Anda di halaman 1dari 34

Sosialisasi

Tugas & Fungsi


Rehabilitasi

BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI JAMBI


REHABILITASI

adalah serangkaian upaya pemulihan ketergantungan bagi


pecandu dan korban penyalahgunaan Narkoba, yang
diawali dengan asesmen dan dilanjutkan dengan layanan
rehabilitasi medis & sosial serta diakhiri dengan layanan
pasca-rehabilitasi, yang dilakukan secara kontinu dalam
suatu kesatuan layanan yang berkelanjutan
DASAR HUKUM

DEPUTI REHABILITASI BNN RI


 Peraturan Presiden No. 23 Th. 2010 ttg BNN
KEPALA BIDANG REHABILITASI BNNP
 Peraturan Kepala BNN No. 3 Th. 2015 ttg OTK BNNP/K
KEPALA SEKSI PENGUATAN LEMBAGA REHAB BNNP
 Peraturan Kepala BNN No. 3 Th. 2015 ttg OTK BNNP/K
KEPALA SEKSI REHABILITASI BNNK
 Peraturan Kepala BNN No. 3 Th. 2015 ttg OTK BNNP/K
TUGAS FUNGSI DEPUTI REHABILITASI

 DEPUTI REHABILITASI BNN RI


 Peraturan Presiden No. 23 Th. 2010 ttg BNN Pasal
21 : Deputi Bidang Rehabilitasi mempunyai tugas
melaksanakan P4GN di bidang Rehabilitasi
Pasal 22 : Deputi Bidang Rehabilitasi mempunyai fungsi
a. Penyusunan dan pelaksanaan kebijakan nasional dan
kebijakan teknis P4GN di bidang rehabilitasi
b. Penyusunan dan perumusan norma, standar, kriteria dan
prosedur di bidang rehabilitasi berbasis komunitas
terapeutik atau metode lain yang telah
teruji keberhasilannya dan penyatuan kembali ke dalam
masyarakat serta perawatan lanjutan penyalah guna
dan/atau pecandu narkotika dan psikotropika serta bahan
adiktif lainnya kecuali bahan adiktif untuk tembakau dan
alkohol
c. Pelaksanaan koordinasi , integrasi dan sinkronisasi dengan
instansi pemerintah terkait dan komponen masyarakat
dalam pelaksanaan P4GN di bidang rehabilitasi
d. Pelaksanaan rehabilitasi berbasis komunitas terapeutik atau
metode lain yang telah teruji keberhasilannya dan
penyatuan kembali ke dalam masyarakat serta perawatan
lanjutan bagi penyalahguna dan/atau pecandu narkotika
dan psikotropika serta bahan adiktif lainnya, kecuali bahan
adiktif untuk tembakau dan alkohol
e. Pelaksanaan peningkatan kemampuan lembaga rehabilitasi
medis dan rehabilitasi sosial bagi penyalahguna dan/atau
pecandu narkotika dan psikotropika serta bahan adiktif
lainnya, kecuali bahan adiktif untuk tembakau dan alkohol,
yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun masyarakat
f. Pembinaan teknis rehabilitasi medis, rehabilitasi sosial, dan
rehabilitasi berbasis komunitas terapeutik atau metode lain
yang telah teruji keberhasilannya dan penyatuan kembali ke
dalam masyarakat serta perawatan lanjutan bagi
penyalahguna dan/atau pecandu narkotika dan psikotropika
serta bahan adiktif lainnya, kecuali bahan adiktif untuk
tembakau dan alkohol, kepada instansi vertikal di
lingkungan BNN
g. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan kebijakan
nasional P4GN di bidang rehabilitasi
TUGAS FUNGSI KABID REHABILITASI

 KEPALA BIDANG REHABILITASI BNNP


 Peraturan Kepala BNN No. 3 Th. 2015 ttg OTK BNNP/K
Pasal 14 : Bidang Rehabilitasi mempunyai tugas melaksanakan
kebijakan teknis P4GN di bidang rehabilitasi dalam wilayah
Provinsi
Pasal 15 : Bidang Rehab menyelenggarakan fungsi
a. Penyiapan pelaksanaan koordinasi penyusunan rencana
strategis, dan rencana kerja tahunan P4GN di bidang
rehabilitasi dalam wilayah Provinsi
b. Penyiapan pelaksanaan asesmen penyalah guna dan/atau
pecandu narkotika dalam wilayah Provinsi
c. Penyiapan pelaksanaan peningkatan kemampuan lembaga
rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial penyalah guna
dan/atau pecandu narkotika, baik yang diselenggarakan
oleh pemerintah maupun masyarakat dalam wilayah
Provinsi
d. Penyiapan pelaksanaan peningkatan kemampuan layanan
pasca rehabilitasi dan pendampingan bagi mantan penyalah
guna dan/atau pecandu narkotika dalam wilayah Provinsi
e. Penyiapan pelaksanaan penyatuan kembali ke dalam
masyarakat dan perawatan lanjut bagi mantan penyalah
guna dan/atau pecandu narkotika dalam wilayah Provinsi
f. Penyiapan pelaksanaan pembinaan teknis dan supervisi
P4GN di bidang rehabilitasi kepada BNNK/Kota dalam
wilayah Provinsi
g. Penyiapan pelaksanaan evaluasi dan pelaporan P4GN di
bidang rehabilitasi dalam wilayah Provinsi
TUGAS FUNGSI KASI PL REHABILITASI
 KEPALA SEKSI PENGUATAN LEMBAGA REHAB
 Peraturan Kepala BNN No. 3 Th. 2015 ttg OTK BNNP/K
Pasal 17 : Seksi Penguatan Lembaga Rehabilitasi mempunyai
tugas melakukan :
a. Penyiapan bahan pelaksanaan koordinasi penyusunan
rencana strategis dan rencana kerja tahunan P4GN
b. Asesmen bagi penyalah guna dan/atau pecandu narkotika
c. Peningkatan kemampuan lembaga rehabilitasi medis dan
sosial yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun
masyarakat
d. Pembinaan teknis dan supervisi P4GN kepada BNNK/Kota
e. Evaluasi dan pelaporan P4GN dalam wilayah provinsi
TUGAS FUNGSI KASI REHABILITASI BNNK

