Anda di halaman 1dari 27

MAKALAH

KEPEMIMPINAN & MANAJEMEN KEPERAWATAN


“Perencanaan Dalam Manajemen Keperawatan Aplikasi Rencana Strategi ”
Dosen Pengampu
H. Supriadi B, S.Kep., M.pd

i
Disusun Oleh :
Kelompok 6

David Mirza Mahendra ( P07220118074)


Muhammad Akbar Naim ( P07220118094)
Hana Huwai ( P07220118084)
Windani Dwi Urliana ( P07220118109)

PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN KELAS C


POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES
KALIMANTAN TIMUR
TAHUN AJARAN
2020/2021

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur senantiasa tercurahkan kepada Sang Agung, pemilik
segala-Nya, pemilik yang sesungguh-Nya, tiada daya dan kekuatan kecuali datang
dari –Nya. Tiada kata yang patut diucapkan kecuali syukur Alhamdulillah atas
segala curahan rahmat dan hidayah-Nya serta limpahan kesehatan yang diberikan
kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas “Manajemen
Keperawatan” tepat pada waktunya.Tidak lupa juga kami kirimkan shalawat

ii
junjungan kami kepada Nabi Muhammad SAW yang telah memberikan harta
yang tak ternilai harganya bagi umat di dunia ini, semoga kebaikan senantiasa
tercurahkan padanya.

Semoga saja makalah ini dapat memberikan pengetahuan baru dalam dunia
keperawatan maupun dalam dunia kesehatan, sebagai suatu acuan proses
pembelajaran selanjutnya.Kami sadar dalam makalah ini, tidak lepas dari
kesalahan ataupun kekuarangan, sehingga kritik dan saran dari dosen pembimbing
sangat kami harapkan. Wassalamu Alaikum Wr. Wb.

Balikpapan, 15 Januari 2021

Kelompok 6

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.............................................................................................ii

DAFTAR ISI..........................................................................................................iii

PENDAHULUAN..................................................................................................vi

1.1 Latar Belakang..............................................................................................vi

iii
1.2 Rumusan Masalah....................................................................................vi

1.3 Tujuan..........................................................................................................vii

BAB II..................................................................................................................viii

PEMBAHASAN...................................................................................................viii

2.1 Definisi dan Pentingnya Perencanaan Dalam Manajemen Keperawatan...viii

2.2.1 Pengertian Manajemen........................................................................viii

2.1.1 Pengertian Perencanaan..............................................................................ix

2.1.2 Tipe- Tipe Perencanaan.........................................................................x

2.1.3 Hakekat Perencanaan Strategis.............................................................xi

2.2 Komponen ( 5W + 1H )...............................................................................xii

2.2.1 What (apa).............................................................................................xii

2.2.2 Where (dimana)....................................................................................xiii

2.2.3 When (kapan).......................................................................................xiii

2.2.4 Who (siapa)..........................................................................................xiii

2.2.5 Why (mengapa)....................................................................................xiii

2.2.6 HOW (bagaimana)...............................................................................xiii

2.3 Kriteria Perencanaan (S: Sistematis, M : Measurable, A : Accountable, R :


Realistis, T : Orientasi pd waktu).....................................................................xiv

2.4 Lingkup Aplikasi Rencana Strategi.............................................................xvi

2.5 Pj Shift.......................................................................................................xxiii

2.6 Kepala Tim................................................................................................xxiv

2.7 Pembimbing Klinik....................................................................................xxv

BAB III..............................................................................................................xxvii

PENUTUP.........................................................................................................xxvii

3.1 Kesimpulan..............................................................................................xxvii

DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................xxviii

iv
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Setiap organisasi perlu melakukan suatu perencanaan dalam setap kegiatan


organisasinya, baik perencanaan produksi, perencanaan rekrutmen karyawan
baru, program penjualan produk baru, maupun perencanaan anggarannya.
Perencanaan (planning) merupakan proses dasar bagi organisasi untuk
memilih sasaran dan menetapkan bagaimana cara mencapainya. Oleh karena
itu, organisasi harus menetapkan tujuan dan sasaran yang hendak dicapai
sebelum melakukan proses perencanaan.Perencanaan diperlukan dan terjadi

v
dalam berbagai bentuk organisasi, sebab perencanaan ini merupakan proses
dasar manajemen di dalam mengambil suatu keputusan dan tindakan.
Perencanaan diperlukan dalam jenis kegiatan baik itu kegiatan oranisasi,
perusahaan maupun kegiatan di masyarakat, dan perencanaan ada dalam
setiap fungsi-fungsi manajemen, karena fungsi-fungsi tersebut hanya dapat
melaksanakan keputusan-keputusan yang telah ditetapkan dalam
perencanaan.Perencanaan merupakan tahapan paling penting dari suatu fungsi
manajemen, terutama dalam menghadapi lingkungan eksternal yang berubah
dinamis. Dalam era globalisasi ini, perencanaan harus lebih mengandalkan
prosedur yang rasional dan sistematis dan bukan hanya pada intuisi dan
firasat (dugaan).

a.2 Rumusan Masalah


b. Apa definisi dan pentingnya perencanaan dalam manajemen
keperawatan?
c. Bagaimana Komponen (5 W + 1 H) dan Kriteria Perencanaan (S :
Sistematis, M : Measurable, A : Accountable, R : Realistsi, T :
Orientasi pd waktu) dalam manajemen keperawatan ?
d. Bagaimana lingkup aplikasi rencana strategi kabid, kepala bangsal,
pj shift, kepala tim dan pembimbing klinik ?
e. Bagaimana metode perhitungan tenaga keperawatan di rumah sakit
?

