Anda di halaman 1dari 70

METODE PELAKSANAAN

“KEGIATAN PENGEMBANGAN INSTALASI KARANTINA HEWAN, LABORATORIUM


DAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUT BAJOE BONE”

I. IDENTIFIKASI PEKERJAAN
Lokasi dan Lingkup Pekerjaan
Lokasi pekerjaan Pengembangan Kantor Wilker Pelabuhan Laut Bone terletak
pada Kabupaten Bone Provinsi Sulawesi Selatan.

Dimana lingkup pekerjaan meliputi:


A. PENGEMBANGAN INSTALASI KARANTINA HEWAN WILKER PELABUHAN
LAUT BAJOE BONE
B. PENGEMBANGAN LABORATORIUM WILKER PELABUHAN LAUT BAJOE
BONE
C. PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUT BAJOE BONE

1 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


URAIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN
A. PEKERJAAN PENDAHULUAN
1. Pembersihan Lokasi

Contoh gambar : Pekerjaan pembersihan lokasi

Area kerja dibersihkan dari sampah, semak belukar dan lainnya yang dapat
menggangu proses pelaksanaan konstruksi. Penyiapan dan pembersihan lahan dapat
dilakukan dengan cara manual (man power) maupun dengan cara mekanis (alat kerja
berat).
Area kerja dikupas dan diratakan serta dipadatkan sebelum proses konstruksi
dilakukan. Sampah atau tanah dari hasil pembersihan kemudian dibuang keluar areal
kerja atas petunjuk dan persetujuan pihak Direksi/Konsultan Pengawas.

2. Pengukuran dan Pemasangan Bouwplank

Contoh gambar : Pekerjaan pengukuran dan pemasangan bouwplank

Pekerjaan pengukuran dengan menggunakan pesawat theodolith. Pengukuran ini


sangat penting karena merupakan dasar dari pembangunan proyek, posisi bangunan
baik arah horizontal maupun vertical. Peil bangunan umumnya diambil dari as jalan
atau peil banjir  yang  telah ada, dan menjadi acuan selanjutnya dalam

2 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


melaksanakan pekerjaan. Setelah pekerjaan pengukuran dilanjutkan dengan
pekerjaan pasang bouwplank.

Bouwplank sendiri merupakan patok kayu sementara yang berfungsi untuk


menentukan titik As bangunan yang akan dibangun.

Adapun syarat-syarat memasang bouwplank yang baik adalah :

 Kedudukan patoknya harus kuat dan tidak mudah goyah


 Berjarak cukup dari rencana galian, diusahakan bowplank tidak goyang pada saat
pelaksanaan galian pondasi.
 Terdapat titik atau dibuat tanda-tanda yaitu mengguanakan paku dan cat sebagai
tanda
 Sisi atas bowplank harus terletak satu bidang rata (horizontal) dengan papan
bowplank lainnya
 Letak kedudukan bowplank harus seragam (menghadap kedalam bangunan
semua)
 Garis benang bowplank merupakan As (garis tengah) daripada Pondasi dan
Dinding Batu bata.

3. Pekerjaan Direksi Keet/Kantor Proyek + Peralatan

Contoh gambar : Pekerjaan direksi keet/kantor proyek + peralatan

Direksi keet/kantor proyek dibuat dengan luasan minimal sesuai dalam spesifikasi
yang telah disetujui. Direksi keet/kantor proyek ditempatkan dalam areal proyek
dengan persetujuan Konsultan pengawas dan direksi proyek. Direksi keet/kantor
proyek berserta peralatan yang digunakan selama proses pekerjaan ditempatkan
pada area yang lebih tinggi agar terhindar dari genangan air apabila hujan datang.

3 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


4. Barak Pekerja dan Gudang Bahan

Contoh gambar : Pekerjaan barak pekerja dan gudang kerja

Pembuatan barak dengan menggunakan material kayu dan peralatan tukang sesuai
dengan kebutuhan dilokasi kerja.

Gudang penyimpanan bahan ini dibuat untuk tempat bahan material yang
sifatnyauntuk menjaga keselamatan dari bahan tersebut. Untuk Gudang
penyimpanansemen, tempatnya harus baik sehingga terlindung dari kelembaban atau
keadaancuaca lain yang merusak. Lantai penyimpanan harus kuat dan berjarak
minimal 30cm dari permukaan tanah. Luas Gudang akan disesuaikan dengan jumlah
material dan tenaga kerja yang akan ditempati.

B. PEKERJAAN BONGKARAN
Sebelum pembongkaran dimulai telebih dahulu mengecek semua sistem dan aliran
listrik yang ada. Jika perlu, hubungi pihak PLN untuk memastikan bila semua sistem
sudah tidak aktif lagi sehingga tidak ada lagi aliran listrik atau kabel yang bisa
membuat orang terkena setrum.
Jika semua sudah aman, pastikan tidak ada penghuni lain yang berada dalam area
pembongkaran. Kemudian keluarkan semua peralatan yang ada dan singkirkan dalam
jarak yang cukup jauh dari pembongkaran. Baru setelah itu bisa dilakukan
pembongkaran.

4 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


1. Pekerjaan Bongkar dinding

Contoh gambar : Pekerjaan bongkar dinding

Setelah membongkar kusen dan daun pintu, plafon serta genteng/atap rumah maka
selanjutnya melakukan pembongkaran dinding atau tembok. Pertama kali yang harus
dibongkar adalah dinding yang punya paling tinggi. Karena dinding ini sudah tidak
punya element penahan, maka resiko bisa roboh dan jatuh sendiri menjadi lebih
besar. Dan sebelum dibongkar sebaiknya dilakukan penyiraman lebih dahulu
menggunakan air. Tujuannya adalah agar debu yang beterbangan bisa diminimalkan.
Bagian yang tidak boleh dilupakan adalah perhitungan arah jatuhnya dinding. Buat
suatu sistem yang membuat arah jatuhnya tidak mengenai bangunan lain yang ada
disampingnya. Kecuali jika batu bata yang ada di dalam dinding mau digunakan lagi,
bisa dilepas satu persatu agar tidak pecah.

2. Pekerjaan Bongkar lantai keramik

Contoh gambar : Pekerjaan bongkar lantai keramik

Setelah itu membongkar lantai keramik dengan meminimalkan kerusakan keramik


yang dicopot, dilakukan dengan cara melepas celah atau nutnya terlebih dahulu
sehingga tercipta ruang dimana anda akan bisa menyisipkan alat untuk membongkar

5 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


keramik tersebut tanpa pecah. Pergunakan alat pahat ukuran kecil atau gerenda.
Setelah nutter lepas barulah anda memulai proses pelepasan keramik.

3. Pekerjaan Bongkar keramik dinding

Contoh gambar : Pekerjaan bongkar keramik dinding

Setelah itu membongkar keramik dinding dengan meminimalkan kerusakan keramik


yang dicopot, dilakukan dengan cara melepas celah atau nutnya terlebih dahulu
sehingga tercipta ruang dimana anda akan bisa menyisipkan alat untuk membongkar
keramik dinding tersebut tanpa pecah. Pergunakan alat pahat ukuran kecil atau
gerenda. Setelah nutter lepas barulah anda memulai proses pelepasan keramik.

4. Pekerjaan Bongkar kusen dan daun pintu

Contoh gambar : Pekerjaan kusen dan daun pintu

Bagian yang pertama kali dilakukan pembongkaran ialah daun pintu lalu berikutnya
kusen pintu dan element lain yang bisa dilepas secara langsung. Perabot ini masih

6 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


bisa digunakan kembali sehingga harus diamankan agar tidak rusak terkena runtuhan
element yang lain

5. Bongkar plafon

Contoh gambar : Pekerjaan bongkar plafond

Apabila plafon memakai bahan dari enternit, kayu atau bahan lainnya lepas semua
bagian ini. Dari sini lalu melangkah pada bagian sistem kelistrikan yaitu kabel. Tidak
berbeda dengan pintu, ada beberapa element yang masih bisa digunakan kembali.
Jadi ketika mau dilepas jangan asal dicabut dan dipotong begitu saja.

6. Bongkar atap & kuda-kuda

Contoh gambar : Pekerjaan bongkar atap & kuda-kuda

Sebelum pelaksanaan pembongkaran atap dimulai ,terlebih dahulu ijin kepada pihak
direksi dan benda-benda atau barang yang ada dibawahnya (di ruangan-ruangan)

7 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


harus dibersihkan dan dipindahkan dan tidak boleh ada benda pecah. Pekerjaan
pembongkaran yang dikerjakan segala sesuatu merupakan tanggungjawab pihak
kontraktor.
Pekerjaan pembongkaran dapat dimulai apabila sekitar pekerjaan harus dipersiapkan
dan dibersihkan/dibereskan dari segala hal yang akan mengganggu kelancaran
pekerjaan dan atau mempengaruhi kualitas pekerjaan, sesuai arahan/ petunjuk pihak
Direksi.
Tahapan dalam pembongkaran atap dan kontruksi kuda-kuda diantaranya:
 Pembongkaran penutup atap dan nok bubung dilaksanakan terlebih dahulu
 Pembongkaran kayu reng, kaso dan listplang
 Pembongkaran balok Gordeng dan balok kuda-kuda

Benda-benda/ barang bekas bongkaran yang akan akan digunakan kembali harus
ada persetujuan dari direksi atap pengawas di lapangan.Segala yang mengakibatkan
kerugian yang terjadi sebagai akibat pelaksanaan pekerjaan adalah menjadi tangung
jawab penuh pihak pelaksana.

C. PEKERJAAN TANAH DAN GALIAN


1. Galian tanah untuk pondasi

Contoh gambar : Galian tanah untuk pondasi

Metode Pelaksanaan :
 Kontraktor harus membuat shopdrawing dan disetujui oleh konsultan pengawas
pada bagian-bagian yang akan dimulai pekerjaan. Shop drawing harus diajukan
paling lambat 1 (satu) hari sebelum tanggal pelaksanaan pekerjaan tersebut.
 Galian tanah harus sudah selesai dan sudah diperiksa oleh konsultan pengawas

8 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


dan dinyatakan diterima.
 Pada bagian bawah pasangan pondasi harus dipasang urugan pasir dengan tebal
minimal 5 cm.
 Pondasi tersebut harus dipasang dengan campuran 1 pc : 6 pasir.
 Pasangan batu belah tersebut harus dikerjakan dengan cara yang baik, batu kali
harus keras dengan permukaan kasar tanpa cacat atau retak.
 Batu kali yang digunakan paling tidak memiliki 3 sisi bekas pecahan
 Pekerjaan pemasagan batu kali dilaksanakan sesuai dengan ukuran dan bentuk-
bentuk yang ditunjukan dalam gambar. Tiap-tiap batu harus dipasang penuh
dengan adukan sehingga semua hubungan batu melekat satu dengan yang
lainnya dengan sempurna, semua batu harus dipasang diatas lapisan adukan dan
dicetak ditempatnya sehingga tegak. Adukan harus mengisi penuh rongga-rongga
antara batu untuk mendapatkan masa yang kuat dan integral.

2. Galian tanah untuk sloof

Contoh gambar : Galian tanah untuk sloof

Metode Pelaksanaan :
 Kontraktor harus membuat shopdrawing dan disetujui oleh konsultan pengawas
pada bagian-bagian yang akan dimulai pekerjaan. Shop drawing harus diajukan
paling lambat 1 (satu) hari sebelum tanggal pelaksanaan pekerjaan tersebut.
 Galian tanah harus sudah selesai dan sudah diperiksa oleh konsultan pengawas
dan dinyatakan diterima.
 Pada bagian bawah pasangan pondasi harus dipasang urugan pasir dengan tebal
minimal 5 cm.

9 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


 Pondasi tersebut harus dipasang dengan campuran 1 pc : 6 pasir.
 Pasangan batu belah tersebut harus dikerjakan dengan cara yang baik, batu kali
harus keras dengan permukaan kasar tanpa cacat atau retak.
 Batu kali yang digunakan paling tidak memiliki 3 sisi bekas pecahan
 Pekerjaan pemasagan batu kali dilaksanakan sesuai dengan ukuran dan bentuk-
bentuk yang ditunjukan dalam gambar. Tiap-tiap batu harus dipasang penuh
dengan adukan sehingga semua hubungan batu melekat satu dengan yang
lainnya dengan sempurna, semua batu harus dipasang diatas lapisan adukan dan
dicetak ditempatnya sehingga tegak. Adukan harus mengisi penuh rongga-rongga
antara batu untuk mendapatkan masa yang kuat dan integral.

3. Urug kembali tanah

Contoh gambar : Urugan kembali tanah

Metode Pelaksanaan:
Langkah kerja pekerjaan urugan kembali adalah :
 Urugan tanah sesuai dengan garis dan peil yang tertera pada gambar
 Kelebihan tanah timbunan harus dikeluarkan dari lapangan ke tempat
pembuangan yang telah disetujui.

