Anda di halaman 1dari 48

HIGH FLOW NASAL THERAPY

“The optimist sees the rose and not its thorns; the pessimist stares at
the thorns, oblivious of the rose”—Kahlil Gibran
PENDAHULUAN
High-flow nasal cannula (HFNC)
bukan sekedar standard nasal
cannula yg mempunyai flow sangat
tinggi
• Mampu membuat gasoyg dialirkan
berada pada suhu 37 C dgn
kelembaban 100%
• Dapat memberikan fraksi inspirasi
O2 0.21 - 1.00% dgn flow rate 60
liters (L)/min
• Flow rate dan FiO2 dapat dititrasi
secara terpisah berdasarkan
kebutuhan pasien dan FiO2 yg
dibutuhkan
SEJARAH
• Dlm 20 thn terakhir telah berkembang high flow nasal cannula ( HFNC ) yg dpt memberikan O2 yg
dihangatkan dan dilembabkan pada flow yg sangat tinggi sebagai terapi
• HFNC memberikan aliran sampai 8 L/min pada infant dan sampai 60 L/min pd dewasa. Alat HFNC
terdiri dari air/oxygen blender yg kemudian dihubungkan dgn active heated humidifier , dialirkan ke
nasal melalui tubing yg fleksibel yg dpt mencegah timbulnya kondensasi . Alat ini mampu mengatur
FiO2 terpisah dari flow rate
• HFNC pertama kali digunakan pada preterm neonatus dan pediatric care. Pada kelompok umur ini
peranan HFNC terus diteliti dan dikembangkan terutama pada kondisi respiratory distress syndrome,
apnea of prematurity, pada postextubation period untuk mencegah kegagalan ekstubasi .
• Beberapa peneliti menganjurkan penggunaan HFNC pd neonatus sebagai alternatif terapi CPAP, karena
mempunyai kemampuan membuat positive end-expiratory pressure (PEEP) dan ditoleransi lebih baik
karena mampu menghangatkan dan melembabkan gas yg diberikan
KOMPONEN HIGH FLOW
NASAL OXYGEN THERAPY
SYSTEM
HFNC terdiri dari :
• oxygen/ air blender yg berfungsi mengatur control
flow dan pemberian FiO2
• heater-humidifier (menghangatkan gas sampai 37°C
dan absolute humidity sampai 44mgH2O/liter. )
• sistem delivery yang terdiri dari reservoir air steril,
sirkuit nonkondensasi dan interface pasien ( nasal
cannula ) , Ada beberapa perangkat yang tersedia
dengan laju aliran hingga 80 liter / menit.
• Pemberian high flow nasal oxygen therapy
memerlukan high pressure gas supply udara air dan
oxygen
MEKANISME KERJA
Ada beberapa mekanisme yg membuat HFNC dapat dipakai pada
kondisi respiratory failure pada pasien dewasa dan anak

Tidak jelas faktor mana yg paling berperan dan paling penting,


tergantung etiologi penyebab respiratory failure

Mekanisme kerja berikut ini bukan berdasarkan seberapa pentingnya


tapi agar mudah diingat mekanisme kerja HFNC yaitu HIFLOW
Beberapa alat • Optiflow ( F&P), stand alone, simple, harus
sterilasi alat ± 50 menit, flow max 60 L/menit

