Anda di halaman 1dari 70

RANCANGAN AKTUALISASI

OPTIMALISASI PELAYANAN IBU HAMIL


KEKURANGAN ERNERGI KRONIK ( KEK )
DALAM RANGKA MENINGKATKAN KESEHATAN IBU DAN
ANAK DI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS SUKAJADI
KOTA PRABUMULIH

DISUSUN OLEH :
Ernawati, A.Md.Keb
NIP. 199308082019022011
NDH : 18

PESERTA PELATIHAN DASAR CALON PEGAWAI NEGERI


SIPIL GOLONGAN II ANGKATAN XII

BADAN PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA


PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA SELATAN
TAHUN 2020

1
LEMBAR PERSETUJUAN

RANCANGAN AKTUALISASI

OPTIMALISASI PELAYANAN IBU HAMIL KEKURANGAN ENERGI


KRONIK (KEK) DALAM RANGKA MENINGKATKAN
KESEHATAN IBU DAN ANAK

Disusun Oleh:
Ernawati, A.Md.Keb
Nip.199308082019022011
NDH : 18

Rancangan Aktualisasi ini disetujui untuk diseminarkan

Palembang, 31 Oktober 2020


Coach, Mentor,

H. Sentot Supriyadi, S.Sos., M.Si Hj. Ismariana, SKM, M.Si


NIP. 196609211989011001 NIP. 196206011984032005

Mengetahui / Menyetujui
a.n Kepala BPSDMD Pemprov Sumatera Selatan
Plh. Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Manajerial

Ahmad Gufran, S.Sos., M.Si


Nip. 196410131984062001

i
LEMBAR PENGESAHAN

RANCANGAN AKTUALISASI
OPTIMALISASI PELAYANAN IBU HAMIL KEKURANGAN ENERGI
KRONIK (KEK) DALAM RANGKA MENINGKATKAN
KESEHATAN IBU DAN ANAK

Disusun Oleh:
Ernawati, A.Md.Keb
Nip.199308082019022011
NDH : 18

Akan diseminarkan pada :

Hari/Tanggal: Senin, 02 November 2020


Tempat : BPSDMD Provinsi Sumatera Selatan

Coach, Mentor,

H. Sentot Supriyadi, S.Sos., M.Si Hj. Ismariana, SKM, M.Si


Widyaiswara Ahli Madya / IV.b Ka. Puskesmas Sukajadi
NIP. 196609211989011001 NIP. 196206011984032005

Diketahui / Disahkan Oleh:


Kepala BPSDMD Provinsi Sumatera Selatan

Hj. Tarbiyah, S.Pd., M.M


Pembina Utama Muda
Nip. 196410131984062001

ii
KATA PENGANTAR

Puji Syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah


memberikan kesehatan dan kesempatan sehingga penulis dapat
mengikuti pelatihan dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2020
serta dapat menyelesaikan rancangan aktualisasi ini yang berjudul
“Optimalisasi Pelayanan Ibu Hamil Kekukarang Energi Kronik (KEK)
Dalam Rangka Meningkatkan Kesehatan Ibu dan Anak”. Adapun tujuan
dari kegiatan ini agar penulis dapat memahami dan menerapkan nilai-nilai
dasar CPNS, yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen
Mutu dan Anti Korupsi serta mengoptimalkan peran dan fungsi ASN
sebagai abdi masyarakat untuk meningkatkan Pelayanan, Pengetahuan
dan Meningkatkan Derajat Kesehatan Masyarakat di Wilayah Kerja
Puskesmas Sukajadi.
Penulis menyadari dalam penyusunan rancangan aktualisasi ini
banyak pihak yang telah memberikan bantuan, dukungan, masukan dan
semangat pada penulis sehingga rancangan aktualisasi ini dapat
terselesaikan. Untuk itu pada kesempatan ini penulis bermaksud untuk
memberikan ucapan terima kasih kepada :
1. Gubernur Sumatera Selatan, Bapak H. Herman Deru, S.H., M.M
2. Walikota Prabumulih Bapak Ir. H. Ridho Yahya, M.M.
3. Kepala BPSDMD Provinsi Sumatera Selatan, Ibu Hj. Tarbiyah, S.Pd.,
M.M
4. Kepala BKPSDM Kota Prabumulih Bapak Beny Rizal, S.H., M.H.
5. Ibu Ismariana, SKM, M.Si selaku Mentor dan Kepala UPTD
Puskesmas Sukajadi yang telah meluangkan waktunya dalam
memberikan masukan kepada penulis.
6. Bapak H. Sentot Supriyadi, S.Sos, M.Si, selaku coach yang telah
membimbing dan memberikan arahan dalam penyusunan rancangan
ini.

iii
7. Seluruh Widyaiswara yang telah membimbing dalam perkuliahan dan
memberikan pengarahan terkait materi ANEKA untuk dapat
diinternalisasikan dan diaktualisasikan di Instansi.
8. Keluarga besar Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Sumatera
Selatan.
9. Seluruh panitia yang telah membantu memfasilitasi kegiatan latsar.
10. Keluarga dan suami yang telah mendoakan serta memberikan
dukungan selama pelatihan dasar CPNS tahun 2020.
11. Rekan-rekan Pelatihan Dasar CPNS Kota Prabumulih Golongan II
Tahun 2020 khususnya Angkatan XII, yang telah bekerja sama
dalam pembuatan rancangan aktualisasi ini.

Penulis berharap laporan ini bisa menjadi bahan pembelajaran bagi


seluruh pihak yang terlibat dalam aktualisasi dan bagi pembaca serta
dapat menjadi referensi pada penulisan kegiatan-kegiatan di kemudian
hari.

Palembang, November 2020


Penulis,

Ernawati, A.Md.Keb
NIP. 199308082019022011

iv
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ............................................................................... i


LEMBAR PERSETUJUAN.................................................................... ii
LEMBAR PENGESAHAN..................................................................... iii
KATA PENGANTAR............................................................................ iv
DAFTAR ISI.......................................................................................... vi
DAFTAR TABEL.................................................................................. viii
DAFTAR GAMBAR............................................................................... viii
BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang................................................................. 1
1.2 Tujuan dan Manfaat................................................... 4
1.2.1 Tujuan............................................................. 4
1.2.2 Manfaat........................................................... 4
1.3 Ruang Lingkup........................................................... 5
BAB II RANCANGAN AKTUALISASI (HABITUASI)
2. Deskripsi Organisasi
2.1 Profil Organisasi
2.2 Visi, Misi Organisasi
2.3 Struktur Organisasi
2.4 Tugas Pokok dan Fungsi Bidan Terampil di Organisasi
2.5 Nilai-Nilai Organisasi
a. Pro Rakyat
b. Inklusif
c. Responsif
d. Efektif
e. Bersih
2.6 Nilai-nilai Dasar Profesi PNS
1. Akuntabilitas
2. Nasionalisme
3. Etika Public

v
4. Komitmen Mutu
5. Anti Korupsi
2.7 Nilai Peran dan Kedudukan PNS
a. Manajemen ASN
b. Whole Of Government
c. Pelayanan Publik
2.8 Deskripsi Isu/Situasi Problematik
2.9 Analisis Isu
2.10 Argumentasi Terhadap Core Issue Terpilih
2.11 Matrik Rancangan
2.12 Jadwal Kegiatan
2.13 Kendala dan Antisipasi

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

vi
DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Jumlah Sarana Pendidikan UPTD Puskesmas Sukajdi

Tabel 2.2 Jumlah Kunjungan Pelayanan UPTD Puskesmas sukajadi

Tabel 2.3 Pembobotan dan Analisis AKPK

Tabel 2.4 Analisis Kriteria Isu dengan AKPK

Tabel 2.5 Matriks Rancangan Aktualisasi

Tabel 2.6 Jadwal Kegiatan

Tabel 2.7 Kendala dan Antisipasi Kegiatan

vii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Tampak Depan UPTD Puskesmas Sukajadi

Gambar 2. Pedoman Menu Sehat Ibu Hamil KEK

viii
BAB I

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah profesi bagi Pegawai
Negeri Sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang
bekerja pada instansi pemerintah. Dalam Undang-undang No. 5
Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, pegawai ASN berfungsi
sebagai pelaksana kebijakan publik yang dibuat oleh pejabat pembina
kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang
undangan, memberikan pelayanan publik yang profesional dan
berkualitas, dan mempererat persatuan dan kesatuan Negara
Kesatuan Republik Indonesia.
Berdasarkan Perlan No. 12 Tahun 2018, CPNS wajib
menjalankan masa prajabatan yang bertujuan mengembangkan
kompetensi yang dilakukan secara terintegrasi. Aktualisasi nilai-nilai
dasar ASN diantaranya : Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,
Komitmen Mutu, dan Anti Korupsi akan mendorong peserta diklat
untuk dapat menginternalisasi dan mengimplementasikan pada setiap
kegiatan yang dilakukan.
Peraturan baru tentang ASN tertuang dalam UU No.5 Tahun
2014 menghendaki bahwa ASN yang umum disebut sebagai birokrat
bukan sekedar merujuk pada jenis pekerjaan tetapi merujuk pada
sebuah profesi pelayanan publik, maka dari itu sebagai ASN perlu
membuat rancangan aktualisasi khususnya di pelayanan bidang
kesehatan yang dilaksanakan di instansi Puskesmas.
Pusat Kesehatan Masyarakat yang selanjutnya disebut
Puskesmas adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang
menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya
kesehatan perseorangan tingkat pertama.
2

World Health Organitation (WHO) memperkirakan pada tahun


2011, sebanyak 585.000 perempuan meninggal saat hamil atau
persalinan. Sebanyak 99% kematian ibu akibat masalah persalinan
atau kelahiran terjadi di negara-negara berkembang. Diskusi sudah
banyak dilakukan dalam rangka membahas mengenai sulitnya
menghitung AKI dan sulitnya menginterpretasi data AKI yang berbeda‐
beda dan fluktuasinya kadang drastis (Abouzahr, 2011).
Menurut Profil Kesehatan Indonesia tahun 2012 penyebab
langsung kematian ibu oleh beberapa faktor yaitu perdarahan, pre-
eklampsia, dan infeksi. Selain itu, penyebab kematian ibu secara tidak
langsung antara lain gangguan pada kehamilan seperti Kurang Energi
Protein (KEP), Kurang Energi Kronis (KEK), dan anemia (Kemenkes
RI, 2012). Hasil analisis ibu hamil risiko KEK dengan jumlah sampai
total untuk seluruh Indonesia sebanyak 8187 ibu hamil.
Jumlah kasus kematian ibu di Provinsi Sumatera Selatan tahun
2014 sebanyak 155 orang, naik menjadi 164 orang kematian pada
tahun 2015, turun menjadi 142 orang pada tahun 2016 dan turun lagi
menjadi 107 orang pada tahun 2017 serta naik menjadi 119 orang
pada tahun 2018 (Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, 2018).
Berdasarkan dari Profil Dinas Kesehatan Kota Prabumulih
jumlah ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronik (KEK)
Tahun 2018 sebanyak 248 Orang (Data Ibu Hamil KEK Dinas
Kesehatan Kota Prabumulih, 2018).
Data jumlah ibu hamil di UPTD Puskesmas Sukajadi Periode
Januari sampai dengan desember 2019 sebanyak 399 orang (Profil
Puskesmas Sukajadi, 2019). Prevelensi ibu hamil yang Kekurangan
Energi Kronik (KEK) pada tahun 2017 sebanyak 36 orang. Data Bumil
KEK pada tahun 2018 sebanyak 20 orang. Pada Periode Januari
sampai dengan Desember 2019 sebanyak 17 orang dan pada periode
januari sampai dengan September 2020 Data Bumil KEK sebanyak 4
orang (Data Ibu Hamil KEK Puskesmas Sukajadi, 2020).
Ibu Hamil KEK merupakan salah satu keadaan ibu hamil yang
malnutrisi. Malnutrisi adalah keadaan patologis akibat kekurangan
atau kelebihan secara relative atau absolut satu atau lebih zat gizi
(Supariasa, 2011). KEK adalah keadaan dimana seseorang
mengalami kekurangan gizi (kalori dan protein ) yang berlangsung
lama atau menahun. Dengan ditandai berat badan kurang dari 40 kg
atau tampak kurus dan dengan LILA-nya kurang dari 23,5 cm
(Depkes,2010).
Bahaya ibu hamil dg KEK yaitu, ibu pucat, sering lemas, mual
muntah berlebihan, kesemutan dan pendarahan saat melahirkan serta
kekurangan tenaga untuk melahirkan. Bagi janin yang dikandung, bisa
lahir premature, pertumbuhan janin terganggu (BBLR), perkembangan
otak janin terlambat (stunting), dan kematian janin (Helena, 2013).
Penyebab masalah terjadinya ibu hamil KEK yaitu penyebab
langsung dan tidak langsung. Penyebab langsung seperti mempunyai
penyakit bawaan dan konsumsi gizi yang tidak cukup. Sedangkan
penyebab langsung yaitu persediaan makanan yang tidak mencukupi
(Gakin), pola asuh tidak memadai, kesehatan lingkungan dan
pelayanan kesehatan tidak memadai (berkaitan dengan kurang
pendidikan, pengetahuan dan keterampilan).
Langkah – langkah yang bisa di lakukan untuk menangani ibu
hamil KEK, yaitu :
a. Menganjurkan ibu hamil KEK mengkonsumsi makan-makanan
sesuai gizi seimbang.
b. Hidup sehat dan pemeriksaan kehamilan rutin.
c. Memberikan edukasi atau penyuluhan – penyuluhan tentang gizi
seimbang yang diperlukan oleh ibu hamil.
Berdasarkan alasan tersebut, penulis akan merancang kegiatan
aktualisasi untuk “Optimalisasi Pelayanan Ibu Hamil Kekurangan
Energi Kronik (KEK) Dalam Rangka Meningkatkan Kesehatan Ibu
dan Anak di Wilayah Keja Puskesmas Sukajadi Kota Prabumulih”

