Anda di halaman 1dari 121

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN

REPUBLIK INDONESIA

LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN


ATAS

LAPORAN KEUANGAN
PEMERINTAH KABUPATEN BIMA
UNTUK TAHUN ANGGARAN 2006
DI
RABA

AUDITORAT UTAMA KEUANGAN NEGARA IV


PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR

Nomor : 02.2A/ /Pwk.BPK RI di Dps/04/2007


Tanggal : 30 April 2007
DAFTAR ISI

Halaman
DAFTAR ISI…………………………………………………………… i
1
LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN……..……
LAPORAN KEUANGAN POKOK…………………………………... 1
1. NERACA KOMPARATIF……………………………..…… 4
2. LAPORAN REALISASI ANGGARAN……………..……… 6
3. LAPORAN ARUS KAS……………………………….……. 9
4. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN........................ 11
56
GAMBARAN UMUM PEMERIKSAAN................
BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

Nomor: 02.2.A/Pwk.BPK RI di Dps/04/2007

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

Kepada Para Pengguna Laporan Keuangan


Pemerintah Kabupaten Bima Tahun Anggaran 2006

Berdasarkan ketentuan Pasal 23E Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
1945, Pasal 31 Undang-Undang No. 17 Tahun 2003, Pasal 56 Undang-Undang No.1 Tahun
2004, dan Pasal 6 Undang-Undang No. 15 Tahun 2006, BPK RI telah memeriksa Neraca
Pemerintah Kabupaten Bima per 31 Desember 2006, Laporan Realisasi Anggaran, Laporan
Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut.
Laporan Keuangan adalah tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Bima. Tanggung jawab
BPK RI adalah pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan pemeriksaan
yang dilakukan.

BPK RI melaksanakan pemeriksaan berdasarkan Standar Pemeriksaan Keuangan Negara yang


ditetapkan oleh BPK RI. Standar tersebut mengharuskan BPK RI merencanakan dan
melaksanakan pemeriksaan agar BPK RI memperoleh keyakinan yang memadai bahwa laporan
keuangan bebas dari salah saji material. Suatu pemeriksaan meliputi penilaian, atas dasar
pengujian, bukti-bukti yang mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan
keuangan. Pemeriksaan juga meliputi penilaian atas Standar Akuntansi Pemerintahan yang
digunakan dan estimasi signifikan yang dibuat oleh pemerintah daerah, serta penilaian terhadap
penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. BPK RI yakin bahwa pemeriksaan BPK RI
memberikan dasar yang memadai untuk menyatakan pendapat.
Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku bagi Pemerintah Kabupaten
Bima merupakan tanggung jawab pemerintah daerah tersebut. Sebagai bagian dari
pemerolehan keyakinan memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari salah saji
material, BPK RI melaksanakan pengujian terhadap kepatuhan Pemerintah Kabupaten Bima
terhadap peraturan perundang-undangan tersebut. Namun, tujuan pemeriksaan BPK RI atas
laporan keuangan adalah tidak menyatakan pendapat atas keseluruhan kepatuhan terhadap
peraturan perundang-undangan tersebut. Oleh karena itu, BPK RI tidak menyatakan suatu
pendapat seperti itu.

Dalam melakukan pemeriksaan keuangan ini, BPK RI menemukan ketidakpatuhan pada


ketentuan peraturan perundang-undangan yang material. Temuan ini telah BPK RI muat dalam
Laporan Hasil Pemeriksaan Kepatuhan Nomor 02.2.B/Pwk.BPK RI di Dps/04/2007 tanggal 30
April 2007 kepada Pemerintah Kabupaten Bima dan pihak berwenang yang terkait.

Dalam melakukan pemeriksaan keuangan ini, BPK RI mengungkapkan kondisi pengendalian


intern Pemerintah Kabupaten Bima dalam Laporan Hasil Pemeriksaan atas Pengendalian Intern
Nomor 02.2.C/Pwk.BPK RI di Dps/04/2007 tanggal 30 April 2007.

Hasil Pemeriksaan BPK RI mengungkapkan hal-hal yang mempengaruhi kewajaran penyajian


laporan keuangan, yaitu:
1. Penyajian Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah Kabupaten Bima Tahun 2006 masih
mengacu pada Kepmendagri No. 29 Tahun 2002 dan belum dikonversi sesuai PP No. 24
Tahun 2005;
2. Pengeluaran Kas bersifat Investasi sebesar Rp5.000.000.000,00 pada Setda Kabupaten
Bima direalisasikan melalui Belanja Barang dan Jasa pada Pos Belanja Operasi dan
Pemeliharaan Setda dengan Objek Belanja Biaya Jasa Pihak Ketiga, sehingga akun Belanja
Biaya Jasa Pihak Ketiga dan akun Pembiayaan pada Laporan Realisasi Anggaran serta
akun Investasi pada Neraca belum mencerminkan keadaan yang sebenarnya.
3. Realisasi Belanja Daerah Tahun Anggaran 2006 belum didukung dengan bukti pengeluaran
yang lengkap yaitu Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas Sekretariat Daerah sebesar
Rp365.530.000, Biaya Propaganda, Pameran, Penerangan Dokumentasi Setda sebesar
Rp55.150.000,00, Belanja Tidak Tersangka sebesar Rp240.631.000,00, Biaya
Pengembangan SDM Sekretariat DPRD sebesar Rp278.125.000,00 dan Biaya Perjalanan
Dinas Sekretariat DPRD sebesar Rp865.854.500,00;
Menurut pendapat BPK RI, kecuali atas hal yang diuraikan dalam paragraf di atas laporan
keuangan yang disebut di atas menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi
keuangan Pemerintah Kabupaten Bima per 31 Desember 2006, realisasi anggaran, dan arus kas
untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan Standar Akuntansi
Pemerintahan.

Denpasar, 30 April 2007

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN


REPUBLIK INDONESIA
Perwakilan BPK RI di Denpasar
Kuasa Penanggung Jawab Pemeriksaan,

Drs. Imam Muslich, MSi., Ak.


Akuntan Register Negara Nomor D-6407
PEMERINTAH KABUPATEN BIMA
NERACA
PER 31 DESEMBER 2006 DAN 2005

(dalam rupiah)
No Pos Neraca/Uraian 31-Des-06 31-Des-05
1 2 3 4
AKTIVA
AKTIVA LANCAR
1 Kas di Kas Daerah 13.981.689.433,77 24.281.157,15
2 Kas di Pemegang Kas 116.483.856,00 112.563.549,00
3 Piutang Pajak 11.593.453,00 10.425.000,00
4 Piutang Retribusi 1.075.816.825,00 495.171.196,00
5 Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran 233.495.650,00 245.518.879,00
6 Bagian Lancar Tuntutan Ganti Rugi 141.681.637,00 141.681.637,00
7 Persediaan 4.488.313.962,00 2.195.587.669,60
Jumlah Aktiva Lancar 20.049.074.816,77 3.225.229.087,75
INVESTASI PERMANEN
1 Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) 15.364.411.411,00 12.776.700.911,00
2 Pinjaman kepada BUMD 40.000.000,00 40.000.000,00
Jumlah Investasi Permanen 15.404.411.411,00 12.816.700.911,00
AKTIVA TETAP
1 Tanah 514.712.464.120,00 513.855.815.000,00
2 Gedung dan Bangunan 205.094.318.653,00 194.325.303.473,00
3 Jalan, Instalasi, Jaringan dan Jembatan 181.403.554.609,00 164.083.682.474,00
4 Peralatan dan Mesin 66.424.923.455,00 41.088.381.350,00
5 Aktiva Tetap Lainnya 2.938.586.095,00 1.934.863.895,00
Jumlah Aktiva Tetap 970.573.846.932,00 915.288.046.192,00
PEKERJAAN DALAM PELAKSANAAN
6 Pekerjaan dalam Pelaksanaan 0,00 16.908.336.860,00
AKTIVA LAINNYA
1 Tagihan Penjualan Angsuran 0,00 260.860.452,00
2 Dana Bergulir 774.035.233,00 1.138.419.247,00
3 Kemitraan dengan Pihak III 5.947.954.000,00 7.908.954.000,00
4 Dana Penguatan Modal & Penjaminan 1.770.000.000,00 1.770.000.000,00
Jumlah Aktiva Lainnya 8.491.989.233,00 11.078.233.699,00
JUMLAH AKTIVA 1.014.519.322.392,77 959.316.546.749,75
HUTANG
HUTANG JANGKA PENDEK
1 Hutang Kepada Pihak III 0,00 4.895.350.000,00
2 Hutang Perhitungan Fihak Ketiga (PFK) 0,00 0,00
3 Hutang TGR 0,00 0,00
Jumlah Hutang Jangka Pendek 0,00 4.895.350.000,00
HUTANG JANGKA PANJANG
1 Hutang Dalam Negeri 499.000.000,00 499.000.000,00
Jumlah Hutang Jangka Panjang 499.000.000,00 499.000.000,00
JUMLAH HUTANG 499.000.000,00 5.394.350.000,00

4
1 2 3 4
EKUITAS DANA
I. EKUITAS DANA UMUM
1 Ekuitas Dana Lancar 20.049.074.816,77 (1.670.120.912,25)
2 Ekuitas Dana Diinvestasikan 993.971.247.576,00 955.592.317.662,00
II. EKUITAS DANA DICADANGKAN
1 Ekuitas Dana Dicadangkan 0,00 0,00
III. EKUITAS DANA DONASI 0,00
1 Ekuitas Dana Donasi 0,00 0,00
JUMLAH EKUITAS 1.014.020.322.392,77 953.922.196.749,75
JUMLAH HUTANG DAN EKUITAS 1.014.519.322.392,77 959.316.546.749,75

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan secara keseluruhan

Denpasar, 30 April 2007


Bupati Bima,

Ferry Zulkarnain, ST

4
PEMERINTAH KABUPATEN BIMA
LAPORAN REALISASI ANGGARAN
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR SAMPAI DENGAN 31 DESEMBER 2006
(dalam rupiah)
No Uraian Anggaran Realisasi

1 2 3 4

1 PENDAPATAN
1. 1. PENDAPATAN ASLI DAERAH 21.116.852.714,00 19.169.052.677,02
1. 1. 1. Pajak Daerah. 1.502.085.000,00 1.595.506.551,00
2. Retribusi Daerah. 7.519.079.750,00 7.188.091.581,00
3. Bagian Laba Usaha Daerah. 825.000.000,00 784.435.864,00
4. Lain-lain Pendapatan Asli Daerah 11.270.687.964,00 9.601.018.681,02

1. 2. DANA PERIMBANGAN 399.008.824.778,42 398.507.860.230,60


2. 2. 1. Bagi Hasil Pajak. 12.800.000.000,00 18.076.768.623,00
2. Bagi Hasil Bukan Pajak. 11.439.186.234,42 5.900.459.809,50
3. Dana Alokasi Umum 330.942.000.000,00 330.942.000.000,00
4. Dana Alokasi Khusus 36.360.000.000,00 36.360.000.000,00
5. Bagi Hasil Pajak & Bantuan Keuangan Dari 7.467.638.544,00 7.228.631.798,10
Propinsi

I. 3. LAIN - LAIN PENDAPATAN YANG SAH 104.696.200,00 104.696.200,00


3. 1. 1. Dana Kontijensi / Dana Penyeimbang dari 104.696.200,00 104.696.200,00
Pemerintah
JUMLAH PENDAPATAN : 420.230.373.692,42 417.781.609.107,62

2. BELANJA
2. 1. BELANJA APARATUR 264.643.246.065,57 258.969.192.547,00
2. 1. 1 Belanja Administrasi Umum 230.257.725.530,57 225.946.601.618,00
2. 1. 1 1 Belanja Pegawai 184.308.789.648,57 183.272.408.874,00
2. 1. 1 2 Belanja Barang & Jasa 33.703.024.630,00 31.717.148.433,00
2. 1. 1 3 Belanja Perjalanan 6.236.300.000,00 5.641.499.700,00
2. 1. 1 4 Belanja Pemeliharaan 6.009.611.252,00 5.315.544.611,00

2. 1. 2. Belanja Operasi & Pemeliharaan 13.057.350.635,00 12.131.806.604,00


2. 1. 2. 1 Belanja Pegawai 1.479.797.000,00 1.294.563.875,00
2. 1. 2. 2 Belanja Barang & Jasa 8.394.660.535,00 8.042.630.729,00
2. 1. 2. 3 Belanja Perjalanan 1.077.091.000,00 747.891.500,00
2. 1. 2. 4 Belanja Pemeliharaan 2.105.802.100,00 2.046.720.500,00
2. 1. 3. Belanja Modal 21.328.169.900,00 20.890.784.325,00

6
1 2 3 4
2. 2. BELANJA PUBLIK 152.923.972.333,00 142.051.087.977,00
2. 2. 1 Belanja Administrasi Umum 2.811.977.675,00 2.108.773.869,00
2. 2. 1 1 Belanja Pegawai 360.000.000,00 352.060.000,00
2. 2. 1 2 Belanja Barang & Jasa 2.451.977.675,00 1.756.713.869,00
2. 2. 1 3 Belanja Perjalanan 0,00 0,00
2. 2. 1 4 Belanja Pemeliharaan 0,00 0,00

2. 2. 2 Belanja Operasi & Pemeliharaan 84.908.325.673,00 78.284.804.193,00


2. 2. 2 1 Belanja Pegawai 3.988.362.200,00 3.270.422.000,00
2. 2. 2 2 Belanja Barang & Jasa 36.656.163.740,00 32.913.636.925,00
2. 2. 2 3 Belanja Perjalanan 4.061.483.600,00 2.664.230.800,00
2. 2. 2 4 Belanja Pemeliharaan 40.202.316.133,00 39.436.514.468,00

2. 2. 3. Belanja Modal 36.033.593.985,00 35.924.768.915,00

Belanja Bantuan Keuangan dan Bagi


2. 2. 4.
Hasil 28.148.175.000,00 25.019.277.050,00

2. 2. 5. Belanja Tidak Tersangka 1.021.900.000,00 713.463.950,00

JUMLAH BELANJA 417.567.218.398,57 401.020.280.524,00


SURPLUS / ( DEFISIT ) 2.663.155.293,85 16.761.328.583,62

3. PEMBIAYAAN
3. 1. PENERIMAAN DAERAH 136.844.706,15 136.844.706,15

3. 1. 1. Sisa Perhitungan Anggaran Tahun lalu 136.844.706,15 136.844.706,15


3. 1. 2. Transfer dari Dana Cadangan 0,00 0,00
3. 1. 3. Transfer dari Dana Depresiasi 0,00 0,00
3. 1. 4. Penerimaan Pinjaman & Obligasi 0,00 0,00

3. 2. PENGELUARAN DAERAH 2.800.000.000,00 2.800.000.000,00

3. 2. Penyertaan Modal 2.800.000.000,00 2.800.000.000,00


2. 1 PT. Bank NTB 1.000.000.000,00 1.000.000.000,00
2. 2 BPR - LKP 1.500.000.000,00 1.500.000.000,00
2. 3 PD. Wawo 200.000.000,00 200.000.000,00
2 4 PDAM 100.000.000,00 100.000.000,00

3 2 4 Sisa lebih perhitungan tahun berjalan 14.098.173.289,77

JUMLAH PEMBIAYAAN (2.663.155.293,85) (16.761.328.583,62)

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan
keuangan secara keseluruhan

Denpasar, 30 April 2007


Bupati Bima,

Ferry Zulkarnain, ST

6
PEMERINTAH KABUPATEN BIMA
LAPORAN ARUS KAS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2006
(dalam rupiah)
NO URAIAN JUMLAH

1 2 4

1 ALIRAN KAS DARI AKTIVITAS OPERASI


2 Aliran Kas Masuk
3 PENDAPATAN ASLI DAERAH
4 Pendapatan Pajak Daerah 1.595.506.551,00
5 Pendapatan Retribusi Daerah 7.188.091.581,00
6 Pendapatan Hasil Perusahaan Milik Daerah dan Hasil Pengelolaan Kekayaan 784.435.864,00
7 Lain-lain Pendapatan Asli Daerah 9.601.018.681,02
8 Jumlah Pendapatan Asli Daerah (4 s.d. 7) 19.169.052.677,02
9 PENDAPATAN DANA PERIMBANGAN
10 Bagi Hasil Pajak 18.076.768.623,00
11 Bagi Hasil Bukan Pajak 5.900.459.809,50
12 Dana Alokasi Umum 330.942.000.000,00
13 Dana Alokasi Khusus 36.360.000.000,00
14 Bagi Hasil Pajak dan Bantuan Keuangan Dari Propinsi 7.228.631.798,10
15 Jumlah Pendapatan Dana Perimbangan (10 s.d. 14) 398.507.860.230,60
16 LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH -
17 Dana Kontinjensi/Dana Penyeimbang dari Pemerintah 104.696.200,00
18 Dana Darurat/Bencana Alam
19 Jumlah Lain-lain Pendapatan Yang Sah (17 s.d. 18) 104.696.200,00
20 Jumlah Aliran Kas Masuk (8 + 15 + 19) 417.781.609.107,62
21 Aliran Kas Keluar
22 BELANJA ADMINISTRASI UMUM
23 Belanja Pegawai / Personalia 183.624.468.874,00
24 Belanja Barang dan Jasa 33.473.862.302,00
25 Belanja Perjalanan Dinas 5.641.499.700,00
26 Belanja Pemeliharaan 5.315.544.611,00
27 Jumlah Belanja Administrasi Umum (23 s.d. 26) 228.055.375.487,00
28 BELANJA OPERASI DAN PEMELIHARAAN
29 Belanja Pegawai / Personalia 4.565.210.875,00
30 Belanja Barang dan Jasa 40.956.042.654,00
31 Belanja Perjalanan Dinas 3.412.122.300,00
32 Belanja Pemeliharaan 41.483.234.968,00
33 Jumlah Belanja Operasi dan Pemeliharaan (29 s.d. 32) 90.416.610.797,00
34 BELANJA BANTUAN KEUANGAN DAN BAGI HASIL
35 Belanja Bantuan Keuangan dan Bagi Hasil 25.019.277.050,00
36 Jumlah Belanja Bagi Hasil Dan Bantuan Keuangan (35) 25.019.277.050,00
37 BELANJA TIDAK TERSANGKA
38 Belanja Tidak Tersangka 713.463.950,00
39 Jumlah Belanja Tidak Tersangka (38) 713.463.950,00
40 Jumlah Aliran Kas Keluar (27 + 33 + 36 + 39) 344.204.727.284,00
41 Aliran Kas Bersih dari Aktivitas Operasi (20 - 40) 73.576.881.823,62

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
secara keseluruhan

8
1 2 4
42 ALIRAN KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
43 Aliran Kas Masuk
44 PENJUALAN INVESTASI JANGKA PANJANG 0,00
45 PENJUALAN AKTIVA TETAP 0,00
46 Jumlah Aliran Kas Masuk (44 s.d. 45) 0,00
47 Aliran Kas Keluar
48 BELANJA MODAL/PEMBANGUNAN
49 Belanja Modal/Pembangunan 56.815.553.240,00
50 Jumlah Belanja Modal Pembangunan (49) 56.815.553.240,00
51 Jumlah Aliran Kas Keluar (50) 56.815.553.240,00
52 Aliran Kas Bersih dari Aktivitas Investasi (46 - 51) (56.815.553.240,00)
53 ALIRAN KAS DARI AKTIVITAS PEMBIAYAAN
54 Aliran Kas Masuk
55 Transfer dari Dana Cadangan 0,00
56 Penerimaan Pinjaman dan Obligasi 0,00
57 Hasil Penjualan Asset Daerah yang Dipisahkan 0,00
58 Jumlah Aliran Kas Masuk (55 s.d. 57) 0,00
59 Aliran Kas Keluar
60 Transfer dana ke Cadangan
61 Penyertaan Modal 2.800.000.000,00
62 Pembayaran utang pokok yang telah jatuh tempo 0,00
63 Jumlah Aliran Kas Keluar (60 s.d. 62) 2.800.000.000,00
64 Aliran Kas Bersih dari Aktivitas Pembiayaan (58 - 63) (2.800.000.000,00)
65 ALIRAN KAS DARI AKTIVITAS NON ANGGARAN
66 Aliran Kas Masuk
67 PENERIMAAN PERHITUNGAN PIHAK KETIGA (PFK) 14.959.285.942,00
68 POS-POS LUAR BIASA 0,00
69 Jumlah Aliran Kas Masuk (67 s.d. 68) 14.959.285.942,00
70 Aliran Kas Keluar
71 PENGELUARAN PERHITUNGAN PIHAK KETIGA (PFK) (14.959.285.942,00)
72 POS-POS LUAR BIASA 0,00
73 Jumlah Aliran Kas Keluar (71 s.d. 72) (14.959.285.942,00)
74 Aliran Kas Bersih dari Aktivitas Non Anggaran (69 - 73) 0,00
75 Kenaikan (Penurunan) Kas Selama Periode (41 + 52 + 66 + 76) 13.961.328.583,62
76 SALDO AWAL KAS 136.844.706,15
77 SALDO AKHIR KAS 14.098.173.289,77

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan
secara keseluruhan

Denpasar, 30 April 2007


Bupati Bima,

Ferry Zulkarnain, ST

8
PEMERINTAH KABUPATEN BIMA

CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN


A. Kebijakan akuntansi
Kebijakan akuntansi penyusunan Laporan Keuangan Kabupaten Bima Tahun
Anggaran 2006 mengacu pada Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 29
Tahun 2002 tentang Pedoman Pengurusan, Pertanggungjawaban dan Pengawasan
Keuangan Daerah Serta Tata Cara Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah, Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.
a. Kebijakan Umum
1) Basis Akuntansi
Basis Akuntansi yang digunakan dalam penyusunan Laporan Keuangan
Kabupaten Bima adalah basis kas untuk pengakuan pendapatan, belanja
dan pembiayaan dalam Laporan Realisasi Anggaran dan basis akrual untuk
pengakuan aset, kewajiban dan ekuitas dalam neraca.
a) Pendapatan dan penerimaan pembiayaan diakui pada saat diterima di
Kas Daerah, sedangkan belanja dan pengeluaran pembiayaan diakui
pada saat dikeluarkan dari Kas Daerah.
b) Eksistensi aset, di samping dipengaruhi oleh transaksi penerimaan dan
pengeluaran dari Kas Daerah (transaksi kas), juga dipengaruhi oleh
transaksi non-kas dan atau karena tibanya waktu yang menimbulkan
hak dan kewajiban tersebut.

2) Azas bruto
Pembukuan pendapatan berdasarkan jumlah bruto, tidak ada kompensasi
antara penerimaan dan pengeluaran.

3) Historical cost
Nilai aset diakui sebesar harga perolehan yaitu seluruh pembayaran yang
dilakukan pada waktu memperoleh barang tersebut, mulai harga
pembelian/pengadaan barang tersebut di tambah biaya-biaya lainnya (jika
ada) yang dikeluarkan sampai barang tersebut siap di tempat dan siap
digunakan.
4) Pengukuran dalam rupiah
Pengukuran pos-pos dalam laporan keuangan menggunakan mata uang
rupiah. Transaksi yang menggunakan mata uang asing harus dinyatakan
dalam mata uang rupiah.

5) Periode akuntansi
Informasi disajikan berdasarkan periode akuntansi dengan memakai tahun
anggaran.

6) Dana Umum (dengan pengecualian untuk aset)


Pertanggungjawaban keseluruhan penerimaan dan pengeluaran termasuk
aset, hutang dan ekuitas dana, pada prinsipnya adalah melalui dana umum
berupa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Namun,
khusus untuk aset apabila terdapat perolehan aset berupa hibah dan
dropping dari pemerintah pusat/instansi lebih tinggi yang tidak melalui
mekanisme APBD, asalkan terdapat perpindahan hak kepemilikan, tetap
diakui sebagai aset daerah.

b. Kebijakan Akuntansi Pos-Pos Laporan Keuangan


1) Neraca
Neraca adalah laporan yang menggambarkan posisi keuangan pemerintah
mengenai Aktiva, Hutang dan Ekuitas Dana pada suatu tanggal tertentu.
Susunan dan isi neraca dibagi atas 2 (dua) bagian yaitu Aktiva di sisi
Aktiva dan Hutang serta Ekuitas di sisi Pasiva.

Aktiva terdiri dari :


a. Aktiva Lancar
b. Investasi Permanen
c. Aktiva Tetap
d. Aktiva Lainnya
Hutang dan Ekuitas Dana terdiri dari:
a. Hutang Jangka Pendek
b. Hutang Jangka Panjang
c. Ekuitas Dana Lancar
d. Ekuitas Dana yang Diinvestasikan
e. Ekuitas Dana yang Dicadangkan

a) Akuntansi Aktiva Lancar


Aktiva Lancar adalah kas dan sumber daya lainnya yang diharapkan
dapat dicairkan menjadi kas, dijual atau dipakai habis dalam 1 (satu)
periode akuntansi.
Aktiva Lancar terdiri dari Kas di Kas Daerah, Kas di Pemegang Kas,
Bagian Lancar dari Tagihan Penjualan Angsuran, Bagian Lancar dari
TGR, Piutang Pajak, Piutang lain-lain dan Persediaan.
(1) Kas di Kas Daerah
(a) Kas adalah alat pembayaran yang sah yang setiap saat dapat
dipergunakan untuk membiayai kegiatan pemerintah. Kas di
Kas Daerah merupakan saldo kas pemerintah daerah yang
berada di rekening Kas Daerah pada PT Bank NTB Cabang
Bima atau bank lain yang ditunjuk Pemkab Bima.
(b) Kas di Kas Daerah dinyatakan dalam nilai rupiah, jika ada
kas dalam valuta asing maka harus dikonversi berdasarkan
nilai kurs tengah BI pada tanggal neraca.
(c) Hal-hal yang diungkapkan adalah : Rincian jumlah Kas di
Kas Daerah.

(2) Kas di Pemegang Kas


(a) Kas di Pemegang Kas adalah kas dalam pengelolaan
Pemegang Kas (Bendaharawan satuan kerja) yang masih
harus dipertanggungjawabkan kepada Bendahara Umum
(Uang Untuk Dipertanggungjawabkan / UUDP) maupun
pungutan-pungutan bendaharawan (pajak dan lain-lain)
yang belum disetor ke Kas Negara/ Daerah.
(b) Kas di Pemegang Kas dinyatakan dalam nilai rupiah, jika
ada kas dalam valuta asing harus dikonversi berdasarkan
nilai kurs tengah BI pada tanggal neraca.
(c) Hal-hal yang diungkapkan adalah : Rincian jumlah Kas di
masing-masing Pemegang Kas.

(3) Bagian Lancar dari Tagihan Penjualan Angsuran


(a) Bagian Lancar dari Tagihan Penjualan Angsuran merupakan
reklasifikasi tagihan angsuran jangka panjang ke dalam
piutang jangka pendek yang disebabkan adanya tagihan
angsuran jangka panjang yang jatuh tempo tahun berikutnya
atas penjualan inventaris/aktiva milik Pemerintah Kabupaten
Bima.
(b) Perkiraan Tagihan Penjualan Angsuran dicatat sebesar nilai
nominal.
(c) Hal-hal yang diungkapkan adalah Klasifikasi tagihan
penjualan angsuran menurut debitur dan Klasifikasi tagihan
penjualan angsuran menurut umur.

