Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pemanfaatan dan penggunaan komposit telah berkembang pesat dan
meluas di tanah air ini. Komposit banyak dimanfaatkan dalam peralatan rumah
tangga dan sektor industri baik industri kecil maupun industri besar. Hal ini
disebabkan karena komposit memiliki beberapa keunggulan tersendiri
dibandingkan bahan teknik alternatif lainnya seperti bahan komposit lebih kuat,
tahan terhadap korosi, lebih ekonomis, dan sebagainya. Komposit merupakan
material yang terbentuk dari kombinasi antara dua atau lebih material
pembentuknya melalui pencampuran yang tidak homogen, dimana sifat mekanik
dari masing-masing material pembentuknya berbeda. Komposit terdiri dari
matriks yang berfungsi untuk perekat atau pengikat dan pelindung filler (pengisi)
dari kerusakan eksternal dan filler berfungsi sebagai penguat.
Teknologi pembuatan komposit memiliki kemudahan dalam fabrikasi
sehingga biayanya menjadi lebih murah. Produk material yang ulet dan material
yang kuat dan tangguh adalah suatu pemikiran dan usaha menggabungkan kedua
material tersebut untuk dijadikan suatu material yang baru yaitu komposit melalui
proses pembuatan komposit. Hasil komposit yang diperoleh dengan proses
pembuatannya mempunyai ketangguhan yang tinggi dan daya tahan goncangan
yang berhubungan dengan panas yang baik seperti kekakuan, tahan aus dan stabil
pada temperatur tinggi.
Unsur utama komposit adalah serat yang mempunyai banyak keunggulan,
oleh karena itu bahan komposit serat yang paling banyak dipakai. Bahan komposit
serat terdiri dari serat–serta yang terikat oleh matrik yang saling berhubungan.
Bahan komposit serat ini terdiri dari dua macam, yaitu serat panjang (continous
fiber) dan serat pendek (short fiber dan whisker). Dalam proposal penelitian ini
diambil bahan komposit serat (fiber composite). Penggunaan bahan komposit serat
sangat efesien dalam menerima beban dan gaya. Karena itu bahan komposit serat

1
2

sangat kuat dan kaku bila dibebani searah serat, sebaliknya sangat lemah bila
dibebani dalam arah tegak lurus serat.
Komposit serat dalam dunia industri mulai dikembangkan menggunakan
bahan partikel. Bahan komposit serat mempunyai keunggulan yang utama yaitu
strong (kuat), stiff (tangguh), dan lebih tahan terhadap panas pada saat didalam
matrik (Schwartz, 1984). Dalam pengembangan teknologi pengolahan serat,
membuat serat sekarang semakin diunggulkan dibandingkan material–material
yang digunakan. Cara yang digunakan untuk mengkombinasi serat berkekuatan
tarik tinggi dan bermodulus elastisitas tinggi dengan matrik yang bermassa ringan,
berkekuatan tarik renda, serta bermodulus elastisitas rendah makin banyak
dikembangkan guna untuk memperoleh hasil yang maksimal. Komposit pada
umumnya mengunakan bahan plastik yang merupakan material yang paling sering
digunakan sebagai bahan pengikat seratnya selain itu plastik mudah didapat dan
mudah perlakuannya, dari pada bahan dari logam yang membutuhkan bahan
sendiri.
Paryanto (2012), di dalam penelitiannya mengenai analisa pengaruh fraksi
volume serat pengisi (filler) serat daun nanas pada komposit matriks resin
polyester terhadap kekuatan tarik, menunjukkan hasil bahwa serat yang
mempunyai orientasi serat searah sesuai dengan panjang komposit sehingga ketika
komposit diberikan gaya tarik maka matriks akan dapat menahan gaya tersebut
dan diteruskan oleh serat sebelum akhirnya komposit tersebut akan patah, tetapi
hubungan antara variasi fraksi volume partikel serat pendek terhadap kekuatan
tarik komposit menunjukkan bahwa kuat tarik komposit dengan partikel serat
pendek acak semakin menurun dengan semakin meningkatnya volume fraksi serat
pendek acak. Hal ini disebabkan karena tidak sempurnanya ikatan antara pengisi
serat dan matriks seiring dengan penambahan volume pengisi serat pada komposit
sehingga menimbulkan banyak void.
Nurhidayah (2016) pada penelitiannya mengenai analisis pengaruh serat
daun lontar dengan matriks resin polyester terhadap elongasi komposit
menunjukkan bahwa pada variasi volume serat 30 %, dan 45 % nilai elongasi
yang dihasilkan pada volume serat 30 % sebesar 20,5 % sedangkan pada volume
3

serat 45 % nilai elongasi yang dihasilkan sebesar 18,33 %. Hal ini dikarenakan
regangan yang dihasilkan mengalami penurunan seiring dengan bertambahnya
fraksi volume serat. Penurunan regangan disebabkan karena penambahan jumlah
serat dalam komposit akan semakin menghalangi molekul-molekul polimer untuk
bergerak dari satu tempat ke tempat lain sehingga mengakibatkan kegagalan lebih
awal saat diberi pembebanan.
Berdasarkan pada penelitian yang telah dilakukan, maka peneliti
berkesimpulan untuk melakukan penelitian dengan memanfaatkan serat rami
(Boehmeria nivea) dalam bentuk partikel sebagai bahan pengisi komposit dan
penulis tertarik untuk meneliti kekuatan tarik, elongation, daya serap air, gugus
fungsi dan biodegradability komposit berpenguat serat rami (Boehmeria nivea)
dengan penggunaan matrik polypropylene. Variasi serat rami yang digunakan
yaitu 30, 40, dan 50 %.

1.2 Rumusan Masalah


Permasalahan limbah organik serat alami yang semakin bertambah mampu
mendorong perubahan komposit menuju komposit alami yang ramah lingkungan.
Serat alami mempunyai banyak kelebihan diantaranya dapat terdegradasi secara
alami (biodegradability), mempunyai karaksteristik yang dapat diperbaharui,
ramah terhadap lingkungan dan mempunyai kekakuan yang tinggi terhadap
matriknya sehingga dapat memperbaiki sifat mekanik pada komposit. Melalui
penelitian ini penulis akan mencoba menggunakan serat alami yaitu serat rami
(Boehmeria nivea) sebagai pengisi biokomposit.

1.3 Tujuan Penelitian


Adapun tujuan penelitian ini adalah:
1. Menghasilkan biokomposit dari pati sagu menggunakan pengisi serat rami
2. Mengetahui karakteristik mekanis, daya serap, gugus fungsi dan
biodegradagility dari biokomposit pati sagu dengan menggunakan pengisi
serat rami
4

1.4 Manfaat Penelitian


Adapun manfaat dari penelitian ini adalah:
1. Membuat biokomposit dari pati sagu dengan menggunakan pengisi serat
rami
2. Mengetahui sifat biodegradability biokomposit dari pati sagu dengan
menggunakan pengisi serat rami
3. Mengetahui sifat mekanis biokomposit dari pati sagu dengan
menggunakan pengisi serat rami
4. Mengetahui daya serap air biokomposit dari pati sagu dengan
menggunakan pengisi serat rami
5. Mengetahui gugus fungsi biokomposit dari pati sagu dengan menggunakan
pengisi serat rami

1.5 Batasan Masalah


Ruang lingkup pada penelitian ini, bahwa penelitian ini menghasilkan
biokomposit dari pati sagu menggunakan serat rami dengan matrik polypropylene
dilakukan beberapa pengujian yaitu: uji sifat mekanik (tensile and elongation), uji
biodegradability, uji daya serap air dan uji FT-IR