 KEPALA SEKSI REHABILITASI BNNK


 Peraturan Kepala BNN No. 3 Th. 2015 ttg OTK BNNP/K
Pasal 29 : Seksi Rehabilitasi mempunyai tugas melakukan :
a. Penyiapan bahan pelaksanaan koordinasi penyusunan
rencana strategis dan rencana kerja tahunan, kebijakan
teknis P4GN
b. Asesmen penyalahguna dan/atau pecandu narkotika
c. Peningkatan kemampuan lembaga rehabilitasi medis dan
rehabilitasi sosial penyalah guna dan/atau pecandu
narkotika baik yang diselenggarakan pemerintah maupun
masyarakat
DASAR HUKUM
TUGAS FUNGSI REHABILITASI

d. Peningkatan kemampuan layanan pascarehabilitasi dan


pendampingan
e. Evaluasi dan pelaporan di bidang rehabilitasi dalam wilayah
Kabupaten/kota
RESUME
TUGAS & FUNGSI REHABILITASI

BNNP BNNK

KASI PLR
1. Koordinasi
2. Asesmen
3. Katpuan Rehab
4. Bintek supervisi
5. Evaluasi

KASI PASCA
1. Koordinasi
2. Katpuan Pasca
3. Penyatuan kembali
4. Bintek supervisi
5. Evaluasi
ALUR REHABILITASI

PENERIMAAN REHABILITASI LAYANAN


AWAL MEDIS DAN SOSIAL PASCA REHABILITASI

LAYANAN
PASCAREHAB
INTER
IN PUT REGULER
SKRINING VENSI OUTCOME
SINGKAT

PECANDU
atau PULIH,
KORBAN LAYANAN
RENCANA RAWAT PENERI PRODUKTIF
PENYALAH ASESMEN PASCAREHAB
TERAPI JALAN MAAN BERFUNGSI
GUNAAN LANJUT SOSIAL
NARKOBA
 Voluntary
 Compolsary
• DATANG
SENDIRI RAWAT
• DIANTAR
LAYANAN
INAP PASCAREHAB
KELUARGA/
MASYARAKAT INTENSIF
• PROSES
HUKUM

RELAPSE
SKRINING
 MAKSUD : untuk mengidentifikasi apakah seseorang
menggunakan / mengkonsumsi Narkoba atau tidak

 TUJUAN : untuk memilah apakah sesorang tersebut


dlm keadaan adiksi/ kecanduan sehingga memerlukan
rehabilitasi atau tidak

 Dilakukan test urine secara kualitatif dan pemeriksaan


fisik dengan menggunakan instrument singkat, cepat,
valid dan akuntabel
ASESMEN
 Adalah serangkaian pemeriksaan secara menyeluruh dan
mendalam keadaan klien terkait pemakaian narkoba dan
dampaknya terhadap diri maupun lingkungannya

 MAKSUD : mengetahui jenis zat (Narkoba) yg dikonsumsi


dan tingkat keparahan kecanduannya serta dampak yang
ditimbulkan secara fisik, kejiwaan dan sosial akibat dari
penggunaan narkoba tersebut

 TUJUAN : untuk menentukan rencana terapi - rehabilitasi


yang diperlukan oleh klien tersebut

( Individual Treatment Plan )


MATERI ASESMEN
Meliputi pemeriksaan antara lain :
 Anamnesa riwayat penggunaan narkoba
 Pemeriksaan fisik / medis
 Pemeriksaan status mental / kejiwaan
 Pemeriksaan laboratorium penunjang
 Pemeriksaan situasi dan kondisi sosial
 Pemeriksaan Addiction Severity Index (ASI)
 Test URICA : adalah untuk mengetahui tingkat
motivasi klien dalam mencapai kepulihan
5 - Stages of change : URICA
1. Pre contemplation : Tidak sadar
2. Contemplation : Mulai timbul kesadaran
3. Preparation : Mencari upaya untuk sembuh
4. Action : Pulih (tidak mengkonsumsi)
5. Maintenance : Mempertahankan kepulihan
REHABILITASI

