Anda di halaman 1dari 7

Masalah Kebaruan dalam Penelitian Teknologi ..............

MASALAH KEBARUAN DALAM PENELITIAN TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN

THE NOVELTY ISSUES IN THE AGROINDUSTRIAL RESEARCH

Sukardi

Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor
Email : sukardi_ri@yahoo.com

ABSTRACT

This article discusses some issues of novelty in the agroindustrial research faced by graduate students
in the department of Agroindustrial Technology. It proposes three types of novelty that students may select for
their dissertation research, i.e., the novelty type of invention, improvement, and refutation. These types of
novelty are categorized based on some fundamentals background taken from the works of some distinguished
scientists and scholars from the early stage of science and technology development to the modern one. The
article argues that if the novelty issues in the agroindustrial research can be perceived, the findings of the
research will be the sources of agroindustrial development. The conjectures in this article are open for
discussions, critiques, and objections simply for the sake of improvement of our agroindustry.

Keywords: novelty, invention, innovation, refutation.

PENDAHULUAN masalah kebaruan akan sangat mudah dijelaskan,


yaitu dengan cara menunjukkan kontribusi hasil
Salah satu pertanyaan yang sering diajukan penelitian yang diperoleh terhadap fenomena atau
kepada mahasiswa program doktor (S3) adalah persoalan krusial tersebut. Sebagai contoh, salah
tentang kebaruan (novelty) dari penelitian yang satu persoalan agroindustri krusial yang selama ini
dilakukan. Terhadap pertanyaan yang diajukan ini dihadapi oleh pabrik-pabrik gula nasional adalah
mahasiswa terkesan sangat kesulitan untuk mem- persoalan rendahnya rendemen. Telah bertahun-
berikan jawaban yang meyakinkan tentang kebaruan tahun para ahli dan peneliti gula berupaya sangat
yang (akan) dihasilkan. Tidak jarang jawaban yang keras dan telah menghabiskan jutaan bahkan milyar-
diberikan pun tidak tertuju kepada substansi yang an rupiah dana untuk mencari solusi terhadap
diteliti. rendahnya rendemen. Tetapi sejauh ini rendemen di
Kesulitan dalam memberikan jawaban pabrik-pabrik gula masih berkisar antara 6-8 persen
terhadap persoalan kebaruan dapat dimengerti bahkan ada yang lebih rendah lagi.
karena umumnya penelitian-penelitian yang dilaku- Jika ada salah satu penelitian dalam bidang
kan belum memiliki definisi persoalan yang akan agroindustri yang diarahkan untuk mengatasi
dicari solusinya, sehingga kontribusi hasil penelitian persoalan rendemen di pabrik gula dan menghasil-
yang diperoleh tidak dapat ditunjukkan. Ketiadaan kan angka rendemen sekitar 9 persen, maka jelas
definisi persoalan yang dihadapi yang akan dicari masalah kebaruan dalam penelitian tersebut tidak
solusinya merupakan faktor kesulitan utama dalam diragukan lagi karena hasil yang diperoleh telah
mendeskripsikan kebaruan dari penelitian yang berkontribusi sangat nyata terhadap persoalan
dilakukan. rendemen yang dihadapi. Tidak ada keraguan pula
Adanya kebaruan dapat dikatakan sebagai bahwa penelitian tersebut akan sangat bermanfaat
salah satu kriteria yang harus dipenuhi atau sesuatu bagi perbaikan agroindustri gula baik dari aspek
yang harus mampu ditunjukkan oleh sebuah teori maupun dari aspek implementasinya.
penelitian agar penelitian itu menghasilkan temuan Pada tahun 2006, Departemen Pendidikan
yang bernilai atau bermanfaat (bagi pengembangan Australia mengumumkan implementasi the Research
agroindustri). Oleh karena itu setiap penelitian yang Quality Framework (RQF) yang bertujuan untuk
dilakukan haruslah memiliki landasan yang kuat mengarahkan agar penelitian-penelitian yang dilaku-
untuk menyandarkan kebaruan yang dihasilkan. kan memiliki impact yang luas di masyarakat.
Salah satu event yang dapat dijadikan landasan Impact yang hendak dicapai dalam framework
untuk menunjukkan kebaruan hasil suatu penelitian tersebut mencakup aspek sosial, ekonomi, lingkung-
adalah fenomena yang terjadi atau persoalan yang an, dan budaya (Duyrea et al, 2007). Kajian serupa
dihadapi oleh suatu agroindustri. Dalam hal ini dilakukan oleh Brody (2006) yang mengevaluasi
fenomena atau persoalan yang dihadapi haruslah impact hasil-hasil penelitian di Fakultas Teknik,
fenomena atau persoalan yang bersifat krusial, Sains, dan Matematik, Universitas Southampton.
yaitu fenomena atau persoalan yang diyakini sebagai Tulisan ini dibuat sebagai upaya untuk
sesuatu yang sulit yang solusinya hanya dapat dicari melakukan continuous improvement terhadap
(solved) melalui kegiatan ilmiah secara sistematis penelitian dalam bidang agroindustri di Departemen
yang bernama penelitian (research). Teknologi Industri (TIN) pada umumnya dan di
Jika suatu fenomena atau persoalan krusial Program Studi Teknologi Industri Pertanian (TIP)
agroindustri dapat didefinisikan dengan baik, maka pada khususnya. Isi yang tertuang dalam tulisan ini