3
1.2 Tujuan dan Manfaat
1.2.1 Tujuan
a. Untuk mengurangi dampak kejadian ibu hamil KEK yaitu
seperti pendarahan, lemas, pucat, kesemutan, premature,
BBLR, Stunting dll.
b. Untuk memberikan edukasi dan informasi kepada ibu hamil
tentang tanda bahaya KEK, penyebab dan penanganannya.
c. Untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak di wilayah kerja
Puskesmas Sukajadi.

1.2.2 Manfaat
a. Bagi Puskesmas
1) Dapat meningkatkan pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak
2) Meningkatkan mutu pelayanan publik secara
professional
3) Terwujudnya visi, misi, dan nilai-nilai organisasi
Puskesmas Sukajadi.
b. Bagi Masyarakat
Dengan melakukan screening ibu hamil KEK dan
Pemeriksaan serta Pemantauan Ibu Hamil, di wilayah kerja
Puskesmas Sukajadi diharapkan dapat meningkatkan
kesehatan Ibu Hamil dan masyarakat mandiri untuk hidup
sehat sesuai visi Pusksmas Sukajadi.

1.3 Ruang Lingkup


Ruang lingkup pelaksanaan aktualisasi ini adalah peserta
latsar yang diharapkan mampu mengidentifikasi, menysusun dan
menerpakan isu atau permaslahan yang terjadi pada lingkungan kerja
dengan mengajukan gagasan pemecahan isu atau masalah. Kegiatan
aktualisasi ini berkaitan dengan materi-materi yang telah disampaikan
seperti Manajemen ASN, Whole Of Government, dan Pelayanan
Publik.

4
Tugas pokok dan fungsi bidan untuk menyelenggarakan
pelayanan kesehatan dalam hal Optimalisasi Pelayanan Ibu Hamil
KEK dengan menerapkan nilai-nilai dasar akuntabilitas, nasionalisme,
etika publik, komitmen mutu, dan anti korupsi dalam melayani
masyarakat diwilayah kerja Puskesmas Sukajadi. Luasan ruang
lingkup yang dikaji akan berfokus pada Pemeriksaan dan
Pemantauan Ibu Hamil KEK di wilayah kerja Puskesmas Sukajadi
yaitu pada 2 kelurahan, kelurahan Sukajadi dan Prabujaya.
Kegiatan laporan aktualisasi ini terdiri dari 8 kegiatan yang
bersumber dari kreatifitas serta disetujui oleh coach dan mentor
selama latsar 60 hari (JP), Habituasi dilaksanakan pada saat off
campus selama 30 Hari dari tanggal 04 November sampai dengan 08
Desember 2020, meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
1. Mempersiapkan pelaksanaan kegiatan di Wilayah Kerja
Puskesmas Sukajadi.
2. Membuat leaflet tentang tanda bahaya pada kehamilan
terutama ibu hamil KEK.
3. Melaksanakan kegiatan kelas ibu hamil dengan pemeriksaan
kesehatan pada ibu hamil.
4. Pembagian Leaflet dan Penyampaian Materi di kelas bumil.
5. Melakukan pembinaan bidan wilayah terkait skrining ibu hamil
KEK
6. Melakukan pendataan ibu hamil KEK.
7. Melakukan home visit ibu hamil KEK.
8. Melakukan evaluasi dan dokumentasi kegiatan.

5
6

BAB II
RANCANGAN AKTUALISASI

2. Deskripsi Organisasi
2.1 Profil Organisasi

Gambar 1 tampak depan UPTD Pskesmas Sukajadi

a. Geografi
Puskesmas Sukajadi terletak di Jalan M. Yusuf Wahid
Perumnas Sukajadi Prabumulih. Wilayah kerjanya meliputi
Kelurahan Sukajadi dan Kelurahan Prabujaya, dengan luas
wilayah 1283 KM², dengan batas wilayah sebagai berikut :
1) Sebelah Utara : Berbatasan dengan Kecamatan
Cambai
2) Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Prabumulih Utara
3) Sebelah Barat : Berbatasan dengan Desa Sungai
Medang
4) Sebelah Timur : Berbatasan dengan Gunung Ibul Barat
Kelurahan Sukajadi terdiri dari 5 RW, 26 RT
sedangkan untuk Kelurahan Prabujaya terdiri dari 5 RW, 19
RT.
Jarak waktu tempuh sekitar 15 menit dan dapat dijangkau
dengan kendaraan bermotor.
b. Demografi
Jumlah Penduduk di Wilayah Kerja Puskesmas
Sukajadi tahun 2019 sebanyak 25.498.
1) Luas Wilayah Kerja : 1283 KM²
2) Penduduk : 15.693 JIWA
3) Jumlah Kelurahan : 2 Kelurahan
c. Sarana dan Prasarana
1) Sarana Gedung :
a) Puskesmas Sukajadi
b) Pustu Sukajadi
c) Pustu Prabujaya
d) Pustu Prabujaya II
e) Poskeskel Sukajadi
f) Poskeskel Prabujaya
2) Sarana Kendaraan :
a) 2 buah kendaraan roda empat (Ambulance)
b) 3 buah kendaraan roda dua
d. Data Tenaga Kesehatan
2. Dokter Spesialis : 0 orang
3. Dokter Umum : 2 orang
4. Dokter Gigi : 1 orang
5. Perawat : 32 orang
6. Bidan : 53 orang
7. Kesehatan Masyarakat : 8 orang
8. Kesehatan Lingkungan : 2 orang
9. Gizi : 2 orang

7
10. Petugas Laboratorium : 2 orang
e. Fasilitas pelayanan kesehatan
Fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di Puskesmas
Sukajadi adalah tiga Puskesmas Pembantu dan dua
Poskeskel. Sedangkan di Puskesmas sendiri pelayanan
kesehatan yang ada yaitu : Pelayanan Kesehatan ibu dan
anak, Pelayanan KB, Pelayanan Gizi, Pelayanan Konseling,
Pelayanan Pengobatan Umum dan tindakan, Pelayanan
Kesehatan Gigi dan Mulut, Pelayanan MTBS, Poli PTM, Poli
PKPR, Poli Lansia, Pelayanan Imunisasi, Laboratorium dan
penyuluhan kesehatan.
Selain itu Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat yang
sudah berjalan dan berkembang adalah posyandu balita dan
lansia, dan masih banyak lagi upaya kegiatan pembangunan
yang sedang dirintis yaitu posyandu Remaja.
f. Pendidikan
Diwilayah kerja Puskesmas Sukajadi terdapat sarana
pendidikan yang terdiri dari TK / PAUD, SD, SMP dan SMA /
SMK dan tidak ada perguruan tinggi di wilayah kerja
Puskesmas Sukajadi.

Table I
Jumlah Sarana Pendidikan di Wilayah Kerja Puskesmas
SukajadiTahun 2019
JUMLAH
INSTITUSI
No SEKOLAH
PENDIDIKAN MURID GURU
Negeri Swasta
1 TK/PAUD - 9 374 30
2 SD/MI 8 - 2689 120
3 SMP 2 - 1509 110
4 SMA 2 3 2688 -
TOTAL 12 12 7260 -
Table 2.1 sarana pendidikan
Tabel II
Jumlah Kunjungan Pelayanan Kesehatan Dasar Di Puskesmas Sukajadi

8
Tahun2016- 2019
Tahun
NO Jenis Kunjungan
2017 2018 2019
A Umum 689 576 576
1 Bp. Umum 266 398 398
2 BP.Gigi 80 47 47
3 Bp Anak/MTBS 149 117 117
4 KIA/KB 105 68 68
5 LABOR 50 65 65
6 Gilingan Mas 39 211 211
Table 2.2 jumlah kunjungan pelayanan

2.2 Visi, Misi Organisasi


1. Visi
Terwujudnya masyarakat sehat di wilayah kerja Puskesmas
Sukajadi yang mandiri untuk hidup sehat.
2. Misi
a. Meningkatkan kualitas pelayanan sumber daya manusia
b. Meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak
c. Meningkatkan pelayanan penyakit menular dan tidak menular
yang berbasis masyarakat
d. Meningkatkan kerja sama lintas sektor, lintas program dan
peran serta masyarakat

9
2.3 Struktur Organisasi Puskesmas Sukajadi

Kepala UPTD Puskesmas Sukajadi


Ismariana, SKM, M.Si
s Sukajadi Kasubag TU Puskesmas Sukajadi
Septi Lusiana, SKM

Data dan Informasi Perencanaan ADM Kepegawaian Rumah Tangga Luar Keuangan
dan Penilaian Janati, SKM Joko Sutikno 1. Bend. Penerimaan : Arsyta Ruswan, AM.Kep
Widiayani, SKM Umum Rumah Tangga Dalam 2. Bend. Pengeluaran : Melli Kristina, AM.Kep
Hanny R, AM.Keb Melli Kristina, AM.Kep 3. Bend. BOK : Erpina,
.Kep,Ners
4. Bend. Penyimpan Barang : Rohila Martini,
AM.Kep
5. Bend. Pengurus Barang : Wina Octalusia,

Upaya Kesehatan Masyarakat Upaya Kesehatan Perorangan, Penanggung Jawab. Jaringan Pelayanan Puskesmas
Kefarmasian dan Laboratorium Dan Jejaring Fasilitas Pelayanan Kesehatan
dr. Rinda Amalia dr. Esi Kustiarah

