Anda di halaman 1dari 21

Tugas PPKN XII MIPA 5

Kelompok 4

Anggota :

Amrita Deviayu Tunjungbiru (7)

Delvino Ananta (11)

Hagea Sofia Adninda Imanisla (17)

Muhammad Rayhanafraa Gibran Maulana (23)

Muhammad Syarief Nur Hakim (24)

Nasywa Aqilah Putri (28)

Ransi Raihan Majesta (33)


SEMESTER GENAP
BAB 4
KD 4.3  PENGETAHUAN : Mengevaluasi dinamika  persatuan dan kesatuan bangsa sebagai
upaya   menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan  Republik Indonesia.
IPK :

● Menganalisis konsep negara Kesatuan


● Menganalisis karakteristik Negara Kesatuan Republik Indonesia.
● Mengidentifikasi kelebihan konsep Negara Kesatuan.
● Menilai persatuan dan kesatuan bangsa pada masa revolusi kemerdekaan (18 Agustus 1945
sampai dengan 27 Desember 1949).
● Menilai persatuan dan kesatuan bangsa pada masa Republik Indonesia Serikat (27 Desember
1949 sampai dengan 17 Agustus 1950).
● Menilai persatuan dan kesatuan bangsa pada masa demokrasi liberal (17 Agustus 1950
sampai dengan 5 Juli 1959).
● menilai persatuan dan kesatuan bangsa pada masa Orde Lama (5Juli 1959 sampai dengan 11
Maret 1966).
● Menilai Persatuan dan Kesatuan pada Masa Orde Baru (11 Maret 1966 sampai dengan 21
Mei 1998).
● Menilai persatuan dan kesatuan pada masa Reformasi (Periode 21 Mei 1998-sekarang).

KD 4.4 KETERAMPILAN : Merancang dan mengkampanyekan  persatuan dan kesatuan bangsa


sebagai upaya   menjaga dan mempertahankan Negara Kesatuan  Republik Indonesia
IPK :

● Merancang persatuan dan kesatuan bangsa sebagai upaya   menjaga dan mempertahankan
Negara Kesatuan  Republik Indonesia.
● Mengkampanyekan  persatuan dan kesatuan bangsa sebagai upaya   menjaga dan
mempertahankan Negara Kesatuan  Republik Indonesia

Lampiran 2 :Penilaian Pengetahuan

1. Pertemuan pertama

TUGAS PERTAMA:
Bacalah buku sumber yang lain kemudian kerjakan tugas-tugas di bawah ini !

1. Identifikasi tiga pendapat para pakar tentang makna negara kesatuan.

No Nama Pakar Makna Negara Kesatuan


Negara kesatuan ialah merupakan bentuk dari negara
1. C.F Strong, berdaulat yang dimana hanya memiliki satu kekuasaan
tertinggi yaitu pemerintah pusat

Negara kesatuan adalah merupakan suatu negara yang


bersifat tunggal atau tidak terbagi menjadi beberapa
2. Abu Daud Busroh,
negara. Artinya, suatu negara hanya satu atau tidak
ada negara lain yang tergabung dengan negara tersebut

Negara kesatuan ialah merupakan negara yang


3. Moh Kusnardi dan Harmaily Ibrahim, memiliki kedaulatan yang tidak terbagi-bagi dengan
negara lainnya

2. Analisis persamaan dan perbedaan dari pendapat-pendapat tersebut.


❖ Persamaannya adalah para ahli mengatakan bahwa negara kesatuan yang
berdaulat dan tidak terpisah pisah.
❖ Perbedaannya adalah ada yang menekankan tentang kedaulatan, ada yang
menekankan sifat negara tersebut yang memang sebuah kesatuan.

3. Coba kalian rumuskan pengertian negara kesatuan menurut pendapat sendiri.

Negara kesatuan merupakan salah satu dari 3 (tiga) bentuk-bentuk negara selain negara
federasi dan negara konfederasi. Negara kesatuan merupakan sebuah negara dimana
pemerintahannya terpusat sehingga pemerintahan memiliki kekuasaan penuh terhadap
suatu negara. Dengan kata lain pemerintah memiliki kedudukan tertinggi di dalam
pemerintahan yang mana pemerintah pusat memiliki wewenang untuk melimpahkan
sebagian wewenang atau tugasnya kepada pemerintah daerah.
Ciri-ciri dari negara kesatuan diantaranya adalah sebagai berikut ini :

● Wewenang tertinggi berada ditangan pemerintah pusat


● Pemerintah pusat menangani seluruh kedaulatan negara baik dari luar maupun
dari dalam
● Rakyat dapat berhubungan dengan pemerintah pusat secara langsung untuk
menjalankan daerahnya
● Hanya terdapat satu konstitusi yaitu ialah Undang-Undang Dasar, satu kepala
negara, satu kabinet atau dewan menteri, dan juga satu parlemen
● Negara hanya memiliki satu kebijakan yang berkaitan dengan permasalahan
ekonomi, politik, sosial budaya dan juga pertahanan keamanan
4. Identifikasi negara-negara di dunia yang berbentuk kesatuan.

● Timor Leste
● Jepang
● Filipina
● Brunei Darussalam
● Italia
● Belanda
● Yunani
● Kamboja
● Laos
● Vietnam

No Nama Negara Nama Kepala Negara/Kepala Pemerintahan

1.  Indonesia  Joko Widodo

2.  Brunei Darussalam  Sultan Hassanal Bolkiah

3.  Papua New Guinea  Ratu Elizabeth II

4.  Jepang  Kaisar Akihito

5.  Philipina  Banigo Aquino

5. Identifikasi kelebihan konsep negara kesatuan.

No Kelebihan Konsep Negara Kesatuan

 Berbagai kepentingan dan urusan dikendalikan oleh pemerintah pusat. Maka dilakukan secara
1.
merata.

