Anda di halaman 1dari 5

Nama: Muhammad Agung Nugraha

Bp: 1710532062

Resume SAIK

Analisis Prospektif

Analisis prospektif merupakan langkah akhir dalam proses analisis laporan keuangan.
Analisis ini dapat dilakukan hanya setelah laporan keuangan historis disesuaikan untuk
mencerminkan kinerja ekonomis perusahaan secara akurat.Analisis prospektif berguna untuk
menguji ketepatan rencana strategis perusahaan. Untuk itu, perlu dianalisis apakah perusahaan
mampu menghasilkan arus kas operasi yang cukup untuk mendanai pertumbuhan yang
diharapkan, atau apakah perusahaan memerlukan pendanaan utang atau ekuitas di masa depan.
Perlu dianalisis juga apakah rencana strategis kini akan menghasilkan manfaat seperti yang
diramalkan oleh manajemen perusahaan. Dengan demikian, analisis prospektif berguna bagi
kreditor untuk menilai kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibannya.

A. PROSES PROYEKSI
1. Proyeksi Laporan Laba-Rugi
Proses proyeksi dimulai dengan pertumbuhan penjualan yang diharapkan. Dalam
contoh ini digunakan tren historis untuk memprediksi tingkat penjualan dimasa
depan. Analisis lebih rinci melibatkan informasi eksternal seperti : Tingkat aktivitas
ekonomi makro yang diharapkan. Karena pembelian pelanggan dipengaruhi oleh
tingkat penghasilan pribadi yang bisa dibelanjakan (personal disposable income),
analisis mengikut sertakan estimasi yang terkait dengan pertumbuhan ekonomi pada
umumnya dan pertumbuhan penjualan eceran pada khususnya. Sebagai contoh, bila
ekonomi membaik, dapat diproyeksikan adanya kenaikan penjualan dibandingkan
penjualan tahun lalu.
Peta Persaingan, apakah jumlah pesaing bertambah atau apakah pesaing yang
lebih lemah menghentikan operasinya. Perubahan peta persaingan akan
mempengaruhi proyeksi atas unit penjualan maupun kemampuan perusahaan untuk
menaikan harga. Kedua hal tersebut akan berdampak pada pertumbuhan. Bauran
Toko baru dan toko lama. Toko baru umumnya menikmati kenaikan penjualan yang
lebih besar dibandingkan dengan toko lama karena toko baru dapat meraih pasar
yang tidak tertangani dengan baik atau menyediakan komposisi barang terkini
dibandingkan dengan pesaing yang ada. Toko lama umumnya tumbuh seiring
dengan tingkat pertumbuhan ekonomi lokal secara keseluruhan. Karenanya analisis
harus mempertimbangkan rencana ekspansi yang diumumkan oleh manajemen.
2. Proyeksi Neraca
Untuk memulai, proyeksi piutang, persediaan, aset tetap, utang usaha, dan beban
yang masih harus dibayar menggunakan proyeksi penjualan dan harga pokok
penjualan serta tingkat perputarannya. Misalnya, tingkat perputaran piutang
didasarkan pada penjualan tahun berjalan adalah:
Tingkat perputaran piutang usaha =

Berikutnya, proyeksi piutang usaha dihitung sebagai berikut:


Proyeksi piutang usaha =
3. Proyeksi Laporan Arus Kas
Proyeksi laporan arus kas dihitung dari proyeksi laporan laba rugi dan neraca

4. Analisis Sensitivitas
Analis sering kali menyiapkan beberapa proyeksi untuk melihat skenario terbaik
(terburuk) sebagai tambahan atas skenario yang paling mungkin terjadi. Analisis
sensitivitas ini menunjukkan asumsi yang memiliki dampak terbesar pada hasil
keuangan sehingga membantu mengidentifikasi area yang membutuhkan
pemeriksaan lebih lanjut.
Aplikasi Analisis Prospektif dalam Model Penilaian Laba Sisa
Analisis prospektif merupakan inti dari analisis efek. Model penilaian laba sisa,
misalnya, menentukan nilai ekuitas pada waktu t sebagai jumlah nilai buku kini dan
nilai sekarang laba sisa yang diperkirakan di masa depan
Vt = BVt + Et (RIt + 1) + Et (RIt + 2) + Et (RIt + 3) +.....

(1 + k)1 (1 + k)2 (1 + k)3


dimana BVt merupakan nilai buku pada akhir periode t, RIt + n adalah laba sisa
di periode t + n, dan k adalah biaya modal. Laba residu pada waktu t didefinisikan
sebagai laba bersih komprehensif dikurangi pembebanan pada nilai buku awal, yaitu
RIt = NIt - (k x BVt-1). Dalam bentuk yang relatif sederhana ini, model penilaian
memerlukan estimasi atas enam parameter yaitu pertumbuhan penjualan, margin
laba bersih (laba bersih / penjualan), perputaran modal kerja bersih
(penjualan/modal kerja bersih), perputaran aset tetap (penjualan/aset tetap), leverage
keuangan (aset operasi/ekuitas), dan biaya modal ekuitas.