Upaya Kesehatan Masyarakat Esensial Upaya Kesehatan Pengembangan


1. Pelayanan Pemeriksaan 1. Pustu
Septi Lusiana, SKM Irma Suryani, AM.Keb
Umum a. Pustu Prabujaya
dr. Rinda Amalia I
1. Promkes : Indah Vizka, SKM 1. Pely Kesehatan Jiwa 2. Pelayanan Kes Gigi & Mulut Tamy Dwi Kartika, AM. Keb
2. Kesehatan Lingkungan : Hariyanti, Lepi Iryani, AM.Kep Bertha, Amkg b. Pustu Prabujaya
AMKL 2. Pely Kesehatan Gigi II
3. KIA / KB: Dina Mardiana, AM.Keb Masyarakat 3. Pelayanan Kesehatan KIA /
KB Hesti, AM. Keb
4. Penjab Anak : Ernawati, Amd.Keb Bertha, Amkg
5. Gizi : Indah Vizka, SKM Dina Mardiana, AM.Keb c. Pustu Sukajadi
3. Pely Kes Tradisional
6. Pencegahan dan Pengendalian 4. Pelayanan Gawat Darurat Endang, AM. Keb
Komplementer
Penyakit Vina Winata, AM.Kep 2. Poskeskel
Hanny, Am.Keb
- DBD : Ety a. Poskeskel
4. Pely Kesehatan Olahraga 5. Pelayanan Gizi yang bersifat
Sunarty, SKM Prabujaya
Shenni Tripuspa, AM.Kep UKP
- ISPA&DIARE : Siti Asia, SST
5. Pely Kesehatan Indera Indah Vizka, SKM
Melli Sinaga, AM.Kep Lili Marlinai, AM.Kep
6. Pelayanan Kefarmasian
- Kusta : Marlina, 6. Pelayanan Kesehatan Lansia
Nova Annelin, S.Si. Apt
AM.Kep Indah Haryani, AM.Keb
- Malaria : Santi, 7. Pelayanan Kesehatan Kerja 7. Pelayanan Laboratorium
AM.Kep Sri, AM.Kep Idman Holik, AMd
- TB Paru : Marlina, 8. Pelayanan Kesehatan IVA 8. Pelayanan Rekam Medik
AM.Kep Nurhayati, AM.Keb Fatama Yulie Arimalinda, ST
- Imunisasi : Yusika Eka 9. Pely Kesehatan Posyandu /
P, AM.Kep UKBM
2.4 Tugas Pokok dan Fungsi Bidan Pelaksana / Terampil
Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Bidan Pelaksan /
Terampil berdasarkan Peraturan Menteri Pendayaan Aparatur
Negara dan Reformasi Birokrasi Repubik Indonesia Nomor 36 Tahun
2019, meliputi: 

1. Melakukan pengkajian pada ibu hamil


fisiologis;
2. Melakukan pemeriksaan laboratorium sederhana 
pada pelayanan kebidanan; 
3. Merencanakan asuhan kebidanan kasus 
fisiologis sesuai kesimpulan; 
4. Memfasilitasi informed choice dan / atau
informed  consent; 
5. Melakukan tindakan pencegahan infeksi; 
6. Memberikan nutrisi dan rehidrasi/oksigenisasi
/ personal hygiene; 
7. Memberikan vitamin/suplemen pada klien /
asuhan kebidanan kasus fisiologis; 
8. Melaksanakan kegiatan asuhan pada kelas
Ibu  hamil; 
9. Memberikan KIE tentang kesehatan ibu pada 
individu/keluarga sesuai dengan kebutuhan;
10. Melakukan asuhan Kala I persalinan fisiologis;
11. Melakukan asuhan Kala II persalinan fisiologis;
12. Melakukan asuhan Kala III Persalinan fisiologis;
13. Melakukan asuhan Kala IV Persalinan fisiologis;
14. Melakukan pengkajian pada ibu nifas; 
15. Melakukan asuhan kebidanan masa nifas 6 jam 
sampai dengan hari ke tiga pasca persalinan (KF 
1);
16. Melakukan asuhan kebidanan masa nifas hari  ke
4-28 pasca persalinan (KF 2);
17. Melakukan asuhan kebidanan masa nifas hari  ke
29-42 pasca persalinan (KF 3);
18. Melakukan asuhan kebidanan pada gangguan 
psikologis ringan dengan pendampingan;
19. Melakukan fasilitasi Inisiasi Menyusu Dini (IMD) 
pada persalinan normal;
20. Melakukan asuhan bayi baru lahir normal;
21. Melakukan penanganan awal kegawatdaruratan 
pada Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR); 
22. Memberikan Komunikasi Informasi dan Edukasi 
(KIE) tentang kesehatan anak pada 
individu/keluarga sesuai kebutuhan;
23. Melakukan pelayanan Keluarga Berencana (KB)
oral dan kondom;
24. Memberikan Komunikasi Informasi dan Edukasi 
(KIE) tentang kesehatan reproduksi perempuan 
dan Keluarga Berencana (KB) pada 
individu/keluarga sesuai kebutuhan;
25. Melakukan promosi dan edukasi tentang  perilaku
pola hidup sehat untuk remaja  termasuk
personal hygiene dan nutrisi;
26. Melakukan pendataan sasaran pada individu 
(WUS/PUS/Keluarga Berencana/Ibu hamil/ ibu 
nifas/ibu menyusui/ bayi dan balita)
di wilayah  kerja Puskesmas melalui kunjungan
rumah;
27. Melakukan tabulasi sasaran pada individu 
(WUS/PUS/Keluarga Berencana/Ibu hamil/ ibu 
nifas/ibu menyusui/ bayi dan balita);
28. Mengikuti pelaksanaan kegiatan Survei Mawas 
Diri (SMD) atau Musyawarah Masyarakat Desa 
(MMD);
29. Melaksanakan pelayanan kebidanan di
Posyandu/Posbindu/kampung Keluarga 
Berencana (KB) atau tempat lain sesuai 
penugasan; dan 
30. Melakukan pemberian imunisasi rutin sesuai 
program pemerintah pada anak sekolah; 

2.5 Nilai-Nilai Organisasi


Nilai-nilai organisasi Kementrian Kesehatan, yaitu :
a. Pro Rakyat
Dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan,
Kementerian Kesehatan selalu mendahulukan kepentingan rakyat
dan harus menghasilkan yang terbaik untuk rakyat. Diperolehnya
derajat kesehatan yang setinggi-tingginya bagi setiap orang
adalah salah satu hak asasi manusia tanpa membedakan suku,
golongan, agama dan status sosial ekonomi.

b. Inklusif
Semua program pembangunan kesehatan harus
melibatkan semua pihak, karena pembangunan kesehatan tidak
mungkin hanya dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan saja.

Dengan demikian, seluruh komponen masyarakat harus


berpartisipasi aktif, yang meliputi lintas sektor, organisasi profesi,
organisasi masyarakat pengusaha, masyarakat madani dan
masyarakat akar rumput.

c. Responsif
Program kesehatan harus sesuai dengan kebutuhan dan
keinginan rakyat, serta tanggap dalam mengatasi permasalahan di
daerah, situasi kondisi setempat, sosial budaya dan kondisi
geografis. Faktor-faktor ini menjadi dasar dalam mengatasi
permasalahan kesehatan yang berbeda-beda, sehingga
diperlukan penanganan yang berbeda pula.

d. Efektif
Program kesehatan harus mencapai hasil yang signifikan
sesuai target yang telah ditetapkan dan bersifat efisien.

e. Bersih
Penyelenggaraan pembangunan kesehatan harus bebas
dari korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), transparan, dan
akuntabel.

2.6 Nilai-nilai Dasar Profesi PNS


2.6.1 Keterkaitan dengan Nilai-nilai Dasar Profesi PNS
Penyelenggaraan Pelatihan Dasar CPNS berdasarkan
Peraturan LAN Nomor 12 Tahun 2018 yang bertujuan agar
peserta Latsar mampu menginternalisasi nilai-nilai dasar profesi
ASN yaitu Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,
Komitemen Mutu, dan Anti Korupsi (ANEKA), serta nilai Peran
dan Kedudukan ASN dalam NKRI.

a. Akuntabilitas
Akuntabilitas menurut modul akuntabilitas (2017)
merujuk pada kewajiban kewajiban untuk memenuhi tanggung
jawab yang menjadi amanahnya. Nilai-nilai dasar akuntabilitas,
yaitu:
1) Kepemimpinan
Pimpinan mempunyai peranan yang penting dalam
menciptakan lingkungan yang baik.
2) Transparansi
Keterbukaan atas semua tindakan dan kebijakan yang
dilakukan.
3) Integritas
Konsistensi dan keteguhan yang tak tergoyahkan dalam
menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan.
4) Tanggung Jawab
Tanggung jawab merupakan perwujudan kesadaran akan
hak dan kewajiban seseorang terhadap suatu pekerjaan.
5) Keadilan
Kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu
hal, baik menyangkut benda ataupun orang.
6) Kepercayaan
Rasa keadilan akan membawa pada sebuah kepercayaan.
Kepercayaan ini yang akan melahirkan akuntabilitas.
7) Kejelasan
Pelaksanaan wewenang dan tanggung jawab harus
memiliki gambaran yang jelas sesuai tujuan dan hasil yang
diharapkan.
8) Konsistensi
Sebuah usaha untuk terus dan terus melakukan sesuatu
sampai pada tercapai tujuan akhir.

b. Nasionalisme
Nasionalisme menurut modul nasionalisme (2017)
adalah pemahaman mengenai nilai-nilai kebangsaan.
Nasionalisme memiliki pokok kekuatan dalam menilai kecintaan
individu terhadap bangsanya. Salah satu cara untuk
menumbuhkan semangat nasionalisme adalah dengan
menanamkan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila.
Nasionalisme dalam arti sempit adalah suatu sikap
yang meninggikan bangsanya sendiri. Secara politis
nasionalisme berarti pandangan atau paham kecintaan
manusia Indonesia terhadap bangsa dan tanah airnya yang
didasarkan pada nilai-nilai Pancasila.
Nilai-nilai dasar Nasionalisme meliputi: 45 butir
Pancasila. Nilai nasionalisme tersebut harus dimiliki oleh setiap
PNS dalam menjalankan fungsi dan tugas jabatannya. Nilai-
nilai nasionalisme yang sesuai lima sila dalam Pancasila, yaitu
sebagai berikut :
1) Ketuhanan Yang Maha Esa: Religius, toleran, amanah,
terpercaya, percaya diri.
2) Kemanusiaan yang adil dan beradab: humanis, tenggang
rasa, persamaan derajat, saling menghormati, tidak
diskriminatif.
3) Persatuan Indonesia : cinta tanah air, rela berkorban,
menjaga ketertiban, mengutamakan kepentingan publik,
gotong royong.
4) Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan
dalam permusyawaratan perwakilan: musyawarah mufakat,
kekeluargaan, menghargai pendapat, bijaksana.
5) Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia: Adil, tidak
serakah, tolong menolong, kerja keras, sederhana.

c. Etika Publik
Etika dapat dipahami sebagai sistem penilaian perilaku
serta keyakinan untuk menentukan perbuatan yang pantas
guna menjamin adanya perlindungan hak-hak individu,
mencakup cara-cara pengambilan keputusan untuk membantu
membedakan hal-hal yang baik dan buruk serta mengarahkan
apa yang seharusnya dilakukan sesuai nila-nilai yang dianut.
Etika Publik merupakan refleksi tentang standar/ norma
yang menentukan baik/ buruk, benar/ salah perilaku, tindakan
dan keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam
rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik.
Nilai-nilai dasar ASN yang terkandung dalam etika
publik merujuk pada Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014
tentang Aparatur Sipil Negara yaitu :

1) Memegang teguh ideologi Pancasila.


2) Setia dan mempertahankan Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta
pemerintahan yang sah.
3) Menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak.
4) Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian.
5) Menciptakan lingkungan kerja yang nondiskriminatif.
6) Memelihara dan menjunjung tinggi standar etika yang
luhur.
7) Mempertanggungjawabkan tindakan dan kinerjanya
kepada publik.
8) Memiliki kemampuan dalam melaksanakan kebijakan dan
program pemerintah.
9) Memberikan layanan kepada publik secara jujur, tanggap,
cepat, tepat, akurat, berdaya guna, berhasil guna, dan
santun.
10) Mengutamakan kepemimpinan berkualitas tinggi.
11) Menghargai komunikasi, konsultasi, dan kerja sama.
12) Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong kinerja
pegawai.
13) Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan.
14) Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang
demokratis sebagai perangkat sistem karier.

