Anda di halaman 1dari 6

Notulensi Rapat Koordinasi

PROGRAM PEMBANGUNAN & PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DESA(P3MD)


PROV. KALIMANTAN TIMUR, Balikpapan 13 – 16 2018.
“TEMA PERSIAPAN PELAKSANAAN PADAT KARYA”

Agenda :

1. Membahas SKB-4 Menteri Tentang Penyelarasan & Penguatan Kebijakan


Percepatan Pelaksaaan UU Desa No. 06 Tentang Desa
2. Pedoman Umum Padat Karya Tunai di desa Tahun 2018

Peserta :
No Lembaga/Instansi/Perusahaan/LSM
.
1. Kementerian Desa & TRansmigrasi
2. Kementerian Dalam Negeri.
3. Kepala Dinas DPMD Kaltim
4. Kapolda Kaltim
5. DPMPD Kab Se Kaltim
6. Bapeda Se kaltim
7. Polres Se Kaltim
8. Polsek Se Kaltim
9. Camat Se Kaltim
10. Kepala Desa Se Kaltim
11. Lemabaga APDESI
12. TAPP Prov Kaltim
13. TAPM Kab. Se Kaltim
14. PD Kec. Se kaltim
15. PLD Desa, Se Kaltim
16.
17.
18.
19.
20.
Pembahasan :

“ Pedoman Umum Padat Karya Tunai di desa Tahun 2018 “

Moderator : Staf DPMD Prov. Kaltim


Narasumber : Bpk Rudi Hermawan SE, MTH
Kementerian Desa KAsubid Prasarana Desa Pemda

Presentase “ Pedoman Umum Padat Karya Tunai di desa Tahun 2018 “

I. Pendahuluan
Minculnya padat karya melalui rapat terbatas tinmgkat menteri yang
tentunya diikuti rakor2 tingkat instansi terkait sehingga ini disebut padat
karta tunai
3 Smber pendaaanan Pada Kartuy Yaityu dana Kementerian, Dana Apbd
prov serta Dana Desa
Penfergtian Padat Karyav yaitu
Penggunaan Lokal baik material maupun Tenaga kerja
Penyampaian Pendaanan Sumber Dari Dana Desa.
Gotong Royong itu berkesempatan dapat tumbuh kembali, harapannya
PKT dapat meningkatakan kualitas n taraf hidup masyakarat

II. Kendala :
Msh tingginga angka pengganguran
Masih tingginya gap anatara desa kn kota
Terjadinya Mingrasi n urbanisasi
Masih tingginya angka stanting (anak kerdil)

III. Tujuan : memberikan acuan untuk jukni n juklat


Penyaamaan persepsi pada tingkal kementerian

IV. Makasud : Memperhatikan Kualitas dari masyarakat itu sendiri


Meningkaytkan akses masyarakat ,mislin ( inklisu )
Penignkatan Pendapatn n ekonomi Masy Desa
V. Sasaran
MAsya Yang Menganggur n Masy Yg Setengah menganggur (
Penduduk miskin tersebut

VI. Prinsip :
- inklusif
- Parsipatif
- Transparan n Akumtabel
- Efektif
- Swakekola n Swadaya
- Upah Kerja berdasarkan Musdes.

VII. Kerangka Kerja


1. Masya Kurang Mampu
2. Pencipataan yang berdamapak pd peningkatan pendapatn
3. Penyediaan Lapangan Kerja
4. Focus pada pembanguann sarana n prasaran desa

Manfaat yaitu mencipatalan lap kerja unutuk penduduk miskin serta produksi n
produktivitas masy tersebut di desa

VIII. Dasar hukum : UU Desa, PP 43, PMK 225 n 116 n SKB 4 mneteri. Dgn
kooordinasi dikementerian terkait

IX. Sifta kegiatan. Yaitu swakekol serta tidak mengesampingkan pengadaaan


barang
Menggunakan lap kerja local yg mulai dari tahap perencanaan smpai
dgn tahap pelaksanaan.

X. Pelaksanaa pek : Mandor, tukang n pekerja.


Penggunaan bahan Baku yang ada didesa sehuingga bisa dikelola
oleh masyarakA itu sendiri.

XI. Lokasi Pelaksasan PKT ini diseluruh desa diindonesia.


XII. Lokasi Stanyting khusus Wil Kalimantan Timur yaitu PPU (data dari
kemeterian kesehatan ), pendekataanx, spesifik n sensisitif ( lebih
daripaada pelayanan )

Contoh : Program Kementeriasn yang menggunakanan PKT, Yaitu


Kementerian PUPR yaitu Pamsimas.
Kesimpulannya adalah
1. PKT harus dilaksanaklan seacra bersama n gotong ronyang baik dilevel
kemetarian, prov, kabuopaten serta desa yang harapannya itu dapat
meningkatkn taraf, kulaitas n kearifan local masyarakat desa.

Sesi I . Pertanayaana (4 Penanya Dr Peserta )

1. Pak Dul Ajis Kepala PMD Penajam yaitu


- Dasar dari penetapan status satnting , penetuann n kriterian terhadap
desa2?
- Dasar Upah PKT itu apakah sesu adgn UMP?

2. Ikwanuddin ( TA infra Mahakam Ulu )


- Masalah Penerapan Mekanisme PKT dMU, mengingat jumlah penduduk
ketriak bernbicara swakwelo n swadaya, pada kondisi reel ada beberapa
desa jmlh pendudukx sedikit, bgmn Mekasnime tersebut? Apapkah pakai
penyedia jasa atau dipihak 3 kan?

