Anda di halaman 1dari 20

Anggota kelompok:

1. Aida Safitri
2. Amellia Putri
3. Anisa Utami
4. Audina indriani
5. Dimas Restu Herlambang

Kelas: XII PMIA 3


Kelompok 1 (No. Absen 1-5)
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
BERBASIS DISCOVERY LEARNING

PETUNJUK UNTUK PESERTA DIDIK

1. Peserta didik diharapkan memahami kompetensi yang harus dicapai.


2. Selama proses pembelajaran peserta didik akan bekerja secara
mandiri baik individual maupun kelompok.
3. Guru membimbing langsung setiap proses penyelesaian setiap
kegiatan yang ada di LKPD dan menjadi fasilitator.
4. Tugas individual yang harus dikerjakan oleh peserta didik berbentuk
soal-soal menuntun dalam penemuan konsep korosi, faktor-faktor
terjadinya korosi dan cara pencegahan korosi.
5. Peserta didik yang masih belum memahami konssep senyawa hidrat
sepenuhnya diharapkan bertanya kepada rekan sekelompokyang
sudah memahami
6. Tugas kelompok yang harus dikerjakan oleh peserta didik berupaya
praktikum dalam membuktikan terjadinya korosi dan cara mencegah
korosi.
7. Setiap kelompk harus menyampaikan kesimpulan sementara untuk
hasil kinerja kelompoknya dan menyampaik data hasil engamatan
beserta laporannya.
8. Selain tugas kelompok, evaluasi di akhir LKPD akan menjadi indikator
untuk mengukur ranah kognitif peserta didik. Sehingg diharapkan agar
peserta didik menjawab pertanyaan dengan benar.
A. KOMPETENSI INTI

KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

KI 2 : Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong-royong, kerjasama,


toleran, damai), santun, responsive dan proaktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari
solusi atas berbagai permasalahan dan beriteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan
alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

KI 3: Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural


berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, dan peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian spesifik
sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri dan mampu menggunakan
sesuai kaidah kelimuan.

B. KOMPETENSI DASAR

3.5 Menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya korosi dan cara


mengatasinya.
4.5 Mengajukan gagasan untuk mencegah dan mengatasi terjadinya korosi.

C. INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI (IPK)

3.5.1 Menganalisis proses terjadinya korosi logam melalui percobaan


3.5.2 Menganalisis cara-cara mencegah atau menghambat terjadinya proses
korosi melalui percobaan
4.5.1 Mempresentasikan hasil percobaan proses terjadinya korosi dan proses
pencegahan korosi.
D.TUJUAN PEMBELAJARAN

Melalui model pembelajaran Guided Discovery Learning dengan


mengenali informasi dari berbagai sumber belajar, penyelidikan
sederhana dan mengolah informasi, diharapkan peserta didik terlibat aktif
selama proses belajar mengajar berlangsung, memiliki sikap ingin tahu,
teliti dalam melakukan pengamatan dan bertanggungjawab dalam
menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, memberi saran dan
kritik, serta dapat Menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi
terjadinya korosi dan Mengajukan gagasan untuk mencegah dan
mengatasi terjadinya korosi
D. MATERI AJAR

Materi Baru Sesuai Indikator


Fakta Besi berkarat.

Konsep Korosi adalah teroksidasinya suatu logam.

Prinsip Proses perkaratan termasuk proses elektrokimia, di mana logam Fe


yang teroksidasi bertindak sebagai anode dan oksigen yang terlarut
dalam air yang ada pada permukaan besi bertindak sebagai katode.