115 J. Tek. Ind. Pert. Vol. 19(2), 115-121


Sukardi

merupakan butir-butir pemikiran yang terbuka untuk yang dilakukan Taylor dahulu sangatlah sederhana
didiskusikan, disempurnakan, atau bahkan disanggah jika dilihat dari kacamata perkembangan ilmu
untuk menghasilkan pemikiran yang lebih baik. produktivitas saat ini, tetapi memberikan hasil yang
Dukungan pustaka yang dijadikan landasan dalam sangat monumental pada saat itu. Dari sekian
tulisan ini disajikan dalam bentuk bibliography tidak banyak orang yang bekerja dan hidup satu jaman
dalam bentuk daftar pustaka sehingga memudahkan dengan Taylor, hanya beliaulah yang memikirkan
penulis berimprovisasi. dan mewujudkan cara terbaik untuk meningkatkan
produktivitas. Metode yang diterapkan Taylor telah
TIPE-TIPE KEBARUAN diadopsi dan menjadi standar dalam penelitian-
penelitian ilmiah pada bidang manajemen.
Telah sedikit diulas di atas dan perlu Sekelumit riwayat F.W. Taylor berikut dapat
ditekankan sekali lagi bahwa sebuah penelitian menjadi model untuk ilustrasi kebaruan tipe-1 ini:
haruslah memiliki fondasi yang berupa fenomena Ketika Taylor bekerja di pabrik baja sebagai kepala
atau persoalan agroindustri yang krusial sehingga teknik (chief engineer), dia memperhatikan bahwa
kebaruan yang dihasilkan signifikan tidak hanya setiap pekerja membawa sekop (shovel) masing-
bagi peneliti, tetapi juga bagi pihak-pihak yang masing dengan berbagai ukuran dan dia bertanya-
berkepentingan dengan penelitian tersebut. Oleh tanya dalam dirinya gerangan sekop yang berukuran
karena itu, idealnya sebelum seorang peneliti berapakah yang paling efisien digunakan oleh para
menulis proposal, seharusnya peneliti tersebut telah pekerja. Inilah fenomena dan persoalan yang
mengeksplor berbagai fenomena atau persoalan dihadapi oleh Taylor saat itu yang mendasari awal
krusial agroindustri yang bernilai penelitian baik langkah sukses besarnya itu.
pada tahap input, proses, maupun output apakah itu Kemudian Taylor menyampaikan proposal
pada aspek teknologi, manajemen, maupun kepada perusahaan untuk melakukan penelitian
lingkungan. Jika seorang peneliti telah mampu dengan dibantu oleh salah seorang anak buahnya,
mendefinisikan dengan baik fenomena atau persoal- John. Dengan berbekal stopwatch (beberapa buku
an krusial yang akan dicari solusinya, maka sebagian mencatat Taylorlah yang pertama kali menggunakan
besar kebaruan dalam penelitian tersebut telah stopwatch untuk pengukuran kerja), mulailah Taylor
mampu dia formulasikan. dan John melakukan eksperimen dengan perlakuan
Pada hemat kami, secara garis besar ada tiga berbagai ukuran sekop, variasi waktu kerja, dan
tipe kebaruan yang dapat ditunjukkan oleh seorang variasi waktu istirahat. Hasil dari eksperimen yang
peneliti, yaitu (1) kebaruan yang merupakan hasil dilakukan Taylor dan John adalah sebagai berikut:
penelitian yang baru dan belum ada peneliti lain
yang mengerjakannya atau mempublikasikan hasil Before After Study
penelitian yang dikerjakan tersebut, (2) kebaruan Study
yang merupakan improvisasi atau penguatan Number of people 400-600 140
terhadap kelemahan-kelemahan yang ada pada hasil work
penelitian sebelumnya, (3) kebaruan yang Pound/shovel 3½ - 38 21½
merupakan sanggahan terhadap hasil penelitian Bonus No Yes
sebelumnya. Ketiga jenis atau tipe kebaruan Work unit Team Individual
tersebut memiliki karakteristik tersendiri yang pada Cost/ton 7¢ - 8¢ 3¢ - 4¢
dasarnya tetap mengakar pada fenomena atau A saving of $78,000/year
persoalan yang ingin dicari jawaban atau solusinya. Sumber: Hopp dan Spearman (2001).
Berikut adalah ilustrasi masing-masing tipe
kebaruan yang mungkin dapat dijadikan template Dari gambaran di atas sangat jelas
untuk sebuah penelitian yang akan dilakukan dalam bagaimana pengaruh hasil penelitian yang dilakukan
bidang agroindustri. terhadap fenomena dan persoalan yang dihadapi
sebelum penelitian. Dengan melakukan eksperimen
Kebaruan Tipe-1 (Invention) seperti di atas, Taylor memperoleh jawaban yang
Frederick Winslow Taylor (1856-1915) sekaligus merupakan solusi terhadap persoalan yang
tercatat dalam buku-buku manajemen produksi dihadapi sebelum penelitian, yaitu meningkatkan
sebagai “the father of scientific management”. produktivitas pekerjanya.
Mengapa para pengarang buku-buku tersebut Contoh tokoh-tokoh yang hasil penelitian-
(termasuk mereka yang membacanya) setuju saja nya berkontribusi sangat signifikan terhadap
kalau beliau diberi gelar itu dan mereka tidak perkembangan ilmu pengetahuan yang termasuk
keberatan? Jawabannya adalah karena pemberian dalam kategori kebaruan tipe-1 ini terlalu banyak
gelar tersebut didasarkan pada bukti yang telah untuk disampaikan di sini. Salah satu tokoh
dikerjakan beliau pada saat itu yang sebelumnya kemajuan ilmu pengetahuan dan matematika adalah
tidak ada atau tidak tercatat ada orang yang Sir Isaac Newton (1642-1727). Observasi Newton
melakukan penelitian dalam bidang produktivitas terhadap fenomena alam telah menjadikannya
dengan metode seperti yang dilakukan oleh Taylor. sebagai orang yang sangat berpengaruh baik
Hasil penelitian tersebut telah merubah orientasi terhadap ilmu pengetahuan maupun perkembangan
manajemen produksi dan operasi serta menjadikan peradaban manusia.
manajemen sebagai salah satu disiplin ilmu. Apa