Rehabilitasi Rehabilitasi Pasca Rehabilitasi


Medis Sosial
• Relapse
prevention
• Detoksifikasi • Meningkatkan • Pelatihan
• Medico- stabilitas emosi keterampilan atau
psychiatric dan adaptasi vokasional
treatment and • Meningkatkan
• Penyatuan
evaluation ego strength kembali dlm
• Terapi penyakit & • Merubah pola lingkungan sosial
kelainan penyerta pikir dan perilalu
PRINSIP
REHABILITASI MEDIS

 Manajemen intoksikasi / detoksifikasi


 Pemberian farmakoterapi dan psikoterapi
 Penanganan penyakit penyerta
 Medico-psychiatric treatment & evaluation
INDIKATOR KEBERHASILAN
REHABILITASI MEDIS

1. Hilangnya gejala putus obat ( withdrawal syndrome )

2. Kondisi fisik dan kejiwaan stabil, shg klien mampu


menjalani semua rutinitas harian tanpa obat
3. Adanya kesadaran kognitif klien terhadap bahaya dan
dampak negatif penggunaan narkotika

4. Test URICA : fase kontemplasi - preparation


PRINSIP
REHABILITASI SOSIAL

1. Emotional / Psychological Development


Mengembangkan stabilitas emosi / kejiwaan klien agar mampu
mengendalikan diri dan adaptasi
2. Spiritual and Intellectual Enhancement
Meningkatkan kesadaran sprititual dan intelektual klien sehingga
timbul ego strength yaitu keyakinan kuat dari alam bawah sadar
untuk lepas dari penyalahgunaan dan/ atau penggunaan narkoba
3. Behavior Shaping / Adjustment
Merubah perilaku klien agar sesuai dengan norma yang berlaku
dalam masyarakat
4. Family Involvement
Ada keterlibatan keluarga secara aktif dalam mendukung proses
kepulihan klien
METODE
REHABILITASI SOSIAL

Berbagai metode pendekatan layanan yang sering


digunakan, antara lain :

 Terapi komunitas (Therapeutic Community);


 12 Langkah (12 – Steps);
 Terapi perubahan perilaku;
 Keagamaan dan spiritual;
 Tradisional
INDIKATOR KEBERHASILAN
REHABILITASI SOSIAL
1. Kestabilan emosi dan kemampuan beradaptasi
2. Perubahan pola pikir dan perilaku yang pro sosial
• No Drug
• No crime
• Healthy life
• Healthy thinking & behavior
3. Peningkatan Ego strength, yaitu terjadi keyakinan dan ke
sadaran yang kuat dari klien untuk menuju kepulihan
4. URICA : fase action – maintenance
PASCA REHABILITASI
 Adalah program lanjutan yang diberikan kepada klien, yaitu
mantan pecandu atau korban penyalahgunaan narkoba yg
telah menyelesaikan rehabilitasi medis & rehabilitasi sosial,
guna mempertahankan kepulihannya

 Merupakan bagian yang terintegrasi dan tidak terpisahkan


dari rehabilitasi medis dan sosial, dalam upaya pemulihan
ketergantungan narkoba
(Sustainable Rehabilitation Program)
TUJUAN LAYANAN PASCA
REHABILITASI
Membimbing klien agar mampu menghadapi
”trigger” yaitu situasi yang dapat menimbulkan
terjadinya craving (keadaan nagih) dalam rangka
mempertahankan kepulihan

Memfasilitasi klien dalam mengembangkan minat,


bakat dan keterampilan sehingga mampu hidup
secara produktif dan mandiri

Mempersiapkan klien agar mampu menyatu


kembali dengan keluarga dan masyarakat serta
berfungsi sosial
OUT COME
1. PULIH DAN PRODUKTIF
a. Abstinensia / urine test ( - )
b. Kualitas hidup yg baik ( fisik, psikologis dan sosial )
c. Kegiatan positif
d. Produktif, memiliki pekerjaan untuk kehidupan ekonomi

2. PULIH DAN TIDAK PRODUKTIF


a. Idem a s/d c
b. Belum memiliki pekerjaan untuk kehidupan ekonomi

3. TIDAK PULIH TETAPI PRODUKTIF ( RELAPSE )


a. Urine test ( + ) tiga kali atau lebih selama program 6 bulan
b. Ditemukan perilaku kriminal
c. Produktif, memiliki pekerjaan untuk kehidupan ekonomi

4. TIDAK PULIH DAN TIDAK PRODUKTIF ( RELAPSE )


a. Urine test ( + ) tiga kali atau lebih selama program 6 bulan
b. Terdapat perilaku kriminal ( anti sosial )
c. Tidak diterima dalam kehidupan keluarga dan/ atau masyarakat