihat arunya memiliki wama yang lebih mirip dengan ekor asli, namun dibagian ujungnya masih tetap transparan, Panjang ekor ikan : 5 mm Panjang jaringan baru : 0,5 mm Tebih bulat dibandingkan dengan ekor asli Panjang ekor ikan : 5mm. Panjang jaringan baru : - mm Ekor yang terlihat lebih ‘membulat dari bagian ekor asii hasil dari pertambahan panjang ki terlihat lebih runcing uujungnya Panjang ekor ikan : 5 mm Panjang jaringan baru mm. Ruas-ruas ekor mulai terlihat lebih jelas Panjang ekor ikan : 5 mm Panjang jaringan baru : 0,5 mm Ekor lebih terlihat runcing, ruas-ruas terlihat lebih nyata, walaupun ekor yang dipotong terliht lebih tebal atau melebar Panjang ekor ikan : 5,5mm Panjang jaringan baru : -mm ‘Ujung ekor yang terpotong berupa bentuk transparan dengan warna yang lebih kuning menyerupai ekor atas dibagian ujungnya masih terlihat transparan dengan ujung yang tumpul Panjang ekor ikan : 5 Ujung ekor yang belum ‘meruncing, bagian ujungnya masih terlihat putih Panjang ekor ikan : 5 mm Panjang jaringan baru : - Ujung ekor yang belum ‘meruncing, bagian ujungnya masih terlihat putih, warna caudalnya kuning Panjang ekor ikan : 5 mm Panjang jaringan baru Ujung ekor yang belum meruncing, bagian ujungnya masih terlihat putih, warna caudalnya kuning dengan ruas yang mulaiterlihat Panjang ekor ikan : 5 mm Panjang jaringan baru Ujung ekor yang belum ‘meruncing, bagian ujungnya masih terlihat putih, warna caudalnya kuning dengan ruas yang mulaiterlihat Panjang ekor ikan mm Panjang jaringan baru : mm Panjang jaringan Ujung ekor bertambah panjang dengan bentuk transpran dibagian ujung dan kuning dekat kor yang tumbuh memiliki bentuk mirip dengan ekor awal, Namun ujungnya masih terlihat proses regenerasi yang Ruas-ruas pada sirip mulai terlihat dengan jalas, warna dari ruaspun terlihat lebih Tepi ekor menunjukkan warna tranparan tidak seperti cekor asli yang kuning Panjang dan bentuk ekor ikan yang dipotong dan tidak dipotong terlihat sama walaupun tidak pangkal pemotongan belum usa Panjang chor ikan 15: | mane kor kan 5 persis i ian : ranjang ekor ikan : / : kor terlihat lebih kaku | Panians ekor ikan : 5 mm ium Panjang rngan | Panjang ekor ikan : 5,5 Miah tipre Panjang jaringan baru mn \jang jaringa mm nexen mm Panjang jaringen baru | baru :- mm Panjang jaringan baru : :-mm : Panjang ekor ikan : 5 -0,5mm_ mm Panjang jaringan baru : 0,5 mm “ - ~ = Ujung ekor bertambah panjang dengan bentuk transpran dibagian Ruas ikan lebih jelas dengan ‘wama kuning yang terang Panjang ekor ikan : 5mm. Panjang jaringan baru : - ail Ekor yang terpotong masih memperlihatkan warna transparan diujungnya dan ruas yang jelas dibagian Ekor yang terpotong masih memperlihatkan warna transparan diujungnya dan ruas yang jelas dibagian caudal Panjang ekor ikan : 5 Ekor yang terpotong masih memperlihatkan ‘warna transparan diujungnya dan ruas yang jelas dibagian caudal ‘jung dan Kuning dekat pangkal pemotongan cekor terlihat lebih kaku tidak tipis Panjang ekor ikan : 5 mm Panjang jaringan baru: - caudal Panjang ekor ikan : 5 mm Panjang jaringan baru mm Panjang jaringan baru Panjang ekor ikan : 5 mm Panjang jaringan baru : 5 a Tidak terdapat penambahan panjang ekor. Terdapat corak berwarna hitam baru diikuti oleh adanya corak pada kor, terjadi pembentukan ruas- ruas ati Panjang ekor ikan : 45mm Panjang jaringan baru: - Terdapat penambahan Jaringan berwarna putih di daerah pemotongan