Anda di halaman 1dari 2

TUGAS KASUS KOMUNIKASI PADA KEHILANGAN

Nama : Tirza Eunike (kelas Timika)

KASUS :

Seorang wanita mengalami fraktur multiple dan cidera otak karena kecelakaan, dan ia akhirnya
dioperasi amputasi mulai dari paha kanan kebawah. Sesaat setelah dia siuman, ia bertanya:

1) APAKAH SAYA DIOPERASI?

Pasien berada pada fase shock dan tidak percaya (Denial), sebagai seorang perawat kita
memberikan dukungan dan kenyamanan pada pasien dengan mengatakan ibu tenang ya,
jangan banyak bergerak dulu, ibu baru saja selesai menjalani operasi, bagaimana apa yang
ibu rasakan saat ini?, ibu tidak usah kwatir ya bila ada yang ibu butuhkan saya dan
keluarga ibu akan membantu dan menemani ibu.

2) KAKI KANAN BAWAH SAYA KOK RASANYA NYERI? TOLONG DIPIJIT

Pasien berada fase rasa rindu (yearning) & protes, marah. Tindakan yang tepat sebagai
seorang perawat adalah dengan memberikan dukungan dengan memenuhi keinginan
pasien dalam hal ini mengurangi rasa nyeri post operasi dengan mengatakan. “maaf ibu
saya tidak bisa memijit kaki ibu karena nanti akan bertambah sakit tapi sebaiknya ibu
lebih tenang, ibu bisa tarik nafas dalam lalu buang perlahan- lahan tolong ibu ulangi 2-3x,
dan saya akan memberikan obat injeksi melalui infus sesuai anjuran dari dokter untuk
mengurangi nyeri pada kaki ibu”.

3) KENAPA KAKI SAYA TERASA RINGAN

Pasien berada pada fase penerimaan (reorganisasi dan restitusi). Perawat memberikan
kesempatan pada pasien untuk mengkomunikasikan perasaannya dan mengatakan “ saya
mengerti ini sulit buat ibu tapi saya percaya ibu bisa melewati ini semua, kaki ibu terasa
ringan karena ibu belum terbiasa dengan kondisi ibu saat ini, ibu jangan terlalu fokus pada
kaki ibu saja lama kelamaan nanti ibu akan mulai terbiasa dan tidak merasakan hal
tersebut lagi”.

4) SAYA TIDAK MAU DI AMPUTASI, TOLONG DIKEMBALIKAN LAGI !

Pasien berada pada fase rasa rindu (yearning) & protes bergaining. Pada tahap ini pasien
membuat tawaran terhadap dirinya, sebagai perawat pada tahap ini sebaiknya kita kembali
memberikan informasi tentang kondisi pasien bila tidak dilakukan tindakan tersebut. “Ibu
tenang ya, apa ibu masih ingat dokter sudah menjelaskan pada ibu dan keluarga kenapa
tindakan ini harus dilakukan, ini yang terbaik buat ibu jika ibu tidak di amputasi keadaan
ibu bisa semakin memburuk”.

5) DARIPADA DIAMPUTASI, LEBIH BAIK SAYA MATI SAJA !

Pasien berada pada tahap kesedihan, disorganisasi, putus asa (depresi). Sebagai perawat
pada fase ini kita menunjukkan sikap empati kita pada pasien dengan menjadi pendengar
tentang apa yang ingin pasien ungkapkan dan dapat juga memberikan support pada pasien
dengan pendekatan spiritual. Melakukan komunikasi dengan pasien sambil memberikan
sentuhan pada pundak atau lengan pasien, “ibu sabar ya, tidak boleh bicara begitu saat ini
ibu bisa berdoa agar lebih tenang dan ibu harus tetap semangat banyak orang yang
menginginkan masih mau diberi kesempatan hidup tapi tidak bisa, ibu masih bisa
melakukan banyak hal walau dalam keadaan seperti saat ini”.