Anda di halaman 1dari 31

c   

Electronic Commerce (E-Commerce) didefinisikan sebagai proses pembelian dan


penjualan produk, jasa dan informasi yang dilakukan secara elektronik dengan memanfaatkan
jaringan komputer. Salah satu jaringan yang digunakan adalah internet.
Sementara itu Kalakota dan Whinston mendefinisikan E-Commerce dari beberapa perspektif,
yaitu:

1. dari perspektif komunikasi, E-Commerce adalah pengiriman informasi, produk/jasa, atau


pembayaran melalui jaringan telepon, atau jalur komunikasi lainnya;

2. dari perspektif proses bisnis, E-Commerce adalah aplikasi teknologi menuju otomatisasi
transaksi bisnis dan work flow;

3. dari perspektif pelayanan, E-Commerce adalah alat yang digunakan untuk mengurangi
biaya dalam pemesanan dan pengiriman barang.

4. dari perspektif online, E-Commerce menyediakan kemampuan untuk menjual dan membeli
produk serta informasi melalui internet dan jaringan jasa online lainnya.

Selanjutnya Yuan Gao dalam Encyclopedia of Information Science and Technology


(2005), menyatakan E-Commerce adalah penggunaan jaringan komputer untuk melakukan
komunikasi bisnis dan transksaksi komersial. Kemudian di website E-Commerce Net, E-
Commerce didefinisikan sebagai kegiatan menjual barang dagangan dan/atau jasa melalui
internet. Seluruh komponen yang terlibat dalam bisnis praktis diaplikasikan disini, seperti
customer service, produk yang tersedia, cara pembayaran, jaminan atas produk yang dijual, cara
promosi dan sebagainya.
Seluruh definisi yang dijelaskan di atas pada dasarnya memiliki kesamaan yang mencakup
komponen transaksi (pembeli, penjual, barang, jasa dan informasi), subyek dan obyek yang
terlibat, serta media yang digunakan (dalam hal ini adalah internet).

Perkembangan teknologi informasi terutama internet, merupakan faktor pendorong


perkembangan e-commerce. Internet merupakan jaringan global yang menyatukan jaringan
komputer di seluruh dunia, sehingga memungkinkan terjalinnya komunikasi dan interaksi antara
satu dengan yang lain diseluruh dunia. Dengan menghubungkan jaringan komputer perusahaan
dengan internet, perusahaan dapat menjalin hubungan bisnis dengan rekan bisnis atau konsumen
secara lebih efisien. Sampai saat ini internet merupakan infrastruktur yang ideal untuk
menjalankan e-commerce, sehingga istilah E-Commerce pun menjadi identik dengan
menjalankan bisnis di internet.

Pertukaran informasi dalam E-Commerce dilakukan dalam format dijital sehingga


kebutuhan akan pengiriman data dalam bentuk cetak dapat dihilangkan. Dengan menggunakan
sistem komputer yang saling terhubung melalui jaringan telekomunikasi, transaksi bisnis dapat
dilakukan secara otomatis dan dalam waktu yang singkat. Akibatnya informasi yang dibutuhkan
untuk keperluan transaksi bisnis tersedia pada saat diperlukan. Dengan melakukan bisnis secara
elektronik, perusahaan dapat menekan biaya yang harus dikeluarkan untuk keperluan pengiriman
informasi. Proses transaksi yang berlangsung secara cepat juga mengakibatkan meningkatnya
produktifitas perusahaan. Dengan menggunakan teknologi informasi, E-Commerce dapat
dijadikan sebagai solusi untuk membantu perusahaan dalam mengembangkan perusahaan dan
menghadapi tekanan bisnis. Tingginya tekanan bisnis yang muncul akibat tingginya tingkat
persaingan mengharuskan perusahaan untuk dapat memberikan respon. Penggunaan E-
Commerce dapat meningkatkan efisiensi biaya dan produktifitas perusahaan, sehingga dapat
meningkatkan kemampuan perusahaan dalam bersaing.

c  
c 

  

Meskipun demikian, istilah a aa sebenarnya dapat di definisikan berdasar 5 perspektif


(Phan, 1998;): (1)  a
  a aa; (2)   
   a aa; (3)
aa a aa; (4) 
a  a  a aa; dan (5)  a a a aa. Dengan
demikian, pada hakikatnya dalam lingkup yang luas a aa bisa dikatakan ekuivalen atau
sama dengan a
a . (Turban, et al., 2000).

cc


c

c

Sistem yang memungkinkan pembelian dan penjualan produk dan informasi melalui internet dan
jasa online lainnya.Transaksi online



 

c

Sistem yang memungkinkan pengiriman informasi digital produk, jasa dan pembayaran online
Komunikasi secara elektronis

!c
Sistem yang memungkinkan upaya menekan biaya, menyempurnakan kualitas produk dan
informasi instant terkini, dan meningkatkan kecepatan penyampaian jasa Efisiensi dan layanan
pelanggan

"#c 

c

Sistem yang memungkinkan otomatisasi transaksi bisnis dan aliran kerja Otomatisasi proses
bisnis

$ % & 

c

Sistem yang memungkinkan proses µCustomization¶ produk dan jasa untuk diadapatasikan
Process customization pada kebutuhan dan keinginan setiap pelanggan secara efisien Sumber:
diolah dari Phan (1998).


 c!

ü! & 

Menjual produk fisik atau jasa secara online. Pengiriman barang dan jasa non-digital
menggunakan sarana-sarana tradisional (seperti jasa pos dan kurir).

? Amazon.com
? üirtual üineyard
? Security First
? Network
? rank

%

 

Memusatkan informasi mengenai produk dan jasa dari berbagai produsen pada satu titik sentral.
Pembeli dapat mencari, membandingkan dan kadangkala juga melakukan transaksi pembelian.

· Internet Mall

· Dealernet

· Industrial

&   # %

Menyediakan informasi mengenai produk, harga dan ketersediaannya. reberapa diantaranya


juga memfasilitasi transaksi, namun nilai utamanya adalah informasi yang disediakan.

· PartNet

· Travelocity

· Auto-by-Tel

 # %

Pembeli bisa mengamati berbagai tarif dan syarat pembelian, namun aktivitas
· E*Trade

· Ameritrade

bisnis utamanya adalah memfasilitasi transaksi.

 

 

Menyediakan suasana seperti tempat lelang produk, dimana harga dan ketersediaan selalu
berubah, tergantung pada reaksi konsumen.

· rid.com

· OnSale

 

Konsumen mengajukan tawaran kepada berbagai penjual untuk membeli barang atau jasa dengan

harga yang dispesifikasi oleh pembeli.

· Priceline.com

c '

(

Menjual dan mengirim perangkat lunak, multimedia, dan produk digital lainnya lewat internet.

· ruild-a-Card

· PhotoDisc

· SonicNet

c '

Memperoleh pendapatan lewat penyediaan konten. Pendapatan bisa dihasilkan dari biaya
berlangganan atau biaya akses, penjualan ruang iklan, atau biaya penempatan iklan dalam daftar
terorganisasi pada a  a   a.

· Wall Street Journal Interactive

· Quote.com
· Tripod

!

c '

Menyediakan layanan dan dukungan bagi para pemakai perangkat lunak dan perangkat keras.

· Cyber Media

· Tune Up.com

Sumber: Laudon & Laudon (2000).

Lebih lanjut, a 
a bisa di klasifikasikan berdasarkan karakteristik transaksi menjadi enam
jenis (Turban, et al.,2000).

· # # @"#, meliputi transaksi IOS (Ya      a) dan
transaksi pasar elektronik (aa a   ) antar organisasi. Tipe-tipe IOS antara
lain berupa Y, a a , aa 
    a, aa  , a a a ,
a   a , dan
   aa. Hingga saat ini tipe r2r adalah yang paling
dominan dalam praktek a 
a .

· #    @"#$ yaitu transaksi ritel dengan pembeli individual. Contohnya
antara
lainwww.amazon.com,www.barnesandnoble.com,www.elexmedia.co.id,htttp://commerce.i
2.co.id/dagadu, www.togamas.com, dan www.indonesiancd.com.