10 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


4. Urug pasir bawah pondasi t=10 cm

Contoh gambar : Urug pasir bawah pondasi t= 10 cm

Urugan pasir berfungsi menstabilkan permukaan tanah asli dan menyebarkan beban,
sehingga beban yang dipikul permukaan tanah merata. Urugan pasir bawah fondasi
adalah pengurugan yang ditempatkan di permukaan lobang fondasi yang digali,
sedangkan pengurugan bawah lantai adalah pengurugan permukaan tanah asli
sebeleum pemasangan keramik lantai. Ketebalan urugan pasir yang dipadatkan 5 -
10 cm sesuai dengan kondisi tanah. Satuan perhitungan urugan pasir adalah m3.
Metode Pelaksanaan :
Langkah kerja pekerjaan urugan pasir adalah:
 Pasir urug untuk mengurug harus bersih dari bahan organik, sisa-sisa tanaman,
sampah dan lain-lain.
 Urugan pasir kemudian dipadatkan dengan menggunakan alat pemadat yang
disetujui oleh pihak direksi / konsultan pengawas.

5. Urug pasir bawah sloof t= 10 cm

Contoh gambar : Urug pasir bawah pondasi t= 10 cm

Metode Pelaksanaan :

11 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


Langkah kerja pekerjaan urugan pasir adalah:
 Pasir urug untuk mengurug harus bersih dari bahan organik, sisa-sisa tanaman,
sampah dan lain-lain.
 Urugan pasir kemudian dipadatkan dengan menggunakan alat pemadat yang
disetujui oleh pihak direksi / konsultan pengawas.

6. Urug pasir bawah lantai t= 10 cm

Contoh gambar : Urug pasir bawah lantai t= 10 cm

Metode Pelaksanaan :
Langkah kerja pekerjaan urugan pasir adalah:
 Pasir urug untuk mengurug harus bersih dari bahan organik, sisa-sisa tanaman,
sampah dan lain-lain.
 Urugan pasir kemudian dipadatkan dengan menggunakan alat pemadat yang
disetujui oleh pihak direksi / konsultan pengawas.

7. Urug sirtu untuk peninggian lantai


Metode Pelaksanaan :
Langkah kerja pekerjaan urugan pasir adalah:
 Urugan sirtu untuk peninggian lantai harus bersih dari bahan organik, sisa-sisa
tanaman, sampah dan lain-lain.
 Urugan sirtu kemudian diratakan dengan menggunakan peralatan yang digunakan
untuk mendukung pekerjaan tersebut dan disetujui oleh pihak direksi / konsultan
pengawas.

8. Urugan Sirtu
Kualitas sirtu (gravel) harus ditentukan dengan baik sebelum pekerjaan pelapisan
permukaan jalan (gravelling) dimulai. Partikel-partikel batu akan dicampur dan

12 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


membentuk rangka yang kuat yang dapat menopang beban jalan ke tanah. Pasir dan
tanah liat akan berfungsi sebagai pengikat yang membuat partikel-partikel batu
beradapadatempatnya.

Material gravelling yang baik seharusnya mengandung 35-65% batu, 20-40% pasir
dan 10-25% tanah liat. Bagaimanapun juga, dalam musim hujan, jika proporsi tanah
liat tinggi dalam campuran, akan membuat permukaan terlalu lunak dan licin. Daerah
yang lebih basah, akan lebih baik jika proporsi batu/pasir tinggi. Pada iklim yang lebih
kering,proporsi tanah liat yang tinggi dapat diterima.

Saat lapisan gravel diratakan, kegiatan selanjutnya adalah pemadatan lapisan gravel.
Pastikan kita memperoleh air yang cukup, untuk menjaga kadar air dalam material
optimum selama proses pemadatan. Jika gravel diratakan segera setelah penggalian,
akan memiliki kadar air mendekati optimal, sehingga mengurangi kebutuhan air.
Pemadatan mengurangi volume setiap lapisan tanah. Dengan mendorong partikel-
partikel tanah semakin padat, tanah menjadi semakin kuat. Dengan melakukan
pemadatan material yang digunakan untuk konstruksi jalan, badan jalan akan lebih
kuat dan tahan terhadap beban jalan dan erosi alam.

D. PEKERJAAN KONSTRUKSI BETON BERTULANG


1. Pondasi Tapak

Contoh gambar : Pondasi tapak

13 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


a. Pekerjaan Penulangan
Untuk pondasi tapak ini perakitan tulangan dilakukan di luar tempat pengecoran di
lokasi proyek agar setelah dirakit dapat langsung dipasang dan proses pembuatan
pondasi dapat berjalan lebih cepat.
Cara perakitan tulangan:
 Mengukur panjang untuk masing-masing tipe tulangan yang dapat diketahui dari
ukuran pondasi tapak.
 Mendesign bentuk atau dimensi dari tulangan pondasi tapak, dengan
memperhitungkan bentuk-bentuk tipe tulangan yang ada pada pondasi tapak
tersebut.
 Merakit satu persatu bentuk dari tipe tulangan pondasi dengan kawat pengikat
agar kokoh dan tulangan tidak terlepas.

Contoh gambar : pekerjaan penulangan pondasi telapak

Pemasangan Tulangan
Setelah merakit tulangan pondasi tapak maka untuk pemasangan tulangan dilakukan
dengan cara manual karena tulangan untuk pondasi tapak ini tidak terlalu berat dan
kedalaman pondasi ini juga tidak terlalu dalam.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemasangan tulangan:
 Hasil rakitan tulangan dimasukan kedalam tanah galian dan diletakkan tegak turus
permukaan tanah dengan bantuan waterpass.
 Rakitan tulangan ditempatkan tidak langsung bersentuhan dengan dasar tanah,
jarak antara tulangan dengan dasar tanah 40 mm, yaitu dengan menggunakan
pengganjal yang di buat dari batu kali disetiap ujung sisi/tepi tulangan bawah agar
ada jarak antara tulangan dan permukaan dasar tanah untuk melindungi/melapisi
tulangan dengan beton (selimut beton) dan tulangan tidak menjadi karat.

14 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


 Setelah dipastikan rakitan tulangan benar-benar stabil, maka dapat langsung
melakukan pengecoran.
 
b. Pekerjaan Bekisting
Bekisting adalah suatu konstruksi bantu yang bersifat sementara yang digunakan
untuk mencetak beton yang akan di cor, di dalamnya atau diatasnya.

Contoh gambar : pekerjaan bekesting pondasi tapak

Tahap-tahap pekerjaan bekisting:


 Diasumsikan yang akan dibuat bekisting adalah bagian tiangnya untuk
penyambungan kolom sedangkan untuk pondasinya hanya diratakan dengan cetok
(sendok spesi).
 Supaya balok beton yang dihasilkan tidak melengkung maka waktu membuat
bekisting, jarak sumbu tumpuan bekistingnya harus memenuhi persaratan
tertentu.
 Papan cetakan disusun secara rapih berdasarkan bentuk beton yang akan di cor.
 Papan cetakan dibentuk dengan baik dan ditunjang dengan tiang agar tegak lurus
tidak miring dengan bantuan alat waterpass.
 Papan cetakan tidak boleh bocor
 Papan-papan disambung dengan klem / penguat / penjepit
 Paku diantara papan secara berselang-seling dan tidak segaris agar tidak terjadi
retak.

c. Pekerjaan Pengecoran
Bahan-bahan pokok dalam pembuatan beton adalah: semen, pasir, kerikil/split serta
air. Kualitas/mutu beton K.225. Bahan-bahan harus diperiksa dulu sebelum dipakai
membuat beton dengan maksud menguji apakah syarat-syarat mutu dipenuhi.
Semen merupakan bahan pokok terpenting dalam pembuatan beton karena

15 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


mempersatukan butir-butir pasir dan kerikil/split menjadi satu kesatuan berarti semen
merupakan bahan pengikat dan apabila diberi air akan mengeras. Agregat adalah
butiran-butiran batuan yang dibagi menjadi bagian pokok ditinjau dari ukurannya
yaitu agregat halus yang disebut pasir dan agregat kasar yang disebut kerikil/split
dan batu pecah.

Contoh gambar : pekerjaan pengecoran pondasi tapak

Tahap-tahap pekerjan pengecoran pondasi tapak yaitu: Membuat kotak takaran


untuk perbandingan material yaitu dari kayu dan juga dapat mempergunakan ember
sebagai ukuran perbandingan.
 Membuat wadah/tempat (kotak spesi) hasil pengecoran yang dibuat dari kayu
atau seng/pelat dapat juga dibuat dari pelat baja.
 Mempersiapkan bahan-bahan yang digunakan untuk pengecoran seperti: semen,
pasir, split, serta air dan juga peralatan yang akan digunakan untuk pengecoran.
 Membuat adukan/pasta dengan bantuan mollen (mixer) dengan perbandingan
volume 1:2:3 yaitu 1 volume semen berbanding 2 volume pasir berbanding 3
volune split serta air secukupnya.
 Bahan-bahan adukan dimasukan kedalam tabung dengan urutan: pertama
masukan pasir, kedua semen portand, ke tiga split dan biarkan tercampur kering
dahulu dan baru kemudian ditambahkan air secukupnya
 Setelah adukan benar-benar tercampur sempurna kurang lebih selama 4-10 menit
tabung mollen (mixer) dibalikan dan tungkan kedalam kotak spesi.
 Hasil dari pengecoran dimasukkan/dituangkan kedalam lubang galian tanah yang
sudah diletakan tulangan dengan bantuan alat sendok spesi centong/ dan
dilakukan/dikerjakan bertahap sedikit demi sedikit agar tidak ada ruangan yang
kosong dan kerikil/split yang berukuran kecil sampai yang besar dapat masuk
kecelah-celah tulangan.

16 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


Setelah melakukan pengecoran, maka pondasi tapak tersebut dibiarkan mengering
dan setelah mengering pondasi diurug dengan tanah urugan serta disisakan
beberapa cm untuk sambungan kolom.

2. Pekerjaan Sloof

Contoh gambar : Pekerjaan Sloof 15/20

Balok Sloof merupakan bagian dari struktur bangunan yang diletakan secara
horizontal diatas pondasi bangunan. Balok sloof berfungsi sebagai perata beban
yang diterima oleh pondasi. Selain itu balok sloof juga berfungsi memikul beban
dan sebagai pengunci dinding agar tidak roboh apabila terjadi pergerakan tanah
seperti gempa dan penyebab lainnya

Adapun langkah - langkah pekerjaan dalam pembuatan balok sloof adalah sebagai
berikut :

 Pabrikasi besi beton sloof sesuai dengan gambar kerja. Untuk pekerjaan


penulangan, pemotongan besi dan pembengkokannya digunakan alat bar cutter
dan bar bending.
 Bekisting Sloof di buat menggunakan multiplek.
 Hamparkan pasir urug di lokasi & elavasi yang telah ditentukan dengan marking &
bouwplank dengan tebal ±10cm.

17 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


 Buat lantai kerja diatas pasir urug dengan ketebalan ±10cm.

 Setelah lantai kerja keras, mulai pemasangan tulangan Sloof yang telah dirakit
sesuai dengan gambar kerja atau shop drawing.

 Pasang bekisting sesuai dengan ukuran sloof setelah tulangan sloof terpasang .
 Antara papan bekisting dengan besi tulangan, diganjal dengan beton decking
sehingga besi tulangan tidak melekat pada papan bekisting dan memudahkan
pada waktu pembongkaran bekisting.

18 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


 Setelah semua Metode Pelaksanaan Balok Sloof diatas selesai, lanjutkan dengan
pengecoran sloof beton dengan adukan mutu beton yang sudah ditentukan.
 Setelah umur beton mencapai 14 hari, bekisting dapat dilepaskan.

3. Pekerjaan Kolom

Contoh gambar : Pekerjaan Kolom

Untuk pelaksanaan pekerjaan kolom tidak harus menunggu bekesting pondasi


dilepas.
Metode kontruksi yang digunakan dalam pekerjaan kolom adalah:
a. Pemasangan tulangan
Penulangan kolom dirangkai menjadi satu dengan penulangan pondasi tapak.
Perangkaian tulangan kolom dilakukan di lokasi pemasangan yaitu dirangkai ditempat
yang akan dilakukan pengecoran.
Dilakukan sedikitnya dua orang tukang besi untuk satu sub pekerjaan pembesian.
Satu sebagai pemotong yang lain sebagai pemasok besi-besi yang akan dipotong.

