Anda di halaman 1dari 10

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

KEGIATAN :
PEMBANGUNAN IRIGASI PERMUKAAN

PEKERJAAN :
BIAYA PERENCANAAN SURVEY KONDISI/E-PAKSI
WILAYAH LAROMPONG SELATAN - SULI

LOKASI :
TERSEBAR DI LAROMPONG SEL.-SULI

TAHUN ANGGARAN 2021


DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG
KABUPATEN LUWU
KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
BIAYA PERENCANAAN SURVEY KONDISI/E-PAKSI
WILAYAH LAROMPONG SELATAN-SULI

I. LATAR BELANG
Perubahan paradigma pada system pemerintahan di Indonesia dengan diterapkanya
Otonomi Daerah telah mendorong pemerintah daerah, khususnya kabupaten Luwu lebih
proakif dalam upaya pembangunan wilayahnya. Hal ini dapat terlaksana dengan baik bila
pemerintah kabupaten Luwu memiliki informasi dan pengetahuan yang cukup mengenai
potensi sumberdaya wilayahnya. Kabupaten Luwu memiliki 69 Daerah irigasi (D.I) yang
telah ditetapkan dengan Surat Keputusan Mentri PU dengan Luas 7.060 ha. Dalam upaya
mengembangkan potensi jaringan irigasi, sungai dan saluran pembuang di Kabupaten Luwu,
maka perlu dilakukan Survey dan Investigasi seluruh jaringan irigasi, sungai dan saluran
pembuang yang selanjutnya dimasukan dalam sistem Data Base, dengan Teknologi GIS
(Geografik Information System). Pengumpulan data dan Informasi pada dasarnya
membutuhkan waktu, tenaga dan biaya yang besar, sehinga seringkali tertinggal dari laju
perkembangan daerah, demikian halnya dengan Pemerintah Kabupaten Luwu. Data dan
informasi yang dimiliki saat ini sebaian besar dari data lama, sehingga diragukan akurasinya,
kemukhtahirannya dan kesesuainnya dengan kebutuhan proses perencanaan pembangunan.

Berkaitan hal tersebut diatas serta dalam rangka melaksanakan program-progam kegiatan
yang tertuang dam DPA- SKPD Dinas PUPR Kabupten Luwu tahun anggaran 2021, maka
Dinas PUPR melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang ditunjuk, melakukan Kegiatan
Pembangunan Jaringan Irigasi Permukaan dengan melaksanakan Biaya Perencanaan Survey
Kondisi/E-PAKSI Wilayah Larompong Selatan - Suli sebagai upaya untuk mendapatkan
dokumen teknis yang berupa Data Base Jaringan Irigasi sesuai dengan norma-norma
standar perencanaan irigasi yang berlaku.

II. MAKSUD DAN TUJUAN


Maksud dari kegiatan ini adalah untuk penyusunan Sistem Informasi dan Data Base yang
meliputi perkembangnan suatu jaringan irigasi yang mencakup aspek hukum, teknis,
pembiayaan, bangunan pelengkap dan pemanfaatannya sehingga dapat digunakan sebagai
acuan Pemerintah Daerah untuk penyelenggaraan kegiatan pembangunan irigasi
kewenangan kabupaten.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk melaksanakan tertib pembangunan irigasi dengan
mewujudkan dokumen yang lengkap, akurat, mutakhir, dan mudah diperoleh melalui sitem
informasi yang handal dan efektif.

III. SASARAN
Berdasarkan maksud dan tujuan diatas, maka sasaran yang diharapkan adalah peningkatan
kinerja untuk penyusunan rencana dan program penyelenggaraan Pengelolaan Irigasi di
Kabupaten Luwu