J. Tek. Ind. Pert. Vol. 19(2), 115-121 116


Masalah Kebaruan dalam Penelitian Teknologi ..............

Kebaruan Tipe-2 (Improvement) yang memungkinkan pembicaraan telepon baik


Alexander Graham Bell (1847-1922) dikenal lokal, interlokal, atau bahkan internasional tidak lagi
sebagai ilmuwan penemu alat komunikasi telepon. harus melalui operator.
Sekalipun Bell bukanlah satu-satunya orang yang Kemudian penelitian dan eksperimen yang
melakukan eksperimen untuk mentransfer suara fenomenal yang menghasilkan kebaruan tipe-2
melalui kawat, tetapi pengadilan tinggi (Supreme dalam bidang telepon ini adalah diintrodusirnya
Court) Amerika saat itu memutuskan bahwa Bell gelombang radio ke dalam teknologi telepon yang
adalah penemu telepon, mengalahkan Elisha Gray melahirkan cordless telephone dan sekarang cellular
(1835-1901) dan Amos E Dolbear yang juga phone. Meskipun demikian, prinsip menggunakan
mengajukan patent telepon dalam waktu yang telepon, apa pun teknologinya, adalah tetap, yaitu
hampir bersamaan dengan Bell. Dalam hal ini, mentransfer suara. Tetapi, hasil penelitian dengan
Alexander Graham Bell adalah inventor (orang yang kebaruan tipe-2 telah menyebabkan transfer suara
menghasilkan kebaruan tipe-1) dalam bidang tersebut demikian mudahnya dilakukan bahkan oleh
telepon. Alexander Graham Bell telah meletakkan siapa saja, dimana saja dan kapan saja. Media
fondasi yang kokoh dalam bidang ilmu pengetahuan transmisi kawat (kabel) yang dahulu menjadi
dan teknologi untuk mentransfer suara melalui pembatas ruang gerak telepon telah digantikan oleh
media transmisi (Encarta Reference Library, 2005). media transmisi gelombang radio yang demikian
Kita semua mengetahui, menyaksikan, fleksibel.
merasakan, dan bahkan mengalami sendiri bahwa Dari ilustrasi di atas dapat dikatakan bahwa
teknologi telepon saat ini telah sangat jauh berbeda fokus improvement kebaruan tipe-2 ini tidak terletak
dengan teknologi telepon saat Bell dan asistennya, pada prinsip dasar yang diperbaiki, tetapi terletak
Thomas A. Watson, pada tanggal 10 Maret 1876 pada cara, metode, atau mekanisme agar prinsip
melakukan pengujian mekanisme telepon yang dasar yang ada dapat dilakukan secara lebih baik,
ditemukannya. Tetapi, satu hal yang esensi yang lebih cepat, lebih mudah, lebih luas, atau lebih yang
harus kita sadari bahwa tujuan telepon baik yang lain dari cara, metode, atau mekanisme yang
dulu ditemukan Bell maupun dengan yang sekarang sekarang berlaku. Misalnya improvement dalam
ada adalah sama, yaitu mentransfer suara dari satu bidang alat angkut atau kendaraan. Prinsip dasar
sumber suara ke tujuan suara tersebut akan alat angkut dari sejak dahulu adalah tetap, yaitu
dikirimkan. Perbedaan yang signifikan dari mentransfer objek dari satu tempat ke tempat lain.
teknologi telepon dulu dan sekarang adalah dalam Bahwa kemudian ada alat angkut yang bernama