(4) Bagian Lancar dari Tuntutan Ganti Rugi (TGR)


(a) Bagian Lancar TGR merupakan reklasifikasi lain-lain aktiva
yang berupa TGR ke dalam aktiva lancar disebabkan adanya
TGR jangka panjang yang jatuh tempo tahun berikutnya.
Saldo TGR merupakan saldo TGR yang belum dilunasi per
tanggal neraca.
(b) Perkiraan Bagian Lancar TGR dicatat sebesar nilai nominal.
(c) Hal-hal yang diungkapkan adalah : Klasifikasi Bagian Lancar
TGR menurut debitur dan Klasifikasi Bagian Lancar TGR
menurut umur.

(5) Piutang Pajak/Retribusi


(a) Piutang Pajak/Retribusi merupakan piutang yang diakui atas
pajak-pajak / retribusi daerah yang sudah ada ketetapannya
(SKP/SKPT).
(b) Perkiraan Piutang Pajak/Retribusi dicatat sebesar nilai
nominal.
(c) Hal-hal yang diungkapkan adalah Klasifikasi Piutang
Pajak/Retribusi menurut debitur, menurut umur, dan menurut
jenisnya.

(6) Piutang Lain-lain


(a) Piutang lain-lain merupakan piutang selain tagihan penjualan
angsuran, TGR dan piutang pajak/retribusi.
(b) Perkiraan Piutang Lain-lain dicatat sebesar nilai nominal.
(c) Hal-hal yang diungkapkan adalah Klasifikasi Piutang Lain-
lain menurut debitur, menurut umur, dan menurut jenisnya.

(7) Persediaan
(a) Persediaan adalah barang habis pakai yang diperoleh dengan
maksud untuk mendukung kegiatan operasional pemerintah
dan barang-barang yang dimaksudkan untuk
dijual/diserahkan dalam rangka pelayanan masyarakat.
(b) Perkiraan Persediaan dicatat sebesar:
(i) Physical Method artinya persediaan dicatat berdasarkan
hasil opname.
(ii) Harga pembelian terakhir jika diperoleh dengan
pembelian.
(iii) Harga standar jika diperoleh dengan memproduksi
sendiri.
(iv) Harga/nilai wajar atau estimasi nilai penjualan jika
diperoleh dengan cara lain, seperti donasi.
(c) Hal-hal yang diungkapkan adalah rincian/klasifikasi
persediaan dan jumlah masing-masing klasifikasi.

b) Akuntansi Investasi Permanen


Investasi Permanen adalah investasi jangka panjang yang diadakan
dengan maksud untuk mendapatkan manfaat ekonomis dan atau
manfaat sosial dalam jangka waktu lebih dari 1 (satu) periode
akuntansi.
Investasi Permanen terdiri dari:
1. Penyertaan modal / ekuitas dalam Badan Usaha Milik Negara /
Daerah (BUMN/D), lembaga keuangan negara, badan hukum
milik negara, badan internasional dan badan usaha lainnya
bukan milik negara,
2. Pinjaman kepada BUMN/D dan pihak lainnya,
3. Penanaman modal dalam proyek pembangunan yang dapat
dipertukarkan atau dialihkan kepada pihak ketiga,
4. Investasi permanen lainnya yang dimiliki untuk menghasilkan
pendapatan.

(1) Penyertaan Modal Pemerintah Kabupaten


(a) Penyertaan Modal Pemerintah Kabupaten
menggambarkan jumlah yang dibayar oleh Pemerintah
Kabupaten Bima untuk penyertaan modal dalam badan
usaha milik negara/daerah di dalam dan di luar negeri
serta lembaga-lembaga keuangan.
(b) Penyertaan modal dalam BUMN/D dan lembaga
keuangan dibukukan berdasarkan harga perolehan
termasuk biaya tambahan lainnya yang terjadi untuk
memperoleh kepemilikan yang syah atas investasi
tersebut.
Harga perolehan investasi dalam valuta asing harus
dinyatakan dalam mata uang rupiah dengan
menggunakan nilai tukar (kurs tengah BI) yang berlaku
pada tanggal neraca.
(c) Hal-hal yang diungkapkan adalah rincian/klasifikasi
penyertaan tersebut dan jumlah masing-masing
klasifikasi.

(2) Pinjaman kepada BUMN/D dan Pihak Lainnya


(a) Pinjaman kepada BUMN/D dan Pihak Lainnya
menggambarkan jumlah yang dibayar oleh pemerintah
dicatat sebagai pinjaman.
(b) Perkiraan ini dicatat sebesar nilai nominal.
(c) Hal-hal yang diungkapkan dalam perkiraan ini
disesuaikan dengan kebutuhan daerah antara lain:
- Klasifikasi Pinjaman BUMN/D dan Pihak
Lainnya menurut umur
- Klasifikasi Pinjaman BUMN/D dan Pihak
Lainnya menurut debitur

(3) Penyertaan Modal dalam Proyek Pembangunan


(a) Penyertaan Modal dalam Proyek Pembangunan adalah
akumulasi dana yang dikeluarkan ke proyek yang
dilaksanakan dengan maksud untuk mengalihkan
sepenuhnya atau sebagian kepemilikan proyek tersebut
kepada pihak ketiga setelah proyek mencapai tingkat
penyelesaian tertentu.
(b) Penyertaan Modal dalam Proyek Pembangunan
dibukukan berdasarkan harga perolehan termasuk biaya
tambahan lainnya yang terjadi untuk memperoleh
kepemilikan yang sah atas investasi tersebut.
Harga perolehan investasi dalam valuta asing harus
dinyatakan dalam mata uang rupiah dengan
menggunakan nilai tukar (kurs tengah BI) yang berlaku
pada tanggal neraca.
(c) Hal-hal yang diungkapkan adalah rincian/klasifikasi
penyertaan tersebut dan jumlah masing-masing
klasifikasi.

(4) Investasi Permanen Lainnya


(a) Investasi Permanen Lainnya menggambarkan semua
biaya investasi permanen lainnya yang tidak dapat
diklasifikasikan ke dalam perkiraan penyertaan modal
di atas.
(b) Investasi permanen lainnya dibukukan berdasarkan
harga perolehan termasuk biaya tambahan lainnya yang
terjadi untuk memperoleh kepemilikan yang sah atas
investasi tersebut.
Harga perolehan investasi dalam valuta asing harus
dinyatakan dalam mata uang rupiah dengan
menggunakan nilai tukar (kurs tengah BI) yang berlaku
pada tanggal neraca.
(c) Hal-hal yang diungkapkan adalah rincian/klasifikasi
penyertaan tersebut dan jumlah masing-masing
klasifikasi.

c) Akuntansi Aktiva Tetap


Aktiva Tetap adalah aktiva berwujud yang mempunyai masa
manfaat lebih dari 1 (satu) periode akuntansi untuk digunakan dalam
kegiatan pemerintah atau dimanfaatkan oleh masyarakat umum.
Aktiva Tetap dapat diperoleh dari dana yang bersumber dari sebagian
atau seluruh APBD melalui pembelian, pembangunan, hibah atau
donasi, pertukaran dengan aktiva lainnya dan dari sitaan atau
rampasan.
Secara umum Aktiva Tetap Pemerintah Kabupaten Bima dinilai
berdasarkan nilai perolehan aktiva tersebut. Apabila nilai perolehan
tidak diketahui, Aktiva Tetap dinilai berdasarkan estimasi Harga Pasar
Wajar dengan memperhatikan kondisi aktiva tersebut. Khusus nilai
aktiva tetap sampai dengan 31 Desember 2003, berdasarkan penilaian
yang dilakukan oleh penilai independen.
Aktiva Tetap terdiri dari:
1. Tanah
2. Peralatan dan Mesin
3. Gedung dan Bangunan
4. Jalan, Instalasi, Jaringan dan Jembatan
5. Aktiva Tetap Lainnya
6. Pekerjaan dalam Pelaksanaan

(1) Tanah
Tanah menggambarkan seluruh biaya yang dikeluarkan untuk
memperoleh tanah sampai dengan tanah tersebut siap dipakai.
Biaya ini meliputi antara lain harga pembelian serta biaya untuk
memperoleh hak, biaya yang berhubungan dengan pengukuran dan
penimbunan. Nilai tanah juga meliputi biaya pembelian bangunan
tua yang terletak pada sebidang tanah yang dibeli untuk
melaksanakan pembangunan sebuah gedung baru jika bangunan tua
itu dimaksudkan untuk dibongkar.

(2) Peralatan dan Mesin


Peralatan dan Mesin menggambarkan seluruh biaya yang
dikeluarkan untuk memperoleh peralatan dan mesin sampai siap
pakai. Biaya ini meliputi antara lain harga pembelian dan biaya
instalasi serta biaya langsung lainnya untuk memperoleh dan
mempersiapkan aktiva sehingga dapat digunakan.

(3) Gedung dan Bangunan


Gedung dan Bangunan menggambarkan seluruh biaya yang
dikeluarkan untuk memperoleh gedung dan bangunan sampai siap
pakai. Biaya ini meliputi antara lain harga beli, biaya pembebasan,
biaya pengurusan IMB, notaris dan pajak. Biaya konstruksi yang
dicakup oleh suatu kontrak konstruksi akan meliputi harga kontrak
ditambah dengan biaya tidak langsung lainnya yang dilakukan
sehubungan dengan konstruksi dan dibayar pada pihak selain dari
kontraktor. Biaya ini juga mencakup biaya bagian dari
pembangunan yang dilaksanakan secara swakelola jika ada.

(4) Jalan, Instalasi, Jaringan dan Jembatan


Jalan, Instalasi, Jaringan dan Jembatan menggambarkan seluruh
biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh jalan, instalasi, jaringan
dan jembatan sampai siap pakai. Biaya ini meliputi antara lain
biaya perolehan dan biaya lain-lain sampai dengan jalan, irigasi,
dan jaringan tersebut siap pakai.

(5) Aktiva Tetap Lainnya


Aktiva Tetap Lainnya menggambarkan seluruh biaya yang
dikeluarkan untuk memperoleh aktiva tetap lainnya sampai siap
pakai. Biaya ini meliputi antara lain biaya perolehan semua aktiva
tetap lainnya yang tidak dapat diklasifikasikan dengan tepat ke
dalam aktiva tetap yang telah diuraikan sebelumnya.

(6) Pekerjaan dalam pelaksanaan


Konstruksi dalam pengerjaan menggambarkan biaya yang
diakumulasikan sampai pada tanggal neraca dari semua jenis aktiva
tetap dalam pengerjaan yang belum selesai dibangun.

(7) Pengukuran
Aktiva tetap baru dicatat sebagai aktiva Pemda pada saat diterima
dan hak kepemilikan berpindah. Aktiva tetap dinyatakan dalam
neraca dengan nilai historis, yaitu nilai perolehan atau jika nilai
historis tidak memungkinkan digunakan nilai historis yang
diestimasikan atau perkiraan harga pasar yang wajar.

(8) Pengungkapan
Hal-hal yang diungkapkan dalam aktiva tetap adalah:
(1) Aktiva tetap tidak mengenal adanya depresiasi/penyusutan.
(2) Aktiva tetap akan dihapuskan apabila rusak berat, hilang dan
sebagainya mengacu pada Keputusan Menteri Dalam Negeri
dan Otonomi Daerah Nomor 11 Tahun 2001 tentang Pedoman
Pengelolaan Barang Daerah, pasal 22 ayat 3, yaitu: setiap
penghapusan barang daerah diatur sebagai berikut:
(i) Barang bergerak seperti Kendaraan Perorangan Dinas dan
Kendaraan Operasional Dinas ditetapkan oleh Kepala
Daerah setelah memperoleh persetujuan DPRD,
sedangkan untuk barang-barang inventaris lainnya cukup
ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah.
(ii) Barang tidak bergerak ditetapkan dengan Keputusan
Kepala Daerah setelah memperoleh persetujuan DPRD.
(iii) Untuk bangunan dan gedung yang akan dibangun kembali
(rehab total) sesuai peruntukan semula serta yang sifatnya
mendesak atau membahayakan, penghapusannya cukup
ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah.
b) Akuntansi Aktiva Lainnya
Aktiva Lainnya adalah aktiva yang tidak dapat dikelompokkan ke
dalam aktiva lancar, aktiva tetap dan investasi permanen.
Aktiva lainnya terdiri dari:
(1) Tagihan Penjualan Angsuran
(2) Kemitraan dengan Pihak Ketiga
(3) Dana Cadangan
(4) Dana Bergulir kepada Kelompok Masyarakat
(5) Lain-lain Aktiva

(1) Tagihan Penjualan Angsuran


(a) Tagihan Penjualan Angsuran menggambarkan jumlah
yang dapat diterima dari penjualan rumah dan
kendaraan dan tagihan angsuran lainnya kepada
pegawai pemerintah.
(b) Perkiraan ini dinilai dengan nilai nominal dari transaksi
penjualan tersebut.
(c) Hal-hal yang perlu diungkapkan berkaitan dengan
tagihan penjualan angsuran antara lain klasifikasi
tagihan penjualan angsuran menurut debitur dan
jenisnya.

(2) Kemitraan dengan Pihak Ketiga


(a) Kemitraan dengan Pihak Ketiga menggambarkan nilai
hak yang akan diperoleh atas suatu aktiva yang
dibangun dengan cara kemitraan antara pemerintah
dengan pihak ketiga berdasarkan perjanjian
(b) Aktiva Pemerintah Kabupaten Bima yang diserahkan
pengelolannya berdasarkan kemitraan dengan pihak
ketiga dinilai berdasarkan nilai perolehan. Sedangkan
aktiva kemitraan yang dibangun oleh pihak ketiga
dinilai berdasarkan biaya perolehannya atau sebesar
biaya yang tercantum dalam perjanjian.
(c) Hal-hal yang perlu diungkapkan adalah klasifikasi
kemitraan dengan pihak ketiga menurut jenisnya.
(3) Dana Cadangan
(a) Dana Cadangan adalah dana yang dibentuk untuk
membiayai kebutuhan dana (special fund) yang tidak
dapat dibebankan dalam satu tahun anggaran.
(b) Dana Cadangan dinilai sebesar akumulasi dana yang
berasal dari pembentukan dana cadangan yang
tercantum dalam APBD (nominal) ditambah dengan
hasil perolehannya.
(c) Hal-hal yang perlu diungkapkan adalah klasifikasi dana
cadangan menurut tujuan pembentukannya

(4) Dana Bergulir kepada Kelompok Masyarakat


(a) Dana Bergulir kepada Kelompok Masyarakat adalah
akumulasi dana yang diserahkan kepada kelompok
masyarakat berupa dana bergulir yang harus
dikembalikan dalam jangka waktu tertentu beserta
bagian keuntungannya untuk digulirkan kembali kepada
kelompok masyarakat lainnya.
(b) Dana Bergulir kepada Kelompok Masyarakat dibukukan
berdasarkan nilai nominal pinjaman tersebut.
(c) Hal-hal yang perlu diungkapkan adalah klasifikasi dana
bergulir/pinjaman tersebut dan jumlah masing-masing
klasifikasinya.

(5) Lain-lain Aktiva


(a) Lain-lain aktiva adalah aktiva diluar Tagihan Penjualan
Angsuran, Kemitraan dengan Pihak Ketiga, Lain-lain
Aktiva dan Dana Cadangan.
(b) Lain-lain Aktiva dinilai berdasarkan nilai nominalnya.
(c) Hal-hal yang perlu diungkapkan yang berkaitan dengan
penjualan angsuran adalah klasifikasi tagihan penjualan
angsuran menurut debitur.
c) Akuntansi Hutang Jangka Pendek
Hutang Jangka Pendek merupakan hutang yang harus dibayar kembali
atau jatuh tempo dalam satu periode akuntansi.
Hutang jangka pendek terdiri dari Bagian Lancar Hutang Jangka
Panjang, Hutang Biaya Pinjaman dan Hutang Perhitungan Pihak
Ketiga (PFK).
(1) Bagian Lancar Hutang Jangka Panjang
(a) Bagian Lancar Hutang Jangka Panjang merupakan
sebagian dari hutang jangka panjang yang jatuh tempo
dalam satu periode akuntansi.
(b) Perkiraan ini dicatat sebesar nilai nominal. Hutang
dalam valuta asing dikonversikan ke rupiah berdasarkan
nilai tukar (kurs tengah BI) pada tanggal transaksi.
(c) Hal-hal yang perlu diungkapkan adalah:
(1) Rincian dari masing-masing jenis hutang
(2) Serta adanya aktiva atau lainnya yang dijadikan
jaminan hutang.

(2) Hutang Biaya Pinjaman


(a) Hutang Biaya Pinjaman merupakan hutang yang terdiri
sebagai ikatan hutang pokok, yang berupa bunga, denda
dan committment fee.
(b) Perkiraan ini dicatat sebesar nilai nominal. Hutang
dalam valuta asing dikonversikan ke rupiah berdasarkan
nilai tukar (kurs tengah BI) pada tanggal transaksi.
Hutang Biaya Pinjaman diakui pada akhir tahun
anggaran.
(c) Hal-hal yang diungkapkan adalah:
(3) Rincian dari masing-masing jenis hutang
(4) Selisih kurs hutang dalam valuta asing yang terjadi
antara kurs transaksi dan kurs tanggal neraca
(5) Serta adanya aktiva atau lainnya yang dijadikan
jaminan hutang
(3) Hutang Perhitungan Pihak Ketiga (PFK)
(a) Hutang Pihak Ketiga (PFK) adalah hutang jangka
pendek kepada pihak ketiga yang berasal dari jumlah
yang dipotong dari Surat Perintah Membayar (SPM)
dan pungutan yang dilakukan oleh bendaharawan
(b) Perkiraan ini dicatat sebesar nilai nominal
(c) Hal-hal yang diungkapkan adalah:
(1) Rincian dari masing-masing jenis hutang
(2) Serta adanya aktiva atau lainnya yang dijadikan
jaminan hutang

d) Akuntansi Hutang Jangka Panjang Dan Hutang Bunga


Hutang Jangka Panjang merupakan hutang yang harus dibayar
kembali atau jatuh tempo lebih dari satu periode akuntansi. Hutang
Jangka Panjang terdiri dari Hutang Pokok Jangka Panjang dan Hutang
Bunga.
(1) Hutang Jangka Panjang
(a) Hutang Jangka Panjang adalah hutang yang harus dibayar
kembali atau jatuh tempo lebih dari satu periode akuntansi.
Hutang Jangka Panjang dapat berasal dari dalam negeri
maupun luar negeri. Hutang Jangka Panjang hanya dapat
digunakan untuk membiayai pembangunan prasarana yang
merupakan aktiva daerah dan dapat menghasilkan penerimaan
(baik langsung maupun tidak langsung) untuk pembayaran
kembali pinjaman, serta memberikan manfaat bagi pelayanan
masyarakat.
(b) Perkiraan ini diakui saat dana tersebut diterima dan dicatat
sebesar nilai nominal. Hutang dalam valuta asing dikonversikan
dalam rupiah berdasarkan nilai tukar (kurs tengah BI) pada
tanggal neraca.
(c) Hal-hal yang perlu diungkapkan adalah:
(1) Rincian dari masing-masing jenis hutang
(2) Selisih kurs hutang dalam valuta asing yang terjadi antara
kurs transaksi dan kurs tanggal neraca.
(3) Adanya aktiva atau lainnya yang dijadikan jaminan hutang.
(4) Jangka waktu, nilai nominal, tingkat bunga dan masa
tenggang

(2) Hutang Bunga


(a) Hutang bunga adalah kewajiban pembayaran bunga kepada
kreditur atas pinjaman yang harus dibayar kembali atau jatuh
tempo lebih dari satu periode akuntansi.
(b) Hutang bunga diakui pada saat hutang tersebut terjadi dan
dibukukan sebesar nilai nominal. Hutang dalam valuta asing
dikonversikan ke rupiah berdasarkan nilai tukar (kurs tengah
BI) pada tanggal transaksi.
(c) Hal-hal yang diungkapkan:
(1) Rincian dari masing-masing jenis hutang bunga
(2) Selisih kurs yang terjadi

h) Akuntansi Ekuitas Dana Lancar


Ekuitas Dana Lancar merupakan selisih antara jumlah nilai aktiva
lancar dengan jumlah nilai hutang lancar. Ekuitas Dana Lancar terdiri
dari:
(1) Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Pelaporan
(2) Akumulasi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran
(3) Cadangan untuk Piutang
(4) Cadangan untuk Persediaan
(5) Dana yang harus disediakan untuk pembayaran hutang jangka
pendek

(1) Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Pelaporan


(a) SiLPA Tahun Pelaporan adalah perkiraan ringkasan operasi
pemerintah selama tahun berjalan yang diperoleh dari selisih
antara pendapatan dan belanja.
(b) SiLPA Tahun Pelaporan diukur berdasarkan nilai nominal.
(c) SiLPA Tahun Pelaporan diungkapkan sesuai kebutuhan.
(2) Akumulasi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran
(a) Akumulasi SiLPA adalah perkiraan yang menampung
akumulasi saldo SiLPA tahun-tahun sebelumnya setelah
dikurangi dengan penggunaannya dalam anggaran.
(b) Akumulasi SiLPA disajikan sebesar sisa lebih perhitungan
anggaran dari tahun sebelumnya.
(c) Akumulasi SiLPA diungkapkan sesuai kebutuhan.

(3) Cadangan untuk Piutang


(a) Cadangan untuk Piutang adalah kekayaan bersih pemerintah
yang tertanam dalam piutang jangka pendek.
(b) Cadangan untuk Piutang dinilai sebesar saldo piutang jangka
pendek.
(c) Cadangan untuk Piutang diungkapkan sesuai kebutuhan.

(4) Cadangan untuk Persediaan


(a) Cadangan untuk Persediaan adalah kekayaan bersih pemerintah
yang tertanam dalam persediaan.
(b) Cadangan untuk Persediaan dinilai sebesar nilai persediaan
yang ada pada akhir tahun/tanggal neraca.
(c) Cadangan untuk Persediaan diungkapkan sesuai kebutuhan.

(5) Dana yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Hutang


Jangka Pendek
(a) Dana yang Harus Disediakan untuk Pembayaran Hutang Jangka
Pendek adalah perkiraan lawan ekuitas dana lancar yang
merupakan pengurang kekayaan bersih pemerintah.
(b) Perkiraan ini disajikan sebesar nilai nominal hutang jangka
pendek.
(c) Pengungkapan atas informasi yang berhubungan dengan
perkiraan ini disesuaikan dengan kebutuhan.
i) Akuntansi Ekuitas Dana Yang Diinvestasikan
Ekuitas dana yang diinvestasikan merupakan selisih antara
jumlah nilai investasi permanen, aktiva tetap, aktiva lainnya (tidak
termasuk dana cadangan) dengan jumlah nilai hutang jangka panjang.
Ekuitas dana yang diinvestasikan meliputi dana yang :
diinvestasikan dalam investasi permanen, diinvestasikan dalam aktiva
tetap, diinvestasikan dalam aktiva lainnya, dan sebagai perkiraan yang
mengurangi (contra acount) adalah dana yang harus disediakan untuk
pembayaran hutang jangka panjang.
(1) Dana yang Diinvestasikan dalam Investasi Permanen
(a) Dana yang diinvestasikan dalam investasi permanen
adalah dana pemerintah yang tertanam dalam bentuk
investasi jangka panjang.
(b) Pengukuran ini disajikan sebesar nilai yang
diinvestasikan dalam investasi permanen.
(c) Pengungkapan atas informasi yang berhubungan dengan
perkiraan ini disesuaikan dengan kebutuhan.

(2) Dana yang diinvestasikan dalam Aktiva Tetap


(a) Dana yang diinvestasikan dalam Aktiva Tetap adalah
dana pemerintah yang ditanam dalam bentuk aktiva
tetap seperti tanah, gedung dan bangunan, peralatan dan
mesin, jalan dan irigasi, dan aktiva tetap lainnya.
(b) Pengukuran ini disajikan sebesar nilai yang
diinvestasikan dalam aktiva tetap.
(c) Pengungkapan atas informasi yang berhubungan dengan
perkiraan ini disesuaikan dengan kebutuhan.

(3) Dana yang Diinvestasikan dalam Aktiva Lainnya


(a) Dana yang diinvestasikan dalam aktiva lainnya adalah
dana pemerintah yang tertanam dalam bentuk aktiva
lainnya.
(b) Perkiraan ini disajikan sebesar nilai yang diinvestasikan
dalam aktiva lainnya.
(c) Pengungkapan atas informasi yang berhubungan dengan
perkiraan ini disesuaikan dengan kebutuhan.

j) Akuntansi Ekuitas Dana Yang Dicadangkan


(1) Ekuitas Dana yang Dicadangkan adalah ekuitas dana yang
dicadangkan untuk tujuan tertentu. Perkiraan ini merupakan
pasangan perkiraan dana cadangan.
(2) Saldo perkiraan ini disajikan sebesar dana yang diinvestasikan
dalam dana cadangan.
(3) Pengungkapan atas informasi yang berhubungan dengan
perkiraan ini harus cukup misalnya peruntukan, batasan dan jenis
investasi.

2) LAPORAN ALIRAN KAS


Laporan Aliran Kas adalah laporan yang memberikan informasi aliran
masuk dan keluar kas dan setara kas Pemerintah Kabupaten Bima selama 1
(satu) periode akuntansi atau satu tahun anggaran serta saldo kas per
tanggal laporan.
Metode penyusunan Laporan Arus Kas adalah Metode Langsung yaitu
dilakukan dengan cara menyajikan kelompok-kelompok penerimaan dan
pengeluaran kas dari aktivitas operasi secara lengkap, dilanjutkan dengan
kegiatan aktivitas transaksi aktiva tetap dan pembiayaan serta non
anggaran.
Susunan dan isi Laporan Arus Kas terdiri dari 4 (empat) bagian, yaitu:
a) Arus Kas dari Aktivitas Operasi
Arus Kas dari Aktivitas Operasi adalah indikator yang menunjukkan
kemampuan operasi pemerintah dalam menghasilkan kas yang cukup
untuk membiayai aktivitas operasional pemerintah.
b) Arus Kas dari Aktivitas Investasi
Arus Kas dari aktivitas investasi adalah mencerminkan
penerimaan dan pengeluaran kas bruto sehubungan dengan perolehan
dan pelepasan sumberdaya yang bertujuan untuk meningkatkan operasi
pemerintah dan menghasilkan pendapatan di masa yang akan datang.
Arus masuk kas dari aktivitas investasi antara lain : hasil
penyerahan modal pemerintah, pengembalian pinjaman pemerintah
dari BUMN/D, dan penjualan aktiva tetap.
Arus keluar kas dari aktivitas investasi antara lain : penyertaan
modal pemerintah, pinjaman pemerintah kepada BUMN/D, dan
pembelian aktiva tetap.
c) Arus Kas dari Aktivitas Pembiayaan
Arus Kas dari Aktivitas Pembiayaan adalah mencerminkan penerimaan
dan pengeluaran kas bruto sehubungan dengan defisit atau surplus
anggaran.
Pembiayaan adalah seluruh transaksi keuangan pemerintah daerah baik
penerimaan maupun pengeluaran yang dimaksudkan untuk menutup
defisit anggaran dan atau memanfaatkan surplus anggaran.
Penerimaan pembiayaan dapat berasal dari pinjaman, hasil divestasi
dan saldo lebih perhitungan anggaran. Sedangkan pengeluaran
pembiayaan antara lain digunakan untuk pembiayaan kembali pokok
pinjaman.
d) Arus Kas dari Aktivitas Non Anggaran
Arus Kas dari Aktivitas Non Anggaran adalah mencerminkan
penerimaan dan pengeluaran kas bruto yang tidak mempengaruhi
anggaran, meliputi penerimaan dan pengeluaran kas dari dan kepada
pihak ketiga (PFK).
PFK menggambarkan hutang yang berasal dari jumlah yang dipotong
dari SPM khusus untuk pihak ketiga seperti Taspen, Askes, Iuran
Wajib Pegawai serta Pajak-pajak negara termasuk pajak negara yang
dipungut oleh bendaharawan.

