Anda di halaman 1dari 97

LEMBAR KERJA MAHASISWA AKHIR

ANATOMI TUMBUHAN
(ABKC-2301)

Disusun Oleh:
Ahmad Saufi
1910119110014
Kelas B

Asisten Praktikum:
M. Nofiar Hadi, S.Pd., M.Sc.
Alifia Novariani

Dosen Pengasuh:
Dra. Hj. Sri Amintarti, M.Si.
M. Arsyad, S.Pd., M.Pd.
Amalia Rezeki, S.Pd., M.Pd.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
JANUARI
2021
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
rahmat dan karunia-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan Laporan Akhir
Praktikum mata kuliah Anatomi Tumbuhan ini tepat pada waktunya.
Shalawat beriring salam tak lupa saya sampaikan kepada Nabi
Muhammad SAW yang telah menerangi semua umat di muka bumi ini dengan
cahaya kebenaran. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang
telah ikut membantu dalam penyelesaian penyusunan lkm akhir praktikum ini.
Khususnya kepada dosen pembimbing yaitu Ibu Dra. Hj. Amintarti, M.Si., Bapak
M. Arsyad, S.Pd., M.Pd. dan Ibu Amalia Rezeki, S.Pd., M.Pd., serta kakak asisten
dosen yang telah membimbing dan membagi pengetahuan dan pengalamannya
kepada saya. Juga terimakasih saya ucapkan kepada orang tua dan teman-teman
yang memberikan dukungan.
Saya menyadari bahwa dalam penyusunan laporan akhir ini masih
terdapat berbagai kekurangan dan kesalahan, baik dari segi isi maupun dari segi
bahasa. Untuk itu, saya mengharapkan kritik dan saran yang bersifat konstruktif
untuk penyempurnaan penyusunan laporan ini. Saya berharap agar laporan ini dapat
berguna dan bermanfaat bagi saya dan pembaca. Amin.
Banjarmasin, 22 Januari 2021

Ahmad Saufi

i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .................................................................................... i
DAFTAR ISI ................................................................................................... ii
LKM 1 BENTUK-BENTUK SEL TUMBUHAN .......................................... 1
LKM 2 SEL DENGAN BAGIAN YANG HIDUP ........................................ 5
LKM 3 BENDA-BENDA ERGASTIK/BENTUK PADAT .......................... 9
LKM 4 PENEBALAN PADA DINDING SEL .............................................. 14
LKM 5 PEMBELAHAN SEL (MITOSIS) ..................................................... 19
LKM 6 EPIDERMIS DAN DERIVATNYA .................................................. 24
LKM 7 JARINGAN MERISTEM DAN JARINGAN PARENKIM .............. 31
LKM 8 JARINGAN MEKANIK DAN JARINGAN PENGANGKUT ......... 37
LKM 9 AKAR DAN BATANG ..................................................................... 43
LKM 10 DAUN .............................................................................................. 55

LKM 11 BUNGA............................................................................................. 61

Lampiran ........................................................................................................ 70

ii
“ANATOMI TUMBUHAN”
(ABKC-2301)

LEMBAR KERJA MAHASISWA 1


BENTUK-BENTUK SEL TUMBUHAN
Lembar Kerja Mahasiswa
Anatomi Tumbuhan

Nama : Ahmad Saufi


Topik : Bentuk-bentuk Sel Tumbuhan
Kelas/ Semester : B / III

A. Tujuan : untuk mengamati berbagai bentuk sel mati pada tumbuhan

B. Cara Kerja

1. Simaklah video yang ditayangkan!

2. Buatlah flow chart singkat cara kerja untuk mengamati berbagai bentuk sel
mati!

Jawab :

3.

1
3. Gambarlah secara skematis hasil pengamatan dari video yang telah kalian tonton
untuk ketiga sampel diatas! Beri keterangan bagian-bagiannya!

Jawab :

4. Perhatikan hasil pengamatan pada 3 sampel bahan dibawah ini !

Sel empulur singkong (400x)

2
Sel rambut biji kapas (100x)

Sel rambut buah kapuk (100x)

Isilah tabel dibawah ini untuk mendeskripsikan kekhasan struktur masing-masing


sampel bahan!

No. Nama bahan Bentuk sel Kekhasan struktur lain

Berbentuk prisma,
1. Empulur singkong Kosong tak berisi
heksagonal

3
2. Rambut biji kapas Tabung memanjang

Koosong tak berisi

Ada rongga rongga udara

3. Rambut buah kapuk Tabung Memanjang

5. Mengapa sel gabus pada empulur singkong, sel rambut biji kapas dan kapuk
tergolong ke dalam sel mati? Apa perbedaan sel mati dan hidup?
Jawab :
Karena tak ada protoplasma, inti sel dan organel organel lainnya sehingga bisa
disebut sebagai sel mati. Tidak adanya inti sel dan sitoplasma membuat sel
tampak kosong sehingga yang terlihat seperti hanya dinding selnya saja.
Bagian kosong dari sel ini disebut ruang sel.

Sel hidup adalah sel yang masih memiliki peranan penting dalam metabolisme
kehidupan dari mahluk hidup, hal itu di tandai dengan adanya bagian-bagian
protoplas dalam sel atau dengan adanya hasil metabolisme yang berupa bahan

4
ergastik. Sedangkan sel mati adalah sel yang sudah tidak memiliki peranan
dalam proses kelangsungan kehidupan dan hanya berupa dinding sel.

5
“ANATOMI TUMBUHAN”
(ABKC-2301)

LEMBAR KERJA MAHASISWA 2


SEL DENGAN BAGIAN HIDUP
Lembar Kerja Mahasiswa
Anatomi Tumbuhan

Nama : Ahmad Saufi


Topik : Sel dengan bagian yang hidup
Kelas/ Semester : B / III

A. Tujuan : untuk mengamati berbagai bentuk sel hidup pada tumbuhan

B. Cara Kerja

1. Simaklah video yang ditayangkan!

2. Buatlah flow chart singkat cara kerja untuk mengamati berbagai bentuk sel
hidup!

3. Gambarlah secara skematis hasil pengamatan dari video yang telah kalian
tonton untuk ketiga sampel diatas! Beri keterangan bagian-bagiannya!

5
4. Perhatikan hasil pengamatan pada 3 sampel bahan dibawah ini !

Sel pada Hydrilla sp (400x)

6
Sel bawang merah (100x)

Sel pada wortel (100x)

Isilah tabel dibawah ini untuk mendeskripsikan kekhasan struktur masing-


masing sampel bahan!

7
No. Nama bahan Bentuk sel Kekhasan struktur lain

Hydrilla sp Segi empat Kloroplas yang mengalir


1.
oleh protoplasma antar sel

Sel bawang merah lonjong Kromoplas yang berwarna


2.
kemerahan

Sel pada wortel Segi banyak Kromoplas yang berwarna


3.
jingga karoten

4. Dari hasil pengamatan kalian melalui video. Jelaskan alasan mengapa ketiga
sel tersebut digolongkan sebagai sel hidup.
Jawab :
Karena selain mempunya dinding sel, mereka memiliki organel organel sel dan
bahan bahan ergastic.
5. Jelaskan peristiwa apa yang terjadi pada pengamatan dengan menggunakan
bahan Hydrilla sp!
Jawab :
Kloroplas mengalir di protoplasma yang di sebut gerakan siklosis untuk
mengalirkan kerarah datang nya cahaya sehigga fotosintesis dapat berjalandan
juga mengirim nutrisi.

8
“ANATOMI TUMBUHAN”
(ABKC-2301)

LEMBAR KERJA MAHASISWA 3


BENDA-BENDA ERGASTIK/BENTUK PADAT
Lembar Kerja Mahasiswa
Anatomi Tumbuhan

Nama : Ahmad Saufi


Topik : Sel Dengan Bagian –Bagian Tak Hidup (Benda –
Benda Ergastik / Bentuk Padat)
Kelas/ Semester : B/ III (Tiga)

A. Tujuan : Mengamati benda – benda ergastik didalam sel (bagian sel yang
bersifat tidak hidup) yaitu amilum, butir aleuron dan kristal Ca
oksalat

B. Cara Kerja

1. Simaklah video yang ditayangkan!


2. Buatlah flow chart singkat cara kerja untuk mengamati berbagai bentuk sel
dengan Bagian –Bagian Tak Hidup (Benda – Benda Ergastik / Bentuk Padat)!

