Anda di halaman 1dari 4

KEGAWAT DARURATAN PASIEN HEMODIALISA

NO. NO. REVISI : HALAMAN :


DOKUMEN :

RSUD TANGGAL DITETAPKAN OLEH :


PANDEGA TERBIT : DIREKTUR UPTD RSUD PANDEGA
PANGANDARAN PANGANDARAN

STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL Drg.ASEP KEMAL PASHA, Sp.KGA, MM
(SPO) Pembina/ IVa
NIP. 19790308 200604 1 010
PENGERTIAN Yaitu pasien yang mengalami kegawatdaruratan
hemodialisa, yang harus segera dilakukan tindakan

TUJUAN Untuk sesegera mungkin menangani kegawatdaruratan


yang terjadi selama pasien dilakukan tindakan
hemodialisa.
KEBIJAKAN Peraturan direktur UPTD RSUD Pandega Pangandaran
No:
Tentang kebijakan pelayanan UPTD RSUD Pandega
pangandaran
PROSEDUR 1. Dokter penanggung jawab memberikan advice untuk
kegawat daruratan Hemodialisis
2. Perawat ruangan menghubungi perawat hemodialisis.
3. Perawat hemodialisis menghubungi perawat jaga.
4. Kegawat daruratan hemodialisis secepatnya dilakukan
oleh perawat jaga.
Lampiran :
a. Hipotensi
Penatalaksanaanya :
1) Posisi tidur lebih rendah dari kaki
2) Kecepatan aliran darah dan UFR di turunkan
3) Berikan 100ml NACL 0,9% /sesuai dengan tensi
pasien
4) Berikan O2 1-2 liter
5) Kalau perlu dialysis di hentikan dengan cara :
a) Darah di kembalikan ke tubuh sambil
menunggu pasien membaik’ selang darah di
isi NACL 0,9% dan di sirkulasi
b) Heparin tetap di jalankan agar tidak ada
sisa bekuan darah dalam selang
c) Jika tensi sudah membaik dialysis dapat di
mulai lagi.

b. Sakit kepala
Penatalaksanaan :
1) kecilkan QB dan cek GDS
2) Observasi tanda tanda vital
3) Jika tensi tinggi beri tahu dokter
4) Jika keluhan sudah berkurang ,jalankan
dialysis kembali seperti semula
5) Mencari penyebab sakit kepala,cairan
dialisat,minum kopi, atau ada masalah.

c. Kram otot
Penatalaksanaan :
1) Kecilkan QB dan cek GDS
2) Masage pada daerah yang kram
3) Beri obat gosok
4) Kompres air hangat
5) Observasi tanda tanda vital
6) Kalau perlu kolaborasi dengan dokter
d. Mual muntah
Penatalaksanaanya :
1) Kecilkan QB dan UFR dan cek GDS
2) berikan kantong plastic
3) observasi tanda tanda vital selama dialysis
berlangsung
4) jika tensi turun guyur NACL 100 ml sesuai
keadaan umum pasien
5) jika keadaan sudah membaik program dialysis
diatur secara bertahap
6) kolaborasi dr pemberian anti emetic

e. Demam disertai menggigil


Penatalaksanaannya :
1) Observasi tanda vital
2) Cek gds, tensi dan suhu
3) Berikan selimut
4) Mencari penyebab demam
5) Berikan injeksi dexa 1 ampul dan parasetamol
500ml,dengan kolaborasi dokter.

f. Nyeri dada
Penatalaksanaanya :
1) Kecilkan aliran darah
2) Pasang EKG
3) Kolaborasi dokter

g. Emboli udara
Penatalaksanaan :
1) HD di stop
2) Berikan oksigen
3) Posisi kaki lebih tinggi dari kepala
4) Mempertahankan jalan nafas
5) Mengukur tanda tanda vital
6) Pasang detector udara
7) Sambungan sambungan di kencengkan
8) Menghilangkan udara dari sirkulasi ekstra
kurporeal
9) Memberi tahu pasien bahwa emboli udara
sudah teratasi
10)Program HD kembali
11)Dokumentasi
UNIT TERKAIT 1. Instalasi gawat darurat
2. Intalasi Rawat Inap RSUD Pandega Pangandaran
3. Intalasi rawat jalan
4. Unit hemodialisa
DOKUMEN Rekam Medik Pasien
TERKAIT
HAL YANG Selalu observasi keadaan umum pasien selama dilakukan
HARUS tindakan hemodialisa
DIPERHATIKAN