2. Struktur negara bersifat sederhana.


3. Koordinasi pusat dan daerah lebih mudah.

4. Biaya untuk perekonomian lebih murah.

5. Korupsi lebih bisa dikendalikan. Karena peran negara yang dominan

BUAT KELOMPOK : MEMBUAT MAKALAH DAN PPT KELOMPOK 1-6


PRESENTASI 2 KELOMPOK PER PERTEMUAN ( 1 JAMPEL 1 KELOMPOK)
NAMA KELOMPOK DAN TEMANYA:

1. Menilai persatuan dan kesatuan bangsa pada masa revolusi kemerdekaan (18 Agustus 1945
sampai dengan 27 Desember 1949).
2. Menilai persatuan dan kesatuan bangsa pada masa Republik Indonesia Serikat (27 Desember
1949 sampai dengan 17 Agustus 1950).
3. Menilai persatuan dan kesatuan bangsa pada masa demokrasi liberal (17 Agustus 1950
sampai dengan 5 Juli 1959).
4. menilai persatuan dan kesatuan bangsa pada masa Orde Lama (5Juli 1959 sampai dengan 11
Maret 1966).
5. Menilai Persatuan dan Kesatuan pada Masa Orde Baru (11 Maret 1966 sampai dengan 21
Mei 1998).
6. Menilai persatuan dan kesatuan pada masa Reformasi (Periode 21 Mei 1998-sekarang).

Pertemuan kedua
Teknistes              : Penugasan (Tugas Kelompok)
Bentuk Tes             : Uraian

1. Coba kalian identifikasi keunggulan Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam


berbagai dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara. Tuliskan hasil identifikasimu
pada tabel di bawah ini !

No Bidang Keunggulan NKRI

1. Ideologi  Pancasila, Indonesia memiliki Ideologi yang cukup kuat


dan juga berbeda dengan Negara-negara lainnya.
 Adu kekuasaan dan kekuatan, namun dengan bertahan
2. Politik pada Pancasila pada setiap menentukan Politik nasional,
membuat kepentingan bangsa Indonesia terjamin di
pergaulan Internasional dengan berbagai bangsa.

 Sumber kekayaan Indonesia cukup berlimpah, angka


3. Ekonomi devisa Indonesia dapat terus naik bila adanya SDM yang
mampu mengelola daerah-daerah di Indonesia dengan
baik.

4. Sosial Budaya  Berbagai budaya tersebar dari Sabang sampai Merauke.


Indonesia adalah Negara yang kaya akan budaya.

5. Pertahanan dan Keamanan  Indonesia memiliki pertahanan dan keamanan yang


cukup dan selalu sedia dalam keadaan apapun.

1. Dari keunggulan-keunggulan NKRI yang telah kalian identifikasi, keunggulan di


bidang apa yang membuat Indonesia lebih maju dibandingkan negara lain? Berikan
alasan kalian.

→ Ideologi dan sosial budaya.

● Ideologi. Karena Pancasila adalah ideologi yang terpandang dan diakui oleh mancanegara
sebagai salah satu ideologi terbaik yang dimiliki suatu negara.
● Sosial budaya. Karena indonesia adalah negara yang besar dan kaya akan keberagaman
penduduk menjadikan kuatnya sosial budaya.

Pertemuan ketiga
Teknis tes              : Penugasan (Tugas Kelompok)
Bentuk Tes             : Uraian

1. Bagaimana kondisi Persatuan dan Kesatuan Bangsa pada Masa Revolusi


Kemerdekaan (18 Agustus 1945 sampai dengan 27 Desember 1949?
Masa revolusi kemerdekaan dimulai sejak tangga tanggal 17 Agustus 1945 sampai 27
Desember 1949. Pada masa ini, bangsa Indonesia menghadapi Belanda yang ingin kembali
menguasai, pemulangan tawanan Jepang yang kalah perang, sekaligus memadamkan
berbagai pemberontakan.
Dilihat dari sudut sejarah kenegaraan, selama revolusi tersebut, terjadi peperangan antara
negara Indonesia yang merdeka yaitu Republik Indonesia dan Kerajaan Belanda sebagai
lawan. Belanda yang mengatakan bahwa kemerdekaan Indonesia itu adalah tidak sah,
kenyataannya adalah bahwa Indonesia telah memproklamasikan kemerdekaannya kepada
seluruh dunia pada tanggal 17 Agustus 1945.

Setelah kemerdekaan itu, maka Belanda datang untuk mencoba membasmi kemerdekaan
atau dengan kata lain datang serbuan dari luar negeri melalui Agresi Militer. Akibatnya
terjadilah peperangan di kedua negara itu. Karena peperangan itu dilihat dari sudut
Indonesia adalah peperangan yang bertujuan untuk mempertahankan kemerdekaannya,
maka ia disebut perang kemerdekaan. Masa perang kemerdekaan itu berlangsung dari tahun
1945 sampai 1949.

Pada akhir 1949 Belanda dengan resmi mengakui kedaulatan Republik Indonesia, dan
sesuai dengan istilah Konferensi Meja Bundar disebut: penyerahan kedaulatan. Dalam
perang kemerdekaan itu akhirnya Belandalah yang kalah dengan konsekuensi diadakannya
KMB tersebut. Atas dasar pandangan ini, maka periode tahun 1945-1949, dinamakan
periode”Perang Kemerdekaan''.

Pada periode ini, terjadi pemberontakan untuk memisahkan diri dari Indonesia yaitu
pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) Madiun tahun 1948 dan Darul
Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII).

2. Bagaimana kondisi Persatuan dan Kesatuan Bangsa pada Masa Republik Indonesia
Serikat (27 Desember 1949 sampai dengan 17 Agustus 1950?