Contoh gambar : Pekerjaan penulangan kolom

19 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


Di dalam pelaksanaan pekerjaan penulangan, mandor atau tukang harus mengikuti
shop drawing yang telah dibuat, khususnya pada ukuran panjang potongan dan
dimensi pembengkokan tulangan pokok dan sengkang. Proses penulangan diawali
dengan pemilihan jenis dan dimensi tulangan yang akan dipakai, pengukuran
panjang kebutuhan tulangan, pemotongan dan pembengkokan tulangan. Agar tidak
tumpang tindih dalam pelaksanaan, pekerjaan penulangan sengkang dan tulangan
pokok dilakukan bergantian atau dikerjakan tukang yang berbeda-beda.

b. Pemasangan Bekesting

Contoh gambar : Pekerjaan bekisting kolom

Setelah tulangan terangkai sesuai dengan gambar kerja, maka dilakukan


pemasangan bekesting. Bekesting yang terpasang harus tegak lurus terhadap lantai
karena akan sangat mempengaruhi hasil pengecoran yang akan dilakukan.

c. Pengecoran
Pengecoran dilakukan setelah semua bekesting dan tulangan kolom terangkai. Beton
yang digunakan adalah beton siap pakai dengan mutu K.225. Penuangan beton harus

Contoh gambar : Pekerjaan pengecoran kolom

dikerjakan dengan cepat dan diusahakan tidak terjadi penghentian sebelum


pengecoran selesai. Karena pengecoran menggunakan beton ready mix, maka waktu

20 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


suplai harus diperhatikan karena berkaitan dengan umur beton tersebut. Dimana
pada umur 4 jam beton sudah tidak dapat dipakai untuk membuat struktur. Hal ini
disebabkan pada umur tersebut beton sudah mulai mengeras, sehingga apabila
dituangkan kedalam cetakan akan menghasilkan beton yang tidak standar. Untuk itu
perlu dilakukan uji slump agar diketahui kekentalan dari beton yang akan digunakan.
Pengecoran kolom dilakukan sampai muka tanah

4. Pekerjaan Plat Lantai

Contoh gambar : Pekerjaan Plat Lantai

Pelat lantai yang digunakan dalam kontruksi bangunan ini adalah pelat dari beton.
Ukuran tebal pelat yang digunakan adalah 15 cm.
Metode konstruksi yang digunakan dalam pekerjaan pelat adalah:
Langkah pertama yang dilakukan dalam pekerjaan pelat ini adalah pengukuran untuk
menentukan posisi cetakan dan acuan untuk pelat lantai.

a. Pemasangan bekesting
Setelah semua pengukuran selesai, maka dilakukan pemasangan perancah–perancah
bekesting pelat. Penyangga untuk beketing pelat menggunakan kayu meranti ukuran
dan papan kayu.

b. Pemasangan tulangan
Pemasangan tulangan pelat dapat dilaksanakan setelah penulangan balok selesai.
Pembentukan tulangan pelat dilakukan diatas lokasi yang akan dicor dengan
pengawasan mandor besi. Setelah seluruh tulangan pelat dalam satu lantai terangkai,
baru dilakukan penyetelan tulangan. 

21 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


c. Pengecoran
Pengecoran dilakukan setelah semua bekisting dan tulangan balok dan plat terangkai.
Beton yang digunakan adalah beton siap pakai atau ready mix dengan mutu beton
K.225. Penuangan beton harus dikerjakan dengan cepat dan diusahakan tidak terjadi
penghentian sebelum pengecoran selesai. Karena pengecoran menggunakan beton
ready mix, maka waktu suplai harus diperhatikan karena berkaitan dengan umur
beton tersebut. Dimana pada umur 4 jam beton sudah tidak dapat dipakai lagi untuk
membuat struktur. Hal ini disebabkan pada umur tersebut beton sudah mulai
mengeras sehingga apabila dituangkan ke dalam cetakan akan menghasilkan beton
yang tidak standart. Untuk itu perlu dilakukan uji slump agar diketahui kekentalan
dari beton yang akan digunakan. Dan untuk proses pemadatan dilakukan dengan alat
vibrator.

5. Pekerjaan Ring Balok

Contoh gambar : Pekerjaan Ring Balok

Ring Balok merupakan struktur atas dalam suatu bangunan, pekerjaan balok dibuat
untuk menahan beban-beban yang bekerja pada struktur tersebut. Sebelum
pekerjaan ini dilakukan, terlebih dahulu mengajukan usulan rencana kerja dan
mendapat persetujuan dari konsultan pengawas. Untuk pekerjaan balok diperlukan
beberapa tahap seperti pekerjaan pembesian, pembuatan dan pemasangan bekisting,
pekerjaan pengecoran.

22 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


a. Pekerjaan pembesian

Contoh gambar : Pekerjaan pembesian

Tahapan untuk pekerjaan ring balok adalah pekerjaan pembesian dimana pada
pekerjaan ini dilakukan oleh tukang atau pekerja yang sudah ahli dan terampil
dibidang pembesian struktur bangunan, selain itu dalam pekerjaan ini juga
membutuhkan alat-alat diantara lain seperti : Gunting Besi/Pemotong
Besi,Pembengkok besi (Bar Bender),Meteran,Sarung tangan/alat septy lainnya.
Menurut SNI diameter bengkokan yang diukur pada bagian dalam batang tulangan
tidak boleh kurang dari 6db “diameter minimum”. Diameter dalam dari bengkokan
untuk sengkang ikat tidak boleh kurang dari 4db “diameter minimum”. Perakitan
dilakukan dilokasi pembangunan, hal ini dilakukan untuk memudahkan pekerjaan dan
untuk menghemat waktu pelaksanaan.

 Cara Pembengkokan
Bar Bender (pembengkok tulangan) adalah alat untuk membentuk baja tulangan
sesuai dengan bentuk yang dibutuhkan. Pada proyek ini digunakan pembengkok
manual. Pembengkok manual ini terbuat dari besi tulangan berdiameter 30 mm dan
memiliki panjang 50 cm yang memiliki lubang pada ujungnya sesuai dengan ukuran
tulangan yang akan dibengkokkan.
Semua tulangan harus dibengkokkan dalam keadaan dingin, kecuali bila diizinkan lain
oleh Pengawas Lapangan. Tulangan yang sebagian sudah tertanam didalam beton
tidak boleh dibengkokkan dilapangan, kecuali seperti yang ditentukan pada gambar
rencana, atau diizinkan oleh pengawas lapangan.

23 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


 Kondisi Permukaan Baja Tulangan
Pada saat beton dicor, tulangan harus bebas dari lumpur, minyak, atau segala jenis
zat pelapis bukan logam yang dapat mengurangi kepasitas lekatan. Pelapis epoksi
yang sesuai dengan acuan baku.
Jika pembatasan jarak dan selimut beton minimum didasarkan pada diameter
tulangan db, maka satu unit bundle tulangan harus diperhitungkan sebagai tulangan
tunggal dengan diameter yang didapat dari luas ekuivalen penampang gabungan.

b. Pekerjaan Bekesting

Contoh gambar : Pekerjaan bekesting


Bekisting merupakan cetakan beton yang mengisi adukan kedalamnya, sampai
adukan beton mengeras dalam jangka waktu ± 1 hari. Mal yang terbuat dari triplex
dan kayu yang disusun berbentuk persegi. Pemasangan bekisting ini dilakukan diatas
tanah. .
Pada pembentukan triplex mal dilakukan dengan beberapa sisi, sehingga mal dapat
terbentuk persegi, sedangkan disisi atas dibiarkan terbuka untuk dapat dilakukan
pengecoran. Antara triplex satu dengan yang lainnya harus rapat dan tidak terdapat
rongga-rongga agar adukan beton tidak merembes keluar mal.
Pemasangan bekisting dilakukan setelah pemasangan tulangan untuk balok, bekisting
tersebut sudah dirangkai sesuai dengan ukuran dan dimensinya, bekisting terbuat
dari triplex.

Sebelum pemasangan bekisting terlebih dulu diikat batu tahu (beton decking) pada
tulangan untuk menjaga ketebalan selimut beton sesuai dengan yang diinginkan.
Dimensi beton decking adalah sebesar 6 x 6 x 2,5 cm.

24 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


c. Pekerjaan Pengecoran

Contoh gambar : Pekerjaan pengecoran

Pekerjaan pengecoran balok harus dilakukan setelah pekerjaan pemasangan


bekisting selesai. Sebelum pekerjaan pengecoran dilakukan, bekesting terlebih dahulu
dilapisi dengan oli bekas/minyak bekesting, oli tersebut berfungsi untuk melapisi
bagian dalam bekisting agar setelah beton mongering dapat dibuka dengan mudah
dan untuk melindungi bekisting supaya tahan lama.

Untuk perbandingan campuran yang digunakan dalam pekerjaan pengecoran ring


balk sesuai dengan yang diisyaratkan dan petunjuk Direksi. Hasil adukan semen
terlihat bagus namun terkadang terlihat agak encer, hal itu sangat tidak baik untuk
suatu kontruksi, pengecoran ring balk harus dilakukan 3 lapisan dengan beberapa
dengan menggunakan mesin getar untuk hasil yang lebih baik, apabila dilakukan
dengan 1 lapisan saja akan mengakibatkan kerikil menumpuk disisi bawah struktur
tersebut dan bisa melemahkan struktur.

Peralatan yang digunakan adalah kereta sorong, molen, ember, ruskam, sendok
spesi, skop, mesin getar (Vibro), dan alat bantu lainnya yang mendukung untuk
campuran agregat dipesan dari toko terdekat, sedangkan bahan yang digunakan
pasir, semen, kerikil dan air. Tenaga kerja yang dibutuhkan pada pekerjaan struktur
ini adalah :
1. Mandor 1 orang
2. Kepala Tukang Batu 1 orang
3. Tukang Batu 2 orang
4. Pekerja 10 orang
Pelaksanaan pekerjaan pengecoran dilapangan dilakukan sebanyak 10 pekerja, yang
2 orang menyiapkan campuran beton dengan menggunakan molen, 1 orang yang

25 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


menyiapkan campuran beton dari molen ke gerobak sorong, 4 orang yang membawa
hasil campuran, 2 orang melakukan pengecoran dan 1 orang menggetarkan struktur.
Pengecoran dilakukan dari atas bekisting dengan 3 lapisan pengecoran dan
digetarkan dengan menggunakan vibro.

6. Pekerjaan Rabat Beton


Metode Pelaksanaan:
Langkah kerja pekerjaan rabat beton lantai adalah :
a. Bahan yang digunakan untuk mencampur beton, harus memenuhi spesifikasi dan
ketentuan.
b. Untuk pekerjaan struktur beton yang digunakan beton campuran 1 : 2 : 3,
dengan tebal 15 cm
c. Permukaan rabat dibuat halus.

7. Pekerjaan Tangga Beton


 Dalam pelaksanaan ini posisi tangga harus di setting dengan cara mengukur tinggi
dan lebar tangga serta jumlah anak tangga.
 Begisting tangga disiapkan dengan ukuran sesuai gamber kerja.
 Pembesian dirakit diatas begisting dengan ukuran dan dimensi pembesian yang
sesuai dengan gambar kerja.
 Setelah selesai perakitan, pengecoran dilakukan bersamaan dengan balok lantai 2
supaya menyatu. Pengecoran periksa oleh konsultan pengawas dilakukan
pengecoran dengan menggunakan mesin molen atau dengan menggunakan ready
mix, dengan mutu beton sesuai dengan spesifikasi teknis.

26 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


E. PEKERJAAN KONSTRUKSI BAJA

Semua material untuk konstruksi baja harus menggunakan baja


yang baru danmerupakan "Hot rolled structural steel" dan memenuhi mutu baja
ST 37 (PPBBI-83 ) atau ASTM A 36 atau SS 41 ( JIS. U 3101-1970 ).

Semua pekerjaan baja harus disimpan rapih dan ditaruh diatas alas papan.
Seluruh pekerjaan baja setelah selesai difabrikasi harus dibersihkan dari
karat dengan mechanical Wire Brush, kecuali untuk bagian-bagian/tempat-tempat
yang sulit dapat digunakan sikat baja kemudian dicat dengan cat primer 1 (satu)
kalidengan cat ICI Green Primer R 540 - 157 dengan ketebalan minimum 35
micron.

Syarat-syarat Pelaksanaan

a. Gambar Kerja

Sebelum fabrikasi dimulai, Kontraktor harus membuat gambar-gambar kerja yang


diperlukan dan mengirim 3 ( tiga ) copy gambar kerja untuk disetujui Pemberi
Tugas. Bilamana disetujui, 1 (satu) set gambar akan dikembalikan kepada Kontraktor
untuk dapat dimulai pekerjaan fabrikasinya. Walaupun semua gambar kerja telah
disetujui oleh Pemberi Tugas, tidaklah berarti mengurangi tanggung jawab
Kontraktor bilamana terdapat kesalahan atau kekeliruan dalam gambar kerja
tersebut. Dan tanggung jawab atas ketepatan ukuran-ukuran selama erection tetap
ada pada Kontraktor. Pengukuran dengan skala dalam gambar tidak diperkenankan.

b. Pengelasan

Pengelasan harus dilaksanakan sesuai AWS atau AISC specification, baru dapat
dilaksanakan dengan seijin Pemberi Tugas, dan menggunakan mesin las listrik. Las
yang dipakai adalah harus merk "Kobesteel" atau yang setaraf.

