Anda di halaman 1dari 17

KONSEP KEPUTUSAN DALAM ORGANISASI

Oleh:

Naufal Haidar Rochman (1807531068)

Faruq Waliyulloh (1807531077)

I Made Rai Mariana Putra (1807531071)

Ghema Purnama Sari (1807531188)

Ketut Alit Amerta (1907521283)

Dosen:

I Gusti Ayu Dewi Adnyani, S.E., M.Si.

UNIVERSITAS UDAYANA

FEBRUARI 2021

i
KATA PENGANTAR

Puja dan puji syukur kami panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa,
karena berkat atas rahmay-Nya kami dapat menyelesaikan ringkasan mata kuliah
ini dengan judul “Konsep Pengambilan Keputusan Dalam Organisasi”.

Ringkasan materi kuliah ini disusun guna memenuhi tugas I Gusti Ayu
Dewi Adnyani, S.E., M.Si. pada mata kuliah perilaku organisasi. Selain itu kami
harapkan ringkasan materi ini dapat menambah wawasan bagi mahasiswa lainnya
tentang bagaimana pengambilan keputusan dalam organisasi.

Penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Ibu selaku


dosen mata kuliah perilaku organisasi. Tugas yang telah diberikan ini dapat
menambah pengetahuan dan wawasan. kami juga mengucapkan terima kasih pada
semua pihak yang telah membantu proses penyusunan ringkasan materi kuliah ini.

Kami menyadari makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena
itu, kritik dan saran yang membangun akan penulis terima demi kesempurnaan
makalah ini.

Denpasar, 12 Pebruari 2021

Penulis

ii
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..............................................................................................................ii
DAFTAR ISI.........................................................................................................................iii
BAB I...................................................................................................................................1
1.1 Latar Belakang....................................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah..............................................................................................1
1.3 Tujuan Ringkasan Materi Kuliah.........................................................................2
1.4 Manfaat Ringkasan Materi Kuliah......................................................................2
BAB II..................................................................................................................................3
2.1 Hakikat Keputusan.............................................................................................3
2.2 Definisi Pengambilan Keputusan Dan Urgensinya..............................................4
2.3 Elemen-Elemen Dasar Dalam Proses Pengambilan Keputusan..........................4
2.4 Tipologi Keputusan.............................................................................................6
2.5 Jenis Keputusan Terkait Masalah Yang Dihadapi................................................7
2.6 Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Dalam Pengambilan Keputusan.....................9
2.7 Pengambilan Keputusan Dalam Kelompok.......................................................10
2.8 Implementasi Manajerial Dalam Pengambilan Keputusan...............................11
BAB III...............................................................................................................................13
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................................14

iii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Setiap individu yang terdapat dalam kelompok memiliki pilihan yang


berbeda-beda dalam pemilihan alternatif keputusan Dalam situasi seperti ini,
para pengambilan keputusan melakukan melakukankerja sama dengan
membagi risiko dan hasil di antara mereka. Dalam situasi yanglain, para
pengambil keputusan tidak dapat melakukan kerja sama karena
persepsiterhadap situasi yang dihadapi dan penilaian terhadap risiko, hasil
dan tindakan yang akan diambil tidak sama. Satu hal yang penting yang harus
diperhatikan adalah adanya kenyataan bahwa jika berada dalam kelompok,
manusia akan berpeilaku berbeda dengan kala ia sendiri (Muchlas. 2012, hal.
233).
Melihat pada permasalahan di atas maka. hal tersebut akan dibahas dalam
lebih lanjut dalam ringkasan mata kuliah ini dengan judul “Konsep
Keputusan Dalam Organisasi”.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, adapun rumusan


masalah yang didapatkan:
2.1.1 Bagaimanakah hakikat keputusan?
2.1.2 Bagaimanakah definisi pengambilan keputusan dan urgensinya?
2.1.3 Bagaimanakah proses pengambilan keputusan dan elemen-elemen
dasarnya?
2.1.4 Bagaimanakah tipologi pengambilan keputusan?
2.1.5 Bagaimanakah jenis keputusan terkait dengan masalah yang dihadapi?
2.1.6 Bagaimanakah faktor-faktor yang berpengaruh dalam pengambilan
keputusan?
2.1.7 Bagaimanakah pengambilan keputusan dalam kelompok?
2.1.8 Bagaimanakah implementasi manajerial dalam pengambilan keputusan?

