Anda di halaman 1dari 5

39

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Pendekatan Penelitian

Bertitik tolak pada fokus dan tujuan penelitian yang telah dikemukakan,

penelitian ini memerlukan kajian yang mendalam untuk memperoleh gambaran yang

rinci dan komprehensif yang bekaitan dengan pengelolaan pembelajaran model

blended pada tahfizh. Pendekatan yang paling sesuai dan sangat menunjang

penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif.

Jenis penelitian ini bersifat eksploratif, yang bertujuan untuk mengetahui

dan menggambarkan keadaan atau hal-hal yang berhubungan dengan status

fenomena1, yaitu fenomena pengelolaan pembelajaran. Pendekatan deskriptif

kualitatif ini dilakukan dengan mengumpulkan data atau informasi sebanyak-

banyaknya mengenai faktor-faktor yang merupakan pendukung terhadap pengelolaan

pembelajaran model blended di masa pandemi Covid 19.

B. Lokasi dan Subyek Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di dua Madrasah di Kabupaten Karanganyar,

tepatnya di MIM Karanganyar tepatnya di kecamatan Karanganyar dan di MIM

Mergomulyo di kecamatan Matesih. Hal ini dikarenakan MIM Karanganyar

merupakan madrasah yang mempelopori program tahfizh, dimana pelajaran tahfidz

sudah dimasukkan ke muatan lokal madrasah sehingga sudah masuk ke struktur

kurikulum, pelaksanaannya sudah berlangsung kurang lebih 12 tahun. Untuk

pelajaran Tahfizh di MIM Mergomulyo sudah memasuki tahun keempat.

Ketertarikan penulis kepada madrasah tersebut karena keduanya telah memiliki kelas
1
. Suharsimi. (2003). Prosedur Penelitian, Suatu Praktek. Jakarta: Bina Aksara. h. 209
40

program tahfizh dan peminat untuk kelas tahfizh dari tahun ke tahun semakin

meningkat, dimana terisi penuh dari kuota yang ada dibanding kelas reguler.

Adapun subyek atau informan penelitian ini adalah semua unsur yang

berkepentingan di MIM Karanganyar dan MIM Mergomulyo Matesih

Karanganyar terutama kelas tahfizh baik orang tua maupun peserta didik pada

semester gasal 2020/2021 dan pihak yang berkepentingan diantaranya, kepala

madrasah, guru, staf madrasah dan komite sekolah/madrasah. Keterlibatan mereka

secara kolaboratif ini diperlukan sebagai pendukung informasi dan pendukung

pengumpulan data yang diperlukan dalam penelitian.

B. Teknik Pengumpulan Data

Sumber data dalam penelitian ini adalah hasil pengamatan selama proses

pembelajaran berlangsung, baik kepada guru, peserta didik kelas tahfidz, suasana

kelas tahfizh, interaksi yang terjadi dan semua fenomena yang muncul dengan

menggunakan pengamatan (observasi), wawancara (interview), catatan lapangan

dan dokumentasi.

1. Pengamatan (observasi)

Pengamatan yang dimaksud di sini adalah pengamatan dengan

berperan-serta, yaitu penelitian yang bercirikan interaksi sosial yang cukup lama

antara peneliti dengan obyek dalam lingkungan dan selama itu dalam bentuk

catatan lapangan dikumpulkan secara sistematis dan berlangsung/berlaku tanpa

gangguan2. Lingkungan subyek yang dimaksud dalam pengertian di sini adalah

MIM Karanganyar dengan kelas tahfizhnya dan MIM Mergomulyo dengan kelas

tahfizhnya.

2
. Moleong Lexy. (2000). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung : Remaja Rosda Karya. h.
117.
41

Pengamatan dilakukan pada peristiwa, kegiatan atau perilaku peserta didik

maupun guru saat berlangsungnya Proses Belajar Mengajar, sehingga diperoleh

beberapa informasi yang betul-betul berguna dalam penelitian. Hal lain yang

dijadikan obyek pengamatan adalah kata-kata yang berupa kesan-kesan dan

tindakan dari peserta didik, guru dan kepala madrasah. Selain itu adalah sumber-

sumber tertulis, foto dan data statistik.