9
3. Gambarlah secara skematis hasil pengamatan dari video yang telah kalian tonton
untuk keempat sampel bahan diatas (Umbi Solanum tuberosum, Biji Jarak
Ricinus communis, Batang Pacar air, dan Batang Bayam Amaranthus sp)! Beri
keterangan pada bagian-bagiannya!

4. Perhatikan hasil pengamatan pada 3 sampel bahan dibawah ini

Umbi Solanum tuberosum (400x)

10
Biji Jarak (100x)

Batang Pacar Air (400x)

Batang Bayam Amaranthus sp (100x)

11
Isilah tabel dibawah ini untuk mendeskripsikan kekhasan struktur masing-
masing sampel bahan!

Bentuk benda

No. Nama bahan ergastik Jenis Benda Ergastik

(Padat atau Cair)

Amilum, Butir tunggal, bulat


Umbi Solanum telur. Hilus berupa titik pada
1. Padat
tuberosum sp ujung yang sempit, dengan
lamella eksentris jelas terlihat.
Sel-selnya yang mengandung
Biji Jarak
aleuron terdapat diseluruh
2. Ricinus Padat dan cair
endosperm dan berupa bulatan
communis
protein terdapat didalamnya

Kristal Ca-Oksalat Berbentuk


3. Batang Pacar Air Padat
jarum (rafida)

Batang Bayam Kristal Ca-Oksalat segitiga


4. Padat
Amaranthus sp (kristal pasir)

5. Dari hasil pengamatan kalian melalui video. Jelaskan alasan apa yang dimaksud
dengan benda ergastik !
Jawab :
Benda ergastik adalah benda non protoplasma, baik organik maupun anorganik,
sebagai hasil metabolisme yang berfungsi untuk pertahanan, pemeliharaan
struktur sel, menyusun bahan makanan atau produk metabolisme yang lain dan
juga sebagai penyimpanan cadangan makanan, terletak di bagian sitoplasama,
maupun di vakuola.

12
Benda ergastik padat
Yang termasuk kedalam benda ergastik padat, yaitu amilum, aleuron, kristal Ca-
Oksalat.

Benda ergastik cair.


Yang termasuk kedalam benda ergastik cair, yaitu asam organik, karbohidrat,
lemak, protein, zat penyamak, antosianin, alkaloid, minyak atsiri, dan terpentin.

6. Jelaskan jenis benda ergastik apa yang terdapat pada pengamatan dengan
menggunakan bahan Umbi Solanum tuberosum !
Jawab :
Jenis benda ergastik pada bahan umbi solanum tuberosum adalah yang bersifat
padat benda ergastik yang telihat berupa butir tumggal, bulat telur/tidak
beraturan. Hilus berupa titik pada ujung yang sempit, dengan lamella eksentris
jelas terlihat.

13
“ANATOMI TUMBUHAN”
(ABKC-2301)

LEMBAR KERJA MAHASISWA 4


PENEBALAN PADA DINDING SEL
Lembar Kerja Mahasiswa
Praktikum Anatomi Tumbuhan

Nama : Ahmad Saufi


Topik : Penebalan pada Dinding Sel
Kelas/ Semester : B / III

A. Tujuan : Untuk mengamati penebalan pada dinding sel secara sentrifugal (ke
arah luar) maupun sentripetal (ke arah dalam).

B. Cara Kerja

1. Simaklah video yang ditayangkan!

2. Buatlah flow chart singkat cara kerja untuk mengamati penebalan pada
dinding sel!

14
3. Gambarlah secara skematis hasil pengamatan dari video yang telah kalian tonton
untuk ketiga sampel diatas! Beri keterangan bagian-bagiannya!

4. Perhatikan hasil pengamatan pada 3 sampel bahan dibawah ini!

Serbuk sari kembang sepatu (Perbesaran gambar kiri 50x dan gambar
kanan 100x)

15
Daun beringin (Perbesaran 100x)

Endokarpium kelapa (Perbesaran 400x)

Isilah tabel dibawah ini untuk mendeskripsikan kekhasan struktur masing-


masing sampel bahan!

No. Nama bahan Arah penebalan Deskripsi dan kekhasan


dinding sel struktur

1. Serbuk sari kembang Sentrifugal(luar) Bentuk penebalan berupa


sepatu tonjolan tonjolan yang disebut
trikoma.

16
2. Daun beringin Sentripetal(dalam) Terdapat Litokis yang
merupakan epidermis khusus
yang yang biasanya lebih besar
dari epidermis normal dan
merupak devosit dari Ca-
karbonat, litokis yang memiliki
bentuk khusus seperti sarang
lebah yang disebut sistolit yang
semakin besar.

3. Endokarpium kelapa Sentripetal(ke Penebalan dinding sel


dalam) sekunder yang mengandung
selulosa dan hemi selulosa
serta lignin,Terdapat sel sel
sklerenkim, tipe sel batu,
lumen sangat kecil karena
penebalan yang signifikan,
terdapat titik titik tengah.

5. Kelompokkanlah hasil pengamatan berdasarkan arah penebalan pada dinding


sel?

Jawab :

Sentrifugal adalah penebalan dinding sel kearah luar, contohnya pada serbuk
sari kembang sepatu.

Sentripetal adalah penebalan dinding sel kearah dalam, contohnya pada daun
beringin dan endokarpium dari kelapa.

6. a. Apakah yang dimaksud litokis dan sistolit itu?

17
b. Pada bahan atau sampel praktikum manakah dapat kita jumpai struktur
tersebut?

c. Apakah komposisi/kandungan yang diakumulasi pada litokis sistolit tersebut?

Jawab :

a. Litokis Sel epidermis khusus yang yang biasanya lebih besar dari epidermis
normal dan merupak devosit dari Ca-karbonat, sedangkan sistolit adalah
epidermis yang berbentuk seperti sarang lebah.

b. Pada tumbuhan daun beringin.

c. Selulosa, Ca- karbonat, zat pektin.

7. Uraikanlah kesimpulan dari praktikum yang telah Anda ikuti pada hari ini!

Jawab :

1. Penebalan dinding sel terbagi menjadi dua, yaitu penebalan dinding sel
kedalam (sentripetal) dan penebalan dinding sel keluar (sentrifugal).

2. Tipe penebalan dinding sel pada serbuk sari kembang sepatu adalah
penebalan dinding sel keluar (sentrifugal). Bentuk penebalan berupa
tonjolan yang disebut sebagai trikoma.

3. Tipe penebalan dinding sel pada daun beringin adalah penebalan dinding
sel kedalam (sentripetal). Yang berupa tangkai dari selulosa pada dinding
sebelah atas menuju lumen sel yang di sebut litokis.

4. Tipe penebalan dinding sel pada endokarpium kelapa adalah penebalan


dinding sel kedalam (sentripetal). Penebalan dinding sel sekunder yang
mengandung selulosa dan hemi selulosa serta lignin,Terdapat sel sel
sklerenkim yang tebal , tipe sel batu, lumen sangat kecil karena penebalan
yang signifikan dan terbentuk titik titik tengah.

18
“ANATOMI TUMBUHAN”
(ABKC-2301)

LEMBAR KERJA MAHASISWA 5


PEMBELAHAN SEL (MITOSIS)
Lembar Kerja Mahasiswa
Anatomi Tumbuhan

Nama : Ahmad Saufi


Topik : Pembelahan Sel (Mitosis)
Kelas/ Semester : B/III (Tiga)

A. Tujuan : Untuk mengamati fase-fase pembelahan (mitosis) pada sel akar


bawang merah (Allium cepa)

B. Cara Kerja

1. Simaklah video yang ditayangkan!

2. Buatlah flow chart singkat cara kerja untuk mengamati fase-fase pembelahan
mitosis pada sel akar bawang merah (Allium cepa)

19
3. Gambarlah secara skematis hasil pengamatan dari video yang telah kalian tonton
untuk kelima fase pembelahan sel (mitosis) pada sel akar bawang merah (Allium
cepa) serta beri keterangan!