Dimensi etika publik terdiri dari dimensi tujuan


pelayanan publik yang bertujuan untuk mewujudkan
pelayanan yang berkualitas dan relevan, dimensi modalitas
yang terdiri dari akuntabilitas, transparansi, dan netralitas,
serta dimensi tindakan integritas publik (LAN, 2015:11).
Ketiga dimensi tersebut dapat menjadi dasar untuk dapat
menjadi pelayan publik yang beretika.

d. Komitmen Mutu
Komitmen mutu adalah janji pada diri kita sendiri
ataupada orang lain yang tercermin dalam tindakan kita untuk
menjaga mutu kinerja pegawai. Bidang apapun yang menjadi
tanggung jawab pegawai negeri sipil semua mesti
dilaksanakan secara optimal agar dapat memberi kepuasan
kepada stakeholder. Komitmen mutu merupakan tindakan
untuk menghargai efektivitas, efisiensi, inovasi dan kinerja
yang berorientasi mutu dalam penyelenggaraan pemerintahan
dan pelayanan publik.
Nilai-nilai yang terkandung dalam komitmen mutu
adalah sebagai berikut:
1) Efektivitas, menunjukkan tingkat ketercapaian target
yang telah direncanakan, baik menyangkut jumlah
maupun mutu hasil kerja.
2) Efisiensi, merupakan tingkat ketepatan realisasi
penggunaan sumber daya dan bagaimana pekerjaan
dilaksanakan
3) Inovasi, adalah hasil pemikiran baru yang konstruktif,
sehingga sebagai aparatur yang diwujudkan dalam
bentuk profesionalisme layanan publik yang berbeda dari
sebelumnya, bukan sekedar menjalankan atau
menggugurkan tugas rutin.
4) Mutu, merupakan suatu kondisi dinamis berkaitan dengan
produk, jasa, manusia, proses dan lingkungan yang
sesuai atau bahkan melebihi harapan konsumen.

e. Anti Korupsi
Menurut Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, korupsi adalah
tindakan melawan hukum dengan melakukan perbuatan
memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi
yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian
negara. Identifikasi nilai dasar anti korupsi memberikan nilai -
nilai dasar anti korupsi yang prioritas dan memiliki signifikansi
yang tinggi bagi kita.
Nilai-nilai dasar anti korupsi penting untuk mencegah
terjadinya korupsi dan mendukung prinsip-prinsip anti korupsi
yang meliputi akuntabilitas, transparansi, kewajaran, kebijakan
dan kontrol kebijakan supaya semua dapat berjalan dengan
baik serta, untuk mencegah faktor eksternal penyebab korupsi.

 Ada 9 (sembilan) indikator dari nilai-nilai dasar anti


korupsi yang harus diperhatikan, yaitu :
1) Jujur
Kejujuran merupakan nilai dasar yang menjadi
landasan utama bagi penegakan integritas diri seseorang.
Tanpa adanya kejujuran mustahil seseorang bisa
menjadi pribadi yang berintegritas. Seseorang dituntut
untuk bisa berkata jujur dan transparan serta tidak
berdusta baik terhadap diri sendiri maupun orang lain,
sehingga dapat membentengi diri terhadap godaan untuk
berbuat curang.
2) Peduli
Kepedulian sosial kepada sesama menjadikan
seseorang memiliki sifat kasih sayang. Individu yang
memiliki jiwa sosial tinggi akan memperhatikan
lingkungan sekelilingnya di mana masih terdapat banyak
orang yang tidak mampu, menderita, dan membutuhkan
uluran tangan. Pribadi dengan jiwa sosial tidak akan
tergoda untuk memperkaya diri sendiri dengan cara yang
tidak benar tetapi ia malah berupaya untuk menyisihkan
sebagian penghasilannya untuk membantu sesama.
3) Mandiri
Kemandirian membentuk karakter yang kuat pada
diri seseorang menjadi tidak bergantung terlalu banyak
pada orang lain. Mentalitas kemandirian yang dimiliki
seseorang mengoptimalkan daya pikirnya guna bekerja
secara efektif. Pribadi yang mandiri tidak akan menjalin
hubungan dengan pihak-pihak yang tidak
bertanggungjawab demi mencapai keuntungan sesaat.
4) Disiplin
Disiplin adalah kunci keberhasilan semua orang.
Ketekunan dan konsistensi untuk terus mengembangkan
potensi diri membuat seseorang akan selalu mampu
memberdayakan dirinya dalam menjalani tugasnya.
Kepatuhan pada prinsip kebaikan dan kebenaran menjadi
pegangan utama dalam bekerja.
Seseorang yang mempunyai pegangan kuat
terhadap nilai kedisiplinan tidak akan terjerumus dalam
kemalasan yang mendambakan kekayaan dengan cara
yang mudah.
5) Tanggung Jawab
Pribadi yang utuh dan mengenal diri dengan baik
akan menyadari bahwa keberadaan dirinya di muka bumi
adalah untuk melakukan perbuatan baik demi
kemaslahatan sesama manusia. Segala tindak tanduk
dan kegiatan yang dilakukannya akan
dipertanggungjawabkan sepenuhnya kepada Tuhan Yang
Maha Esa, masyarakat, negara, dan bangsanya. Dengan
kesadaran seperti ini maka seseorang tidak akan
tergelincir dalam perbuatan tercela dan nista.
6) Kerja Keras
Individu beretos kerja akan selalu berupaya
meningkatkan kualitas hasil kerjanya demi terwujudnya
kemanfaatan publik yang sebesar-besarnya. Ia
mencurahkan daya pikir dan kemampuannya untuk
melaksanakan tugas dan berkarya dengan sebaik-
baiknya. Ia tidak akan mau memperoleh sesuatu tanpa
mengeluarkan keringat
7) Sederhana
Pribadi yang berintegritas tinggi adalah seseorang
yang menyadari kebutuhannya dan berupaya memenuhi
kebutuhannya dengan semestinya tanpa berlebih-lebihan.
8) Berani
Seseorang yang memiliki karakter kuat akan
memiliki keberanian untuk menyatakan kebenaran dan
menolak kebathilan.
Ia tidak akan mentolerir adanya penyimpangan dan
berani menyatakan penyangkalan secara tegas. Ia juga
berani berdiri sendirian dalam kebenaran walaupun
semua kolega dan teman-teman sejawatnya melakukan
perbuatan yang menyimpang dari hal yang semestinya.
Ia tidak takut dimusuhi dan tidak memiliki teman
kalau ternyata mereka mengajak kepada hal-hal yang
menyimpang.
9) Adil
Pribadi dengan karakter yang baik akan menyadari
bahwa apa yang dia terima sesuai dengan jerih
payahnya. Ia tidak akan menuntut untuk mendapatkan
lebih dari apa yang ia sudah upayakan.
Bila ia seorang pimpinan maka ia akan memberi
kompensasi yang adil kepada bawahannya sesuai
dengan kinerjanya. Ia juga ingin mewujudkan keadilan
dan kemakmuran bagi masyarakat dan bangsanya.

2.7 Keterkaitan Dengan Peran dan Kedudukan PNS


a. Manajemen ASN
ASN adalah pengelolaan ASN untuk menghasilkan
pegawai ASN yang profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi,
bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi dan
nepotisme.
Manajemen ASN lebih menekankan kepada pengaturan
profesi pegawai sehingga diharapkan agar selalu tersedia sumber
daya ASN yang unggul selaras dengan perkembangan zaman.
 Peran dan kedudukan PNS sebagai berikut :
1) Pelaksana Kebijakan Publik
ASN berfungsi, bertugas dan berperan untuk
melaksanakan kebijakan yang dibuat oleh pejabat pembina
kepegawaian sesuai dengan peraturan perundangan.
Untuk itu ASN harus mengutamakan kepentingan
publik dan masyarakat luas dalam menjalankan fungsi dan
tugasnya, serta harus mengutamakan pelayanan yang
berorientasi pada kepentingan publik.
2) Pelayanan Publik
Dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan
sesuai peraturan perundang-undangan bagi setiap warga
negara dan penduduk atas barang, jasa dan/atau
pelayanan administratif yang diselenggarakan oleh
penyelenggara pelayanan publik dengan tujuan kepuasan
pelanggan.
3) Perekat dan Pemersatu Bangsa
ASN berfungsi, bertugas dan berperan untuk
mempererat persatuan dan kesatuan NKRI. ASN
senantiasa setia dan taat sepenuhnya kepada Pancasila,
UUD 1945, negara dan pemerintah. ASN senantiasa
menjunjung tinggi martabat dan mengutamakan
kepentingan negara daripada kepentingan diri sendiri,
seseorang dan golongan.

b. Whole Of Government
Pengertian Whole of Government (WoG) Berdasarkan
interpretasi analitis dan manifestasi empiris di lapangan maka WoG
didefinisikan sebagai “suatu model pendekatan integratif fungsional
satu atap” yang digunakan untuk mengatasi wicked problems yang
sulit dipecahkan dan diatasi karena berbagai karakteristik atau
keadaan yang melekat antara lain: tidak jelas sebabnya, multi
dimensi, menyangkut perubahan perilaku. Sesuai dengan
karakteristik wicked problems, maka model pendekatan Penerapan
Whole of Government (WoG) dalam pelayanan terintegrasi.

 Nilai-nilai dasar Whole of Government yaitu :


1) Koordinasi
Kompleksitas lembaga membutuhkan koordinasi yang
efektif dan efisien antar lembaga dalam menjalankan
kegiatan kelembagaan.
2) Integrasi
Integrasi dilakukan dengan pembauran sebuah sistem
antar lembaga sehingga menjadi kesatuan yang utuh.
3) Sinkronisasi
Singkronisasi merupakan penyelarasan semua
kegiatan/data yang berasal dari berbagai sumber, dengan
menyingkronkan seluruh sumber tersebut.
4) Simplifikasi
Simplikasi merupakan penyederhanaan segala sesuatu
baik terkait data/proses di suatu lembaga untuk
mengefisienkan waktu, tenaga dan biaya.

c. Pelayanan Publik
Pelayanan publik adalah segala bentuk kegiatan pelayanan
umum yang dilaksanakan oleh Instansi pemerintahan di pusat dan
daerah, dan lingkungan BUMN / BUMD dalam bentuk barang dan
jasa untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat. Perhatian
pemerintah terhadap perbaikan pelayanan kepada masyarakat
sebenarnya sudah diatur dalam beberapa pedoman, antara lain
adalah Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur
Negara (MENPAN) Nomor 63 Tahun 2003 yang mengemukakan
tentang prinsip-prinsip pelayanan publik sebagai berikut :
1) Kesederhanaan
Prosedur pelayanan publik tidak berbelit-belit, mudah dipahami
dan mudah dilaksanakan.

2) Kejelasan
Persyaratan teknis dan administratif pelayanan.
3) Kepastian Waktu
Pelaksanaan pelayanan Publik dapat diselesaikan dalam kurun
waktu yang telah ditentukan.
4) Akurasi
Produk pelayanan Publik diterima dengan benar, tepat, dan
sah.
5) Keamanan
6) Proses dan produk pelayanan Publik memberikan rasa aman
dan kepastian hukum.
7) Tanggung jawab
Pimpinan penyelenggara pelayanan publik atau pejabat yang
ditunjuk bertanggungjawab atas penyelenggaraan pelayanan
dan penyelesaian keluhan/persoalan dalam pelaksanaan
pelayanan publik.

