Anda di halaman 1dari 66

Pasien datang dengan keluhan nyeri kepala sejak 1 hari yang lalu.

Nyeri kepala terasa


tengkuk, seperti ditekan benda tumpul, tidak berkurang dengan istirahat. Mual (-),
muntah (-), Jantung berdebar (+), sesak nafas (+), batuk pada malam hari (-)
Riwayat trauma kepala (-), Riwayat HT (+) sejak 2 tahun, tidak makan obat teratur,
Riwayat DM (-)
TTV: TD 180/110, N 120x/m, RR 26x/m, Temp 36.6 oC
Tatalaksana non-farmakologis
-Edukasi mengenai faktor resiko penyakit pasien
-Edukasi mengenai pengobatan penyakit pasien
-Edukasi mengenai pencegahan penyakit pasien --> Modifikasi gaya hidup
-Edukasi mengenai kontrol penyakit pasien

Tatalaksana farmakologis
-Amlodipin 5 mg oral 1x1 tab

Pasien datang dengan keluhan nyeri kepala sejak 2 hari yang lalu. Nyeri kepala terasa
diseluruh kepala, seperti diikat, hilang timbul, timbul jikia beraktifitas, berkurang
dengan istirahat. Mual (-), muntah (-), nyeri pada tengkuk (-). Jantung berdebar (-),
sesak nafas (-), batuk pada malam hari (-). Mudah lapar (+), mudah haus (+), kencing
banyak pada malam hari (+)
Riwayat trauma kepala (-), Riwayat HT (+) sejak 6 tahun, makan obat teratur,
Riwayat DM (+) sejak 2 tahun, makan obat teratur

TTV
160/100, 118 bpm, 25 x/m, 36.6
Pemfis Toraks
Jantung: dbn
Paru: dbn

BSS 202
Tatalaksana non-farmakologis
-Edukasi mengenai faktor resiko penyakit pasien
-Edukasi mengenai pengobatan penyakit pasien
-Edukasi mengenai pencegahan penyakit pasien --> Modifikasi gaya hidup
-Edukasi mengenai kontrol penyakit 1 bulan lagi

Tatalaksana farmakologis
-Amlodipin 5 mg oral 1x1 tab
-Metformin 500 mg oral 2x1 tab

Pasien datang dengan keluhan sesak nafas sejak 2 hari yang lalu. Sesak dirasakan
hilang timbul, timbul jikia beraktifitas, berkurang dengan istirahat. Mual (-), muntah
(-), nyeri pada tengkuk (-). Jantung berdebar (+), nyeri kepala (-), batuk pada malam
hari (+), kaki bengkak (-)
Riwayat trauma kepala (-), Riwayat HT (+) sejak 6 tahun, makan obat teratur.
Riwayat sakit jantung (+) sejak 1 tahun, rutin kontrol ke SpJP

TTV
160/100, 118 bpm, 25 x/m, 36.6

Pemfis Toraks
Jantung: batas jantung melebar, suara jantung keras 118 bpm, gallop (-), murmur (-)
Paru: ronkhi basah halus (+) di basal paru kanan

EKG: gambaran LVH

Pasien juga mengeluh nyeri pada lutut kanan, muncul tiap beraktifitas, berkurang saat
istirahat. Kaku pada pagi hari (+) kurang lebih 30 menit

Pemeriksaan lokalis: teraba krepitasi (+), panas (-), nyeri saat digerakkan (+), ROM
terbatas (+) karena nyeri

Tatalaksana non-farmakologis
-Edukasi mengenai faktor resiko penyakit pasien
-Edukasi mengenai pengobatan penyakit pasien
-Edukasi mengenai pencegahan penyakit pasien --> Modifikasi gaya hidup
-Edukasi mengenai kontrol penyakit pasien --> ke poli jantung SpJP

Tatalaksana farmakologis
-Amlodipin 5 mg oral 1x1 tab
-Candesartan 8 mg oral 1x1 tab
-Miniaspi 80 mg oral 1x1 tab
-Piroxicam 2x1 tab

Pasien mau kontrol penyakit. Pasien mengidap sindrom nefrotik sejak usia 6 tahun.
Keluhan sekarang kaki dan perut agak membengkak. BAK pasien berbusa, tapi
banyak, kencing darah disangkal.

Riwayat pengobatan: metilprednisolon 35 mg/hari selama 4 minggu

TTV
130/100, 118 bpm, 25 x/m, 36.6

Pemfis Toraks
Jantung: batas jantung normal, suara jantung normal, 118 bpm, gallop (-), murmur (-)
Paru: ronkhi (-), wheezing (-)
Abdomen: ascites minimal
Extremitas: edema pretibial non pitting, minimal

Kimia darah
Albumin menurun
Total kolestrol meningkat

Urin lengkap
Protein ++++
Eritrosit (-)
Dx: sindroma nefrotik

Konsul SpA untuk kontrol

Pasien wanita mengeluh nyeri pada tulang jempol kaki kanan bagian bawah, muncul
tiap beraktifitas, berkurang saat istirahat. Nyeri seperti tertusuk jarum. Kaku pada pagi
hari (-). Demam (-)

Td: 130/80, N: 90, RR: 15. T:36.7

Pemeriksaan lokalis: tampak tophus pada metatarsal 1 pedis dextra, merah, nyeri
tekan, ROM terbatas

Pemeriksaan penunjang:
Kolesterol total: 251
Asam Urat 8

Tatalaksana non-farmakologis
-Edukasi mengenai faktor resiko penyakit pasien
-Edukasi mengenai pengobatan penyakit pasien
-Edukasi mengenai pencegahan penyakit pasien --> Modifikasi gaya hidup
-Edukasi mengenai kontrol penyakit 1 bulan lagi

Tatalaksana farmakologis
-Allopurinol 100 mg 1x1 tab
-Piroxicam 2x1 tab
-Simvastatin 1x10 mg malam

Pasien mau cuci darah rutin. Pasien mengidap gagal ginjal sejak usia 7 tahun.
Keluhan sekarang tubuh lemas. BAK pasien sedikit, warna kecoklatan. BAK tidak
ada kelainan.
Pasien memiliki riwayat penyakit ginjal dan dirawat pada usia 6 tahun, dikatakan
ginjal bocor. Riwayat penyakit yang sama di keluarga disangkal.

TTV
140/100, 118 bpm, 25 x/m, 36.6

Konjungtiva anemis (+)


Jantung: batas jantung normal, suara jantung normal, 118 bpm, gallop (-), murmur (-)
Paru: ronkhi (-), wheezing (-)
Abdomen: dbn, Terpasang CAPD untuk hemodialisa
Extremitas: dbn

Kimia darah
Ureum meningkat
Creatinin meningkat

Urin lengkap
Protein -
Eritrosit :++

Dx: CKD on HD

Konsul SpA rencana hemodialisis


Ranap

Sejak 2 pekan lalu, pasien mengeluh muncul bercak kemerahan di selangkangan dan
paha dalam. Bercak disertai gatal, terutama jika berkeringat. Pasien bekerja sebagai
ojek daring, sering memakai jaket ketika berkendara, jarang mengganti pakaian yang
lembab. Demam (-)

Td: 120/80, N: 80, RR: 15. T:36.7


Lokalis: mati rasa (-)
Efloresensi: regio cruris dextra; tampak patch eritem, multiple, diskret sebagian
konfluen, bentuk ireguler, batas tegas dengan tepi aktif, permukaan kering, ditutupi
skuama putih selapis

Tatalaksana non-farmakologis
-Edukasi mengenai faktor resiko penyakit pasien
-Edukasi mengenai pengobatan penyakit pasien
-Edukasi mengenai pencegahan penyakit pasien --> Higienitas diri
-Edukasi mengenai kontrol penyakit pasien

Tatalaksana farmakologis
-Ketokonazol 200 mg oral 1x1 tab, 10 hari
-Ketokonazol salp 2x sehari
-Cetirizin HCl 10 mg oral 1x1 tab

Pasien mengekuh nyeri ulu hati sejak 2 hari yang lalu. Nyeri seperti terbakar, tidak
menyebar, telrokalisir. Nyeri hilang timbul, menghilang saat makan, muncul tiba-tiba.
Nyeri disertai mual (+), muntah (+) apa yang dimakan / cairan kekuningan. Demam
(-). BAB dan BAK normal.

Riwayat maag di keluarga (+) ibu pasien. Riwayat alergi makanan (+) udang

Pemeriksaan fisik:
nyeri tekan epigastrik (+)

Tatalaksana non-farmakologis
-Edukasi mengenai faktor resiko penyakit pasien
-Edukasi mengenai pengobatan penyakit pasien
-Edukasi mengenai pencegahan penyakit pasien --> Makan teratur
-Edukasi mengenai kontrol penyakit pasien

Tatalaksana farmakologis
-Omeprazol oral 2x1 cap, sebelum makan
-Antasida oral syrup 2x1 C, sebelum makan
-Domperidone oral 2x1 tab, sebelum makan

Pasien mengeluh mencret sejak 2 hari yang lalu. Mencret frekuensinya 7xsehari,
banyak cairan, berlendir dan darah, banyaknya tiap mecret setengah gelas belimbing.
Pasien juga mengeluh nyeri perut sejak 2 hari yang lalu. Nyeri seperti melilit, tidak
menyebar, terokalisir. Nyeri hilang timbul, menghilang saat makan, muncul tiba-tiba.
Nyeri disertai mual (+), muntah (-). Demam (+) tidak terlalu tinggi, suhu tidak diukur,
demam terus menerus. Riwayat makan jajanan pinggir jalan (+) 3 hari yang lalu

Pemeriksaan fisik:
TTV
160/100, 118 bpm, 25 x/m, 36.7
coated tongue (-)
Pemfis Toraks
Jantung: dbn
Paru: dbn
Abdomen: nyeri tekan umbilikus (+), BU meningkat

Pemeriksaan Lab Darah


Leukositosis, Widal (-)

Tatalaksana non-farmakologis
-Edukasi mengenai faktor resiko penyakit pasien
-Edukasi mengenai pengobatan penyakit pasien
-Edukasi mengenai pencegahan penyakit pasien --> Kebersihan makanan
-Edukasi mengenai kontrol penyakit pasien

Tatalaksana farmakologis
-Kloramfenikol 500 mg oral 4x1 tab, selama 7 hari
-Paracetamol 500 mg oral 3x1 tab
-Oralit tiap BAB
Pasien datang dengan keluhan luka di sekitar kemaluan, luka tidak nyeri, tepi bersih,
tidak bernanah, tidak ada pembesaran KGB regional. Demam tidak ada, nyeri saat
berkemih tidak ada, kencing nanah (+)
Riwayat trauma disekitar kemaluan (-), Riwayat berhubungan seks dengan PSK (+) 2
minggu yang lalu

Efloresensi: tampak ulkus soliter ukuran 2x2x1 cm, batas tegas, tepi bersih, tidak
bergaung, eksudat (-), nyeri (-)

Tatalaksana non-farmakologis
-Edukasi mengenai faktor resiko penyakit pasien
-Edukasi mengenai pengobatan penyakit pasien
-Edukasi mengenai pencegahan penyakit pasien --> Modifikasi gaya hidup seksual
-Edukasi mengenai kontrol penyakit pasien

Tatalaksana farmakologis
-Doksisiklin 2x100 mg oral selama 30 hari

Pasien datang dengan keluhan tertusuk paku di telapak kaki kiri, luka disertai nyeri
ketika menapak, tepi bersih, tidak bernanah, tidak ada bengkak. Demam ada, kebas-
kebas disekitar luka dirasa ada. Kejang betis kiri disangkal
Riwayat tertusuk paku berukuran 2 cm, berkarat, tertusuk masuk kira2 0.5 cm.