3. Camat Babulu
- Siap Mengawal Program Pemereintah PKT
- Upah PKT hrs berada ddlm RAB, Auditar memerikasa berdasarkan permen
PU
Volume pek yg dkonversi dlm nbntuk HOK, Apapk Audit pake SKB4 aytau
Permen PU dlm mememriksa? Krna Rata2 lebih dr 20% HOK tersebut
- Wialyah Kami penge DD n ADD sdh Cukup Baik bahkn kami dsana saat ini
sdh pd pelaksanaaan ningnkata kualitas keg. Kami Menumbuhkan
Swadaya itu n banyak keg yang HOKnya kami hapus? Bagmn ini
- Tdk menggukanak tenahga manusi lebioh pada UPT PU, krna banyak
kelaebiuhan krna, bgmn dgn kulaitas n target keg itu apabila menggunakan
PKT?
4. Rudi ( TA Paser )
- Sumber Pendaaatn Selain DD, ada jg APBN n Prov, didesa itu ada jg ADD yg
berasal dr APB, apakah ADD jg Wajib pelaksanaan PKT
- Apakah Ada sanksi bg desa yg tdk melaksanakan PKT?

Tanggapan dr Narasumber

1. - Kriterian Stantuing yg ada Pd TMP2K , jmlah Balita Stantung hasil dari


kemedes, ini sumber dari MenKes, Dinkes n BPS, dari data ini dirangking
kemudian tetapkan, inipun dari riset kesehatan. desa jadi boleh dikonfirmasi
ataupun dicek. INi ada secara statistic.
30 % dr dana desa, yaitu Akumulatif dr keg Pemb. Unutk Batas BWH n ATAS
hrs melalu musyawarah n penetuan dr desa tersebut.
2. – Untuk Pak Ikhwan, Dimungkin ada penyedia jasa atau kontyraktor, adapun
boleh dkonversi ke tenaga manusia n ini tdk masalah. Silahkana aja
memamakia alat bantu ADA mm situasi tertentu. Unutk penentuan 30% HOK
itu.
3. – Untuk Pak Camat, Tingkt Pusat. Sdh menyusun Modul2 PTPD, camat
dilibatkn.
- Kiblat Auditor ditimgkat pusat BPKP tetap mengacu pada SKB yg nantinya
akan diperkuat Jukni ooleh Kenmedes, sehingga dasarx ttp pd PKT 30%.
- Kewenganagn masyakat desa apabila tdk mw menerima upah yg dikumpulkn
pad akas desa, salah satu conoh dbanyuasain (jawa)
4. Pak Rudi.
- Hanya dari dana desa sj .yg 30 % itu. Saya kira boleh jg dilakukan swakwelo yg
tdk hanya 30%.
- Sampai skrng blum ada juknis terkait sanksi itu. Mungkn Bisa aja diatur
mengenai didesa. Tp ini ada wacan dikemterian keuangan yg pelaksanaan dana
desanya bagus yg mungkn bisa dberikn reward.

Sesi II Pertanyaan: (3 Penanya dr psesrta )

1. Risman Abul ( Kec. Sepaku ).


- Terkait Upah Tnaga Kerja, khusnya dPPU lebih tinggi Permne PUPR,
sehingga perlu adad kesepakat antara SKB n PUPR?
- Khususnya Kab Kami, alat itu punya pihak PUPR yg slama ini, shinggga
memaksimalkn keg n meminimalisir yg memerlukna, ini dlema pada ssat
ini krm kami menggenjot keg2 diddesa, sehingga tinggkat partisipasi masy
akan hilang? Yg tiap thn kami dinilai oleh kemendagri, nah dgn adanya ini
jelas sangat berpengaruh? Memang ada hal2 kegiatan tertentu yg bisa
diPKTkan?
2. Rosmiati ( TA TTG Berau)
- Misalnya Dilapangan/Desa, kami menemukan ada desa yg melakukan
kegiatan dipemberdayaan apakah boleh jg untuk PKT30% itu?
- Trus Misalkan hanya 1 kegiatan pembangaunan sj, apakah boleh juga?
- Apa alasan dr Pemerintah Pusat dana pencairan Dana Desa ini mnjadi 3
thp? Krn sebelumnya mnjadi 2 thp yg pencairannya sdh baik.
3. Pak Jauhar Effendi ( Kadis DPMD Prov)
- Ada Kekhawatiran dgn Pola ini PKT ditingkat Prov n Kec., yang akan
menurunkan tingkat partisipasi masyarakat, krn tiap thn pada
pemerintahan Kec itu diukur oleh kemendagri.?
- Trus Sisi lain desa diberikn kewewngann yg luar bisa krna disisi lain ada
intervensi2? Sy kira ini perlu didiskusikn.

Tanggapan dr Narasumber

3 .Ini memang sdh melalui diskusi dilevel kemeterian juga krna sdh kebijakn
y..tetapi ini masukan untuk tdk menghilngkn kearifan local. (camat n Kadis Usul n
Saran unutk Annalisa Standirasi ) sehingga perlu legal formal untuk
menyesuaikannya.
4. Bu Rosmiaty..klw didesa itu sdh melalui musdes ya silahkn aja.
- Klw hanya 1 keg tp sdh melalui musdes ya dpersilahkn jg.
- Mnjadi 3 thp, inign memmudahkn agar daerah bln januari desa itu langsng
bekerja. Kemudian persyaratan pencairan itu mudah hanya Perbu n Perda
aja. Sehingga bisa cari sesegera mungn.

5. Respon saya untuk pak kadis ….kami sadari betul memang ada peraturan
tumpang tindih, seperti contoh misalnya Bpknya kemdagri n ibunya
kemendes.. yang memang mmeberikn kewenangan penuh trhd desa..ttp dgn
adanya SKB 4 Mneteri ini sdh ada batasan kewngan trhp kementerian trsbt,
ttp kami ttp mengakomodir usul n saran Bapak ibu skalian. Terima Kasih.