Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH

STANDAR PROFESI BIDAN

MATA KULIAH KONSEP KEBIDANAN

TAHUN AKADEMIK 2020/2021

DOSEN PENGAMPUH RENIYANTI, A,S.ST.,M. Kes

OLEH: ELSA DWININGRUM RUSLI LANGSANG

PBA200004

KELAS:A20

PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN

POLITEKNIK BAUBAU

KOTA BAU BAUBAU

2021
KATA PENGANTAR

            Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia,
serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah tentang Standar Profesi Bidan ini
dengan baik meskipun banyak kekurangan didalamnya.

       Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta
bupengetahuan kita mengenai bagaimana cara asuhan bagi ibu yang mengalami gangguan
kesehatan reproduksi. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat
kekurangan dan jauh dari kata sempurna.

       Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya
laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya.
Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan
kami memohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang

            Profesi kebidanan merupakan salah satu profesi kesehatan yang selalu bersinggungan dengan
manusia (khususnya permpuan), lingkungan dan budaya. Oleh karena itu, dalam menjalankan dan
mengembangkan profesionalismenya harus menunjukan kualitas yang tinggi, dengan memenuhi
standar-standar profesi bidan yang diantarnya adalah standar kompetensi bidan, standar
pendidikan, standar pendidikan berkelanjutan, standar pelayanan kebidanan dan standar praktik
kebidanan.

I.2  Rumusan Masalah

a.       Apa yang dimaksud dengan standar profesi bidan ?

b.      Apa saja standar profesi bidan ?

c.       Apa saja contoh-contohnya ?

I.3 Tujuan dan Manfaat

Tujuan dan manfaat pembuatan makalah ini adalah:


Untuk memahami standar profesi bidan

BAB II

PEMBAHASAN

II.1 Pengertian Standar Profesi Bidan

            Standar profesi bidan merupakan penampilan atau keadaan ideal atau tingkat pencapain
tertinggi dan sempurna yang dipergunakan sebagai batas penerimaan minimal yang dilakukan oleh
seorang bidan. Standar profesi bidan ini diatur dalam Permenkes nomor 369 Tahun 2007. Standar
profesi bidan ini mengatur tentang standar kompetensi bidan, standar pendidikan bidan, standar
pendidikan bidan berkelanjutan, standar pelayanan kebidanan dan standar praktik kebidanan.
Standar profesi bidan ini dibuat berdasarkan paradigma dan falsafah kebidanan tujuan dibuatnya
standar profesi bidan ini adalah untuk menjamin pelayanan yang aman dan berkualitas, dan sebagai
landasan untuk standarisasi dan perkembangan profesi bidan

2.Faktor Faktor Yang Mendukung Standar Kompetensi Bidan Adalah

 Pengetahuan dan keterampilan untuk mengerjakan suatu tugas dalam kondisi


normal ditempat kerja.
 Kemampuan mentransfer dan menerapkan kemampuan dan pengetahuan dalam
situasi dan lingkungan yang berbeda
 Standar kompetensi tidak berarti bila hanya terdiri dari kemampuan
menyelesaikan tugas atau pekerjaan saja tetapi dilandasi pula dengan bagaimana
dan mengapa tugas itu dikerjakan.

3.Teknis Penyusun Standar Kompetensi Bidan

 Pembentukan tim penyusun


 Strategi dan metodologi
 Kerangka penulisan standar kompetensiategi dan metodologi
 Penyusun draf standar kompetensi
 Tahap penyusun standar kompetensi

Kepmenkes No 369/Menkes/SK/lll/2007
4. 9 Standar Kompetensi Bidan
 Kompetensi ke-1 : Bidan memiliki persyaratan pengetahuan dan keterampilan dari ilmu-ilmu
social, kesehatan masyarakat, dan etik yang ,membentuk dasar dari asuhan yang bermutu
tinggi sesuai dengan budaya untuk wanita, bayi baru lahir, serta keluarganya.