ekor Pada penambahan jaringan baru diikuti oleh adanya corak pada ekor, terjadi pembentukan ruas- ruas jari di bagian proksimal Panjang ekor ikan : 5mm Panjang jaringan baru : 0,5 mm Terdapat penambahan jaringan berwama putih di daerah pemotongan ekor Pada penambahan jaringan baru diikuti oleh adanya corak pada ekor, terjadi pembentukan ruas- ruas Jari memanjang ke arah distal Panjang ekor ikan : 6mm Panjang jaringan baru :imm Terdapat penambahan jaringan berwarna putih di daerah pemotongan ekor Panjang ekor ikan : 6,3 mm Panjang jaringan baru 0,3 mm Tidak terdapat penambahan jaringan berwarna putih di daerah pemotongan ekor Panjang ekor ikan : 6,3 mm Panjang jaringan baru : Terdapat penambahan Jaringan berwarna putih di daerah pemotongan ekor. Pada penambahan jaringan baru diikuti oleh adanya corak pada kor, terjadi pembentukan ruas- ruas Jai Panjang ekor ikan : 6 mm Panjang jaringan baru : 2,2mm Tidak terdapat penambahan Jaringan berwarna putih di daerah pemotongan ekor. Pada penambahan jaringan baru diikuti oleh adanya corak pada ekor, terjadi pembentukan ruas- ruas jari bagian proksimal Panjang ekor ikan : 6 mm. Panjang jaringan baru Terdapat penambahan Jaringan berwarna putih di daerah pemotongan ekor. Pada penambahan jaringan baru diikuti oleh adanya corak pada ekor, terjadi pembentukan ruas- ruas Jari bagian proksimal Panjang ekor ikan : 6,3 mm Panjang jaringan baru : 0,3 Tidak terdapat penambahan jaringan berwarna putih di daerah pemotongan ekor. Pada penambahan jaringan baru diikuti oleh adanya corak pada ekor, terjadi pembentukan ruas- ruas jari Panjang ekor ikan : 6,3 mm Panjang jaringan baru: - Terdapat penambahan Jaringan berwarna putih di daerah pemotongan ekor. Pada penambahan Jaringan baru diikuti oleh adanya corak pada ekor, terjadi pembentukan ruas- ruas jari | Panjang ekor ikar mm Panjang jaringan baru : 0,2 mm Terdapat penambahan jaringan berwama, putih di daerah pemotongan ekor Pada penambahan jaringan baru diikuti oleh adanya corak pada ekor, terjadi pembentukan ruas- ruas jai Panjang ekor ikan : 4 mm Panjang jaringan baru : 0,3 mm Terdapat penambahan Jaringan berwarna putih di daerah pemotongan ekor Pada penambahan jaringan baru diikuti oleh adanya corak pada ekor, terjadi pembentukan ruas- ruas jari di bagian proksimal Panjang ekor ikan : 5mm Panjang jaringan baru : 1 mm ry Terdapat penambahan jaringan berwama putih di daerah pemotongan ekor Pada penambahan jaringan baru diikuti oleh adanya corak pada cekor, terjadi pembentukan ruas- ruas Jari di bagian proksimal Panjang ekor ikan : 5,5 mm Panjang jaringan baru £0,5 mm ‘Terdapat penambahan jaringan berwama putih di daerah pemotongan ekor Pada penambahan Jaringan baru diikuti oleh adanya corak pada ekor, terjadi pembentukan ruas- ruas jari memanjang ‘ea rah distal, belummencapai ukuran semula Panjang ekor ikan : 5,8 mm Panjang jaringan baru : 0,3 mm Tidak terdapat penambahan jaringan berwama putih di daerah pemotongan ekor belum mencapai ukuran semula Panjang ekor ikan : 58mm Panjang jaringan baru : Terdapat penambahan Jaringan berwarna, putih di daerah pemotongan ekor Pada penambahan Jaringan baru diikuti oleh adanya corak pada kor, terjadi pembentukan ruas- ruas ati Panjang ekor ikan : 5,1 mm Panjang jaringan baru: 1.1mm Terdapat penambahan Jaringan berwarna putih di daerah pemotongan ekor Pada penambahan jaringan baru diikuti oleh adanya corak pada ekor, terjadi