HFNC yg ada • Hi-Flow Star ( Draeger ), tdk perlu sterilisasi,


bisa menggunakan berbagai heater-

di indonesia humidifier lain, flow max 85 L/menit,


automatic FiO2 adjustment. Beberapa
ventilator juga mempunya mode High Flow
• LIPI : Gerlink LIPI High Flow Nasal Cannula (
buatan dalam negeri , Juni 2020 )
H I F L O W
• HEATED & HUMIDIFIED : mempunyai kemampuan menghangatkan dan
melembabkan gas yg diberikan
• INSPIRATORY DEMAND : dapat memenuhi kebutuhan peak inspiratory flow pasien
• FUNCTIONAL RESIDUAL CAPACITY : meningkatkan FRC melalui mekanisme PEEP
• LIGHTER : lebih mudah ditoleransi dibandingkan CPAP dan BiPAP
• OXYGEN DILUTION : mengurangi kemungkinan dilusi oksigen karena mampu
memenuhi peak inspiratory flow pasien
• WASHOUT OF DEAD SPACE : aliran yang tinggi akan mengurangi ruang rugi dan
pada akhirnya akan membuang CO2
Heated and Humidified
• Flow tinggi yg diberikan HFNC juga akan menyebabkan nasal mucosa dryness
dan menyebabkan rasa tidak nyaman
• progressive airway dryness akan menyebabkan gangguan fungsi sel silia di
respiratory epithelium berupa reaksi inflamasi , kongesti, dan meningkatnya
airway resistance
• Alat HFNC saat ini dilengkapi dgn air warmer dan humidifier yg dihubungkan
ke sirkuit. Kondisi ideal yg dibutuhkan agar fungsi mukosa normal adalah
100% relative humidity apada temperature 37°C
• clearance sel silia akan menunjukkan perbaikan yg signifikan dgn
humidifikasi, yg akan mencegah timbulnya infeksi berulang karena
mucociliate clearance merupakan mekanisme pertahanan utama pada jalan
napas
• Beberapa HFNC devices hampir mencapai BTPS yg ideal (body temperature
and pressure saturated), dgn 99.9% relative humidity pada temperature
setting 37°C (flows antara 5 sd 40 L/min)
Heated and Humidified
Inspiratory Demands
• Salah satu keunggulan high-flow nasal cannula adalah dapat memberikan flow rates gas
yg sangat tinggi dalam upaya memenuhi patient's inspiratory flow demands
• Hal ini sangat penting, karena pada kondisi acute respiratory failure, pasien dapat
bernapas secara cepat dgn ekstrim, dan peak inspiratory flows (PIF) yg normalnya 30
L/min - 60 L/min saat istirahat dapat mencapai 120 L/min pada kondisi acute
respiratory failure
• Jika pasien dgn respiratory failure (PIF rate 60 - 120 L/min dan high minute volume (>
20 L/min pd orang dewasa ) kemudian diberikan terapi oksigen 15 L/min NRB mask,
tentu tidak akan memenuhi kebutuhan
• Mekanisme utama untuk meningkatkan work of breathing pasien adalah dengan
mencapai peak inspiratory flow demands dengan menggunakan HFNC

