Anda di halaman 1dari 43

METODE PELAKSANAAN

PEKERJAAN : PEMBANGUNAN RUMAH SUSUN DI PAPUA BARAT II (SNVT –


RUSUN 17 – 003)
LOKASI : KOMPLEKS PERKANTORAN PEMKAB TAMBRAUW

IDENTIFIKASI PEKERJAAN

Lokasi dan Lingkup Pekerjaan

Lokasi pekerjaan Pembangunan Gedung IGD RSUD dr. Hasri Ainun Habibi ini
terletak di Kabupaten Gorontalo Kecamatan Limboto pada provinsi Gorontalo.

Dimana lingkup pekerjaan meliputi:

1. Pekerjaan Persiapan
2. Pekerjaan Struktur
3. Pekerjaan Arsitektur
4. Pekerjaan Mekanikal
5. Pekerjaan Elektrikal
6. Pekerjaan Site Engineering

Untuk pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan dengan beberapa tahapan


sampai dengan selesai sebagai berikut :

1. KEGIATAN A
Pekerjaan Persiapan dimana mencakup pembersihan lokasi
pembangunan direksi keet pengukuran serta mobilisasi dan demobilisasi
bahan dan tenaga kerja.
2. KEGIATAN B
Pekerjaan Struktur, Arsitektur, Mekanikal Elektrikal, Pekerjaan Site
Engineering.
3. Kegiatan C
Pekerjaan finishing penyerahan pekerjaan dinyatakan selesai serta
pembersihan perapihan bekas-bekas pekerjaan pada lokasi pekerjaan.

1
Jangka waktu pelaksanaan yang diperlukan untuk menyelesaikan
pekerjaan ini adalah selama 1 hari kalender terhitung sejak terbitnya
Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).

2
BAGAN ALIR PEKERJAAN

MULAI

MOBILISASI ALAT MOBILISASI TENAGA

Ya Ya

I&T Tidak Tidak I&T

Survey dan Inventarisasi


Kondisi Lapangan

I&T
Tidak Ya

Pembuatan Gambar
Kerja MC 0%

Tidak

I&T

PEKERJAAN PERSIAPAN

Tidak

I&T
Ya

PEKERJAAN STRUKTUR ARSITEKTUR ME

Tidak
Ya
I&T

Ya
SELESAI

3
I. PEKERJAAN PERSIAPAN
Pekerjaan pendahuluan merupakan pekerjaan persiapan awal yang
dibutuhkan dalam pelaksanaan proyek. Sebelumnya segala izin yang
dibutuhkan sudah diurus, time schedule telah dibuat, dan kontraktor telah
memiliki Shop Drawing. Pekerjaan pendahuluan yang dilakukan dalam
proyek ini meliputi :
1. Dokumentasi dan Pelaporan
- Menyiapkan 2(buku) besar
untuk buku tamu dan buku direksi
dan disimpan pada kantor direksi.
- Pembuatan laporan harian
Laporan ini dibuat setiap hari
selama masa pelaksanaan
pekerjaan. Laporan ini berisi tentang pelaksanaan pekerjaan yang
dilaksanakan, volume, bahan, tenaga kerja, peralatan serta waktu dan
kondisi cuaca pada waktu pelaksanaan pekerjaan pada hari kerja.
- Pembuatan laporan mingguan
Laporan ini dibuat setiap minggu selama masa pelaksanaan pekerjaan.
Laporan ini berisi tentang rangkuman pelaksanaan pekerjaan yang
dilaksanakan setiap harinya yang telah dilaporkan. Laporan mingguan
juga berisi tentang jadwal pelaksanaan yang berisi rencana kerja dan
kemajuan pekerjaan.
- Pembuatan laporan bulanan
Laporan ini dibuat setiap bulannya selama masa pelaksanaan pekerjaan.
Laporan ini berisi tentang rangkuman pelaksanaan selama sebulan penuh
dengan melampirkan laporan harian dan mingguan yang telah disahkan.
Laporan ini dibuat minimal 4(empat) rangkap dan diserahkan pada akhir
bulan pada setiap bulannya.
- Pembuatan laporan amandemen
Laporan ini berisi tentang dokumen perubahan yang disertai dengan
berita acara dengan lampirannya. (apabila ada perubahan)
Laporan ini dibuat minimal 4(empat) rangkap
- Pembuatan laporan PHO dan FHO
4
Laporan ini berisi tentang dokumen serah terima pekerjaan yang
dilengkapi dengan berita acara dan lampirannya.
Laporan ini dibuat minimal 4(empat) rangkap
- Pembuatan Foto/Video Dokumentasi
Laporan dokumentasi yang menunjukkan tempat kemajuan dan
penyelesaian pekerjaan. Untuk setiap titik pengambilan diambil 3 (tiga)
kali ( 0%, 50% dan 100% ) dengan diberi catatan/keterangan mengenai
nama objek pekerjaan yang di foto serta disusun sesuai dengan urutan-
urutan pelaksanaan pekerjaan dan masing-masing dicetak 5 (lima)
rangkap cetak foto dengan ukuran foto 3R dan disimpan dalam media
penyimpan/flash disk.
Pada akhir pelaksanaan pekerjaan, disetor foto ukuran 20R sebanyak
2(dua) buah lengkap dengan bingkainya serta banner poster ukuran
60 x 160.

2. Direksi Keet Dan Gudang Kerja

Gambar Contoh Direksi Keet

Direksi keet dan gudang dibangun di area tanah yang lebih tinggi,
agar bangunan tidak mudah tergenang oleh air hujan maupun air pasang.

Direksi keet dan gudang dilengkapi dengan fasilitas pendukung yang


sesuai dengan fungsi masing - masing bangunan.

5
3. Papan Nama Proyek
Papan nama kegiatan dibuat dengan ukuran standar (0.90 m x
1.80 m) atau sesuai dengan petunjuk Direksi. Papan nama proyek
dipasang pada area lokasi proyek dan didirikan di jalan masuk yang
mudah dilihat oleh umum.
Pada papan nama proyek ditulis beberapa informasi mengenai data
pelaksanaan pekerjaan, yang biasanya meliputi :

- Nama Proyek
- Nomor Kontrak
- Lokasi Proyek
- Jumlah Biaya (Kontrak)
- Nama Pelaksana (Penyedia)
- Masa pelaksanaan proyek bulan, tanggal dan tahun

4. Pembersihan Lokasi Pekerjaan


Sebelum memulai pekerjaan, terlebih dahulu area kerja di bersihkan dari
kotoran dan bahan lainnya yang dapat mengganggu kualitas pekerjaan.

Pekerjaan pembersihan dan perataan tanah dapat dilakukan secara


manual maupun dengan bantuan alat berat.

5. Perlengkapan K3
Semua pekerja dan personil lapangan harus memakai penutup kepala
dan sepatu K3. Jenis dan jumlah minimum perlengkapan K3 yang harus
tersedia di lokasi pekerjaan adalah sebagai berikut : helm Proyek, sepatu
boot safety, jas hujan , dan rambu rambu peringatan.

