Anda di halaman 1dari 2

Christopher Nathanael Wijaya

XII MIPA 1 / 10

WORKSHEET/LEMBAR KERJA
Menganalisis Unsur Kebahasaan Novel
Unsur Kebahasaan dalam novel Ronggeng Dukuh Paruk

A. Majas
1. Majas Metafora
Contohnya :
Sepasang burung bangau itu takkan menemukan genangan air meski hanya
selebar telapak kaki.
Mereka pantas berkejaran, bermain, dan bertembang. Mereka sebaiknya tahu
masa kanak-kanak adalah surga yang hanya sekali datang.

2. Majas Personifikasi
Contohnya :
Pucuk-pucuk pohon di pedukuhan sempit itu bergoyang.
Sepasang burung bangau melayan meniti angin berputar-putar tinggi di
langit.

3. Majas Simile
Contohnya :
Dia terbang bagai batu lepas dari ketapel sambil menjerit sejadi-jadinya.
Biji dadap yang telah tua menggunakan kulit polongnya untuk terbang
sebagai baling-baling.
Bila angin berembus, tampak seperti ratusan kupu terbang menuruti arah
angin meninggalkan pohon dadap.

4. Majas Hiperbola
Contohnya :
Tanpa sekali pun mengepak sayap, mereka mengapung berjam-jam lamanya.
Kedua unggas itu melayang-layang beratus-ratus bahkan kilometer mencari
genangan air.

5. Majas Sarkasme
Contohnya :
“Atau lebih baik kita mencari air. Kita siram pangkal batang singkong
kurang ajar ini. Pasti nanti kita mudah mencabutnya.”
“Di mana kau dapat menemukan air?” (saat itu musim kemarau)

B. Citraan
1. Citraan Intelek
Contohnya :
Yang menjadi bercak-bercak hijau di sana-sini adalah kerokot, sajian alam
bagi berbagai jenis belalang dan jangkrik. Tumbuhan jenis kaktus ini justru
hanya muncul di sawah sewaktu kemarau berjaya.

2. Citraan Penglihatan
Contohnya :
Dari tempatnya yang tinggi kedua burung bangau itu melihat Dukuh Paruk
sebagai sebuah gerumbul kecil di tengah padang yang amat luas.

Sambil membersihkan mulutnya dengan punggung lengan, Rasus mengajak


kedua temannya melihat kambing-kambing yang sedang mereka gembalakan.

Di bawah pohon nangka itu mereka melihat Srintil sedang asyik bermain
seorang diri. Perawan kecil itu sedang merangkai daun nangka dengan
sebatang lidi untuk dijadikan sebuah mahkota.

Sawah berubah menjadi padang kering berwarna kelabu.

3. Citraan Gerak
Contohnya :
Sepasang burung bangau melayang meniti angin berputar-putar tinggi di
langit.

Di belakangnya, seekor alap-alap mengejar dengan kecepatan berlebih.

4. Citraan Pendengaran
Contohnya :
Suaranya melengking seperti keluhan panjang.

Udara yang ditempuh kedua binatang ini membuat suara desau. Jerit pipit
kecil itu terdengar ketika paruh alap-alap menggigit kepalanya.

Berderit baling-baling bambu yang dipasang anak gembala di tepian Dukuh


Paruk.

Kicau beranjangan mendaulat kelengangan langit di atas Dukuh Paruk.

5. Citraan Pencecapan
Contohnya ;
Ketiganya kemudian sibuk mengupas bagiannya dengan gigi masing-masing
dan langsung mengunyahnya. Asinnya tanah.

6. Citraan Perabaan
Contohnya :
Udara panas berbulan-bulan mengeringkan berjenis biji-bijian.

Angin tenggara bertiup. Kering.

Udara kemarau makin malam makin dingin.

Anda mungkin juga menyukai