hal kapasitas, kemudahan, kepraktisan, media pedati, becak, sepeda, motor, mobil, truk, kereta,
transmisi, dan lain-lain yang pada dasarnya adalah kapal laut, pesawat terbang, dan sebagainya adalah
perbaikan (improvement) dari teknologi sebelumnya. dalam rangka meningkatkan kapasitas, kemudahan,
Inilah kebaruan tipe-2 yang dapat dihasilkan dari kecepatan, jangkauan, dan berbagai keperluan
sebuah penelitian, yaitu kebaruan yang merupakan lainnya yang tidak dapat dipenuhi oleh alat angkut
penyempurnaan terhadap hasil penelitian sebelum- yang ada saat itu. Itu semua adalah produk dari hasil
nya. penelitian dengan kategori kebaruan tipe-2.
Penelitian yang menghasilkan kebaruan tipe- Harus diperhatikan bahwa dalam
2 merupakan penelitian yang sangat penting dalam mengelompokkan apakah suatu kebaruan termasuk
rangka memperbaiki dan menyempurnakan produk kategori tipe-1 atau tipe-2 perlu dilihat dari
atau proses. Jika kita kembali ke contoh telepon di konteksnya. Contoh alat angkut di atas: jika mobil
atas, maka kita dapat merasakan dan mem- dilihat dari konteks alat angkut, maka mobil adalah
bandingkan bahwa telepon yang kita gunakan dari kebaruan tipe-2 karena mobil adalah improvement
periode ke periode sangat berbeda dan semakin baik yang menggantikan tenaga hewan dengan tenaga
(improved) dalam berbagai aspek. Perbedaan yang mesin. Tetapi jika mobil dilihat dari konteks sebagai
kita rasakan dalam menggunakan telepon dahulu dan alat angkut yang baru yang belum pernah ada
sekarang tidak lain adalah sebagai hasil dari sebelumnya, maka penemu mobil adalah orang
penelitian dan eksperimen untuk menemukan menghasilkan kebaruan tipe-1. Jika mobil
mekanisme yang lebih baik untuk mentransfer suara. dipandang sebagai kebaruan tipe-1, maka kebaruan
Ketika pertama kali ditemukan, telepon tipe-2nya adalah mobil yang di-engkol dengan mobil
hanya dapat digunakan untuk melayani dua orang yang di-starter, mobil transmisi manual dengan
pembicara, yaitu Bell dan Watson. Tetapi kemudian mobil transmisi otomatis, mobil dua pintu dengan
disempurnakan dengan ditemukannya alat penukar mobil empat pintu, mobil dengan carburetor dan
(switching) yang memungkinkan banyak orang mobil dengan fuel injection, dan sebagainya. Pada
berbicara--walaupun harus melalui bantuan operator. prinsipnya kebaruan tipe-2 tidak mengubah prinsip
Kemudian penelitian semakin berkembang lagi dasar, tetapi menghasilkan temuan yang
sejalan dengan kebutuhan menggunakan telepon memperbaiki mekanisme yang ada. Carburetor
yang hasilnya telepon dapat digunakan untuk mobil digantikan oleh fuel injection karena fuel
pembicaraan interlokal, walaupun masih tetap injection dinilai lebih efisien dibandingkan
menggunakan operator. Perkembangan berikutnya carburetor tetapi prinsip dasar tetap sama, yaitu
adalah tenaga operator diganti dengan alat yang mengirimkan bahan bakar ke dalam ruang
ditemukan kemudian, yaitu automatic switching pembakaran di dalam mesin.