2.8 Deskripsi Isu / Situasi Problematik


Pengertian isu menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia
(KBBI) adalah masalah yang dikedepankan untuk ditanggapi, kabar
yang tidak jelas asal usulnya dan tidak terjamin kebenarannya.
Menurut Regester dan Larkin (2005) sebuah isu yang timbul
ke permukaan adalah suatu kondisi atau peristiwa, baik di dalam
maupun di luar organisasi, yang jika dibiarkan akan menjadi efek yang
signifikan pada fungsi atau kinerja organisasi tersebut atau pada
target-target organisasi tersebut dimasa mendatang.
Sesuai dengan sasaran pelaksanaan aktualisasi ini, maka isu
yang akan diangkat terkait dengan agenda ketiga yaitu Kedudukan
dan Peran ASN dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia
(Manajemen ASN, Pelayanan Publik dan Whole Of Government).
Adapun dari identifikasi masalah yang terjadi di Puskesmas Sukajadi,
penulis menetapkan beberapa isu yang menjadi topik, yaitu:
1. Masih terdapat ibu hamil dengan anemia di Puskesmas
Sukajadi
Anemia merupakan masalah gizi yang sangat umum
dijumpai di Indonesia dan dapat terjadi pada semua golongan
umur (Adriani, 2012). Di Indonesia, anemia umumnya disebabkan
oleh kekurangan zat besi, sehingga lebih dikenal dengan istilah
Anemia Gizi Besi (AGB). Anemia gizi besi banyak diderita oleh
wanita usia subur (WUS), ibu hamil, anak usia sekolah, dan
remaja. Kelompok yang beresiko tinggi menderita anemia gizi besi
adalah ibu hamil karena kebutuhan zat besi meningkat secara
signifikan selama kehamilan (Waryana, 2010). Anemia juga
merupakan keadaan menurunnya kadar hemoglobin, hematokrit,
dan sel darah merah dibawah nilai normal yang dipatok untuk
perorangan (Arisman, 2010).
Prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia masih
tergolong tinggi. Hal ini ditunjukkan dengan data Riskesdas (2013)
menurut kriteria anemia yang ditentukan WHO dan pedoman
Kemenkes 1999 menunjukkan bahwa 37,1% ibu hamil menderita
anemia dan proporsinya hampir sama antara ibu hamil di
perkotaan (36,4%) dan pedesaan (37,8%) dan mengalami
kenaikan pada tahun 2018 yaitu sebesar 48,9%.
 Isu ini terkait dengan Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI
yaitu : Manajemen ASN dan Pelayanan Publik.
 Kondisi Ideal: Petugas dapat melaksanakan pemberian Fe
pada ibu hamil.

2. Adanya ibu hamil resiko tinggi umur > 35 tahun di


Puskesmas Sukajadi
Kehamilan resiko tinggi adalah kehamilan yang dapat
menyebabkan ibu hamil dan bayi menjadi sakit atau meninggal
sebelum kelahiran berlangsung (Indrawati, 2016).
Karakteristik ibu hamil diketahui bahwa faktor penting
penyebab resiko tinggi pada kehamilan terjadi pada kelompok
usia 35 tahun dikatakan usia tidak aman karena saat
bereproduksi pada usia 35 tahun dimana kondisi organ reproduksi
wanita sudah mengalami penurunan kemampuan untuk
bereproduksi, tinggi badan kurang dari 145 cm, berat badan
kurang dari 45 kg, jarak anak terakhir dengan kehamilan sekarang
kurang dari 2 tahun, jumlah anak lebih dari 4 (Hapsari, 2014).
Faktor penyebab resiko kehamilan apabila tidak segera
ditangani pada ibu dapat mengancam keselamatan bahkan dapat
terjadi hal yang paling buruk yaitu kematian ibu dan bayi. Faktor-
faktor penyebab tingginya angka kematian ibu di Indonesia adalah
perdarahan ekslampsia, aborsi tidak aman, partus lama, infeksi
dan lain-lain.(Aeni, 2013).
 Isu ini terkait dengan Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI
yaitu : Manajemen ASN dan Pelayanan Publik .
 Kondisi Ideal : Ibu hamil resti >35 tahun terdata dan
tertangani.

3. Kurangnya Cakupan Akseptor KB Metode Kontrasepsi


Jangka Panjang (MKJP) di Puskesmas Sukajadi
Menurut World Health Organization (WHO) (2014)
penggunaan kontrasepsi telah meningkat di banyak bagian dunia,
terutama di Asia dan Amerika Latin dan terendah di Sub-Sahara
Afrika.

Secara global, pengguna kontrasepsi modern seperti pil


KB, suntik KB, implan/norplant/susuk, AKDR/IUD/spiral, vasektomi
dan tubektomi telah meningkat tidak signifikan dari 54% pada
tahun 1990 menjadi 57,4% pada tahun 2014. Secara regional,
proporsi Wanita Usia Subur (WUS) 15-49 tahun melaporkan
penggunaan metode kontrasepsi modern telah meningkat minimal
6 tahun terakhir.
Perencanaan keluarga yang dilakukan dengan matang,
akan membuat peristiwa kehamilan merupakan suatu hal yang
memang sangat diharapkan sehingga akan terhindar dari
perbuatan untuk mengakhiri kehamilan dengan aborsi dan
ekonomi bs teratasi sehingga berkurangnya ibu hsmil miskin yang
bisa mengarah ke ibu hamil KEK (Suratun dkk, 2008).
 Isu ini terkait dengan Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI
yaitu : Manajemen ASN dan Pelayanan Publik.
 Kondisi Ideal : Umur >35 tahun menggunakan KB MKJP agar
terhindar dari kehamilan.

4. Masih Banyak Ibu Hamil dengan Kekurangan Energi Kronik


(KEK) di Wilayah Kerja Puskesmas Sukajadi
Data jumlah ibu hamil di UPTD Puskesmas Sukajadi
Periode Januari sampai dengan desember 2019 sebanyak 399
orang (Profil Puskesmas Sukajadi, 2019). Prevelensi ibu hamil
yang Kekurangan Energi Kronik (KEK) pada tahun 2017
sebanyak 36 orang. Data Bumil KEK pada tahun 2018 sebanyak
20 orang. Pada Periode Januari sampai dengan Desember 2019
sebanyak 17 orang dan pada periode januari sampai dengan
September 2020 Data Bumil KEK sebanyak 4 orang (Data Ibu
Hamil KEK Puskesmas Sukajadi, 2020).

Melihat data diatas dapat kita simpulkan bahwa setiap


tahunnya masih terdapat ibu hamil KEK, yang harus kita
optimalkan pelayanannya. Karena sesuai dengan visi misi
organisasi yang ke dua yaitu meningkatkan kesehatan ibu dan
anak. Dengan upaya bisa meminimalisir dampak dari kejadian ibu
hamil KEK yang bisa menyebabkan kesehatan ibu dan anak
terancam, dampak KEK pada ibu hamil yaitu pendaraha, lemas,
lesu, pucat, kesemutan. Sedangkan pada bayi bisa premature,
BBLR, stunting, dll.
 Isu ini terkait dengan Kedudukan dan Peran ASN dalam
NKRI yaitu : Manajemen ASN dan Pelayanan Publik.
 Kondisi Ideal : Peningkatan pelayanan ibu hamil KEK.

5. Kurang Optimalnya Pencatatn dan Pelaporan Kohort Ibu


Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Sukajadi
Setiap hari seorang perempuan meninggal disebabkan
karena komplikasi dari kehamilan atau persalinan. Upaya untuk
mengatasi hal tersebut dengan persalinan yang sehat dan aman,
yaitu persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan (Dinkes
Kota Semarang, 2017).
Kurang optimalnya kohort yang ada dibidan wilayah,
maka kurang terdata nya ibu hamil yang bisa berpotensi
mengalami tanda bahaya dalam kehamilan yang tidak terdeteksi
dari awal.
Isu ini terkait dengan Kedudukan dan Peran PNS dalam NKRI
yaitu :
 Manajemen ASN, Pelayanan Publik, dan Whole of
Goverment (WoG).
 Kondisi Ideal : kohort lengkap, pencatatan legkap sehingga
ibu hamil bisa terpantau semuanya di wilayah kerja
puskesmas sukajadi.
2.9 Analisis Isu
Analisis isu dilakukan untuk menetapkan kriteria isu dan
kualitas isu. Analisis ini dilakukan untuk mendapatkan kualitas isu
tertinggi.
Alat analisis kriteria isu yang akan digunakan adalah
dengan alat analisis AKPK (Aktual, Kekhalayakan, Problematika,
Kelayakan).
Alat analisa dengan menggunakan AKPK (kriteria isu), yaitu:
1. Aktual : Benar-benar terjadi dan sedang hangat
dibicarakan dimasyarakat.
2. Kekhalayakan : Isu yang menyangkut hajat hidup orang banyak.
3. Problematik : Isu yang memiliki dimensi masalah yang
kompleks sehingga perlu dicarikan solusinya
sesegera mungkin.
4. Kelayakan : Isu yang masuk akal, realisitis serta relevan
untuk dimunculkan inisiatif pemecahan
masalahnya.

Pembobotan dan Analisis AKPK :

Bobot Keterangan

5 Sangat kuat pengaruhnya

4 Kuat Pengaruhnya

3 Sedang pengaruhnya

2 Kurang pengaruhnya

1 Sangat kurang pengaruhnya


Tabel 2.3 Bobot Penetapan Kriteria Kualitas Isu AKPK

ANALISIS KRITERIA ISU DENGAN ALAT ANALISIS AKPK

NO ISU A K P K TOTAL SCORE


1 Masih adanya Ibu Hamil dengan 4 4 3 3 14 II
Anemia di Wilayah Kerja Puskesmas
Sukajadi

2 Masih adanya Ibu Hamil Resiko 4 4 3 2 13 III


Tinggi umur >35 Tahun di Wilayah
Kerja Puskesmas Sukajadi.
3 Kurangnya Cakupan Akseptor KB 3 3 3 2 11 IV
Metode Kontrasepsi Jangka Panjang
(MKJP) di Wilayah Kerja Puskesmas
Sukajadi.
4 Masih Banyaknya Ibu Hamil yang 5 4 4 4 17 1
Mengalami Kekurangan Energi
Kronik (KEK) di Wilayah Kerja
Puskesmas Sukajadi.
5 Kurang Optimalnya Pencatatan dan 3 3 2 2 10 V
Pelaporan Kohort Ibu Hamil di
wilayah kerja Puskesmas Sukajadi.

Berdasarkan penentuan kualitas isu dengan alat analisis AKPK


maka tergambar rangking tertinggi yang merupakan isu final yang
perlu dicarikan pemecahan masalahnya sesegera mungkin yaitu:
“Masih Banyaknya Ibu Hamil yang Mengalami Kekurangan Energi
Kronik (KEK) di Wilayah Kerja Puskesmas Sukajadi”

2.10 Argumentasi Terhadap Core Issue Terpilih


Setelah dilakukan analisis kriteria isu dengan alat analisis
AKPK (Aktual, Kekhalayakan, Problematik dan Kelayakan) ditemukan
core issue terpilih, yaitu masih banyaknya ibu hamil KEK di Wilayah
Kerja Puskesmas Sukajadi.
Pada Periode Januari sampai dengan Desember 2019
sebanyak 17 orang dan pada periode januari sampai dengan
September 2020 Data Bumil KEK sebanyak 4 orang (Data Ibu Hamil
KEK Puskesmas Sukajadi, 2020).
Ibu Hamil KEK merupakan salah satu keadaan ibu hamil yang
malnutrisi. Malnutrisi adalah keadaan patologis akibat kekurangan
atau kelebihan secara relative atau absolut satu atau lebih zat gizi
(Supariasa, 2011). KEK adalah keadaan dimana seseorang
mengalami kekurangan gizi (kalori dan protein ) yang berlangsung
lama atau menahun. Dengan ditandai berat badan kurang dari 40 kg
atau tampak kurus dan dengan LILA-nya kurang dari 23,5 cm
(Depkes,2010).