6
6. Pengukuran (Uitzet)

Survey Mutual Check


Pemasangan Bencmark (BM) merupakan titik tepat kerangka dasar
pemetaan. Seluruh pemetaan topografi harus merupakan satu (1) sistem
koordinat yang mengikat pada titik koordinat awal (BM-0) yang terlebih
dulu ditetapkan oleh Direksi pekerjaan. Bencmark awal (BM-0) di berikan
oleh Direksi setelah terbit Surat Perintah Mulai Kerja. Adapun pada
Survey Mutual Check di butuhkan titik-titik referensi tambahan hal ini
kami lakukan guna memperlancar pengecekan koordinat Benchmark (BM)
dan Control Point (CP) yang terlebih dahulu telah di setujui oleh Direksi
Pekerjaan.

Dalam segala hal, tiap-tiap tahapan pekerjaan harus didahului dengan


pematokan/uitzet/setting out, pengecekan koordinat (x,y,z) dan
dilanjutkan dengan pemasangan profile (bouwplank). Kami selaku
Kontraktor bertanggungjawab penuh terhadap pelaksanaan pengukuran
dalam rangka Mutual Check(MC 0%). Pengukuran dilaksanakan di bawah
pengawasan Direksi dan hasilnya pengukuran kami disetujui oleh Direksi,
sebagai dasar perhitungan volume pekerjaan dan penentuan level
perletakan bangunan.

Seluruh hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan(terpasang) di ukur dan


dituangkan dalam bentuk gambar(Asbuilt Drawing/Gambar Terlaksana
Proses MC 100%).

7
II. PEKERJAAN STRUKTUR
A. PEKERJAAN TANAH DAN URUGAN
1. Pasangan Bouwplank
Setelah pekerjaan pangukuran (survey) lokasi proyek selesai,
keterangan titik ketinggian peil dan sudut - sudut fisik bangunan
sudah didapatkan maka pekerjaan selanjutnya adalah Pemasangan
Bouwplank, Bouwplank sendiri merupakan patok kayu sementara
yang berfungsi untuk menentukan titik As bangunan yang akan
dibangun.
Adapun Syarat-syarat memasang bouwplank adalah sebagai berikut:
 Kedudukannya harus kuat dan tidak mudah goyah.
 Papan bangunan (bouwplank) dibuat dari kayu borneo dengan
ukuran tebal 3 cm dan 15 cm, lurus dan disebut rata pada sisi
sebelah atasnya.
 Papan bangunan dipasang pada patok kayu 5/7 yang jarak satu
sama lain adalah 1.50 m; tertancap di tanah sehingga tidak
dapat digerak-gerakkan atau diubah.
 Papan bangunan dipasang sejarak 2.00 m dari as pondasi terluar
atau sesuai dengan keadaan setempat.
 Tinggi sisi atas papan bangunan harus sama dengan lainnya dan
atau rata waterpass, kecuali dikehendaki lain oleh Konsultan
Pengawas.
 Setelah selesai pemasangan papan bangunan, Kontraktor harus
melaporkan kepada Konsultan Pengawas untuk mendapatkan
persetujuan.
 Kontraktor harus menjaga dan memelihara keutuhan dan
ketepatan letak papan bangunan ini sampai tidak diperlukan
lagi.

Gambar Contoh pelaksanaan Pekerjaan Bouplank


8
2. Pekerjaan Galian Tanah

Gambar : Contoh Pekerjaan Galian


Galian tanah biasa dilaksanakan sesuai dengan gambar dan titik
yang telah ditentukan dan harus mendapat persetujuan direksi
sebelum dilaksanakan. Galian Tanah Pile cap dan sloof.
Material dari hasil galian yang akan digunakan sebagai bahan
timbunan harus mendapatkan persetujuan dari direksi.
Setiap material yang berlebih untuk kebutuhan bahan timbunan,
maka bahan timbunan tersebut harus dibuang oleh penyedia
jasa ke lokasi yang ditentukan oleh direksi.
Penyedia jasa bertanggung jawab untuk seluruh pengaturan dan
biaya pembuangan material yang berlebih tersebut termasuk biaya
pengangkutan dan perolehan ijin dari pemilik tanah dimana
pembuangan dilakukan.
Dalam melaksanakan galian harus diusahakan cukup aman
dari longsoran dan bila diperlukan diberikan alat-alat penyangga.
Apabila pekerjaan galian sudah selesai harus memberitahukan
kepada direksi untuk pemeriksaan.

9
3. Pekerjaan Urugan Pasir

Gambar : Contoh Pekerjaan Urugan Pasir


Urugan pasir yang akan dilaksanakan seperti pengurygan pasir
dibawah Pile Cap, Sloof, Lantai, dibawah perkerasan-perkerasan dan
lain-lain. Urugan pasir berfungsi menstabilkan permukaan tanah asli
dan menyebarkan beban, sehingga beban yang dipikul permukaan
tanah merata. Urugan pasir bawah pondasi adalah pengurugan yang
ditempatkan di permukaan lobang fondasi yang digali, sedangkan
pengurugan bawah lantai adalah pengurugan permukaan tanah asli
sebeleum pemasangan keramik lantai. Ketebalan urugan pasir yang
dipadatkan 10 cm sesuai dengan kondisi tanah. Satuan perhitungan
urugan pasir adalah m3.
Metode Pelaksanaan :
Langkah kerja pekerjaan urugan pasir adalah:
 Sebelum pengurugan pasir dilaksanakan makan wajib untuk
memeriksa ketinggian dari tanah atau konstruksi dibawahnya
untuk meyakinkan bahwa ketinggian yang ada telah sesuai
dengan gambar, dan bahwa tanah dibawahnya telah dipadatkan
sehingga didapat permukaan rata dan padat.
 Hail pemeriksaanya ini harus dilapokan kepada Konsultan
Manajemen konstruksi yang akan segera melakukan pemeriksaan.
 Pengurugan dilakukan dengan cara menebarkan, meratakan dan
memadatkan secara mekanik sampai diperoleh ketebalan dan
ketinggian yang sesuai dengan gambar perencanaan.

10
 Tebal dan peil urugan pasir harus seusia dengan gambar yaitu 10
cm.
B. PEKERJAAN STRUKTUR BAWAH (SUB STRUCTURE)
1. Pekerjaan Lantai Kerja

Gambar : Contoh Pekerjaan Lantai Kerja


Pekerjaan ini menguraikan semua pekerjaan lantai kerja, seperti
dibawah pekerjaan pondasi, sloof dan sejenisnya sebagaimana yang
tercantum pada gambar rencana.
Metode Pelaksanaan adalah sebagai berikut :
 Sebelum lantai kerja dibuat lapisan tanah dibawahnya harus
dipadatkan dan diratakan dengan alat pemadat serta diurug lapisan
pasir.
 Lantai kerja, sebelum mendapat persetujuan dari
Supervisi/Konsultan Pengawas tidak boleh ditutup oleh pekerjaan
lainnya.Supervisi berhak membongkar pekerjaan diatasnya bilamana
lantai kerjá tersebut belum disetujui olehnya.