IV. DASAR HUKUM


Dasar hukum pelaksanaan Kegiatan Perencanaan Pengutan Data Base Jaringan Irigasi
Wilayah Bua-Ponrang Selatan adalah :

a. Undang-Undang No. 02 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi


b. Undang-Undang N0. 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air
c. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 54 Tahun 2015 tentang Perubahan
Keempat atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan
Barang/Jasa Pemerintah;
d. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 31/PRT/M/2015
tentang Perubahan Ketiga Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor
07/PRT/M/2011 tentang Standar dan Pedoman Pengadaan Pekerjaan Konstruksi dan
Jasa Konsultansi;
e. Peraturan Daerah Kabupaten Luwu Nomor . Tahun 2020 Tanggal … Bulan …..2020
tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Luwu Tahun Anggaran
2020 ; dan
f. Peraturan Bupati Luwu Nomor …. Tahun 2020 Tanggal … 2020 tentang Penjabaran
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Luwu Tahun Anggaran 2021.
g. Standar Perencanaan Irigasi Kriteria Perencanaan (KP 01 s/d KP 07) Tahun 1989

V. SUMBER PENDANAAN
Sumber pendanaan Biaya Perencanaan Survey Kondisi/E-PAKSI Wilayah Larompong
Selatan-Suli adalah bersumber dari DAU (Dana Alokasi Umum) Kabupaten Luwu Tahun
Anggaran 2021 sebagaimana yang tertera pada Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan
Kerja Perangkat Daerah (DPA-SKPD) Dinas PUPR Kabupaten Luwu Tahun Anggaran 2021
Nomor : Kode Rekening 1.03.02.2.01.35.5.2.04.02.01.0003 Biaya Perencanaan Survey
Kondisi/E-PAKSI Wilayah Larompong Selatan-Suli Sebesar Rp 100.002.000,- (Seratus Juta
Dua Ribu Rupiah).

VI. LOKASI PEKERJAAN


Lokasi Biaya Perencanaan Survey Kondisi/E-PAKSI Wilayah Larompong Selatan-Suli adalah
daerah irigasi Kewenangan Kabupaten yang ada dari Kecamatan Larompong Selatan
sampai dengan Kecamatan Suli.

VII. PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PENYEDIA JASA


Pelaksanaan Biaya Perencanaan Survey Kondisi/E-PAKSI wilayah Kecamatan Larompong
Selatan - Suli ini dilakukan secara kontraktual dengan bantuan pihak penyedia jasa
konsultan. Penyedia jasa kunsultan yang dapat melaksanakan kegiatan ini adalah penyedia
jasa konsultansi Bidang Perencanaan Sipil Sub. Bidang Jasa Desain Rekayasa Untuk
Pekerjaan Teknis Sipil Air.

VIII. LINGKUP KEGIATAN


Ruang Lingkup wilayah menitik beratkan pada bidang irigasi di wilayah Kecamatan
Larompong Selatan dan Suli , sebagai lingkup kegiatan Penguatan Data Base Jaringan Irigasi
yang meliputi :
7.1. Pengumpulan Data
Proses pengumpulan data dilakukan dengan mencari data dari buku dan peta yang
dimiliki oleh Dinas PUTR Bidang Sumber Daya Air Kabupaten Luwu yang
berhubungan dengan objek permasalahan. Selain itu beberapa data juga diperoleh
secara lansung dengan survey kelapangan.
Data-data yang perlu diiventarisasi adalah :
a. Data nama-nama sungai
b. Elevasi muka air sungai
c. Kandungan sendimen air sungai
d. Data teknis banjir
e. Penyebab, jenis dan jumlah kerugian akibat banjir,
f. Data Sumber air
g. Data Debit air
h. Data Jaringan Irigasi
i. Data Bangunan Irigasi
j. Data Curah hujan
k. Data Embun/Telaga
l. Data pemanfaatan sumber air
m. Peta-Peta

7.2 Ujicoba Intalasi sistem


Proses instalasi sitem dilakukan dengan cara menginstalkan system ke dalam
suatau computer. Ujicoba proses instalasi ini bertujuan untuk mengetahui apakah
system yang dibuat dapat bekerja dengan hasil yang sama persis seperti di
computer Developer.

7.3 Ujicoba antaramuka sistem


Pengujian ini bertujuan untuk menguji apakah semua form-form yang ada dalam
system sudah berfunsi dengan benar agar kesalahan yang terjadi dapat seminimal
mungkin. Ujicoba ini juga bertujuan untuk mengetahui efektifitas dari system
yang dibuat.