5. Tren Penggerak Nilai


Modal laba sisa menentukan harga saham sebagai nilai buku ekuitas pemegang
saham ditambah nilai sekarang dari laba sisa (residual income - RI) yang
diperkirakan, dimana RIt = NIt - (k x BVt-1). Laba sisa juga dinyatakan dalam
bentuk rasio sebagai, RI = (ROEt - k) x BVt- Dimana ROE = NIt / BVt-1. Bentuk
ini menekankan kenyataan bahwa harga saham berubah hanya jika ROE ≠ k. Dalam
kondisi ekuilibrium, tekanan kompetisi akan mendorong tingkat (ROE) mendekati
biaya (k) sehingga laba abnormal akan hilang. Dengan demikian estimasi harga
saham adalah proyeksi pembalikan ROE pada nilai jangka panjangnya bagi
perusahaan dan industri tertentu. ROE dianggap sebagai penggerak nilai karena
ROE merupakan variabel yang memengaruhi harga saham secara langsung.
B. PERAMALAN JANGKA PENDEK
Untuk analisis jangka pendek, salah satu alat yang berguna adalah peramalan
arus kas jangka pendek. Peramalan jangka pendek diminati oleh penggunaan internal
seperti manajer dan auditor untuk mengevaluasi aktivitas operasi perusahaan saat ini dan
masa depan. Peramalan ini juga diminati oleh pengguna eksternal seperti kreditor jangka
pendek guna menilai kemampuan perusahaa untuk melunasi utang jangka pendek.
Analisis ini menekankan pada peramalan kas jangka pendek saat kemampuan
perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya diragukan. Keakuratan
peramalan arus kas berbanding terbalik dengan horizon peramalan - semakin lama
periode peramalan, semakin berkurang keandalan peramalan tersebut. Hal ini
disebabkan jumlah dan kompleksitas faktor- faktor yang mempengaruhi arus kas masuk
dan arus kas keluar yang tidak dapat diestimasi secara andal dalam jangka panjang.
C. POLA ARUS KAS
Pola arus kas penting untuk dipelajari sebelum menguji model untuk analisis
dan proyeksi arus kas. Kas dan setara dengan kas merupakan aset yang paling likuid.
Hampir seluruh keputusan manajemen adalah melakukan investasi aset atau membayar
beban memerlukan kas. Hal ini menyebabkan manajemen lebih berfokus pada kas dari
pada konsep likuid lainnya. Manajemen bertanggung jawab atas keputusan investasi
kas dalam bentuk aset atau untuk membayar biaya. Konversi kas ini meningkatkan
risiko karena pemulihan kas dari aktivitas-aktivitas tersebut. Arus kas masuk dan arus
kas keluar terkait. Kegagalan salah satu aspek aktivitas bisnis perusahaan akan
berdampak pada keseluruhan sistem arus kas. Kegagalan penjualan berdampak pada
konversi persediaan menjadi piutang dan kas yang mengakibatkan penurunan
ketersediaan kas. Ketidakmampuan perusahaan untuk mengganti kas dari sumber
seperti ekuitas, pinjaman,utang usaha dapat menghambat aktivitas produksi dan
mengakibatkan kerugian di penjualan masa depan.
Keterkaitan antara kas, akrual, dan laba harus disertakan dalam analisis. Saat
persediaan barang jadi yang merupakan akumulasi banyak biaya dan beban di jual,
margin laba perusahaan menghasilkan arus masuk dan likuid melalui piutang dan kas.
Makin tinggi margin laba, maka semakin besar pertumbuhan dana likuid. Arus kas
memiliki keterbatasan dalam satu hal penting. Saat perusahaan memperoleh kas masuk,
manajemen berwenang menentukan penggunaannya. Pilihan penggunaan ini
bergantung pada komitmen pembayaran, seperti dividen, akumulasi persediaan,
pengeluaran modal atau pembayaran utang. Arus kas juga bergantung pada kemampuan
perusahaan untuk mendapatkan dana dari berbagai sumber seperti ekuitas dan utang.
Manajemen memiliki wewenang yang besar atas penggunaan arus kas masuk yang
tidak dikomitmenkan (disebut arus kas bebas). Komponen arus kas bebas ini penting
dan menjadi perhatian khusus dalam analisis.
D. PENTINGNYA PERAMALAN PENJUALAN
Keandalan peramalan laba bergantung pada kualitas peramalan penjualan.
Dengan sedikit pengecualian, seperti dana dari aktivitas pendanaan atau dana untuk
aktivitas investasi, sebagian besar arus kas terkait dan bergantung pada penjualan.
Peramalan penjualan meliputi analisis atas arah dan tren penjualan, pangsa pasar,
kondisi industri dan ekonomi, kapasitas produksi dna keuangan, dan faktor kompetisi.
Komponen-komponen tersebut umumnya dinilai bersamaan dengan lini produk yang
berpotensi dipengaruhi oleh kekuatan pasar masing-masing.

E. PERAMALAN ARUS KAS DENGAN ANALISIS PRO FORMA


Kewajaran dan kelayakan ramalan kas jangka pendek biasanya diuji dengan laporan
keuangan pro forma. Dalam pengujian ini, asumsi yang mendasari peramalan kas
digunakan untuk menyusun laporan laba rugi pro forma selama periode yang diramal dan
neraca pro forma pada akhir periode ramalan. Laporan keuangan pro forma ini
digunakan untuk menghitung rasio keuangan dan menyimpulkan hubungan lainnya, dan
dibandingkan dengan data historis untuk menguji kelayakannya. Perbandingan ini harus
menyertakan penyesuaian untuk faktor-faktor yang diperkirakan akan memengaruhinya
selama periode yang diramalkan.

Anda mungkin juga menyukai