Indonesia, pernah menjadi negara federal. Masa tersebut berlangsung pada 27 Desember
1949 sampai dengan 17 Agustus 1950. Konstitusi Republik Indonesia Serikat tahun 1949
menjadi dasar terbentuknya federasi dengan 15 negara bagian.

Pada masa ini, Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS) adalah Soekarno dan Drs.
Moh. Hatta sebagai Perdana Menteri. Pada masa ini, menteri-menteri bertanggung jawab
kepada Perdana Menteri. Hasil perundingan pada Konferensi Meja Bundar dengan Belanda,
yang mengharuskan Indonesia berubah dari negara kesatuan menjadi negara serikat.

Pada masa Republik Indonesia Serikat dinamika persatuan dan kesatuan diwarnai dengan
pemberontakan, diantaranya: Gerakan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) di Bandung,
pemberontakan Andi Azis di Makassar dan pemberontakan Gerakan Republik Maluku
Selatan (RMS).
 
Pertemuan keempat
Teknistes              : Penugasan (Tugas Kelompok Terstruktur)
Bentuk Tes             : Uraian
Peristiwa G 30 S/PKI telah memberikan pukulan yang cukup telak bagi persatuan dan kesatuan
bangsa.Berkaitan dengan hal tersebut, coba kalian lakukan studi kepustakaan dengan mencari
berbagai sumber yang dapat dipertanggungjawabkan mengenai hal-hal berikut:

1. Faktor penyebab terjadinya peristiwa G 30 S/PKI

Permasalahan dalam kudeta di setiap negara tentu saja diawali dengan faktor
ekonomi sebagai alasan pembenaran kudeta, tidak terkecuali di Indonesia. Ekonomi
Indonesia sedang terpuruk pada tahun 1965 dimana hal ini menyebabkan dukungan dari
rakyat kepada Presiden Soekarno berkurang. Ditambah lagi dengan kebijakan “Ganyang
Malaysia” yang dianggap akan memperparah kondisi ekonomi Indonesia saat itu,
kepercayaan masyarakat Indonesia dan militer mencapai titik terburuk saat itu.

Pengaruh PKI pada tahun 1965 mencapai pada puncaknya dimana pengikut dan
simpatisan PKI telah memasuki dengan elemen masyarakat, dan memiliki hubungan yang
cukup baik dengan Presiden Soekarno. Di tahun 1965 itu, PKI mengusulkan kepada
Presiden Soekarno untuk menambah angkatan militer yang dinamakan ‘Angkatan
Kelima’ diluar dari TNI dan berdiri sendiri. Hal ini tentunya menyebabkan kecurigaan
antara pihak militer dan PKI. Selain itu PKI juga telah menyusup hingga ke kalangan
polisi sehingga situasi semakin memanas, dimana banyak hasutan hasutan dan
konfrontasi antara rakyat dengan TNI, hal ini menjadi fondasi untuk rencana G30S, dan
merupakan salah satu penyebab G30s PKI

2. Pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya peristiwa tersebut

VERSI 1: Partai Komunis Indonesia (PKI)


➔ DN Aidit, pemimpin PKI melambaikan tangannya. Ini merupakan versi rezim
Orde Baru.
➔ Literatur pertama dibuat sejarawan Nugroho Notosusanto dan Ismail Saleh
bertajuk Tragedi Nasional Percobaan Kup G30S/PKI di Indonesia (1968).
➔ Intinya menyebut skenario PKI yang sudah lama ingin mengkomuniskan
Indonesia.
➔ Buku ini juga jadi acuan pembuatan film Pengkhianatan G30S/PKI garapan Arifin
C. Noer.
➔ Selain itu, rezim Orde Baru membuat Buku Putih yang dikeluarkan oleh
Sekretariat Negara dan Sejarah Nasional Indonesia suntingan Nugroho
Notosusanto yang diajarkan di sekolah-sekolah semenjak Soeharto berkuasa.
➔ Oleh karena itu, versi Orde Baru ini mencantumkan “/PKI” di belakang G30S.
VERSI 2: Konflik Internal Angkatan Darat
● Sejarawan Cornell University, Benedict ROG Anderson dan Ruth McVey,
mengemukakan dalam A Preliminary Analysis of the October 1 1965, Coup in
Indonesia atau dikenal sebagai Cornell Paper (1971), bahwa peristiwa G30S
merupakan puncak konflik internal Angkatan Darat.
● Dalam Army and Politics in Indonesia (1978), sejarawan Harold Crouch
mengatakan, menjelang tahun 1965, Staf Umum Angkatan Darat (SUAD) pecah
menjadi dua faksi.
● Kedua faksi ini sama-sama anti-PKI, tetapi berbeda sikap dalam menghadapi
Presiden Sukarno.
● Kelompok pertama, “faksi tengah” yang loyal terhadap Presiden Sukarno,
dipimpin Letjen TNI Ahmad Yani, hanya menentang kebijakan Soekarno tentang
persatuan nasional karena PKI termasuk di dalamnya.
● Kelompok kedua, “faksi kanan” bersikap menentang kebijakan Ahmad Yani yang
bernafaskan Sukarnoisme.
● Dalam faksi ini ada Jenderal TNI AH Nasution dan Mayjen TNI Soeharto.
● Peristiwa G30S yang berdalih menyelamatkan Soekarno dari kudeta Dewan
Jenderal, sebenarnya ditujukan bagi perwira-perwira utama “faksi tengah” untuk
melapangkan jalan bagi perebutan kekuasaan oleh kekuatan sayap kanan
Angkatan Darat.
● Selain mendukung versi itu, WF Wertheim menambahkan, Sjam Kamaruzaman
yang dalam Buku Putih terbitkan Sekretariat Negara disebut sebagai Kepala Biro
Chusus Central PKI adalah “agen rangkap” yang bekerja untuk DN Aidit dan
Angkatan Darat.