Prosedural Langkah kerja merancang dan melakukan percobaan dalam


mencegah dan mengatasi korosi.
Lembar Kegiatan 2

INDIKATOR :
3.5.1 Menganalisis proses terjadinya korosi logam.
3.5.2 Menganalisis cara-cara mencegah atau menghambat terjadinya proses korosi

Motivation and problem presentation

Gambar 1. Perubahan fisik paku

Gambar 2. Proses perkaratan (korosi) pada paku

Ananda tentu pernah melihat paku yang belum berkarat dan yang sudah berkarat seperti pada
gambar 1 bukan? Hal ini tentu tidak asing lagi dalam kehidupan sehari-hari kita. Proses perubahan
paku ini dinamakan dengan perkaratan (Korosi). Nah mengapa proses tersebut bisa terjadi ?

Korosi adalah reaksi redoks antara suatu logam dengan berbagai zat dilingkungan yang
menghasilkan senyawa yang tak dikehendaki. Nama lain dari korosi adalah perkaratan. Pada
peristiwa korosi logam mengalami oksidasi sedangkan oksigen mengalami reduksi. Korosi
merupakan proses elektrokimia dengan reaksi sebagai berikut :
2+
Fe(s) Fe (aq) + 2e E0 = + 0,44 V

Elektron yang dibebaskan di anoda mengalir ke bagian dari besi itu yang berlaku sebagai katoda,
dimana oksigen tereduksi.

O2(g) + 2H2O(l) + 4e 4OH-(aq) E0 = +0,40 V

Atau

O2(g) + 4H+(aq) + 4e 2H2O(l) E0 = + 1,23 V

Ion besi (II) yang terbentuk pada anode selanjutnya teroksidasi membentuk ion besi (III) yang
kemudian membentuk senyawa oksida terhidrasi, Fe2O3.xH2O yaitu karat besi.

Gambar 3. Reaksi korosi pada besi


(Sumber: Brown, Theodore L. et al. 2015. Chemistry: The Central Science (13th edition).
New Jersey: Pearson Education, Inc.)

Gambar 4. Peristiwa korosi pada jembatan

Korosi merupakan masalah teknis dan ilmiah yang serius. Di negara-negara maju sekalipun, masalah
ini secara ilmiah belum tuntas terjawab hingga saat ini. Dari gambar-gambar diatas dan informasinya
bisakah kejadian itu dicegah ? Tentu hal ini bisa dicegah dengan berbagai proses pencegahannya.
Apa sajakah proses pecegahannya ?
Problem Presentation

Berdasarkan gambar 1, 2, dan 3 serta informasi diatas, coba baca pertanyaan dibawah ini
dan tuliskan jawaban ananda pada kolom yang telah disediakan !

1. Apa yang ananda amati dari gambar no.1,coba deskripsikan ?


Jawab: Pada gambar no 1 terdapat gambar paku sebelum berkarat / paku baru (sebelah kiri)
dan setelah berkarat (sebelah kanan). Dari gambar no 1 terdapat perbedaan antara paku
sebelum berkarat dan setelah berkarat. Salah satu perbedaan yang tampak dari kedua gambar
tersebut adalah perbedaan warna antara paku yang sebelum berkarat / paku baru dengan paku
setelah berkarat. Pada paku yang telah berkarat memiliki warna orange kecoklatan.

2. Dari gambar no 2 apa saja hal yang menyebabkan paku berkarat ?


Jawab: Dari gambar no 2 yang menyebabkan perkaratan di sebabkan oleh faktor air / uap air
dengan O2 atau oksigen.

3. Dari gambar no 3 coba tentukan siapa yang bertindak sebagai katoda dan bertindak sebagai
anoda ?
Jawab: Bagian tertentu dari besi (Fe) berlaku sebagai kutub negatif (anoda) dan bagian udara
atau oksigen (O2) berperan sebagai kutub positif (katoda).