3) PENDAPATAN DAN BELANJA


a) Pendapatan
Pendapatan adalah semua penerimaan kas daerah dalam periode tahun
anggaran yang menjadi hak daerah.
Pendapatan diakui atas dasar kas, yaitu pada saat diterima pada Kas
Daerah. Pencatatan pendapatan berdasarkan azas bruto yaitu mencatat
penerimaan bruto dan tidak diperbolehkan mencatat jumlah neto
(setelah dikompensasikan dengan pengeluaran).
Pendapatan diklasifikasikan menurut sumber antara lain: Pendapatan
Asli Daerah, Pendapatan Dana Perimbangan dari Pemerintah Pusat,
Lain-lain pendapatan yang sah.
Pengembalian atau koreksi atas pendapatan yang terjadi pada periode
penerimaan pendapatan maupun periode sebelumnya, dicatat sebagai
pengurang pendapatan.
b) Belanja
Belanja adalah semua pengeluaran Kas Daerah dalam periode tahun
anggaran yang menjadi beban daerah.
Belanja diakui atas dasar kas, yaitu pada saat terjadinya pengeluaran
dari Kas Daerah.
Belanja diklasifikasikan menurut bagian belanja, yaitu: belanja
aparatur dan belanja publik. Belanja aparatur diklasifikasikan menurut
kelompok belanja yaitu: belanja administrasi umum, belanja
operasional & pemeliharaan dan belanja modal. Belanja publik
diklasifikasikan menurut kelompok belanja: belanja administrasi
umum, belanja operasional & pemeliharaan, belanja modal, belanja
bantuan keuangan & bagi hasil dan belanja tidak tersangka.
c) Dana Cadangan
Pemerintah Daerah dapat membentuk dana cadangan guna membiayai
kebutuhan dana yang tidak dapat dibebankan dalam 1 (satu) tahun
anggaran. Dana cadangan dapat dibentuk dari kontribusi tahunan
APBD kecuali dari dana alokasi khusus, pinjaman daerah dan dana
darurat.
d) Pembiayaan
Pembiayaan adalah seluruh transaksi keuangan pemerintah yang
memerlukan pembayaran kembali dari pemerintah dan penerimaan
kembali dari pemerintah. Pembiayaan dimaksudkan untuk menutup
defisit anggaran atau untuk memperoleh aktiva finansial/melunasi
kewajiban finansial, apabila terjadi surplus anggaran.
B. Penjelasan Pos-Pos Laporan Keuangan
1. Penjelasan Pos-Pos Neraca
31 Desember 2006 31 Desember 2005
a. Aktiva

1) Aktiva Lancar
a) Kas di Kas Daerah Rp13.981.689.433,77 Rp24.281.157,15
Jumlah tersebut merupakan saldo Kas Daerah Pemerintah Kabupaten
Bima per 31 Desember 2006 dan 2005, berdasarkan hasil rekonsiliasi
antara Buku Bendaharawan IX dengan Rekening Kas Daerah, dengan
rincian sebagai berikut :

Saldo Kas di Pemegang Kas (Rp)

No Uraian
31 Desember
2006 31 Desember 2005
1 PT Bank NTB Cabang Bima #005.21.00001.00-00 2.987.953.764,38 10.829.956,00
2 PT Bank NTB Cabang Bima #005.21.04008.00-1 11.029.655,00 5.238.257,78
3 PT Bank BRI Cabang Bima #00000079-01- 108.569.579,37 5.150.378,00
000258-30-5
4 PT Bank BRI Cabang Bima #00000079-01- 26.688,00 271.360,00
000351-30-7
5 PT Bank BRI Cabang Bima #00000079-01- 8.231,00 2.791.205,37
000350-30-1
6 PT Bank BRI Cabang Bima #00000079-01- 32.586,00 0,00
000349-30-0
7 PT Bank BRI Cabang Bima #00000079-01- 802,24 0,00
000352-30-3
8 PT Bank BRI Cabang Bima #00000079-01- 27.802,00 0,00
000353-30-9
9 PT Bank BRI Cabang Bima #00000079-01- 666.468,78 0,00
000354-30-5
10 PT Bank BRI Cabang Bima #00000079-01- 11.247,00 0,00
000348-30-4
11 PT. Bank BNI Cabang Bima # 0567899998 2.172.212.114,00 0,00
12 PT. Bank BNI Cabang Bima # 053761815 8.701.150.496,00 0,00

Jumlah 13.981.689.433,77 24.281.157,15

b) Kas Dipemegang Kas Rp116.483.856,00 Rp112.563.549,00


Jumlah tersebut merupakan saldo Kas Daerah dalam bentuk UUDP yang
berada pada masing-masing Pemegang Kas unit kerja dalam lingkup
Kabupaten Bima per 31 Desember 2006 dan 2005, dengan rincian sebagai
berikut :
Saldo Kas di Pemegang Kas (Rp)
No Uraian
31 Desember 2006 31 Desember 2005
1 Saldo UUDP atas belanja tidak 46.243.174,00 45.224.018,00
langsung/Bendaharawan Rutin
2 Saldo UUDP atas belanja 70.240.682,00 67.339.531,00
langsung/Bendaharawan Proyek

Jumlah 116.483.856,00 112.563.549,00

c) Piutang Pajak Rp11.593.453,00 Rp10.425.000,00

Jumlah tersebut merupakan saldo piutang per 31 Desember 2006 dan 2005,
dengan rincian sebagai berikut :

Saldo Piutang Pajak (Rp)


No Uraian
31 Desember 2006 31 Desember 2005
1 Pajak Hotel 79.000,00 0,00
2 Pajak Restoran 536.250,00 100.000,00
3 Pajak Reklame 291.250,00 325.000,00
4 Pajak Galian C 10.686.953,00 10.000.000,00
Jumlah 11.593.453,00 10.425.000,00

Jumlah Piutang Pajak Galian C per 31 Desember 2005 sebesar


Rp10.000.000,00 merupakan piutang pajak Galian C pada PT. Waskita
Karya sampai dengan tanggal 31 Januari 2006, belum ada pelunasannya.

d) Piutang Retribusi Rp1.075.816.825,00 Rp495.171.196,00


Jumlah tersebut merupakan saldo piutang per 31 Desember 2006 dan 2005,
dengan rincian sebagai berikut :

Saldo Piutang Retribusi (Rp)


No Uraian
31 Desember 2006 31 Desember 2005
1 Retribusi Pasar Grosir 123.038.825,00 83.084.196,00
2 Retribusi Sewa Rumah Dinas 33.663.000,00 8.962.000,00
3 Retribusi Sewa Tanah 915.115.000,00 403.125.000,00
4 Retribusi Produksi Perikanan 4.000.000,00 0,00
Jumlah 1.075.816.825,00 495.171.196,00
Jumlah Piutang Retribusi Pasar Grosir per 31 Desember 2006 sebesar
Rp123.038.825,00 merupakan piutang yang terdapat pada enam lokasi
pasar dari tujuh lokasi pasar yang ada, yaitu :

Saldo Piutang Pasar Grosir (Rp)


No Lokasi Pasar
31 Desember 2006 31 Desember 2005
1 Pasar Sila 23.834.000,00 17.387.000,00
2 Pasar Kore 11.000,00 162.000,00
3 Pasar Wera 504.000,00 108.000,00
4 Pasar eks Terminal 2.001.879,00 2.730.000,00
5 Pasar Tente 57.540.346,00 42.114.196,00
6 Pasar Sape Lama 3.523.000,00 2.340.000,00
7 Pasar Sape Baru 35.624.600,00 18.243.000,00
Jumlah 123.038.825,00 83.084.196,00

Jumlah Piutang Retribusi Sewa Rumah Dinas per 31 Desember 2006


sebesar Rp33.663.000,00 merupakan piutang terhadap 141 pegawai.

Jumlah Piutang Retribusi Sewa Tanah per 31 Desember 2006 sebesar


Rp915.115.000,00 merupakan piutang atas sewa tanah eks jaminan yang
tersebar di 15 Kecamatan dan Kota.

e) Tagihan Penjualan Angsuran Rp233.495.650,00 Rp245.518.879,00


Rumah Dinas
Jumlah Bagian Lancar Tagihan Penjualan Angsuran per 31 Desember
2006 sebesar Rp233.495.650,00 merupakan tagihan lancar cicilan atas
penjualan rumah dinas terhadap 56 pegawai/mantan pegawai.

f) Bagian Lancar Tuntutan Ganti Rp141.681.637,00 Rp141.681.637,00


Rugi
Jumlah tersebut merupakan saldo Tuntutan Ganti Rugi (TGR) kepada
Pegawai Negeri Sipil yang belum dilunasi per 31 Desember 2006 dan
2005, berdasarkan hasil audit yang dilakukan oleh Badan Pengawas
Daerah Kabupaten Bima dan BPK Perwakilan Denpasar.
Saldo Persediaan Obat- obatan (Rp)
No Uraian
31 Desember 2006 31 Desember 2005
1 Gudang Farmasi 1,604,128,148.00 942,317,204.00
2 Rumah Sakit Umum Daerah 128,506,750.00 67,874,642.00
3 Puskesmas – Puskesmas 0,00 0,00
4 Dinas Peternakan 135,690,000.00 0,00
5 Dinas KB & KS 0,00 0,00
Jumlah 1,868,324,898.00 1,010,191,846.00

g) Persediaan Rp4.488.313.962,00 Rp2.195.587.670,00


Jumlah tersebut merupakan saldo persediaan barang pakai habis yang ada
pada Dinas/Badan/Kantor/Sekolah dan Unit Kerja lainnya di lingkungan
Kabupaten Bima per 31.Desember 2006 dan 2005, dengan rincian sebagai
berikut:

Saldo Persediaan (Rp)


No Uraian 31 Desember
31 Desember 2006 2005
1 Persediaan Alat Tulis Kantor 1.960.400,00 11.695.900,00
2 Persediaan Alat Tulis Kantor 44.276.500,00 0,00
(Dispenda)
3 Persediaan Barang Cetakan 54.475.000,00 145.251.260,00
5 Persediaan Obat – Obatan 1.868.324.898,00 1.010.191.846,00
6 Persediaan Barang Kuasi (Karcis) 2.720.000,00 41.940.500,00
7 Persediaan Hewan Ternak 2.516.557.164,00 986.508.163,60

Jumlah 4.488.313.962,00 2.195.587.669,60

Saldo Persediaan Obat-Obatan per tanggal 31 Desember 2006 sebesar


Rp1.868.324.898,00 dan per 31 Desember 2005 sebesar
Rp1.010.191.846,00 dapat dirinci sebagai berikut :
Saldo persediaan hewan ternak per tanggal 31 Desember 2006 sebesar
Rp2.516.557.164,00 merupakan persediaan hewan ternak yang dikelola
Dinas Peternakan melalui Kegiatan Penyebaran dan Pengembangan
Ternak.

2) Investasi Permanen

h) Penyertaan Modal Rp15.364.411.411,00 Rp12.776.700.911,00


Pemerintah (PMP)
Jumlah tersebut merupakan nilai penyertaan modal pemerintah Kabupaten
Bima per 31 Desember 2006 dan 2005 pada:

Penyertaan Modal Pemerintah (Rp)


No Uraian
31 Desember 2006 31 Desember 2005
1 PT. Bank NTB Cabang Bima 4.818.770.440,00 3.818.770.440,00
2 Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) 6.605.430.478,00 6.717.619.978,00
3 LKP/ BPR 2.987.435.493,00 1.487.435.493,00
4 Dinas Koperasi dan UKM 0,00 0,00
5 PD. Wawo 952.775.000,00 752.875.000,00
Jumlah 15.364.411.411,00 12.776.700.911,00

(1) Penyertaan pada PT. Bank Rp4.818.770.440,00 Rp3.818.770.440,00


NTB

Penyertaan pada PT Bank NTB per 31 Desember 2006 dan 2005


dengan rincian sebagai berikut :

Penyertaan pada PT. Bank NTB (Rp)


No Uraian
31 Desember 2006 31 Desember 2005
1 Penyertaan s.d. Tahun 2005 3.818.770.440,00 3.258.000.000,00
2 - Penyertaan tahun ini 1.000.000.000,00 560.770.440,00
- Koreksi nilai penyertaan yang
belum dicatat tahun 2004
Jumlah 4.818.770.440,00 3.818.770.440,00
(2) Penyertaan pada Rp 6.605.430.478,00 Rp6.717.619.978,00
PDAM
Penyertaan pada PDAM per 31 Desember 2006 dan 2005 dengan
rincian sebagai berikut :

Penyertaan pada PDAM


No Uraian
31 Desember 2006 31 Desember 2005
1 Penyertaan s.d. Tahun 2005 6.717.619.978,00 6.717.619.978,00
2 - Penyertaan tahun ini 100.000.000,00 0,00
- Koreksi nilai penyertaan yang 0,00 0,00
belum dicatat tahun 2004 0,00 0,00
- Koreksi dengan data PDAM (212.189.500,00) 0,00
Jumlah 6.605.430.478,00 6.717.619.978,00

(3) Penyertaan pada PD. Rp2.987.435.493,00 Rp 1.487.435.493,00


BPR LKP

Penyertaan pada PD BPR LKP per 31 Desember 2006 dan 2005


dengan rincian sebagai berikut :

Penyertaan pada PD. BPR LKP


No Uraian
31 Desember 2006 31 Desember 2005
1 Penyertaan s.d. Tahun 1.487.435.493,00 0,00
2005
2 Penyertaan tahun ini : 0,00 0,00
BPR Sarae, Rasanae Barat 200.000.000,00 233.651.368,00
BPR Tente, Woha 200.000.000,00 238.535.051,00
BPR Naru, Sape 200.000.000,00 320.776.201,00
BPR Belo, Belo 200.000.000,00 201.450.887,00
BPR Rato, Bolo 200.000.000,00 267.456.850,00
BPR Bajo, Donggo 200.000.000,00 175.564.936,00
LKP Nipa, Ambalawi 0,00 20.000.000,00
LKP Maria, Wawo 0,00 15.000.000,00
LKP Kore, Sanggar 0,00 15.000.000,00
BPR Pesisir Akbar 300.000.000,00 0,00
Jumlah 2.987.435.493,00 1.487.435.293,00
(4) Penyertaan pada PD.Wawo Rp952.775.000,00 Rp 752.875.000,00
Penyertaan pada PD Wawo per 31 Desember 2006 dan per 31
Desember 2005 dengan rincian sebagai berikut :

Penyertaan pada PD. Wawo


No Uraian
31 Desember 2006 31 Desember 2005
1 Penyertaan s.d. Tahun 2005 752.875.000,00 592.375.000,00
2 - Penyertaan tahun ini 200.000.000,00 160.500.000,00
- Koreksi nilai penyertaan yang 0,00 0,00
belum dicatat tahun 2004
- Koreksi dengan data PD. Wawo (100.000,00) 0,00
Jumlah 952.775.000,00 752.875.000,00

i) Pinjaman kepada Rp40.000.000,00 Rp40.000.000,00


BUMD
Jumlah tersebut merupakan saldo sisa pinjaman yang diberikan pada PD
Wawo per 31 Desember 2006 dan 2005. Pinjaman tersebut berdasarkan
keputusan Bupati Bima Nomor 248 Tahun 2002 tanggal 25 September
2002 tentang Pemberian Pinjaman Modal Usaha kepada PD Wawo sebesar
Rp100.000.000,00 yang digunakan sebagai modal pembelian garam rakyat
sebagai bahan baku pembuatan garam beryodium.

3) Aktiva Tetap
Jumlah Aktiva Tetap Pemerintah Kabupaten Bima per 31 Desember 2006
adalah sebesar Rp970.573.846.932,00 dan per 31 Desember 2005 sebesar
Rp915.288.046.192,00, dengan rincian sebagai berikut :

Aktiva Tetap (Rp)


No Uraian
31 Desember 2006 31 Desember 2005
1 Tanah 514,712,464,120.00 513,855,815,000.00
2 Gedung dan Bangunan 205,094,318,653.00 194,325,303,473.00
3 Jalan, Instalasi, Jaringan dan 181,403,554,609.00 164,083,682,474.00
Jembatan
4 Peralatan dan Mesin 66,424,923,455.00 41,088,381,350.00
5 Aktiva Tetap Lainnya 2,938,586,095.00 1,934,863,895.00
Jumlah 970,573,846,932.00 915,288,046,192.00

Jumlah tersebut tidak termasuk aset Pemerintah Kabupaten Bima yang


diserahkan kepada Kota pada tahun 2003 (Kecamatan Rasanae Barat,
Kecamatan Rasanae Timur dan Kecamatan Asakota) sehubungan dengan
adanya pembentukan Pemerintah Kota Bima.
a) Tanah Rp514.712.464.120,00
Rp513.855.815.000,00
Saldo per 31 Desember 2006 dan per 31 Desember 2005 termasuk
Tanah Pemerintah Kabupaten Bima senilai Rp37.685.260.000,00 yang
dipergunakan oleh Pihak Ketiga/Kantor Polisi, yang tersebar diseluruh
Kecamatan yang ada di Pemerintahan Kabupaten Bima.

b) Gedung dan Bangunan Rp205.094.318.653,00


Rp194.325.303.473,00
Jumlah tersebut merupakan saldo Gedung dan Bangunan Milik
Pemerintah Kabupaten Bima per 31 Desember 2006 dan 2005. Saldo
per tanggal 31 Desember 2004 merupakan hasil penilaian oleh
Konsultan Penilai Independen.

c) Jalan, Instalasi, Jaringan Rp181.403.554.609,00


Rp164.083.682.474,00
dan Jembatan

Jumlah tersebut merupakan saldo Jalan, Instalasi, Jaringan dan


Jembatan per 31 Desember 2006 dan 2005. Saldo per 31 Desember
2004 merupakan hasil penilaian oleh Konsultan Penilai Independen.

d) Peralatan dan Mesin Rp66.424.923.455,00


Rp41.088.381.350,00
Jumlah tersebut merupakan saldo Peralatan dan Mesin per 31
Desember 2006 dan 2005. Saldo per 31 Desember 2004 merupakan
hasil penilaian oleh Konsultan Penilai Independen.

e) Aktiva Tetap Lainnya Rp2.938.586.095,00


Rp1.934.863.895,00
Jumlah tersebut merupakan saldo Aktiva Tetap Lainnya, yang berupa
buku-buku, alat musik & olah raga dan benda purbakala milik
Pemerintah Kabupaten Bima per 31 Desember 2006 dan 2005. Saldo
per 31 Desember 2004 merupakan hasil penilaian oleh Konsultan
Penilai Independen.
f) Pekerjaan dalam Pelaksanaan Rp0,00
Rp16.908.336.860,00
Perkiraan Pekerjaan dalam Pelaksanaan merupakan reklasifikasi dari
kelompok Aktiva Lainnya ke dalam kelompok Aktiva Tetap. Jumlah
tersebut diatas merupakan saldo
Pekerjaan Dalam Pelaksanaan per 31 Desember 2006 dan 2005,
dengan rincian sebagai berikut :

Pekerjaan Dalam Pelaksanaan (Rp)


No Uraian
31 Desember 2006 31 Desember 2005
1 Proyek Pemda yang belum diserahkan 0,00 16,803,686,860.00
kepada PDAM
2 Proyek yang telah selesai belum 16,908,336,860.00 0,00
diserahkan ke Pemda
3 Kegiatan yang belum selesai (16,908,336,860.00) 104,650,000.00
dikerjakan atau kemajuan fisik kurang
dari 100 %
Jumlah 0,00 16,908,336,860.00

Proyek senilai Rp16.908.336.860,00 adalah proyek-proyek BLN sejak


tahun 1997 sampai dengan tahun 2000 yang belum ada penyerahan
hasil kegiatannya dari pihak Proyek kepada Dinas maupun ke
Pemda/PDAM. Hasil kegiatan tersebut berupa instalasi pengolahan air,
dimana oleh PDAM telah digunakan dalam proses produksinya.

4) Aktiva Lainnya
a) Tagihan Penjualan Angsuran Rp0,00
Rp260.860.452,00

Jumlah tersebut merupakan tagihan penjualan angsuran atas


penjualan rumah dinas per 31 Desember 2006 dan 2005 terdapat
kesalahan pencatatan ganda yaitu yang seharusnya dicatat pada pos
bagian lancar tagihan penjualan angsuran, akan tetapi dicatat juga
pada tagihan penjualan angsuran dan telah dikoreksi ke pos Equitas
Dana Diinvestasikan.
b) Dana Bergulir Rp774.035.233,00
Rp1.138.419.247,00
Jumlah tersebut merupakan saldo Dana Bergulir per 31 Desember
2006 dan per 31 Desember 2005, dengan rincian sebagai berikut :
Saldo Dana Bergulir (Rp)
No Uraian
31 Desember 2006 31 Desember 2005
1 Dinas Perindustrian dan Perdagangan 178.241.000,00 178.241.000,00
(penyaluran tahun 2001)

2 Dinas Perindustrian dan Perdagangan 161.678.333,00 145.736.000,00


(penyaluran tahun 2002)

3 Dinas Peternakan 434.115.900,00 814.442.247,00


Jumlah 774.035.233,00 1.138.419.247,00

(1) Dinas Perindustrian dan Perdagangan


Penyaluran Dana Bergulir tahun 2001 yang disalurkan melalui
Dinas Perindustrian dan Perdagangan sebesar Rp197.200.000,00
sebagai sarana pemberdayaan ekonomi rakyat. Agar dana
tersebut dapat terus berjalan dan berkembang, Dinas
Perindustrian dan Perdagangan menetapkan ketentuan bagi
masyarakat yang menggunakan dana tersebut dikenakan bunga.
Posisi Dana Bergulir pada akhir tahun 2006 dan 2005 sebesar
Rp178.241.000,00 dan Rp178.241.000,00 dengan rincian
sebagai berikut :

Saldo Dana Bergulir Thn 2001 (Rp)


No Uraian
31 Desember 2006 31 Desember 2005
1 Jumlah Pinjaman 140.523.750,00 150.000.000,00
2 Pengenaan Bunga 37.717.250,00 47.200.000,00
Sub Jumlah 178.241.000,00 197.200.000,00
3 Angsuran Pokok 0,00 (9.476.250,00)
4 Angsuran Bunga 0,00 (9.482.750,00)

Sub Jumlah 0,00 (18.959.000,00)


Jumlah 178.241.000,00 178.241.000,00

(2) Dinas Perindustrian dan Perdagangan


Penyaluran Dana Bergulir tahun 2002 yang disalurkan melalui
Dinas Perindustrian dan Perdagangan sebesar Rp188.100.000,00
Posisi Dana Bergulir ini per 31 Desember 2006 sebesar
Rp161.678.133,28 dan per 31 Desember 2005 sebesar
Rp145.736.000,00.
Saldo Dana Bergulir Thn 2002 (Rp)
No Uraian
31 Desember 2006 31 Desember 2005
1 Jumlah Pinjaman 141.833.333,29 165.000.000,00
2 Pengenaan Bunga 19.844.999,99 23.100.000,00
Sub Jumlah 161.78,333.28 188.100.000,00
3 Angsuran Pokok 0,00 (28.313.600,00)
4 Angsuran Bunga 0,00 (14.050.400,00)
Sub Jumlah 0,00 (42.364.000,00)
Jumlah 161.678.333,28 145.736.000,00

(3) Dinas Peternakan


Penyaluran Dana Bergulir kepada kelompok masyarakat untuk
penggemukan sapi bakalan dikelola sendiri oleh masyarakat.
Keuntungan hasil penjualan sapi sebesar 50% disetorkan ke Kas
Daerah dan 50% untuk petani.
Posisi Dana Bergulir pada akhir tahun 2006 dan tahun 2005 sebesar
Rp434.115.900,00 dan Rp814.442.247,00 merupakan sisa dana dan
persediaan sapi per 31 Desember 2005 dan per 31 Desember 2004
dengan rincian sebagai berikut :

No Uraian Saldo Dana Bergulir Tahun 2002 (Rp)


31 Desember 2006 31 Desember 2005
1 Uang di Bank 0,00 9.061.247,00
2 Tagihan kepada Petani 420.065.900,00 419.626.500,00
3 Persediaan Sapi 14.050.000,00 385.754.500,00
Jumlah 434.115.900,00 814.442.247,00

Uang di Bank telah disetor pada PT Bank NTB rekening nomor


22.19814.01-7 atas nama Dinas Peternakan dan kemudian dari PT
Bank NTB disetor ke kas daerah. Tagihan kepada petani per 31
Desember 2006 sebesar Rp420.065.900,00 dan per 31 Desember
2005 sebesar Rp419.626.500,00 adalah hasil penjualan yang belum
dibayar oleh petani dan telah dimintakan bantuan penagihannya
kepada Kantor Polisi Pamong Praja.
Persediaan sapi per 31 Desember 2006 senilai Rp14.050.000,00 dan
per 31 Desember 2005 senilai Rp385.754.000,00 adalah persediaan
sapi yang masih ada di masyarakat sejumlah 222 ekor dan 392 ekor.

c) Kemitraan dengan Pihak Ketiga Rp5.947.954.000,00


Rp7.908.954.000,00
Jumlah tersebut merupakan nilai hak yang akan diterima Pemerintah
Kabupaten Bima atas pengusahaan sarang burung walet dari CV.
Karya Tunggal dengan Kontrak Nomor : 500/132/006/2005 dan
CV.Bersama Indah Nomor : 500/135/006/2005.

d) Dana Penguatan Modal Rp1.770.000.000,00


Rp1.770.000.000,00
dan Penjaminan

Pada tahun 2005 terdapat pengeluaran Pembiayaan Dana Bergulir


dalam bentuk Dana Penguatan Modal dan Penjaminan sebesar
Rp1.770.000.000,00, yang terdiri dari Dana Penguatan Modal pada
KUD Sebesar Rp870.000.000,00, dan Dana Penjaminan di BRI An.
Dinas Koperasi dan PKM sebesar Rp900.000.000,00

a. Kewajiban

1) Kewajiban Lancar
Hutang Kepada Pihak III Rp0,00
Rp4.895.350.000,00
Jumlah tersebut merupakan saldo Hutang kepada Pihak III per 31
Desember 2005 telah dilunasi pada triwulan pertama tahun anggaran 2006.