VERSI 3: Presiden Soekarno


➢ Presiden Soekarno dan Presiden John F. Kennedy dalam lawatan tahun 1961.
➢ Setidaknya ada tiga buku yang menuding Presiden Sukarno terlibat dalam
peristiwa G30S: Victor M. Fic, Anatomy of the Jakarta Coup, October 1, 1965
(2004); Antonie C.A. Dake, The Sukarno File, 1965-67: Chronology of a Defeat
(2006) yang sebelumnya terbit berjudul The Devious Dalang: Sukarno and So
Called Untung Putsch: Eyewitness Report by Bambang S. Widjanarko (1974);
dan Lambert Giebels, Pembantaian yang Ditutup-tutupi, Peristiwa Fatal di Sekitar
Kejatuhan Bung Karno.
➢ Menurut Asvi ketiga buku tersebut “mengarah kepada de-Soekarnoisasi yaitu
menjadikan presiden RI pertama itu sebagai dalang peristiwa Gerakan 30
September dan bertanggung jawab atas segala dampak kudeta berdarah itu.”

VERSI 4: Letjen Soeharto


★ Letjen TNI Soeharto, waktu itu menjabat Menpangad, menerima delegasi KAMI
(Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia), salah satu organisasi anti komunis.
★ Komandan Brigade Infanteri I Jaya Sakti Komando Daerah Militer V, Kolonel
Abdul Latief dalam Pledoi Kolonel A. Latief: Soeharto Terlibat G30S (1999)
mengungkapkan bahwa dia melaporkan akan adanya G30S kepada Soeharto di
kediamannya di Jalan Haji Agus Salim Jakarta pada 28 September 1965, dua hari
sebelum operasi dijalankan.
★ Bahkan, empat jam sebelum G30S dilaksanakan, pada malam hari 30 September
1965, Latief kembali melaporkan kepada Soeharto bahwa operasi menggagalkan
rencana kudeta Dewan Jenderal akan dilakukan pada dini hari 1 Oktober 1965.
★ Menurut Latief, Soeharto tidak melarang atau mencegah operasi tersebut.
★ Menurut Asvi, fakta bahwa Soeharto bertemu dengan Latief dan mengetahui
rencana G30S namun tidak melaporkannya kepada Ahmad Yani atau AH
Nasution, menjadi titik masuk bagi analisis “kudeta merangkak” yang dilakukan
oleh Soeharto.
★ Ada beberapa varian kudeta merangkak, antara lain disampaikan oleh Saskia
Wierenga, Peter Dale Scott, dan paling akhir Soebandrio, mantan kepala Badan
Pusat Intelijen (BPI) dan menteri luar negeri.

VERSI 5: Central Intelligence Agency (CIA).


❏ Sebagai konsekuensi dari Perang Dingin tahun 1960-an, Amerika Serikat dan
negara-negara Barat seperti Australia, Inggris, dan Jepang berkepentingan agar
Indonesia tidak jatuh ke tangan komunis.
❏ Amerika Serikat menyiapkan beberapa opsi terkait situasi politik di Indonesia.
❏ Menurut David T Johnson dalam Indonesia 1965: The Role of the US Embassy,
opsinya adalah membiarkan saja, membujuk Soekarno beralih kebijakan,
menyingkirkan Soekarno, mendorong Angkatan Darat merebut pemerintahan,
merusak kekuatan PKI dan merekayasa kehancuran PKI sekaligus menjatuhkan
Sukarno.
❏ Opsi terakhir yang dipilih.
❏ Keterlibatan Amerika Serikat melalui operasi CIA (Dinas Intelijen Amerika
Serikat) dalam peristiwa G30S telah terang benderang diungkap berbagai sumber.

3. Dugaan terjadinya pelanggaran HAM


Seperti pada faktanya itu, peristiwa G-30 S/PKI bercerita tentang pembantaian
secara besar-besaran dan yang menjadi korban pembantaiannya merupakan
anggota-anggota PKI serta orang-orang yang dituduh sebagai komunis. Dapat diketahui
pula ada sekitar 7 orang tokoh penting yang meningga dan ribuan masyarakat yang
berasal dari berbagai daerah.
Pada peristiwa ini, sila ke-2 adalah sila yang paling cocok untuk membahas
tragedi pembantaian 1965 ini. Sila ke-2 yang berbunyi, "Kemanusiaan yang adil dan
beradap", mengandung arti bahwa setiap manusia memiliki hak /atau kederajatan sosial
yang sama dengan manusia yang lainnya.
Dengan kata lain, manusia sebenarnya tidak pantas untuk dibantai dengan cara
kekerasan, sebab setiap manusia memiliki HAM. HAM itu sendiri artinya adalah sebuah
prinsip atau norma yang menunjukan sebuah standar tertentu berdasarkan tingkah laku
manusia dan itu sangat dihargai sebab itu semua dilindungi dan dalam undang-undang.
Pendapat Dalam tragedi ini, masalah yang dapat saya simpulkan bahwa ada salah
satu kelompok yang menginginkan presiden Ir. Soekarno untuk turun dari jabatannya
sebagai presiden RI yang pertama. Hal itu didukung terlebih dengan presiden RI yang pro
dengan partai komunis sehingga membuat masyarakat lebih mudah untuk diadu-domba
untuk menurunkan presiden Ir.Soekarno.
Akhirnya yang menjadi korban pun ada banyak, terdiri dari 6 jendral penting,
salah satunya adalah Mayjen TNI M.T. Haryono, yang terjadi pada tanggal 30
September, yang sekarang sering kita ketahui peristiwa G30S/PKI .
Begitu dengan peristiwa ini, tidak ada yang namanya kemanusiaan, semua hanya
ada pembantaian secara kejam dan tidak adil. Peristiwa ini pastinya tak luput dari
masalah yang sepele pastinya, hanya dengan ingin menjadi presiden, seseorang rela untuk
mengorbankan beribu-ribu jiwa.

