Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Hak merupakan tuntutan terhadap sesuatu, dimana seseorang mempunyai hak


terhadapnya, seperti kekuasaan dan hak-hak istimewa yang berupa tuntutan yang
berdasarkan keadilan, moralitas atau legalitas. Hak dapat dipandang dari sudut
hokum dan pribadi (C. Fagin, 1975).

Hak dipandang dari sudut pandang pribadi mengacu pada konsep pribadi dari
hak mempunyai banyak hal yang harus dikerjakan sesuai dengan perkembangan
etis. Dengan cara seseorang megatur kehidupannya, dengan keputusan yang
dibuatnya, dan dengan konsep benar dan salah, serta baik dan buruk(Fromer,1981).

Kewajiban perawat memberikan kesempatan kepada pasien untuk berhubungan


dengan keluarganya sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan dan standar
profesi yang ada. Berkolaborasi dengan tenaga medis atau tenaga kesehatan terkait
lainnya dalam memberikan pelayanan kesehatan dan keperawatan kepada pasien.

Tugas dan Tanggung Jawab seorang Perawat. Menggunakan dan menerapkan


konsep-konsep dan prinsip-prinsip ilmu perilaku, sosial budaya, ilmu biomedik
dalam melaksanakan asuhan keperawatan dalam rangka memenuhi KDM. Menilai
tingkat pencapaian tujuan. Mengevaluasi data permasalahan keperawatan.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa itu Pengertian hak.


2. Apa itu Jenis hak dan kewajiban.
3. Apa itu Peran hak dan kewajiban.
4. Apa itu Hak dan kewajiban perawat.
5. Apa itu tanggung jawab perawat.
6. Apa itu Hak dan kewajiban menurut undang-undang.
1.3 Tujuan Masalah
1. Untuk mengetahui Pengertian hak.
2. Untuk mengetahui Jenis hak dan kewajiban.
3. Untuk mengetahui Peran hak dan kewajiban.
4. Untuk mengetahui Hak dan kewajiban perawat.

1
5. Untuk mengetahui tanggung jawab perawat.
6. Untuk mengetahui Hak dan kewajiban menurut undang-
undang.
1.4 Manfaat Penulisan

1. Sebagai media belajar untuk menambah pengetahuan dan


pengalaman serta menerapkan ilmu pengetahuan yang
diperoleh selama mengikuti pembelajaran.
2. Makalah ini diharapkan dapat menambah wawasan dan
pengetahuan tentang model pendokumentasian bagi para
pembaca.

2
BAB II

TINJAUAN TEORITIS

2.1  PENGERTIAN HAK
Hak merupakan tuntutan terhadap sesuatu, dimana seseorang
mempunyai hak terhadapnya, seperti kekuasaan dan hak-hak
istimewa yang berupa tuntutan yang berdasarkan keadilan, moralitas
atau legalitas. Hak dapat dipandang dari sudut hokum dan pribadi
(C. Fagin, 1975).
Hak yang dipandang dari sudut hukum adalah hak-hak memberi
kekuasaan tertentu untuk mengontrol situasi. Contoh: seseorang
mempunyai hak untuk masuk ke restoran dan membeli makan
(darisudut hukum, hak mempunyai kewajiban tetentu yang
menyertai. Individu dengan hak makan di restoran diwajibkan untuk
bertingkah laku yang sesuai dan membayar makanannya). Hak
dipandang dari sudut pandang pribadi mengacu pada konsep pribadi
dari hak mempunyai banyak hal yang harus dikerjakan sesuai
dengan perkembangan etis. Dengan cara seseorang megatur
kehidupannya, dengan keputusan yang dibuatnya, dan dengan
konsep benar dan salah, serta baik dan buruk(Fromer,1981).