7.4 Input Data


Tedapat dua proses input data pada sistem ini yaitu input data grafis yang
bertujuan untuk menambah data spasial (peta) dan data atribut yang bertujuan
untuk mengisi informasi-informasi dari data spasial yang telah di-input. Setelah
proses input data akan dilakukan pengujian hasil yang ditampilkan pada form peta
dan panel informasi.

7.5 Edit Data


Terdapat dua proses edit data yaitu edit data grafis yang bertujuan unuk mengedit
data spasial yang telah ada dan edit data atribut yang bertujuan untuk mengedit
informasi tertentu dari data spasial yang telah ada.

7.6 Pencarian atau Query Data.


Terdapat dua proses pencarian data pada system yaitu pencarian data berdasarkan
criteria pencarian data atribut tertentu dan pencarian data berdasarkan radius
pencaria spasial (peta) tertentu.

7.7 Tampilan Informasi


Informasi yang ditampilkan adalah berupa informasi bidang irigasi berdasarkan data
spasial (peta) yang dipilih oleh pengguna system. Selain itu penggnan system juga
dapat menampilkan informasi-informasi dari jaringan irigasi yang kondisinya rusak
dan yang sudah saatnya dilkukan pemeliharaan (maintenance).
Form untuk mode info (informasi) dibagi menjadi beberapa bagian, yauitu : Form
legenda peta dan Form informasi detail daerah irigasi.
7.8 Analisa kelayakan Sistem, melakukan analisa yang lebih spesifik tehadap system
informasi geografis inventarisasi bidang pengairan di Kabupaten Luwu secara
terstuktur sesuai dengan tujuan system.
IX. KELUARAN-KELUARAN
Terkait dengan kegiatan konsultan jasa konsultansi dalam pelaksanaan pekerjaan
Penyusunan Penguatan Data Base Jaringan Irigasi Wilayah Bua-Ponrang Selatan tardapat
beberapa pelaporan sebagai produk kerja yang harus dibuat oleh konsultan. Laporan-
Laporan tersebut akan disampaikan kepada pihak pengguna Jasa sesuai dengan acuan waktu
seperti yang telah dijelaskan di dalam kerangka Acuan Kerja.

X. PERALATAN, MATERIAL, PERSONIL DAN FSILITAS DARI PPK


Peralatan, material, personildan fasilitas dari PPK yang dapat digunakan dan harus
dipelihara oleh penyedia jasa :
1. Laporan dan Data
Kumpulan laporan dan data sebagai hasil studi terdahulu serta fotogrfi (bila ada) dapat
dipakai sebagai referensi oleh penydia Jasa.
2. Staf Pengawas/Pendamping
Pengguna jasa akan mengangkat petugas atau wakilnya yang bertindak sebagai pengawas
atau pendamping dalam rangka pelaksanaan jasa konsultansi.
3. Fasilitas yang disediakan oleh Penguna Jasa yang dapat digunakan oleh penyedia Jasa
- Dukungan administrasi dan surat menyurat.
- Dalam hal konsultansi rutin dengan pihak-pihak terkait atau direksi pekerjaan,
penyedia jasa dapat menggunakan ruangan rapat yang ada pada kantor Dinas PUPR
Kabupaten Luwu dengan catatan ruang rapat tersebut sedang tidak dipergunakan.

XI. PERALATAN DAN MATERIAL DARI PENYEDIA JASA KONSULTANSI


Peralatan dan material dari Penyedia jasa Konsultansi Peyedia jasa harus menyediakan dan
memelihara semua fasilitas dan peralatan yang dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan
pekerjaan, antara laian :
1. Komputer, printer (sewa)
2. Kendaraan Operasional (sewa)
3. Peralatan survey dan investigasi (sewa)

XII. LINGKUP KEWENANGAN PENYEDIA JASA


Lingkup dan kewenangan penyedia jasa adalah sebagai berikut :
1. Penyedia Jasa berwenang untuk melaksanakan jasa konsultansi maupun mengadakan
barang yang sesuai dengan kontrak.
2. Kewenangan anggoata penyedia adalah ketentuan yang mengatur mengenai apabila
penyedia adalah sebuah join venture yang beranggotakan lebih dari satu penyedia,
anggota joint nenture tersebut memberi kuasa kepada salah satuanggota joint venture
untuk bertindak dan mewakili hak-hak dan kewajiban anggota penyedia lainya terhadap
Pengunan Jasa.