Katz JA, Marks JD. Anesthesiology. 1985;63:598–607


Functional
Residual
Capacity
Functional Residual Capacity
• Penelitian Riera et al. : penggunaan HFNC akan
meningkatkan end-expiratory lung impedance (EELI),
sehingga akan mempengaruhi FRC
• Riera et al menggunakan electrical impedance
tomography (EIT), a noninvasive, real-time imaging
method yg dpt menampilkan gambaran cross-
sectional ventilation paru , untuk mengetahui
peningkatan EELI
• HFNC juga akan menurunkan preload dgn cara
meningkatkan intrathoracic pressure, salah satu fitur
yg biasanya dengan positive end expiration pressure
• Roca et al. : penelitian pd 10 NYHA)Classification III -
heart failure tetapi bukan dlm kondisi akut.
Penggunaan HFNC akan menyebabkan inspiratory
collapse IVC yg dilhat dgn menggunakan
Riera J, Pérez P, Cortés J, Roca O, Masclans JR, Rello J. Respir Med. 2013;58:589–596
echocardiogram
Roca O, Pérez-Terán P, Masclans JR, Pérez L, Galve E, Evangelista A, Rello J. J Crit Care. 2013;28:741–746
O2 Dilution
• Selama selalu diasumsikan 1 l/menit O2 melalui
nasal cannula akan memberikan 4% FiO2 di atas
udara ruangan, yg berarti jika diberikan O2 1
l/menit via nasal cannula maka akan memberikan
fraksi 25% , jika diberikan 2 l/menit akan
memberikan FiO2 29%
• Hal ini dikenal sebagai rule 1:4 , dan konsep ini
diterima secara luas
• Untuk memberikan FiO2 yg efektif kepada pasien,
maka patient's minute ventilation dan inspiratory
demands tidak saja harus sama tapi harus
melebihi efek oxygen
Lighter
• Pasien lebih memilih menggunakan
HFNC daripada CPAP/BPAP karena
tight-fitting untuk sebagian besar
pasien kurang nyaman
• Pasien juga lebih memilih HFNC
daripada standard nasal cannula
karena gas yg dialirkan hangat dan
lembab sehingga tidak
menyebabkan mukosa saluran
napas kering
• Kondisi di atas menyebabkan
kepatuhan pasien menggunakan
terapi O2 dengan HFNC lebih tinggi
dibandingkan NIV lain , yg juga akan
meningkatkan oksigenasi dan
menurunkan WOB
Frat JP, Coudroy R, Marjanovic N, Thille AW. Ann Transl Med. 2017;5:297
Reduction in the Metabolic Cost of Breathing
• Dalam kondisi normal , sistem nasofaring akan menghangatkan dan melembabkan udara yg masuk sampai suhu
37 °C dgn kelembaban 100% relative humidity . Proses ini membutuhkan energi yg signifikan
• Gas pada keadaan 100% RH akan menahan air sebanyak sebelum menjadi droplet. Dalton's law : makin hangat
gas makin menahan banyak uap air per unit volume RH . Pada saat gas melewati rongga nasofaring , energi
panas yg dikeluarkan tdk hanya untuk menghangatkan tapi juga membuat uap air. Proses ini membutuhkan
energi yg cukup banyak. Proses ini hanya akan terjadi pada saat udara sekitar atau udara yg dihirup dingin dan
kering
• Formula simple energi yg digunakan untuk mengatur kondisi gas adalah :
:Etotal/L=Eg·(37−Tamb)+Evap·(44mg−AHamb)
• Etotal/L : total energi yg dikeluarkan per liter gas yg dihirup, Eg : energi yg dibutuhkan menghangatkan 1 L gas tiap
1 °C (± 1.2 J), Evap : energi yg dibutuhkan 1 mg air meningkatkan suhu dari 37 s/d 100 °C dan mempertahankan
panas penguapan 1 mg air (.263 ± 2.260 J ). Tamb : temperature gas sekitar yg dikurangi dari suhu tubuh(37 °C).
Ahamb : kelembaban absolut gas sekitar per liter dan merupakan pengurangan dari kelembaban absolut gas pada
suhu tubuh dan jenuh (44 mg H2O/L)
• Contoh : udara sekitar pd suhu kamar (21 ° C) dan 50% RH (mengandung 9 mg air / L). Setiap liter udara perlu
dinaikkan 16 ° C dan 35 mg air diuapkan ke dalamnya, membutuhkan 107,5 J (26 Kalori) per liter gas inspirasi.
Oleh karena itu, orang dewasa dengan volume tidal 500 ml khas dan kecepatan pernapasan 12 napas / menit
mungkin memerlukan sekitar 156 kalori / menit untuk gas pendingin.
Respiratory Medicine, Volume 103, Issue 10, October 2009, Pages 1400-1405
Washout of Dead-
space
• Salah satu keunggulan HFNC
adalah memberikan flow yg
kontinyu fresh gas pada
kecepatan yg tinggi sehingga
akan membuang dan
menggantikan CO2 dgn O2 serta
menghilangkan ruang rugi pada
rongga pharyng
• Setiap napas pasien yg
menggunakan HFNC akan
membuang CO2 dan diganti
dengan gas yg kaya O2 sehingga
menyebabkan pernapasan lebih
efektif
Menurunkan nasopharyngeal
airway resistance
• HFNC dpt mengurangi nasopharyngeal airway resistance sehingga
meningkatkan kemampuan ventilasi dan oksigenasi melalui
mekanisme tekanan positif dlm rongga nasofaring. Resistensi jalan
napas mengikuti hukum Hagen–Poiseuille dengan rumus sbb :
• R = 8nl / 3.14 r4
• L adalah panjang dari jalan napas, N merupakan dynamic viscosity
udara, dan R adalah radius dari jalan napas . Secara fisiologis ,
nasopharynx merupakan lingkungan yg dinamis yg dpt berekspansi
atau konstriksi.
• Dengan memberikan tekanan positif dlm rongga nasofaring , akan
menekan dan melebarkan rongga nasopharynx , sehingga
memperbesar radius nasopharyngeal airways dan secara dramatis
akan mengurangi airway resistance flow, sehingga berpotensi
meningkatkan ventilasi dan oksigenasi

Mündel T, Feng S, Tatkov S, Schneider H. Mechanisms of


nasal high flow on ventilation during wakefulness and
sleep. J. Appl. Physiol. 2013 Apr;114(8):1058-65
Counteracting
nasopharyngeal
collapse
• Kolaps pharyngeal tract akan
meningkatkan airway resistance.
• Beberapa penelitian melihat
pengaruh continuous positive
airway pressure (CPAP) pharyngeal
cavity pada pasien sleep apnea
disorder, dan mendapatkan efek
“splinting” pada upper airway
• “pneumatic splint” juga diasumsikan
berkontribusi untuk mencegah
airway collapse pada pasien yg
menggunakan HFNC therapy
Gugger M., Vock P, Thorax, 47 (10), 809-813, 1992

Popper R. A., Leindinger M. J., Williams A. J., Endoscopic Observations of the Pharyngeal Airway During Treatment of Obstructive Sleep Apnea With Nasal Continuous Positive Airway Pressure-A Pneumatic Splint,
West J. Med., 144 (1), 83-85, 1986
Air tract pressures and alveolar recruitment
• Penelitian mengukur pharyngeal pressure pd orang sehat yg menggunakan HFNC dgn hasil
inspiratory & expiratory pressure meningkat dibandingkan kondisi normal. Peningkatan
pressure flow-dependent dan tertinggi pd saat tutup mulut. Tiap flow 10 L/min akan
meningkatkan 0.8 cmH2O. Sementara Parke et al. mendapatkan pharyngeal airway pressure
meningkat 1 cm H2O per 10 L/min flow
• Peneiliti yg sama mengukur pada 15 pasien yg menjalani operasi jantung dan mendapatkan
mean nasopharyngeal airway pressure lebih tinggi pd HFNC dibandingkan conventional
facemask (mean airway pressure 35 L/min 2.7 cm H2O dgn mulut tertuttup dan 1.2 cm H2O
dgn mulut terbuka
• Hal tsb di atas menggambarkan efek PEEP HFNC yg akan memperbaiki ventilation/perfusion
(V/Q) ratio sehingga oksigenasi lebih baik pd pasien Acute Hypoxemix Respiratory Failure ,
menurunkan airway resistance dan WOB peningkatan mean airway pressure dengan HFNC
dikaitkan dgn peningkatan end-expiratory lung volumes (EELV, yg dievaluasi menggunakan
tomographic electrical impedance) dan penurunan laju napas pada orang sehat.
• Peningkatan EELV juga ditemukan pd pasien post-cardiac surgery dan lebih jelas pada pasien
obese dgn BMI yg tinggi. Kondisi ini dan peningkatan TV akan mengurangi kemungkinan
timbulnya atelectasis pasca operasi
Groves N., Tobin A., High flow nasal oxygen generates positive airway pressure in adult volunteers, Aust. Crit. Care, 20 (4), 126-131, 2007

Parke R., McGuinness S., Eccleston M., Nasal high-flow therapy delivers low level positive airway pressure, Br. J. Anaesth., 103 (6), 886-90, 2009

Rello J., Effect of High-Flow Nasal Cannula and Body Position on End-Expiratory Lung Volume : A Cohort Study Using Electrical Impedance Tomography, Respir.
Care, 58 (4), 589-596, 2013
Deadspace washout and carbon dioxide elimination

• HFNC memberikan flow tinggi ke pasien sehingga akan mengurangi/ menghilangkan ruang rugi pada
rongga nasopharyngeal . Frizzola et al. Meneliti fenomena ini pada acute lung model Piglets,
membandingkan HFNC dgn CPAP dengan randomized crossover study. Penelitian ini mendapatkan
peningkatan gas exchange dgn HFNC ( tergantung pada kecepatan flow ) yg diukur dari kadar PaO2 dan
PaCO2 arterial. Yg juga menarik adalah eliminasi CO2 lebih baik pada piglet yg menggunakan HFNC
dibandingkan CPAP.
• Dead-space washout juga diteliti oleh peneliti Jerman, menggunakan 2 buah mode imitasi jalan napas
atas yg diisi dgn gas pendeteksi. Keluaran gas pendeteksi pada model yg diberikan HFNC dievaluasi
menggunakan dynamic infrared CO2 spectroscopy dan atau radioactive gamma camera imaging.
Peneliti mendapatkan eliminasi gas pendeteksi yg berlangsung cepat dan tergantung oleh flow yg
diberikan . Dengan penemuan tersebut diasumsikan bahwa HFNC bisa mengatasi kondisi rebreathing
CO2 dan upaya mengatasi hiperkarbia pada acute respiratory failure (ARF)

Frizzola M., Miller T. L., Rodriguez M. E., Zhu Y., Rojas J., Hesek A., et al., High-Flow nasal cannula : Impact on
Oxygenation and Ventilation in an Acute Lung Model, Pediatr. Pulmonol., 46 (1), 67-74, 2011

Möller W., Celik G., Feng S., Bartenstein P., Meyer G., Eickelberg O., et al., Nasal high flow clears anatomical dead
space in upper airway models, J. Appl. Physiol., 118, 1525-1532, 2015
Patient comfort
• HFNC dari berbagai penelitian juga lebih nyaman untuk pasien dibandingkan NIV klasik seperti CPAP,
NRM ataupun RM
• Peneliti lain mendapatkan keunggulan HFNC dalam hal toleransi pasien terhadap terapi oksigen yg
diberikan dibandingkan dengan terapi oksigen lain . Hal ini terlihat pada pasien dgn acute respiratory
failure , juga pada pasien pasca ekstubasi
• Ini juga bisa memberikan bantuan dan perawatan paliatif kepada pasien yang sebelumnya menolak
perawatan dan / atau intubasi yang mempertahankan hidup
• HFNC juga bermanfaat pada pasien demensia yg tdk nyaman dgn facemask
• Rasa nyaman pasien ini sangat penting khususnya ketika terapi berkepanjangan diperlukan, karena
masker wajah klasik kadang-kadang tidak praktis, menghambat pemberian makan dan berbicara , atau
menyebabkan claustrophobia, sehingga menyebabkan kurang patuh terhadap terapi.
Calvano T. P., Sill J. M., Kemp K. R., Chung K. K., Use of a High-Flow Oxygen Delivery System in a Critically Ill Patient
With Dementia, Respir. Care, 53 (12), 1739-1743, 2008
Tiruvoipati R., Lewis D., Haji K., Botha J., High-flow nasal oxygen vs high-flow face mask : A randomized crossover trial in extubated patients, J. Crit. Care, 25 (3
463-468, 2010
Berbagai tipe interface CPAP/BiPAP
Strengths and drawbacks of high flow
nasal oxygen therapy

British Journal of Anaesthesia, 120(1): 18e27 (2018)


Figure 1. Mechanisms of action of high flow nasal cannula (HFNC) in acute hypoxemic respiratory failure. HFNC exerts a range of
important and interdependent physiological effects on a variety of factors that may determine clinical outcomes for patients with acute
respiratory failure. VILI = ventilator-induced lung injury; V/Q = ventilation/perfusion; WOB = work of breathing. Illustration by Jacqueline
Schaffer. Ewan C. Goligher; Arthur S. Slutsky; Am J Respir Crit Care Med 1951128-1131
Practical recommendations
British Journal of Anaesthesia, 120(1): 18e27 (2018)
High-flow nasal oxygen therapy in intensive care and anaesthesia
High-flow nasal oxygen • Hypoxaemic (de novo) acute respiratory failure
• Post-extubation respiratory failure
therapy in intensive • Acute cardiogenic pulmonary oedema
care, OR and ED • Post-surgical hypoxaemia
• Do-not-intubate order and palliative care

Acta Anaesth. Belg., 2016, 67, 63-72


Potential Clinical Applications of High-Flow Nasal
Oxygen

CHEST 2015; 148 ( 1 ): 253 - 261


FLORALI STUDY
Failure of High-flow Nasal Cannula
therapy may
delay intubation and increase mortality

• Different numbers of patients with each etiologic


category
• COPD pts were included
• Technical management issues
• Some patients were being managed in wards
• ICU mortality increased and not 28 day mortality
• Median duration of HFNC in the >48-h group was
126 h in comparison with 10 h in the<48-h group
• (Median duration of HFNC before intubation in
different series ranged from 4 to 17.5 h)

Kang et al. Intensive Care Med; 2015(41):623–632


Lessons learnt
• Close monitoring of patients under HFNC
is mandatory
• Early identification of failure
• Do not use for un-validated indications –
(ac on chronic resp failure)
• Clinical signs (within the first 60 min of
HFNC initiation) for HFNC failure :
– RR
– use of accessory respiratory muscles
– thoraco-abdominal asynchrony
Procedures in • Pre-oxygenation and airway management in the
operating theatre
the OR , • Pre-oxygenation and rapid sequence of intubation
in ICU
intensive care • Oxygen administration during invasive procedures
and ED • bronchoscopy
PERTIMBANGAN UMUM

Kunci sukses adalah Mengidentifikasi pasien yg


mengenali kapabilitas dan sesuai yg akan
limitasi alat mendapatkan terapi

Pemilihan pasien Perlu evaluasi beberapa


merupakan hal yg krusial tahap dan termasuk
untuk suksesnya didalamnya trial NIV pd
pemberian terapi pasien sebelum dilanjutkan
Cardiac
koma
arrest

KONTRA
INDIKASI
ABSOLUT
Semua
Respiratory kondisi yg
arrest memerlukan
tindakan
Cardiac instability - Shock dan memerlukan pressor support,
ventricular dysrhythmias, complicated acute myocardial infarction

GI bleeding - Intractable emesis dan atau perdarahan yg tidak


terkontrol

Tidak mampu mepertahankan jalan napas – gangguan batuk dan


KONTRA menelan, tidak mampu mengeluarkan dahak, letargi, penurunan
INDIKASI LAIN kesadaran

Status epilepticus

Potensi obstruksi jalan napas atas, tumor besar dan massive leher
dan kepala, semua tumor yg menekan jalan napas, angioedema dan
anafilaksis yg menyebabkan gangguan jalan napas
Pasien kooperatif (
Hypoxemia komponen esensial )
(PaO2/FIO2< 200
mm Hg, )

Dyspnea (moderate
KRITERIA PASIEN Hypercapnic respiratory
acidosis (pH berkisar
to severe, tetapi
UNTUK NIV 7.10-7.35)
belum sampai gagal
napas )

Terdapat peningkatan
work of breathing ( Tachypnea (>24
penggunaan otot
napas /menit)
napas tambahan dan
mulut terbuka )
KRITERIA
KEBERHASILAN
TERAPI NIV
FA KTO R - FA K TO R
M E M P R E D I K SI
K E BE R H A SI LA N
& KEGAGA LA N N I V
HIGH FLOW NASAL
WHEN TO USE HFNC?

Recommended algorithm for high-flow nasal


cannula use in acute hypoxaemic respiratory
failure in immunocompetent or
immunocompromised patients.

#: arterial oxygen tension (PaO2)/inspiratory


oxygen fraction (FiO2) <300 (patients with
arterial carbon dioxide ...

Ischaki E, Pantazopoulos I, Zakynthinos S. Nasal high flow


therapy: a novel treatment rather than a more
expensive oxygen device. Eur Respir Rev.
2017;26(145):170028. Published 2017 Aug 9.
doi:10.1183/16000617.0028-2017

https://err.ersjournals.com/content/26/145/170028
EARLY PREDICTORS FOR HFNOT FAILURE

thoraco-
Persisten lower pulse
abdominal
tachypnea, asynchrony oxymetry
ROX INDEX
PREDICTING SUCCESS OF HFNC THERAPY

ROX Index ≥4.88 measured at 2, 6, or 12 hours


SpO!⁄FiO!
ROX Index = after high-flow nasal cannula (HFNC) initiation is
Respiratory Rate associated with a lower risk for intubation.

ROX Index <3.85, risk of HFNC failure is high, and


PRIMARY REFERENCE
intubating the patient should be discussed.
Roca O, Messika J, Caralt B, et al. Predicting success of high-flow nasal
cannula in pneumonia patients with hypoxemic respiratory failure: The
utility of the ROX index. J Crit Care. 2016;35:200-5. ROX Index 3.85 to <4.88, the scoring could be
repeated one or two hours later for further
VALIDATION evaluation.
Roca O, Caralt B, Messika J, et al. An Index Combining Respiratory Rate
and Oxygenation to Predict Outcome of Nasal High-Flow Therapy. Am J
Respir Crit Care Med. 2019;199(11):1368-1376.
P E N G G U N A A N H F N C PA DA
K A S U S C OV I D - 1 9

Guidelines recommend HFNC


•ANZICS guidelines on COVID-19 state the
following:
• “High flow nasal oxygen (HFNO) therapy
(in ICU): HFNO is a recommended therapy
for hypoxia associated with COVID-19
disease, as long as staff are wearing
optimal airborne PPE.”
• “The risk of airborne transmission to staff is
low with well fitted newer HFNO systems
when optimal PPE and other infection
control precautions are being used.
Negative pressure rooms are preferable for
patients receiving HFNO therapy.”

•Surviving Sepsis Guidelines state: “For acute


hypoxemic respiratory failure despite conventional
oxygen therapy, we suggest using HFNC over
conventional oxygen therapy (weak
recommendation, low quality of evidence”)
•WHO guidelines on COVID-19 state that “Recent
publications suggest that newer HFNC and NIV
systems with good interface fitting do not create
widespread dispersion of exhaled air and therefore
should be associated with low risk of airborne
transmission.”
EFEK AEROSOL PADA PENGGUNAAN
HFNC
COVID-19 Hypoxia
Management
AN ALGORITHM FOR THE MANAGEMENT OF
COVID-19 HYPOXIC RESPIRATORY FAILURE

Menggunakan
predictor ROX
index
• Beberapa fitur High Flow Nasal Therapy seperti heated & humidified, memenuhi inspiratory demand pasien,
meningkatkan Functional Residual Capacity, lighter ( simple, ringkas , mudah digunakan ), mencegah O2 dilution
serta menghilangkanruang rugi ( washout dead space ) merupakan keunggulan dibandingkan Conventional
Oxygen Therapy lainnya
• High Flow Nasal Therapy dapat diaplikasikan pada pasien ICU, kamar operasi, UGD dan ruang perawatan
• Penilaian awal pasien yg akan diberikan High Flow Nasal Therapy merupakan kunci kebehasilan terapi
• ROX index bisa menjadi predictor keberhasilan / kegagalan terapi High Flow Nasal
• Penggunaan High Flow Nasal Therapy pada pasien COVID juga dianjurkan oleh beberapa organisasi kesehatan
dunia dengan syarat proteksi diri yang memadai untuk tenaga kesehatan yang melakukan