Kontraktor harus menyediakan tukang las yang berpengalaman dengan hasil


pengalaman yang baik dalam melaksanakan konstruksi baja-baja ber tingkat.
Permukaan bagian yang akan dilas harus dibersihkan dari cat, minyak, karat
dan bekas-bekas potongan api yang kasar.

Bekas potongan api harus digurinda dengan rata. Kerak bekas pengelasan
harus dibersihkan dan disikat.

27 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


Metode pengelasan harus dilakukan sedemikian rupa sehingga tidak timbul distorsi

pada elemen konstruksi baja yang dilas. Pada pekerjaan las dimana terjadi banyak
lapisan las ( pengelasan lebihdari satu kali ), maka sebelum dilakukan pengelasan
berikutnya lapisan terdahulu harus dibersihkan dahulu dari kerak- kerak las / slag
danpercikan-percikan logam yang ada.

Tebal las pada sekali pengelasan maximum 7 mm. Lapisan las yang berpori-pori atau
retak atau rusak harus dibuang samasekali. Bila ditemukan hal-hal yang meragukan,
maka bagian tersebut harus diuji sesuai dengan standard AWS D1.0. Dan bila ada
kerusakan maka segala macam biaya yang menyangkut perbaikan harus dtanggung
oleh Kontraktor. Pemeriksaan dengan ultrasonik untuk las dan teknik serta standard
yang dipakai harus sesuai dengan AWS D 1.0. atau harus sesuai dengan persyaratan
ASTM E114 - 75 ; Ultrasonic Contact Examination or Weldmends : E273-68:
Ultrasonic Inspection of Longitudinal and Spiral Weldsof Welded Pipe and Tubing
1974.

Cara pemeriksaan dengan "Particle Magnetic" harus sesuai dengan ASTME109. Cara
pemeriksaan dengan "liquid Penetrant" harus sesuai dengan ASTME109. Semua
lokasi pengujian harus dipilih oleh Pemberi Tugas.

Seluruh biaya yang berhubungan dengan pengujian bahan/las dan sebagainya,


menjadi tanggung jawab Kontraktor.

c. Baud Pengikat

Lubang-lubang baut harus benar-benar tepat dan sesuai dengan diameternya.


Kontraktor tidak boleh merubah atau membuat lubang baru dilapangan tanpa
seijin Pemberi Tugas. Pembuatan lubang baut harus memakai bor. Untuk
konstruksi yang tipis, maksimum 10 mm, boleh memakai mesin pons. Membuat
lubang baut dengan api sama sekali tidak diperkenankan.

Baut penyambung harus berkwalitas baik dan baru. Diameter baut, panjang ulir
harus sesuai dengan yang diperlukan. Mutu baut yang digunakan adalah Baut
Hitam HTB, kecuali ditentukan lain dalam gambar. Lubang baut dibuat maksimum
2 mm. lebih besar dari diameter baut. Pemasangan dan pengencangan baut
harus dikerjakan sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan momen torsi
yang berlebihan pada baut yang akan mengurangi kekuatan baut itu sendiri.

28 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


Untuk itu diharuskan menggunakan pengencang baut yang khusus dengan
momen torsi yang sesuai dengan buku petunjuk untuk pengencangan masing-
masing baut. Panjang baut harus sedemikian rupa, sehingga setelah
dikencangkan masih dapat paling sedikit 4 ulir yang menonjol pada permukaan,
tanpa menimbulkan kerusakan pada ulir baut tersebut. Baut harus dilengkapi
dengan 2 ring, masing-masing 1 buah pada kedua sisinya. Untuk menjamin
pengencangan baut yang dikehendaki, maka baut-baut yang sudah dikencangkan
harus diberi tanda dengan cat, guna menghindari adanya baut yang tidak dapat
dikencangkan.

d. Pemotongan Besi

Semua bekas pemotongan besi harus rapih dan rata. Pemotongannya hanya boleh
dilaksanakan dengan brander atau gergaji besi. Pemotongan dengan mesin las
sekali- kali tidak diperkenankan.

e. Penyimpanan Material

Semua material harus disimpan rapi dan diletakkan diatas papan atau balok-balok
kayu untuk menghindari kontak langsung dengan permukaan tanah, sehingga
tidak merusak material. Dalam penumpukan material harus dijaga agar tidak
rusak, bengkok.

Kontraktor harus memberitahukan terlebih dahulu setiap akan ada pengiriman


dari pabrik ke lapangan, guna pengecekan Pemberi Tugas. Penempatan
elemen konstruksi baja dilapangan harus ditempat yangkering / cukup terlindung,
sehingga tidak merusak elemen-elemen tersebut. Pemberi Tugas berhak untuk
menolak elemen-elemen konstruksi baja yang rusak karena salah penempatan
atau rusak.

f. Eriction

Sebelum erection dimulai, Kontraktor harus memeriksa kembali kedudukan angker-


angker baja dan memberitahukan kepada Pemberi Tugas metode dan urutan
pelaksanaan erection. Perhatian khusus dalam pemasangan angker-angker untuk
kolom dimana jarak-jarak / kedudukan angker-angker harus tetap dan akurat untuk
mencegah ketidak cocokan dalam erection, untuk ini harus dijaga agar selama

29 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


pengecoran angker-angker tersebut tidak bergeser, misalnya dengan mengelas pada
tulangan pile cap.

Kontraktor bertanggung jawab atas keselamatan pekerja-pekerjanya


dilapangan. Untuk ini Kontraktor harus menyediakan ikat pinggang pengaman,
safety helmet, sarung tangan dan pemadam kebakaran. Pelaksanaan erection ini
harus dikepalai oleh seorang yang benar-benar ahli dan berpengalaman dalam
erection konstruksi baja bertingkat guna mencegah hal-hal yang tidak
menguntungkan bagi struktur. Kegagalan dalam erection ini menjadi tanggung
jawab Kontraktor sepenuhnya, oleh sebab itu Kontraktor diminta untuk
memberi perhatian khusus pada masalah erection ini. Semua pelat-pelat atau
elemen yang rusak setelah fabrikasi, tidak akan diperbolehkan dipakai untuk
erection. Untuk pekerjaan erection dilapangan, Kontraktor harus menyediakan
tenaga ahli dalam bidang konstruksi baja yang senantiasa mengawasi dan
bertanggung jawab atas pekerjaan erection. Tenaga ahli untuk mengawasi pekerjaan
erection tersebut harus mendapat persetujuan Pemberi Tugas. Penempatan
konstruksi baja dilapangan harus diatur sedemikian rupa sehingga memudahkan
pekerjaan erection. Kontraktor harus memberitahukan Pemberi Tugas sebelum
pengiriman konstruksi baja dan menjamin bahwa setelah dilapangan, konstruksi baja
tersebut tetap tidak rusak dan kotor. Bilamana ternyata yang dikirim rusak dan
bengkok, Kontraktor harus mengganti yang baru.

Setelah Erection selesai maka konstruksi baja dicat primer lagi dengan typecat
ICI.Green Primer R 540 - 157 setebal 35 micron.

g. Pengecatan

Pengecatan akhir dilakukan 2 (dua) kali dengan cat kualitas baik masing-masing
setebal 30 micron. Pengecatan akhir ini dilakukan setelah cat primer kedua betul-
betul kering.

h. Pasangan Rangka Atap Baja Ringan

Untuk pasangan rangka kaso baja ringan dipasang dengan jarak per-50 cm,
sedangkan untuk pasangan reng baja ringan dipasang dengan jarak sesuai model
penutup atap yang akan dipakai.

30 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


i. Kolom WF

Contoh gambar : Pekerjaan kolom WF

Kolom-kolom utama bangunan terbuat dari profil baja WF 250.125 yang telah
digalvanisasi/Zinc Chromate paiting Coating terlebih dahulu di pabrik. Kolom-kolom
WF yang didatangkan ke lokasi pekerjaan harus dalam keadaan baik dan sebelum
dipasang harus diperiksa/disetujui oleh Direksi/ Pengawas.

Kolom profil WF dipasang dan diangkur langsung ke posisi tumpuannya atau pelat
lantai yang sebelumnya telah diberi baut-baut angkur diameter 16 mm pada saat
pekerjaan lantai dan pondasi. Hubungan antara permukaan bawah kolom dan pelat
lantai dilapisi dengan pelat tumpu dari baja dengan ketebalan 2 cm.

Hubungan plat baja dengan kolom dilakukan dengan sambungan las sudut setebal 10
mm. Pekerjaan ini harus dilakukan seteliti mungkin dan kolom yang dipasang harus
benar-benar tegak lurus terhadap sumbu horizontal dan pekerjan yang telah selesai
harus diperiksa/disetujui oleh Direksi/Pengawas.

Sambungan-sambungan yang menggunakan las sudut setebal 10 mm harus


dilakukan di pabrik dan digalvanisasi/ Zinc Chromate painting Coating . Kolom profil
baja harus dihubungkan dengan kuat ke tumpuannya dengan baut angkur sehingga
tidak terlepas ketika menahan beban tarik serta beban horizontal yang besar

31 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


(gempa). Panjang ekor baut angkur yang muncul ke permukaan setelah perakitan
kolom WF dengan plat tumpu tidak boleh kurang (minimal) 2 cm.

Cara-cara penyambungan harus mengikuti prinsip pendetailan yang ditunjukkan


dalam Gambar bastek atau sesuai dengan petunjuk Direksi/ Pengawas. Kontraktor
bertanggungjawab terhadap pekerjaan digalvanisasi yang dilakukan oleh pabrik
terhadap kolom-kolom profil baja. Toleransi-toleransi terhadap ketebalan galvanisasi
diijinkan untuk alasan bahwa hal tersebut diperlukan agar supaya konstruksi rangka
yang akan dirakit di lokasi pekerjaan benar-benar tepat dan benar pengerjaannya
seperti prinsip-prinsip pendetailan dalam Gambar Rencana.

j. Balok WF

Contoh gambar : Pekerjaan balok WF

Balok-balok penghubung antar kolom terbuat dari profil baja berbentuk WF.
Balok-balok harus dalam kondisi baik ketika didatangkan ke lapangan dan telah
digalvanisasi oleh pabrik. Sebelum digunakan balok profil baja ini harus diperiksa dan
mendapat persetujuan Direksi/Pengawas.

Balok profil baja dihubungkan ke kolom dengan menggunakan bantuan profil plat 10
mm dn plat buhun sembarang dengan ketebalan 10 mm yang juga dalam kondisi
digalvanisasi, hubungan keduanya mengunakan sambungan Las Sudut tebal 10 mm
dan alat sambung baut diameter 16 mm atau sesuai dengan Gambar Rencana.
Sambungan antara balok harus benar-benar kuat dan kaku.

32 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


Sambungan yang digunakan las sudut setebal 10 mm harus dilakukan di pabrik dan
digalvanisasi. Hasil pekerjaan balok-balok profil baja kerataannya dan kesesuaian
elevasinya harus dibuktikan denan pekerjaan waterpassing dan mendapat
persetujuan dari Direksi/Pengawas. Cara-cara penyambungan harus mengikuti prinsip
pendetailan yan ditunjukkan dalam Gambar Rencana atau sesuai dengan petunjuk
direksi/ pengawas.

Kontraktor bertanggung jawab terhadap pekerjaan galvanisasi, yang dilakukan oleh


pabrik terhadap balok-balok profil baja. Toleransi-toleransi terhadap ketebelan
galvanisasi, diijinkan untuk alasan bahwa hal tersebut diperlukan agar supaya
konstruksi rangka yang akan dirakit di lokasi pekerjaan benar-benar tepat dan benar
pengerjaannya seperti prinsip-prinsip pendetailan dalam Gambar Bastek.

F. PEKERJAAN PASANGAN
1. Pondasi batu kali

Contoh gambar : Pondasi batu kali

 Pondasi bangunan yang digunakan adalah pondasi batu kali / batu gunung yang
memenuhi persyaratan teknis atau sesuai keadaan dilapangan .
 Pasangan pondasi adalah dari batu kali, ukuran pondasi sesuai dengan gamba
rencana pondasi atau pondasi batu belah dengan perekat 1pc : 3kp : 10ps dan
kemudian diplester kasar , bagian bawah pondasi dipasang batu kosong
(aanstamping) tebal 20cm dengan sela-selanya disisi pasir urug, disiram air
sampai penuh dan ditumbuk hingga padat dan rata.
 Celah-celah yang besar antara batu diisi dengan batu kecil yang cocokpadatnya.
 Pasangan pondasi batu kali tidak saling bersentuhan dan selalu ada perekat
diantaranya hinga rapat.

33 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


 Pada pasangan batu kali sudah harus disiapkan anker besi untuk kolom,
kedalaman anker 30cm harus dicor dan panjang besi yang muncul
diatasnyaminimal 75 cm.
 Cor stek kolom dan rapikan kembali
 Setelah pasangan mengeras, tanah dapat diurug kembali
2. Pekerjaan Pasangan Batu Bata

Contoh gambar : Pasang dinding bata

a. Persiapan

 Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan pasang dinding ½

bata.
 Approval material yang akan digunakan.
 Persiapan lahan kerja.
 Persiapan material kerja, antara lain : bata, semen PC, pasir pasang dan air.