TTV
120/80, 100 BPM, 20 x/m, 38.0

Lokalis pedis sinistra


Tampak vulnus punctum ukuran 1 x 1 x 0.5 cm, tepi kotor, batas tegas, darah (-)

Tatalaksana non-farmakologis
-Cross Incision
-Edukasi mengenai pengobatan penyakit pasien
-Edukasi mengenai kontrol penyakit pasien  Higienitas luka
-Edukasi mengenai kapan harus dibawa ke IGD

Tatalaksana farmakologis
-Metronidazol 500 mg 3x1 tab
-PCT oral 3x500 mg, sampai nyeri/demam hilang

Pasien mengeluh nyeri perut hilang timbul sejak 1 minggu yang lalu, nyeri perut tidak
terlokalisir, hilang jika minum air hangat dan setiap selesai BAB, muncul tidak
menentu. BAB mencret sejak 1 minggu yang lalu, frekuensi 3 x/hari, banyaknya
setengah gelas belimbing, darah (-) lendir (-). Perut kembung (-), mual muntah (-),
demam (-). Nafsu makan normal.

Ry menstruasi teratur, Ry maag (-)

TD 90/60 N 112x/m RR 20 x/m T 36.5

Pemfis: Abdomen: datar, BU normal, lemas, nyeri perut (-)

Tatalaksana non-farmakologis
-Edukasi mengenai faktor resiko penyakit pasien
-Edukasi mengenai pengobatan penyakit pasien
-Edukasi mengenai pencegahan penyakit pasien --> atasi stressor psikologis

Tatalaksana farmakologis
-Papaverin HCl 30 mg 3x1 tab, sampai nyeri hilang

Nyeri telinga kanan sejak 3 hari yang lalu. Nyeri muncul terus menerus. Keluar cairan
dari telinga (-). Penurunan pendengaran (-). Demam (+) tidak terlalu tinggi

TD 120/80 N 100 x/m RR 18 x/m


Pemfis THT: nyeri tarik aurikula (+), nyeri tekan tragus (+), sekret (-)
Otoskopi: CAE hiperemis, pustule (-), cerumen (-), MT intak

Tatalaksana non-farmakologis
-Edukasi mengenai faktor resiko penyakit pasien
-Edukasi mengenai pengobatan penyakit pasien
-Edukasi mengenai pencegahan penyakit pasien --> higienitas telinga
-Edukasi mengenai kontrol penyakit pasien

Tatalaksana farmakologis
-Chloramphenicol salep telinga
-Amoksisilin oral 3x500 mg, 5 hari
-PCT oral 3x500 mg, sampai nyeri/demam hilang

Nyeri telinga kanan sejak 3 hari yang lalu. Nyeri muncul terus menerus. Keluar cairan
dari telinga (-). Penurunan pendengaran (+). Demam (+) tidak terlalu tinggi, sejak 3
hari

N 100 x/m RR 18 x/m T 38

Pemfis THT: nyeri tarik aurikula (-), nyeri tekan tragus (-), sekret (-)
Otoskopi: CAE normal, pustule (-), cerumen (-), MT intak, bulging, refleks cahaya
suram

Dx: OMA stadium hiperemis


KIE
-Otopain ear drop AD 4 kali sehari
-Amoxan syr oral 3x1 cth, 5 hari
-Sanmol syr 3x1C, k/p nyeri/demam
-Rhinos jr syr 2x1 cth
-Konsul SpTHT
Nyeri telinga kanan sejak 3 hari yang lalu. Nyeri muncul terus menerus. Keluar cairan
dari telinga (-). Penurunan pendengaran (+). Demam (+) tidak terlalu tinggi

TD 120/80 N 100 x/m RR 18 x/m T 37.8

Pemfis THT: nyeri tarik aurikula (+), nyeri tekan tragus (+), sekret (-)
Otoskopi Dextra: CAE hiperemis, pustule (-), cerumen (+) impaksi, MT dbn

Tatalaksana non-farmakologis
-Edukasi mengenai faktor resiko penyakit pasien
-Edukasi mengenai pengobatan penyakit pasien
-Edukasi mengenai pencegahan penyakit pasien --> Jangan mengorek telinga
-Edukasi mengenai kontrol penyakit pasien

Tatalaksana farmakologis
-Carbogliserin Ear Drop 4x2gtt AD
-Paracetamol 500 mg oral 3x1 tab
-Polimiksin Ear Drop 4x2 gtt AD

Sejak 3 minggu, kuku pasien nyeri dan berbau. Kuku berubah bentuk dan berubah
warna. Merah disekitar kuku ada, nyeri ada, gatal ada, keluar sekret ada. Demam tidak
ada.

Pemeriksaan Fisik
TD 100/90, N 99, RR 22, T 37.0
Efloresensi:
Bercak merah disekitar kuku jempol kaki kanan, berbentuk infiltrat eritematosa,
berbatas tegas, dengan bagian tepi yang lebih aktif daripada bagian tengah, dan
konfigurasi polisiklik. Lesi dijumpai di kuku kaki kanan.

Dx: Onikomikosis Digiti I pedis dextra


Tatalaksana non-farmakologis
-Edukasi mengenai faktor resiko penyakit pasien
-Edukasi mengenai pengobatan penyakit pasien
-Edukasi mengenai pencegahan penyakit pasien  higienitas kaki, alas kaki
-Ekstraksi kuku jempol kaki
-Edukasi mengenai kontrol kembali

Tatalaksana farmakologis
-Amoxicilin 500 mg 3x1 tab, 5 hari
-Natrium diclofenac 25 mg 2x1 tab
-PCT 500 mg 3x1 tab

Sejak 15 menit yang lalu, kuku pasien terjepit pintu besi. Kuku berubah bentuk dan
berdarah. Bengkak disekitar kuku ada, nyeri ada. Demam tidak ada.

Pemeriksaan Fisik
TD 100/90, N 99, RR 22, T 37.0
Efloresensi:
Kuku jempol tangan kanan terbelah, hematom (+), pendarahan aktif (-)

Dx: Fingertip injury Digiti I manus dextra

KIE
Ekstraksi kuku
Tatalaksana farmakologis
-Amoxan forte syr 250 mg 3x1 tab, 5 hari
-Naphrex 250 mg 3x1 cth

Pasien datang dengan keluhan mendengar suara-suara yang mengancam dirinya akan
dibunuh. Pasien merasa dirinya diincar sekelompok polisi. Perilaku menyendiri ada,
masih bisa mengurus diri. Keluhan sudah dirasakan sejak 2 bulan yang lalu. Pasien
ingin dirujuk ke Poli Jiwa.
Status psikiatrikus: waham kejar (+), halusinasi auditoris (+), koheren, asosiasi
longgar (-)

Tatalaksana non-farmakologis
-Edukasi mengenai faktor resiko penyakit pasien
-Edukasi mengenai pengobatan penyakit pasien
-Edukasi mengenai pencegahan perburukan akibat keluhan pasien
-Edukasi mengenai kontrol penyakit pasien --> Rujuk ke SpKJ

Tatalaksana farmakologis
-Haloperidol 1x5mg
-CPZ 1x1 tab
-THP 2x1 tab

Sejak 2 jam yang lalu, pasien terjatuh dari ayunan, kepala bagian belakang
membentur tanah duluan. Kepala keluar darah. Penurunan penglihatan (-), mual
muntah (-), sakit kepala (+), demam (-), gangguan kepribadian (-)
Pemfis:
Lokalis: regio occipital: tampak laserasi ukuran 1x1x0.3cm, batas tegas, tepi bersih,
tidak bergaung, sekret (-)

Tatalaksana non-farmakologis
-Edukasi mengenai penyebab penyakit pasien
-Edukasi mengenai pengobatan penyakit pasien
-Edukasi mengenai kapan harus segera ke IGD
-Edukasi mengenai kontrol penyakit pasien, jaga kebersihan luka di kepala

Tatalaksana farmakologis
-Amoksisilin 3x2cth, 5 hari
-Paracetamol syr 3x2cth
-Safratul, kassa sterile, rivanol
Pasien datang dengan keluhan demam sejak 7 hari yang lalu. Demam naik turun, naik
pada malam hari, turun pada pagi hari tapi tidak sampai normal. Demam diukur
paling tinggi 39oC. Mimisan (+) 2 hari yang lalu. Gusi berdarah (-). Batuk (+) tidak
berdahak. Pilek (+). Bersin-bersin pagi hari (-). BAB normal. BAK normal.

Riwayat demam disertai mimisan sebelumnya ada, sejak Januari 2018, sering
berulang.
Ry imunisasi lengkap,ASI eksklusif, MPASI sesuai usia

TTV: N 120x/m, RR 20x/m, Temp 38 oC


PF spesifik: konjungtiva anemis (+), ikterik (-), atrofi papil lidah (-), faring hiperemis,
T2/T2
Jantung dbn, Paru ronkhi (-/-), wheezing (-/-), Abdomen dbn
Ekstremitas kuku bengkok (-)

Pem. Penunjang:
Darah lengkap: Hb 11, Leu 4500, Trombosit 120.000, MCV 70, MCH 20
Kesan: pansitopenia, anemia mikrositik hipokrom

Pasien mau kontrol penyakit asma. Serangan asma dalam satu bulan lalu 1x. Serangan
malam tidak pernah. Batuk ada, berdahak, seperti menyalak, disertai mengi kadang.
Demam disangkal. Serangan dipicu batuk pilek, atau jika terpapar debu

Riwayat alergi ada: debu. Riwayat asma ada. Riwayat asma di keluarga ada: ayah
pasien.

N: 70 x/m
RR: 20 x/m
SpO2: 89%
Temp: 37.1
Faring hiperemis (-), T2/T2
Retraksi (-), Ronkhi (-), Wheezing Ekspirasi (-), Vesikuler meningkat ki-ka

Dx: Asma intermiten

KIE
Konsul SpPD KAI untuk kontrol

Pasien rencana operasi. Pasien sulit BAB sejak lahir. Riwayat mekoneum saat lahir
(-). Pasien rewel. Muntah menyemprot ada, warna kehijauan. Minum susah.

N 140 RR 22 T 37

Mata cekung (+), kulit turgor baik


Abdomen: cembung, lemas, BU (+) meningkat
Anorektal: rectal toucher feses menyemprot (+)

Xray barium enema: tampak penyempitan kolon descenden 2/3 distal


Biopsi: plexus myenterikus tidak ada di 2/3 distal kolon descendens

Dx: Hirscprung disease

Rawat inap
Rencana kolostomi dengan SpBA
Fluid enema berkala untuk evakuasi feses

Pasien datang dengan keluhan mimisan sejak 2 jam yang lalu. Mimisan muncul saat
sedang upacara bendera. Mimisan berwarna merah cerah, sudah 2 kali ganti tissue.
Gusi berdarah (-). Batuk (-). Pilek (-). Bersin-bersin pagi hari (-). BAB normal. BAK
normal.

Riwayat mimisan sebelumnya ada, sejak usia 5 tahun, sering berulang.