Bahaya ibu hamil dg KEK yaitu, ibu pucat, sering lemas, mual
muntah berlebihan, kesemutan dan pendarahan saat melahirkan serta
kekurangan tenaga untuk melahirkan. Bagi janin yang dikandung, bisa
lahir premature, pertumbuhan janin terganggu (BBLR), perkembangan
otak janin terlambat (stunting), dan kematian janin (Helena, 2013).
Penyebab masalah terjadinya ibu hamil KEK yaitu penyebab
langsung dan tidak langsung. Penyebab langsung seperti mempunyai
penyakit bawaan dan konsumsi gizi yang tidak cukup. Sedangkan
penyebab langsung yaitu persediaan makanan yang tidak mencukupi
(Gakin), pola asuh tidak memadai, kesehatan lingkungan dan
pelayanan kesehatan tidak memadai (berkaitan dengan kurang
pendidikan, pengetahuan dan keterampilan).
Dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
97 tahun 2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan
Ibu Hamil, pelayanan kesehatan adalah upaya untuk
menyelenggarakan perorangan atau bersama-sama dalam organisasi
untuk mencegah dan meningkatkan kesehatan, memelihara serta
menyembuhkan penyakit dan juga memulihkan kesehatan
perorangan, kelompok, keluarga dan ataupun public masyarakat
(Depkes RI, 2009).
Hal ini juga sesuai dengan Visi Puskesmas Sukajadi yaitu
terwujudnya masyarakat sehat di wilayah kerja Puskesmas Sukajadi
yang mandiri untuk hidup sehat dan misi Puskesmas Sukajadi yaitu
meningkatkan kualitas pelayanan sumber daya manusia,
meningkatkan pelayanan kesehatan ibu dan anak, meningkatkan
pelayanan penyakit menular dan tidak menular yang berbasis
masyarakat, meningkatkan kerja sama lintas sektor, lintas program
dan peran serta masyarakat.
Untuk itu, diperlukan gagasan pemecahan isu dengan
beberapa kegiatan dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat
dalam mengoptimalkan pelayanan kesehatan ibu hamil terutama ibu
hamil KEK di wilayah kerja Puskesmas Sukajadi sehingga dapat
meningkatkan mutu pelayanan publik secara professional.
Langkah – langkah yang bisa di lakukan untuk menangani ibu
hamil KEK, yaitu :
a) Menganjurkan ibu hamil KEK mengkonsumsi makan-makanan
sesuai gizi seimbang.
b) Hidup sehat dan rutin memeriksakan kesehatan.
c) Memberikan edukasi atau penyuluhan – penyuluhan tentang gizi
seimbang yang diperlukan oleh ibu hamil.
Gb.2 Contoh panduan menu sehat sehari-hari untuk ibu hamil KEK
2.11 Matrik Rancangan
Unit Kerja : UPTD Puskesmas Sukajadi
A. Identifikasi Isu :
1. Masih adanya Ibu Hamil dengan Anemia di Wilayah Kerja
Puskesmas Sukajadi.
2. Masih adanya Ibu Hamil Resiko Tinggi umur >35 Tahun di
Wilayah Kerja Puskesmas Sukajadi.
3. Kurangnya Cakupan Akseptor KB Metode Kontrasepsi Jangka
Panjang (MKJP) di Wilayah Kerja Puskesmas Sukajadi.
4. Masih Banyaknya Ibu Hamil yang Mengalami Kekurangan
Energi Kronik (KEK) di Wilayah Kerja Puskesmas Sukajadi.
5. Kurang Optimalnya Pencatatan dan Pelaporan Kohort Ibu Hamil
di wilayah kerja Puskesmas Sukajadi.

B. Isu yang diangkat


Masih Banyaknya Ibu Hamil yang Mengalami Kekurangan
Energi Kronik (KEK) di Wilayah Kerja Puskesmas Sukajadi.

C. Gagasan Pemecahan Isu :


1. Mempersiapkan pelaksanaan kegiatan di Wilayah Kerja
Puskesmas Sukajadi.
2. Membuat leaflet tentang tanda bahaya pada kehamilan
terutama ibu hamil KEK.
3. Melaksanakan kegiatan kelas ibu hamil dengan pemeriksaan
kesehatan pada ibu hamil.
4. Pembagian Leaflet dan Penyampaian Materi di kelas bumil.
5. Melakukan pembinaan bidan wilayah terkait skrining ibu hamil
KEK
6. Melakukan pendataan ibu hamil KEK.
7. Melakukan home visit ibu hamil KEK.
8. Melakukan evaluasi dan dokumentasi kegiatan.
MATRIKS RANCANGAN ACTUALISASI

Output / Keterkaitan Dengan Nilai-Nilai Mata Kontribusi Terhadap Visi Penguatan Nilai-Nilai
No Kegiatan Tahapan
Hasil Pelatihan dan Misi Organisasi Organisasi

1 2 3 4 5 6 7
1. Mempersiapkan a. Menghadap 1. Photo Keterkaitan Dengan Nilai Dasar ASN Kegiatan konsultasi dan Kegiatan konsultasi dengan
pelaksanaan Kepala (ANEKA): koordinasi dengan mentor Kepala Puskesmas
kegiatan di Puskesmas 1. Akuntabilitas dilakukan agar memberikan penguatan nilai :
wilayah kerja Sukajadi. Tanggung jawab : Adanya mendapatkan persamaan
Puskesmas kewajiban untuk melakukan persepsi dan terjalinnya a. Pro Rakyat : Selalu
Sukajadi. b. Membuat 2. Lembar kegiatan aktualisasi. kerjasama dalam mendahulukan kepentingan
surat Surat pelaksanaan Pelayanan masyarakat melalui upaya
permohonan Permohonan Transparansi : Adanya yang Optimal Pada pencegahan.
aktualisasi. keterbukaan kepada atasan dalam Kesehatan Ibu Hamil
hal kegiatan yang akan dilakukan terutama Ibu Hamil KEK. b. Responsif
agar terjalin kerjasama dan Hal ini sejalan dengan: Kegiatan
c. Meminta 3. Lembar koordinasi yang baik. aktualisasi sesuai dengan
persetujuan Surat 1. Visi : Terwujudnya kebutuhan masyarakat
atasan. Persetujuan Kejelasan : Adanya kejelasan masyarakat sehat di untuk peningkatan informasi
sebelum melaksanakan kegiatan wilayah kerja Puskesmas kesehatan.
d. Melakukan untuk memberikan gambaran, Sukajadi yang Mandiri
konsultasi 4. Lembar tujuan dan hasil yang diharapkan untuk hidup sehat.
kepada mentor bimbingan kepada atasan.
dan coach, berupa catatan, 2. Misi pertama :
dalam saran dan 2. Nasionalisme Meningkatkan kualitas
memaparkan solusi Sila ke 4 : Adanya musyawarah pelayanan sumber daya
kegiatan yang mufakat dalam pelaksanaan manusia.
akan dilakukan. konsultasi dan koordinasi.

3. Etika Publik
Menghargai Komunikasi :
Menghargai komunikasi dalam
mengemukakan pendapat.

Kebersamaan : Kegiatan
dilaksanakan dengan pemikiran
yang sama agar mendapatkan
hasil yang maksimal.

Respect : Dalam melakukan


kegiatan harus menghargai posisi
atasan untuk mendapatkan
persetujuan, arahan dan masukan.

4. Komitmen Mutu
Efektif : Dalam berkonsultasi dan
berkoordinasi dilakukan dengan
interaksi yang efektif sehingga
hasil yang didapatkan sesuai
dengan tujuan yang diinginkan

Profesional : Sebagai pelaksana


harus memiliki sikap professional
dan loyalitas terhadap atasan.
5. Anti Korupsi
Jujur : Adanya keterbukaan
mengenai kegiatan yang akan
dilakukan.

Berani : Pentingnya
menyampaikan ide kegiatan
dengan berani sehingga bisa
mendapatkan pendapat, arahan,
masukan atau kendala untuk
kegiatan yang dilakukan

Keterkaitan Dengan Agenda Peran


dan Kedudukan PNS dalam NKRI:
1. Manajemen ASN
Melakukan konsultasi dan
koordinasi dengan atasan terkait
kegiatan dalam rangka
melaksanakan fungsi ASN.

2. Membuat leaflet a. Mencari buku 1. Buku Referensi. Keterkaitan Dengan Nilai Dasar ASN Dengan membuat leaflet Kegiatan pembuatan leaflet
tentang tanda referensi untuk (ANEKA): tentang bahaya kehamilan bahaya kehamilan dengan
bahaya pada materi. 1. Akuntabilitas : dengan KEK sebagai KEK memberikan penguatan
kehamilan Tanggung jawab : Bertanggung aktualisasi nilai dasar nilai :
terutama ibu b. Mendesain 2. Photo Desain jawab dalam pembuatan leaflet ANEKA, hal ini sejalan
hamil KEK leaflet. Leaflet untuk ibu hamil.. dengan:

c. Mengkonsultasi 3. Photo 2. Nasionalisme : 1. Visi : Terwujudnya


1. Pro Rakyat :
kan hasil desain Sila ke 5 : Mengutamakan masyarakat sehat di
Selalu mendahulukan
leafleat kepada kepentingan dan keadilan publik wilayah kerja Puskesmas
kepentingan masyarakat
mentor dan dalam pembuatan leaflet. Sukajadi yang Mandiri
melalui upaya pencegahan
bidan untuk hidup sehat.
dan pengobatan.
koordinator. 3. Etika Publik:
Menghargai Komunikasi : 2. Misi pertama :
2. Efektif :
Menghargai komunikasi dan Meningkatkan kualitas
Pembuatan leaflet untuk
d. Mencetak dan 4. Video konsultasi dalam menetapkan pelayanan sumber daya
mencapai target yang telah
memperbanyak penyetakan materi/isi leaflet. manusia.
ditetapkan.
Leaflet. leaflet dan
4. Komitmen mutu 3. Misi keempat :
Efektif : Menyiapkan leaflet yang Meningkatkan kerja
e. Mencatat hasil 5. Catatan berkualitas sesuai dengan tujuan sama lintas sektor, lintas
konsultasi Konsultasi dan dapat diterima oleh masyarakat program dan peran serta
tentang leaflet. khusus nya ibu hamil. masyarakat.

Inovasi : Membuat leaflet ini


merupakan upaya inovasi pada
kegiatan ini.

5. Anti Korupsi :
Jujur : tidak melebihkan atau
mengurangi informasi dalam
pembuatan leaflet.
Keterkaitan Dengan Agenda Peran
dan Kedudukan PNS :

1. Pelayanan Publik : Melaksanakan


kewajiban sesuai dengan tugas
dalam mengoptimalkan
pelayanan kesehatan ibu hamil,
terutama ibu hamil KEK.

2. Whole Of Government :
Berkoordinasi dengan bidkor
tentang leaflet yang dibuat.

3. Melaksanakan a. Menghadap 1. Photo .Keterkaitan Dengan Nilai Dasar Dengan melakukan Kegiatan pemeriksaan bumil
kegiatan kelas ibu bidan ASN (ANEKA): Kegiatan pemeriksaan bidkor memberikan penguatan
hamil dengan koordinator bumil, menunjukkan nilai :
1. Akuntabilitas
pemeriksaan keterlibatan komponen
Tanggung jawab : Adanya
kesehatan ibu b. Membuat 2. Jadwal pendukung 1. Pro Rakyat :
kewajiban untuk melakukan
hamil. jadwal Hal ini sejalan dengan: Selalu mendahulukan
kegiatan aktualisasi.
kepentingan masyarakat
c. Membuat 3. Undangan 1. Visi : Terwujudnya melalui upaya pencegahan.
Transparansi : Adanya
undangan masyarakat sehat di
keterbukaan kepada atasan dalam
wilayah kerja Puskesmas 2. Responsif : Kegiatan
hal kegiatan yang akan dilakukan
d. Membuat 4. SOP Sukajadi yang Mandiri aktualisasi sesuai dengan
agar terjalin kerjasama dan
SOP pemeriksaan untuk hidup sehat. kebutuhan masyarakat
koordinasi yang baik.
pemeriksaan ibu hamil untuk peningkatan
ibu hamil 2. Misi pertama : pelayanan kesehatan.
Kejelasan : Adanya kejelasan
Meningkatkan kualitas
e. Melakukan 5. Photo, video dalam melaksanakan kegiatan pelayanan SDM.
Pemeriksaan 6. Photo kartu gambaran, tujuan dan hasil. 3. Misi ke dua :
f. Mengisi kartu KIA 1. Nasionalisme : meningkatkan pelayanan 3. Inklusif : Keterkaitan
ibu hamil Sila ke 2 : Adanya rasa kesehatan ibu dan anak. konsultasi dan koordinasi
kemanusiaan dalam pelaksanaan dengan bidkor.
7. Lembar daftar kegiatan ini yaitu pemeriksaan 4. Misi keempat :
g. Isi daftar hadir kesehatan ibu hamil. Meningkatkan kerja sama
lintas sektor, lintas 4. Efektif:
hadir
program dan peran serta Melakukan pemeriksaan
2. Etika Publik :
masyarakat dengan sepenuh hati dan
Menghargai Komunikasi :
benar benar sesuai
Menghargai komunikasi dan
kompetensi atau SOP.
pendapat dalam diskusi kelas ibu
hamil.