 Kompetensi ke-2: Bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi, pendidikan kesehatan
yang tanggap terhadap budaya dan pelayanan menyeluruh di masyarakat dalam rangka
untuk meningkatkan kehidupan keluarga yang sehat, perencanaan kehamilan dan kesiapan
menjadi orangtua.

 Kompetensi ke-3: Bidan memberi asuhan antenatal bermutu tinggi untuk mengoptimalkan
kesehatan selama kdehamilan yang meliputi: deteksi dini, pengobatan atau rujukan.

 Kompetensi ke-4: bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi, tanggap terhadap
kebudayaan setempat selama persalinan, memimpin suatu persalinan yang bersih dan
aman, menangani situasi kegawatdaruratan tertentu untuk mengoptimalkan kesehatan
wanita dan bayinya yang baru lahir.

 Kompetensi ke-5: bidan memberikan asuhan pada ibu nifas dan menyusui yang bermutu
tinggi dan tanggap terhadap budaya setempat. Kompetensi ke-5: bidan memberikan asuhan
pada ibu nifas dan menyusui yang bermutu tinggi dan tanggap terhadap budya setempat.

 Kompetensi ke-6: bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi, komprehensif pada bayi
baru lahir sehat sampai dengan 1 bulan.

 Kompetensi ke-7: bidan memberikan asuhan yang bermutu tinggi, komprehensif pada bayi
dan balita sehat (1 bulan – 5 tahun).

 Kompetensi ke-8: bidan merupakan asuhan yang bermutu tinggi dan komprehensif pada
keluarga, kelompok dan masyarakat sesuai dengan budaya setempat. Kompetensi ke-8:
bidan merupakan asuhan yang bermutu tinggi dan komprehensif pada keluarga, kelompok
dan masyarakat sesuai dengan budaya setempat.

 Kompetensi ke-9: melaksanakan asuhan kebidanan pada wanita/ibu dengan gangguan


sistem reproduksi.

5.Nomor HK 01.07 /Menkes /320/2020


Kompetensi bidan terdiri dari 7 area kompetensi meliputi :

 (1) Etik legal dan keselamatan klien,


 (2) Komunikasi efektif,
 (3) Pengembangan diri dan profesionalisme,
 (4) Landasan ilmiah praktik kebidanan,
 (5) Keterampilan klinis dalam praktik kebidanan,
 (6) Promosi kesehatan dan konseling, dan
 (7)manajemen dan kepemimpinan

6.Standar Pendidikan Bidan


Standar pendidikan bidan adalah kriteria minimal tentang sistem pendidikan bidan di seluruh
wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia. Standar pendidikan bidan tersebut dibagi atas
beberapa standar, antara lain sebagai berikut :

1.      Standar Lembaga Pendidikan

2.      Standar Falsafah

3.      Standar Organisasi

4.      Standar Sumber Daya Pendidikan

5.      Standar Pola Pendidikan Kebidanan

6.      Standar Kurikulum

7.      Standar  Tujuan Pendidikan

8.      Standar  Lulusan

Standar I : Lembaga Pendidikan

           

                        Lembaga pendidikan kebidanan berada pada suatu institusi pendidikan tinggi.

            Definisi Operasional :

Penyelenggara pendidikan kebidanan adalah institusi pendidikan tinggi baik pemerintah maupun
swasta sesuai dengan kaidah – kaidah yang tercantum pada sistim pendidikan nasional.

Standar II : Falsafah

Lembaga pendidikan kebidanan mempunyai falsafah yang mencerminkan visi misi dari
institusi yang tercermin pada kurikulum.

            Defnisi Operasional :
1. Falsafah mencakup kerangka keyakinan dan nilai – nilai mengenai pendidikan 

    Kebidanan dan pelayanan kebidanan.

2. Penyelenggaraan pendidikan mengacu pada sistim pendidikan nasional Indonesia.

   Standar III : Organisasi

           

                        Organisasi lembaga pendidikan kebidanan konsisten dengan struktur administrasi

dari pendidikan tinggi dan secara jelas menggambarkan jalur – jalur hubungan keorganisasian,
tanggung jawab dan garis kerjasama.