117 J. Tek. Ind. Pert. Vol. 19(2), 115-121


Sukardi

Kebaruan Tipe-3 (Refutation) kita jumpai dalam riwayat-riwayat yang diinformasi-


Nicolaus Copernicus (1473-1543) seorang kan dan diajarkan oleh agama, yaitu ketika para nabi
ahli astronomi Polandia membuat terobosan dan rasul membawa ajaran yang memang
revolusioner dalam ilmu pengetahuan ketika pada bertentangan dengan keyakinan saat itu. Nabi
pertengahan abad 15 menyampaikan bantahannya Ibrahim a.s. sampai harus menerima hukuman
terhadap keyakinan yang telah berabad-abad dibakar hidup-hidup karena tidak membenarkan
dipegang, yaitu bahwa bumilah yang mengitari kaumnya menyembah patung. Demikian pula
matahari bukan sebaliknya. Pendapat atau hasil dengan Nabi Musa a.s. yang walaupun telah
pemikiran Copernicus ini adalah sanggahan terhadap membawa sejumlah bukti yang dapat disaksikan
teori pergerakan planet dari Cladius Ptolemaeus (150 oleh para pembesar dan masyarakat saat itu, tetap
Masehi?) yang mengatakan bahwa bumi adalah beliau dikejar-kejar dan hendak dibunuh oleh
stasioner sebagai pusat alam dunia (universe), Fir’aun dan pengikutnya. Alasannya sederhana,
sedangkan bulan, matahari, dan planet-planet lain yaitu hanya karena Nabi Musa a.s. membawa ajaran
bergerak mengitari bumi (Encarta Reference yang berbeda, yaitu mengajak menyembah hanya
Library, 2005). kepada Allah SWT bukan menyembah Fir’aun yang
Menyadari bahwa pendapatnya sangat mempertuhankan dirinya. Terakhir adalah Nabi
bertentangan dengan keyakinan saat itu dan Muhammad SAW yang karena membawa ajaran
membahayakan dirinya, Copernicus menunda yang sangat bertentangan dengan ajaran yang
publikasi hasil pemikirannya tersebut sampai tahun berlaku saat itu, beliau dimusuhi, dibenci, diusir, dan
1543, menjelang ajalnya. Para ahli ilmu bahkan hendak dibunuh oleh mereka yang merasa
pengetahuan setelah Copernicus, termasuk Galileo tersaingi oleh ajaran baru itu. Tetapi Nabi
Galilei (1564-1642), juga memperoleh hukuman Muhammad SAW berhasil mengubah keyakinan
dari pihak Gereja karena berusaha mengingkari apa masyarakat untuk beralih kepada keyakinan yang
yang diyakini saat itu tentang pergerakan bumi, baru karena dukungan telah datang, perlengkapan
matahari, bulan, dan planet-planet di angkasa. telah memadai, serta pertolongan ada dimana-mana.
Meskipun Galileo mampu membuktikan Dari analogi di atas dapat diambil pelajaran bahwa
teorinya tentang planet-planet dengan menggunakan mematahkan keyakinan yang keliru yang sedang
teleskop yang diciptakannya, Galileo tetap dihukum berlaku akan menghasilkan terobosan yang luar
dan dipaksa untuk membatalkan teorinya pada tahun biasa manfaatnya.
1633. Tetapi bantahan (refutation) Copernicus dan Berbeda dengan tipe-1 dan tipe-2, kebaruan
Galileo demikian kuatnya sehingga tidak mampu tipe-3 adalah merubah prinsip dasar yang dijadikan
lagi dibendung oleh ancaman atau hukuman pihak pijakan suatu praktek atau kebiasaan. Oleh karena
otoritas. Hasilnya, pada abad 18 para ilmuwan itu, seseorang yang ingin menghasilkan kebaruan
Eropa, termasuk Sir Isaac Newton mengikuti tipe-3 ini harus memiliki wawasan yang
pemikiran Copernicus. Sekarang teori-teori yang komprehensif sebagai landasan untuk melahirkan
berkaitan dengan pergerakan bumi, bulan, matahari, prinsip dasar yang baru.
dan planet-planet semuanya berkiblat pada pendapat
Copernicus yang dinilai sangat bertentangan dengan Bagaimana Menghasilkan Kebaruan?
pendapat pendahulunya, Cladius Ptolemaeus. Teori Dari uraian contoh-contoh di atas dapat
yang dilahirkan oleh Copernicus yang menyanggah dikatakan bahwa seorang peneliti di bidang
teori yang berlaku saat itu adalah kategori kebaruan Teknologi Industri Pertanian memiliki kesempatan
tipe-3. Kebaruan tipe ini mampu memutarbalikkan untuk menghasilkan kebaruan baik berupa invention,
arah, keyakinan, paradigma, dan nilai-nilai yang improvement, atau refutation baik pada aspek proses,
berlaku sedemikian rupa sehingga segalanya bisa manajemen, atau lingkungan. Tipe kebaruan yang
sangat berbeda. mana yang akan dihasilkan tidak menjadi masalah
Menghasilkan kebaruan tipe-3, seperti karena semuanya memungkinkan dan memiliki arti
contoh di atas, memerlukan keberanian, dukungan yang sama pentingnya dalam pembangunan
perangkat, dan kelengkapan disiplin ilmu yang agroindustri.
memadai untuk memperkuat argumen dan bukti- Kebaruan berupa invention dimungkinkan
bukti. Copernicus yang belum banyak didukung karena banyak material, alternatif proses, teknik
oleh ahli-ahli yang hidup pada jaman itu tidak cukup manajemen, metode, prosedur, dan lain-lain yang
berani untuk mempublikasikan hasil pemikirannya terbuka untuk dicari dan diciptakan. Kebaruan
itu. Demikian pula dengan Galileo yang walaupun berupa improvement pun dapat dilakukan karena
telah didukung oleh perangkat dan bukti-bukti hasil sangat banyak perbaikan aspek-aspek krusial
observasinya tetap masih lemah untuk diakui agroindustri yang masih belum tersentuh yang
pendapatnya. Tetapi setelah banyak para ahli memerlukan pemikiran serius. Demikian juga
mendukung pendapat teori yang menyanggah dan dengan kebaruan berupa refutation dapat dihasilkan
telah lengkap peralatan untuk pembuktian, hasil karena sangat mungkin ada praktek-praktek
pemikiran atau penelitian dengan kebaruan tipe-3 ini agroindustri yang belum tepat yang diyakini sebagai
baru dapat berkembang dan menjadi keyakinan baru. suatu kebenaran. Masalahnya adalah bagaimana
Sulitnya penetrasi kebaruan tipe-3 ini dapat tipe-tipe kebaruan dari hasil penelitian dalam bidang
dibuktikan dengan mengambil analogi yang banyak agroindustri ini dapat dihasilkan. Inilah persoalan