1.3 Tujuan
Untuk mengetahui lebih jelas mengenai perencanaan dalam bidang
manajemen keperawatan, komponen dan kriteria dalam perencanaan
keperawatan, tugas-tugas dan tanggung jawab petugas kesehatan yang ada di
rumah sakit serta perhitungan tenaga keperawatan yang dibutuhkan di sebuah
rumah sakit.

vi
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Definisi dan Pentingnya Perencanaan Dalam Manajemen


Keperawatan

2.2.1 Pengertian Manajemen


Manajemen merupakan proses pelaksanaan kegiatan
organisasi melalui upaya orang lain untuk mencapai tujuan bersama.
Sedangkan manajemen keperawatan dapat diartikan sebagai pelaksanaan
pelayanan keperawatan melalui staf keperawatan untuk memberikan
asuhan keperawatan, pengobatan dan rasa aman, kepada individu,
keluarga, kelompok dan masyarakat.Manajemen mempunyai 4 fungsi
yaitu :
1. Planning (perencanaan) sebuah proses yang dimulai dengan
merumuskan tujuan organisasi, sampai dengan menyusun dan
menetapkan rangkaian kegiatan untuk mencapainya. Melalui
perencanaan akan dapat ditetapkan tugas-tugas staf. Dengan
tugas-tugas ini seorang pemimpin akan mempunyai pedoman
untuk melakukan supervisi dan evaluasi serta menetapkan

vii
sumber daya yang dibutuhkan oleh staf dalam menjalankan
tugas-tugasnya.
2. Organizing (pengorganisasian) adalah rangkaian kegiatan
manajemen untuk menghimpun semua sumber daya (potensi)
yang dimiliki oleh organisasi dan memanfatkannya secara
efisien untuk mencapai tujuan organisasi.
3. Actuating (directing, commanding, coordinating) atau
penggerakkan adalah proses memberikan bimbingan kepada
staf agar mereka mampu bekerja secara optimal dan
melakukan tugas-tugasnya sesuai dengan ketrampilan yang
mereka miliki sesuai dengan dukungan sumber daya yang
tersedia.
4. Controling (pengawasan, monitoring) adalah proses untuk
mengamati secara terus menerus pelaksanaan rencana kerja
yang sudah disusun dan mengadakan koreksi terhadap
penyimpangan yang terjadi.

2.1.1 Pengertian Perencanaan


Dalam manajemen, perencanaan adalah proses mendefinisikan
tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan
mengembangkan rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan
merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa
perencanaan fungsi-fungsi lain pengorganisasian, pengarahan,
dan pengontrolan tak akan dapat berjalan. Rencana dapat berupa rencana
informal atau rencana formal. Rencana informal adalah rencana yang
tidak tertulis dan bukan merupakan tujuan bersama anggota suatu
organisasi.
Sedangkan rencana formal adalah rencana tertulis yang harus
dilaksanakan suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu. Rencana
formal merupakan rencana bersama anggota korporasi artinya, setiap

viii
anggota harus mengetahui dan menjalankan rencana itu. Rencana formal
dibuat untuk mengurangi ambiguitas dan menciptakan kesepahaman
tentang apa yang harus dilakukan.Menurut George R. Terry perencanaan
adalah : “planning is the selecting andrelating of fact and the making
and using of assumption regarding the future in thevisualization and
formulating of proposed activities believed necessary to achieve desired
result”.
Pada intinya perencanaan dibuat sebagai upaya untuk merumuskan
apa yang sesungguhnya ingin dicapai oleh sebuah organisasi atau
perusahaan serta bagaimana sesuatu yang ingin dicapai tersebut dapat
diwujudkan melalui serangkaian rumusan rencana kegiatan tertentu.
Landasan dasar setiap perencanaan adalah kemampuan manusia untuk
secara sadar memilih alternatif masa depan yang dikehendakinya dan
kemudian mengarahkan daya upayanya untuk mewujudkan masa depan
yang dipilih tersebut. Perencanaan merupakan langkah utama yang
penting dalam keseluruhan proses manajemen agar faktor produksi yang
terbatas dapat diarahkan secara maksimal untuk mencapai tujuan yang
telah ditetapkan.
Perencanaan merupakan spesifikasi dari tujuan perusahaan yang
ingin dicapai serta cara-cara yang akan ditempuh untuk mencapai tujuan
tersebut, hal ini berarti mengandung arti :
1. Penentuan tujuan  
2. Pemilihan dan penentuan cara yang akan ditempuh 
3. Usaha untuk mencapai tujuan tersebut
4. Kegunaan perencanaan/rencana kerja
5. Dapat membedakan arah bagi setiap kegiatan denganjelas
6. Dapat mengetahui apakah tujuan tersebut telah dicapai
7. Dapat memudahkan mengindentifikasikan hambatan
8. Dapat menghindarkan pertumbuhan dan perkembanganyang
tak terkendali.

