Anda di halaman 1dari 4

PEMANTAUAN & PENANGGULANGAN KIPI

VAKSIN COVID – 19
No. Dokumen : MRT/SOP/UKP/
No. Revisi : -
SOP
Tanggal Terbit : 19 Januari 2021
Halaman : ½

Deny Rumapa, SKM


UPT Puskesmas Maratua
NIP. 19830827 201001 1 006

Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) merupakan kejadian medik


yang diduga berhubungan dengan vaksinasi. Kejadian ini dapat
berupa reaksi vaksin, kesalahan prosedur, koinsiden, reaksi
1. Pengertian kecemasan, atau hubungan kausal yang tidak dapat ditentukan. Kipi
diklasifikasikan serius apabila kejadian medic akibat setiap dosis
vaksinasi yang diberikan menimbulkan kematian, kebutuhan untuk
rawat inap, dan gejala sisa yang menetap serta mengancam jiwa.
1. Mendeteksi dini, merespon kasus KIPI dengan cepat dan tepat,
mengurangi dampak negatif vaksinasi.
2. Tujuan 2. Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk
penatalaksanaan Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI)

1. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor


HK.01.07/Menkes/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan
Pengendalian Coronavirus Disease2019 (COVID-19)
3. Kebijakan
2. Keputusan Kepala UPT Puskesmas Maratua Nomor … Tahun
2020 tentang Pemantauan dan penanggulangan KIPI COVID-19 di
FKTP
1. Permenkes No. 12 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan
Imunisasi
2. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 82 Tahun 2014 tentang
Penanggulangan Penyakit Menular;
3. Petunjuk Teknis Pelaksnaan Vaksinasi Dalam Rangka
Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-
4. Referensi
19) Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian
Penyakit Nomor HK.02.02/4/ 1 /2021
4. Surat Edaran Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementrian
Kesehatan RI nomor : HK 0202/II/4205/2020 tentang Kesiapan
Fasilitas Pelayanan Kesehatan Dalam Pelaksanaan Vaksinasi
Covid-19.
5. Prosedur/ Pemantauan KIPI
Langkah-Langkah 1. Pemantauan kasus KIPI dimulai langsung setelah vaksinasi.
2. Puskesmas menerima laporan KIPI dari sasaran yang divaksinasi/
masyarakat/ kader.
3. Setiap fasyankes harus menetapkan contact person yang dapat
dihubungi apabila ada keluhan dari penerima vaksin.
4. Penerima vaksin yang mengalami KIPI dapat menghubungi
contact person fasyankes tempat mendapatkan vaksin COVID-19
5. Selanjutnya fasilitas pelayanan kesehatan akan melaporkan ke
Puskesmas, sementara Puskesmas dan rumah sakit akan
melaporkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota.
6. Untuk kasus diduga KIPI serius maka Dinas Kesehatan
Kabupaten/ Kota akan melakukan konfirmasi kebenaran kasus
diduga KIPI serius tersebut berkoordinasi dengan Pokja KIPI/
Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota atau dengan Komda PP-KIPI/
Dinas Kesehatan Provinsi.
7. Kemudian bila perlu dilakukan investigasi (Lampiran Formulir
Investigasi KIPI), maka Dinas Kesehatan Provinsi akan
berkoordinasi dengan Komda PP-KIPI dan Balai Besar POM
Provinsi serta melaporkan ke dalam website keamanan vaksin
untuk dilakukan kajian oleh Komite independen (Komnas dan/atau
Komda PP-KIPI).
8. Pasien yang mengalami gangguan kesehatan diduga akibat KIPI
diberikan pengobatan dan perawatan selama proses investigasi
dan pengkajian kausalitas KIPI berlangsung.

Pelacakan KIPI
A. Pastikan informasi pada laporan
1. Pemantauan kasus KIPI dimulai langsung setelah vaksinasi.
2. Dapatkan catatan medik pasien (atau catatan klinis lain)
3. Periksa informasi tentang pasien dari catatan medik dan
dokumen lain
4. Isi setiap kelengkapan yang kurang dari formulir laporan KIPI
5. Tentukan informasi dari kasus lain yang dibutuhkan untuk
melengkapi pelacakan.

B. Lacak dan Kumpulkan Data


Tentang pasien
1. Kronologis vaksinasi saat ini yang diduga menimbulkan KIPI
2. Riwayat medis sebelumnya, termasuk riwayat vaksinasi
sebelumnya dengan reaksi yang sama atau reaksi alergi yang
lain.
3. Riwayat keluarga dengan kejadian yang sama.

4. Tentang kejadian
5. Kronologis, deskripsi klinis dan setiap hasil laboratorioum yang
relevan dengan KIPI dan penegakan diagnosis dari kejadian
ikutan.
6. Tindakan yang didapatkan, apakah dirawat inap/jalan dan
bagaimana hasilnya
7. Tentang vaksin yang diduga menimbulkan KIPI
8. Prosedur pengiriman vaksin, kondisi penyimpanan, dan
catatan suhu pada lemari es
9. Tentang kondisi sasaran lainnya yang mendapatkan vaksin
yang sama
10. Adakah sasaran lain yang mendapat vaksinasi dari vaksin
dengan nomor batch yang sama dan menimbulkan gejala yang
sama
11. Evaluasi pelayanan vaksinasi.

5. Bagan Alir

6. Hal-Hal yang Perlu


-
Diperhatikan
7. Unit Terkait 1. Petugas Pi-Care pencatatan & Pelaporan Meja 4
1. Petunjuk Teknis Pelaksnaan Vaksinasi Dalam Rangka
Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-
19) Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian
8. Dokumen Terkait
Penyakit Nomor HK.02.02/4/ 1 /2021
2. Permenkes No. 12 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan
Imunisasi

9. Rekaman Histori
Perubahan
Tanggal Mulai
No Yang Diubah Isi Perubahan
Diberlakukan

Anda mungkin juga menyukai