2. Wawancara (inteview)

Wawancara merupakan percakapan dengan maksud tertentu yang dilakukan

oleh dua pihak, pewawancara yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancarai

yang memberi jawaban atas pertanyaan. Maksud wawancara adalah

mengkonstruksi mengenai orang, kejadian, kegiatan, organisasi, perasaan, motivasi,

tuntutan, kepedualian; memverifikasi, mengubah dan memperluas informasi yang

diperoleh dari orang lain, baik manusia maupun bukan manusia (triangulasi); dan

memverifikasi, mengubah dan memperluas konstruksi yang dikembangkan oleh

peneliti3.

3. Catatan Lapangan
Catatan lapangan merupakan catatan tertulis tentang apa yang didengar,

dilihat, dialami dan dipikirkan dalam rangka pengumpulan data dan refleksi

terhadap data. Catatan ini dilakukan setelah selesai mengadakan pengamatan dan

wawancara. Catatan lapangan memuat coretan singkat,kata-kata inti, frase, pokok-

pokok isi pembicaraan dan pengamatan, mungkin gambar, sketsa, sosiologi,

diagram dan sebagainya4.

4. Dokumentasi

3
. Ibid. h. 135.
4
. Ibid. h. 153.
42

Tehnik atau metode dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau

variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen

rapat, buku legger, agenda dan lain-lain5. Pengamatan pada buku mati, maka

peneliti memegang buku catatan atau chek list kemudian membubuhkan tanda

tertentu jika menemukan hal-hal yang penting.

C. Tehnik Pemeriksaan Keabsahan Data


Pelaksanaan tehnik pemeriksaan keabsahan data didasarkan atas empat

kriteria, yaitu (1) derajat kepercayaan (credibility); (2) keteralihan (transferability);

(3) kebergantungan (dependability); dan (5) kepastian (confermability). Masing-

masing kriteria menggunakan tehnik pemeriksaan sendiri-sendiri6.

Kriteria derajat kepercayaan,tehnik pemeriksaan keabsahan datanya dengan

perpanjangan keikutsertaan, ketekunan pengamatan, triangulasi, pengecekan

anggota. Kriteria keteralihan pemeriksaan datanya dengan tehnik uraian rinci.

Sedang kriteria kebergantungan dan kepastian, pemeriksaan keabsahan datanya

dengan tehnik auditing.

D. Tehnik Analis Data


Analis data merupakan proses mengorganisasikan dan mengurutkan data

ke dalam pola , kategori dan satuan uraian dasar sehingga dapat ditemukan tema

dan hipotesis kerja7. Oleh karena itu, dalam penelitian ini proses analisis datanya

meliputi :

1. Telaah data, berupa membaca, mempelajari, mencatat data dan proses editing.

Telaah data diperoleh dari wawancara, pengamatan, dokumentasi, gambar, foto

dan lain-lainnya.

5
. Suharsimi. (1993). Manajemen Penelitian. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada. h. 209
6
. Moleong Lexy. (2000). Op.Cit. h. 174-175.
7
. Moleong.Op.Cit. h. 103.
43

2. Reduksi data, yaitu membuat abstraksi berupa rangkuman inti, proses dan

pernyataan-pernyataan yang perlu dijaga sehingga tetap berada di dalamnya.

3. Menyusun dalam bentuk satuan-satuan.

4. Kategorisasi dan koding.

5. Pemeriksaan keabsahan data8.

Selain itu, peneliti juga menggunakan tehnik analisis induktif dan analisis

normatif. Analisis induktif adalah berpikir yang dimulai dari hal-hal yang

khusus dengan mengemukakan kenyataan atau peristiwa-peristiwa yang terdiri

dari kehidupan praktis berdasarkan dan diperoleh dari riset, kasus demi kasus

dan individu demi individu menuju simpulan umum9. Analisis normatif

merupakan nganalisis data berdasarkan norma-norma pembelajaran yang

berkembang sekarang.

Semua analisis di atas sejak proses analisis sampai analisis induktif dan

normatif, secara prosedural diawali dari reduksi data, pemaparan data dan

penarikan kesimpulan. Ketika mengarah pada penarikan simpulan, peneliti juga

melakukan pengamatan terhadap pelaksanaan pengelolaan pembelajaran model

blended, kemudian dianalisis dengan membandingkan hasil pengamatan dengan

kriteria atau acuan teoritis yang digunakan. Jika dalam pelaksanaan terdapat

kesulitan atau hambatan, maka diadakan modifikasi terhadap model maupun

pelaksanaan dan pengelolaan.

8
. Ibid. h. 190.
9
. Komaruddin, 1990: 138