1
1.3 Tujuan Ringkasan Materi Kuliah

Tujun Masalah yang ingin dicapai dalam ringkasan materi kuliah ini adalah untuk
mengetahui:

3.1.1 Mengetahui bagaimanakah hakikat keputusan?


3.1.2 Mengetahui bagaimanakah definisi pengambilan keputusan dan
urgensinya?
3.1.3 Mengetahui bagaimanakah proses pengambilan keputusan dan elemen-
elemen dasarnya?
3.1.4 Mengetahui bagaimanakah tipologi pengambilan keputusan?
3.1.5 Mengetahui bagaimanakah jenis keputusan terkait dengan masalah yang
dihadapi?
3.1.6 Mengetahui bagaimanakah faktor-faktor yang berpengaruh dalam
pengambilan keputusan?
3.1.7 Mengetahui bagaimanakah pengambilan keputusan dalam kelompok?
3.1.8 Mengetahui bagaimanakah implementasi manajerial dalam pengambilan
keputusan?

1.4 Manfaat Ringkasan Materi Kuliah

Berdasarkan tujuan dari ringkasan materi kuliah ini, diharapkan dapat


memberikan manfaat baik secara teoritis dan praktis yaitu sebagai berikut:
1.4.1 Manfaat Teoritis
Secara teoritis ringkasan materi kuliah ini dapat menambah wawasan
bagi mahasiswa mengenai bagaimana konsep keputusan dalam kelompok yang
terdapat dalam pengambilan keputusan dalam sebuah kelompok.
1.4.2 Manfaat Praktis
Secara praktis ringkasan materi kuliah ini diharapkan dapat memberikan
informasi mengenai seperti apa konsep dari pengambilan keputusan yang
terjadi dalam sebuah kelompok.

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Hakikat Keputusan

Pengambilan keputusan mengandung arti pemilihan alternatif terbaik dari


sejumlah Alternatif yang tersedia. Teori-teori pengambilan keputusan bersangkut
paut dengan masalah bagaimana pilihan-pilihan semacam itu dibuat. Dee Ann
Gullies (1996) menjelaskan definisi Pengambilan keputusan sebagai suatu proses
kognitif yang tidak tergesa-gesa terdiri dari rangkaian tahapan yang dapat di
analisa, di perhalus, dan dipadukan untuk menghasilkan ketepatan serta ketelitian
yang lebih besar dalam menyelesaikan masalah dan memulai tindakan. Definisi
yang lebih sederhana dikemukakan oleh Handoko (1997), pembuatan keputusan
adalah kegiatan yang menggambarkan proses melalui serangkaian kegiatan dipilih
sebagai penyelesaian suatu masalah tertentu.

Ralp C. Davis dalam Imam Murtono (2009) menyatakan keputusan dapat


dijelaskan sebagai hasil pemecahan masalah, selain itu juga harus didasari atas
logika dan pertimbangan, penetapan alternatif terbaik, serta harus mendekati
tujuan yang telah ditetapkan. Seorang pengambil keputusan haruslah
memperhatikan hal-hal seperti; logika, realita, rasional, dan pragmatis. Pada
hakikatnya pengambilan keputusan adalah suatu pendekatan sistematis terhadap
hakikat suatu masalah, pengumpulan fakta-fakta dan data. Penentuan yang matang
dari alternatif yang dihadapi dan pengambilan tindakan yang menurut perhitungan
merupakan tindakan yang paling tepat. Pengertian ini mengandung lima hal esensi
yaitu:

1. Dalam proses pengambilan keputusan tidak ada hal yang terjadi secara
kebetulan.
2. Pengambilan keputusan tidak dapat dilakukan secara “sembrono” karena
cara pendekatan kepada pengambilan keputusan harus didasarkan atas
kemampuan organisasi, tenaga kerja yang tersedia, dan situasai
lingkungan.