11
 Tebal dan peil lantai kerja harus sesuai dengan gambar, jika tidak
dinyatakan secara khusus dalam gambar, maka tebal lantai kerja
minimal = 5 cm.
2. Pekerjaan Pilecap

Gambar : Contoh Pekerjaan Pile Cap


Setelah pekerjaan tiang pancang yang meliputi pengeboran
serta pemotongan pile yang tersisa di permukaan tanah, maka
dilakukan penulangan untuk membuat pile cap tersusun atas tulangan
baja diameter 16 mm, 19 mm dan 25 mm yang membentuk suatu
bidang dengan ketebalan berbeda-beda setiap tipenya.
Fungsi dari pile cap adalah untuk menerima beban dari kolom yang
kemudian akan terus disebarkan ke tiang pancang dimana masing-
masing pile menerima 1/N dari beban oleh kolom dan harus ≤ daya
dukung yang diijinkan (Y ton) (N= jumlah kelompok pile). Jadi beban
maksimum yang bisa diterima oleh pile cap dari suatu kolom adalah

12
sebesar N x (Y ton). Pile cap merupakan suatu cara untuk mengikat
pondasi sebelum didirikan kolom di bagian atasnya. Pile cap ini
bertujuan agar lokasi kolom benar-benar berada dititik pusat pondasi
sehingga tidak menyebabkan eksentrisitas yang dapat menyebabkan
beban tambahan pada pondasi. Selain itu, seperti halnya kepala
kolom, pile cap juga berfungsi untuk menahan gaya geser dari
pembebanan yang ada.
Tahapan-tahapan pengerjaan pile cap, yaitu :
 Setelah dilakukan penggalian tanah, dilakukan pemotongan
pile sesuai elevasi pile cap yang diinginkan.
 Tanah disekeliling pile digali lagi sesuai dengan bentuk pile cap
yang telah direncanakan.
 Pada pile dilakukan pembobokan pada bagian betonnya hingga
tersisa tulangan besinya yang kemudian dijadikan sebagai stek
pondasi sebagai pengikat dengan pile cap. Pembobokan hanya
sampai elevasi dasar pile cap saja.
 Melakukan pemasangan bekisting dari batako disekeliling
daerah pile. Penggunaan batako ini dipilih karena batako cukup
kuat untuk menahan beban sebagai bekisting serta cukup
murah untuk pada akhirnya ditimbun bersama saat
pengecoran.
 Sebagai landasan pile cap, dibuat lantai kerja terlebih dahulu
dengan ketebalan 10 cm.
 Melakukan pemasangan tulangan-tulangan pile cap yang
meliputi tulangan utama atas dan bawah, persiapan stek
pondasi, pemasangan kaki ayam, beton decking dan
pemasangan stek pile cap sebagai penghubung menuju kolom.
 Sebelum dilakukan pengecoran, tanah disekitar bekisting
ditimbun kembali untuk menahan beban pengecoran dan
meratakan kondisi tanah seperti semula.
 Setelah semua persiapan sudah matang, maka dapat dilakukan
pengecoran pada pile cap.

13
3. Pekerjaan Tie Beam (Sloof) Beton

Gambar : Contoh Pekerjaan Sloof

Sloof merupakan bagian dari struktur bangunan yang diletakan


secara horizontal diatas pondasi bangunan. Balok sloof berfungsi
sebagai perata beban yang diterima oleh pondasi. Selain itu balok
sloof juga berfungsi memikul beban dan sebagai pengunci dinding
agar tidak roboh apabila terjadi pergerakan tanah seperti gempa dan
penyebab lainnya.
Adapun langkah - langkah pekerjaan dalam pembuatan balok sloof
adalah sebagai berikut :

14
 Pabrikasi besi beton sloof sesuai dengan gambar kerja. Untuk
pekerjaan penulangan, pemotongan besi dan pembengkokannya
digunakan alat bar cutter dan bar bending.
 Bekisting Sloof di buat menggunakan multiplek.
 Hamparkan pasir urug di lokasi & elavasi yang telah ditentukan
dengan marking & bouwplank dengan tebal ±10cm.
 Buat lantai kerja diatas pasir urug dengan ketebalan ±10cm.
 Setelah lantai kerja keras, mulai pemasangan tulangan Sloof yang
telah dirakit sesuai dengan gambar kerja atau shop drawing.
 Pasang bekisting sesuai dengan ukuran sloof setelah tulangan
sloof terpasang .
 Antara papan bekisting dengan besi tulangan, diganjal dengan
beton decking sehingga besi tulangan tidak melekat pada papan
bekisting dan memudahkan pada waktu pembongkaran bekisting.
 Setelah semua Metode Pelaksanaan Balok Sloof diatas selesai,
lanjutkan dengan pengecoran sloof beton dengan adukan mutu
beton yang sudah ditentukan yaitu K-300.
 Setelah umur beton mencapai 14 hari, bekisting dapat dilepaskan.

4. Pekerjaan Pelat Lantai

Gambar : Contoh Pekerjaan Pelat Lantai


Pelat lantai yang digunakan dalam kontruksi bangunan ini adalah pelat
dari beton. Ukuran tebal pelat yang digunakan adalah 15 cm.
Metode konstruksi yang digunakan dalam pekerjaan pelat adalah:

15
Langkah pertama yang dilakukan dalam pekerjaan pelat ini adalah
pengukuran untuk menentukan posisi cetakan dan acuan untuk pelat
lantai.
 Pemasangan bekesting
Setelah semua pengukuran selesai, maka dilakukan pemasangan
perancah–perancah bekesting pelat. Penyangga untuk beketing
pelat menggunakan kayu meranti ukuran dan papan kayu.
 Pemasangan tulangan
Pemasangan tulangan pelat dapat dilaksanakan setelah penulangan
balok selesai. Pembentukan tulangan pelat dilakukan diatas lokasi
yang akan dicor dengan pengawasan mandor besi. Setelah seluruh
tulangan pelat dalam satu lantai terangkai, baru dilakukan
penyetelan tulangan. 
 Pengecoran
Pengecoran dilakukan setelah semua bekisting dan tulangan balok
dan plat terangkai. Beton yang digunakan adalah beton siap pakai
atau ready mix dengan mutu beton K.300. Penuangan beton harus
dikerjakan dengan cepat dan diusahakan tidak terjadi penghentian
sebelum pengecoran selesai. Karena pengecoran menggunakan
beton ready mix, maka waktu suplai harus diperhatikan karena
berkaitan dengan umur beton tersebut. Dimana pada umur 4 jam
beton sudah tidak dapat dipakai lagi untuk membuat struktur. Hal
ini disebabkan pada umur tersebut beton sudah mulai mengeras
sehingga apabila dituangkan ke dalam cetakan akan menghasilkan
beton yang tidak standart. Untuk itu perlu dilakukan uji slump agar
diketahui kekentalan dari beton yang akan digunakan. Dan untuk
proses pemadatan dilakukan dengan alat vibrator.