4. Tuliskanlah persamaan reaksi yang terjadi di anoda dan katoda ?


Jawab: Fe(s) ➡ Fe2+ (aq) + 2e- (Anode)
O2(g) + 2H2O(g) + 4e ➡ 4OH- (Katode)

5. Apakah mungkin ada cara untuk pencegahan proses korosi tersebut ?


Jawab: Ya, cara yang dapat dilakukan untuk mencegah perkaratan pada besi adalah :
- Menggunakan lapisan pelindung untuk mencegah kontak langsung dengan H2O dan O2.
- Menggunakan perlindungan katode :
a. Menggunakan logam lain yang lebih reaktif sebagai anode korban.
b. Menyuplai listrik dari luar.
.
Data Collection (pengumpulan data)

Petunjuk

carilah informasi sebanyak-banyaknya mengenai cara-cara pencegahan atau menghambat terjadinya


korosi dari berbagai sumber seperti dari data collection, buku teks dan internet.

Korosi adalah masalah teknis yang dihadapi oleh hampir semua negara didunia. Meskipun
merupakan bahan yang kuat, korosi juga bisa terjadi pada bahan besi baja. Bahan besi baja
merupakan bahan yang memiliki daya tahan yang tinggi. Akan tetapi proses korosi atau pengkaratan
sedikit banyak tidak bisa dihindarkan. Oleh karena itu perlu diupayakan beberapa pencegahan korosi
pada besi baja secara manual.
Lalu apa saja yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya korosi ini?
Mari kita simak ulasan berikut ini :
Pengecatan
Salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah korosi adalah pengecatan. Dengan mengecat
besi baja, kita bisa menghindarkan kontak langsung besi dengan lingkungan.
Pelumuran dengan oli atau gemuk
Selain pengecatan, untuk menghindari pengkaratan atau korosi juga bisa dilakukan dengan pelapisan
besi bahan baja dengan bahan-bahan yang dapat mencegah korosi seperti oli atau gemuk.
Pelapisan besi baja dengan menggunakan oli atau gemuk ini bisa dilakukan untuk bahan-bahan yang
tidak berhubungan dengan estetika karena akan merusak pemandangan.
Pembalutan dengan plastik
Untuk menghindari kontak langsung pada besi baja anda bisa memanfaatkan plastik untuk
mencegahnya mengalami korosi. Pencegahan korosi pada besi baja dengan menggunakan plastik ini
merupakan ide yang sangat cocok untuk pelapisan bahan-bahan besi baja yang digunakan untuk
keperluan sehari-hari dan membutuhkan unsur estetika.
Tin plating
Tin plating merupakan sebuah proses elektrolisis yang dilakukan untuk menghindarkan bahan dari
perusakan. Bahan yang bisa di lindungi dengan menggunakan proses ini adalah bahan-bahan besi
serta besi baja dan juga bahan-bahan yang tidak terbuat dari besi.
Keberadaan dari coat ini memang sangat bermanfaat terutama untuk bahan-bahan besi yang memang
mudah mengalami korosi.
Galvanisasi
Galvanisasi adalah pelapisan yang dilakukan dengan zink plating. Setelah proses galvanisasi, besi
dapat dilindungi dan zink yang mengalami oksidasi.
Besi galvanis sering digunakan untuk badan mobil-mobil, pipa besi, tiang telpon dll.
Chromium plating
Selain pelapisan-pelapisan yang disebutkan sebelumnya, satu lagi jenis pelapisan yang bisa dilakukan
untuk mengamankan besi baja dari terjadinya korosi ia adalah plating krom
Sifat perlindungan yang diberikan oleh krom ini mirip dengan zink.
Mengapa? Hal ini disebabkan karena pelapisan atau perlindungan yang diberikan oleh bahan krom
ini tidak akan rusak meskipun lapisan krom tersebut sudah lepas.
Pelapisan besi dan juga baja dengan menggunakan bahan ini bisa dilakukan untuk bagian-bagian
seperti bumper mobil dan lain-lainnya.
Pengorbanan anode
Satu lagi upaya pencegahan korosi pada besi baja yang bisa dilakukan adalah dengan
pengorbanan anode atau sacrificial protection. Perlindungan ini dilakukan dengan melapisi besi baja
dengan bahan yang lebih mudah berkarat. Salah satu bahan yang digunakan adalah bahan
magnesium. Bahan ini merupakan bahan yang aktif sehingga lebih mudah berkarat, jika anda
menggunakan bahan ini untuk melapisi besi maka bahan ini akan berkarat sedangkan besinya tidak.