ix
2.1.2 Tipe- Tipe Perencanaan
1. Berdasarkan luasnya
a. Strategi, rencana yang berlaku bagi organisasi secara keseluruhan,
menjadi sasaran umum organisasi tersebut, dan berusaha menetapkan
organisasi tersebut ke dalam lingkungannya.
b. Operasional, rencana yang memerinci detail cara mencapai sasaran
menyeluruh. Rencana strategi cenderung mencakup kerangka waktu
yang lebih panjang, sedangkan rencana strategik biasanya hanya kisaran
bulanan, mingguan, dan harian. Rencana strategik juga mencakup
perumusan sasaran, sedangkan rencana operasional mendefinisikan
berbagai cara untuk mencapai sasaran 
1) Berdasarkan kerangka waktu
a) Jangka Panjang
b) Jangka Pendek
2) Berdasarkan kekhususan
a) Pengarah, rencana yang fleksibel dan yang menjadi
pedoman umum 
b) Pemerinci, rencana yang mendefinisikan dengan jelas
dan tidakmember ruang untuk penafsiran 
3) Berdasarkan frekuensi
a) Sekali Pakai; rencana yang digunakan satu kali saja yang
secara khususdirancang untuk memenuhi kebutuhan
situasi yang unik
b) Terus Menerus; rencana yang berkesinambungan yang
menjadi pedoman bagi kegiatan-kegiatan ang dilakukan
secara berulang-ulang.

2.1.3 Hakekat Perencanaan Strategis


Perencanaan strategis adalah proses memutuskan program-program yang
akandilaksanakan oleh organisasi dan perkiraan jumlah sumber daya
yang akandialokasikan ke setiap program selama beberapa tahun ke
depan.

x
1. Karakteristik dari Perencanaan Strategis
a. Hubungan dengan Formulasi Strategis
b. Evolusi dari Perencanaan Strategis
c. Manfaat dan keterbatasan dari Perencanaan Strategis
d. Struktur dan Isi Program
e. Hubungan Organisasional
2. Tujuan Perencanaan
a. Standar pengawasan
b. Mengetahui kapan pelaksanaan dan selesainya
c. Mengetahui siapa saja yang terlibat Mendapatkan kegiatan yang
sistematis termasuk biaya dan kualitas pekerjaan.
d. Meminimalkan kegiatan yang tidak produktif dan menghemat
biaya,tenaga dan waktu Memberikan gambaran menyeluruh
mengenai kegiatan pekerjaan.
e. Menyerasikan dan memadukan beberapa sub kegiatan.
f. Mendeteksi hambatan kesulitan yang bakal ditemuig.
g. Mengarahkan pada pencapaian tujuan.
3. Manfaat Perencanaan
a. Standar pelaksanaan dan pengawasan
b. Pemilihan alternatif terbaik
c. Penyusunan skala perioritas
d. Menghemat pemanfaatan sumber daya organisasi
e. Membantu manajer menyesuaikan diri dengan perubahan
lingkungan
f. Alat memudahkan dalam berkordinasi dengan pihak terkait
g. Alat meminimalkan pekerjaan yang tidak pasti

2.2 Komponen ( 5W + 1H )
Ada suatu target yang akan dicapai yaitu program. Di dalam suatu
perencanaan ada 5W dan 1H yaitu What, where, who, when. Why dan How.

xi
2.2.1 What (apa)
Membicarakan masalah tentang apa yang menjadi tujuan sebuah
perencanaan dan hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan
perencanaan tersebut.
1. Apa yang akan dilakukan atau dikerjakan.
2. Dana sumber yang didapat.
3. Dana apa yang akan dihubungkan.
4. SDM
5. Sarana dan prasarana agar tercapai.

2.2.2 Where (dimana)


Membicarakan masalah dimana program dalam perencanaan tersebut
dilaksanakan.
1. Dimana kita melakukan kegiatan. 
2. Berpegang kepada aspekbilitas (kemampuan untuk menyelesaiakan
diri)
3. Tersedianya tenaga kerja yang memenuhi berbagai persyaratan guna
menjamin kelancaran tugas.