Ry imunisasi lengkap,ASI eksklusif, MPASI sesuai usia
TTV: N 100x/m, RR 20x/m, Temp 38 oC
PF spesifik: konjungtiva anemis (+), ikterik (-), atrofi papil lidah (-), faring hiperemis,
T2/T2
THT: konka livid, septum deviasi, pendarahan aktif (+) di meatus superior
Jantung dbn, Paru ronkhi (-/-), wheezing (-/-), Abdomen dbn
Ekstremitas kuku bengkok (-)

Pem. Penunjang:
Darah lengkap: Hb 11, Leu 6000, Trombosit 120.000, MCV 70, MCH 20
Kesan: bisitopenia, anemia mikrositik hipokrom

Tatalaksana non-farmakologis
-Edukasi mengenai faktor resiko penyakit pasien
-Edukasi mengenai pengobatan penyakit pasien
-Edukasi mengenai pencegahan penyakit pasien --> Hindari pencetus, ajari
penanganan pertama jika mimisan kembali (hidung dijepit dengan jari, menunduk)
-Pasang tampon anterior dengan kapas + adrenaline
-Rujuk ke SpTHT

Tatalaksana farmakologis
-PCT syr 3x2cth
-Asam tranexamat 500 mg oral 2x1 tab

Orangtua pasien mengeluh bercak di pantat dan sela-sela pantat pasien sejak 2 pekan
lalu. Keluhan hilang timbul, muncul setiap mengganti popok. Bercak disertai gatal
dan kulit kering. Pasien menjadi rewel karena hal ini.

Efloresensi
Regio gluteus: tampak patch eritem, multiple, diskret Sebagian konfulen, bentuk
ireguler, batas tidak tegas, permukaan kering + erosi ekskoriasi dan likenifikasi
Dx: diaper rash

- KIE higienitas popok


- Mometa krim 2x sehari
- Konsul SpKK

Pasien datang dengan keluhan demam sejak 7 hari yang lalu. Demam naik turun, naik
pada malam hari, turun pada pagi hari tapi tidak sampai normal. Demam diukur
paling tinggi 39oC. Mimisan (-). Gusi berdarah (-). Batuk (+) tidak berdahak. Pilek
(+). Bersin-bersin pagi hari (-). Sesak disangkal. BAB normal. BAK normal.

Riwayat DM, HT, TB paru disangkal


Kontak pasien ODP/PDP/Positif Covid disangkal

TTV: N 120x/m, RR 20x/m, Temp 37.2 oC


PF spesifik: konjungtiva anemis (+), ikterik (-), atrofi papil lidah (-), faring hiperemis,
T1/T1
Jantung dbn, Paru ronkhi (-/-), wheezing (-/-), Abdomen dbn
Ekstremitas kuku bengkok (-)
Rapid test covid-19 IgM IgG non-reaktif

Dx: ISPA DD/ ODP

Tatalaksana non-farmakologis
-Edukasi mengenai faktor resiko penyakit pasien
-Edukasi mengenai pengobatan penyakit pasien
-Edukasi mengenai pencegahan penyakit pasien (PHBS)
-Saran cek swab PCR

Tatalaksana farmakologis
-PCT 3x500 mg tab
-GG tab 3x1 po
Pasien datang dengan keluhan benjol di telapak tangan kiri sejak 2 minggu yang lalu
yang makin lama makin nyeri. Benjol muncul setelah tertusuk pisau cutter saat sedang
bercocok tanam. Demam ada, terus menerus. Nyeri awalnya muncul jika
menggerakkan telapak tangan saja, sekarang nyeri terus menerus

Riwayat penyakit sekarang: DM tipe 2, sejak 10 tahun, rutin minum obat

TTV: TD 140/90, N 110x/m, RR 20x/m, Temp 38 oC


PF spesifik: konjungtiva anemis (-), ikterik (-), atrofi papil lidah (-), faring hiperemis,
T2/T2
Jantung dbn, Paru ronkhi (-/-), wheezing (-/-), Abdomen dbn
Ekstremitas: regio manus sinistra: tampak benjolan berukuran 2x2x3 cm, indurasi (+),
bercak merah gelap disekitar benjolan berbatas tidak tegas, panas, nyeri tekan (+)

Pem. Penunjang:
Darah rutin: Hb 13, Leu 15000, Trombosit 220.000, Diff. count shift to the left
BSS: 331
Kesan: leukositosis + Hiperglikemia

Sejak 2 jam yang lalu, pasien terjatuh dari motor, kepala bagian samping membentur
tanah duluan. Kepala keluar darah. Penurunan penglihatan (-), mual muntah (-), sakit
kepala (+), demam (-), gangguan kepribadian (-), gangguan pendengaran (-), keluar
cairan dari telinga disangkal, keluar cairan dari hidung disangkal

TTV: TD 130/90, N 100x/m, RR 20x/m, T 37.2


Pemfis:
Lokalis: regio temporal: tampak laserasi ukuran 2x1x1cm, batas tegas, tepi bersih,
tidak bergaung, sekret (-)
Battle sign (-), raccoon eyes (-)

Tatalaksana non-farmakologis
-Edukasi mengenai faktor resiko penyakit pasien
-Edukasi mengenai pengobatan penyakit pasien
-Edukasi mengenai pencegahan penyakit pasien --> Higienitas luka
-Edukasi mengenai kontrol penyakit pasien

Tatalaksana farmakologis
-Basitrasin krim 2xsehari, selama 5 hari
-Amoksisilin 500 mg oral 3x1 tab, selama 5 hari
-Paracetamol 500 mg oral 3x1 tab

Tatalaksana non-farmakologis
-Edukasi mengenai faktor resiko penyakit pasien
-Edukasi mengenai pengobatan penyakit pasien
-Edukasi mengenai pencegahan penyakit pasien --> Higienitas luka
-Edukasi mengenai kontrol penyakit pasien

Wound toilet + wound hecting


Cefspan 2x 1/2 cth
Sanmol 3x1C

Sekitar 2 minggu yang lalu, pasien terjatuh dari motor, betis kanan pasien tertimpa
motor dan luka. 1 minggu yang lalu pasien dijahit di IGD. Nyeri pada luka disangkal.

TTV: TD 130/90, N 100x/m, RR 20x/m, T 37.2

Pemfis:
Lokalis: regio cruris dextra: tampak bekas jahitan ukuran 5x1x1cm, batas tegas, tepi
bersih, tidak bergaung, sekret (-), pus (-)

Dx: post hecting vulnus laceratum

Angkat jahitan + wound toilet


Sejak 5 hari yang lalu, pasien sesak nafas yang semakin memberat. Sesak muncul saat
bermain lari-larian, berkurang jika istirahat. Bengkak di kaki disangkal. Batuk pada
malam hari disangkal. Riwayat demam/batuk pilek/ sakit tenggorokan sebelumnya
disangkal. Riwayat alergi disangkal.

TTV: N 110x/m, RR 25x/m, T 36/4

Spesifik: keadaan umum compos mentis, sianosis (-)


Kepala dbn, leher dbn
Jantung: Fixed S2 Split, murmur (-), gallop (+)
Paru: ronkhi (-/-), wheezing (-/-)
Ekstremitas: acral hangat, sianosis (-)

Dx: PJB

Tatalaksana non-farmakologis
-Edukasi mengenai penyebab penyakit pasien
-Edukasi mengenai rencana pengobatan penyakit pasien
-Rujuk ke SpA konsultan jantung
-Edukasi mengenai pencegahan keluhan pasien

Mau kontrol penyakit jantung. Keluhan sekarang sesak nafas yang makin berat jika
beraktifitas berat, berkurang saat beristirahat. Mual ada. Muntah disangkal. Perasaan
kembung disangkal. Nyeri dada disangkal. Kaki dirasa membengkak disangkal. Perut
dirasa membengkak disangkal. Tidur biasa dengan 2 bantal. Batuk malam ada
sesekali.

Riwayat keluhan yang sama sebelumnya sejak 5 tahun. Riwayat penyakit jantung di
keluarga disangkal. Riwayat maag sebelumnya ada. Riwayat HT ada, >10 tahun,
makan obat teratur. Riwayat DM disangkal. Riwayat kolestrol disangkal. Alergi obat
dan makanan disangkal
KU baik
RR 23
N 110, reguler
TD 140/80
T 37
SpO2 95%

Konjungtiva anemis (-), mata cekung (-)


Ronkhi (+) di basal paru kanan dan kiri, wheezing (-). HR 110 reguler, BJ I-II normal
Abdomen pekak alih (-)
Extremitas: edema pretibial (-)

EKG: LAE, LVH, RBBB


Dx: HHD

-Konsul SpPD KKV

Pasien mau kontrol penyakit. Pasien memiliki riwayat nyeri sendi sejak usia 3 tahun.
Nyeri sendi terutama di sendi jari tangan kanan dan kiri, lutut kanan, dan pergelangan
kaki kanan. Demam disangkal. Ruam pada kulit ada, di sekitar sendi yang terkena,
gatal disangkal.

Riwayat penyakit yang sama di keluarga disangkal. Riwayat demam rematik


disangkal. Riwayat persalinan normal dengan dokter, BBL sesuai usia kehamilan.

TTV: N 100 x/m, RR 22 x/m, T 36


Lokalis
Regio MCP 1-3, genu dx, ankle joint dx: tampak edem minimal, eritem, deformitas
(-), panas, nyeri saat digerakkan, krepitasi (-)

Lab: CRP dan LED meningkat, WBC 11.000

Dx: JRA DD/ Lupus arthritis


-Konsul SpA
-Proris syr 100 mg 2x1 cth

Pasien mau kontrol penyakit. Pasien memiliki riwayat kelemahan sisi tubuh sebelah
kanan yang mendadak 1 bulan SMRS. Berbicara pelo ada. Pasien masih mengerti
perkataan lawan bicara dan masih bisa menjawab meski pelo. Pasien dirawat di
RSHPL 1 bulan yang lalu selama 1 minggu.

Riwayat keluhan yang sama sebelumnya ada, 1 tahun yang lalu. Riwayat terjatuh dan
mengenai kepala disangkal. Riwayat penyakit jantung di keluarga disangkal. Riwayat
maag sebelumnya disangkal. Riwayat HT ada, >10 tahun, makan obat teratur.
Riwayat DM disangkal. Riwayat kolestrol disangkal. Alergi obat dan makanan
disangkal.

KU E4M6V5
RR 23
N 120, reguler
TD 140/90
T 36
SpO2 95%

Konjungtiva anemis (-), mata cekung (-)


Plica nasolabialis kiri datar, lagoftalmus (-), mulut mencong (-), lidah deviasi (-)
Disartria (+)
Ronkhi (-), wheezing (-). HR 100 reguler, BJ I-II normal
Abdomen dbn
Extremitas: dbn
Pemeriksaan neurologi: Motorik 4/5 tonus menurun, Sensorik kanan hipoestesi, GRM
(-), Refleks patologis (-), Refleks fisiologis menurun/+

Dx: CVD-NH
-Konsul SpN

Pasien datang mau periksa kehamilan karena 3 bulan tidak mens. Riwayat
berhubungan badan dengan suami ada. Riwayat pemakaian KB sebelumnya ada; KB
suntik per 3 bulan selama 1 tahun, kemudian berhenti 3 bulan yll.