(a) (b)

Gambar 5. (a) proses pencegahan korosi dengan proses pengecatan (b) proses pencegahan
korosi dengan glavanisasi.

Gambar 6. Deret volta dipakai untuk acuan beberapa logam untuk melapisi besi berdasarakan
sukar atau mudahnya logam tersebut teroksidasi.
Data processing

Bersama dengan kelompok ananda, jawablah pertanyaan dibawah ini berdasarkan hasil
pencarian ananda pada data collection dan informasi dari sumber belajar yang lain
(buku teks kimia atau internet)

1. Tuliskan benda-benda yang ada dalam kehidupan sehari-hari ananda yang


berkaitan dengan peristiwa pencegahan korosi ?
Jawab: - Pagar besi, jembatan, mobil yang di cat untuk menghindari perkaratan
atau korosi (menghindari kontak dengan oksigen dan air).
- Mesin mobil yang diberi oli atau minyak secara berkala untuk mencegah
kontak langsung besi dengan oksigen dan air.
- Memberi pelindung atau lapisan plastik pada peralatan atau barang barang
dapur, misal nya rak pengering.

2. Tidak semua logam dapat mengalami korosi bahkan emas sama sekali tidak
mengalami korosi. Berdasarkan deret volta pada gambar.6, tuliskan beberapa
logam yang tidak teroksidasi sehingga tidak mengalami korosi ?
Jawab: Litium, Kalium, Barium, Kalsium, Natrium, Magnesium, Aluminium,
Mangan, Kroma, Nikel.

3. Jelaskan mengapa korosi hanya terjadi pada benda- benda yang bersifat logam
dan dipengaruhi oleh ion apa saja sehingga korosi tersebut bisa terjadi ?
Jawab: Karat yang dialami oleh logam, seperti besi dan baja terjadi karena
adanya reaksi kimia yang disebut proses elektrokimia atau korosi, yang
menyebabkan kerusakan di permukaan besi.. Hidrogen dan oksigen yang
tercampur dengan atom pada besi inilah yang kemudian menyebabkan karat
muncul di permukaan besi. Senyawa kimia dalam air yang paling berpengaruh
terhadap korosi adalah ion hidrogen, ion klorida, hidrogen sulfida, karbon
dioksida, oksigen, dan besi.
Generalization

Petunjuk

Tuliskanlah kesimpulan yang ananda peroleh dari pembelajaran materi korosi.

1. Korosi merupakan proses reaksi elektrokimia yang terjadi reaksi redoks (reduksi
oksidasi) secara spontan antara suatu logam dengan berbagai zat di lingkungan yang
menghasilkan senyawa yang tak dikehendaki.

2. Reaksi apa yang terjadi pada peristiwa korosi


Fe (s) ➡Fe2+ (aq) + 2e- E0= +0,44 V
O2 (g) + 2H2O (l) + 4e- ➡ 4OH- E0= +0,40 V
Reaksi sel: Fe (s) +2H2O (l) ➡ Fe2+ (aq) + 4OH- (aq) E0= +0,84 V

3. Cara-cara apa saja yang dapat mencegah proses korosi


Pengecatan, pelumuran dengan oli atau gemuk, pembalutan dengan palstik, tin plating,
chromium plating, pengorbanan anode, galvanisasi, mengontrol kelembaban udara
Lembar Kegiatan 1

INDIKATOR 2 : 3.5.1 Membuktikan proses terjadi korosi melalui percobaan


3.5.2. Membuktikan proses pencegahan korosi melalui percobaaan
4.5.1. Mempresentasikan hasil percobaan proses terjadinya korosi dan proses
pencegahan korosi.