4. Perhatikan hasil pengamatan pembelahan sel (mitosis) pada sel akar bawang
merah (Allium cepa). Tahap-tahap pembelahan mitosis yang ditemukan
sebagai berikut:

Interfase (400X) Profase (400X)

20
Metafase (400X) Anafase (400X)

Telofase (400X)

5. Isilah tabel di bawah ini untuk mendeskripsikan ciri-ciri dari fase-fase


pembelahan mitosis pada sel akar bawang merah (Allium cepa)

Jawab :

No. Fase Pembelahan Ciri-ciri


Mitosis

1. Interfase Inti sel tanpak benang-benang


kromatin masih halus terlihat sperti
bintik.

21
2. Profase Benang-benang kromatin semakin
menjadi pendek sehingga menjadi
tebal. Terbentuklah kromosom-
kromosom. Tapi kromosom lalu
membelah memanjang, dan
membran inti mulai menghilang.
Sentriol (bentuk seperti bintang
dalam sitoplasma) juga membelah.

3. Metafase Kromosom-kromosom menempatkan


diri di bidang ekuatorial (tengah) dari
sel.

4. Anafase Kedua buah kromatid diri dan ditarik


benang gelendong yang dibentuk di
kutub sel yang berlawanan.

5. Telofase Telofase Di setiap kutub sel


terbentuk sel kromosom yang serupa.
Benang-benang gelendong lenyap
dan membran inti terbentuk lagi.
Kemudian plasma sel terbagi
menjadi dua bagian. Pada sel
tumbuhan proses ini dengan adanya
terbentuknya dinding pemisah di
tengah-tengah sel.

6. Jelaskan fungsi dari paku berkarat pada praktikum pembelahan sel (mitosis)
pada sel akar bawang merah (Allium cepa).

Jawab :
Fungsi dari paku berkarat dalam pembelahan sel adalah sebagai morden, berguna
untuk memperkuat penyerapan zat warna acetocarmine dalam pewarnaan sel.

22
7. Jelaskan mengapa pada praktikum pembelahan sel (mitosis) menggunakan
ujung dari akar bawang merah (Allium cepa)!
Jawab :
Bahan utama pembuatan preparat mitosis adalah sel yang melakukan
pembelahan mitosis. Sel-sel yang sedang melakukan mitosis ditemukan pada
bagian tanaman yang aktif mengalami pertumbuhan (meristematis), paling
mudah ditemukan pada bagian ujung akar. .

Ujung akar beberapa spesies dari genus Allium diantaranya adalah bawang
putih (Allium sativum), bawang bombay (A. cepa) dan bawang prei (A.
fistulosum) merupakan bahan yang baik untuk diproses menjadi preparat
mitosis karena kromosom ketiga spesies tersebut termasuk bertipe besar serta
memiliki jumlah autosom sedikit yaitu 16 kromosom sehingga kromosom
mudah diamati.

8. Buatlah kesimpulan untuk praktikum kita pada hari ini!


Jawab :
1. Ujung akar bawang merah (Allium cepa) yang telah direndam dalam cairan
acetokarmin, dalam pengamatan terlihat adanya pembelahan mitosis yaitu
fase profase, metafase, anafase, dan telofase.
2. Mitosis adalah proses pembelahan inti
3. Mitosis menuju pada penambahan jumlah sel yaitu terjadi pada
pertumbuhan dan perkembangan.
4. Penggunaan ujung akar sel bawang merah karena ujung akar aktif
membelah (meristematik apikal).
5. Tidak ada perubahan jumlah kromosom baik penambahan maupun
pengurangan.
6. Kromosom tetap mempertahankan sifat-sifatnya selama mitosis.
7. Fungsi paku berkarat untuk mempercepat penyerapan warna.

23
“ANATOMI TUMBUHAN”
(ABKC-2301)

LEMBAR KERJA MAHASISWA 6


EPIDERMIS DAN DERIVATNYA
Lembar Kerja Mahasiswa

Anatomi Tumbuhan

Nama : Ahmad Saufi


Topik : Epidermis dan Derivatnya
Kelas Semester : B/ III

A. Tujuan : untuk mengamati bentuk-bentuk epidermis dan derivatnya

(Trikoma, stoma, sel kipas, sel silika)

B. Cara Kerja

1. Simaklah video yang ditayangkan!

2. Buatlah flow chart singkat cara kerja untuk mengamati Epidermis dan
derivatnya!

24
3. Gambarlah secara skematis epidermis dan derivatnya dari video yang telah
kalian tonton untuk sampel diatas (Batang dan daun Saccharum officinarum,
daun Hibiscus tiliaceus, daun Cucurbita muschata, dan daun Zea mays) Beri
keterangan bagian-bagiannya!

4. Perhatikan hasil pengamatan pada 3 sampel bahan dibawah ini !

Trikoma sukun perbesaran 50x (kiri) dan Perbesaran 100x (kanan)

25
Trikoma waru perbesaran 100x

Sel Kipas daun jagung perbesaran 100x(Kiri) dan Perbesaran 400x (Kanan)

Stomata pada daun tebu perbesaran 100x(kiri) dan perbesaran 400x (Kanan)

26
Sel Kipas pada daun tebu perbesaran 100x (kiri) dan trikoma dengan
perbesaran 50x(kanan)

Batang tebu perbesaran 100x (kiri) dan perbesaran 400x(kanan)

Trikoma pada waluh perbesaran 50x (kiri) dan perbesaran 100x (kanan)

27
Trikoma waluh 50x

Isilah tabel dibawah ini untuk mendeskripsikan kekhasan struktur masing-


masing sampel bahan!

No. Nama bahan Bentuk sel Kekhasan struktur Fungsi


lain

1. Derivat trikoma multiseluler Terdapat trikoma Mengurangi


epidermis ada yang grandular granula yang berisi penguapan, mengaitkan
waluh berbentuk bulat dan ad sekresi ke tumbuhan lain
yang non grandular
berbentuk jarum

2. Derivat berbentuk pengait trikoma non Mengurangi penguapan

Epidermis grandular

Sukun

28
3. Derivat Bulat, lebih besar dari Derivatnya berupa sel Menyimpan air
Epidermis sel epidermis lain. kipas berdinding tipis ,Menggulung daun jika
jagung ada 5 tanpa trikoma cuaca panas untuk
dengan vakuola besar, mencegah penguapan
mengandung air berlanjut

4. Derivat Sel banyak membentuk Trikomata tipe non Berfungsi mencegah

Epidermis bintang granular penguapan yang


berlebih
Waru

5. Derivat Pada daun berbentuk Pada daun terdapat Sel kipas berfungsi
persegi dan ada yang derivat epidermis sel untuk menyimpan air,
Epidermis
berbentuk membulat kipas mengandung air Menggulung daun jika
Tebu
besar serta ada yang ukuran yang lebih cuaca panas untuk
bebentuk duri. pada besar ada 4 sel, mencegah penguapan
batang berupa sel trikoma , dan stomata berlanjut, trikoma
panjang dan pendek letaknya beraturan berfungsi untuk
antara pertulangan. mencegah penguapan
yang berlebih, stomata
Pada batang
berfungsi untuk
mengandung sel
respirasi dan
panjang dan pendek
transpirasi. Pada
yang terdiri dari sep
batang terdapat sel
pendekgabus dan sel
silika yang berfungsi
silika
membuat permukaan
batang tebu keras.