·      @"#$ dimana konsumen menjualproduk secara langsung kepada
konsumen lainnya. riasanya individu mengiklankan produk, jasa, pengetahuan, maupun
keahliannya disalah satu situs lelang atau  a  . Contohnya meliputi www.bekas.com
dan

www.classified2000.com
·   # @"#$ meliputi individu yang menjual produk atau jasa kepada
organisasi, serta individu yang mencari penjual,bertransaksi dengan penjual tersebut, dan
melakukan transaksi.

·  #   ; terdiri dari institusi non bisnis seperti lembaga
pendidikan, organisasi nirlaba, organisasi keagamaan, organisasi sosial, dan instansi pemerintah
(contohnya, www.bapenas.go.id), www.bps.go.id, www.komnas.go.id, dan www.bppt.go.id).
Umumnya organisasi non bisnis menggunakan berbagai tipe a aa untuk keperluan
menekan biaya atau meningkatkan layanan pelanggan dan operasi.

· ) @ 
%

&#    , meliputi semua aktivitas internal
organisasi yang biasanya dilakukan melalui intranet meliputi pertukaran barang, jasa atau
informasi. Aktivitas internal bisa bermacam-macam, mulai dari menjual produk korporat kepada
para karyawan hingga aktivitas pelatihan online.

c

IMPROüEMENT-rASED rUSINESS MODELS

'( )
* 

· rrand ruilding
· Category ruilding

· Kualitas

"(* *+

· Reduksi biaya

· Free trial

,( *- 

· Dukungan dealer

· Dukungan pemasok

· Pengumpulan Informasi

· Disney

· Intel

· NPR

· Cisco

· Encyclopedia rritannica

· General Motors

· General Electric

· DoubleClick

REüENUE-rASED rUSINESS

MODELS

'(c - 
+

· Sponsorship

· Aliansi
· Spot Advertising

· riaya prospek

· Komisi penjualan

· ACO dan Dilbert

· Excite dan Amazon

· TechWeb

· Edmunds

· Amazon Associates

"( c
+

· Penjualan produk

· Pay per use

· Langganan

· rundle sales

· Dell Computers

· Wet Foot Press

· WSJ (Wall Street Journal)

· Majalah Science

Sumber: Hanson (2000).

  $$.





 

 · Memperluas pasar hingga mencakup pasar nasional dan pasar global,
sehingga

perusahaan bias menjangkau lebih banyak pelanggan, memilih pemasok terbaik, dan menjalin
relasi dengan mitra bisnis yang dinilai paling cocok.
· Menekan biaya menyusun, memproses, mendistribusikan, menyimpan, dan mengakses
informasi

berbasis kertas ( a a ).

· Memungkinkan perusahaan mewujudkan bisnis yang sangat terspesialisasi. Contohnya:

www.dogtoys.com,

www.cattoys.com, dan

www.pawprintbooks.com

· Menekan biaya persediaan dan overhead dengan cara memfasilitasi manajemen rantai nilai
bertipe ³pull´, yang prosesnya berawal dari pesanan pelanggan dan menggunakan
pemanufakturan 
   a (JIT).

· Memungkinkan perusahaan untuk menerapkan  


  terhadap produk dan
jasanya.

· Menekan waktu antara pembayaran dan penerimaan produk/jasa.

· Meningkatkan produktivitas karyawan melalui rekayasa ulang proses bisnis.

· Menekan biaya telekomunikasi.

· Manfaat-manfaat lainnya,seperti citra yang lebih baik,layanan pelanggan yang lebih


bagus,proses yang lebih sederhana,mitra bisnis yang baru,waktu siklus dan pengiriman yang
lebih singkat,akses terhadap informasi yang lebih luas,biaya transportasi yang lebih murah, dan
fleksibilitas yang lebih tinggi.


 / · Memungkinkan konsumen berbelanja atau melakukan transaksi lainnya setiap
saat (24 jam sehari) dan dari hampir semua lokasi.

· Memberikan pilihan produk dan pemasok yang lebih banyak kepada pelanggan.

· Memungkinkan konsumen dalam mendapatkan produk dan jasa yang lebih murah,

karena konsumen bias berbelanja di banyak tempat dan melakukan perbandingan secara cepat.

· Dalam beberapa kasus, terutama produk yang terdigitalisasi,a 


a memungkinkan
pengiriman
produk secara cepat dan a  a.

· Memungkinkan pelanggan untuk berpartisipasi dalam lelang virtual.

· Memungkinkan pelanggan berinteraksi dengan pelanggan lainnya dalam electronic


communities dan saling bertukar gagasan serta pengalaman.

· Memfasilitasi kompetisi yang mengarah pada diskon substansial bagi pelanggan.



+


/
· Memungkinkan lebih banyak orang bekerja di rumah dan lebih jarang
bepergian untuk berbelanja, sehingga kemacetan dan polusi udara bisa berkurang.

· Memungkinkan beberapa jenis barang dijual dengan harga murah, sehingga bias terjangkau
oleh orang yang kurang mampu.

· Memungkinkan masyarakat di negara berkembang dan kawasan pedalaman menikmati produk


dan jasa yang relatif langka di tempat tinggalnya,termasuk di dalamnya belajar jarak jauh lewat
a
a . Memfasilitasi penyampaian jasa publik, seperti pelayanan kesehatan, pendidikan,
dan

distribusi layanan social pemerintah secara lebih murah dan/atau berkualitas.

Sumber: dirangkum dari Turban, et al. (2000).

c  

Perkembangan internet berdampak pada perubahan cara organisasi merancang,


memproses, memproduksi,memasarkan,danmenyampaikan produk. Lingkup persaingan yang
semakin luas juga
menuntut integrasi dan koordinasi antara departemen system informasi, pemasaran, layanan
pelanggan, dan departemendepartemen lainnya dalam organisasi. reraneka ragam peluang
pemanfaatan internet yang bisa di eksploitasi meliputi:

· Sumber baru untuk informasi pasar

· Y
a
a a

·Cara baru menjalin relasi online dengan pelanggan dan membangun citra merk (a a
 a);

· Peluang baru bagi distribusi produk dan komunikasi pemasaran;

· Dan lain-lain.

Proses penyampaian (aa) produk secara digital via internet diperkirakan


diperkirakan bakal semakin marak dalam berbagai sector bisnis, terutama untuk program
perangkat lunak, surat kabar, CDmusik, tiket pesawat, sekuritas, jasa konsultasi, hiburan,
perbankan, asuransi, pendidikan, dan perawatan kesehatan (Andersen & üincze,2000).

Sekalipun ada banyak sekali daya pikat a 


a  (terutama yang berbasis internet),
masih ada sejumlah tantangan atau keterbatasan yang harus diatasi. Sebuah survey yang
dilakukan oleh majalah Yaa aapada tahun 1998 mengungkap sejumlah faktor non teknis
yang menghambat perkembangan e-business.Faktor-faktor tersebut antara lain: biaya dan
justifikasinya (34,8% dari responden);keamanan dan privasi (17,2%), kurangnya 
 dan
adanya resistensi pemakai (4,4%); dan faktor-faktor lainnya seperti belum bakunya standar dan
regulasi pemerintah, dinamika a 
a  sebagai bidang kajian baru, jasa pendukung yang
masih terbatas, masih terbatasnya jumlah penjual dan pembeli, potensi gangguan terhadap relasi
antar pribadi, dan akses internet yang masih terbatas dan relatif mahal bagibanyak pelanggan
potensial.



  *  )

c
 

Dalam kategori pertama, a aaberdampak pada akselerasi pertumbuhan a a


yang secara tradisional berbasis   a (katalog) dan aa a. Kemunculan a
aa memberikan beberapa dampak positif bagi aktivitas pemasaran, diantaranya :
· Memudahkan promosi produk dan jasa secara interaktif dan a  a melalui saluran
komunikasi langsung via internet.

· Menciptakan saluran distribusi baru yang bisa menjangkau lebih banyak pelanggan di hamper
semua belahan dunia.

· Memberikan penghematan signifikan dalam hal biaya pengiriman informasi dan produk
terdigitalisasi (contohnya: perangkat lunak dan musik).

· Menekan waktu siklus dan tugas-tugas administratif (terutama untuk pemasaran internasional)
mulai dari pesanan hingga pengiriman produk.

· Layanan pelanggan yang lebih responsif dan memuaskan, karena pelanggan bisa mendapatkan
informasi lebih rinci dan merespon cepat secara online.