J. Tek. Ind. Pert. Vol. 19(2), 115-121 118


Masalah Kebaruan dalam Penelitian Teknologi ..............

yang memerlukan pemikiran dosen, mahasiswa, dan peranan terhadap performance mobil secara
pihak praktisi agroindustri untuk bersama-sama keseluruhan, misalnya saja komponen stir (steering
memikirkannya. Berikut adalah salah satu alternatif wheel). Dahulu stir mobil belum seperti sekarang
pemikiran: sehingga untuk membelokkan mobil diperlukan
Dari contoh-contoh di atas dapat kita ambil tenaga yang besar. Bagi produsen mobil, keadaan
banyak pelajaran untuk menghasilkan suatu stir bisa jadi merupakan salah satu faktor yang
kebaruan hasil penelitian. Dari tokoh-tokoh yang menentukan kenyamanan sebuah mobil yang juga
disebutkan diatas baik Taylor, Bell, Newton, merupakan salah satu dimensi kualitas. Oleh karena
maupun Copernicus, semuanya berawal dari itu, produsen mobil berupaya untuk mencari
memperhatikan persoalan atau fenomena yang mekanisme agar mobil dapat dibelokan hanya
terjadi yang disadarinya ada sesuatu yang dapat dengan sedikit tenaga. Berdasarkan fenomena atau
diperbuat dengan persoalan atau fenomena itu. persoalan yang terjadi pada stir ini, para produsen
Apabila pengalaman para tokoh itu akan kemudian berlomba-lomba mencari mekanisme
kita adopsi untuk bidang agroindustri, maka salah tersebut. Kemudian diperkenalkanlah sebuah
satu yang dapat dijadikan template adalah output mekanisme yang diberi nama power-assisted
atau outcome yang para tokoh itu kontribusikan steering (belakangan diterapkan juga untuk rem,
terhadap bidang yang mereka geluti yang kita jendela, antene, dan kunci pintu). Setelah
ketahui terus berkembang. Demikian pulalah yang mekanisme ini diterapkan kenyamanan mengendarai
semestinya terjadi dengan penelitian-penelitian yang mobil meningkat secara nyata yang sekaligus
dilakukan dalam bidang agroindustri, mereka harus meningkatkan performance mobil secara
berkontribusi untuk agroindustri dalam banyak keseluruhan.
aspek agar lebih baik, lebih efisien, lebih produktif, Dalam artikel yang berjudul ”Developing
dan lebih positif. Oleh karena itu, sebuah penelitian Originality”, Anonimous (2000) menjelaskan bahwa
dapat dikatakan telah menghasilkan suatu kebaruan masalah kebaruan dihadapi oleh banyak mahasiswa
apabila penelitian tersebut mampu menunjukkan pascasarjana di banyak program postgraduate.
adanya perbaikan pada level yang dapat ditunjukkan Dalam artikel tersebut diadopsi beberapa kriteria
antara agroindustri sebelum dan setelah penelitian yang mungkin dapat digunakan untuk menilai
dilakukan. originality suatu penelitian, yaitu:
Keyword ”agroindustri” di atas yang dijadi- • Presenting a major piece of new information in
kan sandaran untuk mengindikasikan adanya kebaru- writing for the first time.
an dari sebuah penelitian adalah istilah generic yang • Extending, qualifying or elaborating on an
pada implementasinya dapat berupa sebuah objek existing piece of work.
apakah itu sistem, unit, bagian, metode atau • Undertaking an original piece of work
prosedur, proses, tools, atau sebuah elemen designed by someone else.
(komponen) dalam sebuah agroindustri. Terhadap • Developing a new product of improving an
objek penelitian ini seorang peneliti terlebih dahulu existing one.
harus mampu mendefinisikan fenomena atau • Reinterpreting and existing theory, maybe in
persoalan yang akan dicari solusinya agar different context.
performance objek sebelum dan sesudah penelitian • Demonstrating originality by testing someone
dapat dibandingkan. Melalui solusi yang dihasilkan else’s idea.
itulah kebaruan dapat dikategorikan apakah
• Carrying out empirical work that has not been
termasuk kebaruan tipe-1, tipe-2, atau tipe-3.
done before.
Untuk memudahkan dalam menentukan
• Using a different methodological approach to
objek penelitian dan mencari fenomena atau
address a problem.
persoalan yang akan dicari solusinya, seorang
peneliti harus memandang agroindustri sebagai • Synthesizing information in a new or different
sebuah sistem (atau objek) yang terdiri dari sejumlah way.
komponen yang masing-masing memiliki peranan • Providing a new interpretation using
terhadap performance agroindustri. Kemudian, existing/known information.
peneliti ini harus menentukan sedikitnya satu • Repeating research in other context, for
komponen penting dan memiliki fenomena atau example, a different country.
persoalan krusial yang jika terhadap fenomena atau • Applying existing ideas to new areas of study.
persoalan itu dilakukan sesuatu yang dapat • Taking a particular technique and applying it
meningkatkan performance-nya, maka akan in a new area.
meningkatkan performance sistem agroindustri • Developing a new research tool or technique.
secara keseluruhan. • Taking a different approach, for example a
Konsep menghasilkan kebaruan dalam cross-disciplinary perspective.
penelitian di bidang agroindustri dapat didekati • Developing a portfolio of work based on
dengan sebuah analogi berikut: Misalkan kita research.
menganalogikan agroindustri sebagai sebuah mobil. • Adding to knowledge in a way that has not
Kita mengetahui bahwa mobil terdiri dari sejumlah previously been done before.
komponen yang setiap komponennya memiliki