3
3. Bahwa sebelum sesuatu masalah data dipecahkan dengan baik, hakkat
daripada masalah ini harus diketahui dengan jelas.
4. Pemecahan masalah tidak dapat dilakukan melalui “ilham” atau dengan
mengarang yang berdasarkan data-data yang telah didapatkan.
5. Keputusan yang baik adalah keputusan yang telah dipilih dari berbagai
alternatif yang ada setelah dianalisis dengan matang.

2.2 Definisi Pengambilan Keputusan Dan Urgensinya

Pengambilan keputusan muncul sebagai reaksi atas sebuah masalah


(problems) karena ada ketidaksesuaian antara perkara saat ini dan keadaan yang
diinginkan. Tetapi dalam menetapkan sebuah masalah dan sebuah keputusan
tergantung cara menginterprestasikan misalnya: terjadinya penurunan penjualan
sebesar 2%, PT. A Menganggap bahwa prosentase penurunan tersebut masih bisa
diterima sehingga tidak perlu mengambil satu tindakan tertentu, sedangkan PT. B
menganggap bahwa prosentase penurunan tersebut merupakan satu permasalahan
yang serius sehingga perlu ada tindakan perbaikan untuk mengatasi hal tersebut.
Jenis keputusan terkait dengan masalah yang dihadapi:

1. Keputusan terprogram, yaitu suatu keputusan yang terstruktur dan


berulang yang dapat ditangani dengan pendekatan rutin.
2. Keputusan tidak terprogram, yaitu suatu keputusan yang memerlukan
suatu pemecahan yang dibuat sesuai kebutuhan.

2.3 Elemen-Elemen Dasar Dalam Proses Pengambilan Keputusan

Elemen-elemen dasar dalam proses pengambilan keputusan meliputi:

1. Menetapkan tujuan
Tanpa penetapan tujuan, pengambilan keputusan tidak bisa menilai
alternatif atau memilih suatu tindakan. Keputusan pada tingkat individu,
tujuan ditentukan oleh masing-masing orang sesuai dengan sistem nilai
seseorang. Pada tingkat kelompok dan organisasi tujuan ditentukan oleh

4
pusat kekuasaan melalui diskusi kelompok, konsensus bersama,
pembentukan koalisi dan berbagai macam proses mempengaruhi.
2. Mengidentifikasi permasalahan
Permasalahan dalam organisasi dapat berupa rendahnya produktivitas,
adanya konflik disfungsional, biaya operasional yang terlalu tinggi,
perputaran tenaga kerja yang tinggi, banyaknya produk yang ditolak
konsumen dan lain sebagainya. Keputusan yang efektif memerlukan
adanya identifikasi yang tepat atas penyebab permasalahan. Bila penyebab
timbulnya permasalahan tidak dapat diidentifikasi dengan cepat, maka
permasalahan yang ada tidak dapat diselesaikan dengan baik. Ada tiga
kesalahan yang sering terjadi dalam mengidentifikasi permasalahan yaitu:
mengabaikan permasalahan yang ada, memusatkan perhatian pada gejala
dan melindungi diri.
a. Mengabaikan permasalahan,
b. Pemusatan pada gejala
c. Melindungi diri
3. Mengembangkan berbagai alternatif solusi
Proses pengambilan keputusan yang rasional mengharuskan
pengambilan keputusan untuk mengkaji semua alternatif pemecahan
masalah yang potensial. Akan tetapi dalam kenyataannya seringkali terjadi
bahwa proses pencarian alternatif pemecahan masalah seringkali terbatas.
4. Penilaian dan pemilihan alternatif
Alternatif yang terbaik adalah yang ada hubungannya dengan sasaran
atau tujuan yang hendak dicapai. Bidang ilmu statistik dan riset operasi
merupakan model yang baik untuk menilai berbagai alternatif yang telah
dikembangkan. Alat dan proses pengambilan keputusan yang tepat
tergantung pada sejumlah pengetahuan yang tersedia dan kondisi yang
berkaitan dengan keputusan yang akan diambil. Ada tiga kondisi proses
pengambilan keputusan yang dapat diidentifikasi, yaitu; kepastian,
ketidakpastian dan risiko.
5. Melaksanakan keputusan