 Persiapan alat bantu kerja, antara lain : theodolith, water pass, meteran, benang,
unting-unting, profil, selang air, sendok semen, dll.

34 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


b. Pengukuran

 Pengukuran dengan menggunakan alat ukur  theodolith dan waterpass.


 Juru ukur (surveyor) menentukan dan menandai (marking) lokasi yang akan

dipasang batu bata termasuk titik-titik kolom praktis, as dinding, ketinggian


pasangan, siku ruangan dan ketebalan dinding.

c. Pelaksanaan pekerjaan pasang dinding bata ½ bata

 Pasangan bata biasa dengan menggunakan adukan 1PC:2Psr dan pasangan bata
transram menggunakan adukan 1PC : 1Psr.
 Sebelum bata dipasang terlebih dahulu direndam dalam air jenuh, agar air semen
adukan tidak terserap dalam bata yang mana akan mengakibatkan adukan mudah
rontok dan dan pasangan batu bata cukup kuat.
 Buat adukan untuk pasangan dinding bata.
 Pasang profil dan benang serta unting-unting untuk acuan pasangan dinding bata.
 Pasang dan susun bata pada area yang telah diberi tanda marking dengan
menggunakan perekat adukan.
 Pemasangan bata diikuti dengan pengecoran kolom praktis.
 Cek dan periksa kesikuan/kerataan pasangan bata pada setiap ketinggian 1m.
 Pekerjaan pasangan bata dihentikan pada ketinggian 1 m, setelah kolom praktis
dicor dan pasangan bata /kuat baru pekerjaan pemasangan bata dapat dilanjutkan
kembali.

3. Kolom praktis

35 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


Contoh gambar : Kolom praktis

 Pasang kolom praktis pada titik-titik persimpangan / sudut pada pasangan


 Focon (bor dasar lantai dengan bor listrik sedalam 5 cm sebelum besi kolom
praktis di pasang pada tempatnya)
 Beri spesi pada dasar besi kolom praktis yang berhubungan dengan lobang, bor
supaya besi kolom praktis tidak mudah bergerak dari tempatnya
 Pasang bekisting kolom praktis
 Aduk campuran cor kedalam bekisting kolom praktis dengan menggunakan ember
plastic, ratakan
 Biarkan cor mongering, buka bekisting (bila cor rusak)
 Tahap pertama cor dengan tinggi 2,10 meter

4. Plesteran dan acian dinding

Contoh gambar : Plesteran dan acian dinding

36 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


 Memasang benang pada ke empat sisi bidang dinding sesuai ketebalan yang di
kehendaki
 Membuat caplaan dari adukan ukuran 10 x 10 cm2 dengan potongan triplek 2 x 5
cm diatasnya sesuai ketebalan plesteran
 Membuat lajur kepalaan plesteran horizontal perbidang (sisi atas dan bawah)
dengan memperhatikan lot lokasi paling atas dan bawah dengan menyesuaikan
plesteran antar kepalaan 
 Buat kepalaan vertikal @1,5 m dari atas ke bawah dan biarkan +/- 24 jam (note :
siku 20.20.2 dapat dipakai sebagai kepalaan).
 Penyiraman dinding bata sebelum dilaksankan plesteran antara kepalaan.
 Kamprot dan ratakan dengan jidar allumunium dan biarkan mengering 3-4 hari

 Perataan permukaan plesteran dengan kasut dan jidar hingga halus dan rata
 Basahi permukaan plesteran dan aci permukaan plesteran hingga rata dan
menutup seluruh pori-pori plesteran
 Finishing dengan kasut besi dan kertas ex. Semen.
 Kondisi acian setelah kering digosokan dengan spon/busa agar halus dan rata
 Biarkan +/- 14 hari sebelum dicat agar pengaruh garam alkali hilang / berkurang.
(note : pengaruh garam alkali dapat mengakibatkan perubahan warna)               
 Jika ada tali air, maka marking jalurnya dan potong dengan menggunakan mesin
potong keramik /cutter
 Chipping dengan pahat dan palu jalur tali air yang telah dipotong dengan mesin
potong keramik   
 Laburkan acian dan ratakan / calbon dengan memakai kuas.                   
 Isi acian dan ratakan / padatkan dengan menggunakan raskam tali air / mal yang
ukurannya sesuai dengan ukuran tali ai

37 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


5. Pasang bouvenligh

Contoh gambar : Pasang bouvenligh

 Pada saat pemasangan dinding entah itu batu bata atau gypsum maka harus kita
persiapkan lobang kusen agar tidak perlu melakukan pembongkaran, ukuran
lobang disesuaikan dengan ukuran kusen ditambah 1 cm untuk tempat sealent.
 Lalu kita masukan kusen kedalam lobang, mengatur agar posisinya pas dengan
menggunakan alat beji, setelah posisi pas maka kita stel kelurusan kusen dengan
dinding, ketegakan dan kedataran sampai benar-benar bagus.
 Kita buat lobang untuk tempat skrup pada dinding melalui lobang kusen dengan
menggunakan alat bor, kemudian kita masukan fischer kedalam lobang bor yang
telah kita buat. lalu kita ambil obeng untuk mengencangkan fischer.
 Kita siapkan daun pintu atau jendela yang sudah dirangkai penuh, misalnya sudah
terpasang kaca dengan sempurna.
 Daun pintu atau jendela tersebut kita masukan ke lobang kusen, kemudian kita
pasang semua aksesorisnya seperti engsel, roda, rel, hendle, door closer dan yang
lainya.
 Kemudian kita lakukan finishing tembok dengan menggunakan bahan mortar/
semen dan sealent. pengisian dilakukan sampai tertutup semua celah antara
dinding dan kusen.
 Selama proses pelaksanaan pembangunan berlangsung maka rawan terjadi
goresan atau benturan sehingga terjadi kerusakan kusen. Oleh karena itu kita
buat pelindung dengan bahan isolaso plastik atau kertas.

6. Pintu PVC untuk toilet

38 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


Contoh gambar : Pintu PVC untuk toilet

 Hal yang perlu dipersiapkan adalah membuat sponning pintu yang telah dibuat
dengan keramik
 Setelah sponning pintu berbahan keramik selesai dibuat, kita dapat melakukan
pengukuran lebar dan tinggi sponning pintu keramik tersebut (artinya didapat
ukuran area sponning untuk pintu PVC)
 Berdasarkan ukuran sponning pintu tersebut, kita dapat melakukan pemesanan
pintu PVC pada toko, dengan memberitahukan ukuran sponning pintu tersebut
 Pada umumnya ukuran pintu PVC yang dibuat nanti akan lebih kecil (lebih kurang)
1 cm dari ukuran sponning tersebut, tergantung dari jenis engsel dan sistem
pemasangan engsel tersebut. Ini tujuannya agar tercipta space (jarak) antara
pintu PVC dengan sponning pintu berbahan keramik tersebut.
 Setelah pintu PVC datang ke lokasi pekerjaan, maka selanjutnya memasang kedua
engsel pada daun pintu terlebih dahulu (ini dapat dilakukan didaerah “bebas”).
 Daun Pintu PVC yang telah terpasang Engsel 2 buah tadi diletakkan pada posisi
sponning pintu keramik kamar mandi, dipas-kan keempat sisinya (atas, bawah,
kiri, kanan). Lalu dengan menggunakan pensil/spidol, kita tandai posisi engsel di
sponning keramik tersebut, berikut dengan posisi Lubang Sekrup Engselnya.
 Untuk penyekrupan Engsel pada dinding keramik sebaiknya menggunakan Sekrup
dan Fisher (6mm). Caranya dinding keramik terlebih dahulu dibor dengan
menggunakan Mesin Bor (memakai mata bor beton ukuran 6mm). Dibor tepat
pada titik lubang engsel yang telah kita tandai selanjutnya. Setelah dibor,
masukkan Fisher 6 mm tersebut kedalam lubang tersebut.

39 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


 Gantungkan (pasang) Daun Pintu PVC pada posisi kembali, dan lakukan
penyekrupan pada semua lubang engsel
 Lakukan pemasang Gerendel pada Pintu bagian dalam Kamar Mandi, juga dengan
sekrup yang menggunakan Fisher.

7. Pasang keramik lantai dan dinding keramik toilet

Contoh gambar : Pasang keramik lantai dan dinding keramik toilet


Sebelum memasang keramik kamar mandi ada beberapa hal yang harus diperhatikan
adalah :

40 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


 Dinding kamar mandi harus tegak lurus.
 Jenis keramik dinding harus berbeda dengan lantainya, terutama dalam hal tingkat
kehalusan permukaannya. Keramik lantai kamar mandi harus dipilih yang memiliki
permukaan kasar,sedangkan untuk keramik dinding sebaiknya memiliki permukaan
yang halus dan mengkilap sehingga mudah dibersihkan.
 Lantai kamar mandi harus memiliki kemiringan yang cukup agar air mandi tidak
menggenang dan langsung mengalir ke lubang saluran pembuangan air.
 Tata letak perlengkapan kamar mandi seperti kloset, saluran air bersih (keran,
shower dan sebagainya), tempat sabun, gantungan handuk, bak kamar mandi jika
ada.
Tahapan pemasangan hampir sama dengan cara memasang keramik lantai.
Perbedaannya adalah pasangan dinding, dan kemiringan lantai kamar mandi.

 Persiapkanlah alat kerja antara lain meteran ukur, palu, palu keramik, benang, lot,
selang ukur, ember plastik, alat pemotong keramik (misalnya: angel grinder),
sekop dan cangkul, benang.
 Rendam keramik yang akan dipasang selama kurang lebih 2 jam kedalam air.
Pisahkan antara keramik dinding dengan keramik lantai kamar mandi.
 Ukur ruangan kamar mandi baik tingginya maupun lebar ruangan. Setiap ukuran
lebar dinding kamar mandi dibagi menjadi dua, sehingga diperoleh garis
tengahnya. Hal ini bertujuan agar pembagian ukuran keramik sebelah kanan dan
sebelah kiri menjadi sama, dan dinding keramik terlihat simetris.
 Siapkan semua pipa saluran air bersih sebelum dilakukan pemasangan keramik.
Tentukan posisi keran air, baik keran shower maupun keran bak mandi. Semua
pipa air bersih harus ditanam ke dalam plesteran sehingga tidak terlihat di
permukaan keramik. Setiap sambungan pipa harus dilem dengan baik.
 Untuk kamar mandi, lakukan pemasangan dinding terlebih dahulu. Pasangkan
benang sebagai patokan, buat dinding menjadi tegak lurus dengan menggunakan
alat penegak lurus (lot). Ukur berapa tinggi pasangan keramik, lakukan
pengukuran dengan menggunakan selang kecil yang diisi air, sehingga ketinggian
setiap sudut menjadi sama.
 Siapkan adukan seman dan pasir dengan perbandingan 1:2 kemudian dibasahi
dengan air.Pasang satu persatu keramik dinding dimulai dari bagian bawah
kemudian ke atas. Caranya oleskan adukan di permukaan bagian bawah keramik,
lalu tempelkan keramik di permukaan dinding, pukul dengan palu karet. Lakukan

41 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


cara ini satu persatu sampai semua keramik dinding terpasang. Pada bagian
sudut, biasanya ukuran keramik lebih kecil, maka keramik harus dipotong terlebih
dahulu sesuai dengan ukuran sudut yang akan dipasang. Gunakan alat potong
keramik berupa angel grinder, lakukan dengan hati-hati.
 Sedikit perbedaan cara memasang keramik dinding dengan lantai yang perlu Anda
ketahui yaitu jika memasang keramik lantai, adukan semen dan pasir diletakkan
terlebih dahulu di lantai kemudian disiram dengan cairan semen sebagai
pelengketnya. Sedangkan adukan keramik dinding diletakkan dipermukaan bawah
keramik sekaligus sebagai perekat ke dinding yang akan dipasang keramik.
 Setelah semua bagian dinding kamar mandi selesai dipasang, tahap selanjutnya
adalah memasang keramik lantainya. Jika ukuran lebar keramik lantai sama
dengan keramik dinding, usahakan agar sisi keramik lantai bertemu dengan sisi
keramik dinding, sehingga nat keramik saling bertemu.
 Pemasangan keramik lantai kamar mandi juga hampir sama dengan cara
memasang keramik lantai rumah, bedanya adalah  keramik lantai harus memiliki
kemiringan ke arah lubang pembuangan air mandi. Hak ini dimaksudkan agar air
pembuangan mandi tidak menggenang dan mengalir dengan lancar ke saluran
pembuangan air kotor.
 Jika semua keramik telah dipasang, tahap selanjutnya adalah mengisi nat keramik.
Pilih warna nat yang sesuai dengan warna keramik. Gunakan potongan karet
untuk memasukkan nat, pastikan semua bagian yang berubang terisi penuh
dengan naat, kemudian dibersihkan menggunakan lap.