2) Kewajiban Jangka Panjang


Hutang Dalam Negeri Rp499.0000.000,00
Rp499.0000.000,00

Jumlah tersebut merupakan saldo Hutang Jangka Panjang per 31


Desember 2006 dan per 31 Desember 2005 yang diperoleh dari Bantuan
Kredit sejak tahun 1976 sampai tahun 1988 yang belum dilunasi.
Ekuitas
3) Equitas Dana Lancar Rp20.049.074.816,77
Rp(1.670.120.912,25)
Jumlah tersebut merupakan kekayaan bersih Pemerintah Kabupaten Bima
yang bersifat lancar per 31 Desember 2006 dan 2005, yang merupakan
selisih antara jumlah nilai Aktiva Lancar dengan jumlah nilai Hutang
Lancar/Hutang Jangka Pendek. Saldo Ekuitas Dana Lancar per 31
Desember 2006 dan 2005 sebagai berikut:

Equitas Dana Lancar


No Uraian
31 Desember 2006 31 Desember 2005
1 SILPA 14.098.173.289,77 136.844.706,00
2 Cadangan Untuk Piutang 1.462.587.565,00 892.796.712,00
3 Cadangan Untuk Persediaan 4.488.313.962,00 2.195.587.670,00
4 Dana Untuk Pembayaran Hutang 0,00 (4.895.350.000,00)
Jangka Pendek
Jumlah 20.049.074.816,77 (1.670.120.912,00)

2) Equitas Dana Diinvestasikan Rp993.971.247.576,00


Rp955.592.317.662,00

Jumlah tersebut merupakan kekayaan bersih Pemerintah Daerah


Kabupaten Bima yang diinvestasikan per tanggal 31 Desember 2006 dan
2005, yang merupakan selisih antara jumlah nilai investasi permanen,
aktiva tetap dan aktiva lainnya dengan jumlah nilai hutang jangka panjang,
tidak termasuk dana cadangan dan dana donasi.
Saldo Ekuitas Dana yang Diinvestasikan per 31 Desember 2006 dan 2005
dirinci sebagai berikut:

Equitas Dana Diinvestasikan


No Uraian
31 Desember 2006 31 Desember 2005
1 Dana Diinvestasikan dalam Investasi Permanen 15,404,411,411.00 12,816,700,911.00
2 Dana Diinvestasikan dalam Aktiva Tetap 970,573,846,932.00 932,196,383,052.00
3 Dana Diinvestasikan dalam Aktiva Lainnya 8,491,989,233.00 11,078,233,699.00
4 Dana Disediakan Untuk Pembayaran Hutang
Jangka Panjang (499,000,000.00) (499,000,000.00)
Jumlah 993,971,247,576.00 955,592,317,662.00
2. Penjelasan Pos-Pos Laporan Realisasi Anggaran
A. Pendapatan Daerah.
Jumlah Pendapatan dalam Tahun Anggaran 2006 dengan target anggaran
setelah perubahan sebesar Rp420.230.373.692,42 terealisasi sebesar
Rp417.781.609.107,62 atau 99,42%.
Jumlah pendapatan tersebut, secara rinci dapat dijelaskan sebagai berikut :
1) Pendapatan Asli Daerah, target anggaran setelah perubahan sebesar
Rp21.116.852.714,00 terealisasi sebesar Rp19.169.052.677,02 atau
90,76%. Rincian atas Pendapatan Asli Daerah tersebut sebagai berikut :

Anggaran setelah Realisasi


No Uraian
Perubahan Rp %
1 Pajak Daerah 1.502.085.000,00 1.595.506.551,00 106,22
2 Retribusi Daerah 7.519.079.750,00 7.188.091.581,00 95,60
3 Bagian Laba Usaha Daerah 825.000.000,00 784.435.864,00 95,08
4 Lain-lain Pendapatan Asli 11.270.687.964,00 9.601.018.681,02
Daerah 85,19
Jumlah 21.116.852.714,00 19.169.052.677,02 90,76

Adapun gambaran angka realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara


terperinci adalah sebagai berikut :
1) Pajak Daerah
Pajak daerah dengan target anggaran setelah perubahan sebesar
Rp1.502.085.000,00 realisasi penerimaan sebesar Rp1.595.506.551,00
atau 106,22%. Rincian atas penerimaan pajak daerah tersebut sebagai
berikut :

Anggaran setelah Realisasi


No Uraian
Perubahan Rp %
1 Pajak Hotel 2543.000,00 2.464.000,00 96,89
2 Pajak Restoran 16.542.000,00 16.005.750,00 96,76
3 Pajak Hiburan 7.000.000,00 7,390.000,00 105,57
4 Pajak Reklame 11.500.000,00 11.208.750,00 97,47
5 Pajak Penerangan Jalan 962.000.000,00 1.184.452.704,00 123,12
PLN & Non PLN
6 Pajak Pengamb. & Peng. 475.000.000,00 354.279.097,00 74,59
Bahan Galian GOL. C.
7 Pajak Kendaraan Tidak 27.500.000,00 19.706.250,00 71,66
Bermotor
Jumlah 1.502.085.000,00 1.595.506.551,00 106,22
2) Retribusi Daerah
Retribusi Daerah dengan target anggaran setelah perubahan sebesar
Rp7.519.079.750,00 realisasi penerimaan sebesar Rp7.188.091.581,00
atau 95,60%.Rincian atas penerimaan retribusi daerah tersebut sebagai
berikut :

Anggaran setelah Realisasi


No Uraian
perubahan Rp %
1 Penjualan Produk Daerah 18.225.000,00 18.895.000,00 103,68
2 Uang Leges 198.600.000,00 173.007.000,00 87,11
3 Retr. Pasar, Khusus Karcis Pasar 351.172.000,00 282.855.121,00 80,55
4 Retr. pengambilan hasil hutan ikutan 2.137.270.000,00 2.160.396.558,00 101,08
5 Retribusi Pelayanan Kesehatan 1.556.039.250,00 1.578.471.105,00 101,44
6 Retr Pemakaian Kekayaan Daerah 2.109.680.000,00 2.101.884.000,00 99,63
7 Lain - lain Pendapatan yang Sah 20.000.000,00 20.000.000,00 100,00
8 Lain-lain Penerimaan dan 8.000.000,00 34.683.000,00 43,.54
Ambulance
9 Pengujian Mutu / Tes Laboratorium 40.000.000,00 23.595.000,00 58,99
10 PHB / ASKES 12.000.000,00 8.070.000,00 67,25
11 Retr. Jasa Usaha Penj. Produksi 120.687.500,00 120.724.750,00 100,03
Usaha Daerah
12 Retribusi Ijin Gangguan (HO) 20.000.000,00 20.466.000,00 102,33
13 Retribusi Ijin Industri 4.625.000,00 4.425.000,00 95,68
14 Retribusi Ijin Mendirikan Bangunan 100.000.000,00 40.706.732,00 40,71
15 Retribusi Ijin Trayek 13.250.000,00 9.101.300,00 68,69
16 Retribusi Ijin Usaha Dagang 22.500.000,00 18.665.000,00 82,96
17 Retribusi Ijin Usaha Perikanan : 28.000.000,00 24.569.000,00 87,75
18 Retribusi Jasa Usaha Terminal 175.000.000,00 91,519,000.00 52,30
19 Retribusi Pelabuhan 3.240.000,00 850,000.00 26,23
20 Retribusi Pelataran Parkir ditepi 75.410.000,00 11.188.475,00 14,84
Jalan Umum
21 Retribusi Pendaftaran & Pengkartuan 116.586.000,00 113.703.000,00 97,53
Ternak
22 Retribusi Pengesahan Gambar 30.000.000,00 32.045.990,00 106,82
23 Retribusi Penggantian Biaya Cetak 120.000.000,00 116.400.500,00 97,00
KTP
24 Retribusi penginapan / 26.500,000.00 14.470.000,00 54,60
Pasanggerahan / Villa
25 Retribusi Pengujian Kendaraan 16,000.000,00 14.202.550,00 88,77
Bermotor
26 Retribusi Penjualan Produksi Usaha 119.800.000,00 81.800.000,00 68,28
Daerah
27 Retribusi Rumah Potong Hewan 41.075.000,00 41,740,000.00 101,62
28 Retribusi Tanda Daftar Perusahaan 14.500.000,00 13.625.000,00 93,97
29 Retribusi Tempat Rekreasi dan Olah 20.920.000,00 16.032.500,00 76,64
Raga :
Jumlah 7.519.079.750,00 7.188.091.581,00 95.60
3) Bagian Laba Usaha Daerah
Hasil Perusahaan Daerah dan Hasil Pengelolaan/Pemanfaatan
Kekayaan Daerah dengan target anggaran setelah perubahan sebesar
Rp825.000.000,00 realisasi penerimaan sebesar Rp784.435.864,00
atau 95,08 %.
Rincian atas penerimaan Hasil Perusahaan Daerah dan Hasil
Pengelolaan/Pemanfaatan Kekayaan Daerah sebagai berikut :

Anggaran Realisasi
No Uraian Setelah
Rp %
Perubahan
1 PT Bank NTB 550.000.000,00 582.274.300,00 105,87
2 PDAM 75.000.000,00 15.097.460,00 20,13
3 Perusahaan Daerah (PD. 0,00 0,00 0,00
Wawo)
4 Laba BPR LKP 200.000.000,00 187.064.104,00 93,53
Jumlah 825.000.000,00 784.435.864,00 95,08

Dari tabel di atas terlihat bahwa realisasi penerimaan hasil perusahaan


daerah mencapai 95,08% dari target anggaran yang telah ditetapkan.
Persentase realisasi penerimaan terbesar bersumber dari penerimaan
laba PT. Bank NTB yakni 105,87%, sedangkan PD. WAWO tidak
memberikan kontribusi terhadap penerimaan hasil Perusahaan Daerah.

4) Lain-lain Pendapatan Asli Daerah


Lain-lain Pendapatan Asli Daerah dengan target anggaran setelah
perubahan sebesar Rp11.270.687.964,00 realisasi penerimaan sebesar
Rp9.601.018.681,02 atau 85,19%.
Rincian atas penerimaan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah sebagai
berikut:

Realisasi
Anggaran setelah
No Uraian Rp %
Perubahan

1 Sumbangan Pihak Ke III 4.670.000.000,00 2.733.854.840,00 58,54


2 Pengembalian Dana 53.375.000,00 62.600.000,00 117,28
Pemberday. Usaha IKM
3 Penerimaan Jasa Giro 2.510.000.000,00 2.748.000.992,00 109,48
4 Penerimaan Bunga Deposito 85.000.000,00 81.197.000,00 95,53
5 Pendapatan KSO Merpati 2.100.000.000,00 2.156.040.672,00 102,67
6 Kontribusi SHU Koperasi 93.025.000,00 96.900.000,00 104,17
7 Hasil Penjualan Asset Daerah 1.133.895.000,00 1.133.895.000,00 100,00
yg dipisahkan
8 Hasil Pengelolaan Kebun 160.000.000,00 160.000.000,00 100,00
Kopi Tambora
9 Biaya Pembuatan Plat Nomor 33.060.000,00 48.852.850,00 147,77
dll
10 Angsuran Rumah Dinas 215.582.964,00 66.994.025,00 31,08
11 Lain-lain Pendapatan 216.750.000,00 312.683.302,00 144,26
Jumlah 11.270.687.964,00 9.601.018.681,00 85,19

2) Dana Perimbangan, target anggaran setelah perubahan sebesar


Rp399.008.824.778,42 terealisasi sebesar Rp398.507.860.230,60 atau
99,87%. Rincian atas Dana Perimbangan tersebut sebagai berikut :

Anggaran Setelah Realisasi


No Uraian
Perubahan Rp %
1 Bagi Hasil Pajak 12.800.000.000,00 18.076.768.623,00 141,22
2 Bagi Hasil Bukan 11.439.186.234,42 5.900.459.809,50 51,58
Pajak/SDA/IHPH
3 Dana Alokasi Umum 330.942.000.000,00 330.942.000.000,00 100,00
4 Dana Alokasi Khusus 36.360.000.000,00 36.360.000.000,00 100,00
5 Bagi Hasil Pajak dan 7.467.638.544,00 7.228.631.798,10 96,80
Bantuan Keuangan dari
Propinsi
Jumlah 399.008.824.778,42 398.507.860.230,60 99,87

Adapun gambaran angka realisasi Dana Perimbangan secara terperinci


adalah sebagai berikut :
a) Bagi Hasil Pajak
Bagi Hasil Pajak dengan target anggaran setelah perubahan sebesar
Rp12.800.000.000,00 realisasi penerimaan sebesar Rp18.076.768.623,00
atau 141,22%.
Rincian penerimaan Bagi Hasil Pajak dapat dilihat pada tabel berikut :

Anggaran setelah REALISASI


No URAIAN
Perubahan Rp %
1 Pajak Bumi dan Bangunan 10.000.000.000,00 15.777.032.777,00 157,77
(PBB)
2 BPHTB 800.000.000,00 1.262.821.234,00 157,85
3 Bagi Hasil Pajak PPH Ps 21 2.000.000.000,00 1.036.914.612,00 51,85
Jumlah 12.800.000.000,00 18.076.768.623,00 141,22

Dari komponen bagi hasil pajak diatas, Bagi hasil pajak PPh pasal 21
dari target sebesar Rp2.000.000.000,00 hanya terealisasi sebesar
Rp1.036.914.612,00 yakni 51,85%, disebabkan karena perhitungan
pembagian PPh pasal 21 tersebut didasari oleh tempat domisili
pembayaran pajak,sehingga menyebabkan pembagian pajak dimaksud
lebih banyak masuk ke pemerintah kota Bima.

b) Bagi Hasil Bukan Pajak/Sumber Daya Alam/IHH


Bagi Hasil Bukan Pajak/Sumber Daya Alam/IHH dengan target
anggaran setelah perubahan sebesar Rp11.439.186.234,42 realisasi
penerimaan sebesar Rp5.900.459.809,50 atau 51,58%.
Rincian atas penerimaan Bagi Hasil Bukan Pajak/Sumber Daya
Alam/IHH sebagai berikut:

Anggaran Realisasi
No Uraian Setelah
Rp %
Perubahan
1 Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH) 761.164.800,00 106.291.882,00 13,96
2 Iuran Tetap (Landrent) 78.021.434,42 5.128.203,50 6,57
3 Iuran Eksplorasi (Royalti) 10.000.000.000,00 5.531.010.065,00 55,31
4 Penerimaan Pungutan Hasil 600.000.000,00 258.029.659,00 43,00
Perikanan
Jumlah 11.439.186.234,42 5.900.459.809,50 51,58
Realisasi bagi hasil bukan pajak/sumber daya alam/IHH hanya 51,58%
dari anggarannya. Hal ini terutama disebabkan oleh rendahnya
alokasi/realisasi oleh pemerintah pusat.
c) Dana Alokasi Umum
Dana Alokasi Umum dengan target anggaran setelah perubahan sebesar
Rp330.942.000.000,00 realisasi penerimaan sebesar
Rp330.942.000.000,00 atau 100.00%.

d) Dana Alokasi Khusus


Dana Alokasi Khusus dengan target anggaran setelah perubahan sebesar
Rp36.360.000.000,00 realisasi penerimaan sebesar
Rp36.360.000.000,00 atau 100,00%.

e) Bagi Hasil Pajak dan Bantuan Keuangan dari Provinsi


Bagi Hasil Pajak dan Bantuan Keuangan dari Provinsi dengan
target anggaran setelah perubahan sebesar Rp7.467.638.544,00 realisasi
penerimaan sebesar Rp7.228.631.798,00 atau 96,80%. Rincian atas
penerimaan Bagi Hasil Pajak dan Bantuan Keuangan dari Provinsi
sebagai berikut :
Anggaran Realisasi
No Uraian Setelah
Rp %
Perubahan
1 Pajak Kendaraan Bermotor 1.300.000.000,00 792.563.874,00 60,97
2 Bea Balik Nama Kendaraan 1.155.770.815,00 1.376.734.171,00 119,12
Bermotor
3 Pajak Bahan Bakar Kendaraan 2.142.549.987,00 2.129.982.709,00 99,41
Bermotor
4 Pajak Pengambilan & Pemanfaatan 61.655.742,00 10.236.333,00 16,60
Air Bawah
5 Bantuan Untuk Guru Kontrak 607.662.000,00 847.037.026,10 139,39
6 Bantuan Dana Pemb.Propinsi 2.200.000.000,00 2.072.077.685,00 94,19
Jumlah 7.467.638.544,00 7.228.631.798,10 96,80

3) Lain-lain Pendapatan yang Sah, merupakan Dana Kontinjensi / Dana


Penyeimbang dari Pemerintah dengan target anggaran setelah perubahan
sebesar Rp104.696.200,00 terealisasi sebesar Rp104.696.200,00 atau 100,00
%.
Adapun gambaran angka realisasi Lain-lain Pendapatan yang Sah secara
terperinci adalah sebagai berikut :
(1) Bantuan Dana Kontijensi/Penyeimbang dari Pemerintah

Bantuan Dana Kontijensi/Penyeimbang dari Pemerintah untuk


rekruitmen CPSD dengan target anggaran setelah perubahan sebesar
Rp104.696.200,00 realisasi penerimaan sebesar Rp104.696.200,00 atau
100,00%.

B. Belanja Daerah
Belanja daerah terdiri dari dua bagian yaitu Belanja Aparatur dan
Belanja Pelayanan Publik. Bagian Belanja Aparatur terbagi atas kelompok
Belanja Administrasi Umum, Belanja Operasional & Pemeliharaan dan
Belanja Modal. Sedangkan Bagian Belanja Pelayanan Publik, terbagi atas tiga
kelompok seperti Belanja Aparatur, Belanja Bantuan Keuangan dan Bagi
Hasil serta Belanja Tidak Tersangka.
Belanja Administrasi Umum adalah belanja tidak langsung yang
dialokasikan/digunakan untuk kegiatan non-investasi (kegiatan yang tidak
menambah aktiva tetap). Belanja tidak langsung adalah belanja yang
eksistensinya tidak dipengaruhi secara langsung oleh adanya suatu
program/kegiatan, atau bukan merupakan konsekuensi dari adanya suatu
program/kegiatan. Belanja ini merupakan belanja yang digunakan secara
bersama-sama (common cost) untuk melaksanakan seluruh program/kegiatan
unit kerja/proyek, serta digunakan secara periodik (umumnya bulanan) dalam
rangka koordinasi penyelenggaraan kewenangan pemerintah daerah yang
bersifat umum.
Belanja Operasional dan Pemeliharaan adalah belanja langsung yang
dialokasikan/ digunakan untuk membiayai kegiatan non-investasi (kegiatan
yang tidak menambah aktiva). Belanja langsung adalah belanja yang
eksistensinya dipengaruhi secara langsung oleh adanya suatu
program/kegiatan. Karakteristik dari belanja langsung adalah input (alokasi
belanja) yang ditetapkan dapat diukur dan diperbandingkan dengan output
yang dihasilkan.
Belanja Modal adalah belanja langsung yang digunakan untuk
membiayai kegiatan investasi, yaitu yang menambah aktiva tetap.
Jumlah Belanja dalam Tahun Anggaran 2006 dengan target anggaran setelah
perubahan sebesar Rp417.567.218.399,57 realisasinya sebesar
Rp401.020.280.524,00 atau 96,04%.

Jumlah belanja tersebut, secara rinci dapat dijelaskan sebagai berikut :


1) Belanja Aparatur Daerah, target anggaran setelah perubahan sebesar
Rp264.643.246.065,57 realisasi pengeluaran sebesar
Rp258.969.192.547,00 atau 97,86%. Rincian atas belanja aparatur daerah
tersebut sebagai berikut :

Anggaran setelah Realisasi


No Uraian
Perubahan Rp %
1 Belanja Administrasi & Umum 230.257.725.530,57 225.946.601.618,00 98,13
2 Belanja Operasional & 13.057.350.635,00 12.131.806.604,00 92,91
Pemeliharaan
3 Belanja Modal 21.328.169.900,00 20.890.784.325,00 97,95
Jumlah 264.643.246.065,57 258.969.192.547,00 97,86

Adapun gambaran angka realisasi Belanja Aparatur Daerah secara


terperinci adalah sebagai berikut :
a) Belanja Administrasi umum
Belanja Administrasi Umum untuk Aparatur Daerah dengan target
anggaran setelah perubahan sebesar Rp230.257.725.530,57 realisasi
pengeluaran sebesar Rp225.946.601.618,00 atau 98,13%.
Rincian atas belanja Administrasi Umum Aparatur Daerah tersebut
sebagai berikut:

Anggaran Setelah Realisasi


No Uraian
Perubahan Rp %
1 Belanja Pegawai/ 184.308.789.648,57 183.272.408.874,00 99,44
Personalia
2 Belanja Barang dan Jasa 33.703.024.630,00 31.717.148.433,00 94,11
3 Belanja Perjalanan Dinas 6.236.300.000,00 5.641.499.700,00 90,46
4 Belanja Pemeliharaan 6.009.611.252,00 5.315.544.611,00 88,45
Jumlah 230.257.725.530,57 225.946.601.618,00 98,13

b) Belanja Operasional dan Pemeliharaan


Belanja Operasional dan Pemeliharaan Aparatur Daerah dengan target
anggaran setelah perubahan sebesar Rp13.057.350.635,00 realisasi
pengeluaran sebesar Rp12.131.806.604,00 atau 92,91%. Rincian atas
Belanja Operasional dan Pemeliharaan Aparatur Daerah sebagai
berikut :

Anggaran Setelah Realisasi


No Uraian
Perubahan Rp %
1 Belanja Pegawai/ 1.479.797.000,00 1.294.563.875,00 87,48
Personalia
2 Belanja Barang dan Jasa 8.394.660.535,00 8.042.630.729,00 95,81
3 Belanja Perjalanan Dinas 1.077.091.000,00 747.891.500,00 69,44
4 Belanja Pemeliharaan 2.105.802.100,00 2.046.720.500,00 97,19
Jumlah 13.057.350.635,00 12.131.806.604,00 92,91

c) Belanja Modal
Belanja Modal Aparatur Daerah dengan target anggaran setelah
perubahan sebesar Rp21.328.169.900,00 realisasi pengeluaran sebesar
Rp20.890.784.325,00 atau 97,95%.

2) Belanja Pelayanan Publik, target anggaran setelah perubahan sebesar


Rp152.923.972.333,00 realisasi pengeluaran sebesar
Rp142.051.087.977,00 atau 92,89%. Rincian atas belanja pelayanan
publik tersebut sebagai berikut :
Anggaran setelah REALISASI
No URAIAN
Perubahan Rp %
1 Belanja Administrasi & Umum 2.811.977.675,00 2.108.773.869,00 74,99
2 Belanja Operasional & 84.908.325.673,00 78.284.804.193,00 92,20
Pemeliharaan
3 Belanja Modal 36.033.593.985,00 35.924.768.915,00 99,70
4 Belanja Bantuan Keuangan & 28.148.175.000,00 25.019.277.050,00 88,88
Bagi Hasil
5 Belanja Tidak Tersangka 1.021.900.000,00 713.463.950,00 69,82
Jumlah 152.923.972.333,00 142.051.087.977,00 92,89

Adapun gambaran angka realisasi Belanja Pelayanan Publik secara


terperinci adalah sebagai berikut :

a) Belanja Administrasi Umum


Belanja Administrasi Umum Pelayanan Publik dengan target
anggaran setelah perubahan sebesar Rp2.811.977.675,00 realisasi
pengeluaran sebesar Rp2.108.773.869,00 atau 74,99%.
Rincian atas Belanja Administrasi Umum Pelayanan Publik
tersebut sebagai berikut :

Anggaran Setelah Realisasi


No Uraian
Perubahan Rp %
1 Belanja Pegawai/ 360.000.000,00 352.060.000,00 97,79
Personalia
2 Belanja Barang dan Jasa 2.451.977.675,00 1.756.713.869,00 71,64
3 Belanja Perjalanan Dinas 0,00 0,00 0,00
4 Belanja Pemeliharaan 0,00 0,00 0,00
Jumlah 2.811.977.675,00 2.108.773.869,00 74,99

b) Belanja Operasional dan Pemeliharaan


Belanja Operasional dan Pemeliharaan Pelayanan Publik dengan
target anggaran setelah perubahan sebesar Rp84.908.325.673,00
realisasi pengeluaran sebesar Rp78.284.804.193,00 atau 92,20%.
Rincian atas Belanja Operasional dan Pemeliharaan Pelayanan
Publik sebagai berikut:
Anggaran Realisasi
No Uraian Setelah
Rp %
Perubahan
1 Belanja Pegawai/ 3.988.362.200,00 3.270.442.000,00 82,00
Personalia
2 Belanja Barang dan Jasa 36.656.163.740,00 32.913.636.925,00 89,79
3 Belanja Perjalanan 4.061.483.600,00 2.664.230.800,00 65,60
Dinas
4 Belanja Pemeliharaan 40.202.316.133,00 39.436.514.468,00 98,10
Jumlah 84.908.325.673,00 78.284.804.193,00 92,20

c) Belanja Modal
Belanja Modal Pelayanan Publik dengan target anggaran setelah
perubahan sebesar Rp36.033.593.985,00 realisasinya sebesar
Rp35.924.768.915,00 atau 99,69%.

d) Belanja Bantuan Keuangan dan Bagi Hasil


Belanja Bantuan Keuangan dan Bagi Hasil dengan target anggaran
setelah perubahan sebesar Rp28.148.175.000,00 realisasinya
sebesar Rp25.019.277.050,00 atau 88,88%.

e) Belanja Tidak Tersangka


Belanja Tidak Tersangka dengan target anggaran setelah perubahan
sebesar Rp1.021.900.000,00 realisasinya sebesar
Rp713.463.950,00 atau 69,82%.

C. Pembiayaan
Pembiayaan adalah transaksi keuangan daerah yang dimaksudkan untuk
menutup selisih antara Pendapatan Daerah dan Belanja Daerah.
Kegiatan Pembiayaan dibagi menjadi dua yaitu Penerimaan Daerah dan
Pengeluaran Daerah.