TTV
120/80, 88 bpm, 22 x/m, 37.0

Pemeriksaan Lab
Plano test (+), HBsAg (-), sifilis (-), HIV (-)

USG
Gestational sac (+)

Riwayat obstetri G2P1A0

Tatalaksana non-farmakologi
-Edukasi mengenai ANC 10T
-Edukasi mengenai membaca buku KIA
-Edukasi mengenai pemeriksaan selanjutnya

Tatalaksana farmakologi
-Tablet Besi 1×1 tab, 30 hari
-Vit C 1×1 tab, 30 hari

Pasien datang mau kontrol kehamilan. Keluhan sekarang tidak ada

TTV
120/80, 88 bpm, 22 x/m, 37.0
Lila 22 cm, konj anemis (-)
TFU 25 cm, DJJ 140 x/m
Pemeriksaan Lab
HBsAg (-), sifilis (-), HIV (-)

USG
JTH Preskep, usia kehamilan 28 minggu

Riwayat obstetri G2P1A0, tahun 2018 di bidan, normal

Tatalaksana non-farmakologi
-Edukasi mengenai ANC 10T
-Edukasi mengenai membaca buku KIA
-Edukasi mengenai pemeriksaan selanjutnya

Tatalaksana farmakologi
-Tablet Besi 1×1 tab, 30 hari
-Vit C 1×1 tab, 30 hari

Pasien datang mau periksa kehamilan karena mau dekat waktu persalinan.

TTV
120/80, 88 bpm, 22 x/m, 37.0

Pemeriksaan obstetric
Leopold I: bokong, TFU 33 cm
Leopold II: puki, DJJ 144x/m
Leopold III: kepala
Osborn test: (+)

USG
Fetal biometri: usia kehamilan 37 minggu
Bagian terbawah kepala

Riwayat obstetri G1P0A0


Tatalaksana non-farmakologi
-Edukasi mengenai tanda-tanda persalinan
-Edukasi mengenai kapan harus ke IGD/Bidan

Pasien datang mau periksa kehamilan karena 2 bulan tidak mens. Riwayat
berhubungan badan dengan suami ada. Riwayat pemakaian KB sebelumnya ada; KB
suntik per 3 bulan selama 1 tahun, kemudian berhenti 3 bulan yll, sekarang menyusui
ASI anaknya yang berusia 6 bulan

TTV
120/80, 88 bpm, 22 x/m, 37.0

Pemeriksaan Lab
Plano test (-), Hb

USG
Gestational sac (-)

Riwayat obstetri P2A0

Tatalaksana non-farmakologis
-Edukasi mengenai penyebab keluhan pasien
-Edukasi mengenai rencana pengobatan penyakit pasien
-Rujuk pasien ke SpOG jika masih belum mens 1 bulan kemudian

Pasien mengeluh nyeri perut sejak 2 hari yang lalu. Nyeri seperti melilit, tidak
menyebar, terokalisir. Nyeri hilang timbul, menghilang saat makan, muncul tiba-tiba.
Nyeri disertai mual (+), muntah (-). Menggigil (+). Pasien sekarang sedang
menstruasi, hari ke 2.
Siklus menstruasi 28 hari, menarche usia 12 tahun, banyak darah tiap mens kurang
lebih 30 cc

Pemeriksaan fisik:
T: 38.5
nyeri tekan umbilikus (-), BU normal

Pemeriksaan ginekologi
nyeri goyang porsio (-), nyeri tekan suprabpubik (-)

USG
Tampak perbedaan densitas pada dinding uterus

Tatalaksana non-farmakologis
-Edukasi mengenai faktor resiko penyakit pasien
-Edukasi mengenai rencana pengobatan penyakit pasien
-Rujuk pasien ke SpOG

Tatalaksana farmakologis
-Asam Mefenamat 500 mg 3x1 tab

Pasien datang dengan keluhan tidak nafsu makan sejak melahirkan 3 minggu yang
lalu. Pasien juga susah tidur. pasien sedih dan takut tidak bisa mengurus anaknya
yang baru lahir. Pasien mengaku tidak bisa menyusui sehingga bayinya diberi susu
formula.

Status psikiatrikus: afek depresif, mood hipotimik, waham (-), halusinasi (-)

Tatalaksana non-farmakologis
-Rujuk pasien ke SpKJ

Tatalaksana farmakologis
-Fluoxetine 20 mg 1x1 tab

Pasien datang dengan keluhan benjol di perut sejak 4 minggu yll. Benjol muncul
awalnya berukuran kacang hijau, makin lama membesar sebesar biji salak. Nyeri
tidak ada.

Riwayat penyakit sekarang: (-)

TTV: TD 120/90, N 90x/m, RR 20x/m, Temp 36.6 oC


PF spesifik: konjungtiva anemis (-), ikterik (-), atrofi papil lidah (-), faring hiperemis,
T2/T2
Jantung dbn, Paru ronkhi (-/-), wheezing (-/-), Abdomen dbn
Ekstremitas: regio abdomen: tampak benjolan berukuran 2x2x3 cm, indurasi (-),
warna kulit, nyeri tekan (-), punctum (-)

Dx: Lipoma

Tatalaksana non-farmakologis
-Edukasi mengenai faktor resiko penyakit pasien
-Edukasi mengenai pengobatan penyakit pasien
-Edukasi mengenai pencegahan penyakit pasien --> Higienitas luka
-Edukasi mengenai kontrol penyakit pasien
-Eksisi tumor

Tatalaksana farmakologis
-Levofloksasin 500 mg oral 1x1 tab, selama 14 hari
-Paracetamol 500 mg oral 3x1 tab
-Na Diclofenac 25 mg oral 2x1 tab

Pasien datang dengan keluhan benjol di payudara kanan sejak 5 minggu yll. Benjol
muncul awalnya berukuran kacang hijau, makin lama membesar sebesar biji salak.
Nyeri tidak ada. Keluar cairan dari puting disangkal.
Riwayat penyakit sekarang: (-)

TTV: TD 110/90, N 90x/m, RR 20x/m, Temp 36.6 oC


PF spesifik: konjungtiva anemis (-), ikterik (-), atrofi papil lidah (-), faring hiperemis,
T2/T2
Jantung dbn, Paru ronkhi (-/-), wheezing (-/-), Abdomen dbn
Ekstremitas: regio mammae dextra: tampak benjolan berukuran 2x2x3 cm, indurasi
(-), warna kulit, nyeri tekan (-), punctum (-), konsistensi kenyal, permukaan licin,
peau d'orange (-), nipple discharge (-)

Dx: FAM Dextra

Pro eksis tumor dengan SpB(K)Onk


Ranap
IVFD Asering gtt xx/m
Premed Ceftriaxon 1 g iv
Diet NB

Pasien datang dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu. Batuk berdahak, warna
kehijauan, darah (-). Batuk muncul tidak dipengaruhi cuaca dan waktu. Sesak ada jika
batuk terus menerus. Demam (+) terutama pada malam hari, naik turun. Demam tidak
diukur. Berkeringat malam (+). Penurunan berat badan dalam 3 bulan terakhir ada

Riwayat penyakit yang sama di keluarga (-), penyakit yang sama sebelumnya (-),
penyakit yang sama di sekitar rumah (+) tetangga jarak 2 rumah

TTV: TD 110/90, N 100x/m, RR 25x/m, Temp 38 oC


PF spesifik: konjungtiva anemis (+), ikterik (-), atrofi papil lidah (-), faring hiperemis,
T2/T2
Jantung dbn, Paru ronkhi kasar di apeks kanan (+/-), wheezing (-/-), Abdomen dbn
Ekstremitas kuku bengkok (-)
Pem. Penunjang:
Sputum SPS: +/-/+

Tatalaksana non-farmakologis
-Edukasi mengenai faktor resiko penyakit pasien
-Edukasi mengenai pengobatan penyakit pasien
-Edukasi mengenai kontrol penyakit pasien  memakai masker, makan obat teratur

Tatalaksana farmakologis
-FDC selama 6 bulan (2RHZE/4R3H3)
-GG oral 3x1tab

Pasien datang dengan keluhan batuk sejak 2 bulan yang lalu. Batuk berdahak, warna
kehijauan, darah (-). Batuk muncul tidak dipengaruhi cuaca dan waktu. Sesak ada jika
batuk terus menerus. Demam (+) terutama pada malam hari, naik turun. Demam tidak
diukur. Berkeringat malam (+). Penurunan berat badan dalam 3 bulan terakhir ada

Riwayat penyakit yang sama di keluarga (-), penyakit yang sama sebelumnya (+) 2
tahun lalu, berobat lengkap dan dinyatakan sembuh, penyakit yang sama di sekitar
rumah disangkal

TTV: TD 100/70, N 90x/m, RR 25x/m, Temp 36 oC


PF spesifik: konjungtiva anemis (+), ikterik (-), atrofi papil lidah (-), faring hiperemis,
T2/T2
Jantung dbn, Paru ronkhi kasar di apeks kanan (+/-), wheezing (-/-), Abdomen dbn
Ekstremitas kuku bengkok (-)

Pem. Penunjang:
Sputum SPS: -/-/+

Tatalaksana non-farmakologis
-Edukasi mengenai faktor resiko penyakit pasien
-Edukasi mengenai pengobatan penyakit pasien
-Edukasi mengenai kontrol penyakit pasien  memakai masker, makan obat teratur
-Rujuk untuk ronsen thorax

Tatalaksana farmakologis
-GG oral 3x1tab

Pasien datang dengan keluhan bersin-bersin terus menerus sejak 7 hari yang lalu.
Bersin terutama pada pagi hari dan jika terpapar debu rumah. Pilek ada. Hidung
tersumbat ada. Demam disangkal. Batuk (+) tidak berdahak. BAB normal. BAK
normal.

Riwayat keluhan yang sama sebelumnya ada, sejak usia 7 tahun, sering berulang.
Ry alergi (+) alergi debu rumah, dingin. Riwayat asma disangkal.

TTV: N 120x/m, RR 20x/m, Temp 36.8 oC


PF spesifik: konjungtiva anemis (+), ikterik (-), atrofi papil lidah (-), faring hiperemis,
T2/T2
Jantung dbn, Paru ronkhi (-/-), wheezing (-/-), Abdomen dbn
Ekstremitas kuku bengkok (-)

KIE
Cerini 10 mg 1x1 tab po
Dextamine 3x1 tab po

Pasien sulit memulai tidur sejak 1 bulan yang lalu. Pasien tidur pukul 01.00 hampir
setiap hari. Nyeri kepala lama disangkal. Riwayat trauma kepala disangkal. Riwayat
kejang disangkal. Pasien mengaku mencemaskan masalah ekonomi. Pasien berprofesi
sebagai ojek online dan merasa takut ancaman lockdown akibat wabah cobid-19.
Riwayat HT disangkal. Riwayat DM disangkal. Riwayat kolestrol tinggi disangkal.
Riwayat penyakit jantung disangkal.

TD: 130/80
N 110
RR 20
T 36.9

Pemeriksaan lab
Kolestrol total 260, HDL 15, LDL 50
GDS 100

KIE sleep hygiene, hindari minuman berkafein


Zypraz 0.5 mg 1x

Pasien mau kontrol penyakit. Pasien mengidap autis sejak usia 5 tahun. Pasien tidak
ada kontak mata dengan lawna bicara. Berbicara berulang-ulang dan berbicara sendiri.
Mudah marah jika keinginannya tidak dituruti. Perilaku berulang/ mannerisme ada.
Perkembangan kemampuan motorik kasar dan halus sesuai usia. Perkembangan sosial
terhambat.