8. Pekerjaan Plafond

Contoh gambar : Pekerjaan Plafond

42 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


Material utama plafond adalah Gypsum Board ukuran standard 1200 mm x 2400 mm,
tebal 6 mm dengan warna dasar putih. Gypsum Board adalah hasil produksi pabrik
dengan kualitas terbaik dan harus mempunyai merk dagang. Gypsum Board yang
didatangkan kelokasi pekerjaan tidak boleh dalam keadaan cacat dan rusak.

List profil gypsum adalah dari ukuran minimal 9,5/15 cm dengan warna dasar putih.
List profil gypsum adalah dari bahan yang sama dengan plafond gypsum board. List
profil gypsum yang didatangkan kelokasi pekerjaan tidak boleh dalam keadaan cacat
atau rusak.

Rangka plafond adalah hollow Putih 4/4 cm, tebal 0.8 mm. Penggunaan rangka
plafond dengan material baja ringan anti karat harus dengan persetujuan Konsultan
Supervisi. Cara pemasangan rangka plafond sesuai dengan denah rangka plafond
Gambar Rencana atau sesuai petunjuk Konsultan Supervisi. Rangka plafond harus
digantung pada konstruksi kuda-kuda atau pada plat lantai beton bertulang atau
balok lantai dengan alat gantung besi diameter 8 mm yang dijangkarkan dengan baut
atau sesuai dengan Gambar Rencana. Setiap 2 m2 luas plafond harus dipasang
minimal 4 pengantung plafond.

Pemasangan Plafond Gypsum Board dilakukan langsung pada rangka plafond hollow
Putih 4/4 cm, tebal 0.8 mm dengan alat sambung paku plafond. Celah-celah yang
terjadi akibat pemasangan harus dirapikan dengan dempul Gypsum dan Stiker
Gypsum untuk menghindari penampakan sambungan. Pada sudut-sudut ruangan
dipasang list profil gypsum ukuran 9,5/15 cm. Cara pemasangan harus mengikuti
denah rangka plafond yang ada dalam Gambar Rencana. Hasil pemasangan plafond
harus menghasilkan permukaan akhir yang rata dan tidak melendut.

Plafond yang telah selesai dipasang kalau terpasak dibongkar karena alasan tertentu
tidak boleh dipotong sembarangan tetapi harus dibongkar perlembar standardnya
pada posisi penjangkaranya pada rangka plafond dan hal ini harus disetujui oleh
Konsultan supervisi. Harus ada koordinasi yang baik antara pekerjaan plafond dengan
pekerjaan instalasi listrik, instalasi air bersih, dan instalasi air kotor sehingga plafond
yang telah dipasang tidak dibongkar kembali.

43 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


9. Pasang batu tempel

Contoh gambar : Pekerjaan Pemasangan Batu Tempel

a. Persiapkan material.

Yang dibutuhkan adalah paku (biasanya paku beton) dan tali untuk acuan atau
istilahnya tarik benang, supaya dalam pemasangan batu alamnya nanti hasilnya
rapi dan siku. Semen dan pasir sebagai perekat, pelapis/coating untuk menjaga
penampilan permukaan batu alam agar tidak berlumut dan kusam. Dan tidak lupa,
batu alamnya itu sendiri.

Gambar : Keramik disamping adalah acuannya

44 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


Gambar : Setelah diberi tanda, baru dipotong sisinya

Gambar : Hasilnya batu alam dengan sisi yang siku


b. Persiapkan lokasi kerja.

Untuk tembok yang masih baru atau belum diaci, bisa langsung tarik benang dan
lanjut ke pemasangan. Tetapi untuk tembok yang sudah jadi dan dicat seperti ini
maka temboknya harus dibobok terlebih dahulu atau dirusak/dibuat cacat.

Gambar : Tembok yang akan dipasang batu alam


45 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE
Hal ini supaya adukan semen nanti bisa menempel / menyatu dengan baik dengan
lapisan semen sebelumnya. Karena sebenarnya sifat cat dan semen tidak senyawa
atau menempel dengan baik.

c. Tarik benang sebagai acuan.

Ambil salah satu sisi yang siku untuk awal pemasangan, jadi batu alam yang utuh
mulai dipasang dari sana. Jangan lupa basahi dulu tembok sebelumnya, agar lapisan
semennya agak lembab dan lunak sehingga bisa menyatu dengan lapisan semen
yang baru.

Gambar : Paku acuan bagian atas

Gambar : Paku acuan bagian atas

d. Pemasangan.

46 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


Untuk pemasangan maju mundur maka pemasangan dimulai dari bawah ke atas.
Agar batu alam tidak merosot ke bawah, maka harus diberi pengganjal.

Gambar : Awal pemasangan batu alam

Gambar : Diberi pengganjal

Cara pemasangannya kurang lebih sama dengan cara pasang keramik. Setelah diberi
lapisan semen pada bagian belakang, batu alam lalu diletakkan pada posisinya dan
diketuk-ketuk dengan palu agar lapisan semennya menyebar dan menjadi
padat/mengisi ruang kosong di belakang batu alam tersebut.

47 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


Gambar : Batu alam diberi adukan semen pasir

Gambar : Disesuaikan tinggi permukaannya, seberapa maju yang diinginkan

Gambar : Diketuk-ketuk dengan palu agar sesuai tinggi permukaannya

48 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


Gambar : Bersihkan sisa semen yang keluar

Gambar : Agar cepat kering, diberi bubuk semen untuk menyerap kadar air pada
adukan

Pada proses ini biasanya ada semen yang berlebih dan keluar melalui sisi samping
keramik,cukup bersihkan kelebihan semen ini dengan menggunakan kuas dan air.
Batu alam lebih rentan daripada keramik karena pori-porinya lebih besar. Maka
itulah, harus rajin-rajin dibersihkan agar tidak ada sisa semen yang meninggalkan
noda nantinya.

Gambar : Bersihkan permukaannya dari sisa semen

49 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


Gambar : Jangan lupa bagian sisinya juga
e. Berikan pelapis atau coating.

Setelah selesai dipasang dan jika permukaan batu alam sudah agak kering, bisa
langsung dilapisi dengan cairan pelapis atau coating dengan kuas. Jika prosesnya
memakan waktu lebih dari 1 hari dan dalam kondisi hujan maka tutupi batu alam
yang sudah terpasang tersebut dengan terpal agar air tidak dapat masuk dan
membasahi lapisan semen lagi. Jika tidak, hal ini bisa menyebabkan lapisan semen
lama mengering dan batu alam bisa lepas dari posisinya. Bisa juga membuat
penampilan batu alam menjadi kotor karena adanya semen yang merembes keluar
terbawa oleh air. Biasanya pelapisan diberikan sebanyak 3 kali agar lebih bagus
hasilnya dan tahan lama.

G. PEKERJAAN PENGECATAN
1. Cat Dinding

Contoh gambar : Pekerjaan Pengecatan Dinding Dalam dan Luar

50 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


a. Persiapan

 Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan cat dinding.


 Approval material yang akan digunakan.
 Persiapan lahan kerja.
 Persiapan material kerja, antara lain : cat dinding emultion, plamir dinding, sealer,
alkali (anti jamur), ampelas, air , dll.
 Persiapan alat bantu kerja, antara lain : steiger, roll, bak rool, kuas, kape, dll.

Contoh gambar : Pekerjaan cat dinding


b. Pekerjaan pengecatan

 Aplikasi pengecatan dengan menggunakan roll dan untuk bagian sudut


menggunakan kuas.
 Pastikan dahulu permukaan dinding dalam keadaan kering tidak lembab.
 Proteksi area kerja dengan plastic terutama untuk menghindari tumpahan cat.

 Permukaan dinding dibersihkan dahulu sebelum di cat, yaitu dengan diampelas, 


sikat kawat atau gurinda jenis mangkok (bila ada plesteran + aci yang tidak rata).
 Setelah permukaan dinding bersih, diberi lapisan plamir dinding supaya pori-
pori/lubang-lubang kecil dan retak-retak halus tertutup.
 Setelah plamir kering, permukaan dinding diampelas lagi agar mendapatkan
permukaan yang bersih/halus.
 Selanjutnya permukaan dinding diberi lapisan dasar sealer (untuk pengikat cat).
Apabila setelah disealer timbul retak rambut, maka dilakukan plamir ulang dan
diampelas.

51 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


 Untuk dinding luar terlebih dahulu diberi lapisan alkali untuk anti jamur/lumut.

Kemudian dilakukan pengecatan finish untuk dinding minimal 2 (dua) lapis dengan
menggunakan cat dinding emultion.
 Pengulangan cat dilakukan setelah lapisan cat sebelumnya telah kering

2. Cat Plafond

Contoh gambar : Pekerjaan Cat Plafond

a. Pekerjaan Persiapan
 Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan cat plafond gypsum
dan GRC.
 Approval material yang akan digunakan.
 Persiapan lahan kerja.
 Persiapan material kerja, antara lain : cat setara Vinilex, sealer dan air.
 Persiapan alat bantu kerja, antara lain : schafolding, roll, bak rool, kuas dan
ampelas
b. Pelaksanaan pekerjaan pengecatan plafond gypsum dan GRC

 Pastikan permukaan plafond gypsum dan GRC sudah dalam keadaan rata.
 Proteksi area kerja dengan plastic terutama pada bagian lantai dan pintu/jendela

untuk menghindari tumpahan cat.


 Permukaan plafond dibersihkan dahulu dari debu dan kotoran dengan diampelas.

 Kemudian permukaan plafond diberi lapisan dasar sealer (untuk pengikat cat).

52 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


 Setelah diberi lapisan sealer, dilakukan pengecatan finish untuk permukaan

plafond minimal 2 (dua) lapis dengan menggunakan jenis cat emultion.


 Pengulangan cat dilakukan setelah lapisan cat sebelumnya telah kering.

3. Cat Kayu

Bahan untuk finishing kusen, pintu dan jendela bagian dalam memakai finishing
melamik ex. Propan raya atau setara.
Bahan untuk finishing bagian luar memakai finishing melamik Polyurethane agar
tahan air dan tahansinar ultra violet.
 Pengerjaan
 Pekerjaan melamik ini untuk finishing :
- Kosen, daun pintu, dan daun jendela.
- Lapisan lantai papan kayu dan papan tangga
- Railing kayu
- Dinding lambrisering kayu
- Plafond lambris kayu
- Dan pekerjaan lainnya sesuai gambar dan perincian biaya pekerjaan.
 Sebelum pekerjaan dimulai, mengajukan contoh warna melamik kepada
Manajemen Konstruksi/Pengawas/Perencana untuk disetujui dan membuat mock-
up di proyek.
 Pekerjaan finishing melamik dikerjakan oleh Sub Pihak Kami yang ahli dalam
pengerjaan melamik.
 Hasil pengerjaan rapih, rata dan sama warnanya.

4. Cat Lisplank

Bahan untuk finishing listplank atap memakai finishing cat minyak ex. Glotek / setara.
Pengerjaan :
 Sebelum pekerjaan dimulai, mengajukan contoh warna kepada Manajemen
Konstruksi/Pengawas/Perencanauntuk disetujui dan membuat mock-up di proyek.

53 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


 Pekerjaan finishing listplank atap dikerjakan oleh Sub yang ahli dalam pengerjaan
melamik.
 Hasil pengerjaan rapih, rata dan sama warnanya.

H. PEKERJAAN FINISHING
1. Pembuatan Meja Beton

Contoh gambar : Pekerjaan pembuatan meja beton

a. Persiapan

 Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan meja beton.


 Approval material yang akan digunakan.

 Persiapan lahan kerja.


 Persiapan material kerja, antara lain : multiplek, kaso, besi beton, kawat beton,

paku, semen PC, split, pasir, air, dll.


 Persiapan alat bantu kerja, antara lain : waterpass, meteran, selang air,  raskam,

benang, gergaji, dll

b. Pengukuran

 Lebih dahulu juru ukur menentukan dan menandai pada bagian area yang akan
dibuat meja beton.

54 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


c. Pelaksanaan pekerjaan meja beton

 Pasang bata yang elevasinya disesuaikan dengan tinggi meja dapur.


 Pasang bekesting multiplek dan diberi perkuatan dengan kaso. Beri lubang pada

bekesting untuk sparing penempatan alat sanitair.


 Bekesting untuk plat untuk meja beton dibuat dengan ketebalan 10 cm.

 Fabrikasi besi beton dengan perkuatan kawat beton.


 Letakkan besi beton yang sudah difabrikasi diatas bekesting. Apabila diperlukan,

pasang stek besi pada bagian dinding.


 Pasang beton decking sesuai dengan kebutuhan.

 Cek elevasi dan kerataan meja beton sebelum di cor.