2.2  JENIS-JENIS HAK
Hak terdiri dari 3 jenis, yaitu hak kebebasan, hak kesejahteraan, dan
hak legislatif.
1. Hak-Hak Kebebasan
Hak mengenai kebebasan diekspresikan sebagai hak orang-orang
untuk hidup sesuai dengan pilihannya dalam batas-batas yang ditentukan.
Misalnya, seorang perawat wanita yang bekerja disuatu Rumah Sakit,
dapat memakai seragam yang dia inginkan (haknya) asalkan berwarna
putih bersih dan sopan sesuai dengan batas-batas. Dalam contoh tersebut
terdap 2 hal penting, yaitu sebagai berikut:
a.    Batas-batas kesopanan tersebut merupakan kebijakan rumah
sakit.
b.    Warna putih dan sopan merupakan norma yang diterapkan
untuk perawat.
2. Hak-Hak Kesejahteraan
Hak-hak yang diberikan secara hokum untuk hal-hal yang
merupakan standar keselamatan spesifik dalam suatu bangunan
3
atau wilayah tertentu. Misalnya, hak pasien untuk memperoleh
asuhan keperawatan, hak penduduk untuk memperoleh air yang
bersih, dan lain-lain.
3. Hak-Hak Legistalif
Hak-hak legislatif diterapkan oleh hokum berdasarkan
konsep keadilan. Misalnya, seorang wanita mempunyai hak legal
untuk tidak diperlakukan semena-mena oleh suaminya. Badman
dan Badman (1986), menyatakan bahwa hak-hak legislatif
mempunyai 4 peranan di masyarakat, yaitu membuat peraturan,
mengubah peraturan, membatasi moral terhadap peraturan yang
tidak adil, memberikan keputusan pengadilan atau menyelesaikan
perselisihan
2.3  PERAN HAK DAN KEWAJIBAN
1. Hak dapat digunakan sebagai pengekspresia kekuasaan dalam
konflik antara seseorang dengan kelompok
Contoh : Seorang dokter mengatakan pada perawat bahwa ia
mempunyai hak untuk menginstruksikan pengobatan yang ia
inginkan pada kliennya.
Disini terlihat bahwa dokter tersebut mengekspresikan
kekuasaannya unutk menigntruksikan pengobatan kepada klien.
Hal ini merupakan hak nya selaku penanggung jawab medis.
2.  Hak dapat digunakan untuk memberikan pembenaran pada suatu
tindakan.
Contoh : seorang perawat dalam melaksanakan asuhan
keperawatannya,mendapat kritikan karena terlalu lama
menghabiskan waktunya bersama klien. Perawat tersebut dapat
mengatakan bahwa ia mempunyai hak untuk memberikan asuhan
keperawatan yang terbaik untuk klien sesuai dengan pengetahuan
yang dimilikinya.
Dalam hal ini, perawat tersebut mempunyai hak melakukan asuhan
keperawatan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasien/klien.
3. Hak dapat digunakan untuk menyelesaikan perselisihan.
Seseorang sering kali dapat menyelesaikan sesuatu perselisihan
dengan menuntut hak yang juga dapat diakui oleh orang lain.
Contoh: seorang perawat menyarankan kepada pasien agar tidak
keluar ruangan selama di hospitalisasi. Pada situasi tersebut, klien
marah karena tidak setuju dengan saran perawat dan klien tersebut
mengatakan kepada perawat bahwa ia juga punya hak untuk keluar
dari ruangan bilamana ia mau.

4
Dalam hal ini, perawat dapat menerima tindakan pasien sepanjang
tidak merugikan kesehatan pasien. Bila tidak tercapai kesepakatan
karena membatasi pasien, berati ia mengingkari kebebasan pasien.
2.4  HAK DAN KEWAJIBAN  PERAWAT
1. Hak Perawat
a. Perawat berhak untuk mendapatkan perlindungan hukum
dalam melaksanakan tugas sesuai dengan profesinya.
b. Perawat berhak untuk mengembangkan diri melalui
kemampuan spesialisasi sesuai dengan latar belakang
pendidikannya.
c. Perawat berhak untuk menolak keinginan pasien atau
klien yang bertentangan dengan peraturan perundang-
undangan, serta standard an kode etik profesi.
d. Perawat berhak untuk mendapatkan informasi lengkap
dari pasien atau klien atau keluarganya tentang keluhan
kesehatan dan ketidakpuasaanya terhadap pelayanan yang
diberikan.
e. Perawat berhak untuk meningkatkan ilmu pengetahuannya
berdasarkan perkembangan IPTEK dalam bidang
keperawatan, kesehatan secara terus-menerus.
f. Perawat berhak untuk diperlakukan secara adil dan jujur
oleh institusi pelayanan maupun oleh pasien/klien.
g. Perawat berhak mendapatkan jaminan perlindungan
terhadap risiko kerja yang dapat menimbulkan bahaya
fisik maupun stress emosional.
h. Perawat berhak diikutsertakan dalam penyusunan dan
penetapan kebijaksanaan pelayanan kesehatan.
i. Perawat berhak atas privasi dan berhak menuntut apabila
nama baiknya dicemarkan oleh pasien/klien dan/atau
keluarganya serta tenaga kesehatan lainnya.
j. Perawat berhak untuk menolak dipindahkan ke tempat
tugas lain, baik melalui anjuran atau pengumuman tertulis
karena diperlukan, untuk melakukan tindakan yang
bertentangan dengan standar profesi atau kode etik
keperawatan atau peraturan perundang-undangan lainnya.
k. Perawat berhak untuk mendapatkan perhargaan dan
imbalan yang layak dari jasa profesi yang diberikannya
berdasarkan perjanjian atau ketentuan yang berlaku di
institusi pelayanan yang bersangkutan.