16
C. PEKERJAAN STRUKTUR ATAS (UPPER STRUCTURE)
1. Pekerjaan Kolom Beton

Gambar : Contoh Pekerjaan Kolom


Untuk pelaksanaan pekerjaan kolom tidak harus menunggu bekesting
pondasi dilepas.
Metode kontruksi yang digunakan dalam pekerjaan kolom adalah:
 Pemasangan tulangan
Penulangan kolom dirangkai menjadi satu dengan penulangan
pondasi tapak. Perangkaian tulangan kolom dilakukan di lokasi
pemasangan yaitu dirangkai ditempat yang akan dilakukan
pengecoran.
Dilakukan sedikitnya dua orang tukang besi untuk satu sub
pekerjaan pembesian. Satu sebagai pemotong yang lain sebagai
pemasok besi-besi yang akan dipotong.
 Di dalam pelaksanaan pekerjaan penulangan, mandor atau tukang
harus mengikuti shop drawing yang telah dibuat, khususnya pada
ukuran panjang potongan dan dimensi pembengkokan tulangan
pokok dan sengkang. Proses penulangan diawali dengan pemilihan
jenis dan dimensi tulangan yang akan dipakai, pengukuran panjang
kebutuhan tulangan, pemotongan dan pembengkokan tulangan.
Agar tidak tumpang tindih dalam pelaksanaan, pekerjaan
17
penulangan sengkang dan tulangan pokok dilakukan bergantian
atau dikerjakan tukang yang berbeda-beda.
 Setelah tulangan terangkai sesuai dengan gambar kerja, maka
dilakukan pemasangan bekesting. Bekesting yang terpasang harus
tegak lurus terhadap lantai karena akan sangat mempengaruhi
hasil pengecoran yang akan dilakukan.
 Kemudian Pengecoran dilakukan setelah semua bekesting dan
tulangan kolom terangkai. Beton yang digunakan adalah beton siap
pakai dengan mutu K.350. Penuangan beton harus dikerjakan
dengan cepat dan diusahakan tidak terjadi penghentian sebelum
pengecoran selesai. Karena pengecoran menggunakan beton ready
mix, maka waktu suplai harus diperhatikan karena berkaitan
dengan umur beton tersebut. Dimana pada umur 4 jam beton
sudah tidak dapat dipakai untuk membuat struktur. Hal ini
disebabkan pada umur tersebut beton sudah mulai mengeras,
sehingga apabila dituangkan kedalam cetakan akan menghasilkan
beton yang tidak standar. Untuk itu perlu dilakukan uji slump agar
diketahui kekentalan dari beton yang akan digunakan. Pengecoran
kolom dilakukan sampai muka tanah.

2. Pekerjaan Balok

Gambar : Contoh Pekerjaan Balok


Metode kontruksi yang digunakan dalam pekerjaan kolom adalah:
 Pemasangan tulangan

18
Penulangan kolom dirangkai menjadi satu dengan penulangan
pondasi tapak. Perangkaian tulangan kolom dilakukan di lokasi
pemasangan yaitu dirangkai ditempat yang akan dilakukan
pengecoran.
Dilakukan sedikitnya dua orang tukang besi untuk satu sub
pekerjaan pembesian. Satu sebagai pemotong yang lain sebagai
pemasok besi-besi yang akan dipotong.
 Di dalam pelaksanaan pekerjaan penulangan, mandor atau tukang
harus mengikuti shop drawing yang telah dibuat, khususnya pada
ukuran panjang potongan dan dimensi pembengkokan tulangan
pokok dan sengkang. Proses penulangan diawali dengan pemilihan
jenis dan dimensi tulangan yang akan dipakai, pengukuran panjang
kebutuhan tulangan, pemotongan dan pembengkokan tulangan.
Agar tidak tumpang tindih dalam pelaksanaan, pekerjaan
penulangan sengkang dan tulangan pokok dilakukan bergantian
atau dikerjakan tukang yang berbeda-beda.
 Setelah tulangan terangkai sesuai dengan gambar kerja, maka
dilakukan pemasangan bekesting. Bekesting yang terpasang harus
tegak lurus terhadap lantai karena akan sangat mempengaruhi
hasil pengecoran yang akan dilakukan.
 Kemudian Pengecoran dilakukan setelah semua bekesting dan
tulangan kolom terangkai. Beton yang digunakan adalah beton siap
pakai dengan mutu K.350. Penuangan beton harus dikerjakan
dengan cepat dan diusahakan tidak terjadi penghentian sebelum
pengecoran selesai. Karena pengecoran menggunakan beton ready
mix, maka waktu suplai harus diperhatikan karena berkaitan
dengan umur beton tersebut. Dimana pada umur 4 jam beton
sudah tidak dapat dipakai untuk membuat struktur. Hal ini
disebabkan pada umur tersebut beton sudah mulai mengeras,
sehingga apabila dituangkan kedalam cetakan akan menghasilkan
beton yang tidak standar. Untuk itu perlu dilakukan uji slump agar
diketahui kekentalan dari beton yang akan digunakan. Pengecoran
kolom dilakukan sampai muka tanah
19
Pekerjaan Tangga

Gambar : Contoh Pekerjaan Tangga


Dalam pelaksanaan ini posisi tangga harus di setting dengan cara
mengukur tinggi dan lebar tangga serta jumlah anak tangga.
Begisting tangga disiapkan dengan ukuran sesuai gamber kerja.
Pembesian dirakit diatas begisting dengan ukuran dan dimensi pembesian
yang sesuai dengan gambar kerja.
Setelah selesai perakitan, pengecoran dilakukan bersamaan dengan balok
lantai 2 supaya menyatu. Pengecoran periksa oleh konsultan pengawas
dilakukan pengecoran dengan menggunakan mesin molen atau dengan
menggunakan ready mix, dengan mutu beton sesuai dengan spesifikasi
teknis.

3. Pekerjaan Pelat Lantai

20
Gambar : Contoh Pekerjaan Pelat Lantai
Pelat lantai yang digunakan dalam kontruksi bangunan ini adalah pelat
dari beton. Ukuran tebal pelat yang digunakan adalah 15 cm.
Metode konstruksi yang digunakan dalam pekerjaan pelat adalah:
Langkah pertama yang dilakukan dalam pekerjaan pelat ini adalah
pengukuran untuk menentukan posisi cetakan dan acuan untuk pelat
lantai.
 Pemasangan bekesting
Setelah semua pengukuran selesai, maka dilakukan pemasangan
perancah–perancah bekesting pelat. Penyangga untuk beketing
pelat menggunakan kayu meranti ukuran dan papan kayu.
 Pemasangan tulangan
Pemasangan tulangan pelat dapat dilaksanakan setelah penulangan
balok selesai. Pembentukan tulangan pelat dilakukan diatas lokasi
yang akan dicor dengan pengawasan mandor besi. Setelah seluruh
tulangan pelat dalam satu lantai terangkai, baru dilakukan
penyetelan tulangan. 
 Pengecoran
Pengecoran dilakukan setelah semua bekisting dan tulangan balok
dan plat terangkai. Beton yang digunakan adalah beton siap pakai
atau ready mix dengan mutu beton K.300. Penuangan beton harus
dikerjakan dengan cepat dan diusahakan tidak terjadi penghentian
sebelum pengecoran selesai. Karena pengecoran menggunakan
beton ready mix, maka waktu suplai harus diperhatikan karena
berkaitan dengan umur beton tersebut. Dimana pada umur 4 jam
beton sudah tidak dapat dipakai lagi untuk membuat struktur. Hal
ini disebabkan pada umur tersebut beton sudah mulai mengeras
sehingga apabila dituangkan ke dalam cetakan akan menghasilkan
beton yang tidak standart. Untuk itu perlu dilakukan uji slump agar

21
diketahui kekentalan dari beton yang akan digunakan. Dan untuk
proses pemadatan dilakukan dengan alat vibrator.