119 J. Tek. Ind. Pert. Vol. 19(2), 115-121


Sukardi

• Conducting a study on a previously untuk menghasilkan kebaruan dan memainkannya


unresearched area or topic. untuk kesejahteraan. Kondisi agroindustri nasional
• Producing a critical analysis of something not yang jauh dari dikatakan baik merupakan peluang
previously examined. sekaligus tantangan bagi setiap peneliti di bidang
(Phillips dan Pugh (1994) didalam Anonimous, agroindustri mahasiswa dan dosen untuk menghasil-
2000). kan kebaruan yang sebenarnya (the real novelty)
untuk membawa agroindustri ke posisi yang lebih
Implikasi Kebaruan Hasil Penelitian baik. Mari kita bersimulasi (what if): Setiap tahun
Contoh power-assisted steering adalah salah Indonesia perlu mengimpor gula sedikitnya 1 juta
satu contoh kebaruan yang terjadi di industri ton atau 1 milyar kilogram. Jika tonnage tersebut
manufaktur yang berimplikasi terhadap peningkatan dikonversi ke nilai uang, maka akan menghasilkan
performance mobil yang kebaruan itu merupakan angka trilyunan dan uang itu setiap tahun terus
solusi persoalan yang ada pada stir model lama. Hal mengalir ke pabrik-pabrik gula di luar negeri
serupa masih terlalu banyak untuk disebutkan yang (Thailand, India, China, Brazil). Andaikan
mungkin juga terjadi pada agroindustri (di negara penelitian TIP/TIN dapat menghasilkan kebaruan
lain). Akan halnya agroindustri nasional, sejumlah untuk mengurangi keperluan impor tersebut, maka
kasus menunjukkan bahwa performance agroindustri kebaruan tersebut sangat jelas manfaatnya bagi
kita masih terlalu jauh jika dibandingkan dengan kesejahteraan bangsa dan negara. Catatan: angka itu
yang ada di negara lain. baru untuk satu komoditi, yaitu tebu.
Salah satu penyebab keadaan agroindustri
nasional seperti ini sangat mungkin adalah penelitian KESIMPULAN DAN SARAN
- penelitian yang dilakukan belum menghasilkan
kebaruan yang sebagaimana mestinya. Atau, Kesimpulan
kebaruan yang dihasilkan belum cukup meyakinkan Sering terdengar keluhan minimnya
untuk dapat diimplementasikan. Faktor utamanya penelitian yang dihasilkan karena dana dan fasilitas
bisa jadi terletak pada definisi persoalan atau yang terbatas. Tetapi, jika kita baca sejarah para
fenomena yang belum atau tidak mengakar pada tokoh yang telah disebutkan dalam tulisan ini, maka
kondisi nyata di lapangan. akan kita sadari bahwa mereka pun tidak memulai
Implikasi kebaruan hasil penelitian terhadap dengan dana dan fasilitas yang melimpah: Taylor,
perkembangan ilmu pengetahuan dan dunia bisnis Bell, Newton, dan Gates. Hasil kebaruan yang
bisa sangat luar biasa (remarkable). Suatu hasil mereka ciptakanlah yang membawa mereka, bangsa,
penelitian dapat membawa individu atau lembaga dan negaranya kearah kesejahteraan.
atau bangsa menjadi pioneer atau leader dalam Dengan sumberdaya manusia yang demikian
penguasaan suatu teknologi (Barker, 1993). Dalam besar, cepat atau lambat tidak mustahil dari
bidang komputer, Bill Gates (1955-) dan Paul Ellen Departemen TIN akan dihasilkan kebaruan-kebaruan
(1953-) telah menunjukkan sukses luar biasa dalam yang mampu disaksikan, dirasakan, dan diakui
perkembangan bidang perangkat lunak. Awalnya, manfaatnya oleh masyarakat luas, baik kebaruan
ketika Mr. Gates dan Mr. Ellen ini kelas 1 SMA, tipe-1, tipe-2, maupun kebaruan tipe-3. Alat picu