Devinisi Operasional :

a. Struktur organisasi pendidikan kebidanan mengacu pada sistim pendidikan nasional.

b. Ada kejelasan tentang tata hubungan kerja.

c. Ada uraian tugas untuk masing – masing komponen pada organisasi.

 Standar IV : Sumber Daya Pendidikan

Sumber daya manusia, finansial dan material dari lembaga pendidikan kebidanan memenuhi
persyaratan dalam kualitas maupun kuantitas untuk memperlancar proses pendidikan.

Definisi operasional :

1.       Dukungan administtrasi tercermin pada anggaran dan sumber-sumber untuk program.

2.       Sumber daya teknologi dan lahan praktik cukup dan memenuhi persyaratan untuk mencapai tujuan
program.

3.       Persiapan tenaga pendidik dan kependidikan mengacu pada undang-undang dan peraturan yang
berlaku.

4.       Peran dan tanggung jawab tenaga pendidik dan kependidikan mengacu pada undang – undang dan
peraturan yang berlaku.

v  Standar V : Pola Pendidikan Kebidanan

Pola pendidikan kebidanan mengacu kepada undang – undang sistim pendidikan nasional, yang
terdiri dari :

1.       Jalur pendidikan vokasi

2.       Jalur pendidikan akademik

3.       Jalur pendidikan profesi

Definisi Operasional :

Pendidikan kebidanan terdiri dari pendidikan diploma, pendidikan sarjana, pendidikan profesi, dan
pendidikan pasca sarjana.
v  Standar VI : Kurikulum

Penyelenggaraan pendidikan menggunakan kurikulum nasional yang di keluarkan oleh


lembaga yang berwenang dan organisasi profesi serta dikembangkan sesuai dengan perkembangan
ilmu dan teknologi dan mengacu pada falsafah dan misi dari lembaga pendidikan kebdanan.

Definisi Operasional :

1.       Penyelenggaraan pendidikan berdasarkan pada kurikulum nasional yang di keluarkan oleh Diktorat
Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen pendidikan nasional dan organisasi profesi serta

2.       Dikembangkan sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi dan mengacu pada falsafah dan
misi dari lembaga pendidikan kebidanan. Dalam pelaksanaan  pendidikan kurikulum dikembangkan
sesuai dengan falsafah dan visi institusi pendidikan kebidanan.

v  Standar  VII : Tujuan Pendidikan

Tujuan dan desain kurikulum pendidikan mencerminkan falsafah pendidikan kebidanan dan
mempersiapkan  perkembangan setiap mahasiswa yang berpotensi khusus.

Definisi Operasional :

1.      Tujuan pendidikan merupakan dasar bagi pengembangan kurikulum pendidikan,


pengalaman  belajar dan evaluasi.

2.      tujuan pendidikan selaras dengan perilaku akhir yang di tetapkan.

3.      Kurikulum meliputi kelompok ilmu dasar (alam, sosial, perilaku, humaniora), ilmu biomedik, ilmu
kesehatan, dan ilmu kebidanan.

4.      Kurikulum mencerminkan kebutuhan pelayanan kebidanan dan kesehatan masyarakat.

5.      Kurikulum direncanakan sesuai dengan standar praktik kebidanan.

6.      Kurikulum kebidanan menumbuhkan profesinalisme sikap etis, kepemimpinan dan manajemen.

7.      Isi kurikulum dikembangkan sesuai perkembangan teknologi muakhir.

v  Standar  IX : Lulusan

Lulusan pendidikan bidan mengemban tanggung jawab profesional sesuai dengan tingkat
pendidikan.

Definisi Operasional :

1.      Lulusan pendidikan bidan sebelum tahun 2000 dan Diploma III kebidanan, merupakan bidan
pelaksana, yang memiliki kompetensi untuk melaksanakan praktiknya baik di institusi pelayanan
maupun praktik perorangan.