 Setelah bekesting dan pembesian siap, tuang adukan beton cor kedalam bekesting

secara merata dan dipadatkan.

2. Pasang keramik lantai uk.40x40 cm

Contoh gambar : Pasang keramik lantai uk.40x40 cm

Lingkup pekerjaan mulai dari penyediaan bahan dan bahan perekat, persiapan /
pembersihan lantai yang akan dipasang serta pemasangan pada lantai yang
sesuai dengan yang tertera pada gambar rencana.
Pada lantai dipasang keramik ukuran 40 x 40 cm.
Metode Pelaksanaan:
Langkah kerja pekerjaan lantai keramik ini adalah :
a. Sebelum pemasangan lantai, lantai dasar harus sudah rata, sesuai peil
perencanaan dan harus mempunyai kemiringan sesuai yang dikehendaki.

55 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


b. Pemasangan keramik lantai dilaksanakan sedemikian rupa hingga
menghasilkan permukaan lantai yang rata, tidak bergelombang.
c. Pemasangan keramik dengan bahan merekat adukan semen pasir (1 : 3)
setebal minimal 2.5 cm dan siar (naat) maksimum 2 mm diisi bahan khusus
setaraf ibagrout dengan warna yang sesuai dengan warna dasar
keramiknya.
d. Setelah siar-siar, saluran permukaan keramik segera dibersihkan sebelum
sisa-sisa semen warna mengeras.

3. Pekerjaan Kusen Pintu Jendela dan Daun Pintu Jendela

Contoh gambar : Pintu dan Jendela

Untuk meletakkan daun pintu atau daun jendela pada dinding, dipasang rangka yang
disebut Kusen, kusen untuk tempat tinggal terbuat dari kayu atau logam. Kusen kayu
memberikan penampilan yang hangat dan indah dari tampilan tekstur serat-serat
kayu yang dimilikinya, mempunyai nilai penyekat panas yang baik dan pada
umumnya tahan terhadap pengaruh cuaca. Rangka jenis ini dapat berupa produk
pabrik  yang telah diselesaikan dengan pelapisan cat, pewarnaan atau masih berupa
kayu asli tanpa pelapisan. Kusen dari bahan logam berbeda dari kayu,Kusen logam
dapat terbuat dari alumunium, baja atau baja tak berkarat (stainless-steel), warna
alami logam dapat ditutup dengan lapisan cat dan dirawat  engan baik untuk
mencegah korosi.

56 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


Bagian-Bagian Kusen Kusen terdiri atas :

1. Tiang
2. Ambang (dorpel) pada kusen jendela terdapat ambang atas dan ambang bawah
sedangkan pada pintu tidak ada ambang bawah.
3. Sponneng, yaitu tempat perletakan/melekatnya daun pintu atau daun jendela.
4. Telinga, yaitu bagian ambang (dorpel) yang masuk/ditanam kedalam tembok yang
berfungsi untuk menahan gerakan kusen kemuka atau kebelakang.
5. Alur kapur, bagian dari tiang yang dialur/dicoak dengan fungsi untuk menahan
gerakan kusen kemuka atau kebelakang selain itu juga agar apabila terjadi
penyusutan, tidak timbul celah.
6. Angkur, dipasang pada tiang berfungsi untuk memperkuat melekatnya pada
tembok juga menahan gerakan ke samping.dan ke muka/ke belakang.
7. Duk (neut), dipasang pada tiang di bagian bawah, khusus untuk kusen pintu,
berfungsi untuk menahan gerakan tiang ke segala arah dan melindung tiang kayu
terhadap resapan air dari latai ke atas.

a. Pemasangan Kusen Pintu

57 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


Contoh gambar : Pemasangan kusen pintu

Cara pemasangan kusen pintu adalah sebagai berikut;

 Siapkan alat dan bahan secukupnya di tempat yang aman dan mudah dijangkau
 Rentangkan benang berjarak separuh dari tebal kusen terhadap as bouwplank
untuk menentukan kedudukan kusen.
 Pasang angker pada kusen secukupnya.
 Dirikan kusen dan tentukan tinggi kedudukan kusen pintu yaitu 2 meter dari tinggi
bouwplank.
 Setel kedudukan kusen pintu sehingga berdiri tegak dengan menggunakan unting-
unting.
 Pasang skur sehingga kedudukannya stabil dan kokoh.
 Pasang patok untuk diikat bersama dengan skur sehingga kedudukan menjadi
kokoh.
 Cek kembali kedudukan kusen pintu, apakah sudah sesuai pada tempatnya,
ketinggian dan ketegakan dari kusen.
 Bersihkan tempat sekelilingnya.

b. Pemasangan Kusen Jendela

58 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


Contoh gambar : Pemasangan kusen jendela

Cara pemasangan kusen pintu adalah sebagai berikut;

 Siapkan alat dan bahan secukupnya di tempat yang aman dan mudah dijangkau
 Rentangkan benang berjarak separuh dari tebal kusen terhadap as bouwplank
untuk menentukan kedudukan kusen.
 Pasang angker pada kusen secukupnya.
 Dirikan kusen dan tentukan tinggi kedudukan kusen pintu yaitu 2 meter dari tinggi
bouwplank.
 Setel kedudukan kusen pintu sehingga berdiri tegak dengan menggunakan unting-
unting.
 Pasang skur sehingga kedudukannya stabil dan kokoh.
 Pasang patok untuk diikat bersama dengan skur sehingga kedudukan menjadi
kokoh.
 Cek kembali kedudukan kusen pintu, apakah sudah sesuai pada tempatnya,
ketinggian dan ketegakan dari kusen.
 Bersihkan tempat sekelilingnya.

c. Memasang Daun Pintu

59 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


Contoh gambar : Memasang daun pintu

Pintu terdiri dari kusen atau gawang dan daun pintu. Kusen dipasang tetap atau mati
di dalam tembok, sedang daunnya digantungkan pada kusen dengan menggunakan
engsel sehingga dapat berputar pada engsel, berputar ke kiri atau ke kanan. Namun,
daun pintu ada yang tidak berputar pada engsel, melainkan bergeser di depan
kusennya. Pintu tersebut dinamakan dengan pintu geser. Kedudukan daun pintu
pada saat ditutup melekat dengan sponing pada kusen pintu, kecuali pada bagian
bawah, kedudukannya dibuat beberapa cm di atas lantai.

Cara Pemasangan

 Ukur lebar dan tinggi kusen pintu.


 Ukur lebar dan tinggi daun pintu.
 Ketam dan potong daun pintu (bila terlalu lebar dan terlalu tinggi).
 Masukkan/pasang daun pintu pada kusennya, stel sampai masuk dengan toleransi
kelonggaran 3 – 5 mm, baik ke arah lebar maupun kearah tinggi.
 Lepaskan daun pintu, pasang/tanam engsel daun pintu pada tiang daun pintu (sisi
tebal) dengan jarak dari sisi bagian bawah 30 cm, dan dari sisi bagian atas 25 cm
(untuk pintu dengan 2 engsel), dan pada bagian tengah (untuk pintu dengan 3
engsel)
 Masukkan/pasang lagi daun pintu pada kusennya, stel sampai baik kedudukannya,
kemudian beri tanda pada tiang kusen pintu tempat engsel yang sesuai dengan
engsel pada daun pintu.

60 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


 Lepaskan sebelah bagian engsel pada daun pintu dengan cara melepas pennya,
kemudian pasang/tanam pada tiang kusen
 Pasang kembali daun pintu pada kusennya dengan memasangkan engselnya,
kemudian masukkan pennya sampai pas, sehingga terpasanglah daun pintu pada
kusen pintunya.
 Coba daun pintu dengan cara membuka dan menutup.
 Bila masih dianggap kurang pas, lepaskan daun pintu dengan cara melepaskan
pen.
 Stel lagi sampai daun pintu dapat membuka dan menutup dengan baik, rata dan
lurus dengan kusen.

d. Memasang Daun Jendela

Contoh gambar : Memasang daun jendela

Seperti halnya pintu, jendela terdiri atas kusen atau gawang dan daun jendela. Kusen
dipasang tetap atau mati di dalam tembok, sedang daunnya digantungkan pada
kusen dengan menggunakan engsel sehingga dapat berputar pada engsel, berputar
horizontal (ke kiri danke kanan) atau berputar  ertikal (ke atas dan ke bawah).
Namun, ada jenis jendela yang tetap atau mati, biasa disebut jendela mati  engan
tujuanuntuk penerangan. Kedudukan daun jendela pada saat ditutup melekat dengan
sponing pada kusen jendela.

Pemasangan

 Ukur lebar dan tinggi kusen jendela.


 Ukur lebar dan tinggi daun jendela.
 Ketam dan potong daun jendela (bila terlalu lebar dan terlalu tinggi).
 Masukkan/pasang daun jendela pada kusennya, stel sampai masuk dengan
toleransi kelonggaran 3 – 5 mm, baik ke arah lebar maupun kearah tinggi.

61 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


 Lepaskan daun jendela, pasang/tanam engsel daun jendela pada tiang daun
jendela (sisi tebal) dengan jarak dari sisi bagian bawah 15-20 cm dari bagian tepi
(untuk putaran horizontal) atau engsel ditanam pada bagian ambang atas daun
jendela dengan jarak 15-20 cm dari bagian tepi (untuk putaran vertikal).
 Masukkan/pasang lagi daun jendela pada kusennya, stel sampai baik
kedudukannya, kemudian beri tanda pada tiang/ambang atas jendela tempat
engsel yang sesuai dengan engsel pada daun jendela.
 Lepaskan sebelah bagian engsel pada daun jendela dengan cara melepas pennya,
kemudian pasang/tanam pada tiang/ambang atas kusen
 Pasang kembali daun jendela pada kusennya dengan memasangkan engselnya,
kemudian masukkan pennya sampai pas, sehingga terpasanglah daun jendela
pada kusen jendelanya.
 Coba daun jendela dengan cara membuka dan menutup.
 Bila masih dianggap kurang pas, lepaskan daun jendela dengan cara melepaskan
pen.
 Stel lagi sampai daun jendela dapat membuka dan menutup dengan baik, rata dan
lurus dengan kusen.

e. Pemasangan Kaca

Dengan sifat kaca yang sangat mudah pecah dan membutuhkan ekstra hati-hati
dalam penanganannya, sebaiknya perlu diperhatikan beberapa hal yang penting pada
saat memasang kaca pada daun pintu/jendela. Konstruksi pemasangan kaca pada
daun pintu/jendela dapat dilakukan dengan bermacam-macam metode, tergantung
dari ukuran kayu, material rangka daun  intu/jendela, fungsi, dan ketebalan kaca.
Apabila kaca dengan tebal kurang dari 4 mm, sebaiknya gunakan sistem rangka
tempel, papan belakang yang sekaligus daun pintu/jendela berfungsi sebagai
penahan kaca agar stabil dan tidak pecah, kemudian ditambahkan lis tempel di
sekeliling kaca untuk menahan kaca tetap pada posisinya. Bila tebal kaca lebih dari 5
mm, dapat digunakan rangka kayu solid, bagian dalam rangka perlu dibuat satu lajur
takikan untuk penempatan kaca. Kemudian kaca ditahan dengan lis kecil di sekeliling
rangka kayu.

Cara memasang kaca pada daun pintu/jendela adalah sebagai berikut;

62 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


 Letakkan daun pintu/jendela dengan posisi alur terletak pada bagian atas.
Usahakan letakkan pada meja yang luasnya minimal sama dengan luas daun
pintu. Atau letakkan pada lantai yang datar.
 Haluskan seluruh sisi kaca agar tidak tajam.
 Pasangkan lembaran kaca dengan hati-hati, gunakan selembar karton atau kain
untuk memegang kaca.
 Pasang paku pada list kayu sebelum dipasang pada keempat sisi daun
pintu/jendela.
 Setelah lis terpasang, perlahan masukkan paku dengan martil.
 Sebaiknya letakkan selembar kain di atas permukaan kaca yang sedang dipasang
lis kayu. Ini untuk menghindari goresan pada permukaan kaca karena gerakan
martil.