mereka berdua meminta dispensasi untuk dapat yang diperlukan adalah gagasan-gagasan dan
menggunakan komputer sekolahnya pada free time terobosan-terobosan kreatif untuk mengatasi
untuk satu tujuan, yaitu mencari flaws atau errors persoalan agroindustri krusial baik aspek
yang ada pada operating system PDP-10. Sambil manajemen, teknologi proses, maupun lingkungan.
menyelam minum air, barangkali itulah yang Oleh karena itu, let’s race with the time.
dilakukan Bill dan Paul karena selain tujuan mereka
tercapai, mereka pun mahir dalam bahasa komputer Saran
Basic, Fortran, dan LISP (Encarta Reference Uraian dan pembahasan tentang kebaruan
Library, 2005). dalam artikel ini dapat dipandang sebagai langkah
Ketiga bahasa komputer tersebut kemudian awal untuk mengisi kekosongan reference kebaruan
mereka jadikan modal dasar untuk membuat versi (novelty atau originality) dalam bidang agroindustri
Basic untuk komputer jenis PC dan operating system yang sifatnya masih global. Oleh karena itu, untuk
MS-DOS (kedua perangkat lunak ini populer di memperkaya dan mempertajam pembahasan,
Indonesia tahun 1980-an). Itulah awal langkah besar diperlukan kontribusi pemikiran-pemikiran yang
Bill Gates dan Paul Ellen yang sangat terkenal bersifat kontruktif sehingga istilah kebaruan dalam
melalui produk-produk perangkat lunak komputer penelitian agroindustri dapat dipemahami dengan
yang berlabelkan Microsoft. Sampai sekarang Bill variasi yang minimum. Salah satu yang memerlukan
Gates dapat dikatakan hampir tidak pernah berhenti kajian dan pemikiran lebih mendalam untuk
menghasilkan kebaruan di setiap versinya yang melengkapi tulisan ini adalah tentang bagaimana
selalu membuat kejutan dalam mendayagunakan mendefinisikan persoalan yang akan diteliti
komputer untuk data processing, baik melalui word dikaitkan dengan kebaruan yang akan dihasilkan.
processor, spreadsheet, maupun presentation. Selain itu, perlu juga dilakukan kajian dan
If Mr Gates can do it, so can we! Bill pembahasan bagaimana keterkaitan antara penelitian
Gates telah mencontohkan kepada dunia cara terbaik terdahulu dengan penelitian yang akan dilakukan,

J. Tek. Ind. Pert. Vol. 19(2), 115-121 120


Masalah Kebaruan dalam Penelitian Teknologi ..............

apakah replikasi dapat dipandang sebagai suatu [4] Duryea, M, Hochman, M, dan Parfitt, A. 2007.
kebaruan? Kontribusi pemikiran tentang kebaruan Measuring the impact of research. Research
dalam penelitian agroindustri sangat diperlukan Global. The Australian Technology Network
untuk memberikan orientasi yang tepat dalam of University.
pembangunan agroindustri di tanah air. [5] Encarta Reference Library. 2005. Microsoft
Corporation (1993-2004).
DAFTAR PUSTAKA [6] Hopp, W. J., & Spearman, M. L. (2001).
Factory Physics: Foundations of
[1] Anonimous (2000). Developing originality. Manufacturing Management. Second Edition.
www.services. unimelb.edu.au/llsu/ Irwin-McGraw-Hill. Boston, MA
[2] Barker, J.A. (1993). Paradigms: The Business
of Discovering the Future. Harper Collins
Publishers. New York.
[3] Brody, T.D. 2006. Evaluating Research Impact
through Open Access to Scholarly
Communication. Ph.D. Thesis, University of
Southampton.

121 J. Tek. Ind. Pert. Vol. 19(2), 115-121