1) Penerimaan Daerah
Penerimaan Daerah dalam lingkup pembiayaan terdiri dari Sisa
Perhitungan Tahun Lalu, Transfer dari Dana Cadangan, Transfer dari Dana
Depresiasi, dan Penerimaan Pinjaman dan Obligasi.
Penerimaan Daerah sebagai sumber pembiayaan dengan target anggaran
setelah perubahan sebesar Rp136.844.706,15 realisasi penerimaan sebesar
Rp136.844.706,15 atau 100,00%.
Rincian atas sumber-sumber Penerimaan Daerah sebagai sumber
pembiayaan tersebut sebagai berikut:

Anggaran Realisasi
No Uraian Setelah
Rp %
Perubahan
1 Sisa Lebih Perhitungan Anggaran 136.844.706,15 136.844.706,15 100,00
Tahun Lalu
2 Transper dari Dana Cadangan 0,00 0,00 0,00
3 Penerimaan Pinjaman dan Obligasi 0,00 0,00 0,00
4 Hasil Penjualan Aset Daerah yang
dipisahkan 0,00 0,00 0,00
Jumlah 136.844.706,15 136.844.706,15 100,00

2) Daerah
Pengeluaran Daerah dalam lingkup pembiayaan terdiri dari Penyertaan
Modal dengan target anggaran setelah perubahan sebesar
Rp2.800.000.000,00 terealisasi sebesar Rp2.800.000.000,00 atau
100,00%.
Rincian atas pengeluaran daerah (pembiayaan) sebagai berikut:

Anggaran Setelah Realisasi


No Uraian
Perubahan Rp %
1 PT. Bank NTB 1.000.000.000,00 1.000.000.000,00 100,00
2 BPR – LKP 1.500.000.000,00 1.500.000.000,00 100,00
3 PD. Wawo 200.000.000,00 200.000.000,00 100,00
4 PDAM 100.000.000,00 100.000.000,00 100,00
Jumlah 2.800.000.000,00 2.800.000.000,00 100,00
3. Penjelasan atas Laporan Arus Kas
B. Aliran Kas Dari Aktivitas Operasi
Aliran kas bersih aktivitas operasi tahun anggaran 2005 sebesar
Rp27.062.682.759,00 meningkat menjadi sebesar Rp73.576.881.823,62 hal
ini menunjukkan kemampuan operasi pemerintah dalam menghasilkan kas
yang cukup untuk membiayai aktivitas operasional pemerintah.
Aliran kas bersih aktivitas operasi merupakan selisih dari aliran masuk kas
dengan aliran keluar kas yang terdiri dari :
1) Aliran Masuk Kas
Aliran masuk kas tahun anggaran 2005 dari aktivitas operasi diperoleh
dari:

No Uraian Tahun 2006 Tahun 2005


1 PENDAPATAN ASLI DAERAH

Pajak Daerah 1.595.506.551,00 2.003.365.723,00


Retribusi Daerah 7.188.091.581,00 5.785.645.934,00
Hasil Perusahaan Milik Daerah dan Hasil 784.435.864,00 853.046.820,00
Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang
Dipisahkan
Lain-lain Pendapatan Asli Daerah 9.601.018.681,02 2.268.268.269,00
Total Pendapatan Asli Daerah 19.169.052.677,02 10.910.326.746,00
2 PENDAPATAN DANA PERIMBANGAN

Bagi Hasil Pajak 18.076.768.623,00 15.023.024.327,00


Bagi Hasil Bukan Pajak 5.900.459.809,50 8.698.527.549,00
Dana Alokasi Umum 330.942.000.000,00 203.455.174.822,00
Dana Alokasi Khusus 36.360.000.000,00 34.864.485.355,00
Bagi Hasil Pajak dan Bantuan Keuangan 7.228.631.798,10 4.025.754.626,00
Dari Propinsi
Total Pendapatan Dana Perimbangan 398.507.860.230,60 266.066.966.679,00
3 LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH

Dana Penyeimbang dari Pemerintah 104.696.200,00 11.983.610.000,00


Dana Darurat/Bencana Alam 0,00 0,00
Total Lain-lain Pendapatan Yang Sah 104.696.200,00 11.983.610.000,00
Total Aliran Kas Masuk 417.781.609.107,62 288.960.903.425,00
2) Aliran Keluar Kas
Aliran keluar kas tahun anggaran 2006 dan tahun anggaran 2005 dari
aktivitas operasi terutama untuk operasional pemerintah, yakni :

No Uraian Tahun 2006 Tahun 2005


1 Belanja Administrasi Umum

Belanja Pegawai / Personalia 183.624.468.874,00 150.893.805.976,00


Belanja Barang dan Jasa 33.473.862.302,00 27.184.397.716,00
Belanja Perjalanan Dinas 5.641.499.700,00 3.462.040.300,00
Belanja Pemeliharaan 5.315.544.611,00 2.679.861.521,00
Jumlah Belanja Administrasi Umum 228.055.375.487,00 184.220.105.513,00
2 Belanja Operasi dan Pemeliharaan

Belanja Pegawai / Personalia 4.565.210.875,00 1.978.056.250,00


Belanja Barang dan Jasa 40.956.042.654,00 15.321.346.600,00
Belanja Perjalanan Dinas 3.412.122.300,00 1.066.286.700,00
Belanja Pemeliharaan 41.483.234.968,00 18.708.160.471,00
Jumlah Belanja Operasi dan 90.416.610.797,00 37.073.850.021,00
Pemeliharaan
3 Belanja Bagi Hasil Dan Bantuan 25.019.277.050,00 40.113.632.132,00
Keuangan

4 Belanja Tidak Tersangka 713.463.950,00 490.633.000,00

Total Aliran Kas Keluar 344.204.727.284,00 261.898.220.666,00

C. Aliran Kas Dari Aktivitas Investasi


Aliran kas bersih dari aktivitas investasi meningkat sebesar
Rp30.445.298.205,00 atau 115,34%, yaitu dari Rp26.395.195.035,00 pada
tahun 2005 menjadi Rp56.815.553.240,00 pada tahun 2006, hal ini
mencerminkan adanya pengeluaran kas bruto sehubungan dengan perolehan
dan pelepasan sumber daya ekonomi yang bertujuan untuk meningkatkan dan
mendukung pelayanan pemerintah di masa yang akan datang.

Aliran kas bersih tahun anggaran 2006 dari aktivitas investasi merupakan
selisih dari aliran masuk kas dengan aliran keluar kas atas aktivitas investasi,
yang terdiri dari :
1) Aliran Masuk Kas
Dalam tahun anggaran 2006 tidak ada aliran masuk kas dari aktivitas
investasi.
2) Aliran Keluar Kas
Aliran keluar kas dari aktivitas investasi dalam tahun anggaran 2006
sebesar Rp56.815.553.240,00 yang merupakan belanja modal/pembelian
aktiva tetap.

D. Aliran Kas Dari Aktivitas Pembiayaan

Aliran kas bersih tahun anggaran 2006 dari aktivitas pembiayaan sebesar
Rp2.800.000.000,00 mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas brutto
sehubungan dengan defisit/surplus anggaran yang bertujuan untuk
memprediksi klaim pihak yang terkait terhadap arus kas pemerintah di masa
yang akan datang.
Aliran kas bersih dari aktivitas pembiayaan merupakan selisih dari aliran
masuk kas dengan aliran keluar kas atas aktivitas pembiayaan, yang terdiri
dari :
1) Aliran Masuk Kas
Aliran masuk kas tahun anggaran 2006 dan tahun anggaran 2005 dari
aktivitas pembiayaan diperoleh dari :

No Uraian Tahun 2006 Tahun 2005


1 Transfer dari Dana Cadangan 0,00 0,00
2 Penerimaan Pinjaman dan Obligasi 0,00 0,00
3 Penjualan Aset Daerah yang Dipisahkan 0,00 0,00
4 Penerimaan Piutang Pajak Tahun Lalu 0,00 0,00
Jumlah 0,00 0,00

2) Aliran Keluar Kas


Aliran keluar kas tahun anggaran 2006 dan tahun anggaran 2005 atas
aktivitas pembiayaan terdiri dari :

No Uraian Tahun 2006 Tahun 2005


1 Pembayaran Pinjaman dan 0,00 0,00
Obligasi
2 Transfer ke Dana Cadangan 0,00 0,00
3 Penyertaan Modal 2.800.000.000,00 2.548.046.820,00
Jumlah 2.800.000.000,00 2.548.046.820,00
E. Aliran Kas Dari Aktivitas Non Anggaran

Aliran kas dari aktivitas non anggaran mencerminkan penerimaan dan


pengeluaran kas bruto yang tidak mempengaruhi anggaran. Aliran kas bersih
tahun anggaran 2006 dan tahun anggaran 2005 dari aktivitas non anggaran
sebesar Rp 0,00 (nihil).
Dari penjumlahan keempat aliran kas bersih tersebut diatas, maka
selama tahun anggaran 2006 terjadi kenaikan kas sebesar
Rp13.961.328.583,62 sedangkan tahun anggaran 2005 menunjukkan
penurunan sebesar Rp(1.880.559.096,00), sehingga saldo kas per 31
Desember 2006 adalah sebesar Rp14.098.173.289,77 dan per 31 Desember
2005 sebesar Rp136.844.706,15 yang terdiri kas di bank dan kas di
pemegang kas.
GAMBARAN UMUM PEMERIKSAAN

1. Dasar Hukum Pemeriksaan


Dasar hukum pelaksanaan Pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten
Bima adalah sebagai berikut:
a. Pasal 31 UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
b. Pasal 56 UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara.
c. Pasal 2 UU Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan
Tanggung Jawab Keuangan Negara
d. Pasal 6 UU Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan.
e. Rencana Kegiatan Pemeriksaan (RKP) BPK RI Tahun Anggaran 2007.

2. Tujuan Pemeriksaan
Tujuan Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Bima
adalah untuk untuk memberikan opini atas tingkat kewajaran informasi keuangan
yang disajikan dalam laporan keuangan mendasarkan kepada kriteria:
a. Kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintah dan atau prinsip-prinsip
akuntansi yang ditetapkan dalam berbagai peraturan perundang-undangan.
b. Kecukupan pengungkapan (adequate disclosure)
c. Kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan
d. Efektivitas Sistem Pengendalian Intern (SPI).

3. Sasaran Pemeriksaan
Sasaran pemeriksaan adalah pengujian atas penyajian dan saldo akun-akun
pada laporan keuangan dan pengujian kepatuhan terhadap peraturan perundang-
undangan dan sistem pengendalian intern.

4. Standar Pemeriksaan
Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Bima Tahun
Anggaran 2006 dilakukan dengan berpedoman pada Peraturan BPK RI Nomor 01
Tahun 2007 tentang Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN).
5. Metode Pemeriksaan

Metoda Pemeriksaan yang digunakan dalam pemeriksaan LKPD


(Laporan Keuangan Pemerintah Daerah) secara ringkas meliputi perencanaan
yang difokuskan pada pemahaman terhadap Sistem Pengendalian Intern (SPI),
pelaksanaan pemeriksaan yang difokuskan pada pengujian analisa, pengujian
atas efektifitas SPI dan pengujian substantif atas transaksi dan saldo akun
secara uji petik serta pelaporan hasil pemeriksaan.

6. Waktu Pemeriksaan
Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Bima
dilaksanakan selama 30 hari kalender, mulai dari tanggal 1 s.d. 30 April 2007.

7. Obyek Pemeriksaan

Obyek pemeriksaan adalah Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten


Bima Tahun Anggaran 2006.

8. Batasan Pemeriksaan
Dalam rangka pelaksanaan pemeriksaan atas Laporan Keuangan
Pemerintah Daerah oleh BPK RI, tidak ada usaha pembatasan dari auditee
untuk mengakses dokumen dan informasi lain baik dari Biro Keuangan
maupun unit kerja terkait. Secara umum dalam pelaksanaan pemeriksaan tim
BPK RI tidak mengalami batasan yang dapat mempengaruhi independensi
pemeriksaan.
BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

LAPORAN ATAS PENGENDALIAN INTERN


DALAM KERANGKA PEMERIKSAAN LAPORAN KEUANGAN
PEMERINTAH KABUPATEN BIMA
UNTUK TAHUN ANGGARAN 2006
DI
RABA

AUDITORAT UTAMA KEUANGAN NEGARA IV


PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR

Nomor : 02.2C/Pwk.BPK RI di Dps/04/2007


Tanggal : 30 April 2007
DAFTAR ISI

Halaman
RESUME PEMERIKSAAN 1

GAMBARAN UMUM PENGENDALIAN INTERN DALAM SISTEM


AKUNTANSI DAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH................. 4

TEMUAN PEMERIKSAAN
A. Temuan pemeriksaan yang mempengaruhi kewajaran laporan keuangan
1. Pemerintah Kabupaten Bima belum mengkonversi Laporan Realisasi Anggaran
Tahun 2006 sesuai dengan PP No.24 Tahun 2005………………………………… 6
2. SK Penghapusan Aktiva Tetap Kendaraan Roda Empat milik Pemerintah
Kabupaten Bima T.A 2006 belum ditetapkan, sehingga masih dicantumkan dalam
Neraca........................................................................................................................ 7
B. Temuan pemeriksaan yang tidak mempengaruhi kewajaran laporan keuangan
1. Prosedur Pengajuan dan penyerahan Bantuan Keuangan Partai Politik tidak
sesuai ketentuan……………………………………………………............……..... 10
2. Daftar Inventaris Barang Milik Pemerintah Kabupaten Bima tidak dapat
mendukung nilai aset di Neraca................................................................................ 14
3. Aset Daerah berupa Kendaraan Roda Empat milik Pemerintah Kabupaten Bima
sebanyak lima unit senilai Rp2.002.075.001,00 belum dilengkapi dengan bukti
kepemilikan yang sah berupa BPKB......................................................................... 16
BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

RESUME LAPORAN ATAS PENGENDALIAN INTERN

Berdasarkan ketentuan Pasal 23E Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia


Tahun 1945, Pasal 31 Undang-Undang No. 17 Tahun 2003, dan Pasal 56 Undang-
Undang No.1 Tahun 2004, dan Pasal 6 Undang-Undang No. 15 Tahun 2006, BPK RI
telah memeriksa Neraca Pemerintah Kabupaten Bima per 31 Desember 2006, Laporan
Realisasi Anggaran, Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan untuk
tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah tanggung jawab
Pemerintah Kabupaten Bima. Tanggung jawab BPK RI adalah pada pernyataan
pendapat atas laporan keuangan berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan.

Atas pemeriksaan tersebut, BPK RI telah menerbitkan Laporan Hasil Pemeriksaan


Keuangan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Bima tahun 2006 yang
memuat pendapat wajar dengan pengecualian dengan nomor 02.2.A/Pwk.BPK RI di
Dps/04/2007 tanggal 30 April 2007 dan Laporan Hasil Pemeriksaan Kepatuhan dalam
kerangka pemeriksaan laporan keuangan Nomor 02.2.B/Pwk.BPK RI di Dps/04/2007
tanggal 30 April 2007.

Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Bima tersebut dilakukan


berdasarkan pada Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) yang ditetapkan
oleh BPK RI. Standar tersebut mengharuskan BPK RI untuk merencanakan,
mengumpulkan bukti yang cukup dan melaksanakan pemeriksaan agar memperoleh
keyakinan yang memadai sebagai dasar untuk memberikan pendapat. Standar
tersebut juga mengharuskan BPK RI untuk mengungkapkan kelemahan dalam sistem
pengendalian intern atas pelaporan keuangan.
Kelemahan dalam sistem pengendalian intern atas Laporan Keuangan Pemerintah
Kabupaten Bima yang ditemukan BPK RI :
1. Pemerintah Kabupaten Bima belum mengkonversi Laporan Realisasi Anggaran
Tahun 2006 sesuai dengan PP No.24 Tahun 2005
2. SK Penghapusan Aktiva Tetap Kendaraan Roda Empat yang sudah dijual milik
Pemerintah Kabupaten Bima T.A 2006 belum ditetapkan, sehingga masih
dicantumkan dalam Neraca
3. Prosedur Pengajuan dan penyerahan Bantuan Keuangan Partai Politik tidak
sesuai ketentuan
4. Daftar Inventaris Barang Milik Pemerintah Kabupaten Bima tidak dapat
mendukung nilai aset di Neraca
5. Aset Daerah berupa Kendaraan Roda Empat milik Pemerintah Kabupaten Bima
sebanyak lima unit senilai Rp2.002.075.001,00 belum dilengkapi dengan bukti
kepemilikan yang sah berupa BPKB.

Berdasarkan kelemahan-kelemahan tersebut, BPK RI menyarankan Bupati Bima agar :


1. Memberi sanksi kepada Kepala Bagian Keuangan Setda yang belum mengkonversi
Laporan Realisasi Anggaran dan memerintahkan agar Laporan Keuangan tahun
mendatang disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005;
2. Memberi sanksi kepada Panitia Penaksir Harga dan Penghapusan Asset milik
Pemerintah Kabupaten Bima yang belum menyampaikan laporan kepada Bupati
Bima atas hasil penjualan/pelelangan asset/kekayaan milik Pemerintah Kabupaten
Bima untuk ditetapkan dengan Keputusan Bupati;
3. Tahun mendatang dalam merealisasikan bantuan Parpol menerapkan ketentuan
perundang-undangan yang berkaitan dengan bantuan keuangan kepada partai politik
dan memberi sanksi kepada Kepala Bagian Keuangan selaku pihak yang
menyerahkan bantuan keuangan yang belum menerapkan ketentuan perundang-
undangan yang berkaitan dengan bantuan keuangan kepada partai politik;
4. Memberi sanksi kepada Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan dengan Bagian

Keuangan yang kurang berkoordinasi dalam menyusun aset daerah sebagai bahan
dukungan Neraca; Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan yang terlambat dalam
menyusun Daftar Inventaris Barang; dan Kepala unit kerja yang belum
menyampaikan laporan aset daerah yang dikuasainya.
5. Memerintahkan Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan Setda Kabupaten Bima
lebih intensif dalam mengurus bukti kepemilikan kendaraan Pemkab Bima dengan
berkoordinasi dengan Satlantas.

Secara lebih rinci akan dijelaskan pada bagian temuan Pemeriksaan Sistem Pengendalian
Intern.

Denpasar, 30 April 2007


BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA
Perwakilan BPK RI di Denpasar
Kuasa Penanggungjawab Pemeriksaan,

Drs. Imam Muslich, MSi., Ak


Akuntan Register Negara Nomor D-6407
GAMBARAN UMUM
PENGENDALIAN INTERN DALAM SISTEM AKUNTANSI DAN
LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH

Pembukuan dan penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Bima


dilakukan secara terpusat oleh Bagian Keuangan Setda Kabupaten Bima sesuai
dengan Pedoman Organisasi dan Tata Kerja yang diatur dengan Peraturan Daerah
Kabupaten Bima No. 13 Tahun 2000 tanggal 4 September 2000 tentang Pembentukan
Susunan Organisasi Perangkat Daerah Kabupaten Bima.
Pembukuan dan Penyusunan Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Bima
Tahun Anggaran 2005 diselenggarakan dengan menggunakan sistem pembukuan
tunggal dengan dasar kas (cash basis) untuk penyusunan Laporan Perhitungan APBD
dan Laporan Aliran Kas Tahun 2006 serta dasar akrual (accrual basis) untuk
penyusunan Neraca per 31 Desember 2006, mengacu pada Peraturan Pemerintah 105
Tahun 2000 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah dan
Kepmendagri No. 29 Tahun 2002 tentang Pedoman Pengurusan, Pertanggungjawaban
dan Pengawasan Keuangan Daerah serta Tata Cara Penyusunan Anggaran Pendapatan
dan Belanja Daerah, Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan
Perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.
Pada Tahun Anggaran 2005, Pemerintah Kabupaten Bima telah menyusun
Peraturan Daerah Pemerintah Kabupaten Bima Nomor 6 Tahun 2005 tanggal 6
Oktober 2005 tentang Pokok-pokok Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan
Daerah, Keputusan Bupati No. 296 Tahun 2005 tentang Tata Cara Pelaksanaan APBD
Kabupaten Bima Tahun Anggaran 2005, sedangkan sistem dan Prosedur tentang
Pengelolaan Keuangan Daerah belum dibuat.
Berdasarkan Pasal 31 ayat (2) UU No.17 Tahun 2003 tentang Keuangan
Negara, Pemerintah Kabupaten Bima berkewajiban menyusun Laporan Keuangan
Daerah yang terdiri dari Laporan Realisasi APBD, Neraca, Laporan Arus Kas, dan
Catatan Atas Laporan Keuangan Daerah. Pada Tahun Anggaran 2006 Pemerintah
Kabupaten Bima telah menyusun Laporan Keuangan Daerah yang terdiri dari
Perhitungan APBD, Neraca Daerah, Laporan Aliran Kas, Catatan atas Laporan
Keuangan. Namun demikian, Pemerintah Kabupaten Bima belum melakukan konversi
atas penyajian Laporan Keuangannya kedalam bentuk laporan sesuai Standar
Akuntansi Pemerintahan (SAP) yang diatur dalam PP No. 24 Tahun 2005.
TEMUAN PEMERIKSAAN

A. Temuan pemeriksaan yang mempengaruhi kewajaran laporan keuangan

1. Pemerintah Kabupaten Bima belum mengkonversi Laporan Realisasi


Anggaran Tahun 2006 sesuai dengan PP No.24 Tahun 2005

Penyusunan dan penyajian laporan keuangan Pemerintah Kabupaten


Bima yaitu untuk Laporan Realisasi Anggaran untuk periode yang berakhir
sampai dengan 31 Desember 2006 masih berdasarkan Kepmendagri 29/2002.
Antara Kepmendagri 29 Tahun 2002 dengan PP No.24 Tahun 2005 terdapat
perbedaan dalam hal klasifikasi pendapatan, menurut PP No.24 Tahun 2005
pendapatan diklasifikasikan berdasarkan sumbernya yaitu Pendapatan Asli
Daerah, Transfer yang berasal dari Pemerintah Pusat dan Pemda Lain, serta
Lain-lain Pendapatan yang sah. Sedangkan Kepmendagri 29 Tahun 2002
pendapatan diklasifikasikan menjadi Pendapatan Asli Daerah, Dana
Perimbangan dan Lain-lain Pendapatan Yang Sah. Dengan adanya perbedaan
tersebut maka perlu adanya reklasifikasi pendapatan.
Disisi belanja terjadi perbedaan dalam struktur anggaran belanja. PP
No.24 Tahun 2005 mengatur penyajian Laporan Realisasi Anggaran pada
lembar muka berdasarkan karakter belanja dan jenis belanja sedangkan
Kepmendagri 29 Tahun 2002 mengklasifikasikan belanja kedalam Belanja
Aparatur dan Belanja Publik. Selanjutnya baik pada Belanja Aparatur maupun
Belanja Publik, belanja diklasifikasikan menjadi Belanja Administrasi Umum,
Belanja Operasi dan Pemeliharaan, dan Belanja Modal. Karena perbedaan
tersebut perlu dilakukan konversi penyajian Laporan Realisasi Anggaran dari
Kepmendagri 29 Tahun 2002 ke PP No.24 Tahun 2005.

Hal tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik


Indonesia Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah pasal
100 ayat (2) menyebutkan ”PPKD menyusun laporan keuangan pemerintah
daerah terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Arus Kas
dan Catatan atas Laporan Keuangan dan ayat (3) yang menyebutkan “Laporan
Keuangan disusun dan disajikan sesuai dengan Peraturan Pemerintah tentang
Standar Akuntansi Pemerintah”.

Dengan belum dikonversinya Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2006


mengakibatkan penyajian laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Bima
Tahun 2006 belum sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintah, dan
mengurangi komparabilitas laporan keuangan.

Hal tersebut disebabkan karena Kepala Bagian Keuangan selaku


penanggungjawab dalam penyusunan Laporan Keuangan Daerah belum
memahami ketentuan yang mengatur mengenai mekanisme konversi laporan
keuangan.

Kasubag Pembukuan Bagian Keuangan Setda Kabupaten Bima


menegaskan ”Penyusunan dan penyajian laporan keuangan Pemerintah
Kabupaten Bima untuk realisasi pendapatan dan belanja daerah masih
mempedomani Kepmendagri Nomor 29 Tahun 2002 karena Perda APBD
Tahun 2006 masih mempedomani Kepmendagri No.29 Tahun 2002.

BPK RI menyarankan Bupati Bima agar memberi sanksi kepada


Kepala Bagian Keuangan Setda yang belum mengkonversi Laporan Realisasi
Anggaran dan memerintahkan agar Laporan Keuangan tahun mendatang
disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005.

2. SK Penghapusan Aktiva Tetap Kendaraan Roda Empat yang sudah


dijual milik Pemerintah Kabupaten Bima T.A 2006 belum ditetapkan,
sehingga masih dicantumkan dalam neraca

Pemeriksaan atas mutasi Aktiva Tetap Tahun Anggaran 2006 dengan


membandingkan aktiva tetap yang tercantum dalam Neraca Awal Kabupaten
Bima per 1 Januari 2006 diketahui bahwa aktiva tetap yang dimiliki
Pemerintah Kabupaten Bima seluruhnya per 1 Januari 2006 sebesar
Rp915.288.046.192,00 dan per 31 Desember 2006 sebesar
Rp972.671.077.832,00, sehingga terjadi mutasi aktiva tetap di Tahun 2006
sebesar Rp57.383.031.640,00.
Penelusuran lebih lanjut secara uji petik atas mutasi aktiva tetap pada
Lampiran Neraca per 31 Desember 2006 antara lain berupa Tanah, Gedung
dan Bangunan, Jalan, Instalasi, Jaringan dan Jembatan, Peralatan dan Mesin
dan Asset Tetap Lainnya diketahui mutasi penambahan Aktiva Peralatan dan
mesin adalah sebesar Rp25.336.542.105,00. Mutasi penambahan aktiva
tersebut merupakan nilai realisasi Belanja Modal yang diantaranya adalah
Belanja Modal Kendaraan Roda Empat.
Dari hasil konfirmasi kepada Bagian Umum dan Perlengkapan
diketahui bahwa pada T.A 2006 terdapat penjualan aset Pemerintah Kabupaten
Bima berupa kendaraan roda empat dan sudah disetujui oleh DPRD dengan
Keputusan DPRD Kabupaten Bima No. 13 Tahun 2006 tanggal 18 April 2006
tentang Persetujuan Penghapusan Aset Pemerintah Daerah Kabupaten Bima
yang diantaranya menetapkan persetujuan terhadap penghapusan aset-aset
Pemerintah Daerah Kabupaten Bima yaitu barang bergerak berupa 59 unit
mobil. Untuk mencapai validitas penilaian/perhitungan nilai ekonomis dan
kelancaran proses penghapusan aset milik Pemerintah Kabupaten Bima maka
ditetapkan SK Bupati No. 161 Tahun 2006 dan telah diubah dengan SK Bupati
No. 409 Tahun 2006 tentang Pembentukan Panitia Penaksir Harga dan
Penghapusan Aset Milik Pemerintah Kabupaten Bima. Tugas Panitia tersebut
antara lain melakukan pemeriksaan, penaksiran dan penilaian harga terhadap
aset milik Pemerintah Kabupaten Bima yang telah memperoleh persetujuan
penghapusan dari DPRD dan menyampaikan laporan kepada Bupati atas hasil
penjualan/pelelangan aset/kekayaan milik Pemerintah Kabupaten Bima untuk
ditetapkan dengan Keputusan Bupati.
Pelelangan dilaksanakan pada tanggal 15 Juni 2006 oleh Kantor
Pelayanan Piutang dan Lelang Negara (KP2LN) Mataram berdasarkan SK
Bupati No.540 Tahun 2006 tanggal 7 Juni 2006 tentang Pelimpahan
Wewenang Pelelangan Kendaraan Dinas Roda Empat Milik Pemerintah
Kabupaten Bima. Hasil lelang sebesar Rp1.132.795.000,00 dan sudah
disetorkan ke Kas Daerah dengan bukti sektor berupa STS No.
26/VI/009/2006 tanggal 26 Juni 2006 sebesar Rp1.097.795.000,00, STS No.
42/VIII/009/2006 tanggal 3 Agustus 2006 sebesar Rp15.000.000,00 dan STS
No. 61/X/009/2006 tanggal 2 Oktober 2006 sebesar Rp20.000.000,00.
Dari hasil konfirmasi kepada Bagian Umum dan Perlengkapan atas
penghapusan kendaraan tersebut, belum dicatat dalam Daftar Inventaris
Barang Daerah karena belum ada Surat Keputusan Bupati tentang
penghapusan dari Daftar Inventaris, sehingga penghapusan kendaraan tersebut
belum diperhitungkan sebagai pengurangan Aktiva dalam penyusunan Neraca
per 31 Desember 2006.

Hal tersebut tidak sesuai dengan :


a. Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah No. 11 Tahun
2001 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Daerah Pasal 27 ayat (3) yang
menyatakan ”Penghapusan dari daftar inventaris ditetapkan dengan
keputusan Kepala Daerah setelah harga penjualan kendaraan dimaksud
dilunasi”.
b. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 Tahun 2002 tentang Pedoman
Pengurusan, Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah serta
Tata Cara Penyusunan APBD, Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah
dan Penyusunan Perhitungan APBD Pasal 69 yang menyatakan
”Penambahan atau pengurangan nilai aset Daerah akibat perubahan status
hukum dibukukan pada rekening Aset Daerah yang bersangkutan dan
dicatat dalam Daftar Inventaris Barang Daerah”.

Hal tersebut mengakibatkan jumlah dan nilai Aktiva Tetap Peralatan


dan Mesin yang disajikan dalam Neraca per 31 Desember 2006 tidak
mencerminkan jumlah dan nilai yang sebenarnya dimiliki Pemerintah
Kabupaten Bima.

Hal tersebut disebabkan kelalaian Panitia Penaksir Harga dan


Penghapusan Asset milik Pemerintah Kabupaten Bima yang tidak
menyampaikan Laporan kepada Bupati Bima atas hasil penjualan/pelelangan
asset/kekayaan milik Pemerintah Kabupaten Bima untuk ditetapkan dengan
Keputusan Bupati.
Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan Setda Kabupaten Bima
sepakat dengan temuan tim BPK RI dan segera akan berkoordinasi dengan
Panitia Penaksir Harga dan Penghapusan Asset milik Pemerintah Kabupaten
Bima untuk menyampaikan laporan kepada Bupati agar SK tentang Pelepasan
Hak Pemda segera diproses.

BPK RI menyarankan Bupati Bima agar memberi sanksi kepada


Panitia Penaksir Harga dan Penghapusan Asset milik Pemerintah Kabupaten
Bima yang belum menyampaikan laporan kepada Bupati Bima atas hasil
penjualan/pelelangan asset/kekayaan milik Pemerintah Kabupaten Bima untuk
ditetapkan dengan Keputusan Bupati.

B. Temuan pemeriksaan yang tidak mempengaruhi kewajaran laporan


keuangan

1. Prosedur Pengajuan dan penyerahan Bantuan Keuangan Partai Politik


tidak sesuai ketentuan

Prosedur pengajuan dan penyerahan bantuan keuangan partai politik di


Kabupaten Bima dalam Tahun 2006 dapat dijelaskan sebagai berikut :
a. Masing-masing Parpol mengajukan permohonan dana Bantuan kepada
Pemda melalui surat permohonan yang diajukan kepada Bupati Kabupaten
Bima dilengkapi dengan Proposal atau Rencana Anggaran Biaya Kegiatan.
Surat permohonan bantuan yang disertai proposal dari Parpol diverifikasi
oleh Bupati untuk selanjutnya diterbitkan disposisi persetujuan jumlah
bantuan yang disetujui. Dalam rangka pemberian bantuan, Bagian
Keuangan hanya berdasarkan proposal dari masing-masing Parpol yang
telah diverifikasi oleh Bupati yang disertai dengan disposisi Bupati
merealisasikan anggaran belanja bantuan parpol. Tidak ada koordinasi
dengan unit kerja lain, dhi Badan Kesbang Linmas dan KPUD sebagai tim
peneliti dan pemeriksaan kelengkapan administrasi pengajuan, penyerahan
dan penggunaan bantuan keuangan kepada partai politik.
b. Bagian Keuangan Setda menyerahkan bantuan keuangan kepada partai
politik penerima bantuan hanya dalam bentuk surat tanda terima uang
(kwitansi) ditandatangani diatas meterai oleh penerima uang bantuan,
tanpa disertai Berita Acara Serah Terima.
Hasil pemeriksaan atas SPJ dari masing-masing partai politik yang
mendapat dana bantuan Pemda diketahui kelemahan atas prosedur yang
diterapkan tersebut adalah :
a. Keabsahan kelengkapan dokumen yang diajukan/diserahkan tidak terjamin
karena tidak sesuai ketentuan yang disyaratkan, terbukti terdapat partai
yang mengajukan permohonan bantuan keuangan dokumen pengajuan
tidak ditandatangani oleh Ketua dan Sekretaris Parpol;
b. Tidak ada pengujian dokumen yang memadai dalam Prosedur pengajuan
dan penyerahan bantuan keuangan partai politik karena tidak dibentuk Tim
penelitian dan Pemeriksaan Persyaratan Administrasi Pengajuan,
Penyerahan dan Penggunaan Bantuan Keuangan kepada Partai Politik di
tingkat Kabupaten, yaitu terdapat penerima bantuan keuangan adalah yang
tidak berhak sesuai ketentuan

Keadaan tersebut tidak sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Menteri


Dalam Negeri Nomor 32 tanggal 28 Juli 2005 tentang Pedoman Pengajuan,
Penyerahan dan Laporan Penggunaan Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik
yaitu;
a. pasal 4 ayat (1) Pengajuan bantuan keuangan tingkat Kabupaten/Kota
disampaikan secara tertulis oleh Dewan Pimpinan Cabang Partai Politik
tingkat Kabupaten/Kota ditandatangani Ketua dan Sekretaris atau sebutan
lainnya kepada Bupati/Walikota dengan menggunakan kop surat dan cap
stempel partai politik dengan melampirkan:
a) Surat Keputusan DPP Partai Politik yang menetapkan Susunan
Kepengurusan DPC Partai Politik tingkat Kabupaten/Kota yang dilegalisir
oleh Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal DPP Partai Politik atau sebutan
lainnya;
b) Foto copy surat keterangan NPWP yang dilegalisir Pejabat yang
berwenang;
c) Surat keterangan autentikasi hasil penetapan perolehan kursi partai politik
di DPRD tingkat Kabupaten/Kota yang dilegalisir Ketua atau Sekretaris
Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota;
d) Surat pernyataan Partai Politik yang menyatakan bersedia dituntut sesuai
peraturan perundangan apabila memberi keterangan yang tidak benar yang
ditandatangani Ketua dan Sekretaris DPC atau sebutan lainnya diatas
meterai dengan menggunakan kop surat partai politik.
e) Lampiran tersebut pada huruf a,b,c dan d dibuat dalam rangkap 2 (dua)
dan ayat (2) Surat pengajuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
tembusannya disampaikan kepada Ketua Komisi Pemilihan Umum
Kabupaten/Kota dan Kepala Badan/Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik
Kabupaten/Kota atau sebutan lainnya.
b. Pasal 7 ayat (1) yang menyebutkan bahwa penelitian dan pemeriksaan
kelengkapan administrasi pengajuan, penyerahan dan penggunaan bantuan
keuangan kepada partai politik tingkat Kabupaten/Kota dilakukan oleh Tim
penelitian dan Pemeriksaan Persyaratan Administrasi Pengajuan, Penyerahan
dan Penggunaan Bantuan Keuangan kepada Partai Politik di tingkat
Kabupaten/Kota;
c. pasal 14 yang menyebutkan “Penyerahan bantuan sebagaimana dimaksud
dalam pasal 13 dengan persyaratan administrasi :
a) surat keterangan bank yang menyatakan memiliki nomor rekening bank
atas nama DPC Partai Politik;
b) surat tanda terima uang bantuan yang dibuat dalam bentu kwitansi
ditandatangani diatas meterai oleh Ketua dan Bendahara DPC partai politik
dengan menggunakan kop surat dan cap stempel partai politik;
c) berita acara serah terima dibuat dalam rangkap 4(empat) yang
ditandatangani oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
Kabupaten/Kota atau sebutan lainnya sebagai Pihak Pertama dan oleh
Ketua dan Bendahara DPC partai politik atau sebutan lainnya sebagai
Pihak Kedua;

Hal tersebut mengakibatkan :


a. Kelengkapan dokumen sebagai syarat pengajuan bantuan tidak sesuai
ketentuan, yaitu Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PPIB) pada saat
pengajuan bantuan keuangan kepada Pemda,surat pengajuan oleh Dewan
Pimpinan Cabang PPIB Kabupaten Bima tidak ditandatangani oleh Ketua
dan Sekretarisnya, serta pembayaran kepada yang tidak berhak menerima;
b. Parpol yang tidak mendapat kursi di DPRD Kabupaten Bima mendapat
bantuan keuangan.

Kondisi tersebut disebabkan oleh :


a. Bupati Bima belum mengetahui ketentuan perundang-undangan yang
berkaitan dengan bantuan keuangan kepada partai politik;
b. Kepala Bagian Keuangan selaku pihak yang menyerahkan bantuan
keuangan belum mengetahui ketentuan perundang-undangan yang
berkaitan dengan bantuan keuangan kepada partai politik dan tidak
berkoordinasi dengan Kepala Badan Kesbanglinmas dan Ketua/Sekretaris
KPUD Kabupaten Bima.

Sekretaris Daerah Kabupaten Bima sepakat dengan temuan tim BPK


RI, untuk pelaksanaan prosedur pemberian dan pertanggungjawaban bantuan
terhadap Parpol, akan diusahakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

BPK RI menyarankan kepada :


a. Bupati Bima agar tahun mendatang dalam merealisasikan bantuan Parpol
menerapkan ketentuan perundang-undangan yang berkaitan dengan
bantuan keuangan kepada partai politik;
b. Bupati Bima agar memberi sanksi kepada Kepala Bagian Keuangan selaku
pihak yang menyerahkan bantuan keuangan yang belum menerapkan
ketentuan perundang-undangan yang berkaitan dengan bantuan keuangan
kepada partai politik dan tidak berkoordinasi dengan Kepala Badan
Kesbanglinmas dan Ketua/Sekretaris KPUD Kabupaten Bima

2. Daftar Inventaris Barang Milik Pemerintah Kabupaten Bima tidak dapat


mendukung nilai aset di Neraca

Sesuai dengan Neraca Pemerintah Kabupaten Bima per 31 Desember


2006 diketahui saldo Aktiva Tetap sebesar Rp972.671.077.832,00 yang terdiri
dari Tanah, Gedung dan Bangunan, Jalan, Instalasi, Jaringan dan Jembatan,
Mesin dan Peralatan dan Aktiva Tetap Lainnya. Saldo tersebut merupakan
akumulasi Saldo per 31 Desember 2004 yang merupakan hasil penilaian oleh
Konsultan Penilai Independen ditambah dengan realisasi belanja modal pada
T.A 2005 dan 2006. Sehingga saldo tersebut hanya merupakan hasil
pencatatan Bagian keuangan yang digunakan sebagai dasar dalam penyusunan
Laporan Keuangan. Penyusunan Neraca akun Aktiva Tetap dengan cara
tersebut dilakukan oleh Bagian Keuangan karena data pendukung penyusunan
Neraca Akun Aktiva Tetap berupa Daftar Asset Daerah belum dibuat oleh
Bagian Umum dan Perlengkapan. Seharusnya penyajian nilai aktiva tetap
dalam Neraca memperhatikan mutasi aset dalam satu tahun anggaran. Hal ini
terjadi karena koordinasi Bagian Keuangan dan Bagian Umum dalam
penyusunan neraca kurang optimal. Keadaan ini terbukti pula Daftar
Inventaris Barang Milik Pemerintah Kabupaten Bima Tahun 2006 baru selesai
dibuat tanggal 27 April 2007. Sehingga Penyusunan Neraca per 31 Desember
2006 tidak didukung data mengenai Aset Daerah.
Sesuai dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah
Nomor 11 Tahun 2001 Tentang Pedoman Pengelolaan Barang Daerah, Bagian
Umum dan Perlengkapan bertanggung jawab untuk menyelenggarakan
pengelolaan barang daerah dan mengkoordinir penyelenggaraan pengelolaan
barang daerah pada unit-unit kerja. Sebagai pusat inventarisasi barang, Bagian
Umum dan Perlengkapan bertanggung jawab menghimpun hasil inventarisasi
seluruh barang dari masing-masing unit kerja. Namun Bagian Umum dalam
mengamankan asset milik daerah belum menghimpun data tentang aktiva tetap
dari masing-masing unit kerja dan belum menghimpun seluruh Asset Daerah
kedalam Daftar Aset Daerah, karena masing-masing unit kerja belum
menyerahkan laporan aset yang dikuasainya.

Keadaan tersebut tidak sesuai Keputusan Menteri Dalam Negeri dan


Otonomi Daerah Nomor 11 Tahun 2001 Tentang Pedoman Pengelolaan
Barang Daerah :
a. Pasal 8 ayat (2) Kepala Biro Perlengkapan/Kepala bagian perlengkapan
bertanggung jawab untuk membuat daftar hasil pengadaan barang daerah
yang merupakan kompilasi realisasi pengadaan dalam satu tahun anggaran
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan merupakan lampiran perhitungan
APBD tahun bersangkutan.
b. Pasal 10 ayat (2) Bendaharawan barang atau pejabat yang ditunjuk
melakukan tugas-tugas Bendaharawan barang berkewajiban melaksanakan
administrasi per bendaharaan barang daerah.
c. Pasal 18 ayat (1) Biro perlengkapan/bagian perlengkapan sebagai pusat
invetarisasi barang bertanggung jawab untuk menghimpun hasil
inventarisasi barang dan menyimpan dokumen kepemilikan.

Keadaan tersebut mengakibatkan :


a. Sulitnya pemantauan atas asset tetap daerah, karena tidak ada data
mengenai keberadaan, jumlah dan kondisi aset yang dimiliki;
b. Membuka peluang terjadinya kehilangan dan/atau penyalahgunaan asset
daerah.

Hal tersebut disebabkan karena :


a. Kurangnya koordinasi Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan dengan
Kepala Bagian Keuangan;
b. Kelalaian Kepala Bagian Umum yang terlambat dalam menyusun Daftar
Inventaris Barang.
c. Kelalaian Kepala unit kerja yang belum menyampaikan laporan aset
daerah yang dikuasainya.

Kabag Umum dan Perlengkapan sepakat dengan temuan tim BPK,


keadaan tersebut juga disebabkan karena menunggu laporan penyerahan aset
daerah dari masing-masing unit satuan kerja yang sampai sekarang belum
diserahkan ke Bupati melalui Bagian Umum dan Perlengkapan.

BPK RI menyarankan Bupati Bima agar memberi sanksi kepada :


a. Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan dengan Bagian Keuangan yang
kurang berkoordinasi dalam menyusun aset daerah sebagai bahan
dukungan Neraca;
b. Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan yang terlambat dalam menyusun
Daftar Inventaris Barang.
c. Kepala unit kerja yang belum menyampaikan laporan aset daerah yang
dikuasainya.
3. Aset Daerah berupa Kendaraan Roda Empat milik Pemerintah
Kabupaten Bima sebanyak lima unit senilai Rp2.002.075.001,00 belum
dilengkapi dengan bukti kepemilikan yang sah berupa BPKB.

Pemeriksaan atas Laporan Perhitungan APBD Kabupaten Bima Tahun


Anggaran 2006 diketahui bahwa Rincian Obyek Belanja Modal Alat Angkutan
Darat Bermotor Roda Empat (2.01.03.3.9.01.01.1) Tahun Anggaran 2006
dianggarkan sebesar Rp7.335.200.000,00 dan telah direalisasikan sebesar
Rp7.001.935.000,00 atau 95,46%. Dari realisasi sebesar Rp7.001.935.000,00
tersebut diantaranya senilai Rp2.002.075.001,00 berupa lima unit kendaraan
sampai dengan saat pemeriksaan tanggal 25 April 2007 belum didukung
dengan bukti kepemilikan yang sah berupa Bukti Pemilikan Kendaraan
Bermotor (BPKB) atas nama Pemerintah Kabupaten Bima.
Adapun rincian asset tetap berupa kendaraan yang belum ada bukti
kepemilikannya tersebut adalah sebagai berikut:

No Jenis Kendaraan No SPMU Tgl SPMU Harga Perolehan (Rp)


1 2 3 4 5

1 Toyota Camry 2,4 AT 200/BT/2006 08/03/2006 389.400.000,00

2 Sedan Altis 200/BT/2006 08/03/2006 248.675.001,00

3 Isuzu ELF 765/BT/2006 13/06/2006 199.000.000,00

4 Mobil Pemadam Kebakaran 775/BT/2006 14/06/2006 770.000.000,00

5 Bus Sedang 1853/BT/2006 13/10/2006 395.000.000,00

Jumlah 2.002.075.001,00

Kondisi tersebut tidak sejalan dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri


dan Otonomi Daerah Nomor 11 Tahun 2001 Tentang Pedoman Pengelolaan
Barang Daerah Pasal 38 Ayat (1) yaitu upaya pengurusan barang daerah agar
dalam pemanfaatan terhindar dari penyerobotan, pengambilalihan atau klaim
dari pihak lain dilakukan antara lain dengan cara Pengamanan administratif
yaitu dengan melengkapi sertifikat dan kelengkapan bukti-bukti kepemilikan;
Kendaraan yang belum memiliki BPKB atas nama Pemerintah
Kabupaten Bima ini mengakibatkan keabsahan kepemilikan asset daerah
kurang terjamin dan apabila ada pengambilalihan atau klaim dari pihak lain
Pemerintah Kabupaten Bima akan kesulitan membuktikannya.

Hal ini terjadi karena kurang optimalnya kinerja Kepala Bagian Umum
dan Perlengkapan Sekretariat Daerah Kabupaten Bima dalam menangani
ketepatan waktu penyelesaian BPKB yang menjadi tugasnya serta kurangnya
upaya koordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti dengan Satlantas.

Kepala Bagian Umum dan Perlengkapan mengakui temuan BPK RI dan


akan mengurus penyelasaian BPKB lima unit kendaraan roda empat tersebut
secepatnya.

BPK RI menyarankan Bupati Bima agar memerintahkan Kepala Bagian


Umum dan Perlengkapan Setda Kabupaten Bima lebih intensif dalam
mengurus bukti kepemilikan kendaraan Pemkab Bima dengan berkoordinasi
dengan Satlantas.
BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

LAPORAN ATAS KEPATUHAN


DALAM KERANGKA PEMERIKSAAN
LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH
PEMERINTAH KABUPATEN BIMA
TAHUN ANGGARAN 2006
DI
RABA

AUDITORAT UTAMA KEUANGAN NEGARA IV


PERWAKILAN BPK RI DI DENPASAR

Nomor : 02.2B /Pwk.BPK RI di Dps/04/2007


Tanggal : 30 April 2007
DAFTAR ISI

Halaman
DAFTAR ISI……………………………………………………………………………. i

RESUME PEMERIKSAAN…………………………………………………………… 1

TEMUAN PEMERIKSAAN KEPATUHAN


A. Temuan pemeriksaan yang mempengaruhi kewajaran laporan keuangan
1. Pengeluaran Kas bersifat Investasi direalisasikan melalui Belanja Barang dan
Jasa sebesar Rp5.000.000.000,00.......................................................................... 4
2. Belanja Daerah Pemerintah Kabupaten Bima Tahun Anggaran 2006 dibebani
kegiatan Tahun Anggaran 2004 dan 2005 sebesar Rp5.871.614.385,00............... 6
3. Realisasi Belanja Daerah Pemerintah Kabupaten Bima Tahun Anggaran 2006
sebesar Rp1.927.329.850,00 belum didukung dengan bukti pengeluaran yang
lengkap.................................................................................................................. 9
B. Temuan pemeriksaan yang tidak mempengaruhi kewajaran laporan keuangan
1. Penganggaran dan Realisasi Belanja Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik
sebesar Rp17.000.000,00 tidak sesuai ketentuan................................................... 13
2. Realisasi Belanja Daerah Tahun Anggaran 2006 senilai Rp9.842.000.950,00
mendahului Penetapan APBD Kabupaten Bima ……………………………………… 16

DAFTAR LAMPIRAN:
Lampiran 1 Daftar belanja T.A 2006 dibebani T.A 2004 dan 2005
Lampiran 2 Daftar Belanja belum lengkap
Lampiran 3 Daftar belanja mendahului penetapan APBD
BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA

RESUME LAPORAN ATAS KEPATUHAN

Berdasarkan ketentuan Pasal 23E Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia


Tahun 1945, Pasal 31 Undang-Undang No. 17 Tahun 2003, dan Pasal 56 Undang-
Undang No.1 Tahun 2004, dan Pasal 6 Undang-Undang No. 15 Tahun 2006, BPK RI
telah memeriksa Neraca Pemerintah Kabupaten Bima per 31 Desember 2006,
Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Arus Kas dan Catatan atas Laporan Keuangan
untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut. Laporan keuangan adalah tanggung
jawab Pemerintah Kabupaten Bima. Tanggung jawab BPK RI adalah pada pernyataan
pendapat atas laporan keuangan berdasarkan pemeriksan yang dilakukan.

Ketidakpatuhan pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku


merupakan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Bima, sebagai bagian dalam
perolehan keyakinan yang memadai tentang apakah laporan keuangan bebas dari
salah saji material, BPK RI melakukan pengujian kepatuhan terhadap ketentuan
peraturan perundang-undangan, kecurangan serta ketidakpatutan yang berkaitan
dengan pelaporan keuangan. Namun pemeriksaan yang BPK RI lakukan tidak
dirancang khusus untuk menemukan ketidakpatuhan pada ketentuan peraturan
perundang-undangan dan BPK RI tidak mengeluarkan pendapat atas laporan
kepatuhan. Standar Pemeriksan Keuangan Negara (SPKN) mengharuskan BPK RI
untuk melaporkan kepada pihak berwenang yang terkait apabila terjadi
ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, kecurangan serta
ketidakpatutan, apabila dalam melakukan pemeriksaan atas laporan keuangan
menemukan hal-hal tersebut.

Atas pemeriksaan tersebut, BPK RI telah menerbitkan Laporan Hasil Pemeriksaan


Keuangan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Bima Tahun 2006 yang
memuat pendapat Wajar Dengan Pengecualian dengan Nomor : 02.2.A/Pwk.BPK RI
di Dps/04/2007, tanggal 30 April 2007 dan Laporan atas Pengendalian Intern dalam
kerangka pemeriksaan laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Bima dengan Nomor:
02.2.C/Pwk.BPK RI di Dps/04/2007, tanggal 30 April 2007

Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Bima tersebut dilakukan


berdasarkan pada Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN) yang ditetapkan
oleh BPK RI. Standar tersebut mengharuskan BPK RI untuk merencanakan,
mengumpulkan bukti yang cukup dan melaksanakan pemeriksaan agar memperoleh
keyakinan yang memadai sebagai dasar untuk memberikan pendapat. Standar
tersebut juga mengharuskan BPK RI untuk mengungkapkan ketidakpatuhan terhadap
peraturan perundang-undangan, kecurangan serta ketidakpatutan dalam pelaporan
keuangan.

Pokok-pokok temuan ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, dalam


pelaporan keuangan yang ditemukan BPK RI adalah sebagai berikut:
1. Pengeluaran Kas bersifat Investasi direalisasikan melalui Belanja Barang dan
Jasa sebesar Rp5.000.000.000,00;
2. Belanja Daerah Pemerintah Kabupaten Bima Tahun Anggaran 2006 dibebani
kegiatan Tahun Anggaran 2004 dan 2005 sebesar Rp5.871.614.385,00;
3. Realisasi Belanja Daerah Pemerintah Kabupaten Bima Tahun Anggaran 2006
sebesar Rp1.927.329.850,00 belum didukung dengan bukti pengeluaran yang
lengkap;
4. Penganggaran dan Realisasi Belanja Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik
sebesar Rp17.000.000,00 tidak sesuai ketentuan;
5. Realisasi Belanja Daerah Tahun Anggaran 2006 senilai Rp9.842.000.950,00
mendahului Penetapan APBD Kabupaten Bima;
Berdasarkan temuan tersebut, BPK RI menyarankan Bupati Bima agar:
1. Memberi sanksi kepada Tim Anggaran Eksekutif yang pada saat penganggaran
Kerjasama Operasi Tahun 2006 tidak mencermati ketentuan yang berlaku;
2. Memberi sanksi kepada Pengguna Anggaran Tahun 2004 dan 2005 dalam hal ini
Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Kimpraswil, Kepala Dinas Perhubungan dan
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang melaksanakan kegiatan dan
pengikatan kontrak pengadaan kurang memperhatikan dana yang tersedia;
3. Memberi sanksi kepada Pemegang Kas dan Atasan Langsung Pemegang Kas yang
belum melengkapi bukti pengeluaran dari pihak yang menerima uang dan Kepala
Sub Bagian Perbendaharaan yang menerbitkan SPMU BT dan Kepala Sub Bagian
Verifikasi yang mengesahkan surat pertangungjawaban yang belum dilengkapi
bukti yang lengkap.
4. Dalam menerbitkan Surat Keputusan (SK) tentang Penetapan Dana Bantuan
kepada Parpol memperhatikan ketentuan yang berlaku dan mengacu kepada
Peraturan Pemerintah RI No. 29 Tahun 2005 tanggal 19 Juli 2005 ;
5. Memberi sanksi kepada Panitia Anggaran Legislatif dan Tim Anggaran Eksekutif
dalam membahas APBD tidak memperhatikan ketentuan batas waktu penetapan
APBD dan memperhatikan ketentuan yang berlaku dalam membuat Keputusan
Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang mendahului
penetapan APBD Tahun Anggaran 2006;
Secara lebih rinci akan dijelaskan pada bagian Temuan Pemeriksaan atas Kepatuhan.

Denpasar, 30 April 2007


BADAN PEMERIKSA KEUANGAN
REPUBLIK INDONESIA
Perwakilan BPK RI di Denpasar
Kuasa Penanggungjawab Pemeriksaan,

Drs. Imam Muslich, MSi., Ak


Akuntan Register Negara Nomor D-6407
TEMUAN PEMERIKSAAN

A. Temuan pemeriksaan yang mempengaruhi kewajaran laporan keuangan


1. Pengeluaran Kas Bersifat Investasi direalisasikan melalui Belanja Barang
dan Jasa sebesar Rp5.000.000.000,00 tidak sesuai ketentuan

Dalam Tahun Anggaran 2006 Pemerintah Kabupaten Bima


mengadakan perjanjian kerjasama dengan PT.(Persero) Merpati Nusantara
Airline dalam rangka memperlancar pelayanan penerbangan dari dan ke Bima.
Perjanjian tersebut dilakukan dengan Kontrak Perjanjian Kerjasama Operasi
Nomor : E.9/01/I/2006 dan Nomor : 04 Tahun 2006 tanggal 28 Januari 2006.
Dalam perjanjian tersebut menyebutkan, Pemda Kabupaten Bima setuju
bekerjasama operasi penerbangan dengan PT.(Persero) Merpati untuk
menyediakan Dana Kerjasama Operasi sebesar Rp5.000.000.000,00 dan dari
hasil operasi penerbangan tersebut masing-masing pihak mendapat bagian
Pendapatan (Revenue) sesuai prosentase yang ditetapkan yaitu Pemda
mendapatkan bagian 6,21% dari Pendapatan Kerjasama Operasi dan
PT.Merpati mendapatkan 93,79 %. Jangka waktu perjanjian ini ditetapkan
selama 22 bulan 15 hari kalender terhitung sejak ditandatanganinya perjanjian
ini. Perjanjian berakhir tanggal 12 Desember 2007. Pemda tidak berhak
menerima pendapatan (revenue) lagi apabila telah tercapai maksimum
pendapatan secara akumulasi sebesar Rp6.360.405.356,00 dalam masa
kerjasama.
Sebagai tindaklanjut atas perjanjian tersebut Pemda Kabupaten Bima
telah menganggarkan dana Kerjasama Operasi dalam APBD Tahun Anggaran
2006 melalui Belanja Barang dan Jasa pada Pos Belanja Operasi dan
Pemeliharaan Setda dengan Objek Belanja Biaya Jasa Pihak Ketiga
(2.01.03.2.2.02.01.2) dengan anggaran sebesar Rp5.006.000.000,00. Dari
anggaran tersebut telah direalisasikan untuk dana Kerjasama Operasi sebesar
Rp5.000.000.000,00. Dalam tahun anggaran 2006 Pemda Kabupaten Bima
juga telah mendapat pembagian hasil kerjasama yang dicatat dalam rekening
Lain-lain PAD yang sah, sebesar Rp2.156.040.672,00.
Atas investasi sebesar Rp5.000.000.000,00 tersebut seharusnya
dianggarkan dan direalisasikan dalam pengeluaran pembiayaan, sehingga tidak
dapat dikoreksi karena tidak dianggarkan dalam akun Pengeluaran
Pembiayaan pada APBD induk, sedangkan atas penerimaan hasil kerjasama
sebesar Rp2.156.040.672,00 pada akun Lain-lain PAD yang sah tidak dapat
dikoreksi karena dalam jumlah tersebut tidak dapat dipisahkan antara
pengembalian pembiayaan dengan pendapatan.
Pemeriksaan atas Catatan Laporan Keuangan Pemda Kabupaten Bima
Tahun 2006, Perjanjian Kerjasama Operasi senilai Rp5.000.000.000 belum
diungkapkan dalam Rancangan Laporan Keuangan Daerah Tahun 2006,
mengenai model kerjasama yang dilakukan dan pola kerjasama yang
diterapkan, baik dalam Neraca maupun dalam informasi tambahan dalam
catatan atas laporan keuangan.

Keadaan tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.24


Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan :
a. Pernyataan No. 02 Paragraf 8 menyebutkan bahwa :
1) Belanja adalah semua pengeluaran dari Rekening Kas Umum
Negara/Daerah yang mengurangi ekuitas dana lancar dalam periode
tahun anggaran bersangkutan yang tidak akan diperoleh
pembayarannya kembali oleh pemerintah.
2) Pembiayaan (financing) adalah setiap penerimaan yang perlu dibayar
kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada
tahun anggaran bersangkutan maupun tahun-tahun anggaran
berikutnya, yang dalam penganggaran pemerintah terutama
dimaksudkan untuk menutup defisit atau memanfaatkan surplus
anggaran.
b. Pernyataan No.06 Paragraf 20 yaitu suatu pengeluaran kas atau asset dapat
diakui sebagai investasi apabila memenuhi salah satu kriteria :
(a) Kemungkinan manfaat ekonomik dan manfaat sosial atau jasa
potensial di masa yang akan datang atas suatu investasi tersebut dapat
diperoleh pemerintah;
(b) Nilai perolehan atau nilai wajar investasi dapat diukur secara memadai.
Kondisi tersebut mengakibatkan:
a. Realisasi belanja daerah dan pengeluaran pembiayaan T.A 2006 masing-
masing sebesar Rp5.000.000.000,00 dan Pendapatan Asli Daerah sebesar
Rp2.156.040.672,00 belum menggambarkan keadaan yang sesungguhnya.
b. Investasi Pemda dalam Neraca per 31 Desember 2006 belum
menggambarkan keadaan yang sesungguhnya;

Hal tersebut disebabkan karena Tim Anggaran Eksekutif pada saat


penganggaran Kerjasama Operasi tidak menaati ketentuan yang berlaku.

Kasubag Anggaran Bagian Keuangan Setda Kabupaten Bima


menegaskan pada perjanjian kerjasama yang akan datang, kami mencatat
sebagai investasi sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005.

BPK RI menyarankan Bupati Bima agar memberi sanksi kepada Tim


Anggaran Eksekutif yang pada saat penganggaran Kerjasama Operasi Tahun
2006 tidak mencermati ketentuan yang berlaku.

2. Belanja Daerah Pemerintah Kabupaten Bima Tahun Anggaran 2006


dibebani kegiatan Tahun Anggaran 2004 dan 2005 sebesar
Rp5.871.614.385,00

Pemeriksaan secara uji petik terhadap SPMU dan SPJ atas belanja pada
beberapa unit kerja dilingkungan Pemerintahan Daerah Kabupaten Bima
Tahun Anggaran 2006 diketahui belanja daerah Tahun Anggaran 2006
dibebani kewajiban Tahun Anggaran 2004 dan 2005, dengan penjelasan
sebagai berikut:
a. Belanja Sekretariat Daerah pada Belanja Aparatur menganggarkan Biaya
Propaganda, Pameran, Penerangan dan Dokumentasi (2.01.03.1.2.10.01.1)
sebesar Rp1.025.000.000,00 dan telah direalisasikan sebesar
Rp997.968.725,00 atau 97,36%. Dari realisasi tersebut diantaranya
sebesar Rp109.964.500,00 atau 11,02% merupakan belanja Tahun
Anggaran 2005.
b. Dinas Kimpraswil menganggarkan Belanja Modal Jalan dan Jembatan
lanjutan (2.15.01.3) pada Belanja Publik sebesar Rp4.888.628.885,00 dan
telah direalisasikan sebesar Rp4.888.574.885,00 atau 99,999% yang terdiri
dari: Belanja Modal Jalan (2.15.01.3.2.01) dianggarkan sebesar
Rp1.073.228.885,00 telah direalissaikan sebesar Rp1.073.228.885,00 atau
100% dan Belanja Modal Jembatan (2.15.01.3.2.02) dianggarkan sebesar
Rp3.815.346.000,00 dan telah direalisasikan sebesar Rp3.815.292.000,00
atau 99,999%. Dari realisasi sebesar Rp4.888.574.885,00 tersebut
seluruhnya merupakan Belanja Modal Jalan dan Jembatan Tahun
Anggaran 2004 yang baru dibayarkan pada Tahun Anggaran 2006.
c. Dinas Perhubungan menganggarkan Belanja Operasi dan Pemeliharaan
lanjutan (2.16.01.2.4) pada Belanja Publik sebesar Rp104.650.000,00 dan
telah direalisasikan sebesar Rp104.650.000,00 atau 100%. Dari realisasi
tersebut seluruhnya merupakan Belanja Pemeliharaan Pembangunan
Gedung Kantor Terminal Tente Tahun Anggaran 2005.
d. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menganggarkan Biaya Jasa Pihak
Ketiga (2.11.01.2.2.02.2) sebesar Rp4.799.648.940,00 dan telah
direalisasikan sebesar Rp4.673.966.300,00 atau 97,38%. Dari realisasi
tersebut diantaranya sebesar Rp377.610.000,00 atau 8,07% merupakan
Belanja Tahun Anggaran 2004 dan sebesar Rp390.815.000,00 atau 8,36%
merupakan Belanja Tahun Anggaran 2005 yaitu Kegiatan Kerja sama
Kegiatan Belajar mengajar Sistem Belajar Jarak Jauh Program Penyetaraan
D2 dan S1 Guru SD di Universitas Terbuka Tahun Anggaran 2004.
Rincian pada Lampiran 1.

Kondisi tersebut tidak sesuai dengan :


a. Kepmendagri No. 29 Tahun 2002 tanggal 10 Juni 2002 tentang
Pedoman Pengurusan, Pertanggungjawaban dan Pengawasan
Keuangan Daerah serta Tata Cara Penyusunan Anggaran Pendapatan
dan Belanja Daerah, Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan
Penyusunan Perhitungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
pada :
- Pasal 1 huruf (q) yang menyebutkan ”Belanja Daerah adalah semua
pengeluaran Kas Daerah dalam periode Tahun Anggaran tertentu
yang menjadi beban daerah”;
- Pasal 55 ayat (1) : ” Pengguna Anggaran dilarang melakukan
tindakan yang mengakibatkan beban APBD jika dana untuk
pengeluaran tersebut tidak tersedia atau dananya tidak cukup
tersedia”
b. Peraturan Pemerintah No. 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan
Keuangan Daerah Pasal 54 ayat (1) yang menyatakan bahwa ”SKPD
dilarang melakukan pengeluaran atas beban anggaran belanja daerah
untuk tujuan yang tidak tersedia anggarannya, dan /atau yang tidak
cukup tersedia anggarannya dalam APBD”.

Belanja Tahun Anggaran 2006 yang dibebani kewajiban Tahun


Anggaran 2004 dan 2005 tersebut mengakibatkan realisasi belanja
bersangkutan dalam Laporan Realisasi APBD Tahun 2006 belum
mencerminkan realisasi kegiatan Tahun 2006 sebesar Rp5.871.614.385,00

Hal tersebut disebabkan kelalaian pengguna anggaran Tahun 2004 dan


2005 dalam hal ini Sekretaris Daerah, Dinas Kimpraswil, Dinas Perhubungan
dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang melaksanakan kegiatan dan
pengikatan kontrak pengadaan kurang memperhatikan dana yang tersedia.

Pengguna anggaran dalam hal ini Sekretaris Daerah, Kepala Dinas


Kimpraswil, Kepala Dinas Perhubungan dan Kepala Dinas Pendidikan dan
Kebudayaan menegaskan bahwa hal tersebut terjadi karena kegiatan yang
telah dianggarkan tahun 2004 dan 2005 belum diselesaikan, maka kegiatan
tersebut baru dapat diselesaikan tahun 2006.

BPK RI menyarankan Bupati agar memberi sanksi kepada Pengguna


Anggaran Tahun 2004 dan 2005 dalam hal ini Sekretaris Daerah, Kepala
Dinas Kimpraswil, Kepala Dinas Perhubungan dan Kepala Dinas Pendidikan
dan Kebudayaan yang melaksanakan kegiatan dan pengikatan kontrak
pengadaan kurang memperhatikan dana yang tersedia.
3. Realisasi Belanja Daerah Pemerintah Kabupaten Bima Tahun
Anggaran 2006 Sebesar Rp1.927.329.850,00 belum didukung dengan
bukti pengeluaran yang lengkap

Pemeriksaan secara uji petik atas Belanja Daerah pada Satuan Kerja
Kepala Daerah & Wakil Kepala Daerah, Sekretariat Daerah, Sekretariat
DPRD dan Dinas Perhubungan berupa SPMU, SPJ dan bukti-bukti
pendukung pengeluaran Tahun Anggaran 2006, diketahui bahwa terdapat
pengeluaran sebesar Rp514.719.350,00 pada Sekretariat Daerah, sebesar
Rp240.631.000,00 pada Belanja Tidak Tersangka, sebesar
Rp1.143.979.500,00 pada Sekretariat DPRD dan sebesar Rp28.000.000,00
pada Dinas Perhubungan belum didukung dengan rincian bukti pengeluaran
yang lengkap dengan rincian sebagai berikut;
a. Sekretariat Daerah
1) Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas (2.01.03.1.2.11.01.1)
dianggarkan sebesar Rp5.083.500.000,00 dan telah direalisasikan
sebesar Rp5.083.046.835,00 atau 99,99%. Dari realisasi tersebut
diantaranya sebesar Rp365.530.000,00 atau 7,19% belum didukung
dengan bukti yang lengkap, yaitu tidak ada rincian penggunaan, namun
hanya berupa kwitansi tanda terima
2) Biaya Perawatan dan Pengobatan Lokal (2.01.03.1.1.04.01.1)
dianggarkan sebesar Rp230.000.000,00 dan telah direalisasikan
sebesar Rp127.185.700,00 atau 55,30% dan Biaya Perawatan dan
Pengobatan Lanjut Luar Daerah dianggarkan sebesar
Rp180.000.000,00 dan telah direalisasikan sebesar Rp107.250.000,00
atau 59,58%. Dari realisasi sebesar Rp234.435.700,00
(Rp127.185.700,00 + Rp107.250.000,00) diantaranya sebesar
Rp46.012.000,00 (Rp34.512.000,00 + Rp11.500.000,00) atau 19,63%
belum didukung dengan bukti yang lengkap yaitu berupa bukti
melaksanakan pengobatan pihak ketiga, namun hanya berupa kuitansi
tanda terima
3) Biaya Kesejahteraan Pegawai (2.01.03.1.2.12.01.1) dianggarkan
sebesar Rp1.800.000.000,00 dan telah direalisasikan sebesar
Rp1.799.206.147,00 atau 99,96%. Dari realisasi tersebut diantaranya
sebesar Rp25.045.250,00 atau 1,39% belum didukung dengan bukti
yang lengkap, yaitu tidak ada rincian penggunaan, namun hanya
berupa kwitansi tanda terima
4) Biaya Pemeliharaan Angkutan Darat Bermotor (2.01.03.1.4.08.01.1)
dianggarkan sebesar Rp1.524.095.000,00 dan telah direalisasikan
sebesar Rp1.523.578.975,00 atau 98,80%. Dari realisasi tersebut
diantaranya sebesar Rp22.982.100,00 atau 1,51% belum didukung
dengan bukti yang lengkap, yaitu tidak ada nota dari toko, namun
hanya berupa kwitansi tanda terima
5) Biaya Propaganda, Pameran, Penerangan Dokumentasi
(2.01.03.1.2.10.01.1) dianggarkan sebesar Rp1.025.000.000,00 dan
telah direalisasikan sebesar Rp997.968.725,00 atau 97,36%. Dari
realisasi tersebut diantaranya sebesar Rp55.150.000,00 atau 5,53%
belum didukung dengan bukti yang lengkap, yaitu tidak ada rincian
penggunaan, namun hanya berupa kwitansi tanda terima

b. Belanja Tidak Tersangka (2.01.03.5)


Belanja Tidak Tersangka (2.01.03.5) Dalam Konsep Perhitungan
APBD Tahun Anggaran 2006 dianggarkan sebesar Rp1.021.900.000,00
dan telah direalisasikan sebesar Rp713.463.950,00 atau 69,82%. Realisasi
sebesar Rp713.463.950,00 digunakan untuk Bantuan Bencana Alam
seperti banjir, kebakaran dan keracunan yang didistribusikan melalui
Dinas Sosial. Dari realisasi tersebut diantaranya sebesar
Rp240.631.000,00 atau 33,37% belum didukung dengan bukti yang
lengkap, yaitu tidak ada Proposal, hanya berupa telaah dari staf Dinas
Sosial dan kwitansi tanda terima

c. Sekretariat DPRD
1) Biaya Pengembangan SDM (2.01.04.1.1.05.1)
Biaya Pengembangan SDM pada Sekretariat DPRD, dianggarkan
sebesar Rp1.280.000.000,00, dengan realisasi sebesar
Rp1.077.200.000,00, atau 84,16%. Dari jumlah realisasi tersebut,
diantaranya sebesar Rp278.125.000,00 belum didukung dengan bukti
yang lengkap, yaitu hanya berupa bukti internal tanpa disertai bukti
pendukung yang terinci dari fihak yang menyelenggarakan pelatihan
serta tidak ada laporan hasil pelaksanaan kegiatan:
2) Biaya Perjalanan Dinas (2.01.04.1.3. 1)
Pemeriksaan secara uji petik atas Biaya Perjalanan Sekretariat DPRD,
yang dianggarkan sebesar Rp1.515.000.000,00, dengan realisasi
sebesar Rp1.454.326.500,00, atau 96,00%. Dari realisasi tersebut
diantaranya sebesar Rp865.854.500,00 atau 60,00% belum didukung
dengan bukti yang lengkap yaitu tidak ada Surat Tugas dan SPPD,
namun hanya berupa kwitansi tanda terima.

d. Dinas Perhubungan
Biaya Perjalanan Dinas (2.16.01.1.3.03.1) yang dianggarkan sebesar
Rp75.000.000,00 dan telah direalisasikan sebesar Rp73.270.000,00 atau
97,69%. Dari realisasi tersebut diantaranya sebesar Rp28.000.000,00 atau
38,21% belum didukung dengan bukti yang lengkap, yaitu tidak ada Surat
Tugas dan SPPD, namun hanya berupa Kwitansi tanda terima.

Dengan demikian jumlah realisasi pengeluaran yang tidak didukung


dengan rincian bukti yang lengkap sebesar Rp1.927.329.850,00
(Rp365.530.000,00 + Rp46.012.000,00 + Rp25.045.250,00 +
Rp22.982.100,00 + Rp55.150.000,00 + Rp240.631.000,00 +
Rp278.125.000,00 + Rp865.854.500,00 + Rp28.000.000,00) dengan rincian
terlampir (Lampiran 2)

Kondisi tersebut tidak sesuai dengan:


a. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan
Keuangan Daerah dalam pasal 61 ayat (1) menyebutkan bahwa setiap
”setiap pengeluaran harus didukung oleh bukti yang lengkap dan sah
mengenai hak yang diperoleh oleh pihak yang menagih;
b. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 Tahun 2002 tanggal 10 Juni
2002 tentang Pedoman Pengurusan, Pertanggungjawaban, dan Pengawasan
Keuangan Daerah serta Tata Cara Penyusunan APBD, Pelaksanaan Tata
Usaha Keuangan Daerah dan Penyusunan Perhitungan APBD :
1) Pasal 52 ayat (2) disebutkan bahwa ”pembayaran atas SPP-BT dapat
dilakukan setelah pejabat yang melaksanakan fungsi perbendaharaan
menyatakan lengkap dan sah terhadap dokumen yang dilampirkan,
antara lain: daftar rincian penggunaan anggaran belanja, tanda terima
pembayaran, kuitansi, nota atau faktur yang disetujui oleh Kepala Unit
Pengguna Anggaran”;
2) Pasal 57 Ayat (1) menyatakan ”Pengguna Anggaran wajib
mempertanggungjawabkan uang yang digunakan dengan cara
membuat SPJ yang dilampiri dengan bukti-bukti yang sah”.

Pengeluaran yang belum didukung dengan rincian bukti-bukti yang


lengkap tersebut mengakibatkan realisasi belanja sebesar Rp1.927.329.850,00
kurang dapat menjamin syarat keabsahan pertanggungjawaban dan membuka
peluang penyalahgunaan keuangan.

Hal ini terjadi karena :


a. Kelalaian dari pemegang kas dan atasan langsung pemegang kas yang
belum melengkapi bukti pengeluaran dari pihak yang menerima uang;
b. Kelalaian dari Kepala Sub Bagian Perbendaharaan yang menerbitkan
SPMU BT dan Kepala Sub Bagian Verifikasi yang mengesahkan surat
pertanggungjawaban yang belum dilengkapi bukti yang lengkap.

Kasubag Perbendaharaan Bagian Keuangan Setda Kabupaten Bima


dan Pejabat yang mewakili Sekretaris DPRD Kabupaten Bima sepakat dengan
temuan tim BPK dan untuk pelaksanaan realisasi anggaran belanja akan
datang akan dilengkapi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

BPK RI menyarankan Bupati Bima agar memberi sanksi kepada :


a. Pemegang kas dan atasan langsung pemegang kas yang belum melengkapi
bukti pengeluaran dari pihak yang menerima uang;
b. Kepala Sub Bagian Perbendaharaan yang menerbitkan SPMU BT dan
Kepala Sub Bagian Verifikasi yang mengesahkan surat
pertanggungjawaban yang belum dilengkapi bukti yang lengkap.
B. Temuan pemeriksaan yang tidak mempengaruhi kewajaran laporan
keuangan
1. Penganggaran dan realisasi Belanja Bantuan Keuangan kepada Partai
Politik sebesar Rp17.000.000,00 tidak sesuai ketentuan

Berdasarkan Konsep Laporan Realisasi Anggaran Tahun 2006 Bantuan


Keuangan kepada Parpol telah dianggarkan melalui Pos Belanja Bantuan
Keuangan Setda dengan anggaran setelah perubahan sebesar
Rp700.000.000,00. Dari anggaran tersebut direalisasikan sebesar
Rp617.000.000,00. Berdasarkan APBD, DASK, SPMU dan dokumen
pendukung lainnya berupa Penetapan Hasil Perolehan Kursi dan Calon
Terpilih Partai Politik Pemilu 2004 di ketahui hal sebagai berikut :
a. Penelitian atas dokumen Penetapan Hasil Perolehan Kursi dan Calon
Terpilih Partai Politik Pemilu 2004 untuk DPRD Kabupaten Bima
dikaitkan dan SK Bupati Bima No.941 Tahun 2006 tentang Penetapan
Dana Bantuan kepada Parpol Kabupaten Bima TA.2006 sebesar
Rp15.000.000,00 per kursi di DPRD dapat disusun tabel sebagai berikut :
Jumlah
Jumlah Anggaran
Nilai per Kursi
No Nama Partai Kursi di Seharusnya
(Rp)
DPRD (Rp)

1 2 3 4 5(3X4)
1 Partai Golkar 7 15.000.000,00 105.000.000,00
2 Partai Amanat Nasional (PAN) 6 15.000.000,00 90.000.000,00
3 Partai Bulan Bintang (PBB) 4 15.000.000,00 60.000.000,00
Partai Persatuan Pembangunan
4 (PPP) 4 15.000.000,00 60.000.000,00
Partai Keadilan dan Persatuan
5 Indonesia (PKPI) 4 15.000.000,00 60.000.000,00
Partai Kebangkitan Bangsa
6 (PKB) 4 15.000.000,00 60.000.000,00
Partai Karya Peduli Bangsa
7 (PKPB) 3 15.000.000,00 45.000.000,00
8 Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 3 15.000.000,00 45.000.000,00
Partai Demokrasi Indonesia-
9 Perjuangan (PDI-P) 2 15.000.000,00 30.000.000,00
10 Partai Merdeka 1 15.000.000,00 15.000.000,00
11 Partai Indonesia Baru (PIB) 1 15.000.000,00 15.000.000,00
12 Partai Bintang Reformasi (PBR) 1 15.000.000,00 15.000.000,00
JUMLAH 40 15.000.000,00 600.000.000,00
Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa terdapat 12 Partai
politik yang mendapat kursi di DPRD Kabupaten Bima dengan jumlah
anggota DPRD seluruhnya sebanyak 40 orang. Dalam tahun 2006 Partai
politik yang mendapat kursi DPRD tersebut mendapat dana Bantuan Partai
Politik sebesar Rp15.000.000,00 per kursi. Dari 40 kursi yang ada
seharusnya dianggarkan dalam APBD tahun 2006 mendapat bantuan
keuangan seluruhnya sebesar Rp15.000.000,00 x 40= Rp600.000.000,00.
Namun dalam APBD Tahun 2006 dianggarkan sebesar Rp700.000.000,00,
sehingga terdapat kelebihan penganggaran sebesar Rp100.000.000,00.
Berdasarkan penjelasan dari Kepala Bagian Keuangan dan Kasubag
Anggaran bahwa kelebihan penganggaran tersebut direncanakan untuk
partai politik yang tidak mendapat kursi di DPRD sesuai dengan yang
diatur dalam SK Bupati Bima No.941 Tahun 2006 tentang Penetapan Dana
Bantuan kepada Parpol Kabupaten Bima TA.2006.
b. Penelitian atas SPJ berupa SPMU dan Kwitansi Pembayaran bantuan
keuangan kepada seluruh parpol yang menerima bantuan keuangan
diketahui Partai Politik yang tidak mendapat kursi di DPRD Kabupaten
Bima mendapat bantuan keuangan sebesar Rp17.000.000,00 sesuai SPMU
no.804/BT/2006 tanggal 22 Juni 2006 dan SPMU no.138/BT/2006 tanggal
21 Februari 2006.
Dengan demikian terdapat realisasi anggaran bantuan keuangan parpol
yang tidak sesuai ketentuan seluruhnya sebesar Rp17.000.000,00

Keadaan ini tidak sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Pemerintah


RI No.29 Tahun 2005 tanggal 19 Juli 2005 tentang Bantuan Keuangan Kepada
Partai Politik pasal 2 ayat (2) yang menyebutkan “ Bantuan Keuangan
sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diberikan kepada partai politik yang
mendapatkan kursi di Lembaga Perwakilan Rakyat hasil Pemilihan Umum
Tahun 2004;

Penganggaran dan pemberian bantuan keuangan kepada parpol yang


tidak sesuai ketentuan tersebut mengakibatkan pemborosan keuangan daerah
sebesar Rp17.000.000,00.
Kondisi tersebut disebabkan karena kebijakan Bupati Kabupaten Bima
dalam menerbitkan SK tentang tentang Penetapan Dana Bantuan kepada
Parpol yang tidak mengacu kepada Peraturan Pemerintah RI No.29 Tahun
2005 tanggal 19 Juli 2005.

Kepala Bagian Keuangan Setda Kabupaten Bima menegaskan untuk


penganggaran dan pelaksanaan APBD tahun mendatang Bagian Keuangan
Setda Kabupaten Bima akan lebih ketat sesuai peraturan yang berlaku.

BPK RI menyarankan Bupati Bima agar dalam menerbitkan SK


tentang tentang Penetapan Dana Bantuan kepada Parpol memperhatikan
ketentuan yang berlaku dan mengacu kepada Peraturan Pemerintah RI No.29
Tahun 2005 tanggal 19 Juli 2005.

2. Realisasi belanja daerah Tahun Anggaran 2006 senilai Rp9.842.000.950,00


mendahului penetapan APBD Kabupaten Bima

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Bima Tahun


Anggaran 2006 disahkan melalui Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2006 pada
tanggal 16 Mei 2006 yang diundangkan dalam Lembaran Daerah Tahun 2006
Nomor 1 tanggal 20 Mei 2006. Keterlambatan penetapan APBD Tahun
Anggaran 2006 terjadi karena menunggu pembahasan Perhitungan APBD
Tahun 2005.
Pemeriksaan secara uji petik, terdapat realisasi atas belanja daerah yang
realisasinya mendahului penetapan APBD, diluar yang diperkenankan yaitu
pada unit kerja Sekretariat Daerah (2.01.03.1) sebesar Rp9.752.751.350,00.
Dinas Kesehatan (2.10.01.1) sebesar Rp23.019.600,00 dan Badan Perencanaan
Pembangunan Daerah (2.01.06.1) sebesar Rp66.230.000,00. Realisasi Belanja
Daerah seluruhnya sebesar Rp9.842.000.950,00 tersebut, dengan menerbitkan
220 buah SPMU berdasarkan Keputusan Bupati Nomor 02 Tahun 2006
tentang Pelaksanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Mendahului
Penetapan APBD Tahun Anggaran 2006. Rincian dapat dilihat pada
Lampiran 3.
Kondisi tersebut tidak sesuai dengan Keputusan Menteri Dalam Negeri
Nomor 29 Tahun 2002 tanggal 10 Juni 2002 tentang Pedoman Pengurusan,
Pertanggungjawaban dan Pengawasan Keuangan Daerah serta Tata Cara
Penyusunan APBD, Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan Daerah dan
Penyusunan Perhitungan APBD Pasal 49 dalam ayat (1) menyebutkan bahwa
“Pengeluaran kas yang mengakibatkan beban APBD, tidak dapat dilakukan
sebelum Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD disahkan dan
ditempatkan dalam Lembaran Daerah”.

