Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM

KIMIA ORGANIK

ACARA IV
KARBOHIDRAT II

Disusun oleh :
Salma Nuha Azizah Iswahyudi (A1F017052)

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PERTANIAN
PURWOKERTO
2018
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Karbohidrat didefinisikan secara umum sebagai senyawa dengan rumus


molekul Cm(H2O)n. Namun, kata karbohidrat umumnya digunakan dalam
pengertian lebih terbatas untuk menunjukkan zat yang terdiri atas polihidroksi
aldehid dan keton serta turunannya (Pine, 1988).

Menurut Irawan (2007), karbohidrat merupakan senyawa yang terbentuk dari


molekul karbon, hidrogen, dan oksigen. Sebagai salah satu jenis zat gizi, fungsi
utama karbohidrat adalah penghasil energi di dalam tubuh. Tiap 1 gram
karbohidrat yang dikonsumsi menghasilkan energi sebesar 4 kkal dan energi hasil
proses oksidasi (pembakaran) karbohidrat ini kemudian akan digunakan oleh
tubuh untuk menjalankan sebagai fungsi-fungsinya seperti bernafas, kontraksi
jantung dan otot serta juga untuk menjalankan berbagai aktivitas fisik seperti
berolahraga atau bekerja.
Menurut Risnoyatiningsih (2008), karbohidrat merupakan sumber kalori
utama bagi manusia selain protein dan lemak. Karbohidrat yang mempunyai
rumus empiris (CH2O)n ini juga mempunyai peranan penting dalam menentukan
karakteristik bahan makanan, misalnya rasa, warna, tekstur dan lain-lain.
Sedangkan dalam tubuh, karbohidrat berguna untuk mencegah timbulnya
pemecahan-pemecahan protein tubuh yang berlebihan, kehilangan mineral dan
berguna untuk membantu metabolisme lemak dan protein.

Menurut James dkk. (2008), karbohidrat hanya mengandung karbon,


hidrogen, dan oksigen. Dinamakan karbohidrat karena rasio hidrogen terhadap
oksigen adalah 2:1, yang sama dengan rasio pada air. Kata sakarida berarti gula,
dan nama gula mempunyai akhiran –osa. Semua karbohidrat mengandung gugus
fungsional hidroksil –OH yang termasuk kelompok alkohol.
Karbohidrat dibagi menjadi beberapa klas atau golongan sesuai dengan sifat-
sifatnya terhadap zat-zat penghidrolisis. Karbohidrat atau gula dibagi menjadi
empat golongan yaitu :

1. Gula yang sederhana atau monosakarida, kebanyakan adalah senyawa-


senyawa yang mengandung lima dan enam atom karbon. Karbohidrat
yang mengandung 6 karbon disebut heksosa. Gula yang mengandung
5 karbon disebut pentosa. Kebanyakan gula sederhana adalah
merupakan polihidroksi aldehida yang disebut aldosa dan polihidroksi
keton disebut ketosa.
2. Oligosakarida, senyawa berisi dua atau lebih gula sederhana yang
dihubungkan oleh pembentukan asetal antara gugus aldehida dan
gugus keton dengan gugus hidroksil. Bila dua gula digabungkan
diperoleh disakarida, bila tiga diperoleh trisakarida dan seerusnya
ikatan penggabungan bersama-sama gula ini disebut ikatan glikosida.
3. Polisakarida, di mana di dalamnya terikat lebih dari satu gula
sederhana yang dihubungkan dalam ikatan glikosida. Polisakarida
meliputi pati, sellulosa dan dekstrin.
4. Glikosida, dibedakan dari oligo dan polisakarida yaitu oleh kenyataan
bahwa mereka mengandung molekul bukan gula yang dihubungkan
dengan gula oleh ikatan glikosida (Sastrohamidjojo, 2005).

Hanya ada tiga monosakarida yang sering terdapat dalam makanan.


Monosakarida tersebut adalah glukosa (gula darah atau dekstrosa), fruktosa (gula
buah), dan galaktosa. Ketiganya memiliki rumus molekul C6H12O6 dan disebut
juga heksosa karena memiliki enam atom karbon. Monosakarida dengan lima
atom karbon disebut pentosa, contohnya ribosa dan deoksiribosa. Fruktosa,
galaktosa, dan glukosa merupakan isomer- memiliki rumus molekul yang sama
tetapi rumus strukturnya berbeda. Jadi ketiganya memiliki sifat kimiawi yang
berbeda (James dkk, 2008).
Karbohidrat merupakan bahan makanan penting dan sumber tenaga yang
terdapat dalam tumbuhan dan daging hewan. Selain itu, karbohidrat juga menjadi
komponen struktur penting pada makhluk hidup dalam bentuk serat (fiber), seperti
selulosa, pektin, serta lignin.