pembentukan ruas- ruas jari di bagian proksimal Panjang ekor ikan : 5,5 mm Panjang jaringan baru : 04mm Terdapat penambahan jaringan berwama putih di daerah pemotongan ekor Pada penambahan jaringan baru diikuti oleh adanya corak pada cekor, terjadi pembentukan ruas- ruas Jari memanjang ke arah distal Panjang ekor ikan : 6mm Panjang jaringan baru £0,5 mm Terdapat penambahan jaringan berwama putih di daerah pemotongan ekor Pada penambahan Jaringan baru diikuti oleh adanya corak pada ekor, terjadi pembentukan ruas- ruas jari memanjang ke arah distal, belum ‘mencapai ukuran semula Panjang ekor ikan : 6,5 mm Panjang jaringan baru : 0,5 mm Tidak terdapat penambahan jaringan berwama putih di daerah pemotongan ekor cbelum mencapai ukuran semula Panjang ekor ikan : 6,5 mm Panjang jaringan baru : 6 Risma Anisa Jaringan bart ekor berwama putih agak | (Panjang 4.5mm) kekuningan menunjukkan | ‘i seak kekuningan tidak ambahan panjang dan Seep Teast pes | menunjukkan pertambahan semula Panjang, corak garis mulai terlihat aringan baru ekor berwarna (Panjang 4.5mm) dan hampir berbentuk seperti semula (Panjang 4,5mm) Jaringan baru ekor Jaringan baru ekor berwama seperti semula corak garis mulai terlihat dan berbentuk seperti ‘berwama seperti semula oe tidak menunjukkan ‘menunjukkan : i garis sudah jelas dan ae an ets | berbenak seperti semua (Panjang Smm) semula (Panjang Smm) Jaringan baru ekor berwama seperti semula menunjukkan pertambahan panjang, corak Jaringan bart ekor berwarna putih transparan tidak menunjukkan pertambahan panjang (Panjang 4,5mm) Jaringan baru ekor berwama putih transparan tidak ‘menunjukkan pertambahan Panjang (Panjang 4,5mm) Jaringan baru ekor berwama kekuningan ‘menunjukkan pertambahan panjang, corak garis mulai terlihat jelas, ekor hampir berbentuk seperti semula (Panjang Smm) Jaringan baru ekor berwara kekuningan e tidak menunjukkan ‘menunjukkan pertambahan stambahan panjang, | Panjang, corak garis terlihat ene | elas. ekor berbentuk seperti corak garis mulai terlihat Jelas, ekor berhentuk seperti semula (Panjang Smm) Jaringan baru ekor berwarna seperti semula tidak semula (Panjang Smm) Jaringan baru ekor berwama putih agak kekuningan tidak ‘menunjukkan pertambahan panjang dan hhampir berbentuk seperti semula (Panjang 4.5mm) Jaringan baru ekor berwama putih agak kekuningan ‘menunjukkan pertambahan panjang dan hampir berbentuk seperti semula (Panjang Smm) Jaringan baru ekor berwama kekuningan tidak ‘menunjukkan pertambahan panjang dan hampir berbentuk seperti semula (Panjang Smm) Jaringan baru ekor berwama kekuningan ‘menunjukkan pertambahan panjang dan hampir berbentuk seperti semula, corak ¢garis mulai terlihat (Panjang 5.5mm) Jaringan baru ekor berwarna kkekuningan tidak ‘menunjukkan pertambahan panjang, ekor berbentuk seperti semula, corak garis ‘mulai terlihat jelas (Panjang 5.5mm) Jaringan baru ekor berwarna putih kebiruan ‘menunjukkan pertambahan panjang (Panjang 4.5mm) Jaringan baru ekor berwarna putih transparan tidak ‘menunjukkan pertambahan Panjang (Panjang 4,5mm) Jaringan baru ekor berwarna kekuningan ‘menunjukkan pertambahan panjang, corak garis mulai terlihat (Panjang Smm) Jaringan baru ekor berwarna kekuningan tidak menunjukkan pertambahan panjang, corak garis mulai terlihat jelas (Panjang Smm) Jaringan baru ekor berwama seperti semula ‘menunjukkan pertambahan panjang, corak garis terlihat jelas (Panjang 5.5mm)