5
Keberhasilan penerapan keputusan yang diambil oleh manajer atau
pimpinan organisasi, bukan semata-mata tanggung jawab dari pimpinan
organisasi akan tetapi komitmen dari bawahan untuk melaksanakannya
juga menjadi peranan penting. Dalam mengevaluasi dan memilih alternatif
suatu keputusan seharusnya juga mempertimbangkan kemungkinan
penerapan dari keputusan tersebut. Betapapun baiknya suatu keputusan
apabila keputusan itu sulit diterapkan maka keputusan tersebut juga tidak
ada artinya. Pengambilan keputusan di beberapa organisasi adalah mereka
yang tidak terlibat dengan operasional harian, mereka membuat keputusan
berkaitan dengan tujuan yang ideal dan hanya sedikit mempertimbangkan
penerapan operasionalnya.
6. Evaluasi dan pengendalian dan tindakan koreksi.
Setelah keputusan diterapkan, pengambil keputusan tidak begitu saja
menganggap bahwa hasil yang diinginkan akan tercapai. Mekanisme
sistem pengendalian dan evaluasi perlu dilakukan agar apa yang
diharapkan dari keputusan tersebut dapat terealisir. Penilaian didasarkan
atas sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan. Tujuan yang bersifat khusus
dan mudah diukur dapat mempercepat pimpinan untuk menilai
keberhasilan keputusan tersebut. Jika keputusan tersebut kurang berhasil,
di mana permasalahan masih ada, maka pengambil keputusan perlu untuk
mengambil keputusan kembali atau melakukan tindakan koreksi. Masing-
masing tahap dari proses pengambilan keputusan perlu dipertimbangkan
dengan hati-hati termasuk dalam penetapan sasaran dan tujuan.

2.4 Tipologi Keputusan

Ada berbagai tipologi keputusan yang disusun berdasarkan berbagai sudut


pandang, secara garis besar dikenal tiga tipologi yaitu:

1. Keputusan Berdasarkan Tingkat Kepentingannya


Secara klasik, hierarki manajemen terbagi menjadi tiga tingkatan
yaitu: manajemen puncak, menengah, dan bawah. Manajemen puncak
berkaitan dengan masalah perencanaan yang bersifat strategis, manajemen

6
menengah menangani masalah kontrol/pengawasan yang sifat
pekerjaannya lebih banyak pada masalah administrasi. Sedangkan
tingkatan berikutnya adalah manajemen operasional, yaitu yang berkaitan
dengan kegiatan operasi harian.
2. Keputusan Berdasarkan Tingkat Regularitas
Tipologi ini diusulkan oleh H. Simon. Menurutnya keputusan berada
pada suatu rangkaian kesatuan (continuum), dengan keputusan terprogram
pada satu ujungnya dan keputusan tak terprogram pada ujung yang lain:
a. Keputusan Terprogram
b. Keputusan Tak Terprogram
3. Keputusan Berdasarkan Tipe Persoalan
Mintzberg mengklasifikasikan keputusan menjadi empat tipe sebagai
berikut:
a. Keputusan internal jangka pendek
b. Keputusan internal jangka panjang
c. Keputusan eksternal jangka pendek
d. Kebutuhan eksternal jangka panjang