Karbohidrat menyediakan kebutuhan dasar yang diperlukan tubuh. Tubuh


menggunakan karbohidrat seperti layaknya mesin mobil menggunakan bensin.
Glukosa, karbohidrat yang paling sederhana mengalir dalam aliran darah sehingga
tersedia bagi seluruh sel tubuh. Sel-sel tubuh tersebut menyerap glukosa dan
mengubahnya menjadi tenaga untuk menjalankan sel-sel tubuh.

Selain sebagai sumber energi, karbohidrat juga berfungsi untuk menjaga


keseimbangan asam basa di dalam tubuh, berperan penting dalam proses
metabolisme dalam tubuh, dan pembentuk struktur sel dengan mengikat protein
dan lemak.

Karbohidrat dapat diidentifikasikan dengan pereaksi benedict, seliwanoff,


pembentukan osazon, uji iod, pereaksi fehling dan molisch.

B. Tujuan

1. Menguji adanya karbohidrat, gula dalam beberapa larutan

2. Mengetahui adaanya senyawa reduksi


II. TINJAUAN PUSTAKA

Menurut Risnoyatiningsih (2008), karbohidrat merupakan sumber kalori


utama bagi manusia selain protein dan lemak. Karbohidrat yang mempunyai
rumus empiris (CH2O)n ini juga mempunyai peranan penting dalam
menentukan karakteristik bahan makanan, misalnya rasa, warna, tekstur dan
lain-lain. Sedangkan dalam tubuh, karbohidrat berguna untuk mencegah
timbulnya pemecahan-pemecahan protein tubuh yang berlebihan, kehilangan
mineral dan berguna untuk membantu metabolisme lemak dan protein.

Suatu gugus aldehid dalam karbohidrat sangat mudah dioksidasi menjadi


suatu gugus karboksil. Uji kimiawi untuk aldehid tergantung mudahnya
oksidasi ini. Gula pereduksi adalah karbohidrat yang dapat mereduksi
senyawa pengoksidasi lemah seperti Cu dalam pereaksi fehling. Agar
berfungsi sebagai gula pereduksi, karbohidrat harus mempunyai fungsi
aldehid atau gugus fungsi hemi asetal yang dapat membuka menjadi aldehid.
Dari ketiga bentuk glukosa, hanya bentuk asiklik yang dioksidasi oleh
pereaksi fehling.

Berdasarkan sifat-sifat sakarida dan reaksi-reaksi kimia yang spesifik,


karbohidrat dapat dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Secara kualitatif
contohnya dengan uji Molisch dan uji Fehling. Secara kuantitatif dengan
menggunakan alat polarimeter (Winarno, 2004). Uji molisch menggunakan
pereaksi molisch untuk mengetahui terjadinya reaksi dehidrasi yang
merupakan sifat karbohidrat jika direaksikan dengan asam mineral kuat.
Monosakarida dengan asam sulfat pekat terdehidrasi menjadi furfural atau
turunannya.
III. METODE

A. Alat dan Bahan

Alat yang digunakan pada praktikum acara 4 antara lain:

1. Amilum, dekstrin, sukrosa, laktosa, fruktosa, dan glukosa masing-


masing dalam larutan 1%

2. Peraksi Molisch

3. Pereaksi Benedict

4. H2SO4 pekat

5. Larutan iodium

Bahan yang digunakan pada praktikum acara 4 antara lain :

1. Tabung reaksi

2. Pipet tetes

3. Penjepit tabung

4. Stopwatch

5. Alat pemanas atau penangas air


B. Prosedur Kerja
1. Uji Molisch

Dimasukkan sebanyak 15 tetes larutan uji ke dalam tabung reaksi

Ditambahkan 3 tetes pereaksi Molisch, dicampur

Tabung reaksi dimiringkan dan dimasukkan dengan hati-hati 1 ml H2SO4 pekat


melalui dinding tabung agar tidak bercampur
Reaksi positif ditandai dengan terbentuknya cincin berwarna ungu pada
batas antara kedua lapisan

2. Uji Iodium

Dimasukkan 3 tetes larutan uji ke dalam porselin tetes

Ditambahkan 2 tetes larutan iodium

Diamati warna yang terbentuk


3. Uji Benedict

Dimasukkan dalam tabung reaksi 5 tetes larutan uji dan 15 tetes pereaksi
Benedict, dicampur

Dimasukkan dalam penangas air selama 5 menit

Didinginkan dengan diangin-anginkan

Diperhatikan warna yang terbentuk


IV. HASIL & PEMBAHASAN

A. Hasil Pengamatan

1. Uji Molisch
2. Uji Iodium

No Zat Uji Hasil Uji Iodium Polisakarida (+/-)


1 Amilum 1%
2 Dekstrin 1%
3 Sukrosa 1%
4 Laktosa 1%
5 Fruktosa 1%
6 Glukosa 1%

3. Uji Benedict

Warna Penilaian Konsentrasi


Biru/hijau keruh _
Hijau/hijau kekuningan +1 Kurang dari 0,5%
Kuning kehijauan/kuning +2 0,5-1,0%
keruh
Jingga +3 1,0-2,0%
Merah bata +4 Lebih dari 2%

B. Pembahasan

Menurut Rahayu (2009), karbohidrat merupakan polimer alami yang berasal


dari tumbuh-tumbuhan dan terdiri atas unsur C,H,O dengan rumus molekul
Cn(H2O)n dan berasal dari hidrat dan karbon, karena rumus molekulnya
bermacam-macam tetapi tidak berarti semua karbohidrat dapat cocok dengan
rumus Cn(H2O)n.
Pada praktikum ini, dalam menentukan karbohidrat digunakan 3 tipe
pengujian yaitu :

1. Uji Molisch
Apabila pereaksi ini ditambahkan pada larutan glukosa, kemudian secara
hati-hati ditambahkan asam sulfat pekat, akan terbentuk dua lapisan zat
cair. Pada batas anatara kedua lapisan itu akan terjadi warna ungu karena
terjadi reaksi kondensasi antara furfural dengan L-naftol. Walaupun reaksi
ini tidak spesifik untuk karbohidrat, namun dapat digunakan sebagai reaksi
pendahuluan dalam analisis kualitatif karbohidrat. Hasil negatif
merupakan suatu bukti bahwa tidak ada karbohidrat.
2. Uji Iodium
Iodin membentuk adsorpsi warna yang kompleks dengan polisakarida. Uji
Iod digunakan untuk mengetahui suatu larutan apakah termasuk
monosakarida, disakarida, atau polisakarida. Suatu larutan termasuk
monosakarida apabila berwarna bening, sedangkan bila berwarna merah
termasuk disakarida atau oligosakarida, dan termasuk polisakarida bila
berwarna biru.
3. Uji Benedict
Uji benedict atau tes benedict digunakan untuk menunjukkan adanya
monosakarida dan gula pereduksi. Tembaga sulfat dalam reagen benedict
akan bereaksi dengan monosakarida dan gula pereduksi membentuk
endapan berwarna merah bata. Monosakarida dan gula pereduksi dapat
bereaksi dengan reagen benedict karena keduanya mengandung aldehida
ataupun keton bebas. Hasil positif ditunjukkan dengan perubahan warna
larutan menjadi hijau, kuning, oranye, atau merah bata dan muncul
endapan hijau, kuning, oranye atau merah bata.
V. KESIMPULAN

Karbohidrat adalah salah satu senyawa yang paling berlimpah di alam dan
paling bervariasi turunannya. Macam-macam turunan karbohidrat antara lain
adalah :
1. Glukosa. Mengandung gugus aldehid, gugus karboksilnya aldosa,
merupakan bagian dari karbohidrat, terdapat monosakarida dan bukan
merupakan polisakarida.
2. Fruktosa. Mengandung gugus aldehid, gugus karboksilnya ketosa, bagian
dari karbohidrat, terdapat monosakarida dan bukan merupakan
polisakarida.
3. Maltosa. Mengandung gugus aldehid, gugus karboksilnya ketosa, bagian
dari karbohidrat, bukan monosakarida dan bukan merupakan polisakarida.
4. Amilum/pati. Mengandung gugus aldehid, gugus karboksilnya ketosa,
bagian dari karbohidrat, ada monosakaridanya dan merupakan
polisakarida.
5. Sukrosa. Mengandung gugus aldehid, gugus karboksilnya ketosa, bagian
dari karbohidrat, bukan monosakarida dan bukan merupakan polisakarida.
DAFTAR PUSTAKA

Risnoyatiningsih, S. 2008. Yellow Sweet Potato Strach Hydrolysis Into Glucose


Enzymatically. Jurnal Teknik Kimia. 3(1):1.

Pine, S.H. 1988. Kimia Organik 2. ITB Press, Bandung.

Irawan, M.A. 2007. Karbohidrat. Jurnal Sports Science Brief. 1(3):1-4.

Sastrohamidjojo, H. 2005. Kimia Organik. Gadjah Mada University Press.


Yogyakarta.

Winarno, F. O. 2004. Kimia Pangan dan Gizi. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.