2.2.3 When (kapan)


Membicarakan masalah kapan kegiatan tersebut akan dilaksanakan dan
diakhiri.
1. Kapan kita melakukan tugas. 
2. Kemampuan untuk mengelola waktu.
3. Memilih waktu yang tepat untuk mengisi waktu yang luang

2.2.4 Who (siapa)


Membicarakan masalah siapa yang akan melaksanakan program tersebut.
1. Menganalisis kebutuhan tenaga kerja baik kuantitatif maupun
kwlalitatif. 
2. Pola pembinaan karier.
3. Kebijaksanaan didalam pengolahan dan pengajian.
4. Metode dan teknik tentang pengadaan tenaga kerja yang
akandilaksanakan.

xii
2.2.5 Why (mengapa)
Membicarakan masalah mengapa tujuan tersebut harus dicapai dengan
mengapa beragam kegiatan dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.
1. Rencana itu harus mempermudah suatu pekerjaan sehingga
mudahdilaksanakan.
2. Rencana itu harus mempunyai rincian yang cermat

2.2.6 HOW (bagaimana)


Membicarakan masalah bagaimana cara melaksanakan program yang
direncanakan tersebut.

Dengan melakukan kategori diatas, maka seorang manager akan mudah


dalam melaksanakan program atau kegiatan yang direncanakannya. Hal ini
dikarenakan, metode yang dilakukannya terpola secara baik dan
berkesinambungan yang melibatkan berbagai macam objek penunjang
pelaksanaan program atau kegiatan.

2.3 Kriteria Perencanaan (S: Sistematis, M : Measurable, A :


Accountable, R : Realistis, T : Orientasi pd waktu)
1. Sistematis
Kata yang pertama ini menekankan pentingnya menetapkan target
yang spesifik; benar-benar spesifik. Hindari target yang terlalu umum
atau kurang mendetail. Target tidak boleh ambigu, harus jelas, dan
dipaparkan dengan bahasa yang lugas. Misalnya, tetapkan target seperti
ini: “tingkatkan penjualan dari 500 menjadi 1000 buah apel dalam
sehari” dan hindari “tingkatkan omset dari penjualan apel per-hari”.
Untuk menetapkan tujuan yang spesifik, anda harus menyampaikan
kepada tim seluruh harapan dan keinginan dengan spesifik, mengapa hal
ini penting, siapa yang akan terlibat, dimana akan dijalankan, dan atribut
apa saja yang penting. Suatu tujuan (target) yang spesifik biasanya akan
menjawab pertanyaan “5W” ini:

xiii
a. What: apa yang ingin saya capai?
b. Why: Mengapa harus dicapai? (alasan yang spesifik; tujuan dan
keuntungan dari pencapaian target tersebut)
c. Who: Siapa yang terlibat?
d. Where: Dimana target akan dicapai? (identifikasi lokasi)
e. Which: Identifikasi persyaratan untuk mencapai target dan kendala
yang menghalagi tercapainya target.
2. Measurable
Kata yang kedua menekankan pentingnya kriteria yang digunakan
untuk mengukur besarnya kemajuan yang dibuat dalam mencapai target.
Filosofi yang melatar-belakangi poin ini adalah: “Jika target tidak dapat
diukur, mustahil untuk mengetahui apakah anda telah membuat
kemajuan dalam mencapai tujuan akhirnya”. Mengukur kemajuan akan
membantu tim untuk tetap berada dalam jalur yang benar, menepati
tenggat waktu, dan merasakan semangat dan euforia ketika memperoleh
hasil yang menggembirakan di setiap pencapaian yang membawa mereka
lebih dekat kepada tujuan.
Target yang terukur akan mampu menjawab salah satu pertanyaan :
a. Berapa banyak?
b. Bagaimana anda mengetahui bahwa target tersebut telah tercapai?
3. Accountable
Kata yang ketiga menekankan bahwa target harus realistis dan
dapat dicapai. Target tidak boleh dibuat terlalu mudah (untuk performa
standar tim anda), tapi juga tidak boleh terlalu sulit sehingga terasa
mustahil untuk dicapai. Target yang ditetapkan akan dapat dicapai jika :
anda telah menentukan apa yang paling penting, lalu mampu
membayangkan langkah-demi-langkah untuk mewujudkannya. Untuk itu,
anda akan mengembangkan perilaku, kemampuan, keahlian, dan
kapasitas finansial untuk mencapainya.
Target yang accountable akan menjawab pertanyaan seperti :
a. How: Bagaimana target tersebut akan dicapai?
4. Realistis