5. Jelaskan fungsi dari kuteks bening pada praktikum derivate epidermis


(trikoma) pada daun sukun?
Jawab :

29
Fungsi dari kuteks bening adalah untuk melepaskan trikoma pada sukun.

6. Uraikanlah kesimpulan dari praktikum yang telah Anda ikuti pada hari ini!
Jawab :

1. Derivat epidermis pada waluh memiliki bentuk sel ada yang glandular
berbentuk bulat dan non glandular seperti jarum kekhasan yang dimiliki ialah
terdapat sekresi pada granula fungsinya mengurangi penguapan.
2. Derivat Epidermis pada sukun memiliki bentuk sel seperti pengait,
kekhasannya terdapat trikoma non glandular, fungsinya ialah mengurangi
penguapan.
3. Derivat Epidermis pada jagung bentuk selnya bulat lebih besar dari sel lain,
kekhasannya terdapat sel kipas berdinding tipis ada 5 dan vakuola yang besar
mengandung air, fungsinya menyimpan air, mencegah penguapan berlanjut.
4. Derivat epidermis pada waru memiliki bentuk sel seperti bintang,
kekhasannya Trikoma tipe non glandular, berfungsi mengurangi penguapan
berlebih.
5. Derivat epidermis tebu memiliki bentuk persegi, membulat dan duri,
kekhasannya terdapat sel kipas, stomata, sel gabus dan silika berfungsi
mencegah penguapan, respirasi, transpirasi, dan sebagai pengeras batang tebu.
6. Pemberian kutek bening pada daun sukun berfungsi melepas trikoma pada
bagian bawah daunnya.
7. Derivat epidermis adalah jaringan epidermis yang berubah dari segi fungsi
dan bentuknya.

30
“ANATOMI TUMBUHAN”
(ABKC-2301)

LEMBAR KERJA MAHASISWA 7


JARINGAN MERISTEM DAN JARINGAN PARENKIM
Lembar Kerja Mahasiswa
Praktikum Anatomi Tumbuhan

Nama : Ahmad Saufi


Topik : Jaringan Meristem dan Jaringan Parenkim
Kelas/ Semester : B/III

A. Tujuan : Untuk mengamati jaringan meristem pada batang dan akar dan
bermacam-macam bentuk parenkim
B. Cara Kerja

1. Simaklah video yang ditayangkan!


2. Buatlah flow chart singkat cara kerja untuk mengamati struktur jaringan
meristem dan jaringan parenkim!

31
3. Gambarlah secara skematis hasil pengamatan dari video yang telah kalian tonton
untuk keempat sampel diatas! Beri keterangan bagian-bagiannya!

4. Perhatikan hasil pengamatan pada 4 sampel bahan dibawah ini !

Gambar 1. Ujung akar lidah buaya (Perbesaran 50x dan 100x)

32
Parenkim pada tangkai Canna (Perbesaran 100x)

Parenkim pada tangkai eceng gondok (Perbesaran 100x)

33
Parenkim pada kulit pisang (Perbesaran 100x)

Isilah tabel dibawah ini dengan deskripsi yang menggambarkan kekhasan


struktur masing-masing sampel bahan!

No. Nama bahan Bentuk sel Kekhasan struktur sel

Mengandung jaringan meristem


apikal yang selnya aktif membelah,
Ujung akar lidah
1. kecil terdapat tudung akar, parenkim,
buaya
protokambium yang akan menjadi
stele.

Terdapat ruang-ruang antar sel


yang besar untuk menyimpan udara
Parenkim pada Sel sel yang (aerenkim), sel yang memiliki
2.
tangkai Canna bercabang susunan bentuk yang bercabang
seperti bintang yang disebut
Aktinerenkim

34
Parenkim pada Memiliki ruang antar sel yang terisi
3. tangkai eceng membulat udara agar eceng gondok tidak
gondok tenggelam yang disebut aerenkim

Didalamnya terdapat semacam


kristal-kristal kecil yang disebut
Parenkim pada dengan butir tepung (amilum) yang
4. Membulat
kulit pisang menjadi cadangan makanan.
Parenkim ini disebut Parenkim
penimbun.

5. Uraikanlah 5 macam ciri-ciri atau sifat dari jaringan meristem?


Jawab :
1. Bentuk dan ukurannya selnya sama (kubus)
2. Dinding Selnya Tipis
3. Selnya penuh dengan protoplasma
4. Isi sel tidak mengandung zat makanan
5. Sel muda dan belum mengalami diferensiasi dan spesialisasi, berdinding
tipis, protoplasma banyak, vakuola kecil, inti besar, plastida belum matang
dan berbentuk sama ke segala arah.

6. Mengapa jaringan parenkim biasa disebut sebagai jaringan dasar (ground


tissue)?
Jawab :
Jaringan Parenkim disebut sebagai jaringan dasar (ground tissue) karena
hampir setiap bagian tumbuhan mempunyai jaringan parenkim ini.

7. Uraikanlah kesimpulan dari praktikum yang telah Anda ikuti pada hari ini!

Jawab :

Jaringan meristem secara umum memiliki sifat:

35
1. Sel-selnya mempunyai dinding ergastik
2. Bentuk sel isodiometris dengan inti yang besar
3. Kaya protoplasma
4. Protoplas tidak mengandung cadangan makanan dan kristal-kristal
5. Plastida dalam bentuk proplastida
6. Vakuola kecil-kecil.

1. Pada ujung akar Lidah buaya (Aloe vera) meristem adalah meristem apikal.
Meristem pada ujung akar lidah buaya ini
berbentuk agak lonjong, saling tindih dan bentuk selnya sangat
tipis, polos.
2. Pada buah Pisang (Musa paradisiaca), parenkimnya berbentuk bulat dan
merupakan tempat penimbunan zat makanan cadangan padat yaitu zat
penimbun atau butir-butir tepung yang terdapat pada endosperm.
3. Pada tangkai daun Enceng Gondok (Eichornia crassipes) terdapat parenkim
pada eceng gondong disebut aerenkim terdapat parenkim udara dan alat
pengapung,
4. Pada daun Bunga Tasbih (Canna indica) terdapat parenkim udara (aerenkim)
berbentuk bintang (Aktinerenkim) dengan ruang antar sel parenkim besar.

36
“ANATOMI TUMBUHAN”
(ABKC-2301)

LEMBAR KERJA MAHASISWA 8


JARINGAN MEKANIK DAN JARINGAN PENGANGKUT
Lembar Kerja Mahasiswa
Anatomi Tumbuhan

Nama : Ahmad Saufi


Topik : Jaringan Mekanik dan Jaringan Pengangkut
Kelas/ Semester : B/ III (Tiga)

A. Tujuan : Untuk mengamati jaringan mekanik dan jaringan pengangkut


yang terdapat pada tumbuhan.

B. Cara Kerja

1. Simaklah video yang ditayangkan!


2. Buatlah flow chart singkat cara kerja untuk mengamati mengamati
struktur jaringan mekanik dan jaringan pengangkut yang terdapat pada
tumbuhan.

37
3. Gambarlah secara skematis hasil pengamatan dari video yang telah kalian
tonton untuk keempat sampel di atas dan beri keterangan bagian-bagiannya!

4. Perhatikan hasil pengamatan pada 4 sampel bahan di bawah ini!

Gambar 1. Kolenkim pada Batang Seledri (Perbesaran 100x dan 400x)

38
Gambar 2. Endocarpium Kelapa (Cocos nucifera) (Perbesaran 400x)

Gambar 3. Batang Pacar Air (Impatien balsamina) (Perbesaran 400x)

Gambar 4. Batang Jagung (Zea mays) (Perbesaran 100x dan 400x)

39
Isilah tabel dibawah ini untuk mendeskripsikan kekhasan struktur masing-
masing sampel bahan!

Jawab :

No. Nama bahan Bentuk sel Kekhasan struktur lain

Kolenkim pada batang Tipe Kolenkim angular, jaringan


1. Bulat
seledri (Apium graviolens) kolenkim terletak di sudut.

Endocarpium kelapa Terdapat sklerenkim tipe sklereid


2. Tak beraturan (sel batu) yang mengandung
(Cocos nucifera) lignin.

Berkas pengangkut Dikotil.


Floem dan xilem dalam satu
Batang Pacar Air
3. bulat pembuluh dalam lingkaran ikatan
(Impatien balsamina)
pembuluh tak tersebar dan
terdapat kambium intervasikuler.

Berkas pengangkut Monokotil.


Tipe pengangkut nya koletral
Batang Jagung tertutup. Xilem dan floem ikatan
4. Bulat
(Zea mays) pembuluhnya tersebar, xilem dan
floem berdekatan dalam satu
berkas pembuluh yang sama.

5. Uraikan ciri-ciri atau sifat jaringan mekanik!


Jawab :
1. Terdiri dari jaringan kolenkim dan sklerenkim
2. Jaringan kolenkim berbentuk memanjang sejajar dengan pusat organ tempat
kolenkim berada
3. Dinding sel jaringan kolenkim mengandung selulosa, pektin, dan
hemiselulosa tanpa lignin
4. Beberapa sel kolenkim mempunyai kloroplas

40
5. Jaringan sklerenkim terdiri dari lignin
6. Memiliki dinding sekunder yang tebal
7. Jaringan sklerenkim terdiri dari serabut sklerenkim dan sklereid
8. Jaringan sklerenkim Berfungsi melindungi jaringan dalam yang lunak

6. Uraikan ciri-ciri atau sifat jaringan pengangkut!

Jawab :
1. Terdapat jaringan xilem dan floem
2. Jaringan xilem terdiri dari trakeid dan trakea
3. Jaringa xilem tersusun dari sel sel mati dan dinding selnya tebal mengayu
4. Jaringan xilem tak memiliki protoplasma
5. Jaringan floem terdiri atas sel - sel hidup
6. Jaringan floem terdiri dari sel pengantar, sel albumen, parenkim floem dan
serat floem
7. Jaringan floem berpori, dindingnya mengandung selulosa.

7. Buatlah kesimpulan untuk praktikum kita pada hari ini!


Jawab :
1. Pada batang seledri (Apium graviolens) memiliki bentuk sel bulat, struktur
khasnya yaitu Tipe Kolenkim angular, jaringan kolenkim terletaak di sudut.
2. Pada Endokaprium kelapa (Cocos nucifera) memiliki bentuk sel yang tak
beraturan, struktur khasnya Terdapat sklerenkim tipe sklereid (sel batu)
yang mengandung lignin.
3. Pada Batang Pacar Air (Impatien balsamina) memiliki bentuk sel bulat,
struktur khasnya yaitu Berkas pengangkut Dikotil. Floem dan xilem dalam
satu pembuluh dalam lingkaran ikatan pembuluh tak tersebar dan terdapat
kambium intervasikuler.
4. Pada Batang Jagung (Zea mays) memiliki bentuk sel bulat, struktur khasnya
yaitu Berkas pengangkut Monokotil. Tipe pengangkut nya koletral tertutup.
Xilem dan floem ikatan pembuluhnya tersebar, xilem dan floem berdekatan
dalam satu berkas pembuluh yang sama.
5. Jaringan pengangkut terbagi menjadi 2, yaitu xilem dan floem

41
Jaringan mekanik (penguat/penyokong) terbagi menjadi 2, yaitu kolenkim dan
sklerenkim.

42
“ANATOMI TUMBUHAN”
(ABKC-2301)

LEMBAR KERJA MAHASISWA 9


AKAR DAN BATANG
Lembar Kerja Mahasiswa
Anatomi Tumbuhan

Nama : Ahmad Saufi


Topik : Akar dan Batang
Kelas/ Semester : B/III

A. Tujuan : Untuk mengamati jaringan jaringan penyusun batang dan Untuk


mengamati jaringan jaringan penyusun akar

B. Cara Kerja

1. Simaklah video yang ditayangkan!


2. Buatlah flow chart singkat cara kerja untuk mengamati berbagai jaringan –
jaringan penyusun batang dan akar!

43
3. Gambarlah secara skematis hasil pengamatan dari video yang telah kalian
tonton untuk sampel yang telah ada! Beri keterangan bagian-bagiannya!

4. Perhatikan hasil pengamatan pada 3 sampel bahan dibawah ini

44
Batang Pacar Air (100x)

Batang Waluh (100x)

45
Batang Jagung (400x)

Akar Arbei Muda (100x)

46
Akar Arbei Dewasa (100x)

Akar Jagung (100x)

47
Isilah tabel dibawah ini untuk mendeskripsikan struktur (bentuk, letak, dan
susunan) dan jaringan penyusun masing-masing sampel bahan!

No. Nama bahan Deskripsi

Tanaman pacar air termasuk tanaman monokotil karena


berkas pembuluhnya menyebar dan memiliki akar serabut.

Adapun xylem / pembulu kayu dan floem / pembuluh tapis


pada batang pacar air yaitu sebagai berikut :
1. Xilem / pembuluh kayu : terbagi menjadi xylem primer
dan xylem sekunder. Xylem di sini berfungsi membawa air
dan mineral dari akar ke atas, selnya sesungguhnya mati,
Batang pacar air tetapi dindingnya masih menyediakan sistem pipa air
1.
(100 X) mikroskopis. Terdiri atas trakeid dan unsur pembuluh.
2. Floem / pembuluh tapis : jaringan hidup dengan sel-sel
penghantar makanan yang tersusun menjadi saluran yang
mendistribusikan gula, asam amino, dan zat-zata hara
organik lainnya ke seluruh bagian tumbuhan, tidak
mempunyai nukleus, di sisinya terdapat sel pendamping
yang bernukleus.

Berdasarkan hasil pengamatan, pada batang waluh (Cucurbita


moschata) di bawah mikroskop dengan perbesaran 10x10
Batang Waluh atau 100 kali tipe stele pada batang Cucurbita moschata
2.
(100 X) adalah tipe haplostele Pada batang waluh bentuknya seperti
berbentuk membulat besar dan kecil. Penampang paradermal
batang Cucurbita moschata Durch. terlihat
jaringan Epidermis, Kolenkim, Korteks, Seludang Pati,
Jaringan Pengangkut yang terdiri dari Floem luar, Xilem dan

48
Floem dalam, Trikoma, dan Sel Tanin Pada bagian korteks
preparat batang paradermal berisi pati yang disebut seludang
pati.

Terdapat sel sklerenkim serta jaringan pengangkut. Pada foto


pengamatan terlihat xylem dan floem. Xylem berukuran lebih

Batang Jagung besar dibandingkan floem. Terlihat juga epidermis dan jaringan

(400 X) parenkim. Letak jaringan pengangkut pada batang jagung ini


tersebar dan tidak teratur, tidak seperti pada batang tanaman
dikotil yang letak floem dan xilemnya teratur. Sehingga berkas
pengankut pada batang jagung termasuk dalam tipe berkas
pengangkut kolateral tertutup.
Berkas pengangkut pada tumbuhan tersusun oleh jaringan
3. xilem yang berfungsi sebagai saluran pengangkut air dan zat-
zat hara akar ke bagian tubuh yang lain, serta jaringan floem
yang berfungsi sebagai pengangkut hasil asimilasi dari daun
ke tempat-tempat penyimpan makanan cadangan dan bagian
tubuh lainnya. Sel-sel penyusun jaringan xilem berdinding
tebal dan keras karena telah mengalami lignifikasi (penebalan
sekunder dengan zat lignin), sedang sel-sel penyusun jaringan
floem lebih lunak dan tipis, meskipun telah mengalami
pertumbuhan menebal sekunder dengan penebalan dinding
dari selulosa.

Jaringan penyusun akar yang terdiri atas epidermis sebagai


jaringan terluar dengan susunan sel yang rapat, di sebelah
Akar Arbei dalamnya terdapat korteks yang terdiri dari selapis sel yang
Muda (100 X) tipis dan sel-selnya tidak tersusun rapat. struktur akar muda
arbei hampir sama dengan akar jagung. Pada bagian tepi

49
4. silinder pembuluh muncul akar lateral dimana akar lateral ini
berasal dari perisikel.

Nampak jelas terlihat adalah silinder pembuluh dan sel-sel


parenkim pada bagian korteks akar. Pada pengamatan nampak
jelas terlihat xilem dan floem. Berdasarkan letaknya xylem
pada akar arben ini merupakan xylem exarch karena letak
protoxilem disebelah luar daripada metaxilem. Kemudian di
dalamnya lagi tedapat endodermis yang merupakan jaringan
pemisah antar korteks dan stele. Stele pada akar muda arben
hanya tampak seperti tanda kali. Jaringan yang menyusun
stele selain perisikel dan berkas pembuluh angkut juga
terdapat jaringan parenkim.

Penampang melintang akar dewasa arbei, dilihat dari


bentuknya hampir sama dengan akar muda arbei. Tetapi pada
akar dewasa arbei tidak terlihat xilem dan floemnya, daerah
interfaskuler dan epidermis. Kemudian, terlihat epidermis
sebagai jaringan terluar dengan susunan sel yang rapat, di
sebelah dalamnya terdapat korteks yang terdiri dari selapis sel
yang tipis dan sel-selnya tidak tersusun rapat. Kemudian di
Akar Arbei dalamnya terdapat endodermis yang merupakan jaringan
5.
Dewasa (100 X) pemisahan korteks dan stele. Selain itu, terlihat juga adanya
protoxilem dan metaxilem.

50
Batang jagung yang tersusun atas epidermis yang merupakan
lapisan terluar akar yang tersusun atas sel-sel yang rapat satu
sama lain tanpa ruang antar sel, berdinding tipis, memanjang
Akar Jagung
6. sejajar sumbu akar, pada penampang melintang membentuk
(100 X)
membulat. Di bagian ujung tempat terjadinya penyerapan,
dinding sel epidermis terdiri dari bahan selulosa dan pectin
yang menyerap air.

5. Sebutkan perbedaan strukur anatomi batang dikotil (diwakili oleh batang pacar
air dan labu kuning) dengan batang monokotil (diwakili oleh batang jagung)!

Jawab :
Struktur batang dikotil memiliki pembuluh kayu bertipe bikolateral dimana
pembuluh xilem diapit oleh dua floem sementara untuk struktur batang
monokotil merupakan tipe kolateral tertutup dan tidak memiliki kambium.

6. Uraikanlah perbedaan struktur anatomi dari dari akar arbei muda dan akar arbei
dewasa!

Jawab :
Akar Arbei Muda (100 X) Jaringan penyusun akar yang terdiri atas epidermis
sebagai jaringan terluar dengan susunan sel yang rapat, di sebelah dalamnya
terdapat korteks yang terdiri dari selapis sel yang tipis dan sel-selnya tidak
tersusun rapat. struktur akar muda arbei hampir sama dengan akar jagung. Pada
bagian tepi silinder pembuluh muncul akar lateral dimana akar lateral ini berasal
dari perisikel.

Nampak jelas terlihat adalah silinder pembuluh dan sel-sel parenkim pada bagian
korteks akar. Pada pengamatan nampak jelas terlihat xilem dan floem.
Berdasarkan letaknya xylem pada akar arben ini merupakan xylem exarch

51
karena letak protoxilem disebelah luar daripada metaxilem. Kemudian di
dalamnya lagi tedapat endodermis yang merupakan jaringan pemisah antar
korteks dan stele. Stele pada akar muda arben hanya tampak seperti tanda kali.
Jaringan yang menyusun stele selain perisikel dan berkas pembuluh angkut juga
terdapat jaringan parenkim.

akar dewasa arbei, dilihat dari bentuknya hampir sama dengan akar muda arbei.
Tetapi pada akar dewasa arbei tidak terlihat xilem dan floemnya, daerah
interfaskuler dan epidermis. Kemudian, terlihat epidermis sebagai jaringan
terluar dengan susunan sel yang rapat, di sebelah dalamnya terdapat korteks yang
terdiri dari selapis sel yang tipis dan sel-selnya tidak tersusun rapat. Kemudian
di dalamnya terdapat endodermis yang merupakan jaringan pemisahan korteks
dan stele. Selain itu, terlihat juga adanya protoxilem dan metaxilem.

7. Dimanakah letak stele pada batang pacar air, batang labu kuning, dan batang
jagung! Sebutkan tipe stele dari masing-masing bahan tersebut!
Jawab :
a) Pacar air eustele
b) Waluh solenostele amfifliok
c) Jagung ataktostele

8. Uraikanlah kesimpulan praktikum yang telah Anda ikuti pada topik ini!
Jawab:

1. Pada batang dikotil terdapat kambium intervasikuler dan berkas


pengangkut termasuk kolateral terbuka sedangkan pada batang
monokotil tidak terdapat kambium vasikuler dan berkas pembuluh
kolateral tertutup.
2. Pada batang waluh terdapat tipe berkas pengangkut bikolateral
yakni terdapat dua floem yang mengapit xilem.

52
3. Akar dikotil mempunyai bentuk jari-jari xilem 4 yang diwakili oleh
akar arbei muda dan arbei dewasa
4. Akar monokotil mempunyai bentuk jari-jari xilem polyarch yang
diwakili oleh akar jagung memiliki banyak xilem.
5. Berkas pengangkut tipe radial xilem dan floem bergantian
membentuk jari-jari lingkaran 8. Batang Impatien balsamina
jaringan penyusunnya berupa epidermis, korteks,
endodermis, serta adanya jaringan pengangkut berupa floem dan
xilem yang dipisahkan oleh kambium. Bertipe eustele dan
kolateral terbuka karena termasuk dikotil.
6. Batang Cucurbita moschata jaringan penyusunnya berupa
epidermis, korteks, endodermis, serta adanya jaringan pengangkut
berupa floem dan xilem yang dipisahkan oleh kambium. Bertipe
eustele dan kolateral terbuka karena termasuk dikotil.
7. Batang Zea mays jaringan penyusunnya berupa epidermis dan
endodermis, serta adanya jaringan pengangkut berupa floem dan
xilem yang tidak dipisahkan oleh kambium. Bertipe eustele dan
kolateral terbuka karena termasuk dikotil. Bertipe ataktostele
dan kolateral tertutup karena termasuk monokotil.
8. Preparat jadi Fragaria sp. muda jaringan penyusunnya berupa
epidermis, korteks, endodermis, serta adanya jaringan pengangkut
berupa floem dan xilem yang tidak dipisahkan oleh kambium.
Bertipe ataktostele dan kolateral tertutup karena
termasuk monokotil.
9. Preparat jadi Fragaria sp. dewasa jaringan penyusunnya berupa
epidermis, korteks, endodermis, serta adanya jaringan pengangkut
berupa floem dan xilem yang tidak dipisahkan oleh kambium.
Bertipe ataktostele dan kolateral tertutup karena
termasuk monokotil.
10. Akar Zea mays jaringan penyusunnya berupa epidermis, korteks,
endodermis, serta adanya jaringan pengangkut berupa floem dan

53
xilem yang tidak dipisahkan oleh kambium. Bertipe ataktostele
dan kolateral tertutup karena termasuk monokotil.

54
“ANATOMI TUMBUHAN”
(ABKC-2301)

LEMBAR KERJA MAHASISWA 10


DAUN
Lembar Kerja Mahasiswa
Praktikum Anatomi Tumbuhan

Nama : Ahmad Saufi


Topik : Daun
Kelas/ Semester : B/III

A. Tujuan : Untuk mengamati macam-macam susunan struktur anatomi daun


B. Cara Kerja

1. Simaklah video yang ditayangkan!


2. Buatlah flow chart singkat cara kerja untuk mengamati struktur anatomi
berbagai macam daun!

55
3. Gambarlah secara skematis hasil pengamatan dari video yang telah kalian tonton
untuk sampel daun diatas! Beri keterangan bagian-bagiannya!

4. Perhatikan hasil pengamatan pada sampel bahan dibawah ini!

Gambar 1. Daun tebu (Perbesaran 100x)

56
Gambar 2. Daun jagung (Perbesaran 100x dan 400x)

Gambar 3. Daun Ficus sp. (Perbesaran 400x)

57
Gambar 4. Daun Citrus sp. (Perbesaran 400x)

Isilah tabel dibawah ini dengan deskripsi yang menjelaskan struktur (bentuk, letak,
dan susunan) dan jaringan penyusun masing-masing sampel bahan daun!

No. Nama bahan Deskripsi

Adanya derivat epidermis yaitu sel kipas yang mengandung


1. Daun tebu air yang berfungsi untuk menggulung saat terik matahari
sehingga mengurangi penguapan dan trikoma

58
jaringan epidermis pada lapisan terluarnya. terdapat juga
derivate epidermis yaitu sel kipas (bulliform), berfungsi untuk
menyimpan air dan untuk menggulung saat terik matahari
sehingga mengurangi penguapan. Pada saat penguapan sel
2. Daun jagung
kipas akan mengempis dan menyebabkan daun menggulung
untuk mengurangi penguapan. Vascular bundlenya teratur.
memiliki epidermis atas dan bawah yang menyelubungi
mesofil.

Epidermis terdiferensiasi dengan jaringan mesofil (jaringan


tiang (Palisade) dan jaringan bunga karang (spons)), jaringan
pengangkut dan adanya derivat epidermis yaitu sistolit.
3. Daun Ficus sp.
struktur yang berbentuk sarang lebah pada sistolit yang
dinamakan litokis terdiri dari Ca – karbonat dan tangkainya
mengandung zat selulosa.

Pada daun jeruk juga terdapat berbagai sistem jaringan yaitu


derivat epidermis, mesofil dan kelenjar. Mesofil kemudian
berdifferensiasi membentuk jaringan palisade (tiang) dan
jaringan bunga karang. Daun jeruk bersifat dorsiventral karena,
Daun jeruk jaringan tiang tersusun di bagian epidermis atas dan jaringan
4.
bunga karang terdapat pada bagian epidermis bawah. Adapun
yang khas pada daun jeruk adalah adanya kelenjar yang
mempunyai bau yang khas yaitu memiliki kelenjar sekretori
berupa kelenjar minyak atsiri pada daun jeruk berfungsi
sebagai pengeluaran air serta senyawa-senyawa lain.

5. Apakah arti dari daun yang bersifat isobilateral? Apa pula arti daun yang bersifat
dorsiventral? Tergolong ke dalam sifat manakah dari sejumlah daun yang kalian
amati dalam praktikum ini!

Jawab :

59
Daun isobilateral adalah jaringan tiang terdapat dibagian dorsal maupun ventral
daun contohnya

Daun dorsiventral adalah jaringan tiang yang hanya hanya terdapat di sisi
ventral saja

Contohnya daun jeruk, Ficus sp.

6. Uraikanlah kesimpulan dari praktikum yang telah Anda ikuti pada hari ini!
Jawab :

1. Pada Daun Tebu jaringan penyusunnya derivat epidermis yaitu sel kipas
yang mengandung air yang berfungsi untuk menggulung saat terik matahari
sehingga mengurangi penguapan dan trikoma, mesofil.

2. Pada daun jagung (Zea mays) terlihat adanya jaringan epidermis pada
lapisan terluarnya, jaringan mesofil dan berkas pengangkut yang berupa
xilem dan floem. Mempunyai sel kipas(bulliform).

3. Pada daun beringin (Ficus sp.), jaringan penysunnnya antara lain epidermis,
jaringan mesofil (jaringan tiang dan jaringan bunga karang), jaringan
pengangkut dan adanya sistolit.

4. Pada daun jeruk (Citrus sp), terdapat adanya epidermis bawah dan epidermis
atas. Pada daun jeruk terdapat berbagai sistem jaringan yaitu Epidermis dan
derivatnya, mesofil dan kelenjar minyak.

5. Jaringan dikotil memliki Mesofil yang terdiferensiasi (palisade/tiang dan


bunga karang/spons).

60
“ANATOMI TUMBUHAN”
(ABKC-2301)

LEMBAR KERJA MAHASISWA 11


BUNGA
Lembar Kerja Mahasiswa
Anatomi Tumbuhan

Nama : Ahmad Saufi


Topik : Bunga
Kelas/ Semester : B/III

A. Tujuan : Untuk mengamati jaringan-jaringan penyusun bagian bunga

B. Cara Kerja

1. Simaklah video yang ditayangkan!

2. Buatlah flow chart singkat cara kerja untuk mengamati berbagai jaringan –
jaringan penyusun bagian bunga

61
3. Gambarlah secara skematis hasil pengamatan dari video yang telah kalian tonton
untuk kedua sampel diatas! Beri keterangan bagian-bagiannya!

62
4. Perhatikan hasil pengamatan pada 2 sampel bahan dibawah ini

A) Bunga Kembang Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)

Gambar 1. Mahkota Bunga Kembang Sepatu (Perbesaran 400x)

63
Gambar 2. Serbuk sari Bunga Kembang Sepatu (Perbesaran 100x)

B) Bunga Tasbih (Canna indica)

Gambar 3. Kelopak Bunga Canna indica (Perbesaran 400x)

Gambar 4. Mahkota Bunga Canna indica (Perbesaran 400x)

64
Gambar 5. Petaloid staminoides Canna indica (Perbesaran 400x)

Gambar 6. Stamen Canna indica (Perbesaran 100x)

65
Gambar 7. Serbuk sari Canna indica (Perbesaran 400x)

Gambar 8. Putik Canna indica (Perbesaran 100x)

66
Gambar 9. Irisan ovarium Canna indica (Perbesaran 100x)

Gambar 10. Dinding ovarium Canna indica (Perbesaran 100x)

Isilah tabel dibawah ini dengan deskripsi yang menjelaskan struktur (bentuk,
letak, dan susunan) dan jaringan penyusun masing-masing sampel bagian
bunga!

67
No. Nama bahan Deskripsi

Daun Mahkota terdiri dari sel parenkim pada irisan


Mahkota Bunga Sepatu paradermal, epidermis bertonjolan (papila) dan
1.
(Hibiscus rosa-sinensis) terdapat kromatofora

Serbuk sari Bunga Sepatu Penebalan nya berupa tonjolan tonjolan ke arah luar
2.
(Hibiscus rosa-sinensis) (sentrifugal)

Kelopak Bunga Tasbih Strukturnya tedapat mesofil yang padat, terdapat


3. (Canna indica) berkas pengangkut yang kurang jelas.

Mahkota Bunga Tasbih Terdapat kromatofora berwarna,berkas pengangkut,


4. (Canna indica) parenkim yang berukuran besar dan padat.

Epidermis memiliki struktur berupa papila yang


Petaloid staminoides
seperti petal, terdapat parenkim dan adanya
5. (Canna indica)
kromatofora.

Stamen Bunga Tasbih Bentuknya gepeng, terdapat epidermis, parenkim dan


6.
(Canna indica) serbuk sarinya.

7. Serbuk sari Bunga terdapat duri–duri kecil, yang membedakan dengan


Tasbih (Canna indica) serbuk sari kembang sepatu.

8. Putik Bunga Tasbih Terdapat serbuk sari yang menempel, terdapat


(Canna indica) epidermis yang berwarna dan ada lapisan lilin,
parenkim, adanya berkas pengangkut, adanya
mucilage (saluran lendir).
9. Irisan ovarium Bunga Terdiri dari 3 ruang, adanya bakal biji, adanya tali
Tasbih (Canna indica) pusar yang menghubungkan bakal biji ke plasenta,

10. Dinding ovarium Bunga dinding ovarium berwarna hijau yang tediri dari
Tasbih (Canna indica) berkas pengangkut.

68
5. Buatlah kesimpulan untuk praktikum kita pada hari ini!
Jawab :
1. Mahkota Bunga Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) memiliki ciri – ciri Daun
Mahkota terdiri dari sel parenkim, pada irisan paradermal, epidermis
bertonjolan (papila), terdapat kromatofora.

2. Serbuk sari Bunga Sepatu (Hibiscus rosa-sinensis) memiliki ciri – ciri


Penebalan nya berupa tonjolan tonjolan ke arah luar (sentrifugal).

3. Kelopak Bunga Tasbih (Canna indica) memilki ciri – ciri Strukturnya


tedapat mesofil yang padat, terdapat berkas pengangkut yang kurang jelas.

4. Mahkota Bunga Tasbih (Canna indica) memiliki ciri – ciri Terdapat


kromatofora berwarna, tedapat berkas pengangkut, terdapat parenkim yang
berukuran besar dan padat

5. Petaloid staminoides (Canna indica) memiliki ciri – ciri Epdermis


memiliki struktur , yaitu berupa papila, struktur seperti petal, terdapat
parenkim, adanya kromatofora.

6. Stamen Bunga Tasbih (Canna indica) memilki ciri – ciri Bentuknya


gepeng, terdapat epidermis, parenkim, ada serbuk sarinya.

7. Serbuk sari Bunga Tasbih (Canna indica) memiliki ciri – ciri terdapat duri
– duri kecil, yang membedakannya dengan serbuk sari kembang sepatu

8. Putik Bunga Tasbih (Canna indica) memiliki ciri – ciri terdapat epidermis
yang berwarna dan ada lapisan lilin, parenkim, adanya berkas pengangkut,
adanya mucilage (saluran lendir).

69
“ANATOMI TUMBUHAN”
(ABKC-2301)

LAMPIRAN NILAI
DAFTAR NILAI PRAKTIKUM

No. Topik Praktikum Nilai


1. Bentuk-bentuk sel tumbuhan
2. Sel dengan bagian yang hidup
3. Benda-benda ergastik/bentuk padat
4. Penebalan pada dinding sel
5. Pembelahan sel (mitosis)
6. Epidermis dan derivatnya
7. Jaringan meristem dan parenkim
8. Jeringan mekanik dan pengangkut
9. Akar dan batang
10. Daun
11. Bunga
Jumlah
Rata-rata

70
LEMBAR KERJA MAHASISWA I
ANATOMI TUMBUHAN
(ABKC 2301)

“BENTUK-BENTUK SEL PADA TUMBUHAN”

Disusun oleh:
Ahmad Saufi
1910119110014
Kelas B

Asisten Praktikum:
M. Nofiar Hadi, S.Pd., M.Sc.
Alifia Novariani

Dosen Pengasuh:
Dra. Hj. Sri Amintarti, M.Si.
M. Arsyad, S.Pd., M.Pd.
Amalia Rezeki, S.Pd., M.Pd.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
OKTOBER
2020

71
LEMBAR KERJA MAHASISWA II
ANATOMI TUMBUHAN
(ABKC 2301)

“SEL DENGAN BAGIAN-BAGIAN YANG HIDUP”

Disusun oleh:
Ahmad Saufi
1910119110014
Kelas B

Asisten Praktikum:
M. Nofiar Hadi, S.Pd., M.Sc.
Alifia Novariani

Dosen Pengasuh:
Dra. Hj. Sri Amintarti, M.Si.
M. Arsyad, S.Pd., M.Pd.
Amalia Rezeki, S.Pd., M.Pd.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
OKTOBER
2020

72
LEMBAR KERJA MAHASISWA III
ANATOMI TUMBUHAN
(ABKC 2301)

“SEL DENGAN BAGIAN-BAGIAN TAK HIDUP (BENDA-BENDA


ERGASTIK)”

Disusun oleh:
Ahmad Saufi
1910119110014
Kelas B

Asisten Praktikum:
M. Nofiar Hadi, S.Pd., M.Sc.
Alifia Novariani

Dosen Pengasuh:
Dra. Hj. Sri Amintarti, M.Si.
M. Arsyad, S.Pd., M.Pd.
Amalia Rezeki, S.Pd., M.Pd.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
NOVEMBER
2020

73
LEMBAR KERJA MAHASISWA IV
ANATOMI TUMBUHAN
(ABKC 2301)

“PENEBALAN PADA DINDING SEL”

Disusun oleh:
Ahmad Saufi
1910119110014
Kelas B

Asisten Praktikum:
M. Nofiar Hadi, S.Pd., M.Sc.
Alifia Novariani

Dosen Pengasuh:
Dra. Hj. Sri Amintarti, M.Si.
M. Arsyad, S.Pd., M.Pd.
Amalia Rezeki, S.Pd., M.Pd.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
NOVEMBER
2020

74
LEMBAR KERJA MAHASISWA V
ANATOMI TUMBUHAN
(ABKC 2301)

“PEMBELAHAN SEL (MITOSIS)”

Disusun oleh:
Ahmad Saufi
1910119110014
Kelas B

Asisten Praktikum:
M. Nofiar Hadi, S.Pd., M.Sc.
Alifia Novariani

Dosen Pengasuh:
Dra. Hj. Sri Amintarti, M.Si.
M. Arsyad, S.Pd., M.Pd.
Amalia Rezeki, S.Pd., M.Pd.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
NOVEMBER
2020

75
LEMBAR KERJA MAHASISWA VI
ANATOMI TUMBUHAN
(ABKC 2301)

“EPIDERMIS DAN DERIVATNYA”

Disusun oleh:
Ahmad Saufi
1910119110014
Kelas B

Asisten Praktikum:
M. Nofiar Hadi, S.Pd., M.Sc.
Alifia Novariani

Dosen Pengasuh:
Dra. Hj. Sri Amintarti, M.Si.
M. Arsyad, S.Pd., M.Pd.
Amalia Rezeki, S.Pd., M.Pd.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
NOVEMBER
2020

76
LEMBAR KERJA MAHASISWA VII
ANATOMI TUMBUHAN
(ABKC 2301)

“JARINGAN MERISTEM DAN JARINGAN PARENKIM”

Disusun oleh:
Ahmad Saufi
1910119110014
Kelas B

Asisten Praktikum:
M. Nofiar Hadi, S.Pd., M.Sc.
Alifia Novariani

Dosen Pengasuh:
Dra. Hj. Sri Amintarti, M.Si.
M. Arsyad, S.Pd., M.Pd.
Amalia Rezeki, S.Pd., M.Pd.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
DESEMBER
2020

77
LEMBAR KERJA MAHASISWA VIII
ANATOMI TUMBUHAN
(ABKC 2301)

“JARINGAN MEKANIK DAN JARINGAN PENGANGKUT”

Disusun oleh:
Ahmad Saufi
1910119110014
Kelas B

Asisten Praktikum:
M. Nofiar Hadi, S.Pd., M.Sc.
Alifia Novariani

Dosen Pengasuh:
Dra. Hj. Sri Amintarti, M.Si.
M. Arsyad, S.Pd., M.Pd.
Amalia Rezeki, S.Pd., M.Pd.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
DESEMBER
2020

78
LEMBAR KERJA MAHASISWA IX
ANATOMI TUMBUHAN
(ABKC 2301)

“AKAR DAN BATANG”

Disusun oleh:
Ahmad Saufi
1910119110014
Kelas B

Asisten Praktikum:
M. Nofiar Hadi, S.Pd., M.Sc.
Alifia Novariani

Dosen Pengasuh:
Dra. Hj. Sri Amintarti, M.Si.
M. Arsyad, S.Pd., M.Pd.
Amalia Rezeki, S.Pd., M.Pd.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
DESEMBER
2020

79
LEMBAR KERJA MAHASISWA X
ANATOMI TUMBUHAN
(ABKC 2301)

“DAUN”

Disusun oleh:
Ahmad Saufi
1910119110014
Kelas B

Asisten Praktikum:
M. Nofiar Hadi, S.Pd., M.Sc.
Alifia Novariani

Dosen Pengasuh:
Dra. Hj. Sri Amintarti, M.Si.
M. Arsyad, S.Pd., M.Pd.
Amalia Rezeki, S.Pd., M.Pd.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
DESEMBER
2020

80
LEMBAR KERJA MAHASISWA XI
ANATOMI TUMBUHAN
(ABKC 2301)

“BUNGA”

Disusun oleh:
Ahmad Saufi
1910119110014
Kelas B

Asisten Praktikum:
M. Nofiar Hadi, S.Pd., M.Sc.
Alifia Novariani

Dosen Pengasuh:
Dra. Hj. Sri Amintarti, M.Si.
M. Arsyad, S.Pd., M.Pd.
Amalia Rezeki, S.Pd., M.Pd.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI


JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN IPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
BANJARMASIN
DESEMBER
2020

81