Keputusan internal jangka pendek biasanya menyangkut masalah-masalah


yang berkaitan dengan kegiatan rutin /operasional. Keputusan internal jangka
panjang adalah keputusan keputusan yang berkaitan dengan permasalahan
organisasional. Keputusan eksternal jangka pendek berkaitan dengan semua
persoalan yang berdampak atau berhubungan dengan lingkungan dalam rentang
waktu yang relative pendek. Keputusan eksternal jangka panjang berkaitan
dengan semua persoalan yang berdampak atau berhubungan dengan lingkungan
dalam rentang waktu yang relatif panjang. (Daihani, 2001)

2.5 Jenis Keputusan Terkait Masalah Yang Dihadapi

Berdasarkan permasalahan yang dihadapi jenis keputusan dibagi menjadi 5 jenis


diantaranya:

1. Pengambilan Keputusan Berdasarkan Intuisi (Perasaan)

7
Pengambilan keputusan jenis ini dilakukan berdasarkan intuisi (perasaan).
Jenis pengambilan keputusan ini bersifat subjektif dikarenakan dalam melakukan
pengambilan keputusan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor diantarnya sugesti,
pengaruh dari pihak luar dan faktor psikologi. Pengambilan keputusan
berdasarkan intuisi lebih cocok untuk pengambilan keputusan yang bersifat
manusiawi

2. Pengambilan Keputusan Rasional

Pengambilan keputusan yang bersifat rasional biasanya akan menghasilkan


sebuah keputusan yang lebih objektif, dikarenakan sebelum melakukan
pengambilan keputusan para pembuat keputusan mempertimbangkan secara
matang berbagai aspek sehingga keputusan tersebut bisa mencakup keinginan
semua pihak

3. Pengambilan Keputusan Berdasarkan Fakta

Pengambilan keputusan yang dilakukan berdasarkan fakta biasanya dapat


menghasilkan sebuah keputusan yang tepat serta baik. Dengan didasarkan oleh
fakta kepercayaan orang terhadap suatu keputusan menjadi lebih tinggi dan dapat
menerima suatu keputusan secara lapang dada

4. Pengambilan Keputusan Berdasarkan Pengalaman

Pengambilan keputusan berdasarkan pengalaman memiliki kelebihan


tersendiri,yaitu berdasarkan pengalaman seseorang dapat memperkirakan tepat
serta tidaknya pengambilan keputusan yang dilakukan. Dengan pengalaman juga
pemimpin dapat melakukan evaluasi atas keputusan yang sebelumnya dikeluarkan

5. Pengambilan Keputusan Berdasrkan Wewenang

Pengambilan keputusan berdasarkan wewenang dilakukan oleh pimpinan


dalam suatu organisasi dalam rangka menjalankan kegiatan demi tercapainya
tujuan organisasi yang efektif serta efsien.

Berdasarkan banyaknya waktu yang diperlukan untuk mengambil suatu


keputusan. Jenis keputusan dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu:

8
1. Keputusan Rutin atau Terprogram

Keputusan rutin merupakan keputusan yang bersifat berulang-ulang dan


memiliki struktur yang teratur karena setiap kinerja diukur secara jelas dan
bersifat berulang-ulang.Tingkat keberhasilan dalam keputusan ini sangat tinggi
karena sudah diatur sejak awal

2. Keputusan Tidak Rutin atau Keputusan Tidak Terprogram

Keputusan ini diambil pada situasi khusus dan tidak bersifat rutin. Keputusan
ini diambil ketika sebuah organisasi tidak dapat menemukan jalan keluar dari
permasalahan, sehingga terdapat ketidakpastian apakah keputusan yang diambil
dapat menyelesaikan suatu permasalahan atau tidak.

2.6 Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Dalam Pengambilan Keputusan

Pengambilan keputusan terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi


diantaranya

1. Faktor internal organisasi: Untuk tercapainya suatu keputusan di dalam


organisasi, faktor internal yang berpengaruh antara lain ketersediaan dana,
SDM, kelengkapan peralatan dan lain sebagainya
2. Faktor eksternal organisasi: Faktor eksternal pengambilan keputusan
dalam suatu organisasi adalah keadaan sosial politik, ekonomi,hukum dan
berbagai faktor lainnya
3. Ketersediaan informasi yang diperlukan: Untuk melakukan pengambilan
keputusan secara tepat diperlukan sebanyak mungkin informasi yang
didapatkan dan informasi yang akurat
4. Kepribadian dan kecakapan pengambil keputusan: Dalam pengambilan
keputusan diperlukan kebijaksanaan dan ketegasan dalam pengambilan
keputusan dengan tidak ada satu pihak pun yang merasa dirugikan

Menurut Terry (2003) terdapat berbagai faktor yang harus diperhatikan dalam
mengambil keputusan diantaranya

1. Hal-hal yang berwujud maupun tidak berwujud, yang emosional maupun


rasional perlu diperhitungkan dalam pengambilan keputusan

9
2. Setiap keputusan harus dapat dijadikan bahan untuk mencapai tujuan
organisasi. Karena pada dasarnya sebuah keputusan dibuat untuk
mendukung tercapainya tujuan suatu organisasi
3. Perlunya alternatif keputusan dikarenakan terdapat kemungkinan salah
satu pihak merasa tidak puas terhadap keputusan yang dihasilkan
4. Pengambilan keputusan dilakukan dalam waktu yang lama dikarenakan
keputusan yang dibuat harus mencakup kepentingan pihak-pihak yang
terkait
5. Diperlukan pengambilan keputusan yang praktis untuk mendapatkan hasil
yang lebih baik
6. Setiap keputusan hendaknya dibuat atas persetujuan bersama dengan
melakukan perundingan perundingan ini dilaksanakan untuk
mengantisipasi apabila terjadi ketidaksesuaian pada jalannya aktivitas
organisasi sebagai akibat dari pengambilan keputusan tersebut
7. Setiap keputusan harus dipertimbangkan secara matang, dikarenakan
keputusan merupakan tindakan permulaan dari sekian kegiatan organisasi
yang berikutnya
8. Pengambilan keputusan merupakan tindakan mental yang di mana
tindakan ini diubah menjadi tindakan fisik, hal ini berarti dalam
pengambilan keputusan diperlukan kebijaksanaan dan ketegasan atau
keberanian untuk mencapai tujuan organisasi

2.7 Pengambilan Keputusan Dalam Kelompok

Pengambilan keputusan dalam kelompok hakikatnya memilih alternatif dari


berbagai alternatif yang disediakan. terdapat beberapa cara untuk mengambil
keputusan dalam kelompok yaitu:

1. Brainstorming, merupakan Teknik untuk meningkatkan kreativitas dalam


diskusi kelompok dengan membentuk suasana yang mendukung gagasan
baru.
2. Delphi merupakan kombinasi informasi dan wawasan dari para kelompok
peserta pengambilan keputusan dengan menghilangkan kelemahan dari
interaksi yang didapatkan dari tatap muka.

10
3. Kelompok nominal di mana Teknik ini menggabungkan kedua Teknik di
atas, di mana dengan Teknik Brainstorming melibatkan proses
pengambilan keputusan secara tatap muka dan dari Delphi menghilangkan
dominasi yang dimiliki oleh salah satu perserta dan bias yang di
akibatkannya.

Pengambilan keputusan secara berkelompok memberikan keunggulan antara lain:

a. Mempermudah dalam pengelolaan informasi dan saling mengoreksi


mengenai informasi yang bias.
b. Keputusan yang sudah disepakati akan mudah untuk didukung.
c. Meningkatkan peluang keberhasilan implementasi keputusan yang
sudah disepakati.

Kelemahan yang dimiliki dalam pengambilan keputusan antara lain:

a. Waktu yang diperlukan lebih lama


b. Proses yang diperlukan lebih panjang
c. Apabila terjadi konflik antar individu dalam kelompok akan
mempersulit menyatukan persepsi untuk mengambil sebuah keputusan
yang dapat diterima oleh semua individu.
d. Menurut wahjono (2016) bias terjadi akibat adanya keterikatan pada
pemikiran kelompok yang lebih dikenal dengan groupthink.

2.8 Implementasi Manajerial Dalam Pengambilan Keputusan

Implikasi manajerial adalah bagaimana meningkatkan produktifitas dengan


cara meningkatkan kapasitas, kualitas, efisiensi dan efektivitas dari sumber daya
yang ada. Para manajer memilih pendekatan ini dalam rangka meningkatkan
efisiensi dan efektivitas di pasar global yang kompetitif. Implikasi yang dirasakan
oleh para pihak manajer adalah bagaimana mereka bisa mengembangkan produk
yang diproduksi di negara lain,dengan baik dengan cara memanfaatkan sumber
daya alam dan manusia yang ada pada negara tersebut. Jadi struktur organisasi
manajerial tidak akan berpusat pada satu organisasi manajerial namun harus

11
mencakup seluruh struktur organisasi manajerial di seluruh negara di mana
perusahaan itu berada.

Implikasi Manajerial dalam Pengambilan Keputusan:

1. Gaya Direktif (Pengarahan) adalah suatu gaya pengambilan keputusan


dengan ambiguitas/ketidakjelasan yang rendah dan cara berpikirnya yang
rasional
2. Gaya Analitis adalah suatu gaya pengambilan keputusan dengan toleransi
yang tinggi terhadap ambiguitas/ketidakjelasan dan cara berpikirnya rasional
3. Gaya Konseptual adalah suatu gaya pengambilan keputusan dengan toleransi
yang tinggi untuk ambiquitas/ketidakjelasan dan cara berpikir intuitif yang
tinggi juga
5. Gaya Perilaku adalah suatu gaya pengambilan keputusan dengan toleransi
yang rendah untuk ambiguitas/ketidakjelasan dengan cara berpikir intuitif
yang tinggi

12
BAB III

KESIMPULAN

Pengambilan keputusan dalam kelompok hakikatnya memilih alternatif


dari berbagai alternatif yang disediakan. Untuk menghasilkan mufakat, seluruh
anggota kelompok harus mengekspresikan pemikiran mereka dan berpartisipasi
sepenuhnya, berpikir terbuka, menyimak seksama, dan menghormati pendapat
yang orang lain, memberikan tanggapan verbal dengan memberikan penegasan
dan umpan balik, mengajukan solusi apabila terjadi perbedaan pendapat dan
bersedia untuk berunding, mengidentifikasi hal-hal yang berkaitan dengan
kesepakatan alami dan aktif mencapai mufakat.

13
DAFTAR PUSTAKA

Syamsi, I. 2000. Pengambilan Keputusan dan Sistem Informasi. Jakarta: Bumi


Aksara.

Sintaasih, Desak Ketut dan Wayan Gede Supartha. (2017). Pengantar Perilaku
Organisasi. Denpasar: CV Setia Bakti.

Ardana Komang, Mujiati, Ni Wayan,dan Ayu Sriathi Anak Agung,2009 Perilaku


Keorganisasian.Yogyakarta : Graha Ilmu

https://nindisabrina.wordpress.com/2015/04/30/faktor-faktor-yang-
mempengaruhi-pengambilan-keputusan (diakses pada 11 Februari 2021)

https://makalah-xyz.blogspot.com/2017/11/hakikat-keputusan-dan-model-
model.html (diakses pada 11 Februari 2021)

14