D. PEKERJAAN ARSITEKTUR
1. Pekerjaan Dinding
a. Pasangan Dinding Batako

 Persiapan
o Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan
pasang dinding ½ bata.
o Approval material yang akan digunakan.
o Persiapan lahan kerja.
o Persiapan material kerja, antara lain : bata, semen PC, pasir
pasang dan air.
o Persiapan alat bantu kerja, antara lain : theodolith, water
pass, meteran, benang, unting-unting, profil, selang air,
sendok semen, dll.
 Pengukuran
o Pengukuran dengan menggunakan alat ukur theodolith dan
waterpass.
o Juru ukur (surveyor) menentukan dan menandai (marking)
lokasi yang akan dipasang batu bata termasuk titik-titik

22
kolom praktis, as dinding, ketinggian pasangan, siku ruangan
dan ketebalan dinding.
 Pelaksanaan pekerjaan pasang dinding bata ½ bata
o Pasangan bata biasa dengan menggunakan adukan 1PC:2Psr
dan pasangan bata transram menggunakan adukan 1PC :
1Psr.
o Sebelum bata dipasang terlebih dahulu direndam dalam air
jenuh, agar air semen adukan tidak terserap dalam bata
yang mana akan mengakibatkan adukan mudah rontok dan
dan pasangan batu bata cukup kuat.
o Buat adukan untuk pasangan dinding bata
o Pasang profil dan benang serta unting-unting untuk acuan
pasangan dinding bata.
o Pasang dan susun bata pada area yang telah diberi tanda
marking dengan menggunakan perekat adukan.
o Pemasangan bata diikuti dengan pengecoran kolom praktis.
o Cek dan periksa kesikuan/kerataan pasangan bata pada
setiap ketinggian 1m.
o Pekerjaan pasangan bata dihentikan pada ketinggian 1 m,
setelah kolom praktis dicor dan pasangan bata /kuat baru
pekerjaan pemasangan bata dapat dilanjutkan kembali.
b. Plesteran + Acian Dinding Bata

Contoh gambar : Plesteran dan acian dinding

23
 Memasang benang pada ke empat sisi bidang dinding sesuai
ketebalan yang di kehendaki
 Membuat caplaan dari adukan ukuran 10 x 10 cm2 dengan
potongan triplek 2 x 5 cm diatasnya sesuai ketebalan plesteran
 Membuat lajur kepalaan plesteran horizontal perbidang (sisi atas
dan bawah) dengan memperhatikan lot lokasi paling atas dan
bawah dengan menyesuaikan plesteran antar kepalaan 
 Buat kepalaan vertikal @1,5 m dari atas ke bawah dan biarkan
+/- 24 jam (note : siku 20.20.2 dapat dipakai sebagai kepalaan).
 Penyiraman dinding bata sebelum dilaksankan plesteran antara
kepalaan.
 Kamprot dan ratakan dengan jidar allumunium dan biarkan
mengering 3-4 hari

 Perataan permukaan plesteran dengan kasut dan jidar hingga


halus dan rata
 Basahi permukaan plesteran dan aci permukaan plesteran
hingga rata dan menutup seluruh pori-pori plesteran
 Finishing dengan kasut besi dan kertas ex. Semen.
 Kondisi acian setelah kering digosokan dengan spon/busa agar
halus dan rata
 Biarkan +/- 14 hari sebelum dicat agar pengaruh garam alkali
hilang / berkurang. (note : pengaruh garam alkali dapat
mengakibatkan perubahan warna)               
 Jika ada tali air, maka marking jalurnya dan potong dengan
menggunakan mesin potong keramik /cutter

24
 Chipping dengan pahat dan palu jalur tali air yang telah
dipotong dengan mesin potong keramik   
 Laburkan acian dan ratakan / calbon dengan memakai kuas.                   
 Isi acian dan ratakan / padatkan dengan menggunakan raskam
tali air / mal yang ukurannya sesuai dengan ukuran tali ai

2. Pekerjaan Kusen, Pintu/Jendela Termasuk Finishing dan


Accesories
a. Pekerjaan Kusen Pintu dan Daun Pintu

Untuk meletakkan daun pintu atau daun jendela pada dinding,


dipasang rangka yang disebut Kusen, kusen untuk tempat tinggal
terbuat dari kayu atau logam. Kusen kayu memberikan penampilan
yang hangat dan indah dari tampilan tekstur serat-serat kayu yang
25
dimilikinya, mempunyai nilai penyekat panas yang baik dan pada
umumnya tahan terhadap pengaruh cuaca. Rangka jenis ini dapat
berupa produk pabrik yang telah diselesaikan dengan pelapisan cat,
pewarnaan atau masih berupa kayu asli tanpa pelapisan. Kusen dari
bahan logam berbeda dari kayu,Kusen logam dapat terbuat dari
alumunium, baja atau baja tak berkarat (stainless-steel), warna
alami logam dapat ditutup dengan lapisan cat dan dirawat engan
baik untuk mencegah korosi.
Bagian-Bagian Kusen Kusen terdiri atas :

1. Tiang
2. Ambang (dorpel) pada kusen jendela terdapat ambang atas dan
ambang bawah sedangkan pada pintu tidak ada ambang bawah.
3. Sponneng, yaitu tempat perletakan/melekatnya daun pintu atau
daun jendela.
4. Telinga, yaitu bagian ambang (dorpel) yang masuk/ditanam
kedalam tembok yang berfungsi untuk menahan gerakan kusen
kemuka atau kebelakang.
5. Alur kapur, bagian dari tiang yang dialur/dicoak dengan fungsi
untuk menahan gerakan kusen kemuka atau kebelakang selain itu
juga agar apabila terjadi penyusutan, tidak timbul celah.
6. Angkur, dipasang pada tiang berfungsi untuk memperkuat
melekatnya pada tembok juga menahan gerakan ke samping.dan ke
muka/ke belakang.

26
7. Duk (neut), dipasang pada tiang di bagian bawah, khusus untuk
kusen pintu, berfungsi untuk menahan gerakan tiang ke segala arah
dan melindung tiang kayu terhadap resapan air dari latai ke atas.

b. Pemasangan Kusen Pintu

Gambar : Contoh Pemasangan Kusen Pintu

 Siapkan alat dan bahan secukupnya di tempat yang aman dan


mudah dijangkau
 Rentangkan benang berjarak separuh dari tebal kusen terhadap
as bouwplank untuk menentukan kedudukan kusen.
 Pasang angker pada kusen secukupnya.
 Dirikan kusen dan tentukan tinggi kedudukan kusen pintu yaitu
2 meter dari tinggi bouwplank.
 Setel kedudukan kusen pintu sehingga berdiri tegak dengan
menggunakan unting-unting.
 Pasang skur sehingga kedudukannya stabil dan kokoh.
 Pasang patok untuk diikat bersama dengan skur sehingga
kedudukan menjadi kokoh.
 Cek kembali kedudukan kusen pintu, apakah sudah sesuai pada
tempatnya, ketinggian dan ketegakan dari kusen.
 Bersihkan tempat sekelilingnya.