XIII. JANGKA WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN


Jangka Waktu Pelaksanaan Biaya Perecanaan Penguatan Data Base Jaringan Irigasi Wilayah
Bua-Ponrang Selatan adalah selama 60 (Enam Puluh) hari kalender terhitung sejaka tanggal
ditanda tangani Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).
XIII. PERSONIL

JUMLAH
No. POSISI KUALIFIKASI
ORANG/BLN
TENAGA AHLI
1. Tim Leader/Ketua Tim Sarjana Teknik Sipil (S1) 1 Orang 2 Bulan
Studi sebanyak1 (satu) orang yang
berpengalaman minimal 3
tahun dalam bidang data Base
dan system Informasi
Geografi
2. Ahli Muda Sumber Daya Sarjana Teknik Sipil sebanyak 1 Orang 2 Bulan
Air 1 (satu) orang berpengalaman
minimal 2 tahun dalam
bidangnya.
TENAGA SUB AHLI
3. Asisten Ahli Geodesi Pendidikan D3 Sipil 1 orang 2 bulan
berpengalaman minimal 1
tahun di bidangnya
4. Surveyor Pendidikan D3 sipil 1 orang 2 bulan
berpengalaman minimal 1
tahun di bidangnya
5. Operator GIS/CAD Pendidikan D3 sipil 1 orang 2 bln
berpengalaman minimal 1
tahun di bidangny
6. Tenaga Administrasi Pendidikan minimal setingkat 1 orang 2 bulan
Keuangan SLTA/SMK atau sederajad ,
dan berpengalaman
dibidangnya dan dapat
mengoperasikan software MS
Office
7. Operator Komputer Pendidikan minimal setingkat 1 orang 2 bulan
SLTA/SMK atau sederajad ,
dan berpengalaman
dibidangnya dan dapat
mengoperasikan software MS
Office

XIV. JADWAL/TAHAPAN PELAKSANAAN KEGIATAN

Penyedia Jasa harus membuat jadwal pelaksanaan pekerjaan/kegiatan yang antara lain paling
sedikit memuat :
1. Jenis/butir-butir pekerjaan yang dilakukan
2. Diagram batang yang menujukan eaktu pelaksanaan tiap jenis pekerjaan (jenis pekerjaan
denga satuan kolom waktu mingguan)
3. Lengung-S mulai awal pekerjaan (kemajuan pekerjan 0%) sampai dengan akhir pekerjaan
(kemajuan pekerjaan 100%). Pembagian waktu kerja harus dibuat mingguan dan setiap
bulan dibagi dalam empat minggu.
XV. LAPORAN PENDAHULUAN

Laporan pendahuluan , memuat :


1. Rencana kerja penyedia jasa secara menyeluruh (antara laian persiapan meliputi
mobilisasipersonil, peralatan kantor, peralatan survey, kendaraan operasional, dll).
2. Mobilisasi tenaga ahli dan tenaga pendukung laianya.
3. Jadwal kegiatan penyedia jasa
4. Jadwal penugasan personil dan peralatan.
5. Hasil kesimpulan sementara hasil pengumpulan data, gambar/peta dan laporan hasil
kegiatan terdahulu yang terkait (bila ada), tinjauan lapangan, identifikasi permasalahan
dan evaluasi permasalahan.
6. Penyusunan rencana kerja bulan berikutnya.

Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sejak SPMK diterbitkan.


Tanggapan, masukan dan perbaikan-perbaikan dari hasil pembahasan Laporan pendahuluan
dimasukkan dalam Laporan Antara. Jumlah Laporan yang diserahkan : 3 (tiga) rangkap.

XVI. LAPORAN BULANAN

Laporan Bulanan memuat :


1. Hasil kemajuan pekerjaan yang telah dicapai selama 1 (satu) bulan dilengkapi lengkung –
S kemajuan kerja
2. Penjelasan program berikutnya baik teknis maupun administrasi dan permasalahanya.