2.      Lulusan pendidikan bidan setingkat Diploma IV / S1 merupakan bidan profesiona;, yang memiliki
kompetensi untuk melaksanakan praktiknya baik di institusi pelayanan maupun praktik perorangan.
Mereka dapat berperan sebagai pemberi layanan, pengelola, dan pendidik.
3.      Lulusan pendidikan bidan setingkat S2 dan S3, merupakan bidan profesional, yang memiliki
kompetensi untuk melaksanakan praktiknya baik di institusi pelayanan maupun praktik perorangan.
Mereka dapat berperan sebagai pemberi layanan, pengelola, pendidik, peneliti, pengembang dan
konsultan dalam pendidikan bidan maupun system /  ketata-laksanaan pelayanan kesehatan secara
universal.

4.      Lulusan program kebidanan, tingkat master dan doktor melakukan praktik kebidanan lanjut,
penelitian, pengembangan, konsultan pendidikan dan ketatalaksanaan pelayanan.

5.      Lulusan wajib berperan aktif dan ikut serta dalam penentuan kebijakan dalam bidang kesehatan.

6.      Lulusan berperan aktif dalam merancang dan menyelenggarakan pelayanan kesehatan sebagai
tanggapan terhadap perkembangan masyarakat.

Standar Pelayanan Kebidanan

Pelayanan kebidanan adalah seluruh tugas yang menjadi tanggungjawab


praktek profesi bidan dalam sistimpelayanan kesehatan yang bertujuan
meningkatkan kesehatan ibu dan anak dalam rangka mewujudkan
kesehatan masyarakat dan keluarga
Asuhan Kebidanan Umum
 Standar 1:persiapan untuk kehidupan keluarga sehat
 Standar 2:pencatatan dan pelaporan
Asuhan kebidanan Utama
Standar pada pelayanan antenatal
 Standar 3: identifikasi ibu hamil
 Standar 4:pemeriksaan dan pemantaua antenatal
 Standar 5:palpasi abdominal
 Standar 6:pengelola anemia pada kehamilan
 Standar 7:pengelola dini hipertensi pada kehamilan
 Standar 8:persiapan persalinan
Standar pertolongan persalinan
 Standar 9:Asuhan persalinan kala itu
 Standar 10:persalinan kala ll yang aman
 Standar 11:penatalaksanaan aktif persalinan kala lll
 Standar 12:penanganan kala ll dengan gawat janin melalui episiotomi
Standar pelayanan nifas
 Standar 13:perawatan bayi baru lahir
 Standar 14:penanganan pada dua janin pertama setelah persalinan
 Standar 15:pelayanan bagi ibu dan bayi pada masa nifas.
. Standar Penanganan Kegawatan Obstensi dan Neonatal
 Standar 16 : Penanganan Perdarahan dalam kehamilan pada Tri mester III
 Standar 17 : Penanganan Kegawatan pada Eklamsia
 Standar ke- 18 : Penanganan/pertolongan Kegawatan pada partus lama atau macet
 Standar 19 : Persalinan dengan Penggunaan Vakum Esktraktor 
 Standar 20 : Penanganan Retentio Plasenta 
 Standar 21 : Penanganan Perdarahan Postpartum Primer 
 Standar 22 : Penanganan Perdarahan Postpartum Sekunder
 Standar 23 : Penanganan Sepsis Puerperalis 
 Standar 24 : penanganan Asfikasi Neonatorum .

BAB III

PENUTUP

3.1    Kesimpulan

Standar praktik kebidanan merupakan tolak ukur seorang bidan untuk melakukan pelayanan
kebidanan kepada klien.

3.2    Saran

Dengan adanya  standar praktik kebidanan seorang bidan dalam melakukan pelayanan
harus sesuai standard an peraturan perundang-undangan yang telah ditetapkan agar memberikan
pelayanan yang berkualitas.

Anda mungkin juga menyukai