4. Pekerjaan Accessoriess
 Untuk pemasangan alat – alat kunci dan penggantung tersebut di sesuaikan
dengan gambar detail.
 Gerendel dan hak angin di pasang dua buah untuk setiap daun jendela,
pemasangannya harus betul – betul rapi. Untuk melengketkan alat tersebut ke
daun jendela harus menggunakan mur.
 Engsel pintu di pasang tiga buah setiap lembaran daun pintu dengan standar merk
atau yang setara. Pemasangannya dilakukan dengan mur khusus untuk pintu,
tidak di benarkan melengketkan engsel ke pintu dan kusen dengan menggunakan
paku. Penguncian mur harus dilakukan dengan cara memutarkan mur dengan
obeng sampai rapat dan kuat sehingga seluruh mur masuk dan menempel kekayu.
 Setiap daun pintu di pasang kunci tanam dua yang setara dan berkualitas baik.
Ø  Pegangan pintu  Polding Gate buka dua
Ø  Pegangan pintu buka Satu
Ø  Pegangan jendela
Ø  Hak angin jendela
Ø  Kunci pintu utama
Ø  Kunci pintu buka satu
Ø  Kunci pintu polding gate buka dua
Ø  Engsel pintu buka satu

63 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


Ø  Pacok jendela
Ø  Pacok pintu KM/WC

I. PEKERJAAN ATAP
1. Kuda kuda rangka baja ringan
 Menggambarkan sistem struktur (truss, wall framing, dan floor framing) dengan
skala 1:1 (sesuai dengan ukuran yang sebenarnya). Untuk pengerjaannya di
lapangan, harus disediakan sarana yang memungkinkan penggambaran dengan
akurat dan presisi.
  Meletakkan batang-batang profil/ member sesuai dengan desain dan mengukur
serta memberi tanda pada ujung-ujung batang yang akan dipotong/ digunting
sesuai dengan bentuk yang telah ditetapkan dalam desain.
 Setelah proses tersebut di atas selesai, aksesoris yang diperlukan , sebagai contoh
pelat diagframa pada sistem truss, ditentukan sesuai dengan desain dan
pemasangannya langsung dikerjakan.
 Perakitan member struktur

2. Pasang atap

Penutup atap adalah genteng metal dengan warna yan disetujui Konsultan

Pengawas dan Direksi.

3. Lisplank
Langkah kerja pekerjaan listplank papan adalah :

Lesplank bagian depan terbuat dari Beton sesuai pada gambar kerja dan Lesplank
bagian belakang terbuat dari kayu Kelas I sejenis Damar laut dan pemasangan
sesuai dengan gambar kerja. Lesplank dilapisi cat dengan warna finishing yang
ditentukan oleh Konsultan Pengawas dan Direksi.

J. PEKERJAAN LISTRIK
Semua peralatan dari bahan maupun komponennya baru dan sesuai dengan brosur
yang dipublikasikan dan sesuai dengan spesifikasi sebagai yang diuraikan maupun

64 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


pada gambar-gambar rencana dan merupakan produk yang masih beredar dan
masih diproduksi secara teratur.
Menempatkan seseorang penanggung jawab pelaksanaan yang ahli dan
berpengalaman yang selalu berada di lapangan, yang bertindak sebagai wakil dari
Pelaksana dan mempunyai kemampuan untuk memberikan keputusan teknis dan
yang bertanggungjawab penuh dalam menerima segala instruksi yang akan diberikan
oleh pihak Direksi/Konsultan Pengawas.
1. Pekerjaan Kabel
 Kabel-kabel disambung sesuai dengan warna-warna atau namanya masing-
masing dan harus diadakan pengetesan tahanan isolasi sebelum dan sesudah
penyambungan dilakukan.
 Penyambungan kabel tembaga mempergunakan penyambungan-penyambungan
dari ukuran-ukuran yang sesuai.
 Penyambungan kabel yang berisolasi PVC harus diisolasi dengan pita
PVC/protolen yang khusus untuk listrik.
 Penyekat-penyekat khusus harus dipergunakan, bila perlu untuk menjaga nilai
isolasi tertentu.
 Bila kabel dipasang tegak lurus di permukaan yang terbuka, maka harus
dilindungi dengan pipa baja dengan tebal 3mm setinggi minimum 2,5m.

 Saluran Penghantar dalam bangunan


 Untuk instalasi penerangan di daerah yang menggunakan ceiling gantung,
saluran penghantar (conduit) dipasang diatas rak kabel dan digantung tersendiri
diatas ceiling.
 Untuk instalasi saluran penghantar di luar bangunan, dipergunakan saluran
beton. Saluran beton dilengkapi dengan Hand-hole untuk belokan-belokan
(pekerjaan beton ini harus sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam PBI -1971).
 Setiap saluran kabel dalam bangunan dinding dipergunakan pipa conduit.

2. Instalasi Sakelar dan Stop Kontak


 Sakelar-sakelar yang digunakan adalah sakelar tunggal dan sakelar ganda yang
sesuai dengan spesifikasi. Jika tidak ditentukan lain, sakelar-sakelar tersebut
bingkainya dipasang rata pada tembok pada ketinggian 150 cm diatas lantai yang
sudah selesai kecuali ditentukan lain oleh Direksi/Konsultan Pengawas. Sakelar-

65 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


sakelar tersebut harus dipasang dalam kotak-kotak dan ring (standar).
 Stop kontak haruslah dengan tipe yang memakai earthing contact dengan rating
10 A, 16 A, 25 A, 250 V AC atau sesuai dengan gambar rencana. Semua
pasangan stop kontak dengan tegangan kerja 220 V harus diberi saluran ke tanah
(grounding). Stop kontak harus dipasang rata dengan permukaan dinding dengan
ketinggian 30 cm dari atas lantai yang sudah selesai atau wall duct outlet sesuai
gambar rencana atau petunjuk Direksi/Konsultan Pengawas.

3. Instalasi Kabel dan Lampu


 Kabel-kabel untuk fixture ditutup asbestos dan tahan panas. Tidak boleh ada kabel
yang lebih kecil dari 2,5 mm², kawat-kawat harus dilindungi dengan "tape" atau
"tubing" disemua tempat dimana mungkin ada abrasi.Semua kabel-kabel
disembunyikan dalam konstruksi armature kecuali dimana diperlukan
penggantungan rantai atau kalau pemasangan/perencanaan fixture. Saluran-
saluran kabel harus tidak tajam dan dilindungi sehingga tidak merusak kabel.
 Semua fixture harus dilengkapi dengan lampu-lampu dan dipasang sesuai dengan
persyaratan dan gambar. Untuk lampu pijar memakai lamp holder dan base type
Edison screw, untuk lamp holder type edison screw kabel netral tidak boleh
dihubungkan ke centre control, kecuali dipersyaratkan lain. Lampu fluorescent
haruslah dari jenis cool white atau sesuai perencanaan. Semua lampu fluorescent
atau lampu lainnya yang memerlukan perbaikan factor daya harus dilengkapi
dengan capacitor. Dalam spesifikasi ini besarnya "microfarad" (f) dari kapasitor
untuk setiap lampu tidak terlalu ditekankan karena yang dibutuhkan adalah hasil
akhir dari power factor menjadi sekurang-kurangnya 0,95.

K. PEKERJAAN PLUMBING

L. PEKERJAAN SANITAIR

Termasuk dalam lingkup pekerjaan ini yaitu pengadaan dan pemasangan


perlengkapan sanitair seperti diperlihatkan dalam gambar rencana serta testing
peralatan terpasang sesuai uraian kerja dan syarat-syarat.

66 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


Untuk melaksanakan pekerjaan ini Kontraktor Pelaksana harus mengikuti
ketentuan-ketentuan seperti yang diuraikan dalam syarat-syarat ini.

Persyaratan Bahan

 Peralatan/perlengkapan sanitair yang akan dipasang harus benar-benar baru


dan disetujui oleh Konsultan Pengawas. Peralatan yang tidak memenuhi
persyaratan harus dikeluarkan dan diganti oleh Kontraktor Pelaksana.
 Menyediakan bahan/material yang akan digunakan untuk mendapat
persetujuan dari Konsultan Pengawas, selambat-lambatnya 7 (tujuh) hari
sebelum pemasangan.

Kualitas Bahan
 Kloset jongkok berukuran standard fabrikasi, terbuat dari keramik buatan lokal
dengan warna yang sesuai dengan lantai dan disetujui Konsultan Pengawas dan
Direksi.
 Kloset duduk berukuran standard fabrikasi (tanpa tanki), terbuat dari keramik
buatan lokal dengan warna yang sesuai dengan lantai dan disetujui Konsultan
Pengawas dan Direksi.
 Drain filter dan dudukannya terbuat dari plastik dengan warna yang
sesuai dengan lantai.

Pemasangan

 Semua pengering lantai (drain filter) yang dipasang pada lantai harus dibuat
dengan konstruksi sedemikian rupa sehingga dapat mencegah perembesan air
sepanjang pipanya sendiri.
 Tempat dimana akan dipasang alat-alat plumbing, harus dipersiapkan
lebih dahulu dengan teliti. Ukuran-ukuran harus diperiksa kembali, apakah
masih sesuai dengan gambar perencanaan. Khusus untuk semua tipe kloset,
lubang yang tersedia harus diukur kembali posisinya terhadap syarat kemiringan
pipa buangan dan elevasi septictank, apakah sudah tepat seperti yang tertera
dalam gambar.
 Kesalahan pemasangan yang berakibat tidak berfungsinya peralatan
sanitair atau salurannya, atau adanya bagian sanitair yang cacat, sehingga
menurut Konsultan Pengawas atau Direksi harus diperbaiki atau harus diganti,

67 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


maka seluruh biaya akibat kesalahan tersebut sepenuhnya menjadi tanggung
jawab Kontraktor Pelaksana.

K. PEKERJAAN PLUMBING

Penyediaan bahan/material, tenaga kerja, peralatan dan pengujian saluran


drainase di dalam dan di luar Bangunan

Meliputi pekerjaan pembuatan dan pemasangan saluran drainase di dalam dan di


luar bangunan sesuai dengan gambar kerja.

Penggalian Saluran

 membuat shop drawing sesuai dengan gambar kerja sebelum melaksanakan


pekerjaan saluran drainase yang menyajikan dimensi, gradasi peil, penyambungan
dan posisi bak kontrol untuk disetujui oleh konsultan pengawas.
 Penggalian saluran dan pengarahannya harus benar-benar lurus dan dalam,
kemiringannya seperti yang diminta, pipa-pipa dan alasnya harus sesuai dengan
yang ditunjukkan gambar kerja.
 Tanah galian tidak boleh ditaruh dalam jarak 50 cm dari pinggir-pinggir
galian yang digali dan sisa-sisa galian harus disangga dengan papan-papan dan
jika dikehendaki memakai penopang agar pekerjaan dapat dilaksanakan dengan
baik dan cepat.
 Dasar parit, jika perlu dipadatkan dengan alat pemadat mekanis atau cara lain
yang efesien untuk mencapai pemadatan yang kukuh.
 Jika diperintahkan lapisan tanah paling atas harus ditaruh dipinggir untuk
dipakai lagi, maka tanah tersebut harus dibersihkan dari humus-humus dan
kotoran lainnya, seperti potongan kayu plastik dan lain-lain.
 Galian diusahakan agar tidak digenangi air, dengan jalan memompa, menimba
atau cara lain.
 Parit-parit tidak boleh diurug sebelum saluran drainage diuji dan dinyatakan
baik.

Saluran Pembuangan

 Saluran-saluran pembuangan air terbuat dari pipa PVC diameter 3” merek

68 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


 Invilon.
 Pemasangan dan kemiringan saluran disesuaikan dengan gambar kerja.
 Sebelum saluran ditutup/ditimbun, Sub Kontraktor harus meminta persetujuan
 Konsultan Pengawas.
 Saluran-saluran pembuangan harus dibuat dalam garis lurus dan gradasi
ditunjukkan pada gambar.
 Memasang dan menentukan level harus dilaksanakan dengan seksama dan
Kontraktor Pelaksana harus menyediakan alat-alat yang sesuai seperti papan
bidik, mistar T, titik tetap duga dan sebagainya yang diperlukan untuk itu.
 Semua saluran harus bebas dari tanah, puing-puing kelebihan semen dan
lain- lain rintangan pada waktu pembuatan sampai penyelesaian kontrak,
dimana pekerjaan akan diserahkan dalam keadaan bersih.

Pengujian Saluran

Seluruh pekerjaan drainage dan seluruh pembuangan harus diuji. Pengujian


tersebut harus dilakukan dari titik masuk air tersebut ada ditunjukkan di dalam
gambar kerja. Saluran cabang yang pendek harus diuji disatukan dengan saluran
induk. Cabang- cabang saluran yang panjang harus diuji secara terpisah.
Pengujian dilaksanakan dengan jalan menyumbat ujung saluran yang rendah,
mengisi bagian saluran tersebut dengan air dari hulu air pada titik yang tertinggi
dari bagian yang diuji. Jika dikehendaki untuk mengadakan pengujian test head,
suatu ruas bengkok (knukkle bend) yang cukup panjang vertikal harus
disambungkan sementara ke ujung bagian atas. Setelah ditumbuhkan cukup air
leluasa untuk diserap, pengujian ditunggu sampai tidak kurang dari 10 menit.
Bagian pekerjaan yang terbukti tidak bocor atau terlalu banyak rembesan
dari sambungan, harus dipotong dan diperbaiki.

Septictank

69 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE


Septictank dan rembesan harus dari jenis yang sudah ditentukan dan dilaksanakan
sesuai dengan detail dan ukuran dalam gambar. Penempatannya harus seperti yang
ditunjukkan dalam gambar rencana

70 PENGEMBANGAN KANTOR WILKER PELABUHAN LAUTBAJOE BONE