xiv
Kata keempat menekankan pentingnya memilih target yang tepat.
Target yang dibuat oleh bank manager untuk membuat “50 sandwich isi
mentega kacang dan jeli sebelum jam 2 siang” bisa jadi merupakan target
yang Sistematis, Measurable, Accountable, dan Timely, namun tidak
realistis. Seringkali anda membutuhkan dukungan berbagai pihak untuk
mencapai target : sumber daya, masukan dari Champion, dan apapun
yang dapat membantu meruntuhkan tembok penghalang. Target yang
relevan untuk atasan anda, tim anda, dan organisasi anda akan
mendapatkan dukungan yang anda butuhkan itu.
Target yang relevan, jika tercapai, akan mendorong tim,
departemen, dan organisasi lebih maju. Sebuah target yang mendukung
atau selaras dengan target-target lainnya akan dianggap sebagai target
yang relevan.
Sebuah target yang relevan akan memberikan jawaban ‘ya’ untuk
semua pertanyaan ini :
a. Apakah target ini layak diperjuangkan?
b. Apakah target ini ada di waktu yang tepat?
c. Apakah target ini sesuai dengan kebutuhan dan target anda yang
lain?
d. Apakah anda orang yang tepat untuk mengejar target ini?
5. Timely
Kata kelima menekankan pentingnya menepatkan target dengan
kerangka waktu, yaitu memberikan deadline pencapaian target.
Komitmen kepada deadline akan membantu tim untuk tetap fokus
menjalankan pekerjaan untuk memenuhi target tepat waktu, atau bahkan
lebih cepat. Ini adalah bagian dari filosofi SMART yang melindungi
target dari serangan krisis sehari-hari yang biasa terjadi dalam organisasi.
Target dengan tenggat waktu akan menimbulkan urgensi.
Target dengan tenggat waktu akan menjawab pertanyaan berikut :
a. Kapan?
b. Apa yang bisa saya lakukan (selesaikan) dalam 6 bulan dari
sekarang?

xv
c. Apa yang bisa saya lakukan (selesaikan) dalam 6 minggu dari
sekarang?
d. Apa yang bisa saya lakukan (selesaikan) hari ini?

2.4 Lingkup Aplikasi Rencana Strategi


Kepala Bidang
a. Tanggung Jawab
Secara struktural Kepala Bidang Perawatan bertanggung jawab
kepada Wakil Direktur Pelayanan Medik dalam :
1) Pelaksanaan Asuhan keperawatan
2) Kualitas Asuhan Keperawatan
3) Ketersediaan standar asuhan keperawatan
4) Pengembangan SDM Keperawatan
5) Usulan dan rekomendasi penempatan SDM Keperawatan

b. Wewenang
Kepala Bidang Perawatan dalam melaksanakan tugasnya
mempunyai wewenang:
1) Memberikan pengarahan dan bimbingan pelaksanaan Asuhan
Keperawatan
2) Melakukan supervisi dalam rangka menjaga mutu Asuhan
Keperawatan
3) Melakukan penilaian kinerja tenaga keperawatan
4) Mengawasi, mengendalikan dan mengkoordinasikan
Pelaksanaan Asuhan Keperawatan.
5) Memberikan usulan dan pertimbangan kepada atasan khususnya
yang berkaitan dengan pelayanan keperawatan.
c. Uraian Tugas
1) Melaksanakan Fungsi Perencanaan, meliputi:
a) Menyusun Visi dan Misi keperawatan yang menunjang Visi
dan misi rumah sakit.

xvi
b) Menyusun rencana kebutuhan tenaga perawat secara
keseluruhan baik secara kuantitas/jumlah dan
kualitas/kualifikasi
c) Menyusun rencana penempatan tenaga keperawatan sesuai
dengan kualifikasi, minat dan jumlah.
d) Menyusun program pengembangan Staf keperawatan sesuai
dengan kebutuhan pelayanan dirumah sakit.
e) Menyusun rencana program pengendalian mutu asuhan
keperawatan dan berperan serta dalam perencanaan
pelayanan rumah sakit.
f) Menyusun rencana anggaran biaya untuk kebutuhan
pengembangan staf perawatan
g) Menyusun rencana pengembangan sistem informasi Asuhan
Keperawatan.
h) Berperan serta dalam pengembangan pelayanan rumah
sakit.
i) Merencanakan rapat koordinasi dengan instalasi terkait.

2) Melaksanakan fungsi penggerakan dan pelaksanaan, meliputi:


a) Mensosialisasikan dan menjabarkan visi misi keperawatan
kepada seluruh lapisan perawat.
b) Membuat indikator-indikator dan Standar Operasional
Prosedur yang menunjang pengendalian mutu pelayanan
asuhan keperawatan dirumah sakit.
c) Membimbing dan mengarahkan kepala seksi, kepala
ruangan dan ketua tim serta perawat pelaksana dalam
pelaksanaan asuhan keperawatan yang sesuai dengan visi
misi keperawatan.
d) Membimbing dan mengarahkan kepala ruangan dan ketua
tim serta perawat pelaksana dalam penerapan standar
operasional prosedur pelaksanaan asuhan keperawatan.

xvii
e) Melakukan supervisi secara berkala untuk menjaga mutu
asuhan keperawatan dan menindaklanjuti hasil dari
supervisi tersebut.
f) Berkoordinasi dengan instalasi/bidang terkait demi
lancarnya pelaksanaan asuhan keperawatan
g) Menghitung kebutuhan tenaga perawat dan mengajukan
usulan rekrutmen tenaga perawat sesuai kebutuhan.
h) Berkoordinasi dengan instalasi dan bidang terkait dalam
penempatan tenaga keperawatan sesuai dengan kebutuhan
dan kualifikasi.
i) Mengatur proses orientasi perawat baru.
j) Berkoordinasi dengan instalasi dan bidang terkait untuk
pengembangan kemampuan perawat.
k) Berkoordinasi dengan instalasi dan bidang terkait serta
institusi pendidikan keperawatan untuk kelancaran proses
bimbingan mahasiswa, khususnya yang menggunakan
rumah sakit sebagai lahan praktek
l) Membimbing tenaga keperawatan dalam hal
pendayagunaan dan pemeliharaan alat.
m) Memberikan usulan kebutuhan fasilitas penunjang
pelayanan asuhan keperawatan dirumah sakit.
n) Memberikan usulan dan pertimbangan kepada direksi untuk
pemberian reward dan punishmant terhadap perawat.
o) Membuat laporan berkala dan laporan khusus bidang
keperawatan dengan menganalisa data pelaksanaan
informasi, dokumen/laporan yang dibuat oleh kasie/kepala
ruangan untuk disampaikan kepada Wakil Direktur
Pelayanan Medik atau kepada Direktur.