27
c. Pemasangan Kusen Jendela

Gambar : Contoh Pemasangan Kusen Jendela

 Siapkan alat dan bahan secukupnya di tempat yang aman dan


mudah dijangkau
 Rentangkan benang berjarak separuh dari tebal kusen terhadap
as bouwplank untuk menentukan kedudukan kusen.
 Pasang angker pada kusen secukupnya.
 Dirikan kusen dan tentukan tinggi kedudukan kusen pintu yaitu
2 meter dari tinggi bouwplank.
 Setel kedudukan kusen pintu sehingga berdiri tegak dengan
menggunakan unting-unting.
 Pasang skur sehingga kedudukannya stabil dan kokoh.
 Pasang patok untuk diikat bersama dengan skur sehingga
kedudukan menjadi kokoh.

28
 Cek kembali kedudukan kusen pintu, apakah sudah sesuai pada
tempatnya, ketinggian dan ketegakan dari kusen.
 Bersihkan tempat sekelilingnya.

3. Pekerjaan Langit-Langit
a. Plafond Gypsum t = 9 mm + rangka metal furring system

Gambar : Pekerjaan Plafond


Material utama plafond adalah Gypsum Board ukuran standard
1200 mm x 2400 mm, tebal 6 mm dengan warna dasar putih. Gypsum
Board adalah hasil produksi pabrik dengan kualitas terbaik dan harus
mempunyai merk dagang. Gypsum Board yang didatangkan kelokasi
pekerjaan tidak boleh dalam keadaan cacat dan rusak.
List profil gypsum adalah dari ukuran minimal 9,5/15 cm dengan warna
dasar putih. List profil gypsum adalah dari bahan yang sama dengan
plafond gypsum board. List profil gypsum yang didatangkan kelokasi
pekerjaan tidak boleh dalam keadaan cacat atau rusak.
Rangka plafond adalah hollow Putih 4/4 cm, tebal 0.8 mm.
Penggunaan rangka plafond dengan material baja ringan anti karat
harus dengan persetujuan Konsultan Supervisi. Cara pemasangan
rangka plafond sesuai dengan denah rangka plafond Gambar Rencana
atau sesuai petunjuk Konsultan Supervisi. Rangka plafond harus
digantung pada konstruksi kuda-kuda atau pada plat lantai beton
bertulang atau balok lantai dengan alat gantung besi diameter 8 mm

29
yang dijangkarkan dengan baut atau sesuai dengan Gambar Rencana.
Setiap 2 m2 luas plafond harus dipasang minimal 4 pengantung
plafond.
Pemasangan Plafond Gypsum Board dilakukan langsung pada rangka
plafond hollow Putih 4/4 cm, tebal 0.8 mm dengan alat sambung paku
plafond. Celah-celah yang terjadi akibat pemasangan harus dirapikan
dengan dempul Gypsum dan Stiker Gypsum untuk menghindari
penampakan sambungan. Pada sudut-sudut ruangan dipasang list
profil gypsum ukuran 9,5/15 cm. Cara pemasangan harus mengikuti
denah rangka plafond yang ada dalam Gambar Rencana. Hasil
pemasangan plafond harus menghasilkan permukaan akhir yang rata
dan tidak melendut.
Plafond yang telah selesai dipasang kalau terpasak dibongkar karena
alasan tertentu tidak boleh dipotong sembarangan tetapi harus
dibongkar perlembar standardnya pada posisi penjangkaranya pada
rangka plafond dan hal ini harus disetujui oleh Konsultan supervisi.
Harus ada koordinasi yang baik antara pekerjaan plafond dengan
pekerjaan instalasi listrik, instalasi air bersih, dan instalasi air kotor
sehingga plafond yang telah dipasang tidak dibongkar kembali.

4. Pekerjaan Finishing Lantai & Dinding

30
Gambar : Contoh Pemasangan Keramik

Pasir di ayak untuk menghilangkan batu-batu kecil.


Pasir di campur dengan semen dengan perbandingan 1:8 dan di
tambahkan dengan air secukupnya untuk bahan pengikat.
Kemudian setelah semua bahan itu tercampur dengan baik maka
campuran tersebut di taruh di ember untuk memudahkan pekerjaan.
Disetiap sudut tembok atau jalur pemasangan di beri tali agar
pekerjaan tersebut menjadi lurus dan rata air.
Bahan campuran yang sudah jadi tersebut di masukkan kedalam ember
dan dituangkan di purmukaan lantai yang akan di pasang keramik
dengan menggunakan cetok kira-kira dengan ketebalan sekitar 3cm dan
di ratakan.
Kemudian keramik tersebut dipasang di atas campuran yang sudah
diratakan tadi.
Keramik tersebut di keto-ketok dengan menggunakan cetok secara
perlahan-lahan agar tidak ada udara di dalam pemasangan tersebut.
Disela-sela keramik ada nat selebar 4mm.
Pekerjaan tersebut dilakukan sampai selesai.
Setelah pekerjaan tersebut dirasa telah selasai maka bersihkanlah sisa-
sisa spesi yang berada di atas permukaan keramik.
Jika semua keramik telah dipasang, tahap selanjutnya adalah mengisi
nat keramik. Pilih warna nat yang sesuai dengan warna keramik.
Gunakan potongan karet untuk memasukkan nat, pastikan semua
bagian yang berubang terisi penuh dengan naat, kemudian dibersihkan
menggunakan lap.
Pekerjaan Plint Keramik

31
Contoh gambar : Pasang plint keramik

Persiapan 
 Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan plint
keramik.

 Approval material yang akan digunakan.

 Persiapan lahan kerja.

 Persiapan material kerja, antara lain : keramik plint 10x40 cm, semen PC,
pasir, semen grouting nat, air, dll.

 Persiapan alat bantu kerja, antara lain : waterpass, gerinda, meteran,


palu karet, benang, dll.

Pengukuran
 Juru ukur (surveyor) menentukan dan menandai (marking) pada dinding
yang akan dipasang plint keramik.

Pekerjaan pasang plint keramik dinding 


 Dinding yang akan dipasang plint keramik pada bagian bawah jangan
diplester + aci dahulu agar tidak ada pekerjaan bobokan.

 Rendam plint keramik dalam air.

 Pasang plint keramik pada dinding yang sudah di marking dengan


perekat menggunakan acian.

 Pada saat pemasangan, tekan plint keramik atau pukul dengan palu karet
untuk mendapatkan permukaan keramik yang rata.

 Cek kerataan pasangan plint keramik dengan waterpass.