Laporan harus diserahkan selambar-lambatnya 1 (satu) minggu setiap awal bualan


berikuntnya. Jumlah laporan yang diserahkan : 3 (tiga) rangkap.

XVII. LAPORAN AKHIR SEMENTARA (DRAF LAPORAN AKHIR)

Laporan Akhir Sementara memuat :


1. Rangkuman sementara hasil pekerjaan secara keseluruhan.
2. Semua hasil analisa baik dari segi hidrologi, topografi, geoteknik.
3. Kesimpulan sementara hasil penyusunan sitem informasi dan data base bidang irigasi.

Tanggapan, masukan dan perbaikan-perbaikan dari hasil pembahasan Laporan Akhir


Sementara dimasukan dalam Laporan Akhir. Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya
15 (lima belas) hari sebelum kontrak berakhir. Jumlah laporan yang diserahkan : 3 (tiga)
rangkap.

XVIII. LAPORAN AKHIR

Laporan Akhir, memuat :


1. Rangkuman akhir (final) hasil pekerjaan secara keseluruhan.
2. Kesimpulan akhir hasil pekerjaan.

Laporan Akhir ini merupakan penyempurnaan atau bentuk akhir dari Laporan Akhir
Sementara yang telah dibahas dalam diskusi bersama dengan memperbaiki isi laporan sesuai
dengan masukan dan rekomendasi dari hasil diskusi Laporan Akhir Sementara, harus
diserahkan selambat-lambatnya 4 (empat) 2 bulan sejak SPMK diterbitkan. Jumlah laporan
yang diserahkan : 3 (tiga) rangkap.
XIX. FOTO DOKUMENTASI

Foto dokumentasi yang diserahkan : 3 (tiga) album


Seluruh Laporan dan gambar disajikan dalam Bahasa Indonesia sesuai format (bentuk)
laporan yang berlaku di lingkugan Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kabupaten Luwu.
Untuk istilah-istilah dalam bahasa asing, agar ditulis dalam format huruf miring.
Disamping itu berkas komputer (computer file)/soft copy seluruh hasil pekerjaan di sipan
(backup) dalam sebuah External harddisk. Jumlah harddisk yang diserahkan : 1 (satu) buah.

XX. RENCANA KERJA

1. Tahap Inventarisasi data

Beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan dalam tahap inventarisasi data Penyusunan
Data Base Jaringan Irigasi Kabupaten Luwu adalah sebagai berikut :
a. Inventarisasi Data Primer
Data primer yang harus dikumpulkan oleh pihak konsultan antara laian adalah
sebagai berikut :
- Titik koordinat sarana dan prasarana irigasi
- Data da informasi kondisi sarana dan prasarana irigasi
- Data dan informasi yang berkaitan dengan sarana dan prasarana irigasi.
- Dokumentasi baik foto maupun video sarana dan prsarana irigasi (visualisasi
saran dan prasarana).

b. Inventarisasi Data Sekunder


Data sekunder yang harus dikumpulkan oleh pihak konsultan antara laian adalah
sebagai berikut :
- Peta Digital topografi Kabupaten Luwu skala 1:10.000 atau 1:25.000
- Peta Administrasi per kecamatan
- Data Base/Data atribut sarana dan saran irigasi per kecamatan di Kabupaten
Luwu
- Data Pendukung lainya.

c. Invetarisasi Data Lapangan


Inventarisasi data lapangan yang akan dilakukan antara laian adalah pengambilan titik
koordinat di setiap lokasi sarana dan prasarana irigasi dengan menggunakan Global
Positioning System (GPS), pengambial visualisasi sarana dan prasarana, data dan
invormasi kondisi sarana dan prasarana irigasi dan informasi laian yang berkaitan
dengan sarana dan prasarana irigasi.

2. Tahap Analisa GPS (Global Positioning System)

Posisi suatu titik sarana dan prasaran perhubungan disini dinyatakan dengan koordinat
UTM (X,Y) yang mengacu pada suatu system proyeksi peta tertentu.
Karena GPS juga dapat melakukan hal yang sama untuk basis-basis data laianya dari
aplikasi GIS yang berbeda-beda, maka secara tidak langsung aplikasi GPS juga digunakan
untuk mengkorelasikan basis-basis data yang berbeda dalam hal datum dan ketelitian
posisi dari data, sehingga aplikasi GIS yang satu dapat “Berkomunikasi’ dengan Aplikasi
GIS lainyasecara baik dan dapat dipertanggungjawabkan validitasnya (Integrate System
Aplication).
3. Tahap Analisa Penyusunan Aplikasi (Format SIG)

Sistem Informasi Geografis (Aeronoff, 1989) adalah system berbasis computer yang
mempunyai 4 kemampuan untuk menangani data bereferensi geografi, yaitu :
a. Pemasukan data (data input).
b. Manajemen data penyimpanan/store dan pemangilan/ritrieve
c. Analisa dan manipulasi
d. Menhasilkan data (data output)

Sistem Informasi Geografis Sistem untuk memasukkan, menyempan, memanipulasi dan


menyajkan data geografis atau data spasial (Congalton and Gree, 1992). Di dalam SIG
data tersimpan dalam format digital. Data SIG memiliki kemampuan memanipulasi data
dan analisis data spasial dengan mengaitkan data atauinformasi atribut untuk
menyatukan tipe data yang berbeda kedalam suatu analisis tunggal.
Sub system pemasukan data (data input) berfunsi untuk mengumpulkan dan
memasukan data spasial dan atribut dari berbagai sumber yang relevan untuk
kepentingan analisa. Subsistem ini mengkonversi atau mentrasformasikan dari format
data aslinya kedalam bentuk digital susuai format SIG. Manfaat utama penyimpanan
informasi dalam bentuk kode dan ID ini adalah untuk pengaktifan kembali data secara
selektif,untuk keperluan tertentu.

4. Tahap Pengolahan Data Dengan SIG


a. Pemasukan Data
b. Manipulasi dan Analisis Data
c. Peta termasuk dalam format vector dan Raster/Grid yang berbasis SIG

XX1. PERSYRATAN KERJASAMA

Jika kerjasama dengan penyedia jasa konsultansi lain diperlukan untuk peleksanaan
kegiatan jasa konsultansi ini maka persyaratan berikut harus dipatuhi :
1. Bagian pekerjaan yang dikerjakan oleh sub-penyedia harus diatur dalam kontak dan
disetujui terlebih dahulu oleh PK.
2. Ketenuan-ketentuan dalam kerjasama dengan su-penyedia mengau kepada harga yang
tercantum dalam Kontrak serta menganut system penyetaraan.
3. Penyedia tetap bertanggung jawab atas bagianpekerjaan yang dikerjakan oleh sub-
penyedia.

Masing-masing anggoata KSO akan melakukan pengawasan penuh terhadap semua aspek.

XXII. PEDOMAN PENGUMPULAN DATA LAPANGAN

Pengumpulan Data Lapangan harus memenuhi persyaratan dengan mengacu pada SNI atau
standar laianya yang berlaku.

XXII. ALIH PENGETAHUAN

Jika diperlukan, Penyedia Jasa Konsultansi berkewaiban untuk menyelenggarakan


pertemuan dan pembahasan dalam rangka alih pengetahuan kepada :
1. Staf Pejabat Pembuat Komitmen
2. Staf Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Kabupaten Luwu yang berkompeten dibidang
yang dimaksud.

XXIII. KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

Dalam pelaksanaan kegiatan jasa konsultansi, penyedia jasa wajib menerapkan system
manajeman K3 dan menyusun Rencana Keelamatan dan Kesehatan Kerja Kontrak (RK3K).
Keluaran yang dihasilkan dalam kegiatan jasa konsultansi haris mencakup aspek-aspek K3.

XXIV.PENUTUP
Kerangka acuan kerja (KAK) ini masih bersifat umum, sehingga pihak konsultan diharapkan
dapat mengembangkan secara inovatif dengan tetap berkonsultasi dengan tenaga ahli dan
pihak pemberi pekerjaan.

Belopa, 11 Januari 2021


Pejabat Pembuat Komitmen
(PPK)

SUYANI. ST
Nip : 19690310 200701 1 029