Tujuan pembelajaran :

1. Siswa dapat menjelaskan proses terjadinya korosi melalui percobaan dengan


benar.
2. Siswa dapat menjelaskan proses pencegahan korosi melalui percobaan
dengan benar.
3. Siswa dapat mempresentasikan hasil percobaan proses terjadinya korosi dan
proses pencegahan korosi

Motivation and problem presentation

1. Percobaan 1
a. Alat dan Bahan
Alat Bahan
1. Gelas Aqua 1. Kapas
2. Penutup Plastik 2. Paku kecil
3. Paku besar
4. Air mineral
5. Larutan garam
6. Cuka
7. Minyak
b. Langkah kerja
1. Ambil 10 buah gelas aqua, lalu bersihkan.
2. Beri nama untuk setiap aqua gelas sesuai dengan nama larutan. Aqua gelas I (Paku kecil +
Terbuka), II (Paku kecil + air + terbuka), III (Paku kecil + Cuka + terbuka),IV (Paku kecil + Larutan
garam + terbuka), V (Paku kecil + minyak + terbuka), VI(Paku kecil tertutup), dan VII (Paku besar +
air + tertutup), VIII (Paku besar + cuka + tertutup), IX (Paku besar + larutan garam + tertutup), X
(Paku besar + minyak + tertutup).
3. Setelah masing-masing aqua gelas sudah diberi nama, lalu masukan paku ke dalam masing-
masing aqua gelas tersebut.
4. Masukkan paku kecil kedalam gelas I dan biarkan terbuka.
5. Masukkan paku kecil kedalam gelas II, lalu tuangkan air kedalam gelas II dan biarkan terbuka.
6. Masukkan paku kecil kedalam gelas III, lalu tuangkan cuka kedalam gelas III dan biarkan terbuka.
7. Masukkan paku kecil kedalam gelas IV, lalu tuangkan larutan garam kedalam gelas IV dan biarkan
terbuka.
8. Masukkan paku kecil kedalam gelas V, lalu tuangkan minyak kedalam gelas V dan biarkan
terbuka.
9. Masukkan paku kecil kedalam gelas VI, lalu ditutup dengan plastic dan diikat dengan karet
supaya tidak ada celah udara yang masuk.
10. Masukkan air kedalam gelas VII, lalu taruhlah paku besar kedalam gelas dan langsung ditutup
dengan plastik. Ikatlah dengan karet supaya tidak ada celah udara yang masuk.
11. Masukkan cuka kedalam gelas VIII, lalu taruhlah paku besar kedalam gelas dan langsung ditutup
dengan plastik. Ikatlah dengan karet supaya tidak ada celah udara yang masuk.
12. Masukkan larutan garam kedalam gelas IX, lalu taruhlah paku besar kedalam gelas dan langsung
ditutup dengan plastik. Ikatlah dengan karet supaya tidak ada celah udara yang masuk.
13. Masukkan minyak kedalam gelas X, lalu taruhlah paku besar kedalam gelas danlangsung ditutup
dengan plastik. Ikatlah dengan karet supaya tidak ada celah udarayang masuk.
14. Letakkan aqua gelas tersebut di jendela, lalu amatilah selama 5 hari perubahan pakutersebut,
kemudian di dokumentasikan untuk mengamati perubahan pada paku haridemi hari.
15. Setelah diamati, masukkan data yang didapat ke tabel yang telah disediakan.
c. Data pengamatan

No Hasil pengamatan
Perlakuan
Gelas ke-1 ke-2 ke-3 ke-4 ke-5
I Terbuka * * * * *
II Air + terbuka ** ** ** ** **
III Cuka + terbuka * * * * *
IV Larutan garam + terbuka * ** ** ** **
V Minyak + terbuka * * * * *
VI Tertutup * * * * *
VII Air + tertutup ** ** ** ** **
VIII Cuka + tertutup *** *** *** **** ****
IX Minyak + tertutup * * * * *
X Larutan garam + tertutup ** ** ** ** **