3. Komitmen Mutu :
Kinerja : melakukan dengan
kinerja yang bagus.

Efisiensi : Menetapkan waktu,


jadwal, dan tempat pelaksanaan
agar efisien.

4. Anti Korupsi :
Disiplin : Seluruh rangkaian
kegiatan dilakukan sesuai dengan
jadwal yang dibuat.

Jujur : dalam kegiatan ini tidak di


pungut biaya sedikit pun.
Peduli : dalam melakukan
pemeriksaan ibu hamil, bidan
sangat peduli terhadap
kesehatannya.
.

Keterkaitan Dengan Agenda Peran


dan Kedudukan PNS dalam NKRI:
 Manajemen ASN : Melakukan
konsultasi dan koordinasi
dengan atasan terkait kegiatan
dalam rangka melaksanakan
tupoksi bidan ASN.

 Pelayan Publik : Melakukan


pelayanan kepada masyarakat
sesuai tupoksi bidan sebagai ASN.

4. Pembagian a. Pembagian 1. Photo Keterkaitan Dengan Nilai Dasar ASN Dengan melaksanakan Kegiatan edukatif ini
Leaflet dan Leaflet (ANEKA): kegiatan edukatif ini memberikan penguatan nilai :
Penyampaian 1. Akuntabilitas adalah salah
Materi di kelas b. Pretest 2. Lembar Pretest Tanggung jawab : Bersikap satu bentuk pelayanan 1. Pro Rakyat : Mendahulukan
bumil tanggung jawab dalam yang bermutu, merata, dan kepentingan masyarakat
melaksanakan kegiatan yang sudah terjangkau untuk melalui upaya pencegahan
c. Penyampaian 3. Video disepakati. masyarakat. dan pengobatan.
materi Hal ini sejalan dengan:
Integritas : dalam melaksanakan 1. Visi : Terwujudnya
d. Diskusi dan 4. Lembar hasil kegiatan perlunya kesadaran masyarakat sehat di 2. Responsif :
Tanya jawab diskusi dalam mencapai tujuan kegiatan. wilayah kerja Puskesmas Kegiatan aktualisasi sesuai
Sukajadi yang Mandiri dengan kebutuhan
e. Postest dan 5. Lembar 2. Nasionalisme untuk hidup sehat. masyarakat untuk
Evaluasi hasil posttest dan Sila ke 3 : peningkatan informasi
lembar hasil Bekerjasama / bersatu dengan 2. Misi pertama: kesehatan.
evaluasi bidan wilayah untuk mencapai Meningkatkan kualitas
tujuan, menggunakan bahasa pelayanan SDM. 3. Inklusif: Keterkaitan
indonesia yang baik dan benar koordinasi dengan bidan
dalam penyampaian materi sebagai wilayah.
wujud cinta tanah air. 3. Misi ketiga :
Meningkatkan pelayanan
kesehatan ibu hamil
Sila ke 5 : yang berbasis
Pemenuhan hak masyarakat untuk masyarakat
mendapat informasi kesehatan
dalam rangka upaya pencegahan 4. Misi keempat :
dan penanganan tanda bahaya ibu Meningkatkan kerja
hamil. sama lintas sektor, lintas
program dan peran serta
3. Etika Publik masyarakat
Menghargai Komunikasi : Dalam
penyampaian materi memperhatikan
kesopanan dan keramahan.
4. Komitmen Mutu
Mutu : Bersikap profesional dalam
menyampaikan materi sehingga
terwujud kualitas pelaksanaan
kegiatan.

5. Anti Korupsi :
Jujur : Jujur dalam menyampaikan
materi dan tidak dilebih-lebihkan.

Berani : Mempunyai keberanian


menyampaikan materi didepan
masyarakat umum.

Tanggung Jawab : Bertanggung


jawab dalam penyampaian materi
agar dapat diterima dengan baik

Disiplin : Melaksanakan kegiatan


sesuai dengan waktu yang telah
ditetapkan.

Keterkaitan Dengan Agenda Peran


dan Kedudukan PNS dalam NKRI
1. Pelayanan Publik :
Melaksanakan kewajiban sebagai
pelayan masyarakat sesuai
dengan tugas agar tersedianya
informasi kesehatan yang memadai
dalam upaya peningkatan
pengetahuan dan kesehatan
dengan materi materi kebidanan.

2. Whole Of Government:
Dalam melaksanakan edukasi
kepada ibu hamil, bekerja sama
dengan bidan wilayah, agar
kegiatan berjalan secara optimal.

5. Melakukan a. Pembagian 1. Photo Keterkaitan Dengan Nilai Dasar ASN Kegiatan pembinaan ini Kegiatan pembinaan ini
pembinaan bidan alat ukur LILA. (ANEKA): dilakukan agar memberikan penguatan nilai :
wilayah terkait 1. Akuntabilitas mendapatkan persamaan
skrining ibu hamil b. Pembinaan Tanggung jawab : Adanya persepsi dan terjalinnya 1. Pro Rakyat :
kek tentang cara 2. Video kewajiban untuk melakukan kerjasama dalam Selalu mendahulukan
mengukur lila kegiatan aktualisasi pelaksanaan Pelayanan kepentingan masyarakat
yang baik dan yang Optimal Pada melalui upaya pencegahan.
benar. Transparansi : Adanya Kesehatan Ibu Hamil
keterbukaan kepada seprofesi terutama Ibu Hamil KEK. 2. Responsif :
c. Pembinaan 3. Photo dalam hal kegiatan yang akan Hal ini sejalan dengan: Kegiatan aktualisasi sesuai
tentang cara dilakukan agar terjalin kerjasama dengan kebutuhan
memasukkan dan koordinasi yang baik 1. Visi: Terwujudnya masyarakat untuk cepat
hasil masyarakat sehat di mendapatkan pelayanan yang
pemeriksaan Kejelasan : Adanya kejelasan wilayah kerja optimal.
di buku KIA dalam melaksanakan kegiatan ini Puskesmas Sukajadi
dan Kohort yaitu memberikan gambaran, tujuan yang Mandiri untuk 3.Inklusif :
Ibu hamil. dan hasil yang diharapkan bisa hidup sehat. Keterkaitan pembinaan
optimal. dengan bidan wilayah.

d. Memberikan 4. Photo 2. Nasionalisme 2. Misi pertama :


reward bidan pemberian Sila ke 4 : Adanya musyawarah Meningkatkan kualitas
dengan reward. mufakat, persatuan seprofesi dalam pelayanan sumber
laporan pelaksanaan pembinaan dan daya manusia.
terbaik. koordinasi.

3. Etika Publik
Menghargai Komunikasi :
Menghargai komunikasi dalam
mengemukakan pendapat.

Kebersamaan : Kegiatan
dilaksanakan dengan pemikiran
yang sama agar mendapatkan hasil
yang maksimal

5. Komitmen Mutu
Efektif : Dalam pembinaan dan
berkoordinasi dilakukan dengan
interaksi yang efektif sehingga
hasil yang didapatkan sesuai
dengan tujuan yang diinginkan.

Profesional : Sebagai pelaksana


harus memiliki sikap loyalitas dan
berdedikasi dan berintegerasi.

6. Anti Korupsi
Jujur : Adanya kejujuran
mengenai pembinaan bidan
wilayah.

Keterkaitan Dengan Agenda Peran


dan Kedudukan PNS dalam NKRI:
1. Manajemen ASN : Melakukan
pembinaan dan koordinasi
dengan bidan wilayah terkait
kegiatan dalam rangka
melaksanakan fungsi ASN.

6. Melakukan a. Membuat 1. Photo obrolan Keterkaitan Dengan Nilai Dasar ASN Kegiatan pendataan ini Kegiatan pendataan ini
pendataan ibu Group WA Group (ANEKA): dilakukan agar memberikan penguatan nilai :
hamil KEK 1. Akuntabilitas mendapatkan data bumil
b. Pelaporan 2. Lembar data Tanggung jawab : Adanya KEK yang bisa a) Pro Rakyat : Selalu
Data Ibu hamil ibu hamil yang kewajiban untuk melakukan mendapatkan Pelayanan mendahulukan kepentingan
KEK 2 terdata kegiatan pendataan. yang Optimal Pada masyarakat melalui upaya
kelurahan Kesehatan Ibu Hamil pencegahan.
oleh bidan Transparansi : Adanya terutama Ibu Hamil KEK.
wilayah keterbukaan kepada seprofesi Hal ini sejalan dengan: b) Responsif : Kegiatan
dalam hal kegiatan yang akan aktualisasi sesuai dengan
c. Agenda tindak 3. Agenda dilakukan agar terjalin kerjasama 1. Visi : Terwujudnya kebutuhan masyarakat
Lanjut kegiatan ibu dan koordinasi yang baik masyarakat sehat di untuk cepat mendapatkan
terhadap ibu hamil KEK wilayah kerja Puskesmas pelayanan yang optimal.
hamil KEK Sukajadi yang Mandiri
untuk hidup sehat.
2. Nasionalisme c) Inklusif : Keterkaitan
Sila ke 4 : Adanya musyawarah 2. Misi pertama : pendataan bidan wilayah.
mufakat, persatuan seprofesi dalam Meningkatkan kualitas
pelaksanaan pendataan dan pelayanan sumber daya
koordinasi. manusia.

3. Etika Publik
Menghargai Komunikasi :
Menghargai komunikasi dalam
mengemukakan pendapat.

Kebersamaan : Kegiatan
dilaksanakan dengan pemikiran
yang sama agar mendapatkan hasil
yang maksimal.

4. Komitmen Mutu
Efektif : Dalam pendataan
dilakukan dengan interaksi yang
efektif sehingga hasil yang
didapatkan sesuai dengan tujuan
yang diinginkan.

Profesional : Sebagai pelaksana


harus memiliki sikap loyalitas,
berdedikasi dan berintegerasi.

5. Anti Korupsi
Jujur : Adanya kejujuran
mengenai pendataan oleh bidan
wilayah.
Berani : Pentingnya
menyampaikan ide kegiatan
dengan berani sehingga bisa
mendapatkan pendapat, arahan,
masukan atau kendala untuk
kegiatan yang dilakukan.