· Memfasilitasi  
 yang telah diterapkan pada sejumlah produk seperti komputer
(Dell Computer Inc.), kosmetik (www.reflect.com), mobil, rumah, permata. ringkisan hadiah
(gift),

kartu ucapan, bunga, asuransi, jasa perjalanan wisata, buku, CD, mebel, arloji, T-shirt, dan
berbagai macam produk lainnya.

· Memudahkan aplikasi a  aatau a a yang lebih efektif dibandingkan  
a .

· Menghemat biaya dan waktu dalam menangani pesanan, karena sistem pemesanan elektronis
memungkinkan pemrosesan yang lebih cepat dan akurat.

· Menghadirkan pasar maya/virtual ( a a) sebagai komplemen pasar tradisional


( a  a). Dalam hal transformasi organisasi, a  aa mengubah karakteristik
pekerjaan, karir, dan kompensasi.   aa menuntut kompetensi, komitmen, kreativitas,
dan fleksibilitas

karyawan dalam beradaptasi dengan setiap perubahan lingkungan yang ramping; bercirikan
pemberdayaan dan desentralisasi wewenang, beranggotakan !aa a!a ; mampu

beradaptasi secara cepat dengan teknologi baru dan perubahan lingkungan (a 
  ); mampu dan berani bereksperimen dengan produk, jasa, maupun proses baru; dan
mampu mengelola perubahan secara strategik. Sedangkan dalam hal redefinisi organisasi, a 
aa memunculkan model bisnis baru yang berbasis jasa online di  a a. Hal ini
bias berdampak pada redefinisi misi organisasi dan cara organisasi menjalankan bisnisnya.
Perubahan ini antara lain meliputi peralihan dari sistem produksi massal menjadi
pemanufakturan 
  a (JIT) yang lebih 
a, integrasi berbagai sistem fungsional
(seperti produksi, keuangan, pemasaran, dan sumber daya manusia)1, baik secara internal
maupun dengan mitra bisnis dan pelanggan; penerapan sistem pembayaran baru,seperti
aa  ; penguasaan sistem informasi dan teknologi mutakhir; dan penerapan sistem
belajar dan pelatihan online.

Hal ini difasilitasi dengan sistem ERP (a  a"a 


a# ) berbasis internet
berupa perangkat lunak khusus seperti SAP R/3, microsoft enterprise, CORrA, DCOM, dll.
Perusahaan-perusahaan besar seperti Intel, IrM, General Motor, General Electric dan roeing
sukses memanfaatkan sistem ERP untuk mengelola proses komunikasi, kolaborasi, dan
koordinasi dalam manajemen rantai nilai mereka.

Perkembangan teknologi informasi yang sangat dramatis dalam beberapa tahun terakhir
telah membawa dampak transformational pada berbegai aspek kehidupan, termasuk di dalamnya
dunia bisnis. Setelah berlalunya era µtotal quality¶ dan µreengineering¶, kini saatnyaµera
elektronik¶ yang ditandai dengan menjamurnya istilah-istilah ebusiness, e-economy, e-university,
e-government, e-entertainment, eservice, dan masih banyak lagi istilah sejenis.Salah satu konsep
yang dinilai merupakan paradigma bisnis baru adalah e-business atau dikenal pula dengan istilah
e-commerce sebagai bidang kajian yang relatif masih baru dan akan terus berkembang, e-
business be

E-commerce atau Electronic Commerce adalah lingkup perdagangan yang dilakukan secara
elektronik dimana didalamnya termasuk :
1. perdagangan via internet (internet commerce)
2. perdagangan dengan fasilitas web internet (web e-commerce)
3. perdagangan dengan system pertukaran data trstruktur secara elektronik (Elektronik Data
Interchange/EDI).

Di jaman sekarang ini, internet merupakan suatu bagian yang sangat vital bagi kehidupan
manusia. Termasuk juga fasilitas e-commerce yang sekarang ini sudah sangat umum dipakai
oleh kita. Penggunaan Credit Card, Paypal, atau transfer antar bank adalah beberapa hal yang
tidak bisa dilepaskan dari e-commerce. Situs-situs terkenal untuk e-commerce seperti e-bay,
amazon, dan sebagainya sudah mempunyai pelanggan hampir dari seluruh dunia.

Dimulai dari pembelian pulsa, pakaian, sampai ke perhiasan dan alat elektronik besar bisa
dilakukan melalui internet dengan melakukan beberapa klik saja. Namun, sebaik-baiknya
sesuatu, tentu pasti ada kelemahannya. Sering juga kita mendengar penipuan-penipuan yang
berkedok e-commerce baik didalam maupun di luar negeri. Karena modus kejahatan juga akan
selalu berkembang mengikuti perkembangan teknologi. Ngga percaya? ruktinya bisa anda lihat
sendiri di Tü atau berita online (klo lagi ada beritanya). hehe

Terdapat beberapa jenis e-commerce, yaitu :

1. rusiness to business (r2r)


Antra perusahaan, data berulang, e-procurement
2. rusiness to consumer (r2C)
Retail, pelanggan yang bervariasi, konsep Portal
3. Consumer to consumer (C2C)
Lelang (auction)
4. Government: G2G, G2r, G2C (citizen)
e-procurement

rerikut merupakan manfaat dan hambatan yang terdapat pada e-commerce :

Manfaat :

1. Penghematan dalam segi waktu, ruang, dan biaya.


2. Perluasan jaringan pemasaran
3. Memperluas kesempatan berusaha dan berbisnis
4. Meningkatkan penjualan

1. Internet bust! Hancurnya bisnis Internet


2. Infrastruktur telekomunikasi yang masih terbatas dan mahal
Infrastruktur Telekomunikasi di Indonesia masih terbatas dan harganya masih relatif lebih mahal
Padahal e-commerce bergantung kepada infrastruktur telekomunikasi
Peluang: deregulasi, muncul bisnis baru
3. Delivery channel : Pengiriman barang masih ditakutkan hilang di jalan. Masih banyak ³tikus´
Ketepatan waktu dalam pengiriman barang
Jangkauan daerah pengiriman barang
Peluang: pengiriman barang yang terpercaya
4. Kultur dan Kepercayaan (trust) : Orang indonesia masih banyak juga yang belum mengerti
mengenai tata belanja online. Dan kebanyakan masih belum merasa nyaman dan aman dalam
berbelanja online. Seperti ketika mereka ingin berbelanja suatu barang yang tidak bisa hanya
dilihat sekilas melalui gambar.
5. Security : ranyaknya pihak-pihak tidak bertanggung jawab yang sering memanfaatkan
teknologi untuk mengambil keuntungan yang merugikan orang lain. Pengalaman buruk orang-
orang yang pernah berbelanja online juga biasanya membuat orang lain takut dan was-was.
6. Munculnya jenis kejahatan baru : seperti pencurian kartu kredit atau penggunaan kartu kredit
palsu, sms penipuan, dsb.
7. Efek sampingan terhadap kehidupan : Mengurangi interaksi antara sesama manusia yang bisa
berakibat buruk terhadap kehidupan sosial masyarakat.

  ?
 ? ?  ? ?? ?
? ?
 ? ?? ?

?
 ?
 ?  ?  ?
 ? ?   ?  ?
 ??

??
 ?
  ?  ? ?
?  ?? ? ? ?  ?   ?  ?
 ?   ?  ?
?  ?  ?
? ? ?
?  ? ?
 ?  ?  ?  ?
?  ? ?  ?
?   ?
 ?  ?
 ?  ?   ?  ?   ?? ?
?
?    ?

 ? ? ?   ?  ? ? ?  ? ? ?     ? ?
  ? ?   ? ?  ?    ?  ?  ?  ?
 ?    ? 
    ?
 ?
? ?
   ?
? ??
? ?  

Perdagangan melalui jaringan elektronik

Perdagangan melalui jaringan elekronik dapat didefenisikan dengan sangat sempit dapat
dikatakan hanya mencakup transaksi bisnis yang berhubungan dengan pelanggan dan pemasok,
dan sering digambarkan dalam internet, seolah-olah tidak ada alternatif komunikasi lain.
Kita mengambil pandangan yang jauh lebih luas. Kita mendefenisikan perdangan melalui
jaringan elektronik sebagai pengguna komputer untuk memudahkan semua operasi perusahaan.

Perusahaan-perusahaan ikut serta dalam perdagangan melalui jaringan elektronik untuk


mencapai perbaikan diseluruh organisasi. Perbaikan ini diharapkan menghasilkan tiga manfaat
utama:

Pelayanan pelanggan yang lebih baik

Hubungan dengan pemsok dan masyarakat keuangan yang lebih baik

Pengembalian atas investasi pemegang saham, dan pemilik yang meningkat

Kendala dari perdagangan melalui jaringan elektronik :

riaya Tinggi

Masalah Keamanan

Perangkat lunak yang belum mapan atau tidak tersedia

Jalan menuju perdagangan melalui jaringan elektronik

Mengumpulkan intelijen bisnis

Membentuk suatu sistem antar-organisasi (IOS)

Strategi perdagangan melalui jaringan elektronik:

Untuk tiap masalah, ada beberapa kemungkinan solusi, dan situasi ini dapat diterapkan untuk
permasalahan menentukan strategi terbaik perdagangan melalui jaringan elektronik.

Sistem Antar Organisasi (Interorganizatonal System-IOS)

Suatu kombinasi perusahaan-perusahaan yang terkait sehingga mereka berfungsi sebagai satu
sistem tunggal

Mitra Dagang atau Mitra risnis adalah perusahaan-perusahaan yang membentuk IOS

Sistem antar organisasi

Manfaat secara langsung IOS :

Efisiensi komparatif, dapat menyediakan barang dan jasa lebih murah dari pesaing

Efisiensi internal, perbaikan-pebaikan dalam perusahaan


Efisiensi antar-organisasi, perbaikan-perbaikan yang diperoleh melalui kerjasama dengan
perusaahaan lain

Pertukaran data elektronik (EDI) :

Pertukaran data elektronik (Electronic Data Interchange ± EDI)

Transmisi data dalam bentuk terstruktur dan dapat dibaca mesin secara langsung dari komputer
ke komputer antara beberapa perusahaan.EDI adalah implementasi yang dominan dari sistem
informasi antar organisasi

Teknologi Perdagangan Melalui Jaringan Elektronika

Menurut Raymond Mcleod [Sistem Informasi Manajemen, 2001, 72] Komunikasi data adalah
bidang komputasi yang sedang mendapatkan perhatian penting besar, dengan internet dalam
sorotan. Internet membuka berbagai peluang baru dihampir semua perusahaan-perusahaan yang
ingin membangun sistem antar organisasi dengan menggunakan EDI, beberapa teknologi juga
dapat dipertimbangkan.

Keamanan dan Kontrol Sistem Informasi

Keamanan Sistem mengacu pada perlindungan terhadap semua sumber daya informasi
perusahaan dari ancaman oleh pihak-pihak yang tidak berwenang.

Strategi Pengulangan riaya Manajemen Informasi

Strategi Konsolidasi, Downsizing, Outsourcing,

Pentingnya pengendalian Sistem Informasi

Untuk berfungsi secara efektif dan efisien, sebuah business harus mempunyai sistem informasi
manajemen yang valid, akurat, lengkap, tepat waktu dan tepat guna. Dengan demikian
manajemen, aktor yang menjadi pemegang peranan penting dari keberhasilan sesuatu
perusahaan, dapat mengambil keputusan yang optimal berdasarkan informasi yang dapat
diandalkan. Sesuai dengan laju perkembangan teknologi informasi, sistem informasi manajemen
masa kini pada umumnya telah didukung oleh komputer di dalam suatu kegiatan usaha adalah
sangat tergantung pada situasi dan kondisi dari masing-masing perusahaan. Ada perusahaan yang
tidak bisa berfungsi sama sekali kalau komputernya macet, karena memekai sistem informasi
manajemen yang sangat bergantung pada computer

KOntrol pengoperasian sistem

Kontrol pengoperasian system didasarkan pada struktur organisasional dari departemen operasi,
aktivitas dari unit yang ada dalam departemen tersebut.

Jelaskan evolusi dari Computer rased Information System


Siklus hidup suatu sistem bisa berlangsung beberapa bulan ataupun beberapa tahun (dalam
satuan bulan atau tahun). Penentu lama dan yang bertanggung jawab atas SLC berulang ialah
pemakai CrIS.

Jelaskan manfaat dan kendala yang dapat diantisipasi dari E-Commerce!

Manfaat yang dapat diantisipasi dari E-Commerce :

Pelayanan pelanggan yang lebih baik.

Hubungan dengan pemasok dan masyarakat keuangan yang lebih baik.

Pengembangan atas investasi pemegang saham dan pemilik yang meningkat.

Kendala yang dapat diantisipasi dari E-Commerce :

riaya tinggi.

Masalah keamanan.

Perangkat lunak yang belum mapan atau tidak tersedia.

Jelaskan model yang digunakan dalam Model Sistem Umum Perusahaan

Definisi Model : penyederhanaan dari suatu objek.

Model mewakili sejumlah objek atau aktifitas yang disebut entitas.

Jenis-jenis model, Model Fisik, Model Naratif, Model Grafik, Model matematika

.Apa yang anda ketahui tentang konsep Management ry Exception,jelaskan!

suatu gaya yang diikuti manajer, yaitu manajer terlibat dalam aktifitas hanya jika aktifitas itu
menyimpang dari kinerja yang dapat diterima.

Sistem Informasi Manajemen merupakan sistem informasi yang menghasilkan hasil keluaran
(output) dengan menggunakan masukan (input) dan berbagai proses yang diperlukan untuk
memenuhi tujuan tertentu dalam suatu kegiatan manajemen.

Implementasi teknologi informsasi untuk keunggulan kompetitif dalam oprasional perusahaan


pada era globalisai

Salah satu hal penting dalam pengembangan sumber daya manusia, khususnya pemberdayaan,
adalah penempatan pengembangan SDM dalam strategi korporat. Pemberdayaan akan terbentur
seandainya berada di luar agenda strategi perusahaan.
Nilai strategis

Untuk menunjang strategi keunggulan biaya, program-program pemberdayaan relevan bagi


peningkatan keunggulan biaya perusahaan. Namun pemberdayaan sebenarnya mengandung
nilai-nilai strategis yang menentukan kemampuan perusahaan untuk meningkatkan keunggulan
kompetitif.

Dua hal penting membenarkan pemikiran ini. Pertama, manajemen memperkenalkan


pemberdayaan untuk mendorong terciptanya pemikiran dan gagasan strategis pada lapisan
manajemen yang lebih rendah.

Keharusan Menentukan Strategi dalam Implementasi TI

Sebelum Teknologi Informasi diterapkan pihak pengambil keputusan harus yakin dan dapat
meyakinkan semua pihak terutama para pustakawan bahwa Teknologi Informasi ini akan
membawa PNRI lebih baik dan menguntungkan semua stakeholder-nya. Untuk mendapatkan
keyakinan tersebut maka harus disusun strategi jitu untuk pengimplementasian Teknologi
Informasi yang diharapkan bisa menjamin manfaat TI yang diperoleh akan sebanding dengan
investasi yang ditanam, dan mengatasi permasalahan pertumbuhan teknologi yang sangat cepat.
Di atas itu semua strategi Teknologi Informasi ini tentunya harus sejalan dengan strategi
organisasi PNRI.

Persiapan Implementasi Dimulai dari SDM

Faktor terbesar penyebab kegagalan dari penerapan TI berasal dari kurang jelinya pengambil
keputusan yang tidak memperhatikan adanya ekpektasi yang tidak relevan antara pengembang TI
dan pihak pengguna. Pihak pengguna berharap sebuah sistem yang sempurna tanpa celah, serba
bisa dan selalu lancar, sedangkan pengembang sistem tidak mau tahu kondisi dan kemampuan
dari pengguna yang akan menggunakan teknologi

Langkah Mudah dan Sederhana dalam Pembentukan SDM dengan TI

Menciptakan, memelihara dan memutakhirkan kemampuan SDM tidak selalu harus mahal, rumit
dan sampai mengorbankan banyak waktu kerja, misalnya karena harus selalu berbentuk
pelatihan, konferensi, seminar dan semisalnya. PNRI dapat melakukan banyak hal untuk dapat
meningkatkan kemampuan SDM-nya dengan memanfaatkan fasilitas TI yang murah, sederhana,
bahkan kemungkinan besar sebetulnya sudah dimiliki oleh PNRI.Yang pertama tentu saja
mengoptimalkan Internet. Internet dapat dianggap sebagai sumber informasi yang sangat
besarSelain itu untuk keperluan pembelajaran bisa menggunakan media e-Learning yang bisa
diimplementasikan dengan resource yang sangat sederhana bahkan semuanya bisa dikatakan
sudah tersedia di PNRI.

Membangun Customer Focused risnis

rudaya membangun service culture pada pelanggan internal sudah seharusnya menjadi tujuan
perusahaan yang ingin customer focus. Membangun service culture ini tidak cukup hanya
melalui pelatihan-pelatihan singkat, apalagi yang dilakukan sesaat menjelang adanya kontes
kepuasan pelanggan.

Re-engineering russiness Process

Fenomena yang belakangan ini melanda dunia bisnis adalah makin pentingnya peran konsumen
serta keragaman keinginan konsumen yang menuntut fleksibilitas yang tinggi bagi pelaku bisnis.
relum lagi fenomena perubahan lingkungan yang berlangsung sangat cepat dan permanen
(selalu berubah).

Menciptakan perusahaan virtual

ranyak perusahaan baik cinta untuk memiliki peralatan atau mereka membeli karena mereka
tidak tahu ada pilihan lain. Masalah dengan peralatan yang memiliki (ini termasuk hardware,
software, ruang kantor, meja, dll) adalah meningkatkan penghalang untuk berubah.

Jelaskan evolusi dari Computer rased Information System!

Dalam beberapa hal tiap subsistem CrIS identik dengan organisme hidup yakni lahir, tumbuh,
matang, berfungsi dan mati. Proses evolusi tersebut dinamakan siklus hidup sistem (system life
cycle ± SLC).Pengembangan CrIS mengikuti system life cycle, yang terdiri dari :Siklus hidup
suatu sistem bisa berlangsung beberapa bulan ataupun beberapa tahun (dalam satuan bulan atau
tahun). Penentu lama dan yang bertanggung jawab atas SLC berulang ialah pemakai CrIS.

Jelaskan manfaat dan kendala yang dapat diantisipasi dari E-Commerce!

Manfaat yang dapat diantisipasi dari E-Commerce :

&nb sp; Pelayanan pelanggan yang lebih baik.

&nb sp; Hubungan dengan pemasok dan masyarakat keuangan yang lebih baik.

&nb sp; Pengembangan atas investasi pemegang saham dan pemilik yang meningkat.

Kendala yang dapat diantisipasi dari E-Commerce :

&nb sp; riaya tinggi.

Masalah keamanan.

Perangkat lunak yang belum mapan atau tidak tersedia.

Jelaskan manfaat dan kendala yang dapat diantisipasi dari E-Commerce!

Manfaat yang dapat diantisipasi dari E-Commerce :


Pelayanan pelanggan yang lebih baik.

Hubungan dengan pemasok dan masyarakat keuangan yang lebih baik.

Pengembangan atas investasi pemegang saham dan pemilik yang meningkat.

Kendala yang dapat diantisipasi dari E-Commerce :

riaya tinggi.

Masalah keamanan.

Perangkat lunak yang belum mapan atau tidak tersedia.

 !

!

0. .
0"'1
c0,1'123,4
0.5  6.!((
 0!c077.8( c(

9 
"11:

Kata Pengantar

Puji syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Sehingga penulis dapat
menyelesaikan makalah ini. Tidak lupa saya ucapkan terima kasih kepada dosen mata kuliah
³SISTEM INFORMASI MANAJEMEN´ yang telah banyak membimbing penulis sehingga saya
bisa menyelesaikan makalah yang berjudul ³E-COMMERCE´.

Semakin pesat-nya perkembangan internet sekarang ini menciptakan hal ± hal baru yang
mempermudah kegiatan manusia, salah satu nya adalah ³E-COMMERCE´. Penulis ingin
memberikan gambaran tentang apa dan bagaimana ³E-COMMERCE´ itu, untuk itulah makalah
ini sengaja di buat agar pembaca tidak awam lagi dengan istilah ³E-COMMERCE´.

Penulis menyadari masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam penulisan makalah ini, oleh
sebab itu penulis sangat mengharapkan kritik, dan saran yang membangun agar penulis bisa
memperbaiki kekurangan dan kesalahan dalam pembuatan dan penulisan makalah.
Semoga makalah bisa berguna dan bermanfaatnya bagi para pembaca pada umumnya.

Depok, 6 Oktober 2009

Penulis

'

c!

Perkembangan teknologi informasi yang sangat dramatis dalam beberapa tahun terakhir telah
membawa dampak transformational pada berbagai aspek kehidupan, termasuk di dalamnya dunia
bisnis. Setelah berlalunya era ³total quality´ dan ³reengineering´, kini saatnya ³era elektronik´
yang ditandai dengan menjamurnya istilah-istilah e-business, e-university, e-government, e-
economy, e-emtertainment, dan masih banyak lagi istilah sejenis.

Salah satu konsep yang dinilai merupakan paradigma bisnis baru adalah e-business atau dikenal
pula dengan istilah e-commerce sebagai bidang kajian yang relatif masih baru dan akan terus
berkembang, e-business berdampak besar pada praktek bisnis, setidaknya dalam hal
penyempurnaan direct marketing, transformasi organisasi, dan redefinisi organisasi.
Model bisnis ini menekankan pertukaran informasi dan transaksi bisnis yang bersifat peperless,
melalui Elektronik Data Interchange (EDI), E-mail, dan teknologi lainnya yang juga berbasis
jaringan. Popularitas e-business dipenghujung abad 20 dan di awal milenium baru ini ditunjang
oleh tiga faktor pemicu utama, yaitu (1) faktor pasar dan ekonomi, diantara kompetisi yang
semakin intensif, perekonomian global, kesepakatan dagang regional, dan kekuasaan konsumen
yang semakin bertambah besar, (2) faktor sosial dan lingkungan, seperti perubahan karakteristik
angkatan kerja, deregulasi pemerintah, kesadaran dan tuntutan akan praktis etis, kesadaran akan
tanggung jawab sosial perusahaan, dan perubahan politik, dan (3) faktor teknologi, meliputi
singkatnya usia siklus hidup produk dan teknologi.



c!

Definisi E-Commerce ( Electronic Commerce) : E-commerce merupakan suatu cara berbelanja


atau berdagang secara online atau direct selling yang memanfaatkan fasilitas Internet dimana
terdapat website yang dapat menyediakan layanan get and deliver
commerce akan merubah semua kegiatan marketing dan juga sekaligus memangkas biayabiaya
operasional untuk kegiatan trading (perdagangan)
Perkembangan teknologi (tele)komunikasi dan komputer menyebabkan terjadinya perubahan
kultur kita sehari-hari. Dalam era yang disebut ³information age´ ini, media elektronik menjadi
salah satu media andalan untuk melakukan komunikasi dan bisnis. E commerce merupakan
extensiondari commerce dengan mengeksploitasi media elektronik. Meskipun penggunaan media
elektronik ini belum dimengerti, akan tetapi desakan bisnis menyebabkan para pelaku bisnis mau
tidak mau harus menggunakan media elektronik ini.
Pendapat yang sangat berlebihan tentang bisnis µdotcom¶ atau bisnis on-line seolah-olah mampu
menggantikan bisnis tradisionalnya (off-line). Kita dapat melakukan order dengen cepat
diinternet ± dalam orde menit ± tetapi proses pengiriman barang justru memakan waktu dan
koordinasi yang lebih rumit, bisa memakan waktu mingguan, menurut Softbank;s Rieschel,
Internet hanya menyelesaikan 10% dari proses transaksi, sementara 90 % lainnya adalah biaya
untuk persiapan infrastruktur back-end, termasuk logistic. Reintiventing dunia bisnis bukan
berarti menggantikan system yang ada, tapi justru komplemen dan ekstensi dari system
infratruktur perdagangan dan produksi yang ada sebelumnya.
Dalam mengimplementasikan e-commerce tersedia suatu integrasi rantai nilai dari
infrastrukturnya, yang terdiri dari tiga lapis. Perama, Insfrastruktur system distribusi (flow of
good) kedua, Insfrastruktur pembayaran (flow of money) Dan Ketiga, Infrastruktur system
informasi (flow of information). Dalam hal kesiapan infrastruktur e-commerce, kami percaya
bahwa logistics follow trade, bahwa semua transaksi akan diikuti oleh perpindahan barang dari
sisi penjual kepada pembeli. Agar dapat terintegrasinya system rantai suplai dari supplier, ke
pabrik, ke gudang, distribusi, jasa transportasi, hingga ke customer maka diperlukan integrasi
enterprise system untuk menciptakan supply chain visibility. Ada tiga factor yang patur
dicermati oleh kita jika ingin membangun toko e-commerce yaitu : üariability, üisibility, dan
üelocity (Majalah Teknologi, 2001).
Yang menjadi pertayaan bahwa bagaimana kita melakukan penyelidikan sebelum memutuskan
untuk terjun ke market on-line ini, ada beberapa tahapan yang dapat dilakukan diantaranya ;
Process conducting dalam penyelidikan : 1) mendefinisikan targer pasar, 2) menidentifikasikan
kelompok untuk dijadikan pembelajaran. 3) indentity topk untuk discusi.
Dalam tahap penunjungnya maka dapat diselidiki : 1) identity letak demografi website di tempat
tertentu, 2) memutuskan focus editorialnya, 3) memutuskan isi dari contentnya, 4) memutuskan
pelayanan yang dibuat untuk berbagai type pengunjung (Turban M, 2001)
Ternyata tidak mudah mengimplementasikan eCommerce dikarenakan banyaknya faktor yang
terkait dan teknologi yang harus dikuasai. Tulisan (report) ini diharapkan dapat memberikan
gambaran menyeluruh tentang teknologi apa saja yang terkait, standar-standar yang digunakan,
dan faktor-faktor yang harus diselesaikan.
Jenis eCommerce eCommerce dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu rusiness to rusiness (r2r)
dan rusiness to Consumer (r2C, retail). Kedua jenis eCommerce ini memiliki karakteristikyang
berbeda. rusiness to rusiness eCommerce memiliki karakteristik
Trading partners yang sudah diketahui dan umumnya memiliki hubungan (relationship) yang
cukup lama. Informasi hanya dipertukarkan dengan partner tersebut. Dikarenakan sudah
mengenal lawan komunikasi, maka jenis informasi yang dikirimkan dapat disusun sesuai dengan
kebutuhan dan kepercayaan (trust).
Pertukaran data (data exchange) berlangsung berulang-ulang dan secara berkala, misalnya
setiap hari, dengan format data yang sudah disepakati bersama. Dengan kata lain, servis yang
digunakan sudah tertentu. Hal ini memudahkan pertukaran data untuk dua entiti yang
menggunakan standar yang sama.
Salah satu pelaku dapat melakukan inisiatif untuk mengirimkan data, tidak harus menunggu
parternya.
Model yang umum digunakan adalah peer-topeer, dimana processing intelligence dapat
didistribusikan di kedua pelaku bisnis.

A. rusiness to Consumer eCommerce


Memiliki karakteristik sebagai berikut: Terbuka untuk umum, dimana informasi disebarkan ke
umum.
Servis yang diberikan bersifat umum (generic) dengan mekanisme yang dapat digunakan oleh
khalayak ramai. Sebagai contoh, karena sistem Web sudah umum digunakan maka servis
diberikan dengan menggunakan basis Web.
Servis diberikan berdasarkan permohonan (on demand). Konsumer melakuka inisiatif dan
produser harus siap memberikan respon sesuai dengan permohonan.
Pendekatan client/server sering digunakan dimana diambil asumsi client (consumer)
menggunakan sistem yang minimal (berbasis Web) dan processing (business procedure)
diletakkan di sisi server.
Menurut sebuah report dari E&Y Consulting, perkembangan kedua jenis eCommerceini dapat
dilihat pada tabel berikut. Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa perkembangan rusiness to
rusiness lebih pesat daripada rusiness to Consumer. Itulah sebabnya banyak orang mulai
bergerak di bidang rusiness-to-business.
Meskipun demikian, rusiness-to-Consumer masih memiliki pasar yang besar yang tidak dapat
dibiarkan begitu saja. Tingginya PC penetration (teledensity) menunjukkan indikasi bahwa
banyak orang yang berminat untuk melakukan transaksi bisnis dari rumah. Negara yang
memiliki indikator PC peneaion yang tinggi mungkin dapat dianggap sebagai negara yang lebih
siap untuk melakukan eCommerce.

rusiness to rusiness eCommerce umumnya menggunakan mekanisme Electronic Data


Interchange (EDI). Sayangnya banyak standar EDI yang digunakan sehingga menyulitkan
interkomunikasi antar pelaku bisnis. Standar yang ada saat ini antara lain: EDIFACT, ANSI
X.12, SPEC 2000, CARGO-IMP, TRADACOMS, IEF, GENCOD, EANCOM, ODETTE, CII.
Selain standar yang disebutkan di atas, masih ada formatformat lain yang sifatnya proprietary.
Jika anda memiliki beberapa partner bisnis yang sudah menggunakan standar yang berbeda,
maka anda harus memiliki sistem untuk melakukan konversi dari satu format ke format lain. Saat
ini sudah tersedia produk yang dapat melakukan konversi seperti ini.

Pendekatan lain yang sekarang cukup populer dalam standarisasi pengiriman data adalah dengan
menggunakan Extensible Markup Language (XML) yang dikembangkan oleh World Wide Web
Consortium (W3C). XML menyimpan struktur dan jenis elemen data di dalam dokumennya
dalam bentuk tags seperti HTML tags sehingga sangat efektif digunakan untuk sistem yang
berbeda. Kelompok yang mengambil jalan ini antara lain adalah XML/EDI group
(www.xmledi.net).

Pada mulanya EDI menggunakan jaringan tersendiri yang sering disebut üAN (üalueAdded
Network). Populernya jaringan komputer Internet memacu inisiatif EDI melalui jaringan
Internet, atau dikenal dengan nama EDI overInternet.
Topik yang juga mungkin termasuk di dalam business-to-business eCommerce adalah
electronic/Internet procurement dan Enterprise Resource Planning (ERP). Hal ini adalah
implementasi penggunaan teknologi informasi pada perusahaan dan pada manufakturing.
Sebagai contoh, perusahaan Cisco maju pesat dikarenakan menggunakan teknologi informasi
sehingga dapat menjalankan just-in-time manufacturing untuk produksi produknya.

rusiness to Consumer eCommerce memiliki permasalahan yang berbeda. Mekanisme untuk


mendekati consumer pada saat ini menggunakan bermacam-macam pendekatan seperti misalnya
dengan menggunakan ³electronic shopping mall´ atau menggunakan konsep ³portal´.
Electronic shopping mall menggunakan web sites untuk menjajakan produk dan servis. Para
penjual produk dan servis membuat sebuah storefront yang menyediakan catalog produk dan
servis yang diberikannya. Calon pembeli dapat melihat-lihat produk dan servis yang tersedia
seperti halnya dalam kehidupan sehari-hari dengan melakukan window shopping. redanya,
(calon) pembeli dapat melakukan shopping ini kapan saja dan darimana saja dia berada tanpa
dibatasi oleh jam buka took.

Konsep portal agak sedikit berbeda dengan electronic shopping mall, dimana pengelola portal
menyediakan semua servis di portalnya (yang biasanya berbasis web). Sebagai contoh, portal
menyediakan eMail gratis yang berbasis Web bagi para pelanggannya sehingga diharapkan sang
pelanggan selalu kembali ke portal tersebut.

r. Perspektif dan Perkembangan E-Commerce


Istilah e-business berkaitan erat dengan e-commerce. ragi sebagian kalangan, istilah e-
commerce diartikan secara sempit sebagai transaksi jual beli produk, jasa dan informasi antar
mitra bisnis lewat jaringan komputer, termasuk internet. Sedangkan e-business mengacu pada
lingkup yang lebih luas dan mencakup pula layanan pelanggan, kolaborasi dengan mitra bisnis,
dan transaksi elektronik internal dalam sebuah organisasi.
Meskipun demikian, istilah e-commerce sebenarnya dapat didefinisikan berdasar 5 perspektif
(Phan, 1998; ); (1) on-linepurchasing perspective; (2) digital communications perspective; (3)
service perspective; (4) business process perspective; dan (5) market-of-one perspective. Dengan
demikian, pada hakikatnya dalam lingkup yang luas e-commerce bisa dikatakan ekuivalen atau
sama dengan e-business(Turban, et al, 2000)
Perspektif Mengenai E-Commerce
PERSPEKTIF DEFINISI E-COMMERCE FOKUS
1. On-line Purchasing Perspective Sistem yang memungkinkan pembelian dan penjualan produk
dan informasi melalui internet Transaksi online
2. Digital Communication Perspective Sistem yang memungkinkan pengiriman informasi digital
produk, jasa dan pembayaran online Komunikasi secara elektronis
3. Service Perspective Sistem yang memungkinkan upaya menekan biaya, menyempurnakan
kualitas produk dan informasi instan terkini, dan meningkatkan kecepatan penyampaian jasa.
Efisiensi dan layanan pelanggan
4. rusiness Process Perspective Sistem yang memungkinkan otomatisasi transaksi bisnis dan
aliran kerja Otomatisasi proses bisnis
5. Market-of-one Perspective Sistem yang memungkinkan proses ³Customization´ produk dan
jasa untuk diadaptasikan pada kebutuhan dan keinginan setiap setiap pelangga secara efisien
Proses customization
Sumber : diolah dari Phan (1998)

C. Peluang dan Tantangan E-Commerce


Perkembangan internet berdampak pada perubahan cara organisasi merancang, memproses,
memproduksi, memasarkan, dan menyampaikan produk. Lingkup persaingan yang semakin luas
juga menuntut integrasi dan koordinasi anatara departemen sistem informasi, pemasaran, layanan
pelanggan, dan departemen-departemen lainnya dalam organisasi. reraneka raga peluang
pemanfaatan internet yang bisa diekploitasi meliputi:
‡ Sumber baru untuk informasi pasar
‡ Individualized marketing
‡ Cara baru menjalin relasi online dengan pelanggan dan membangun citra merk;
‡ Peluang baru bagi distribusi produk dan komunikasi pemasaran;
Proses penyampaian produk secara digital via internet diperkirakan akan semakin marak dalam
berbagai sektor bisnis, terutama untuk program perangkat lunak, surat kabar, tiket pesawat,
perbankan, asuransi, pendidikan, dan lain-lain
Sekalipun ada banyak sekali daya pikat e-business (terutama yang berbasis internet), masih ada
sejumlah tantangan atau keterbatasan yang harus diatasi. Sebuah survey yang dilakukan oleh
majalah internetweek pada tahun 1998 mengungkap sejumlah faktor non teknis yang
menghambat perkembangan e-business
D. Dampak e-Commerce terhadap pratik bisnis
Dalam kategori pertama, e-commerce berdampak pada akselerasi pertumbuhan direct marketing
yang secara tradisional berbasis mail order (katalog) dan telemarketing. Kemunculan e-
commerce memberikan beberapa dampak positif bagi aktivitas pemasaran, diantaranya :
Memudahkan promosi produk dan jasa secara interaktif dan real time melalui saluran
komunikasi langsung via internet;
Menciptakan saluran distribusi baru yang bisa menjangkau lebih banyak pelanggan di hampir
semua belahan dunia;
Memberikan penghematan signifikan dalam hal biaya pengirima; informasi dan produk
terdigitalisasi (contoh :perangkat lunak dan musik)
Menekan waktu siklus dan tugas ±tugas administratif (terutama; untuk pemasaran
internasional) mulai dari pemesanan hingga pengiriman produk
Layanan pelanggan yang lebih responsif dan memuaskan, karena; pelanggan bisa mendapatkan
informasi lebih rinci dan merespon cepat secara online
Memfasilitasi mass customization yang telah diterapkan pada; sejumlah produk seperti
kosmetik, mobil, rumah, komputer, kartu ucapan, dan berbagai macam produk lainnya.
Memudahkan aplikasi one-to-one atau direct advertising yang lebih efektif dibandingkan mass
advertising;
Menghemat biaya dan waktu dalam menangani pemesanan, karena sistem; pemesanan
elektronik memungkinkan pemrosesan yang lebih cepat dan akurat
Menghadirkan pasar maya/virtual (markespace) sebagai komplemen pasa tradisional
(marketplace);
Dalam hal transformasi organisasi, e-commerce mengubah karakterisik pekerjaan, karir, dan
kompensasi. E-commerce menuntut kompetensi, komitmen, kreativitas, dan fleksibilitas
karyawan dalam beradaptasi dengan setiap perubahan lingkungan yang ramping, bercirikan
pemberdayaan dan desentralisasi wewenang, beranggotakan knowledge based workers, mampu
beradaptasi secara cepat dengan teknologi baru dan perubahan lingkungan (learning
organisation), mampu dan berani bereksperimen dengan produk, jasa maupun proses baru, dan
mampu mengelola perubahan secara strategik.
Sedangkan dalam hal redefinisi organisasi, e-commerce memunculkan model bisnis baru yang
berbasis jasa online di markespace. Hal ini bisa berdampak pada redefinisi misi organisasi dan
cara organisasi menjalankan bisnisnya. Perubahan ini anatar lain meliputi peralihan dari sistem
produksi massal menjadi pemanufakturan just in time (JIT) yang lebih customized, integrasi
berbagai sistem fungsional (seperti produksi, keuangan, pemasaran, dan sumber daya manusia).
Hal ini difasilitasi dengan sistem ERP (Enterprise Resource Planning) berbasis internet berupa
perangkat lunak khusus seperti SAP R/3, microsoft enterprise, DCOM, dan lain-lain.
E. Manfaat E-businees bagi Organisasi, Konsumen, dan Masyarakat luas
1. ragi Organisasi
Memperluas pasar hingga mencakup pasar nasional dan pasar global,; sehingga perusahaan
bisa menjangkau lebih banyak pelanggan, memilih pemasok terbaik, dan menjalin relasi dengan
mitra bisnis yang dinilai paling cocok
Menekan biaya menyusun, memproses, mendistribusikan, menyimpan, dan mengakses
informasi berbasis kertas;
Memungkinkan perusahaan mewujudkan bisnis yang sangat terspesialisasi.;
Menekan biaya persediaan dan overhead dengan cara memfasilitasi; manajemen rantai nilai
bertipe ³pull´ yang prosesnya berawal dari pesanan pelanggan dan menggunakan
pemanufakturan just-in-time
Menekan waktu antara pembayaran dan penerimaan produk/jasa;
Meningkatkan produktivitas karyawan melalui rekayasa ulang proses bisnis;
Menekan biaya telekomunikasi;
2. ragi Konsumen
Memungkinkan konsumen berbelanja atau melakukan transaksi lainnya setiap saat (24 jam;
Memberikan pilihan produk dan pemasok yang lebih banyak kepada pelanggan;
Memungkinkan konsumen dalam mendapatkan produk dan jasa yang lebih; murah, karena
konsumen bisa berbelanja di banyak tempat dan melakukan perbandingan secara cepat
Produk yang terdigitalisasi, e-business memungkinkan pengiriman produk secara cepat dan real-
time;
Memungkinkan pelanggan berinteraksi dengan pelanggan lainnya dalam; electronik
communities dan saling bertukar gagasan dan pengalaman
Memungkinkan pelanggan berpartisipasi dalam lelang virtual;
3. ragi Masyarakat luas
Memungkinkan lebih banyak orang bekerja di rumah;
Memungkinkan beberapa jenis barang dijual dengan harga murah;
F. Kelemahan Dan Kendala E-ecommerce
Menurut survey yang dilakukan oleh CommerceNet http://www.commerce.net/ para pembeli /
pembelanja belum menaruh kepercayaan kepada e-commerce, mereka tidak dapat menemukan
apa yang mereka cari di e-commerce, belum ada cara yang mudah dan sederhana untuk
membayar. Di samping itu, surfing di e-commerce belum lancar betul.
Pelanggan e-commerce masih takut ada pencuri kartu kredit, rahasia informasi personal mereka
menjadi terbuka, dan kinerja jaringan yang kurang baik. Umumnya pembeli masih belum yakin
bahwa akan menguntungkan dengan menyambung ke Internet, mencari situs shopping,
menunggu download gambar, mencoba mengerti bagaimana cara memesan sesuatu, dan
kemudian harus takut apakah nomor kartu kredit mereka di ambil oleh hacker.
Tampaknya untuk meyakinkan pelanggan ini, e-merchant harus melakukan banyak proses
pemandaian pelanggan. Walaupun demikian Gail Grant, kepala lembaga penelitian di
CommerceNet http://www.commerce.net/ meramalkan sebagian besar pembeli akan berhasil
mengatasi penghalang tersebut setelah beberapa tahun mendatang.
Grant mengatakan jika saja pada halaman Web dapat dibuat label yang memberikan informasi
tentang produk dan harganya, akan sangat memudahkan untuk search engine menemukan sebuah
produk secara online. Hal tersebut belum terjadi memang karena sebagian besar merchant ingin
agar orang menemukan hanya produk mereka tapi bukan kompetitor-nya apalagi jika ternyata
harga yang diberikan kompetitor lebih murah.
Untuk sistem bisnis-ke-bisnis, isu yang ada memang tidak sepelik di atas, akan tetapi tetap ada
isu-isu serius. Seperti para pengusaha belum punya model yang baik bagaimana cara mensetup
situs e-commerce mereka, mereka mengalami kesulitan untuk melakukan sharing antara
informasi yang diperoleh online dengan aplikasi bisnis lainnya. Masalah yang barangkali
menjadi kendala utama adalah ide untuk sharing informasi bisnis kepada pelanggan dan supplier
± hal ini merupakan strategi utama dalam sistem e-commerce bisnis ke bisnis.
Kunci utama untuk memecahkan masalah adalah merchant harus menghentikan pemikiran
bahwa dengan cara menopangkan diri pada Java applets maka semua masalah akan solved,
padahal kenyataannya adalah sebetulnya merchant harus me-restrukturisasi operasi mereka untuk
mengambil keuntungan maksimal dari e-commerce. Grant mengatakan, ³E-commerce is just like
any automation ± it amplifies problems with their operation they already had.´
G. Hubungan Hukum Pelaku E-Commerce
Dalam bidang hukum misalnya, hingga saat ini Indonesia belum memiliki perangkat hukum
yang mengakomodasi perkembangan e-commerce. Padahal pranata hukum merupakan salah satu
ornamen utama dalam bisnis. Dengan tiadanya regulasi khusus yang mengatur mengatur
perjanjian virtual, maka secara otomatis perjanjian-perjanjian di internet tersebut akan diatur oleh
hukum perjanjian non elektronik yang berlaku.
Hukum perjanjian Indonesia menganut asas kebebasan berkontrak berdasarkan pasal 1338
KUHPerd. Asas ini memberi kebebasan kepada para pihak yang sepakat untuk membentuk suatu
perjanjian untuk menentukan sendiri bentuk serta isi suatu perjanjian. Dengan demikian para
pihak yang membuat perjanjian dapat mengatur sendiri hubungan hukum diantara mereka.
Sebagaimana dalam perdagangan konvensional, e-commerce menimbulkan perikatan antara para
pihak untuk memberikan suatu prestasi. Implikasi dari perikatan itu adalah timbulnya hak dan
kewajiban yang harus dipenuhi oleh para pihak yang terlibat.
Didalam hukum perikatan Indonesia dikenal apa yang disebut ketentuan hukum pelengkap.
Ketentuan tersebut tersedia untuk dipergunakan oleh para pihak yang membuat perjanjian
apabila ternyata perjanjian yang dibuat mengenai sesuatu hal ternyata kurang lengkap atau belum
mengatur sesutu hal. Ketentuan hukum pelengkap itu terdiri dari ketentuan umum dan ketentuan
khusus untuk jenis perjanjian tertentu.
Jual-beli merupakan salah satu jenis perjanjian yang diatur dalam KUHPerd, sedangkan e-
commerce pada dasarnya merupakan model transaksi jual-beli modern yang mengimplikasikan
inovasi teknologi seperti internet sebagai media transaksi. Dengan demikian selama tidak
diperjanjikan lain, maka ketentuan umum tentang perikatan dan perjanjian jual-beli yang diatur
dalam ruku III KUHPerd berlaku sebagai dasar hukum aktifitas e-commerce di Indonesia. Jika
dalam pelaksanaan transaksi e- commerce tersebut timbul sengketa, maka para pihak dapat
mencari penyelesaiannya dalam ketentuan tersebut.
Akan tetapi permasalahannya tidaklah sesederhana itu. E-commerce merupakan model perjanjian
jual- beli dengan karakteristik dan aksentuasi yang berbeda dengan model transaksi jual-beli
konvensional, apalagi dengan daya jangkau yang tidak hanya lokal tapi juga bersifat global.
Adaptasi secara langsung ketentuan jual-beli konvensional akan kurang tepat dan tidak sesuai
dengan konteks e-commerce. Oleh karena itu perlu analisis apakah ketentuan hukum yang ada
dalam KUHPerd dan KUHD sudah cukup relevan dan akomodatif dengan hakekat e-commerce
atau perlu regulasi khusus yang mengatur tentang e-commerce.
reberapa permasalahan hukum yang muncul dalam bidang hukum dalam aktivitas e-commerce,
antara lain:
1. Otentikasi subyek hukum yang membuat transaksi melalui internet;
2. Saat perjanjian berlaku dan memiliki kekuatan mengikat secara hukum ;
3. Obyek transaksi yang diperjualbelikan;
4. Mekanisme peralihan hak;
5. Hubungan hukum dan pertanggungjawaban para pihak yang terlibat dalam transaksi baik
penjual, pembeli, maupun para pendukung seperti perbankan, internet service provider (ISP), dan
lain-lain;
6. Llegalitas dokumen catatan elektronik serta tanda tangan digital sebagai alat bukti;
7. Mekanisme penyelesaian sengketa;
8. Pilihan hukum dan forum peradilan yang berwenang dalam penyelesaian sengketa.
Praktisi teknologi informasi (TI) Roy Suryo pernah menyebutkan sejumlah warnet (warung
internet) di Yogyakarta menyediakan sejumlah nomor kartu kredit yang dapat dipergunakan para
pelanggannya untuk berbelanja di toko maya tersebut. Sementara itu, Wakil Ketua Kompartemen
Telematika Kadin, Romzy Alkateri, pernah mengungkapkan pengalamannya. Ia pernah ditagih
beberapa kali atas suatu transaksi jasa hosting yang dilakukannya dengan sebuah penyedia web
hosting di luar negeri. Padahal, ia mengaku sudah membayar jasa hosting tersebut dengan
menggunakan kartu kredit. Lebih jauh lagi, ia pun beberapa kali meminta pihak issuer untuk
tidak melakukan pembayaran tersebut karena merasa tidak melakukan transaksi jasa hosting
lebih dari satu kali.
Dari berbagai kasus penipuan kartu kredit seperti di atas, tentunya selain pihak card holder, pihak
merchant juga akan dirugikan. Apabila card holder menyangkal telah melakukan transaksi
menggunakan charge card/credit card melalui internet, maka pihak issuer tidak akan melakukan
pembayaran, baik kepada merchant ataupun pihak jasa payment services. Di Amerika, biasanya
untuk sejumlah nilai transaksi tertentu, kerugian tersebut ditanggung secara bersama oleh
merchant dan pihak jasa payment services.



cc
KESIMPULAN

Pengembangan aplikasi e-commerce bagi sebuah perusahaan / lembaga merupakan proses yang
cukup kompleks. Melibatkan beberapa organisasi / situs dalam penanganan sekuriti dan otorisasi.
Perangkat lunak aplikasi e-commerce dalam dunia bisnis dapat mendukung pemotongan rantai
distribusi sehingga konsumen dapat memperoleh suatu produk dengan harga yang lebih murah.
Jenis antarmuka web dipilih dengan pertimbangan fleksibilitas implementasi perangkat lunak mi
yang dapat dilakukan di jaringan intranet maupun internet, kemudahan untuk deployment, serta
kemampuan cross platform.

Dalam makalah mi telah diuraikan mengenai arsitektur sistem, tool dan konfigurasi yang
diperlukan untuk mengimplementasi aplikasi web e-commerce, konsiderasi masalah keamanan
sistem, perancangan dan sisi diagram alur aplikasi dan perancangan basis data, serta kode
program PHP yang diperlukan untuk implementasi aplikasi mi.
c0

Sumber : diolah dari Phan (1998)


http://www.commerce.net/