Grouting/isi nat antara plint keramik dengan semen khusus grouting nat
Pekerjaan Stepnosing Tangga

32
Contoh gambar : Pekerjaan Stepnosing Tangga
Stepnosing biasanya dipasang pada ujung trap tangga agar tangga tidak
licin / anti slip selain itu stepnosing juga biasanya tumpul pada bagian
ujungnya sehingga melindungi pengguna dari sudutan trap tangga.
Stepnosing in materialnya ada beberapa antara lain:
 Produk stepnosing khusus dari merk lantai yang sama,
 Produk material lantai yang digrooving (dicoak sedikit) tiga atau empat
garis pada saat pelaksanaan pekerjaan lantai tangga.
 Menggunakan list karet yang dilem pada ujung tangga
 Menggunakan profil stainless steel atau profil aluminium

Pekerjaan Waterproofing dan screding

 Pekerjaan waterproofing dikerjakan sebelum permukaannya difinishing


 Pekerjaan beton yang akan dilapisi waterproofing dibersihkan dari
kotoran puing-puing dan sampah lainnya.
 Semua instalasi pipa harus sudah terpasang rapi dan diproteksi
(grouting)
 Pekerjaan waterproofing dilakukan oleh pekerja yang ditunjuk oleh
pabrik pembuatnya.
 Sparing-sparing pipa air kotor, roof darin/floor drain di grouting
memakai bahan yang sama.
 Pertemuan dengan dinding dinaikkan setinggi 20 cm dan lantai untuk di
KM/WC dan plat dak atap dinaikkan setinggi 40 cm.
 Setelah waterproofing dikerjakan, lalu diadakan pengetesan dimana
permukaan plat beton yang telah dilapisi waterproofing direndam air
selama 14 hari setinggi 5-10 cm.
 Bila ternyata hasil test rendam menunjukkan tidak ada kebocoran, maka
membuat Berita Acara Pemeriksaan dengan Manajemen Konstruksi,

33
bahwa pemasangan waterproofing tersebut telah di test dan telah
dilaksanakan dengan baik tanpa ada kebocoran.
 Melakukan proteksi/perlindungan dengan lapisan plesteran (discreed)
memakai adukan 1pc : 3pasir + lapisan kawat ayam dan dihaluskan,
kecuali untuk lantai KM/WC, balkom,selesai diplester kasar. Kemiringan
screed dibuat ke arah roof drain/floor drain.
 Pihak kami melakukan perlindungan terhadap pekerjaan waterproofing
yang telah dikerjakan terhadap kerusakan-kerusakan yang ditimbulkan
oleh pekerjaan yang dilakukan oleh lainnya.

5. Pekerjaan Sanitair

Pekerjaan ini meliputi penyediaan bahan-bahan, peralatan,


pemasangan, alat-alat bantu lainnya yang diperlukan dalam
melaksanakan pekerjaan ini, sehingga tercapai pekerjaan yang
bermutu dan sempurna. Pengadaan dan pemasangan sanitair beserta
peralatannya sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam

34
gambar dan perincian pekerjaan. Kami akan membuat gambar kerja
(shop drawings) dan mengecek semua ukuran-ukuran. Mengajukan
brosur beserta contoh warna dan mengajukan contoh peralatan
sanitair sesuai dengan type-type yang tertera dalam gambar/perincian
biaya pekerjaan.
untuk kesempurnaan hasil pemasangan. Pihak Kami memperbaiki dan
mengganti bila ada kerusakan atas bahanbahan/peralatan sanitair
yang terjadi selama masa pemeliharaan dan biayanya menjadi
tanggung jawab Pihak Kami. Seluruh brosur sanitair dan
perlengkapannya diserahkan kepada pemberi tugas selepas masa
pemeliharaan.

6. Pekerjaan Pengecetan

Gambar : Contoh Pekerjaan Pengecetan

a. Cat Dinding

35
 Aplikasi pengecatan dengan menggunakan roll dan untuk
bagian sudut menggunakan kuas.
 Pastikan dahulu permukaan dinding dalam keadaan kering
tidak lembab.
 Proteksi area kerja dengan plastic terutama untuk menghindari
tumpahan cat.
 Permukaan dinding dibersihkan dahulu sebelum di cat, yaitu
dengan diampelas,  sikat kawat atau gurinda jenis mangkok
(bila ada plesteran + aci yang tidak rata).
 Setelah permukaan dinding bersih, diberi lapisan plamir dinding
supaya pori-pori/lubang-lubang kecil dan retak-retak halus
tertutup.
 Setelah plamir kering, permukaan dinding diampelas lagi agar
mendapatkan permukaan yang bersih/halus.
 Selanjutnya permukaan dinding diberi lapisan dasar sealer
(untuk pengikat cat). Apabila setelah disealer timbul retak
rambut, maka dilakukan plamir ulang dan diampelas.
 Untuk dinding luar terlebih dahulu diberi lapisan alkali untuk
anti jamur/lumut. Kemudian dilakukan pengecatan finish untuk
dinding minimal 2 (dua) lapis dengan menggunakan cat
dinding emultion.
 Pengulangan cat dilakukan setelah lapisan cat sebelumnya
telah kering

36
b. Cat Plafond
 Pastikan permukaan plafond gypsum dan GRC sudah dalam
keadaan rata.
 Proteksi area kerja dengan plastic terutama pada bagian lantai dan
pintu/jendela untuk menghindari tumpahan cat.
 Permukaan plafond dibersihkan dahulu dari debu dan kotoran
dengan diampelas.
 Kemudian permukaan plafond diberi lapisan dasar sealer (untuk
pengikat cat).
 Setelah diberi lapisan sealer, dilakukan pengecatan finish untuk
permukaan plafond minimal 2 (dua) lapis dengan menggunakan
jenis cat emultion.
 Pengulangan cat dilakukan setelah lapisan cat sebelumnya telah
kering.

7. Pekerjaan Penutup Atap


Dalam proyek ini ada Bangunan Gudang memakai rangka atap
yang terdiri dari baja Ringan yang dikerjakan setelah pekerjaan cor
balok dan kolom–kolom selesai dikerjakan, rangka atap dipasang
sedemikian rupa sehingga kokoh dan rapi, agar atap penutupnya dapat
dipasang dengan baik dan sempurna, dimensi rangka baja dan
penempatannya disesuaikan dengan spesifikasi teknis dan gambar
rencana.

37
Atap penutup terdiri dari atap Asphalt Bitumen Tipe Marathon 20,
setelah itu dipasang juga nok atas genteng dengan bahan yang sama
dengan atap penutup, kemudian talang jurai dari genteng metal juga
dipasang, ukuran dimensi disesuaikan dengan spesifikasi teknis dan
gambar rencana.

8. Pekerjaan Railing
Pekerjaan railing untuk kamar mandi dipasang di dinding kamar mandi.
Pelaksanaannya dipasang setelah memasang keramik dinding.