Riwayat trauma kepala disangkal. Riwayat kejang lama saat balita disangkal. Riwayat
penyakit yang sama di keluarga disangkal. Riwayat vaksinasi lengkap sampai
campak. ASI ekslusif 6 bulan. MPASI mulai usia 6 bulan. Riwayat kelahiran SC a.i.
oligohidramnion. Pasien anak pertama.

N: 110 x/m
RR: 20 x/m
T: 36.6

Dx: ASD

Pasien datang dengan keluhan benjol di payudara kiri sejak 2 bulan yll. Benjolan
awalnya berukuran kacang hijau, makin lama membesar sebesar biji salak. Nyeri
tidak ada. Keluar cairan dari puting susu disangkal. Demam disangkal.

Ry menarche 13 tahun, siklus teratur. Belum menikah.

Riwayat penyakit sekarang: (-)


TTV: TD 120/90, N 90x/m, RR 20x/m, Temp 36.6 oC
PF spesifik: konjungtiva anemis (-), ikterik (-), atrofi papil lidah (-), faring hiperemis,
T2/T2
Jantung dbn, Paru ronkhi (-/-), wheezing (-/-), Abdomen dbn
Regio mammae sinistra: teraba benjolan di quadran kanan bawah, berukuran 2x2x3
cm, indurasi (-), warna kulit, nyeri tekan (-), kenyal, mobile, peau d'orange (-),
discharge nipple (-)

Dx: FAM Sx

Pasien datang dengan keluhan tahu lalat di pipi kiri sejak 2 bulan yll. Tahi lalat
awalnya berukuran kacang hijau, makin lama membesar seluas koin 500. Nyeri tidak
ada. Bengkak disangkal. Demam disangkal. Kelemahan di wajah disangkal.

Riwayat penyakit sekarang: (-)

TTV: TD 120/90, N 90x/m, RR 20x/m, Temp 36.6 oC


PF spesifik: konjungtiva anemis (-), ikterik (-), atrofi papil lidah (-), faring hiperemis,
T2/T2
Jantung dbn, Paru ronkhi (-/-), wheezing (-/-), Abdomen dbn
Regio maxillaris sinistra: tampak nodul hiperpigmentasi, berukuran 2x2x3 cm,
indurasi (-), nyeri tekan (-), kenyal, mobile, batas tegas

Dx: Nevus pigmentosa

Sejak 2 jam yang lalu, pasien terjatuh dari ayunan dan lengan kanan terkena rantai
ayunan. Luka keluar darah. Demam (-). Tangan masih bisa digerakkan dan merasakan
sensasi. Riwayat trauma kepala disangkal.
Ry imunisasi tetanus dalam kurun 10 tahun terakhir lupa

TTV: TD 130/90, N 100x/m, RR 20x/m, T 37.2


Pemfis:
Lokalis: regio antebrachii dextra: tampak laserasi ukuran 5x2x1cm, batas tegas, tepi
bersih, tidak bergaung, dasar otot, sekret (-), perdarahan aktif (-), deformitas (-)

Dx: Vulnus laceratum regio antebrachii dextra

KIE
Wound toilet + wound hecting
Inj. Tetagram i.m. 1 amp
Cefspan 2x 1/2 cth
Sanmol 3x1C

Tatalaksana non-farmakologis
-Edukasi mengenai faktor resiko penyakit pasien
-Edukasi mengenai pengobatan penyakit pasien
-Edukasi mengenai pencegahan penyakit pasien --> Higienitas luka
-Edukasi mengenai kontrol penyakit pasien
-Wound toilet + wound hecting

Tatalaksana farmakologis
-Inj. Tetagram i.m. 1 amp
-Levofloksasin 500 mg oral 1x1 tab, selama 14 hari
-Paracetamol 500 mg oral 3x1 tab
-Na Diclofenac 25 mg oral 2x1 tab

Sejak 30 menit yang lalu, pasien terjatuh dari sepeda, kepala bagian belakang
membentur tanah duluan. Kepala keluar darah. Penurunan penglihatan (-), mual
muntah (-), sakit kepala (+), demam (-), gangguan kepribadian (-)

Riwayat vaksinasi tetanus dalam kurun 5 tahun terakhir disangkal. Riwayat vaksinasi
saat balita sampai campak.
Pemfis:
N: 112 x/m
RR: 20 x/m
T: 36.5

Lokalis: regio occipital: tampak laserasi ukuran 3x1x0.5cm, batas tegas, tepi bersih,
tidak bergaung, dasar mukosa, sekret (-), perdarahan aktif (-)

Dx: Vulnus laceratum regio occipital

KIE
Wound toilet + wound hecting
Inj. Tetagram i.m. 1 amp
Cefspan 2x 1/2 cth
Sanmol 3x1C

Pro laparotomi cito


IVFD Asering kocor
Inj Ketorolac 1 amp iv

Sejak 30 menit yang lalu, pasien ditusuk pisau saat sedang berkelahi. Pasien tidak
tahu apakah pisau berkarat. Mual muntah (-), sakit kepala (-), demam (-), gangguan
kepribadian (-)

Riwayat vaksinasi tetanus dalam kurun 5 tahun terakhir disangkal. Riwayat vaksinasi
saat balita sampai campak.

Pemfis:
N: 112 x/m
RR: 20 x/m
T: 36.5
Lokalis: regio abdomen: tampak laserasi ukuran 6x2x1cm, batas tegas, tepi bersih,
tidak bergaung, dasar mukosa, sekret (-), perdarahan aktif (-)

Dx: Vulnus laceratum regio abdomen

KIE
Wound toilet + wound hecting
Inj. Tetagram i.m. 1 amp
Cefspan 2x 1 cth
Sanmol 3x1C

Pasien mau operasi SC besok. Pasien masih merasa gerak janin aktif, lendir darah
disangkal. HPHT 03/07/2019, HPL 15/03/2020. Saat ini pasien mulai merasakan
mulas tapi tidak sering.

Riwayat kehamilan sebelumnya hamil ini


Riwayat keguguran disangkal
Riwayat hipertensi sebelum kehamilan disangkal
Riwayat hipertensi saat kehamilan disangkal
Riwayat ANC 4x selama kehamilan, dengan SpOG
KU baik
RR 20
N 90
TD 120/80
T 37
SpO2 100%

TFU 29cm, Puki, 140x/m, preskep, his (-)


Puka, 136x/m, presbo, his (-)

Penunjang:
Hemoglobin 12.8 12-16 gr/dL
Leukosit 10390 4000-11000 Sel/μL
Eriytrosit 4.63 4.5-6.5 10^6/μL
Hematokrit 38 32-45 %
Trombosit 211 150-450 10^3/μL
SEROLOGI
HBs Ag Negatif
HIV Negatif
Syphilis Negatif
CT/BT dbn

Dx: G2P0A0 hamil aterm dengan gemelli

KIE
Konsul SpOG --> Pro SC elektif a.i. gemelli presbo
Rawat inap

Pasien mau kontrol penyakit asma. Serangan malam selama sebulan ini disangkal.
Serangan asma dalam sebulan ini disangkal. Penggunaan obat inhaler kontrol ada.
Penggunaan obat makan kontrol ada.

Riwayat alergi ada: kacang, udang. Riwayat asma ada. Riwayat asma di keluarga ada:
ibu pasien. Riwayat serangan sebelumnya 2 bulan yang lalu.

TD: 120/80
N: 100 x/m
RR: 30 x/m
SpO2: 90%
Temp: 37.0
BB: 30 kg

Faring hiperemis (-), T2/T2


Retraksi (-), Ronkhi (-), Wheezing Ekspirasi (-), Vesikuler meningkat ki-ka

Dx: Asma terkontrol

KIE
Kontrol ke SpA

Mau operasi tumor di usus besar. Keluhan sekarang sulit BAB sejak 2 hari SMRS.
Terakhir BAB 2 hari SMRS, feses seperti kotoran kambing, warna hitam. Kembung
makin lama makin besar. Nyeri perut ada, tidak terlokalisir. Mual ada.
Muntahdisangkal. Perut dirasa penuh ada. BAK tidak ada kelainan. Pasien mengaku
tidak bisa buang angin. Tubuh terasa lemas ada. Demam disangkal. Penurunan berat
badan dalam kurun 3 bulan ini ada.

Riwayat penyakit yang sama di keluarga disangkal. Riwayat HT disangkal. Riwayat


DM disangkal. Riwayat maag disangkal. Riwayat alergi obat atau makanan disangkal.

TD: 130/60
N: 100 x/m
RR: 18 x/m
SpO2: 95%
Temp: 36.9

Tifoid tongue (-)


Mata cekung (-), Sklera ikterik (-), konjungtiva anemis (+)
Turgor baik, CRT <3’’
Nyeri tekan umbilikus (+). Cembung. Lemas. BU (+) meningkat; metallic sound (+)..
Shifting dullness (-). Teraba massa keras, konsistensi padat, tidak mobile, di regio
lumbal sinistra

Penunjang
Darah Rutin
Hemoglobin 11.6* 12-16 gr/dL
Leukosit 3200 4000-11000 Sel/μL
Eriytrosit 4.21* 4.5-6.5 10^6/μL
Hematokrit 33 32-45 %
Trombosit 234 150-450 10^3/μL
Kimia darah
SGOT - SGPT
SGOT 13 9-41 U/L
SGPT 10 9-38 U/L
Glukosa Sewaktu 172 < 180 mg/dL
Urea 10 10-50 mg/dL
Creatinin 1.09 < 1.3 mg/dL
Electrolite
Natrium 127* 135-150 mg/dL
Kalium 4.2* 3.5-5.5 mg/dL
Chlorida 92* 97-110 mg/dL

Foto polos BNO 3 posisi  Air fluid level, tampak curiga massa di kolon descenden
1/3 inferior
EKG  Sinus ritme

KIE
Rawat inap
Konsul SpB-KBD --> Pro reseksi kolon + colonostomi

Perdarahan diluar siklus mens sejak 5 hari SMRS. Perdarahan hilang timbul, jumlah
sedikit-sedikit, tidak menentu. Pasien tidak sedang menstruasi. Nyeri perut disangkal.
Perut terasa penuh ada. Mual disangkal. Muntah disangkal. Demam disangkal.
Menggigil disangkal. Siklus menstruasi tidak teratur, jarak antar mens 30 hari, lama
mens 5 hari.
Riwayat keluhan sama sebelumnya ada, sering berulang sejak 3 tahun SMRS.
Riwayat keluhan yang sama di keluarga disangkal. Riwayat penyakit kandungan di
keluarga disangkal.
TD: 100/70
N: 88
RR: 15
T: 37.5
SpO2: 95

Konj. Anemis (+)


Nyeri tekan suprapubik(+), massa (+)
USG Obstetri --> Tampak gambaran whorl-like appearance di cavum uteri

Dx: Myoma uteri

KIE
Konsul SpOG --> Pro Myomektomi
Rawat inap
Cek lab pre op
Inj Torasic 30 mg 1x1
IVFD Rl gtt xx/m
Premed Taxegram 1 g iv

Pasien rencana operasi. Keluhan pasien sekarang hidung tersumbat sejak 3 bulan
SMRS. Sering berulang. Dipicu suhu dinging dan atau terpapar debu. Ingus ada,
warna kehijauan, berbau, kental. Keluhan disertai nyeri disekitar pipi kanan dan kiri
serta dahi. Nyeri diperparah perubahan posisi terutama posisi membungkuk. Demam
disangkal. Batuk disangkal. Mimisan kadang berulang.