5
l. Perawat berhak untuk memperoleh kesempatan
mengembangkan karier sesuat dengan bidang profesinya.
Hak-hak Perawat Menurut Claire Fagin (1975)
a. Hak memperoleh martabat dalam rangka mengekspresikan
dan meningkatkan dirinya melalui penggunaan kemampuan
khususnya dan sesuai dengan latar belakang pendidikannya.
b. Hak memperoleh pengakuan sehubungan denga kontribusinya
melalui ketetapan yang diberikan lingkungan untuk praktik
yang dijalankan serta imbalan ekonomi sehubungan dengan
profesinya.
c. Hak mendapatkan lingkungan kerja dengan stress fisik dan
emosional serta risiko kerja yang seminimal mungkin.
d. Hak untuk melakukan praktik-praktik profesi dalam batas-
batas hukum yang berlaku.
e. Hak menetapkan standar yang bermutu dalam perawatan yang
dilakukan.
f. Hak berpartisipasi dalam pembuatan kebijakan yang
berpengaruh terhadap perawatan.
g. Hak untuk berpartisipasi dalam organisasi sosial dan politik
yang mewakili perawat dalam meningkatkan asuhan
keperawatan.
2. Kewajiban Perawat
a. Perawat wajib mematuhi semua peraturan institusi yang
bersangkutan.
b. Perawat wajib memberikan pelayanan atau asuhan
keperawatan sesuai dengan standar profesi dan batas-batas
kegunaannya.
c. Perawat wajib menghormati hak-hak pasien.
d. Perawat wajib merujuk pasien/klien kepada perawat atau
tenaga kesehatan lain yang lebih baik, bila yang bersangkutan
tidak dapat mengatasinya sendiri.
e. Perawat wajib memberikan kesempatan kepada pasien/klien
untuk berhubungan dengan keluarganya, sepanjang tidak
bertentangan dengan peraturan atau standar profesi yang ada.
f. Perawat wajib memberikan kesempatan kepada pasien/klien
untuk menjalankan ibadahnya sesuati dengan agama dan
kepercayaan masing-masing.

6
g. Perawat wajib berkolaborasi dengan tenaga medis atau tenaga
kesehatan lainnya dalam memberikan pelayanan kesehatan
dan keperawatan kepada pasien/klien.
h. Perawat wajib memerikan informasi yang akurat tentang
tindakan keperawatan yang diberikan kepada pasien/klien
dan keluarganya sesuai dengan batas kemampuannya.
i. Perawat wajib meningkatkan mutu pelayanan
keperawatannya sesuai dengan standar profesi keperawatan
demi kepuasan pasien/klien.
j. Perawat wajib membuat dokumentasi asuhan keperawatan
secara akurat dan berkesinambungan.
k. Perawat wajib mengikuti perkembangan IPTEK keperawatan
atau kesehatan secara terus-menerus.
l. Perawat wajib melakukan pelayanan darurat sebagai tugas
kemanusiaan sesuai dengan batas-batas kewenangan.
m. Perawat wajib merahasiakan segala sesuatu yang
diketahuinya tentang klien/pasien, kecuali jika dimintai
keterangan oleh pihak yang berwenang.
n. Perawat wajib memenuhi hal-hal yang terlah disepakati atau
perjanjian yang telah dibuat sebelumnya terhadap institusi
tempat bekerja.
2.5 Tanggung Jawab perawat menurut undang – undang
Kewajiban perawat sebagaimana dalam undang – undang tentang
keperawatan dinyatakan bahwa seorang perawat harus Menggunakan dan
menerapkan konsep-konsep dan prinsip-prinsip ilmu perilaku, sosial
budaya, ilmu biomedik dalam melaksanakan asuhan keperawatan dalam
rangka memenuhi KDM, dan Menilai tingkat pencapaian tujuan.
Mengevaluasi data permasalahan keperawatan.
2.6   HAK DAN KEWAJIBAN MENURUT UNDANG-UNDANG
Hak dan kewajiban menurut Undang-Undang RI, No.23 tahun 1992.
Berikut ini adalah isi undang-undang RI, No. 23 tahun 1992 tentang Hak
dan Kewajiban tenaga medis, perawat dan pasien:

BAB I
Pasal 1
ayat 1
Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial
yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan
ekonomis.

7
BAB III Hak dan Kewajiban
Pasal 4
Setiap orang mempunyai hak yang sama dalam memperoleh derajat
kesehatan yang optimal
Pasal 5
Setiap orang berkewajiban untuk ikut serta dalam memelihara dan
meningkatkan derajat kesehatan perorangan, keluarga, dan
lingkungannya.
BAB V Upaya Kesehatan
Bagian kedua : Kesehatan keluarga
Pasal 12
Ayat 1
Kesehatan keluarga diselenggarakan untuk mewujudkan keluarga
sehat, kecil, bahagia dan sejahtera.
Ayat 2
Kesehatan keluarga meliputi kesehatan suami istri, anak dan anggota
keluarga lainnya
Pasal 14
Kesehatan istri meliputi kesehatan pada masa pra kehamilan,
persalinan, pasca persalinan, dan masa diluar kehamilan dan
persalinan.
Pasal 15
Ayat 1
Dalam keadaan darurat sebagai upaya untuk menyelamatkan jiwa
ibu hamil dan janinnya dapat dilakukan tindakan medis tertentu.
Ayat 2
Tindakan medis tertentu sebagaimana dimaksud dalam ayat 1 hanya
dapat dilakukan :
a.       berdasarkan indikasi medis yang mengharuskan diambilnya
tindakan tersebut
b.      oleh tenaga kesehatan yang mempunyai keahlian dan
kewenangan untuk itu dan dilakukan sesuai dengan tanggung
jawab profesi serta berdasarkan pertimbangan tim ahli
c.       dengan persetujuan ibu hamil yang bersangkutan atau
suami atau keluarganya.
d.      Pada sarana kesehatan terten

8
BAB VI Sumber Daya Kesehatan
Pasal 53
Ayat 1
Tenaga kesehatan berhak memperoleh perlindungan hukum
dalam melaksanakan tugas sesuai dengan profesinya
Ayat 2
Tenaga kesehatan, dalam melakukan tugasnya, berkewajiban
untuk mematuhi standar profesi dan menghormati hak pasien.
Pasal 54
Ayat 1
Terhadap tenaga kesehatan yang melakukan kesalahan atau
kelalaian dalam melaksanakan profesinya dapat dikenakan
tindakan disiplin .
Ayat 2
Penentuan ada tidaknya kesalahan atau kealalaian, ditentukan
oleh Majelis Disiplin Tenaga Kesehatan.

9
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Hak perawat adalah memperoleh martabat dalam rangka mengekspresikan dan


meningkatkan dirinya melalui penggunaan kemampuan khususnya dan sesuai
dengan latar belakang penddikannya dan memperoleh pengakuan sehubungan
dengan konstribusinya melalui ketetapan yang diberikan lingkugan untuk praktik
yang dijalankan serta imbalan ekonomi sehubungan dengan profesinya. ( Claire
Fagin 1975 ).

Kewajiban perawat adalah mematuhi semua peraturan institusi, memberikan


pelayanan atau asuhan keperawatan sesuai dengan standar dengan profesi dan batas-
batas kegunaannya, dan wajib menghormati hak-hak pasien.

3.2 Saran

Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh
karena itu penulis berharap makalah ini dapat menambah wawasan bagi para
pembaca.

10

Anda mungkin juga menyukai