E. PEKERJAAN MEKANIKAL
1. Pekerjaan Instalasi Pipa Air Bersih
 Persiapan
o Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing
pekerjaan pemipaan instalasi air bersih
38
o Approval material yang akan digunakan
o Persiapan Lahan Kerja
o Sebelum pekerjaan dilaksanakan, terlebih dahulu material
kerja dan alat bantu kerja disiapkan.
 Pekerjaan instalasi plumbing air bersih
o Tentukan dan beri tanda jalur instlasi dan titik outletnya
o Pasang pipa (diameter sesuai gambar) beserta gate valve,
fitting dan accesories lainnya sesuai dengan tanda yang
sudah dibuat.
o Untuk pipa yang melintasi lantai, (terutama lantai dasar,
maka kedalaman pipa harus cukup, min 50 cm supaya
tidak mudah pecah.
o Pipa yang akan disambung, bagian ujungnya harus
dibersihkan dengan amplas supaya sambungan dapat
lengket dengan kuat.
o Khusus untuk sambungan ke sanitary (kran), pipa diberi
soket draat luar dan diberi lapisan seal tape baru
disambungkan ke alat sanitair.

2. Pekerjaan Instalasi Air Kotor dan Bekas


 Pekerjaan Instalasi Air Kotor dan air bekas
o Pipa air kotor menggunakan pipa yang tahan terhadap
tekanan 10 bar, penyambungan pipa menggunakan lem
PVC yang kuat sehingga tidak mudah bocor.
o Tentukan dan beri tanda jalur instalasi dan titik outletnya.
o Pasang pipa PVC kelas AW (diameter sesuai gambar kerja)
beserta gate valve, fitting dan accesories lainnya sesuai
dengan tanda yang sudah dibuat.
o Pasangan clean out dan accesories lainnya
o Pipa PVC yang horizontal digantung pada plat lantai beton
menggunakan besi siku dan pipa diikat pada besi siku
supaya tidak bergerak saat menerima beban air.

39
o Pipa air kotor vertikal ditanam pada dinding, dikerjakan
pada saat dinding belum diplester + aci. Pipa yang ditanam
didinding harus diklem supaya tidak bergerak saat
menerima beban air
o Untuk pipa yang melintasi lantai terutama lantai dasar,
maka kedalaman pipa harus cukup, minimal 50 cm supaya
tidak mudah pecah
o Pipa yang akan disambung, bagian ujungnta harus
dibersihkan dengan ampelas supaya sambungan dapat
lengket dengan kuat
o Untuk lantai dasar, pipa air hujan diberi bantalan yang
cukup kuat agar sambungan tidak kendor akibat beban air
hujan yang dapat menyebabkan kebocoran
o Pemasangan vent out untuk instalasi pipa air kotor padat
o Pemasangan roof drain untuk instlasi pipa air hujan
o Buat sumur resapan dan bak kontrol.
 Testing dan commissioning
o Sebelum disambung ke sanitair semua pipa plumbing harus
di test dulu dengan menggunakan tekanan hydrostatis
sebesar 5 – 8 bar selama 24 jam, dimana pada saat itu
tidak boleh ada penurunan tanah.
o Khusus untuk instalasi air bersih, sebelum digunakan pipa
dibersihkan dahulu (flushing) dari kotoran yang mungkin
masih tersisa dalam pipa. Pembersihan pipa dapat melalui
lubang clean out.
o Sebelum test commissioning terlebih dahulu dilakukan test
intern yang dimaksudkan apabila ada kegagalan fungsi dari
instalasi dan peralatan yang terpasang dapat segera
ditanggulangi/diperbaiki
o Test commissioning dari fungsi masing-masing peralatan
yang terpasang.

40
3. Pekerjaan Tata Udara Air Conditioning
Syarat-Syarat Teknis Pekerjaan Tata-Udara yang diuraikan disini adalah
persyaratan yang harus dilaksanakan oleh Kontraktor dalam hal
pengerjaan instalasi maupun pengadaan material dan peralatan, dalam
hal ini Syarat-Syarat Umum Teknis Pekerjaan Mekanikal / Elektrikal
terutama teknis pemasangan AC,adalah bagian dari Syarat-Syarat Teknis
ini.
Lingkup Pekerjaan :
o Pengadaan dan pemasangan seluruh instalasi sistem suara lengkap
dengan peralatan-peralatan yang diperlukan seperti yang ditunjuk
pada gambar rencana untuk mendapatkan sistem tata udara yang
baik, stabil, free of distorsion serta mencapai response yang
direncanakan.
o Melaksanakan pengujian terhadap instalasi dengan disaksikan oleh
Konsultan Pengawas Lapangan yang akan menyatakan bahwa
instalasi berfungsi dengan baik dan dapat diterima.
o Melaksanakan pemeliharaan sistem sekurang-kurangnya selama 2
bulan termasuk penyediaan suku cadangnya.

F. PEKERJAAN ELEKTRIKAL
 Persiapan
o Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan

elektrikal arus kuat dan arus lemah


o Approval material yang akan digunakan.

o Persiapan lahan kerja.

o Sebelum pekerjaan dilaksanakan, terlebih dahulu material kerja

dan alat bantu kerja disiapkan

 Pemasangan Sparing Kabel


o Sparing dipasang dulu apabila ada pengecoran beton lantai, untuk
menghindari bobokan beton pada saat penyambungan kabel antar
lantai.

41
 Pemasangan Instalasi Kabel
o Kabel vertical ditanam pada dinding dengan perlindungan pipa
conduit, dimana pipa tersebut harus ditanam dulu pada dinding
bata sebelum dinding diplester. Supaya tidak mudah bergerak pada
saat dinding diplester, maka pipa yang ditanam diberi klem dengan
jarak sekitar 1 m.
o Kabel horizontal dipasang pada plat lantai beton dengan
menggunakan pipa pelindung conduit yang diberi perkuatan klem
dengan jarak sekitar 1 m, hal ini dimaksudkan untuk memudahkan
maintenance. Pemasangan kabel horizontal harus sejajar, tidak
boleh saling melintas.

 Pemasangan Panel
o Panel listrik dipasang pada dinding yang sudah ditentukan, rata
dan tidak miring.

42
o Semua kabel yang masuk ke dalam panel listrik diberi tanda sesuai
dengan kegunaannya dan dilengkapi dengan ring karet supaya
lubang panel bagian atas dapat terlindung dari debu/kotoran.
Khusus untuk kabel dengan Ø 16 mm2 harus diberi sepatu kabel
dalam panel.
o Pada sisi pintu panel bagian dalam harus dibuat diagram
instalasinya termasuk daya cadangan yang sudah direncanakan,
hal ini perlu untuk memudahkan bila ada perbaikan instalasi.

 Pemasangan fitting dan armature


o Fitting dan armature dipasang setelah kabel ditest ketahanannya,
agar tidak terjadi bongkar/pasang armature.

 Pemasangan Saklar dan stop Kontak


o Marking jalur conduit pada dinding dan bobok dinding bata, jangan
lupa gunakan cutter.
o Pasang conduit dan inbow dos.
o Tunggu sampai plester dinding akhir.
o Sambungan saklar, stop kontak dengan aslinya.
o Pasang saklar dan stop kontak, gunakan waterpass agar rata.

Demikian metode pelaksanaan pekerjaan Lanjutan Pembangunan Rumah Susun


Di Papua Barat II (SNVT - RUSUN 17 - 003) yang dapat kami sajikan, semoga dapat
menjadi pendukung dalam penawaran harga yang kami buat.

43