Keterangan :
* Tidak berkarat
** Sedikit berkarat
*** Sangat Berkarat
**** Sangat Berkarat Sekali

KESIMPULAN

Berdasarkan percobaan di atas dapat disimpulkan bahwa:

Korosi adalah peristiwa perusakan logam oleh zat lain secara kimia. Faktor penyebab korosi antara lain,
air dan kelembaban, elektrolit, permukaan logam yang tidak rata,dan terbentuknya sel eletrokimia. Pada
percobaan tersebut dapat disimpulkan bahwa korosi pada paku lebih cepat terjadi pada tempat yang
tertutup daripada tempat yang terbuka seperti pada paku yang yang direndam pada larutan cuka , korosi
lebih cepat terjadi pada tempat yang tertutup daripada tebuka. Dari percobaan yang telah di lakukan,
cuka yang bersifat asam merupakan faktor yang dapat mempengaruhi terjadi nya korosi atau
perkaratan. Dari sifat asam nya itu yang jika terkena oksigen,air, kelembapan dll dapat menyebabkan
terjadi nya korosi. Dari peristiwa korosi yang di dapat dari percobaan, korosi dapat merusak bentuk paku
sehingga mempercepat paku tersebu.
2. Percobaan ke- 2

a. Alat dan bahan

Alat Bahan
Gelas plastik Paku 2 Buah
Sendok Kopi
Botol spray Air
Kertas Saring Larutan Garam
Alkohol 70%

b. Langkah Kerja

1. Larutkan bubuk kopi dengan alkohol 70% pada mortar.


2. Saring larutan kopi dengan kertas saring.
3. Masukan ekstrak kopi ke dalam botol spray.
4. Semprotkan hasil ekstrak kopi pada paku 1.
5. Rendam paku 1 dan 2 pada larutan garam selama 5 hari.
6. Amati perubahannya.
7. Catat pengamatan pada tabel yang tersedia.

c. Data Pengamatan

pak Hasil Pengamatan


Perlakuan
u Hari ke-1 Hari ke-2 Hari ke-3 Hari ke-4 Hari ke-5
Sedikit Karatnya Karat makin Karat Karat
berkarat mulai menebal pda semakin semakin
Paku 1 : Disemprotkan pada menebal permukaann menebal pda menebal
I
ekstrak kopi dan alcohol permukaann pada ya saja permukaann pada
70% lalu dimasukan ya permukaann ya saja permukaann
kedalam larutan garam ya ya saja
Karat mulai
luntur
terlihat pda
air garamnya
tetapi
Sedikit Sedikit Karatnya Karat mulai besinya
berkarat berkarat mulai luntur luntur tetapi mulai
pada pada bagian karena masih ada menghitam
II sebagian kecil tergoyang, karat pada dan ada
kecil permukaann namun bagin kecil beberapa
permukaann ya saja menebal dari permukaann karat yg
ya pada ya tetapi masih
Paku 2 : Tanpa sebelumnya paku yg menempel
disemprotkan ekstrak tapi pada mulanya pada bagin
kopi langsung bagian kecil silver mulai kecil
dimasukkan kelarutan permukaann menghitam permukaan
garam. ya saja. paku
KESIMPULAN

Berdasarkan percobaan di atas dapat disimpulkan bahwa:

Ekstrak kopi mengandung kafein dan nitrogen. Nitrogen ini mendonorkan elekstron bebasnya kepada
paku besi, Ketika ion Fe2+ terdifusi kedalam larutan elektrolit berupa larutan garam.

Maka akan bereaksi sbb :

Fe ➡ Fe2+ + 2e- (Melepaskan elektron)

Fe2+ + 2e- ➡ Fe (Menerima elektron)

Sehingga Hasil pengamatannya :

Paku 1 mengalami korosi/pengkaratan pada permukaannya.

Paku 2 mengalami korosi hanya pada sebagian kecil permukaannya.


Dokumentasi percobaan 1:
Dokumentasi percobaan 2: