Anda di halaman 1dari 5

1.

IKAMAWON-Wonosobo
Batik carica merupakan salah satu batik yang terinspirasi dari kekayaan alam
Wonosobo yang mana batik tersebut mempunyai filosofi dan ciri khasnya tersendiri yaitu
buah carica. Buah carica sendiri hanya terdapat di Wonosobo tepatnya di dataran tinggi
dieng, jika buah tersebut ditanam di daerah wonosobo bagian bawah maka buah tersebut
sudah bukan lagi menjadi carica, akan tetapi sudah menjadi pepaya. Maka dari itu salah
satu icon yang ada di Wonosobo salah satunya adalah buah carica sendiri. Warna coklat
dari batik carica sendiri mempunyai arti kesuburan yang ada di Wonosobo, warna kuning
adalah daun yang indah dan menawan serta warna hijau adalah warna dari carica yang
muda mempesona.
Batik merak sarimbit merupakan batik khas dari Desa Lamuk, yang berada di
Kabupaten Wonosobo. Batik tersebut dinamakan batik merak sarimbit karena batik
tersebut menceritakan sebuah gambaran masa depan yang akan membangun sebuah
bahtera rumah tangga. Burung merak yang ada pada batik tersebut menggambarkan
sepasang kekasih, dan gambar hati ditengah adalah simbol dari cinta yang akan disatukan,
sedangkan lengkungan yang bercabang adalah gambaran dari sebuah pasang surutnya
bahtera rumah tangga, namun dalam membangun bahtera tersebut tetaplah akan menuju
kebahagiaan yang mana itu akan terus keatas kepada sang Pencipta. Warna pink yang ada
pada batik tersebut melambangkan sebuah cinta, warna putih adalah lambang dari
kesucian, dan warna biru tua adalah lambang dari sebuah kedamaian dan rasa syukur
terhadap Tuhan. Biasanya batik merak sarimbit dipakai ketika prosesi lamaran yang mana
kedua sepasang kekasih akan mulai menjalani sebuah ikatan menuju bahterarumah
tangga.

2. KOMBES-Brebes
Batik Brebesan atau batik Salem berawal dari kedatangan putri pejabat Pekalongan
yang datang ke Salem, Brebes. Pada saat itu, sang putri jatuh cinta kepada pemuda Salem
yang akhirnya menikah dan menetap di Desa Bentar. Dari kejadian tersebut, akhirnya
keberadaan batik mulai muncul di Desa Bentar dan akhirnya menyebar ke desa tetangga,
seperti Desa Bentarsari dan lainnya. Dari perkembangannya, saat ini batik salem telah
munculkan berbagai motif, diantaranya motif kopi pecah, manggar dan ukel dengan ciri
khas warna hitam dan putih. Motif yang ada pada batik ini terdiri dari anyaman,telur
asin,dan bawah merah yang mencirikan daerah Brebes.
3. KMB-Banjarnegara
Batik Gumelem merupakan batik khas Banjarnegara, batik ini mempunyai ciri khas
corak buah salak serta gelombang-gelombang pada batiknya. Corak buah salak
melambangkan hasil bumi khas Banjarnegara dan gelombang-gelombang pada batik
Gumelem menggambarkan aliran sungai Serayu.
4. KMPY-Purworejo
BatikPurworejo adalah batik khas dari Kabupaten Purworejo yang motifnya
menggmbarkan kondisi, potensi, dan ciri dari Kabupaten Purworejo. Purworejo terkenal akan
melimpahnya buah manggis, buah durian, produksi klating, kue clorot, dll. Sehingga motif
yang tertuang dalam batik khas Purworejo adalah motif buah manggis, buah durian, lanting,
dan kue clorot.

5. KAMAGAYO-Grobogan
Kabupaten Grobogan dikenal sebagai salah satu lumbung pangan di Jawa Tengah.
Selain itu, Kabupaten Grobogan saat ini juga memiliki ikon produk lokal khas lain berupa
batik tulis. Batik juga termasuk jenis kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah
menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Perempuan-perempuan
Jawa di masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagal mata
pencaharian, sehingga di masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif bagi
kaum perempuan. Sementara batik tradisional yang diproduksi dengan teknik tulisan tangan
menggunakan canting dan malam disebut batilk tulis Dulu Batik Grobogan sangat terkenal di
eranya, yakni sekitar tahun 1938. Batik Grobogan tempo dulu lebih condong bermotif
Laseman. Namun sekarang, yang dikembangkan lebih ke arah motif tanaman seperti jagung
padi dan rumpun bamboo. Dari segi corak atau motif, Batik Tulis Grobogan dikenal memiliki
ciri khas berupa motif tumbuhan. Kedelai, bambu, jati, dan jagung merupakan motif-motif
yang menjadi cini khas Batik Tulis Grobogan. Motif yang paling popular dan dijadikan
sebagai ikon produk lokal Pemerintah Daerah Grobogan adalah motif bambu atau biasa
disebut dengan 'Pring Sedapur dan Polowijo unggulan Kabupaten Grobogan yaitiu Kedelai.
dan Gabah (Padi), serta Pohon Jati yang tersebar hampir diseluruh wilayah Kab. Grobogan
6. MASKARA-JEPARA
Surga adalah semua tentang keindahan. Dan di dunia ini, the land of paradise adalah
Indonesia. Dan di Indonesia ini, the part of land of paradise adalah Jepara. Salah satu
keindahan Jepara selain alam, pantai, laut, kerajinan ukir, dan lain sebagainya adalah tenun
ikat Troso. Sebuah karya agung yang keterampilannya turun temurun hingga produknya
menyebar sampai ke penjuru dunia.
Semua berawal pada tahun 1935 dengan alat tenun yang semakin berkembang hingga
sekarang. Dengan menguasai tren fashion zaman ke zaman disertai inovasi-inovasi dan
pameran baik di dalam maupun di luar negeri, tenun ikat troso menjadi salah satu kain dari
surga yang merambah ke penjuru dunia. Inovasi tenun ikat troso berupa kain sutra, sajadah,
bedcover, blangket, sarung, kain, mersis (Bahan baju dan rok), place met, taplak meja, dan
produk lainya yang tak kalah menarik.
Untuk kesekian kalinya, Jepara tetap saja mempesona.
7. MAHAKARYA-PEKALONGAN

8. KAMABA-BLORA
Batik khas blora merupakan batik yang memilki ciri khas sesuai dengan kehidupan sehari-
hari masyarakat blora yang bergerak dilingkup minyak bumi, pohon jati, meubel berhiaskan
motif cukit, makanan khas blora yaitu sate ayam dan lontong tahu serta kesenian barongan
dan kesenian tayub. Sedangkan motif daun jati merupakan ciri khas batik blora yang terdapat
pada garis-garis tulang daun yang membentuk guratan garis dinamis nan indah. Kelenturan
dan lipatan daun terwujud pada batik blora. Nuansa daun jatinya diperkuat oleh perpaduan
warna yang lembut namun memberikan kesan sejuk karena warna oranye, hijau, ungu dan
merah sebagai pertanda spirit tumbuh sepanjang zaman. Hubungan dengan masyarakat blora
yaitu daun jati masih sangat kental dipergunakan untuk kehidupan sehari-hari masyarakat
blora untuk pembungkus makanan, alas makan karena diyakini daun jati memiliki aroma
yang khas. Harapan designer terhadap motif dau jati yaitu supaya masyarakat luar kota blora
mengetahui potensi alam yang dimiliki kota blora yaitu pohon jati. Batik ini dibuat oleh
komunitas difabel blora, menjadi buah tangan khas blora.
9. HIMACITA-CILACAP
Batik : Motif Nusakambangan
By : Subama Batik Kroya, Cilacap
Nusamankangan merupakan salah satu ikon kota Cilacap. Pulau yang terkenal sebagai
tempat tahanan bagi penjahat kelas kakap. Semua orang berfikir bahwa Nusakambangan
tempat yang sangat menakutkan.
Batik Motif Nusakambangan yang di produksi di Desa Bajing, Kecamatan Kroya
berusaha menjelaskan bahwa Nusakambangan bukan hanya sebuah pulau misterius tempat
gembong Narkoba dan Pembunuh berantai mendekam. Tetapi Nusakambangan adalah pulau
dengan berjuta keindahan alam. Pantai-pantai yang menghiasai Nusakambangan seperti surga
yang tersembungi di balik jeruji. Tanaman dan pepohonan yang hidup merupakan
keanegarakagan yang tidak semua orang tahu. Pulau tempat tumbuhnya Bunga
Wijayakusuma adalah bagian dari Kabupaten Cilacap yang sangat kaya akan Sumber Daya
Alam.
Selain untuk menggambarkan keindahan alam yang ada di Nusakambanga. Batik
Nusakambangan juga merupakan ajang promosi wisata Pulau Nusakambangan.
10. IMKEY-KENDAL
Batik berwarna merah biru adalah motif batik Canthel Gunung yang melambangkan
kerukunan dan kekompakan. Batik berwarna dusty pink adalah batik kontemporer
melambangkan alam yang asri
11. IMAKTA-KEBUMEN

12. KARISMA-MAGELANG
Menampilkan balutan busana batik dengan tema candi borobudur, sebagai identitas
alami Kabupaten Magelang, yang bersejarah, asri, dan GEMILANG (gemah ripah, iman,
cemerlang). Warna hitam melambangkan kebulatan tekad masyarakat magelang utk nguri-uri
kabudayan Jawi, warna merah menjadi cermin akan semangat juang yang tak pernah padam
utk mencintai negeri. Dari Magelang utk Jawa Tengah, dari Magelang utk Indonesia!