4. Pengaruh peristiwa tersebut terhadap persatuan dan kesatuan bangsa


Setelah peristiwa G30S/PKI berakhir, kondisi politik Indonesia masih belum
stabil. Situasi Nasional sangat menyedihkan, kehidupan ideologi nasional belum mapan.
Sementara itu, kondisi politik juga belum stabil karena sering terjadi konflik antar partai
politik. Demokrasi Terpimpin justru mengarah ke sistem pemerintahan diktator.
Kehidupan ekonomi lebih suram, sehingga kemelaratan dan kekurangan makanan
terjadi dimana – mana.
Presiden Soekarno menyalahkan orang – orang yang terlibat dalam perbuatan keji
yang berakhir dengan gugurnya Pahlawan Revolusi serta korban – korban lainnya yang
tidak berdosa. Namun Presiden Soekarno menyatakan gerakan semacam G30S/PKI dapat
saja terjadi dalam suatu revolusi. Sikap Soekarno ini diartikan lain oleh masyarakat,
mereka menganggap Soekarno membela PKI. Akibatnya, popularitas dan kewibawaan
Presiden menurun di mata Rakyat Indonesia. Demonstrasi besar – besaran terjadi pada
tanggal 10 januari 1966. Para demonstran ini mengajukan tiga tuntutan yang terkenal
dengan sebutan TRITURA ( Tri Tuntutan Rakyat ), meliputi sebagai berikut :
● Pembubaran PKI.
● Pembersihan Kabinet Dwikora dari unsur – unsur OKI.
● Penurunan harga – harga ( Perbaikan Ekonomi ).
Tindakan Pemerintah lainnya adalah mengadakan reshuffle ( perombakan )
Kabinet Dwikora. Pembaharuan Kabinet Dwikora terjadi tanggal 21 Februari 1966 dan
kemudian disebut dengan Kabinet Dwikora Yang Disempurnakan. Mengingat jumlah
anggota mencapai hampir seratus orang, maka kabinet itu sering disebut dengan Kabinet
Seratus Menteri. Menjelang pelantikan Kabinet Seratus Menteri pada tanggal 24 Februari
1966, KAMI melakukan aksi serentak. Dalam demonstrasi itu gugur seorang mahasiswa
Universitas Indonesia, Arief Rahman Hakim.

5. Upaya yang dilakukan oleh pemerintah pada waktu itu untuk menangani
permasalahan tersebut
Penumpasan G30S/PKI
● Menetralisipasi pasukan yang berada di sekitar Medan Merdeka yang
dimanfaatkan oleh kaum G30S/PKI.
● Operasi militer tentang penumpasan G30S/PKI mulai dilakukan sore hari.
● Pasukan RPKAD berhasil menduduki kembali gedung RRI pusat, gedung
telekomunikasi dan mengamankan seluruh wilayah Medan Merdeka tanpa terjadi
bentrokan senjata.
● Pasukan Batalyon 238 Kujang/Siliwangi berhasil menguasai lapangan banteng
dan mengamankan markas Kodam V/Jaya dan sekitarnya.
● Presiden Soekarno meninggalkan Halim Perdana Kusuma menuju Istana Bogor.
Pasukan RPKAD bergerak menuju sasaran dipimpin oleh Kolonel Subiantoro.
● Dalam gerakan pembersihan ke kampung-kampung di sekitar lubang buaya, Ajun
Brigadir Polisi Sukitman yang sempat ditawan oleh regu penculik berhasil
meloloskan diri.
● Pada tanggal 3 Oktober 1965 berhasil ditemukan jenazah para perwira tinggi AD
yang telah dikuburkan dalam sumur tua.
● Keesokan harinya bertepatan dengan HUT ABRI tanggal 5 Oktober jenazah
mereka dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Mereka dianugerahi
gelar Pahlawan Revolusi.
Pemulihan Keamanan dan Ketertiban
● Mayjen Soeharto ditugaskan untuk pemulihan keamanan dan ketertiban yang
terkait dengan G30S/PKI.
● Kebijakan Presiden Soekarno mengenai penyelesaian G30S/PKI dinyatakan
dalam sidang paripurna Kabinet Dwikora tanggal 6 Oktober 1965 di Istana Bogor.

6. Bukti keberhasilan upaya yang dilakukan pemerintah untuk menghilangkan ideologi


komunis.

→ Bisa dilihat dari pemerintah melakukan perumusan arah kebijakan umum pembinaan
ideologi Pancasila melalui UKP Pembinaan Ideologi Pancasila. Pemerintah juga melakukan
penyusunan garis-garis besar haluan ideologi Pancasila dan roadmap pembinaan ideologi
Pancasila, koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian pelaksanaan pembinaan ideologi
Pancasila

Rumuskan hasil studi kepustakaan kalian dalam bentuk laporan sederhana !


Sejarah Singkat G30S/PKI
G30S merupakan gerakan yang bertujuan untuk menggulingkan pemerintahan Presiden
Sukarno dan mengubah Indonesia menjadi negara komunis. Gerakan ini dipimpin oleh DN Aidit
yang saat itu merupakan ketua dari Partai Komunis Indonesia (PKI).
Pada 1 Oktober 1965 dini hari, Letkol Untung yang merupakan anggota Cakrabirawa
(pasukan pengawal Istana) memimpin pasukan yang dianggap loyal pada PKI.
Gerakan ini mengincar perwira tinggi TNI AD Indonesia. Tiga dari enam orang yang
menjadi target langsung dibunuh di kediamannya. Sedangkan lainnya diculik dan dibawa menuju
Lubang Buaya.Jenazah ketujuh perwira TNI AD itu ditemukan selang beberapa hari kemudian.

Pejabat Tinggi yang Menjadi Korban


Keenam perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang menjadi korban dalam peristiwa ini
adalah:
- Letnan Jenderal Anumerta Ahmad Yani
- Mayor Jenderal Raden Suprapto
- Mayor Jenderal Mas Tirtodarmo Haryono
- Mayor Jenderal Siswondo Parman
- Brigadir Jendral Donald Isaac Panjaitan
- Brigadir Jenderal Sutoyo Siswomiharjo
Sementara itu, Panglima TNI AH Nasution yang menjadi target utama berhasil
meloloskan diri. Tapi, putrinya Ade Irma Nasution tewas tertembak dan ajudannya, Lettu Pierre
Andreas Tendean diculik dan ditembak di Lubang Buaya.
Keenam jenderal di atas beserta Lettu Pierre Tendean kemudian ditetapkan sebagai
Pahlawan Revolusi. Sejak berlakunya UU Nomor 20 tahun 2009, gelar ini juga diakui sebagai
Pahlawan Nasional.
Selain itu, beberapa orang lainnya juga menjadi korban pembunuhan di Jakarta dan
Yogyakarta. Mereka adalah:
- Brigadir Polisi Ketua Karel Satsuit Tubun
- Kolonel Katamso Darmokusumo
- Letnan Kolonel Sugiyono Mangunwiyoto

Pasca Kejadian
Setelah peristiwa G30S/PKI rakyat menuntut Presiden Sukarno untuk membubarkan PKI.
Soekarno kemudian memerintahkan Mayor Jenderal Soeharto untuk membersihkan semua unsur
pemerintahan dari pengaruh PKI.
Soeharto bergerak dengan cepat. PKI dinyatakan sebagai penggerak kudeta dan para
tokohnya diburu dan ditangkap, termasuk DN Aidit yang sempat kabur ke Jawa Tengah tapi
kemudian berhasil ditangkap.
Anggota organisasi yang dianggap simpatisan atau terkait dengan PKI juga ditangkap.
Organisasi-organisasi tersebut antara lain Lekra, CGMI, Pemuda Rakyat, Barisan Tani Indonesia,
Gerakan Wanita Indonesia dan lain-lain.
Berbagai kelompok masyarakat juga menghancurkan markas PKI yang ada di berbagai
daerah. Mereka juga menyerang lembaga, toko, kantor dan universitas yang dituding terkait PKI.
Pada akhir 1965, diperkirakan sekitar 500.000 hingga satu juta anggota dan pendukung
PKI diduga menjadi korban pembunuhan. Sedangkan ratusan ribu lainnya diasingkan di kamp
konsentrasi.
Diperingati Pada Zaman Orba
Pada era pemerintahan Presiden Soeharto, G30S/PKI selalu diperingati setiap tanggal 30
September. Selain itu, pada tanggal 1 Oktober juga diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila.
Untuk mengenang jasa ketujuh Pahlawan Revolusi yang gugur dalam peristiwa ini,
Soeharto juga menggagas dibangunnya Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya, Jakarta
Timur.

Diabadikan dalam Film Propaganda


Pada tahun 1984, film dokudrama propaganda tentang peristiwa ini yang berjudul
Penumpasan Pengkhianatan G 30 S PKI dirilis. Film ini diproduksi oleh Pusat Produksi Film
Negara yang saat itu dipimpin Brigjen G. Dwipayana yang juga staf kepresidenan Soeharto dan
menelan biaya Rp 800 juta.
Mengingat latar belakang produksinya, banyak yang menduga bahwa film tersebut
ditujukan sebagai propaganda politik. Apalagi di era Presiden Soeharto, film tersebut menjadi
tontonan wajib anak sekolah yang selalu ditayangkan di TVRI tiap tanggal 30 September malam.
Sejak Presiden Soeharto lengser pada tahun 1998, film garapan Arifin C. Noer tersebut
berhenti ditayangkan oleh TVRI. Hal ini terjadi setelah desakan masyarakat yang menganggap
film tersebut tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya.

Pertemuan Kelima
Teknistes              : Tes Tertulis
Bentuk Tes             : Uraian

1. Jelaskan kondisi Persatuan dan Kesatuan bangsa Indonesia pada Masa Orde Baru (11
Maret 1966 sampai dengan 21 Mei 1998) !

Masa Orde Baru dimulai pada 11 Maret 1966 sampai dengan 21 Mei 1998. Orde Baru,
merupakan sebutan untuk pemerintahan presidensial dengan Soeharto sebagai presidennya.

Presiden Soekarno jatuh pada tahun 1966. Jatuhnya Soekarno menandai berakhirnya
masa Orde Lama dan digantikan oleh kekuatan baru, yang dikenal dengan sebutan Orde Baru
yang dipimpin Soeharto.

Pada tanggal 21 Mei 1998, Presiden Soeharto menyatakan mengundurkan diri. Sebagai
gantinya, B.J Habibie yang ketika itu menjabat sebagai wakil presiden, dilantik sebagai
Presiden RI yang ketiga. Masa jabatan Presiden B.J Habibie berakhir setelah
pertanggungjawabannya ditolak oleh sidang Umum MPR pada tanggal 20 Oktober 1999.
Pada masa ini, terjadi integrasi bekas jajahan Portugis di pulau Timor menjadi provinsi
ke-27 Indonesia bernama Timor-Timur.

2. Persatuan dan Kesatuan pada Masa Reformasi (Periode 21 Mei 1998-sekarang) !

Pada masa reformasi terjadi perubahan atau amandemen atas Undang-Undang Dasar
1945. Dengan mengamandemen UUD 1945 menjadi konstitusi yang bersifat konstitusional,
diharapkan dapat terbentuk sistem pemerintahan yang lebih baik dari yang sebelumnya.
Amandemen atas UUD 1945 telah dilakukan oleh MPR sebanyak empat kali, yaitu pada
tahun 1999, 2000, 2001, dan 2002.

Pemerintah konstitusional bercirikan bahwa konstitusi negara itu berisi:


a. adanya pembatasan kekuasaan pemerintahan atau eksekutif
b. jaminan atas hak asasi manusia dan hak-hak warga negara

Adakalanya persatuan dan kesatuan bangsa itu begitu kukuh, tetapi ada juga masa ketika
dinamika persatuan dan kesatuan bangsa mendapat ujian ketika dirongrong oleh
gerakan-gerakan pemberontakan yang ingin memisahkan diri dari NKRI, serta segala
bentuk teror yang bisa berdampak munculnya perpecahan di kalangan masyarakat
Indonesia. Akan tetapi, kita patut bersyukur ancaman atau gangguan tersebut tidak membuat
NKRI menjadi lemah, tetapi semakin kukuh menunjukkan eksistensinya kepada dunia.

Pertemuan keenam
Teknis tes              : Penugasan (Tugas Kelompok)
Bentuk Tes             : Uraian
Jawablah pertanyaan di bawah ini secara singkat, jelas dan akurat !

1. Bentuk negara Indonesia adalah kesatuan. Berkaitan dengan hal tersebut berikan
alasan yang mendukung bahwa negara kita tidak cocok dengan bentuk negara
serikat, tetapi lebih cocok dengan negara kesatuan.
Jawab:
Alasan Negara Indonesia lebih cocok sebagai negara kesatuan daripada negara Federal
adalah:
● Penduduk Indonesia mengalami trauma dengan konstitusi negara Federal. Hal ini
dikarenakan Indonesia pernah menjadi negara Federal setelah Konferensi Meja Bundar
sekitar tahun 1950. Penduduk Indonesia merasa kalau Negara Federal adalah negara
boneka untuk merusak kesatuan negara Indonesia.
● Indonesia adalah negara dengan beragam Suku, Agama, Ras dan Adat Istiadat. Hal ini
menyebabkan jikalau Indonesia menjadi negara Federal, banyak warga Indonesia lebih
mengurusi negara federal daripada negara Indonesia sehingga menimbulkan resiko
pembubaran Indonesia.
● Permasalahan di Indonesia ketika menginginkan negara Federal agar mengharapkan
pembangunan merata disetiap daerah. Sedangkan untuk konstitusi negara warga
Indonesia sangat menyetujuinya.

2. Mengapa persatuan dan kesatuan bangsa sangat penting bagi keutuhan sebuah
negara?
Jawab: Persatuan dan kesatuan bangsa sangat penting bagi keutuhan sebuah negara, karena
persatuan dan kesatuan merupakan kunci pokok dasar sebuah negara dapat berdiri dengan
kokoh. Tanpa adanya persatuan dan kesatuan, maka kerukunan tidak dapat tercipta dan akan
menimbulkan banyak konflik baik antar agama, golongan, suku, dan ras yang dapat
menyebabkan suatu negara mengalami disintegrasi nasional.

3. Bagaimana cara bangsa Indonesia dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan


diantara para warganya?
Jawab: Untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan di antara para warganya, kita sebagai
bangsa Indonesia harus menghindar kan diri dari perbuatan-perbuatan yang bisa
menimbulkan perpecahan bangsa, misalnya merendahkan suku bangsa lain, mengganggap
sukunya lah yang paling baik dan sebagainya. Kita harus memupuk persaudaraan dengan
sesama warga negara Indonesia supaya persatuan dan kesatuan negara kita senantiasa terjaga.

Selain itu, sosialisasi mengenai Sumpah Pemuda, Pancasila dan semboyan Bhineka
Tunggal Ika ke masyarakat awam yang tidak memiliki pemahaman mengenai ketiga hal
tersebut, dapat dilakukan. Ketiga faktor tersebut merupakan pemersatu seluruh bangsa
Indonesia. Ketiga faktor tersebut dapat mempersatukan perbedaan dan keanekaragaman yang
telah mewarnai kehidupan bangsa Indonesia. Perbedaan suku bangsa, agama, bahasa dan
sebagainya dapat dipersatukan dengan menjalankan nilai-nilai yang terdapat dalam ketiga
faktor tersebut, sehingga pada akhirnya masyarakat akan memahami dan akan terus berjuang
untuk memperkuat Persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

4. Uraikan secara singkat dinamika persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia dari
masa ke masa.
Jawab: Persatuan dan kesatuan bangsa menjadi nilai penting ketika memperjuangkan bangsa
ini lepas dari tangan penjajah, persatuan mulai terbangun sejak berjuang melawan penjajah,
merumuskan dasar negara dan membentuk pemerintahan negara kesatuan Republik
Indonesia.

Banyak masalah yang dihadapi dalam mewujudkan persatuan misalnya terjadi


pemberontakan, munculnya paham paham yang bertentangan dengan nilai pancasila, pejabat
pejabat negara yang melakukan korupsi sehingga rakyat menjadi marah dan memberontak
terhadap pemerintahan Indonesia, begitu juga dengan sekarang masuknya budaya asing
melemahkan moral bangsa kita dan nilai nilai pancasila sehingga membahayakan persatuan
bangsa ini. Maka dari itu kembali kepada nilai pancasila dan juga menumbuhkan nilai
nasionalisme generasi muda agar persatuan bangsa menjadi kuat.
5. Bagaimana cara kalian dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia
apabila dikaitkan dengan posisi kalian sebagai generasi muda? Kontribusi seperti
apa yang bisa kalian beri kepada negara?

Jawab: Cara kami dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dari masa ke masa terkait
posisi saya sebagai generasi muda adalah dengan menanamkan pandangan positif atas
keberagaman yang ada di Indonesia sehingga perbedaan tersebut menjadi kekayaan dan
kekuatan tersendiri di mata kami yang harus kami jaga dan rawat agar tercipta hidup yang
harmonis.

Dengan pandangan yang positif atas segala keberagaman yang ada mulai dari agama
sampai budaya maka dengan sendirinya akan berkembang sikap-sikap positif atas
keberagaman tersebut seperti toleransi, tenggang rasa dan lain sebagainya.

Adapun kontribusi kami yang dapat kami berikan kepada negara adalah belajar dengan
giat di sekolah. Sebab, kedudukan kami dalam lingkungan masyarakat masih sebagai pelajar.
Maka kontribusi nyata kami, tentunya sesuai dan berhubungan dengan kedudukan kami.
Pelajar atau siswa yang sadar bahwa kepemimpinan bangsa di masa depan berada di tangan
mereka, sudah seharusnya menggunakan waktu belajarnya dengan giat dan sungguh-sungguh
sehingga kelak bisa berkontribusi nyata sesuai dengan profesinya di masa depan bagi negara.

Lampiran 3 :Penilaian Keterampilan


1. Penilaian Keterampilan dilakukan guru dengan melihat kemampuan peserta didik dalam
diskusi dan presentasi yaitu kejelasan dan kedalaman informasi, keaktifan dalam diskusi,
kejelasan dan kerapian dalam presentasi menyampaikan hasil telaah/analisis tentang Hakikat
Negara Kesatuan Republik Indonesia.
2. Portofolio hasil tulisan artikel tentang munculnya paham-paham radikalisme dan terorisme
yang diwujudkan dalam bentuk tindakan kekerasan, tawuran, dan sebagainya.
Lampiran 1 :Penilaian Sikap

1. Pertemuan kesatu s.d. kelima

Penilaian sikap terhadap peserta didik dilakukan selama proses belajar berlangsung. Penilaian
dilakukan dengan observasi.Dalam Observasi ini misalnya dilihat aktivitas dan tingkat perhatian
peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung.
      2. Pertemuan keenam
Penilaian sikap dapat menggunakan penilaian diri sebagaimana  yang terdapat pada buku teks
siswa atau bisA juga membuat sendiri.
 
Keberadaan Negara Kesatuan Republik Indonesia akan tetap terjamin, apabila seluruh warga
negaranya berperilaku nasionalis dan patriotik. Untuk mengukur sejauh mana kalian telah
berperilaku nasionalis dan  patriotik dalam kehidupan sehari-hari, isilah daftar gejala
kontinum pelakonan dibawah ini dengan membubuhkan tanda silang (x) pada kolom selalu,
sering, kadang-kadang, dan tidak pernah.

No Sikap Perilaku Selalu Sering Kadang-kadang Tidak Pernah Alasan

Karena Indonesia
merupakan
negara yang
Berdoa untuk kemajuan membesarkan
1.    V    
dan keutuhan NKRI kita sehingga kita
harus berdoa agar
NKRI bisa
semakin maju
dan terus utuh

Karena produk
dalam negeri
Lebih bangga memakai tidak kalah
produk dalam negeri kualitasnya
2.    V     dengan produk
daripada memakai
produk luar negeri luar negeri
sehingga kita
harus berbangga
diri dengan hasil
karya negara kita

Kita harus
berbangga atas
prestasi dan
keberhasilan para
Bangga atas atlet atau pelajar
keberhasilan prestasi yang sudah
3. para atlet atau pelajar    V     mengharumkan
dalam kejuaraan negara kita. Jika
internasional kita tidak bisa
mengharumkan
negara kita,
setidaknya kita
bisa
mengapresiasi
yang sudah
mengharumkan
negara kita

Kita tidak boleh


cepat menyerah
jika menemui
Tidak cepat menyerah kesulitan. Karena
4.    V     jika kita cepat
jika menemui kesulitan
menyerah, kita
tidak akan
berkembang
sebagai seorang
manusia.

Kita harus
menghargai hasil
karya bangsa
sendiri jika kita
tidak bisa
Menghargai hasil karya menghasilkan
5.    V    
bangsa sendiri hasil karya yang
bisa dihargai.
Itulah yang
dinamakan
apresiasi
terhadap hasil
karya orang lain

Kita harus terus


belajar dengan
giat karena kelak
generasi kitalah
Belajar giat untuk yang akan
6.      V   memimpin
menyongsong hari esok
bangsa ini. Apa
jadinya jika kita
tidak siap
memimpin
bangsa kita
sendiri?

Kita harus
Berusaha mengatasi mengatasi
7.    V    
kesulitan dengan gigih kesulitan dengan
gigih karena kita
harus siap
menghadapi apa
yang akan terjadi
di kehidupan kita
setelahnya

Kita harus berani


menyatakan
kebenaran
meskipun pahit,
Berani menyatakan karena
8. kebenaran sekalipun      V   berbohong akan
pahit menumpuk luka
lama dengan luka
baru.Jadi sudah
seharusnya kita
terus mengatakan
kebenaran

Kita harus
bersedia
membela negara
kita sendiri
Bersedia membela karena kita lahir
9. negara jika mendapat      V   dan dibesarkan di
ancaman musuh negara tercinta
kita, yaitu
Indonesia. Jadi
sudah sewajarnya
kita membela
NKRI kita
tercinta ini

Kita harus bisa


mencari ilmu
kendati dalam
libur sekalipun.
Dengan begitu,
Tidak berleha-leha ilmu yang
10.      V
ketika liburan sekolah didapatkan
secara tidak
langsung
berpengaruh bagi
kehidupan kita
yang nantinya
akan berguna
untuk di
kemudian hari.