3) Melaksanakan fungsi Pengawasan, pengendalian dan penilaian,


meliputi :

xviii
a) Mengawasi, mengendalikan dan menilai penerapan
kebijakan pelayanan asuhan keperawatan.
b) Mengawasi, mengendalikan dan menilai pendayagunaan
tenaga keperawatan secara efektif dan efisien
c) Melaksanakan penilaian kinerja staf tenaga keperawatan,
berkoordinasi dengan instalasi terkait dan bidang SDM.
d) Mengawasi, mengendalikan dan menilai mutu pelayanan
asuhan keperawatan.
e) Berperan serta dalam penilaian pelaksanaan program
bimbingan pendidikan keperawatan.
f) Mengawasi, mengendalikan dan menilai pendayagunaan
peralatan secara efektif dan efisien
g) Nama Jabatan Bawahan Langsung
Dalam melaksanakan tugasnya kepala bidang perawatan
dibantu oleh dua orang kepala seksi, yaitu :
(1) Kepala Seksi Asuhan Keperawatan
(2) Kepala Seksi Etika dan mutu Keperawatan
-
2. Kepala Bangsal/Kepala Ruangan
Seorang perawat profesional yang diberi wewenang dan tanggung jawab
dan mengelola kegiatan pelayanan perawatan di satu ruang rawat.
a. Tugas Pokok
Mengawasi dan mengendalikan kegiatan pelayanan Keperawatan di
ruang rawat yang berada di wilayah tanggung jawabnya.
b. Uraian Tugas
1) Melaksanakan fungsi perencanaan, meliputi :
a) Merencanakan jumlah dan kategori tenaga perawatan serta
tenaga lain sesuai kebutuhan.
b) Merencanakan jumlah jenis peralatan perawatan yang
diperlukan sesuai kebutuhan.

xix
c) Merencanakan dan menetukan jenis kegiatan/asuhan
keperawatan yang akan diselenggarakan sesuai kebutuhan
pasien.
2) Melaksanakan fungsi penggerakan dan pelaksanaan, meliputi :
a) Mengatur dan mengkoordinasikan seluruh kegiatan
pelayanan ruang rawat.
b) Menyusun dan mengatur daftar dinas tenaga perawatan dan
tenaga lain sesuai kebutuhan dan ketentuan atau peraturan
yang berlaku.
c) Melaksanakan program orientasi kepada tenaga perawatan
baru atau tenaga lain yang akan bekerja diruang rawat.
d) Memberi pengarahan dan motivasi kepada tenaga
perawatan untuk melaksanakan asuhan keperawatan sesuai
ketentuan/standar.
e) Mengkoordinasikan seluruh kegiatan yang ada dengan cara
bekerja sama dengan berbagai pihak yang terlibat dalam
pelayanan di ruang rawat.
f) Mengadakan pertemuan berkala dengan pelaksana
perawatan dan tenaga lain yang berada diwilayah tanggug
jawabnya.
g) Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan di bidang
perawatan antara lain melalui pertemuan ilmiah.
h) Mengenal jenis dan kegunaan barang/peralatan serta
mengusahakan pengadaannya sesuai kebuthan pasien agar
tercapai pelayanan yang optimal.
i) Menyusun permintaan rutin meliputi kebutuhan alat, obat
dan bahan lain yang diperlukan diruang rawat.
j) Mengatur dan mengkoordinasikan pemeliharaan peralatan
agar selalu dalam keadaan siap pakai.
k) Mempertangungjawabkan pelaksanan inventarisasi
peralatan.

xx
l) Melaksanakan program orientasi kepada pasien dan
keluarganya, meliputi penjelasan tentang peraturan rumah
sakit, tata tertib ruangan, fasilitas yang ada cara
penggunaannya serta kegiatan rutin sehari-hari di ruangan.
m) Mendampingi dokter selama kunjungan keliling (visite
dokter) untuk pemeriksaan pasien dan mencatat program
pengobatan, serta menyampikan kepada staf untuk
melaksanakannya.
n) Mengelompokan pasien dan mengatur penempatannya di
ruang rawat menurut tingkat kegawatannya, infeksi dan non
infeksi untuk memudahkan pemberian asuhan keperawatan.
o) Mengadakan pendekatan kepada setiap pasien yang dirawat
untuk mengetahui keadaanya dan menampung keluhan serta
membantu memecahkan masalah yang dihadapinya.
p) Mejaga perasan pasien agar merasa aman dan terlindungi
selama pelaksanaan pelayanan perawatan berlangsung.
q) Memberi penyuluhan kesehatan terhadap pasien atau
keluarga dalam batas kewenangan.
r) Menjaga perasaan petugas agar merasa aman dan
terlindungi selama pelaksanaan pelayanan perawatan
berlangsung.
s) Memelihara dan mengembangkan sistem pencatatan dan
pelaporan asuhan keperawatan dan kegiatan lain yang
dilakukan secara tepat dan benar. Untuk tindakan perawatan
selanjutnya.
t) Mengadakan kerjasama yang baik dengan kepala ruang
yang lain, seluruh kepala bidang, kepala bagian, kepala
instalasi dan kepala unit di RS.
u) Menciptakan dan memelihara suasana kerja yang baik
antara petugas, pasien dan keluarganya, sehingga
memberikan ketenangan.
v) Meneliti pengisian formulir sensus harian pasien ruangan.

xxi
w) Memeriksa dan meneliti pengisian daftar permintaan
makanan berdasarkan macam dan jenis makanan pasien,
kemudian memeriksa dan meneliti ulang saat penyajian
sesuai dengan diitnya.
x) Memelihara buku register dan berkas catatan medik.
y) Membuat laporan harian dan bulanan mengenai
pelaksanaan kegiatan asuhan keperawatan, serta kegiatan
lain di ruang rawat.
3) Melaksanakan fungsi pengawasan, pengendalian dan penilaian
meliputi :
a) Mengawasi dan menilai pelaksanaan asuhan keperawatan
yang telah ditentukan.
b) Melaksanakan penilaian terhadap upaya peningkatan
pengetahuan dan ketrampilan di bidang perawatan.
c) Mengawasi dan mengendalaikan pendayagunaan peralatan
perawatan serta obat-obatan secara efektif dan efisien,
d) Mengawasi pelaksanaan sistem pencatatan dan pelaporan
kegiatan asuhan keperawatan serta mencatat kegiatan lain di
ruang rawat.

2.5 Pj Shift
Seorang perawat profesional yang diberi wewenag dan tanggung jawab
oleh kepala ruangan dalam mengelola kegiatan pelayanan keperawatan
diruang perawatan pada shift pagi/sore/malam.
a. Uraian tugas
1. Tugas pokok
Membantu kepala ruangan dalam mengelola dan mengawasi
pelayanan asuhan keperawatan pada pasien dan keluarga
2. Tugas pelengkap :
a) Melaksanakan serah terima tugas kepada petugas perawat
pengganti secara lisan maupun tulisan dengan benar dan

xxii
melakukan operan secara lepas atau langsung ketiap-tiap
pasien
b) Membantu kelancaran tersedianya alat-alat medis dan alat
kesehatan lainnya sesuai dengan standar
c) Memberikan tugas kepada perawat pelaksana agar
memberikan asuhan keperawatan berdasarkan kebutuhan
pasien serta selalu mendokumentasikannya sesuai SAK
yang berlaku pada format yang sudah tersedia
d) Memberikan pelayanan keperawatan diunit kerjanya dan
bekerjasama dengan tim medis dan non medis lainnya
dalam mengkoordinasikan seluruh pelayanan diruang
perawatan
e) Memelihara lingkungan yang aman dan nyaman bagi pasien
dan keluarga
f) Memberikan informasi kepada pasien dan kelurganya
tentang fasilitas rumah sakit, lingkungan perawatan dan tata
tertib yang berlaku dirumah sakit
g) Mendampingi dokter dan memberikan bantuan sesuai
dengan kebutuhan dokter disaat visite
a. Mempersiapkan dan memelihara catatan klinis pasien
b. Membantu kepala ruangan dalam menilai dan mengevaluasi
penampilan kerja perawat pelaksana dalam memberikan
pelayanan keperawatan secara individual melalui observasi
c. Mengidentifikasikan masalah yang timbul diruang
perawatan dan memecahkannya bersama-sama kepala
ruangan
d. Melaksnakan sistem pencatan dan pelaporan yang maksimal
sehingga tercipta sistem informasi rumah sakit yang dapat
dipercaya
e. Memelihara peralatan ( sarana dan prasarana ) agar selalu
dalam keadaan siap pakai

xxiii
f. Mengawasi bawahan langsung dalam melaksanakan
tugasnya secara berkesinambungan
g. Memberikan pendapat/teguran/nasehat kepada bawahan
h. Menjaga agar kebutuhan standar keperawatan tersedia
lengkap dalam keadaan siap pakai diruangan
i. Mewakili kepala ruangan apabila berhalangan hadir atau
tidak masuk kerja
3. Tanggung jawab
Bertanggung jawab atas kelancaran keiatan pelayanan
keperawatan diunit perawatan

2.6 Kepala Tim


Sebagai perawat profesional harus mampu menggunakan berbagai teknik
kepemimpinan. Ketua tim harus dapat membuat keputusan tentang
prioritas perencanaan, supervisi, dan evaluasi asuhan keperawatan.
Pelaksanaan konsep tim sangat tergantung pada filosofi ketua tim, yakni
apakah berorientasi pada tugas atau pada klien. Tanggung jawab ketua
tim adalah :
a. Mengkaji setiap klien dan menetapkan rencana asuhan keperawatan.
b. Mengoordinasikan rencana asuhan keperawatan dengan tindakan
medis
c. Membagi tugas yang harus dilaksanakan oleh setiap anggota
kelompok dan memberikan bimbingan melalui konferensi
d. Mengevaluasi pemberian asuhan keperawatan dan hasil yang dicapai
serta mendokumentasikannya.
e. Pengkajian merupakan proses yang berlanjut dan berkesinambungan.
Dapat dilakukan serah terima tugas.
f. Mengkoordinasikan rencana perawatan yang tepat waktu,
membimbing anggota tim untuk mencatat tindak kepemimpinan
yang telah dilakukan
g. Meyakinkan semua hasil evaluasi berupa respon klien terhadap
tindakan keperawatan tercatat.

xxiv
h. Menilai kemajuan semua klien dari hasil pengamatan langsung atau
laporan anggota tim

2.7 Pembimbing Klinik


a. Mengorientasikan mahasiswa meliputi ruang, lokasi dan fungsi
peralatan, kasus/ pasien  dan lain-lain yang dipandang perlu.
b. Menetapkan dan membagi pasien kelolaan bagi masing-masing
mahasiswa untuk dilakukan asuhan keperawatan.
c. Mengkoordinasikan shift jaga / jadual praktek mahasiswa dalam 3
(tiga) shift pagi, sore dan malam.
d. Melakukan pre conference :
1) Mengkaji kesiapan mahasiswa melakukan praktek :
a) Menandatangani presensi mahasiswa di buku pedoman.
b) Mengecek dan menandatangani laporan pendahuluan
kebutuhan dasar ( LP ) menandatanganinya, dan kontrak
belajar.
c) Mendiskusikan laporan pendahuluan “asuhan keperawatan”.
Sesuai kontrak belajar
d) Mendiskusikan laporan pendahuluan “target ketrampilan”.
Sesuai kontrak belajar.
2) Mendiskusikan rencana praktek yang akan dilakukan sesuai
LP/Kontrak belajar mahasiswa :
a) Mengidentifikasi masalah klien.
b) Merencanakan asuhan keperawatan.
e. Melakukan intra conference : membimbing pelaksanaan praktek
mahasiswa secara umum dan pasien kelolaan secara khusus.
f. Melakukan post conference :
1) Membahas pelaksanaan praktek.
2) Membahas masalah yang dijumpai pada saat praktek.
3) Mengevaluasi dan menandatangani kompetensi mahasiswa di
buku target ketrampilan.[ CITATION Sri16 \l 1033 ]

xxv
g. Membimbing pembuatan dan dokumentasi asuhan keperawatan
pasien yang menjadi tanggung jawab mahasiswa.
h. Mengesahkan laporan asuhan keperawatan mahasiswa  ( pada
lembar pegesahan) sebelum diberikan ke pembimbing akademik.
i. Memantau perkembangan kesiapan, sikap, kedisiplinan, keaktifan
dan ketrampilan mahasiswa.
j. Menilai penampilan praktek klinik keperawatan mahasiswa dengan
format “instrumen penilaian penampilan praktek klinik
keperawatan” berdasarkan kebutuhan mahasiswa.
k. Melaksanakan evaluasi sumatif baik bersama pembimbing akademik
atau sesuai dengan permintaan mahasiswa.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Manajemen merupakan proses pelaksanaan kegiatan organisasi melalui
upaya orang lain untuk mencapai tujuan bersama. Sedangkan manajemen
keperawatan dapat diartikan sebagai pelaksanaan pelayanan keperawatan
melalui staf keperawatan untuk memberikan asuhan keperawatan, pengobatan
dan rasa aman, kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat.
Manajemen mempunyai 4 fungsi yaitu : Planning (perencanaan),
Organizing (pengorganisasian), Actuating (directing, commanding,
coordinating) atau penggerakkan, Controling (pengawasan, monitoring).

xxvi
Dalam manajemen, perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan
organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan
rencana aktivitas kerja organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting
dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain
pengorganisasian, pengarahan, dan pengontrolan tak akan dapat berjalan.
Rencana dapat berupa rencana informal atau rencana formal.

DAFTAR PUSTAKA

Mugianti, S. (2016, Desember). Manajemen-dan-Kepemimpinan-dalam-


Keperawatan-Komprehensif.pdf. Retrieved Januarii 15, 2021, from
http://bppsdmk.kemkes.go.id/:
http://bppsdmk.kemkes.go.id/pusdiksdmk/wp-
content/uploads/2017/08/Manajemen-dan-Kepemimpinan-dalam-
Keperawatan-Komprehensif.pdf

xxvii