Keterkaitan Dengan Agenda Peran


dan Kedudukan PNS dalam NKRI:
1. Manajemen ASN : Melakukan
pendataan dan koordinasi dengan
bidan wilayah terkait kegiatan
dalam rangka melaksanakan fungsi
ASN.
7. Melakukan home a. Berkolaborasi 1. Photo Keterkaitan Dengan Nilai Dasar ASN Dengan melaksanakan Kegiatan Home Visit
visit ibu hamil dengan (ANEKA): home visit ini merupakan memberikan penguatan nilai :
KEK pemegang 1. Akuntabilitas suatu bentuk pelayanan
program Gizi Tanggung jawab : Bersikap yang bermutu, merata, dan 1. Pro Rakyat : Mendahulukan
dalam tanggung jawab dalam terjangkau untuk kepentingan masyarakat
pelaksanaan melaksanakan kegiatan yang masyarakat. melalui upaya pencegahan
kegiatan home sudah disepakati. Hal ini sejalan dengan: dan pengobatan.
visit.
Integritas : dalam melaksanakan 1. Visi : Terwujudnya 2. Responsif : Kegiatan
b. Menyiapkan 2. Photo kegiatan perlunya kesadaran masyarakat sehat di aktualisasi sesuai dengan
bahan, alat, dalam mencapai tujuan kegiatan. wilayah kerja Puskesmas kebutuhan masyarakat
yang akan Sukajadi yang Mandiri untuk peningkatan kualitas
digunakan 2. Nasionalisme untuk hidup sehat. kesehatan.
pada kegiatan. Sila ke 3 : Bekerjasama/bersatu
dengan program promkes untuk 2. Misi 3. Inklusif: Keterkaitan
ke dua:
c. Pembagian 3. Video mencapai tujuan, menggunakan koordinasi dengan
Meningkatkan kualitas
PMT (roti ibu bahasa indonesia yang baik dan penanggung jawab program
pelayanan Ibu dan Anak.
hamil, Susu, benar dalam penyampaian materi Gizi
dan Fe). sebagai wujud cinta tanah air. 3. Misi keempat :
Meningkatkan kerja
d. Melakukan 4. Kartu kia yang Sila ke 5 : Pemenuhan hak sama lintas sektor, lintas
pemeriksaan sudah diisi masyarakat untuk mendapat program dan peran serta
kesehatan. pelayanan yang berintegrasi dan masyarakat
optimal.

e. Memberikan 5. Lembar 3. Etika Publik


contoh panduan menu Menghargai Komunikasi :
panduan menu sehat melakukan pemeriksaan, berupaya
sehat ibu hamil memberikan komunikasi dan
KEK. informasi yang baik.

f. Membuat 6. Photo obrolan 4. Komitmen Mutu


group WA ibu group Mutu : Bersikap profesional dalam
hamil KEK. melakukan home visit sehingga
terwujud kualitas pelaksanaan
kegiatan.
g. Memberikan 7. Lembar
Checklist Checklist Inovasi : home visit berupaya
monitoring memberikan kreatifitas agar
terciptanya kesehatan bagi
masyarakat.

5. Anti Korupsi
Peduli : peduli dengan masyarakat

6. Anti Korupsi :
Jujur : Jujur dalam melakukan
pemeriksaan dan pemberian
makanan bergizi.

Berani : berani mengunjungi door


to door demi masyarakat yang
sehat.

Disiplin : Melaksanakan kegiatan


dengan tepat waktu.
Keterkaitan Dengan Agenda Peran
dan Kedudukan PNS dalam NKRI
1. Pelayanan Publik :
Melaksanakan kewajiban sesuai
dengan tugas agar tercapainya
pelayanan kesehatan ibu dan anak
yang ptimal.

2. Whole Of Government:
Dalam melaksanakan home visit
adanya kerja sama dengan
pemegang program Gizi sebagai
wujud adanya WoG.

Keterkaitan Dengan Agenda Peran


dan Kedudukan PNS dalam NKRI
1.Pelayanan Publik :
Melaksanakan kewajiban sebagai
pelayan masyarakat sesuai
dengan tugas agar tersedianya
informasi kesehatan yang memadai
dalam upaya peningkatan
pengetahuan dan kesehatan
dengan materi materi kebidanan.

2.Whole Of Government:
Dalam melaksanakan kegiatan
kepada ibu hamil, bekerja sama
dengan ibu hamil, agar kegiatan
monitoring berjalan lancar.

8. Melakukan a. Melakukan 1. Lembar Keterkaitan Dengan Nilai Dasar ASN Kegiatan evaluasi dan Kegiatan evaluasi memberikan
evaluasi dan pencatat hasil checklist (ANEKA): dokumentasi kegiatan penguatan nilai :
dokumentasi checklist monitoring 1. Akuntabilitas bertujuan untuk mendapat
kegiatan. monitoring sudah diisi. Tanggung jawab : Adanya upaya masukan terkait 1. Pro Rakyat : Mendahulukan
melakukan evaluasi kegiatan peningkatan capaian kepentingan masyarakat
sebagai bentuk tanggung jawab kegiatan dimasa melalui upaya pencegahan.
b. Membuat 2. Laporan demi perbaikan kinerja organisasi. mendatang.
laporan hasil aktualisasi Hal ini sejalan dengan:
evaluasi Transparansi : adanya 2. Inklusif : Keterkaitan
kegiatan. keterbukaan kepada atasan untuk 1. Visi : Terwujudnya koordinasi dengan
mengetahui kegiatan yang sudah masyarakat sehat di penanggung jawab program
dilakukan untuk evaluasi. wilayah kerja Puskesmas promkes.
c. Melaporkan 3. Foto 2. Nasionalisme Sukajadi yang Mandiri
hasil evaluasi Sila ke 3 : Adanya kerjasama untuk hidup sehat. 3. Efektif
kegiatan dalam evaluasi kegiatan. Kegiatan yang dilakukan
kepada Ka harus mencapai hasil
Puskesmas. 3. Etika Publik 2. Misi Pertama : signifikan sesuai target yang
4. Video Kebersamaan : Bersama sama Meningkatkan kualitas telah ditetapkan dan bersifat
d. Mendokume seluruh Dalam melakukan kegiatan pelayanan sumber daya efisien.
ntasikan kegiatan. terkoordinir. manusia.
seluruh hasil 4. Bersih
rangkaian 4. Komitmen Mutu 3. Misi Ke Dua : Penyelenggaraan kegiatan
kegiatan. Mutu : Penilaian kepuasan meningkatkan pelayanan bebas dari korupsi, kolusi
pelayanan sebagai indikator mutu kesehatan ibu dan anak. dan nepotisme (KKN),
kegiatan yang dilakukan sebagai transparan, dan akuntabel.
syarat untuk peningkatan mutu
pelayanan. 4. Misi Ke Empat :
Meningkatkan kerja
5. Anti Korupsi sama lintas sektor, lintas
Jujur : Menyampaikan hasil program dan peran serta
evaluasi kegiatan yang telah masyarakat.
dilakukan secara jujur dan terbuka.

Disiplin : Seluruh kegiatan selesai


sesuai waktu yang dijadwalkan.

Keterkaitan Dengan Agenda Peran


dan Kedudukan PNS dalam NKRI:
1. Manajemen ASN :
Setelah selesai melakukan suatu
kegiatan diperlukan evaluasi dan
laporan kepada kepala puskesmas
bagaimana hasil kegiatan yang
telah dilakukan. Hal ini sesuai
dengan upaya melaksanakan
tugas dan fungsi secara
professional, bertanggungjawab dan
integritas.
Tabel 2.5 Matrik Rancangan actualisasi
2.12 Jadwal Kegiatan
Adapun rancangan kegiatan aktualisasi yang akan dilakukan
peserta diuraikan pada table berikut ini:
Minggu Minggu Mingg Minggu Minggu
No. Tahapan Kegiatan ke-I ke-II u ke-III ke-IV ke-V

1. Melakukan konsultasi
dengan Kepala
Puskesmas Sukajadi.

2. Membuat leaflet
tentang tanda bahaya
pada kehamilan
terutama ibu hamil
KEK .
3. Melaksanakan
kegiatan kelas ibu
hamil dengan
pemeriksaan
kesehatan.
4. Pembagian Leaflet
dan Penyampaian
Materi di kelas bumil.

5. Melakukan
pembinaan bidan
wilayah terkait
skrining ibu hamil kek
6. Melakukan
pendataan ibu hamil
KEK.

7. Melakukan home visit


ibu hamil KEK.

8. Melakukan evaluasi
dan dokumentasi
kegiatan.
Tabel 2.6 Jadwal Kegiatan
56
2.13 Kendala dan Antisipasi
Mencakup kendala-kendala yang mungkin terjadi saat
aktualisasi nilai-nilai pada saat habituasi dan antisipasinya. Adapun
kendala yang mungkin terjadi:

No Kendala Antisipasi
1. Sedikit minat dari ibu hamil Konfirmasi dengan bidan
yang ingin mengikuti kelas ibu wilayah untuk memastikan
hamil, ibu hamil sedikit yang kehadiran ibu hamil dan
menghadiri kelas ibu hamil. memberikan inovasi (doorprise)
untuk ibu hamil yg bisa mengisi
pretest posttest.
2. Susah mendata ibu hamil Selalu koordinasi dengan bidan
KEK yang akan diberikan wilayah dan pemegang program
PMT ( Roti, Susu, Fe ) gizi, untuk pendataan ibu hamil
KEK.
3. Pembuatan Leaflet tentang Membuat design yang lebih
tanda bahaya kehamilan inovatif dan menarik.
terutama ibu hamil KEK,
terlalu banyak tulisan atau
monoton.
4. Pemantauan Ibu hamil pada Membuat checklist monitoring
saat makan dan minum PMT, atau membuat Wa group, untuk
susah dipantau karena harus pemantauan konsumsi PMT.
datang door to door untuk
memantau nya.
Tabel 2.7 Kendala dan Antisipasi

57

DAFTAR PUSTAKA
Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2017. Modul
Pelatihan Dasar CPNS Akuntabilitas. Jakarta : Lembaga Administrasi
Negara Republik Indonesia.
Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2017. Modul
Pelatihan Dasar CPNS Nasionalisme. Jakarta : Lembaga
Administrasi Negara Republik Indonesia.
Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2017. Modul
Pelatihan Dasar Calon CPNS Etika Publik. Jakarta : Lembaga
Administrasi Negara Republik Indonesia.
Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2017. Modul
Pelatihan Dasar CPNS Komitmen Mutu. Jakarta : Lembaga
Administrasi Negara Republik Indonesia.
Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2017. Modul
Pelatihan Dasar CPNS Antikorupsi. Jakarta : Lembaga Administrasi
Negara Republik Indonesia
Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2017. Modul
Pelatihan Dasar CPNS Manajemen Aparatur Sipill Negara. Jakarta :
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia.
Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2017. Modul
Pelatihan Dasar CPNS Whole of Government. Jakarta : Lembaga
Administrasi Negara Republik Indonesia.
Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2017. Modul
Pelatihan Dasar CPNS Pelayanan Publik. Jakarta : Lembaga
Administrasi Negara Republik Indonesia.
Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2018.
Peraturan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia No. 12
Tahun 2018 tentang Pelatihan Dasar Pegawai Negeri Sipil. Jakarta :
Lembaga Administrasi Negara Republik
58 Indonesia.
Presiden Republik Indonesia. 2014. Undang-Undang No. 5 Tahun 2014
tentang Aparatur Sipil Negara. Jakarta : Presiden Republik Indonesia
Menkes RI. 2007.
RB. 2019. Peraturan Menteri PANRB Nomor 36 Tahun 2019 tentang
Jabatan Fungsional Bidan Terampil dan Angka Kredit. Jakarta :
Menteri PANRB RI
Menkes RI. 2019.Visi, Misi, dan Nilai-Nilai Kementrian Kesehatan
Republik Indonesia. www.depkes.go.id
Puskesmas Sukajadi. 2019. Profil Puskesmas Sukajadi dan Laporan
Kegiatan Tahun 2019. Prabumulih : Administrasi Manajemen
Puskesmas Sukajadi
Depkes RI. 2010. Ibu Hamil KEK. www.depkes.go.id
Menkes RI. 2012. Penyebab kejadian KEK secara langsung dan tidak
langsung. www.depkes.go.id

59
L
A
M
P
I
R
A
60
LAMPIRAN I

BUKTI PERSETUJUAN JUDUL OLEH MENTOR

61

Anda mungkin juga menyukai