Riwayat alergi ada: debu, dinging. Riwayat asma disangkal. Riwayat penyakit yang
sama dikeluarga disangkal. Riwayat HT disangkal. Riwayat DM disangkal.

TD: 120/90
N: 98 x/m
RR: 22 x/m
T: 37.2

Pemeriksaan THT: tampak mukosa konka edem, licin, sekret (+) kental warna hijau,
septum deviasi. Nyeri tekan maksilaris (+)

CT Scan kepala non-kontras --> tampak sinusitis maksilaris + septum deviasi

Dx: Sinusitis kronis + Septum deviasi

KIE
Konsul SpTHT --> Pro sinektomi dan septoplasty
Rawat inap

Pasien kerap terbangun dari tidur sejak 1 bulan yang lalu. Pasien tidur pukul 22.00
hampir setiap hari, kemudian terbangun setiap 2 jam. Pasien masih bisa tidur lagi
setelah terbangun, namun kemudian terbangun lagi. Pasien hilang minat bekerja dan
merasa tidak berenergi. Nafsu makan menurun ada. Keinginan bunuh diri disangkal.
Konsentrasi dirasa menurun. Nyeri kepala lama disangkal. Riwayat trauma kepala
disangkal. Riwayat kejang disangkal. Pasien mengaku sedang dirundung duka setelah
kehilangan ibunya yang meninggal dunia 1 bulan yang lalu.
Riwayat HT disangkal. Riwayat DM disangkal. Riwayat kolestrol tinggi disangkal.
Riwayat penyakit jantung disangkal.

TD: 130/80
N 110
RR 20
T 36.9

Pemeriksaan psikiatri: Afek depresif, koheren, atensi kurang

Dx: Depresi derajat ringan + insomnia


KIE sleep hygiene, hindari minuman berkafein
Kalxetine 20 mg 1x1 tab
Konsul SpKJ jika 1 bulan tidak membaik

Pasien mau transfusi rutin. Pasien menderita thalassemia sejak usia 3 tahun, dan rutin
di transfusi. Keluhan mudah lemas. BAB BAK tidak ada keluhan.

Riwayat anggota kelurga yang memiliki penyakit sama disangkal. Riwayat


konsanguinitas disangkal. Imunisasi lengkap. ASI eksklusif sampai 6 bulan. MPASi
mulai 6 bulan. Tumbuh kembang sesuai usia.

Pemfis
N 100 RR 20 T 36.6
Konj anemis (+/+), sklera ikterik (-)
Fascies cooley (+)
Splenomegali (+) S3-4

Dx thalassemua mayor

Ranap
Tranfusi PRC 2 kolf
Premed
Difenhidramin 1 amp iv
Dexamethason 1 amp iv
IVFD RL gtt x/m

Pasien merasa seperti penuh di bagian kewanitaannya sejak 2 minggu SMRS. Perut
terasa penuh disangkal. Keluar darah dari vagina ada, kadang-kadang. Nyeri
dirasakan ada terus menerus. Riwayat trauma disangkal. Pasien adalah atlet
taekwondo provinsi.
Riwayat persalinan 1x, tahun 2018, persalinan normal, dengan SpOG, BBL 2800 g,
aterm

TD: 120/80
N: 109
RR: 18
T: 37.0

Pem Ginekologi
Tampak massa berwarna merah muda melewati kanalis servikaslis, namun tidak
melewati introitus vagina. Darah (+)
Dx: Prolaps Uteri Grade 2

KIE
- Analtram 2x1 tab po
- Konsul SpOG

Pasien ingin konsul dengan dokter kandungan karena sulit memiliki keturunan. Usia
pernikahan 3 tahun. Frekuensi berhubungan seksual dengan pasangan 5 kali
seminggu. Pasien mengaku siklus haid teratur, 28 hari. Pasien belum pernah hamil
sebelumnya.

Riwayat menarche 13 tahun.

TD: 120/80
N: 100 x/m
RR: 18 x/m
T: 36.6

KIE
Konsul SpOG K-FER
Pasien rencana operasi. Keluhan pasien perut kembung sejak 1 bulan SMRS.
Kembung makin lama makin besar. Nyeri perut ada, tidak terlokalisir. Mual ada.
Muntah ada, isi apa yang dimakan dan diminum, tidak menyemprot, darah lender
disangkal. BAB tidak lancer sejak 1 bulan SMRS, terakhir BAB 3 hari SMRS. BAK
tidak ada kelainan. Tubuh terasa lemas ada. Demam disangkal.

N: 122 x/m
RR: 20 x/m
T: 37.7

Pemfis lokalis
Abdomen: cembung, tegang, BU (+) meningkat, metallic sound (+)
Anus: TFA (+), feses menyemprot (+)

Dx: Hirschprung disease

KIE
Konsul SpBA --> Pro reseksi kolon
Rawat inap

Lenting berisi cairan bening di sudut bibir kiri sejak 1 hari SMRS. Lenting disertai
gatal dan perih, terus menerus. Demam disangkal. Batuk disangkal. Bersin-bersin
disangkal. Mengi disangkal. Pasien masih bisa makan dan minum. Riwayat terpapar
zat iritan pada lokasi lesi disangkal.

Riwayat keluhan yang sama sebelumnya disangkal. Riwayat alergi obat disangkal.
Riwayat alergi disangkal. Riwayat maag sebelumnya ada. Riwayat HT disangkal.
Riwayat DM disangkal. Riwayat kolestrol disangkal.

RR 23
N 100, reguler
TD 100/70
T 37
SpO2 95%

Efloresensi
Regio facialis: Tampak vesikel eritem, multiple, diskret sebagian konfluen, bentuk
bulat, ukuran lentikuler, batas tegas, tepi eritem, permukaan licin

Dx: Herpes simpleks labialis

KIE
Zovirax 200 mg 5x1 tab po, selama 7 hari
Zoter krim 2x sehari
Cerini 10 mg 1x1 tab po

Pasien datang dengan keluhan benjolan di perut bagian bawah dekat perbatasan paha
kanan sejak 2 bulan yll. Benjolan awalnya timbul jika batuk atau bersin kemudian
menvghilang sendir, makin lama membesar dan muncul terus menerus. Perut terasa
kembung ada. Nyeri perut tidak ada. BAB tidak ada kelainan. BAK normal.

Riwayat penyakit sekarang: (-)

TTV: TD 120/90, N 90x/m, RR 20x/m, Temp 36.6 oC


PF spesifik: konjungtiva anemis (-), ikterik (-), atrofi papil lidah (-), faring hiperemis,
T2/T2
Jantung dbn, Paru ronkhi (-/-), wheezing (-/-)
Abdomen cembung, lemas, BU (+) meningkat
Regio inguinal dextra: teraba benjolan di lipatan paha kanan, berukuran 2x2x3 cm,
warna kulit, nyeri tekan (-), kenyal, mobile, thumb test (+), valsalva test (+)

Dx: Hernia inguinalis inkarserata dextra

KIE
Konsul SpB-KBD --> pro Herniorapy
Rawat Inap

Sejak 1 minggu yang lalu, pasien terjatuh dari motor, dengan posisi tangan kanan
menumpu tubuh. Terbentur kepala disangkal. Tangan sulit digerakkan karena nyeri.
Nyeri timbul terus menerus, makin parah jika menekuk. Kesemutan di ujung-ujung
jari disangkal.

Riwayat diurut-urut ada, 3 hari yang lalu, tidak membaik.

TTV: TD 130/90, N 100x/m, RR 20x/m, T 37.2


Pemfis:
Lokalis: regio antebrachii dextra
Look: Deformitas (+) garden fork, hematom (+)
Feel: panas, nyeri tekan, NVD baik
Move: ROM terbatas karena nyeri, krepitasi (+)

Ro antebrachii dextra: tampak fraktur caput radius + angulasi ke arah dorsal

Dx: Colles fracture

KIE
Konsul SpOT --> Pro ORIF
Rawat Inap
IVFD Asering gtt xx/m
Premed Ceftriaxon 1 g iv

Sejak 1 bulan yang lalu, tungkai kanan pasien ditabrak bemper mobil yang melaju
dengan kecepatan 20 km/jam. Kepala terbentur disangkal. Kaki kanan sulit
digerakkan karena nyeri. Nyeri timbul terus menerus, makin parah jika menekuk.
Kesemutan di ujung-ujung jari disangkal. Pasien dioperasi oleh SpOT 2 minggu yang
lalu.

Riwayat diurut-urut ada, 1 bulan yang lalu, tidak membaik.


TTV: TD 120/90, N 100x/m, RR 20x/m, T 36.2
Pemfis:
Lokalis: regio cruris dextra
Look: Deformitas (-), hematom (-), teraba ORIF
Feel: Nyeri tekan, NVD baik
Move: ROM terbatas karena nyeri, krepitasi (-)

Ro cruris dextra: tampak fraktur oblique 1/3 medial os tibia dextra, terpasang ORIF

Dx: Fraktur tertutup komplit 1/3 medial os tibia dextra post ORIF

KIE
Konsul ke SpOT --> Kontrol ORIF

Pasien mau kontrol. Pasien habis dioperasi pasang pen di paha kanan 2 minggu yang
lalu dengan spesialis ortopedi. Keluhan sekarang nyeri digerakkan kadang ada,
kesemutan ujung jari disangkal. Riwayat kecelakaan motor (+) 3 minggu yang lalu

N 99 RR 14 T 36
Lokalis humerus dx: bengkak (-), hematoma (-), ROM terbatas karena ORIF
Xray: femur dextra: tampak fraktur linier di 1/3 medial, terpasang ORIF, angulasi (-)

Dx: fraktur femur medial dextra post ORIF

KIE
Konsul ke SpOT --> Kontrol ORIF

Pasien mau kontrol. Pasien habis dioperasi pasang pen di pergelangan 2 minggu yang
lalu dengan spesialis ortopedi. Keluhan sekarang nyeri digerakkan kadang ada,
kesemutan ujung jari disangkal. Riwayat kecelakaan jatuh saat bermain bola (+) 3
minggu yang lalu
N 99 RR 14 T 36

Lokalis ankle dextra: bengkak (-), hematoma (-), ROM terbatas karena ORIF
Xray: ankle dextra: tampak fraktur inkomplit linier di 1/3 distal os tibia et fibula dan
os talus, terpasang ORIF, angulasi (-)

Dx: fraktur ankle dextra post ORIF

KIE
Konsul ke SpOT --> Kontrol ORIF

Pasien mengeluh nyeri punggung bawah yang menjalar ke paha kanan sejak 3 bulan
SMRS. Nyeri seperti tertusuk jarum, disertai rasa kesetrum. Kesemutan di ujung-
ujung jari kaki ada. Nyeri diperparah perubahan posisi menjadi membungkuk.
Demam disangkal. Kedua tungkai masih bisa digerakkan.

Riwayat HT disangkal. Riwayat DM disangkal. Riwayat kebiasaan mengangkat benda


berat (+). Riwayat trauma terduduk disangkal.

TD: 120/90
N: 88 x/m
RR: 20 x/m
T: 36.5

Pemfis spesifik
Laseque sign (+)
MRI lumbal: tampak herniasi diskus intervertebralis setinggi L5. Tampak wedge
frakture pada os vertebrae L4 dan L5

Dx: LBP ec susp HNP

KIE
Konsul SpN
KIE
Nepatic 300 mg 3x1 cap
Celebrex 100 mg 2x1 cap

KIE
Myonal 50 mg 3x1 tab
Arcoxia 60 mg 1x1 cap

Pasien mau operasi. Pasien dikatakan memiliki plasenta yang menutupi jala lahir
janin. Pasien masih merasa gerak janin aktif, lendir darah disangkal. HPHT
03/08/2019, HPL 15/05/2020. Saat ini pasien belum merasakan mulas.

Riwayat kehamilan sebelumnya hamil ini


Riwayat keguguran disangkal
Riwayat hipertensi sebelum kehamilan disangkal
Riwayat hipertensi saat kehamilan disangkal
Riwayat ANC 4x selama kehamilan, dengan SpOG

KU baik
RR 20
N 90
TD 120/80
T 37
SpO2 100%

TFU 29cm, Puki, 140x/m, preskep, his (-)


USG Obstetri: Tampak plasenta terletak 1 cm dari muara OUE

Dx: G1P0A0 hamil 39 minggu JTH Prekskep + Plasenta Previa partial


KIE
Konsul SpOG --> Pro SC elektif
Rawat inap
Cek lab pre op SC
IVFD Rl gtt xx/m
Premed Taxegram 1 g iv

Pasien mau operasi. Pasien masih merasa gerak janin aktif, lendir darah disangkal.
HPHT lupa, HPL 15/11/2020. Saat ini pasien belum merasakan mulas.

Riwayat kehamilan sebelumnya 2x: 2018 (SC), hamil ini


Riwayat keguguran disangkal
Riwayat hipertensi sebelum kehamilan disangkal
Riwayat hipertensi saat kehamilan disangkal
Riwayat ANC 4x selama kehamilan, dengan SpOG

KU baik
RR 20
N 90
TD 120/80
T 37
SpO2 100%

Dx: G2P1A0 hamil aterm JTH Prekskep + bekas SC 1x

Mau operasi SC. Pasien dikatakan harus SC karena sudah pernah SC sebelumnya 2
kali. Keluhan sekarang tidak ada. HPL 18/10/2019, HPHT 8/2/2019
Riwayat kehamilan sebelumnya 3x: 2016 (SC), 2018 (SC), hamil ini
Riwayat keguguran disangkal

KU baik
RR 20
N 90
TD 120/80
T 37
SpO2 100%

Dx: G3P2A0 hamil aterm JTH Prekskep + bekas SC 2x

Konsul SpOG --> Pro SC elektif + tubektomi


Rawat inap
Cek lab pre op SC
IVFD Rl gtt xx/m
Premed Taxegram 1 g iv

Pasien rencana operasi. Pasien dikatakan memiliki daging tumbuh di rahim. Keluhan
sekarang keluar darah dari vagina kadang-kadang, di luar siklus mens. Nyeri perut
hebat sering, terutama jika mens.

Riwayat keluhan sama sebelumnya ada, sering berulang sejak 5 tahun SMRS.
Riwayat keluhan yang sama di keluarga ada, ibu pasien. Riwayat penyakit kandungan
di keluarga disangkal.

TD: 110/70
N: 105
RR: 15
T: 37.0
SpO2: 95

Konj. Anemis (+)


Nyeri tekan suprapubik(-), massa (-)
USG Obstetri --> Tampak gambaran perbedaan densitasi dinding uterus, multipel
Dx: Kista endometriosis
Konsul SpOG --> Pro laparoskopi diagnostik
Rawat inap
Cek lab pre op
Inj Torasic 30 mg 1x1
IVFD Rl gtt xx/m
Premed Taxegram 1 g iv

Pasien digigit oleh anjing besar 1 jam SMRS. Pasien digigit di betis kiri. Pasien masih
bisa menggerakkan kaki. Kejang disangkal. Demam disangkal. Nyeri pada luka
gigitan ada. Pendarahan aktif ada, sekarang sudah berhenti.

Riwayat alergi obat dan makanan disangkal. Anjing yang menggigit masih hidup dan
dikurung.

TD: 130/90
N: 110 x/m
RR: 20 x/m
T: 37.0

Pemfis lokalis
Regio cruris sinistra
Tampak luka robek multipel, ukuran 3x2x2 cm, 2x2x2 cm, dan 3x1x2 cm, tepi tidak
rata, tidak bergaung, dasar otot, sekret/pus (-), darah (-)

Dx: Vulnus morsum canis regio cruris sinistra

KIE
Cuci luka dengan sabun
Wound hecting
-Suntik Ferorab i.m. hari ke 0 (2 amp), ke-7 (1 amp), ke-21 (1 amp)
-Suntik Tetagam 1 amp i.m.
-Levofloksasin 500 mg oral 1x1 tab, selama 14 hari
-Flagyl 500 mg 3x1 tab, selama 14 hari
-Paracetamol 500 mg oral 3x1 tab
-Na Diclofenac 25 mg oral 2x1 tab

KIE
Wound toilet + Wound hecting
-Suntik Tetagam 1 amp i.m.
-Cravit 500 mg oral 1x1 tab, selama 14 hari
-Flagyl 500 mg 3x1 tab, selama 14 hari
-Analtram oral 2x1 tab

Pasien mau operasi. Keluhan pasien ada saluran yang menghubungkan anus dan
bagian bawah vagina pasien, sejak melahirkan anak pertama, yang makin lama makin
membesar. Setiap BAB, kotoran juga keluar dari liang vagina. Demam disangkal.
BAK tidak ada kelainan.

Riwayat persalinan 1x: normal, ditolong bidan, aterm, BBL 2800 g

T: 36.6
N: 102 x/m
RR: 21 x/m

Pemfis spesifik
Regio genitalia: tampak fistula antara vestibular dan anus ukuran 3x2x2 cm, tepi
bersih, batas tegas, tidak bergaung, feses (+)

Dx: Fistula rectovaginal

KIE
Konsul SpB-KBD --> Pro fistulotomy
Rawat inap
Pasien terkena potongan kaca di bagian betis kanan 15 menit SMRS. Pasien masih
bisa menggerakkan kaki. Demam disangkal. Nyeri pada luka ada. Pendarahan aktif
ada, sekarang sudah berhenti.

N: 110 x/m
RR: 20 x/m
T: 37.0

Pemfis lokalis
Regio cruris dextra
Tampak luka sayat, ukuran 3x2x2 cm, tepi rata, tidak bergaung, dasar otot, sekret/pus
(-), darah (-)

Dx: Vulnus scissum regio cruris dextra

Pasien mengeluh benjolan di pipi kanan sejak 1 minggu, makin lama makin
membesar kemudian pecah mengeluarkan nanah. Nyeri ada. Demam disangkal.
Benjolan awalnya sebesar biji jagung, kemudian membesar menjadi sebesar kelereng.
Gatal pada luka ada.

Riwayat trauma di lokasi luka ada; dipencet-pencet

TTV
TD 120/90
RR 18 x/m
N 100 x/m
T 37.1

Efloresensi
Regio facialis: tampak nodul eritem ukuran 3x2x2 cm, bentuk bulat, batas tegas,
mobil, konsistensi kenyal, undulasi (-), panas, nyeri tekan (+)
Dx: Furunkel

KIE
Insisi abses
Cravit 2x500 mg, 7 hari
Flagyl 3x500 mg, 7 hari
Sanmol 3x500 mg, k/p demam

Pasien mengeluh nyeri perut yang hilang timbul sejak 1 bulan SMRS. RIwayat keluar
darah disangkal. Riwayat keluar jaringan seperti mata ikan bercampur darah
lenderdisangkal. Mual ada. Tubuh terasa lemas. Nyeri sampai menggigil. HPHT
01/01/2019.

Riwayat kehamilan sebelumnya hamil ini


Riwayat hipertensi sebelum kehamilan disangkal
Riwayat hipertensi saat kehamilan disangkal
Riwayat bayi premature disangkal
Riwayat keguguran disangkal
Riwayat ANC belum pernah
KU lemas
RR 20
N 80
TD 100/60
T 37
SpO2 100%

Konjungtiva anemis (+), mata cekung (-)


TFU 20 cm
Turgor kulit baik, CRT <3’’
Nyeri tekan adneksa kanan (+)
USG  Gestasional sac di tuba uterina dextra

Dx: Ectopic Pregnancy

KIE
Konsul SpOG  Pro Laparotomi

Sejak 2 jam yang lalu, pasien terjatuh dari tempat tidur tingkat, kepala bagian pelipis
membentur lantai duluan. Kepala tidak keluar darah. Memar ada. Nyeri tekan ada.
Penurunan penglihatan (-), mual muntah (-), sakit kepala (+), demam (-), gangguan
kepribadian (-)

Pemfis:
Lokalis: regio parietal dextra: tampak hematom ukuran 5x2x1 cm, batas tegas,
krepitasi (-)

CT Scan kepala: dbn

Dx: Kontusio scalp

KIE
Thrombophob 2x1 kali oles tipis diatas bengkak

Pasien mau operasi. Pasien mengeluh ambeyen sejak 1 minggu SMRS. Ambeyen
awalnya bisa masuk sendiri, namun sekarang tidak bisa lagi dimasukkan dengan jari.
Darah ada. Nyeri ada terutama jika BAB dan duduk. Demam disangkal. BAB
bercampur darah segar. Riwayat konstipasi berulang ada. Riwayat HT DM disangkal.

TD 130/90 RR 18 N 78 T 37
Anorektal: tampak hemoroid ukuran 2x2x1 cm di jam 3, lunak, mobile, tidak bisa
dimasukkan dengan jari

Dx: Hemoroid interna grade 4


KIE
Konsul SpB-KBD pro hemoroidektomi
Mycrolax suppos
Dulcolax suppos
Ultraproct-N suppos

Pasien mengeluh nyeri perut sejak 3 minggu SMRS. Nyeri perut hilang timbul, tidak
menentu, tidak bisa ditunjuk. BAB normal. BAK normal. Pasien juga mengeluh sakit
pinggang sejak 1 bulan SMRS. Sakit dirasakan jika beraktifitas. Pasien merasa sakit
kepala seperti terikat, sejak 3 minggu SMRS. Mual muntah disangkal. Pasien juga
kadang mengeluh kesemutan di ujung-ujung jari. Riwayat HT dan DM disangkal.
Riwayat trauma disangkal.

TD 120/90 N 101 RR 18 T 36.8


NTE (-), Laseque test (-), pemeriksaan neurologis lain dbn

Dx: Gangguan somatisasi

KIE
Braxidin tab 2x1
Nepatic 300 mg 1x1

Pasien mau operasi SC. Keluhan sekarang mulas ada, sejak 30 menit yll, tidak sering
dan belum menjalar ke pinggang bawah. Keluar air-air disangkal. Pasien masih
merasa gerak janin aktif, lendir darah ada. HPHT lupa, HPL 14 Oktober 2019

Riwayat kehamilan sebelumnya hamil ini


Riwayat keguguran disangkal
Riwayat ANC 4x selama kehamilan, dengan SpOG

KU baik
RR 25
N 90
TD 120/80
T 37
SpO2 100%

TFU 29cm, Puka-puki, 140x/m/155x/m, preskep/presbo, his 1x/10’/50’’


Vt kuncup

Penunjang:
Hemoglobin 11.1 gr/dL
Leukosit 8700 Sel/μL
Eriytrosit 3.17 10^6/μL
Hematokrit 38 %
Trombosit 211 10^3/μL

SEROLOGI
HBs Ag Negatif
HIV Negatif
Syphilis Negatif
pT/aPTT dbn

G2P0A0 hamil aterm + gemelli

Pasien mau operasi SC. Keluhan sekarang tidak ada. Pasien masih merasa gerak janin
aktif, lendir darah disnagkal. HPHT lupa, HPL 21 Oktober 2019. Pasien dikatakan
memiliki cairan ketuban yang sedkit.

Riwayat kehamilan sebelumnya hamil dua kali, 2018, lahir normal


Riwayat keguguran disangkal
Riwayat ANC 4x selama kehamilan, dengan SpOG
KU baik
RR 25
N 90
TD 120/80
T 37
SpO2 100%

TFU 29cm, Puka-puki, 140x/m/155x/m, preskep/presbo, his 1x/10’/50’’


Vt kuncup
USG: AFI <5 cm

Penunjang:
Hemoglobin 11.1 gr/dL
Leukosit 10700 Sel/μL
Eriytrosit 3.17 10^6/μL
Hematokrit 38 %
Trombosit 211 10^3/μL

SEROLOGI
HBs Ag Negatif
HIV Negatif
Syphilis Negatif
pT/aPTT dbn

Dx: G2P1A0 hamil aterm JTH Preskep + Oligohidramnion

-Konsul SpOG
-Persiapan SC
-Premedikasi
- Ceftriaxon 1 g iv
- Gastrul di meja operasi

Kulup pasien tidak bisa ditarik kebelakang sejak 1 hari yang lalu. Nyeri saat berkemih
disangkal. Demam disangkal. Keluar nanah dari saluran uretra disangkal.

N 99 RR 18 T 36
Lokalis: tampak preputium menutupi glands penis seluruhnya, tidak bisa diretraksi ke
belakang

Dx: Phimosis

Konsul SpU pro dorsumsisi


Ranap
Premed Ceftazidime 500 mg iv
Konsul SpA

Kulup pasien tidak bisa ditarik kembali ke depan sejak 1 jam yang lalu. Nyeri terus
menerus ada. Nyeri saat berkemih disangkal. Demam disangkal. Keluar nanah dari
saluran uretra disangkal. Riwayat menarik-narik preputium ada.

N 99 RR 18 T 36
Lokalis: tampak preputium berada di korona penis glands penis, tidak bisa
dkembalikan kedepan

Dx: Paraphimosis

Konsul SpU pro dorsumsisi cito!

Pasien mau kontrol penyakit. Pasien mengidap epilepsi sejak usia 7 tahun. Bangkitan
kejang dalam bulan ini 3x.

RPD kejang pertama saat usia 7 tahun


RPK –
Alergi –
Imunisasi lengkap
Lahir; RS, SC a/I KPD 12 jam dan ketuban habis, aterm, 2500-3000gr

TTV dbn
Neurologis dbn

Dx: epilepsy

Konsul SpA untuk kontrol penyakit

Pasien mau operasi testis kanan. Testis kanan membesar sejak 1 bulan yang lalu.
Nyeri disangkal. Demam disangkal. Perut kembung disangkal

Riwayat keluhan yang sama sebelumnya disangkal. Riwayat penyakit yang sama di
keluarga disangkal. Riwayat alergi obat dan makanan disangkal.

RR 16
N 10
T 36.9
Sat 99%

Abdomen: datar lemas BU normal


Lokalis: skrotum: transluminasi (+), Phren sign tidak ada. Konsistensi kenyal, nyeri
tekan disangkal

Dx: hidrokel dextra

Pro hydrocelectomy dengan SpU


Ranap
Konsul SpA

Pasien mau operasi. Pasien dikatakan mengalami kehamilan di luar rahim. Keluhan
sekarang nyeri perut kiri bawah dirasa ada, kadang-kadang. Mual ada, muntah
disangkal. Keluar darah dari vagina disangkal. HPHT 19/10/2019.

Riwayat kehamilan ektopik sebelumnya disangkal. Riwayat IUD disangkal. Riwayat


infeksi menular seksual disangkal. Riwayat infeksi saluran kencing disangkal.

TD 120/90 N 88 RR 18 T 37.0
Nyeri tekan adneska kiri (+)

Dx: Kehamilan ektopik

Pro DNC elektif dengan SpOG


Ranap
Cek lab preop
Fleet enema 4 jam sebelum operas
Premed Taxegram 1 g iv

Pasien nyeri perut kiri bawah, hilang timbul, muncul mendadak, tumpul. Mual ada,
muntah disangkal. Keluar darah dari vagina disangkal. Mens teratur. Demam
disangkal.

Riwayat kehamilan ektopik sebelumnya disangkal. Riwayat IUD disangkal. Riwayat


infeksi menular seksual disangkal. Riwayat infeksi saluran kencing disangkal.

TD 120/90 N 88 RR 18 T 37.0
Nyeri tekan adneska kiri (+)

USG obstetri: tampak penurunan aliran darah ke ovarium kiri


Dx: Torsio ovarium sinistra

Pro laparotomi cito dengan SpOG


Ranap
Cek lab preop
Fleet enema 4 jam sebelum operasi
Premed Taxegram 1 g iv
Inj torasic 1 amp iv
IVFD RL gtt xx/m

Pasien rencana operasi. Pasien dikatakan mengalami benjolan di rahim. Keluhan


sekarang nyeri perut kiri bawah, hilang timbul, seperti tertusuk. Mual disangkal,
muntah disangkal. Keluar darah dari vagina disangkal.

Riwayat kehamilan ektopik sebelumnya disangkal. Riwayat IUD disangkal. Riwayat


infeksi menular seksual disangkal. Riwayat infeksi saluran kencing disangkal.
Riwayat kehamilan sebelumnya 1x, keguguran, tidak dikuret. Pasien sudah menikah 6
tahun dan belum memiliki momongan.

TD 120/90 N 88 RR 18 T 37.0
Nyeri tekan adneska kiri (-)

USG obstetri: tampak kista hipoekoik berdinding tipis ukuran 2x2x0.5 cm di ovarium
kiri

Dx: Kista ovarium sinistra

Pro laparoskopi cystektomi elektif dengan SpOG


Ranap
Cek lab preop
Fleet enema 4 jam sebelum operasi
Premed Taxegram 1 g iv
IVFD RL gtt xx/m
Kram perut sejak 1 hari SMRS. Kram hilang timbul, tidak menentu. Pasien sedang
menstruasi hari ke-3. Mual disangkal. Muntah disangkal. Demam disangkal.
Menggigil ada. Siklus menstruasi tidak teratur, jarak sejak mens lalu 30 hari, lama
mens 5 hari. Nyeri kepala disangkal

Riwayat keluhan sama sebelumnya ada, sering berulang sejak usia 17 tahun SMRS.
Riwayat keluhan yang sama di keluarga disangkal. Riwayat penyakit kandungan di
keluarga disangkal.

TD: 110/70
N: 88
RR: 15
T: 37.5
SpO2: 95
VAS: 4-5

Konj. Anemis (+)


Nyeri tekan umbilicus (-), massa (-)

Dx: dismenore sekunder ec susp endometriosis dd/ endometrial dysfunction

-Konsul Poli Ginekologi


-Ketoprofen 3x1 tab po
-Sangobion 1x1 tab po

Pasien mau infus vitamin penambah darah. Sekarang, pasien mengeluh tubuh lemas,
sejak 1 minggu SMRS. Pasien merasa sulit berjalan karena lemas. HPHT 03/05/2019.

Riwayat kehamilan sebelumnya hamil ini


Riwayat keguguran disangkal
Riwayat hipertensi sebelum kehamilan disangkal
Riwayat hipertensi saat kehamilan disangkal
Riwayat ANC 2x selama kehamilan, dengan SpOG

KU baik
RR 20
N 90
TD 120/80
T 36.6
SpO2 100%

Konjungtiva anemis (+/+)

Penunjang:
Hemoglobin 9.0 12-16 gr/dL
Leukosit 10100 4000-11000 Sel/μL
Eriytrosit 4.63 4.5-6.5 10^6/μL
Hematokrit 27 32-45 %
Trombosit 211 150-450 10^3/μL

Dx: G1P0A0 hamil 25 minggu dengan anemia sedang

Drip Venofer 1 amp dalam NS 100 cc

Pasien mau kontrol ke SpU. Pasien dikatakan mengalami pembesaran prostat, dan
sudah dioperasi 2 minggu SMRS. Keluhan sekarang kencing berdarah kadang
sesekali, BAK tersendat (-), BAK tidak lampias (+), BAK terputus putus (-), BAK
menetes jika sudah selesai (-)

TD 130/90 N 88 RR 18 T 36.6

Tatalaksana non-farmakologis
-Edukasi mengenai penyebab penyakit pasien
-Edukasi mengenai rencana pengobatan penyakit pasien
-Rujuk ke SpU untuk kontrol
-Edukasi mengenai pencegahan keluhan pasien

Pasien mau kemoterapi. Pasien mengidap kanker payudara dextra stadium IV sejak 6
bulan yang lalu. Keluhan sekarang tubuh lemas. Nyeri di payudara ada. Keluar cairan
dari puting ada. Penurunan berat bada dirasa ada. Pasien sudah dioperasi mastektomi
3 bulan yang lalu

TD 120/90 RR 18 T 36 N 77

Lokalis: Mammae dextra (-_, KGB axilla dextra pembesaran (-)

Dx; Ca mammae Dx stadium IV pro kemo

Pro kemoterapi

\
Pasien mau operasi. Pasien mengidap kanker payudara dextra stadium IIIb sejak 6
bulan yang lalu. Keluhan sekarang tubuh lemas. Nyeri di payudara ada. Keluar cairan
dari puting ada. Penurunan berat bada dirasa ada.

TD 120/90 RR 18 T 36 N 77
PF spesifik: konjungtiva anemis (-), ikterik (-), atrofi papil lidah (-), faring hiperemis,
T2/T2
Jantung dbn, Paru ronkhi (-/-), wheezing (-/-), Abdomen dbn
Ekstremitas: regio mammae dextra: tampak benjolan berukuran 2x2x3 cm, indurasi
(-), warna kulit, nyeri tekan (-), punctum (-), konsistensi keras, permukaan
berdungkul, peau d'orange (+), nipple discharge (+), pembesaran KGB axilla dextra
(+)

Dx: Ca mammae Dx stg IIIb


Pro mastektomi radikal modifikasi dengan SpB(K)Onk
Ranap
IVFD Asering gtt xx/m
Premed Ceftriaxon 1 g iv
Diet NB

Pasien mau kemoterapi. Pasien mengidap kanker usus besar stadium IV sejak 4 bulan
yang lalu. Keluhan sekarang tubuh lemas. Nyeri perut sesekali ada. Perut kembung
disangkal. Penurunan berat bada dirasa ada. Pasien sudah dioperasi kolostomi 2 bulan
lalu

TD 120/90 RR 18 T 36 N 77

Abdomen: terpasang kemoport


Tampak kolostomi terpasang baik, udara (+), BAB (-)

Dx; Ca Colon stadium IV pro kemo

Pro Kemoterapi

Pasien mau operasi. Pasien diksatakan mengalami kanker usus besar stadium IV.
Keluhan sekarang tubuh lemas. Nyeri perut sesekali ada. Perut kembung disangkal.
Penurunan berat bada dirasa ada. BAB darah ada, warna merah segar.

TD 120/90 RR 18 T 36 N 77

Abdomen: cembung, lemas, BU meningkat

Dx; Ca Colon stadium IV

Pro Kolostomi