Belanja yang mendahului penetapan APBD tersebut mengakibatkan


belanja sebesar Rp9.842.000.950,00 tidak mempunyai landasan hukum yang
mengikat.

Kondisi tersebut disebabkan oleh


a. Panitia Anggaran Legislatif dan Tim Anggaran Eksekutif dalam
membahas APBD tidak memperhatikan ketentuan batas waktu penetapan
APBD.
b. Keputusan Bupati Nomor 02 Tahun 2006 tentang Pelaksanan Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah Mendahului Penetapan APBD Tahun
Anggaran 2006.

Kasubag Anggaran Bagian Keuangan Setda Kabupaten Bima


menjelaskan, realisasi belanja yang mendahului penetapan APBD telah
diperkuat dengan Keputusan Bupati Nomor 02 Tahun 2006 tentang
Pelaksanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Mendahului Penetapan
APBD Tahun Anggaran 2006 yaitu sebagai dasar pelaksanaan kegiatan
organisasi dan kegiatan-kegiatan prioritas Pemda Kab.Bima TA.2006.

BPK RI menyarankan Bupati Bima agar :


a. Memberi sanksi kepada Panitia Anggaran Legislatif dan Tim Anggaran
Eksekutif dalam membahas APBD tidak memperhatikan ketentuan batas
waktu penetapan APBD;
b. Memperhatikan ketentuan yang berlaku dalam membuat Keputusan
Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang mendahului
penetapan APBD Tahun Anggaran 2006.
Lampiran 1

DAFTAR BELANJA T.A 2006 DIBEBANI T.A 2005 DAN 2004


No. No & Tgl SPMU Uraian Jumlah
1 2 3 4
Sekretarat Daerah
146 Kaplingan Koran Harian Bima Ekspres 15.000.000,00
1 20-01-2006
142 Biaya Propaganda, Pameran, Penerangan dan 2.000.000,00
2 20-01-2006 Dokumentasi ( Lain-lain) pada Syarifudin
138 Biaya Propaganda, Pameran, Penerangan / Dokumentasi ( 12.700.000,00
20-01-2006 Pembuatan CD Kilas Balik perintah Kabupaten Bima pada
3 Syarifuddin) pada Syarifudin
295 Biaya Propaganda, Pameran, Penerangan & Dokumentasi 10.000.000,00
4 25-01-2006 (Biaya Peliputan) pada Yasin
232 Biaya Propaganda, Pameran, Penerangan / Dokumentasi 40.337.000,00
24-01-2006 (Biaya untuk Pembayaran koran pada Bagian Humas)
5 pada Yasin
230 Biaya Iklan dan langganan Koran NTB Post Pada Bagian 3.650.000,00
6 24-01-2006 Humas
168 Biaya Propaganda, Pameran, Penerangan / Dokumentasi 6.277.500,00
7 - (Biaya Rutin Humas)
168 Biaya Iklan dan langganan Koran Bima Ekspres 20.000.000,00
8 -
Jumlah 109.964.500,00
Dinas Kimpraswil
1 117/BT/2006 Pembayaran Termin ke III dan IV atas Pekerjaan Jalan 118.023.885,00
15-02-2006 Sep, 1.552 Km
2 085/BT/2006 Pembayaran Termin I sd. IV dan Retansi atas Pekerjaan 473.376.000,00
06-02-2006 Pembangunan Jembatan Sori Umba Hami, W = 19 M'

3 086/BT/2006 Pembayaran Angsuran Ke IV atas Pekerjaan Pengadaan 567.180.000,00


06-02-2006 Baja bergelombang Type Multy Plate Underpasas dan
Accossoris pipa 1 (satu) unit kegiatan Penangan Jalan dan
Jembatan Kabupaten
4 084/BT/2006 Pembayaran Termin I sd IV dan Retensi atas Kegiatan 895.500.000,00
06-02-2006 Penanagan Jalan dan Jembatan Sori Mango XVIII, W 30
M'
5 087/BT/2006 Pembayaran Angsuran Ke IV atas Pekerjaan Pengadaan 760.300.000,00
06-02-2006 Baja bergelombang Type Multy Plate Underpasas dan
Accossoris pipa 1 (satu) unit kegiatan Penangan Jalan dan
Jembatan Kabupaten
6 027/BT/2006 Pembayaran Termin I sd IV atas kegiatan Penanganan 453.361.500,00
06-02-2006 Jalan dan Jembatan Jurusan Maria-Riamau SEP 800.
7 0020/BT/2006 Pembayaran Retensi atas Pekerjaan Pembangunan Jalan 50.373.500,00
10-03-2006 dan Jembatan
1 2 3 4
8 0088/BT/2006 Pembayaran Termin III & IV atas Kegiatan Penanganan 362.070.000,00
06-03-2006 Jalan dan Jembatan SP PAI-PAI dalam SEP 4.80 Km.
9 00192/BT/2006 Pembayaran Termin I sd IV atas Pekerjaan Pembangunan 335.601.000,00
06-03-2006 Jembatan Jurusan Sori Ngguwu Panja II W 15 M' Kegiatan
Penangan Jalan dan Jembatan
10 00191/BT/2006 Pembayaran Termin I sd IV atas Pekerjaan Pembangunan 335.700.000,00
06-03-2006 Jalan dan Jembatan Sori Ngguwu Panja V w 15 M,
Penanganan Jalan dan Jembatan
11 00196/BT/2006 Pembayaran Retensi atas Pekerjaan Pembangunan 37.300.000,00
06-03-2006 Jembatan jurusan Sori Ngguwu Panja V w 15 M,
Penanganan Jalan dan Jembatan
12 00194/BT/2006 Pembayaran Termin I sd IV atas Pekerjaan Pembangunan 335.790.000,00
06-03-2006 Jalan dan Jembatan Sori Ngguwu Panja V w 15 M,
Penanganan Jalan dan Jembatan
13 00195/BT/2006 Pembayaran retensi atas Pekerjaan Pembangunan Jalan 37.310.000,00
06-03-2006 dan Jembatan Sori Manggo VII W 15 M, Kegiatan
Penanganan Jalan dan Jembatan
14 00193/BT/2006 Pembayaran Termin I sd IV atas Pekerjaan Pembangunan 37.289.000,00
06-03-2006 Jembatan Jurusan Sori Ngguwu Panja II W 15 M' Kegiatan
Penangan Jalan dan Jembatan
15 00218/BT/2006 Pembayaran retensi atas Pekerjaan Pembangunan 89.400.000,00
06-03-2006 Jembatan Jurusan PAI-PAI dalam SEP4.800 km
Jumlah 4.888.574.885,00
Dinas Perhubungan
1 461/BT/2006 Belanja Pemeliharaan Pembangunan Gedung Kantor 104.650.000,00
4-005-2006 Terminal Tente Tahun Anggaran
Jumlah 104.650.000,00
Dinas P dan K
1 2894/PK/2006 Belanja Peningkatan Kualitas Pendidikan 768.425.000,00
11-12-2006
Jumlah 768.425.000,00
Jumlah total 5.871.614.385,00
Lampiran 2

Daftar Bukti Belum Lengkap


No No. & Tgl.BKU Uraian Jumlah Keterangan
(Rp)
1 2 3 4 5
I Sekda
a. Pendukung Pelaksanaan Tugas
1 2688 Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas 5.000.000,00 Hanya berupa kwitansi
- Bulan Juni 2006 Tanda terima
2 - Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas 5.000.000,00 Hanya berupa kwitansi
Tanda terima
3 - Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas 5.000.000,00 Hanya berupa kwitansi
Tanda terima
4 - Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas 5.000.000,00 Hanya berupa kwitansi
Tanda terima

5 2841 Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas 30.280.000,00 Hanya berupa kwitansi
6-06-2006 (Lembaga Pengawasan ) Tanda terima
6 2849 Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas 2.000.000,00 Hanya berupa kwitansi
6-06-2006 (Bagian Operasional ) Tanda terima
7 3251 Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas 4.500.000,00 Hanya berupa kwitansi
16-06-2006 (Peningkatan Stabilitas Komandan daerah) Tanda terima

8 3305 Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas 28.400.000,00 Hanya berupa kwitansi
19-06-2006 (Dinas) Tanda terima
9 3692 Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas 5.000.000,00 Hanya berupa kwitansi
4-07-2006 Tanda terima
10 3693 Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas 5.000.000,00 Hanya berupa kwitansi
4-07-2006 Tanda terima
11 3694 Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas 5.000.000,00 Hanya berupa kwitansi
4-07-2006 Tanda terima
12 3695 Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas 5.000.000,00 Hanya berupa kwitansi
4-07-2006 Tanda terima
13 6551 Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas 5.000.000,00 Hanya berupa kwitansi
2-10-2006 Tanda terima
14 6548 Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas 5.000.000,00 Hanya berupa kwitansi
2-10-2006 Tanda terima
15 6549 Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas 5.000.000,00 Hanya berupa kwitansi
2-10-2006 Tanda terima
16 6550 Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas 5.000.000,00 Hanya berupa kwitansi
2-10-2006 Tanda terima
17 6553 Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas 10.000.000,00 Hanya berupa kwitansi
2-10-2006 Tanda terima
18 - Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas 6.000.000,00 Hanya berupa kwitansi
(Bagian Umum) Tanda terima
19 4699 Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas 5.000.000,00 Hanya berupa kwitansi
2-08-2006 Tanda terima
20 4702 Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas 5.000.000,00 Hanya berupa kwitansi
2-08-2006 Tanda terima
21 - Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas 5.000.000,00 Hanya berupa kwitansi
Tanda terima
22 - Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas 5.000.000,00 Hanya berupa kwitansi
Tanda terima
23 4665 Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas 10.000.000,00 Hanya berupa kwitansi
1-08-2006 Tanda terima
24 8382 Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas 3.000.000,00 Hanya berupa kwitansi
14-12-2006 Tanda terima
1 2 3 4 5
25 8184 Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas- 30.000.000,00 Hanya berupa kwitansi
14-12-2006 Dinas Tanda terima
26 7942 Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas ( 5.000.000,00 Hanya berupa kwitansi
5-12-2006 Bagian Sosial) Tanda terima
27 7899 Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas 500.000,00 Hanya berupa kwitansi
4-12-2006 Pertambangan / Energi Tanda terima
28 7882 Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas 10.000.000,00 Hanya berupa kwitansi
1-12-2006 Tanda terima
29 5789 Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas 20.000.000,00 Hanya berupa kwitansi
24-08-2006 (BPMPP) Tanda terima
30 - Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas 6.200.000,00 Hanya berupa kwitansi
(Bagian Umum) Tanda terima
31 5693 Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas 5.000.000,00 Hanya berupa kwitansi
6-09-2006 (Bagian Ekonomi) Tanda terima
32 5521 Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas 10.000.000,00 Hanya berupa kwitansi
4-09-2006 (Sekda bulan September 2006) Tanda terima
33 - Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas 5.000.000,00 Hanya berupa kwitansi
Tanda terima
34 5292 Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas 5.000.000,00 Hanya berupa kwitansi
4-09-2006 Tanda terima
35 5493 Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas ( 5.000.000,00 Hanya berupa kwitansi
4-09-2006 Asisten Administrasi Pembangunan) Tanda terima

36 5495 Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas 5.000.000,00 Hanya berupa kwitansi
4-09-2006 Tanda terima
37 6099 Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas ( 12.000.000,00 Hanya berupa kwitansi
25-09-2006 Dinas-Dinas) Tanda terima
38 7169 Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas 2.500.000,00 Hanya berupa kwitansi
1-11-2006 Perhubungan Tanda terima
39 7201 Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas 5.000.000,00 Hanya berupa kwitansi
1-11-2006 Tanda terima
40 7207 Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas 5.000.000,00 Hanya berupa kwitansi
1-11-2006 untuk Bulan Nopember 2006 Tanda terima
41 7201 Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas 5.000.000,00 Hanya berupa kwitansi
1-11-2006 untuk Bulan Nopember 2006 Tanda terima
42 7201 Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas 5.000.000,00 Hanya berupa kwitansi
1-11-2006 untuk Bulan Nopember 2006 Tanda terima
43 7205 Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas 10.000.000,00 Hanya berupa kwitansi
1-11-2006 Tanda terima
44 7370 Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas 3.000.000,00 Hanya berupa kwitansi
7-11-2006 Lainnya Tanda terima
45 7546 Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas 16.500.000,00 Hanya berupa kwitansi
14-11-2006 (Pembrantas KKN) Tanda terima
46 7607 Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas 5.000.000,00 Hanya berupa kwitansi
15-11-2006 Bagian Pemerintahan Desa Setda Bima Tanda terima

47 7622 Biaya Pendukung Pelaksanaan Tugas Dinas 15.650.000,00 Hanya berupa kwitansi
15-11-2006 (Lembaga Pengawasan) Tanda terima
Jumlah a 365.530.000,00
b. Biaya Perawatan dan Pengobatan

Pengobatan Lokal

1 4211 Biaya Pengobatan an. Ridwan Har 1.500.000,00 tidak ada bukti melaksanakan
19-07-2006 pengobatan pihak ketiga

2 4217 Biaya Pengobatan Lanjutan an. Sahada Pada 2.000.000,00 tidak ada bukti melaksanakan
19-07-2006 Munir pengobatan pihak ketiga

3 7030 Biaya Perawatan / Pengobatan an. Erman 2.000.000,00 tidak ada bukti melaksanakan
20-10-2006 Farid, SE pengobatan pihak ketiga

4 8140 Biaya Perawatan Pegawai an. Suryansyah 3.000.000,00 tidak ada bukti melaksanakan
8-12-2006 pengobatan pihak ketiga

5 8426 Biaya Perawatan dan Pengobatan Pegawai 1.500.000,00 tidak ada bukti melaksanakan
14-12-2006 an. Hidayat pengobatan pihak ketiga

6 8124 Biaya Perawatan dan Pengobatan an. H. Talib 2.012.000,00 tidak ada bukti melaksanakan
7-12-2006 pengobatan pihak ketiga

7 8125 Biaya Perawatan dan Pengobatan Pegawai 2.500.000,00 tidak ada bukti melaksanakan
7-12-2006 an. Budi Harta A. pengobatan pihak ketiga

8 8625 Biaya Perawatan dan Pengobatan Pegawai 1.500.000,00 tidak ada bukti melaksanakan
22-12-2006 an. H Irmadi Kusuma pengobatan pihak ketiga

9 8650 Biaya Pengobatan an. Kurniawan, S.Sos 1.500.000,00 tidak ada bukti melaksanakan
26-12-2006 pengobatan pihak ketiga

10 8652 Biaya Pengobatan an. Romiliar, SE 2.000.000,00 tidak ada bukti melaksanakan
26-12-2006 pengobatan pihak ketiga
1 2 3 4 5

11 8653 Biaya Pengobatan an. Muhtar, S.Sos 2.000.000,00 tidak ada bukti melaksanakan
26-12-2006 pengobatan pihak ketiga

12 5482 Biaya Perawatan dan Pengobatan an. 2.000.000,00 tidak ada bukti melaksanakan
4-09-2006 Abdurahman pengobatan pihak ketiga

13 5484 Biaya Pengobatan Pegawai an. Syarifudin 1.500.000,00 tidak ada bukti melaksanakan
4-09-2006 Jafar A Md pengobatan pihak ketiga

14 - Biaya Pengobatan Pegawai an. Rohmiliar, 5.000.000,00 tidak ada bukti melaksanakan
SE pengobatan pihak ketiga

15 7344 Biaya Pengobatan Lanjutan an. Suryansah 1.500.000,00 tidak ada bukti melaksanakan
7-11-2006 pengobatan pihak ketiga

16 7723 Biaya Pengobatan Pegawai an. Ratmah Rauf 1.500.000,00 tidak ada bukti melaksanakan
20-11-2006 pengobatan pihak ketiga

17 7762 Biaya Pengobatan Pegawai an. Hamon 1.500.000,00 tidak ada bukti melaksanakan
30-11-2006 pengobatan pihak ketiga

Jumlah 34.512.000,00
1 Pengobatan Luar Dearah

2 8008 Biaya Perawatan / Pengobatan Lanjut ke Luar 3.000.000,00 tidak ada bukti melaksanakan
6-12-2006 Daerah an. Drs. Effendi Sulaiman pengobatan pihak ketiga

3 5592 Biaya Pengobatan Lanjutan ke Luar Daerah 4.000.000,00 tidak ada bukti melaksanakan
6-09-2006 an. Helmi Jafar pengobatan pihak ketiga

4 5715 Biaya Pengobatan Lanjutan ke Luar Daerah 1.500.000,00 tidak ada bukti melaksanakan
11-09-2006 (Mataram) an. Drs. Hairuddin pengobatan pihak ketiga

5 7345 Biaya Pengobatan Lanjutan ke Luar Daerah 1.500.000,00 tidak ada bukti melaksanakan
7-11-2006 an. Muhtar. S.Sos pengobatan pihak ketiga

6 7146 Biaya Pengobatan Pegawai Lanjut ke Luar 1.500.000,00 tidak ada bukti melaksanakan
7-11-2006 Daerah an. Lukman M. Tayeb pengobatan pihak ketiga

Jumlah 11.500.000,00
Jumlah b. 46.012.000,00

c. Biaya Kesejahteraan Pegawai


1 3087 Belanja Kesejahteraan Pegawai pada Kantin 4.562.500,00 Hanya berupa kwitansi
12-06-2006 Tratai Bima Tanda terima
2 3233 Belanja Kesejahteraan Pegawai pada UD 3.000.000,00 Hanya berupa kwitansi
16-06-2006 Nafassah Bima Tanda terima
3 3325 Belanja Kesejahteraan Pegawai 6.928.750,00 Hanya berupa kwitansi
22-06-2006 Tanda terima
4 4858 Belanja Kesejahteraan Pegawai 2.000.000,00 Hanya berupa kwitansi
7-08-2006 Tanda terima
5 4857 Belanja Kesejahteraan Pegawai 2.000.000,00 Hanya berupa kwitansi
7-08-2006 Tanda terima
6 - Belanja Kesejahteraan Pegawai 354.000,00 Hanya berupa kwitansi
Tanda terima
7 4788 Belanja Kesejahteraan Pegawai an. Juhra 1.000.000,00 Hanya berupa kwitansi
3-08-2006 pada Nuraini Tanda terima
8 - Belanja Kesejahteraan Pegawai pada Sahada 1.000.000,00 Hanya berupa kwitansi
Tanda terima
9 4914 Biaya Kesra Pegawai 500.000,00 Hanya berupa kwitansi
9-08-2006 Tanda terima
10 5051 Belanja Kesejahteraan Pegawai an. 2.000.000,00 Hanya berupa kwitansi
- Darmawan, S.Sos Tanda terima
11 6049 Belanja Kesejahteraan Pegawai pada Drs. H. 1.000.000,00 Hanya berupa kwitansi
21-09-2006 Ruslan Tanda terima

12 5406 Biaya Kesra Pegawai 700.000,00 Hanya berupa kwitansi


9-08-2006 Tanda terima
Jumlah c. 25.045.250,00
1 2 3 4 5
d. Biaya Pemeliharaan Alat Angkutan Darat Bermotor

1 027 Biaya Pemeliharaan mobil Pendopo EA 9616 4.617.000,00 Tidak ada Nota dari Toko
6-01-2006 pada Toko Baru Motor Bima
2 028 Biaya Pemeliharaan kendaraan Oprasional 3.123.700,00 Tidak ada Nota dari Toko
6-01-2006 mobil patroli EA 9616 X
3 096 biaya Perbaikan KendaraanOp Pemkab. EA 1.503.150,00 Tidak ada Nota dari Toko
19-01-2006 57R
4 101 Biaya Pemeliharaan Aat Angkutan Darat 2.315.500,00 Tidak ada Nota dari Toko
19-01-2006 Bermotor (Perbaikan kendaraan EA 24 X
dllnya)
5 187 Biaya Pemeliharaan Aat Angkutan Darat 1.103.000,00 Tidak ada Nota dari Toko
- Bermotor
6 1010 Biaya Servis Kendaraan Operasional Assisten 2.059.750,00 Tidak ada Nota dari Toko
15-02-2006 II
7 4164 Biaya Pemeliharaan Aat Angkutan Darat 4.235.000,00 Tidak ada Nota dari Toko
18-07-2006 Pendopo
8 3928 Biaya Perbaikan Kendaraan pada Bagian 4.025.000,00 Tidak ada Nota dari Toko
14-07-2006 Umum
Jumlah d. 22.982.100,00
e. Biaya Propangganda
1 666 Biaya Propaganda Pameran 6.000.000,00 Hanya berupa kwitansi
2-02-2006 Penerangan/Dokumentasi (BiayaIklan dan Tanda terima
2 885 Biaya Propaganda Pameran 10.000.000,00 Hanya berupa kwitansi
10-02-2006 Penerangan/Dokumentasi (Biaya Novel Cinta Tanda terima
3 980 B t L k ) Koran pada NTB Post
Biaya Langganan 1.800.000,00 Hanya berupa kwitansi
13-02-2006 Tanda terima
4 1062 Biaya Iklan Ucapan Selamat Tahun Baru pada 1.500.000,00 Hanya berupa kwitansi
20-02-2006 SKU Dialog Tanda terima
5 - Biaya untuk pembuatan Pesangi dan Siki 33.750.000,00 Hanya berupa kwitansi
Lanta untuk Pejabat dilingkungan Pemda Tanda terima
dalam rangka hari jadi Bima ke 366 Tahun
2006
6 3112 Biaya Cuci Cetak Foto dan Album untuk 2.100.000,00 Hanya berupa kwitansi
13-06-2006 kegiatan Bupati dan Wakil Bupati Tanda terima
Jumlah e 55.150.000,00
Jumlah I 514.719.350,00
II Belanja Tidak Tersangka
1 782 Biaya Bantuan untuk korban kebakaran an. 1.500.000,00 Tidak ada Proposal hanya
6-02-2006 Syarifuddin Ds. Jardonggo kwitansi tanda terima

2 2406 Biaya Tidak Tersangka (Bantuan untuk 2.000.000,00 Tidak ada Proposal hanya
17-04-2006 bencana alam banjir Disampungan Donggo kwitansi tanda terima

3 2254 Biaya Tidak Tersangka (Bantuan kepada 10.000.000,00 Tidak ada Proposal hanya
15-05-2006 Masyarakat Kec. Donggo, Kec. Ambalawi/Kec. kwitansi tanda terima
Wera yang mengalami musibah banjir )

4 3345 Biaya Tidak Tersangka (Bencana Alam di 191.000.000,00 Tidak ada Proposal hanya
22-06-2006 Desa nevarada, Tegali dan Desa Kawinda) kwitansi tanda terima

5 5545 Biaya Bnatuan KorbanKebakaran Rumah di 2.500.000,00 Tidak ada Proposal hanya
4-04-2006 Desa Rabakodo kwitansi tanda terima

6 7532 Belanja Bantuan Keuangan untuk Belanja 10.000.000,00 Tidak ada Proposal hanya
10-11-2006 Tidak Tersangka Bantuan untuk korban kwitansi tanda terima
keracunan di Desa Kuta Kec. Parado Kab.
Bima
7 7588 Biaya Tidak tersangka (Bencana Keracunan di 5.000.000,00 Tidak ada Proposal hanya
14-11-2006 Kec. Parado) kwitansi tanda terima

8 7746 Biaya Tidak tersangka (Bencana Keracunan di 5.000.000,00 Tidak ada Proposal hanya
30-11-2006 Kec. Parado) kwitansi tanda terima

9 7776 Biaya Tidak tersangka (Bantuan Korban 13.631.000,00 Tidak ada Proposal hanya
30-11-2006 Bencana Keracunan di Kec. Parado) kwitansi tanda terima

Jumlah II 240.631.000,00
1 2 3 4 5
III Dinas Perhubungan
1 25 Biaya Perjalanan Dinas Dalam Daerah Tim 7.000.000,00 Tidak ada Surat Tugas
31-07-2006 Intensifikasi dan Eksetifikasi PAD Dinas dan SPPD
Perhubungan bulan Maret dan April 2006 an.
Abdul Hamid dkk
2 - Biaya Perjalanan Dinas Dalam Daerah Tim 7.000.000,00 Tidak ada Surat Tugas
24-08-2006 Intensifikasi dan Eksetifikasi PAD Dinas dan SPPD
Perhubungan bulan Mei dan Juni 2006 an.
Zaidun Abdul Hamid, BE dkk
3 - Biaya Perjalanan Dinas Tetap bulan Juli dan 6.710.000,00 Tidak ada Surat Tugas
5-09-2006 Agustus 2006 an. Zaidun Abdul Hamid, BE dkk dan SPPD

4 - Biaya Perjalanan Dinas Dalam Daerah Tim 6.710.000,00 Tidak ada Surat Tugas
18-10-2006 Intensifikasi dan Eksetifikasi PAD Dinas dan SPPD
Perhubungan bulan September s/d Oktober
2006 an. ST Aminah dkk
5 - Biaya Perjalanan Dinas Tetap bulan 580.000,00 Tidak ada Surat Tugas
20-12-2006 Nopember s/d Desember 2006 an. ST Aminah dan SPPD
dkk
jumlah III 28.000.000,00
IV Sekretariat DPRD
a. Biaya Pengembangan SDM
No. Tanggal No. SPMU Jumlah (Rp) Keterangan
1 13/07/2006 2083 4.125.000,00 Adkasi
1016 10.000.000,00 Lokakarya tidak ada
2 10/07/2006 penerima
3 14/08/2006 2443 7.500.000,00 Diklat tidak jelas
4 23/08/2006 1252 72.000.000,00 Diklat
5 24/08/2006 2548 4.000.000,00 Diklat
6 26/09/2006 2971 5.000.000,00 Diklat
7 16/11/2006 3624 3.500.000,00 Diklat
172.000.000,00 Diklat tidak ada nama
8 04/12/2006 3844 penerima
Jumlah a. 278.125.000,00
b. Biaya Perjalanan Dinas Ke Luar Daerah
1 00023/PK/2006 Bima-Jakarta 35.940.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas
-Tidak Ada Nama
Penandatangan
-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat

2 00081/PK/2006 Bima-Jakarta 3.594.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Nama
Penandatangan
-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat

3 00081/PK/2006 Bima-Surabaya 3.174.000,00 Tidak Ada SPPD, hanya


kwitansi

4 00274/PK/2006 Bima-Jakarta 280.980.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Nama
Penandatangan
-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat

5 00404/PK/2006 Bima-Makassar 5.075.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas

6 00519/PK/2006 Bima-Jakarta 50.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Nama
Penandatangan
-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat

7 00519/PK/2006 Bima-Surabaya 3.975.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat
1 2 3 4 5

8 00533/PK/2006 Bima-Jakarta 5.625.000,00 -Tidak Ada Cap dan


Tandatangan
Pejabat/kantor yang
dikunjungi
-Tidak Ada Surat Tugas
-Tidak Ada Nama
Penandatangan
-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat

9 00533/PK/2006 Bima-Jakarta 5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Nama
Penandatangan
-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat

10 000804/PK/2006 Bima-Jakarta 5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Nama
Penandatangan
-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat

11 000804/PK/2006 Bima-Jakarta 6.725.000,00 Tidak Ada SPPD, hanya


kwitansi

12 910/PK/2006 Bima-Jakarta 5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat

13 1655/PK/2006 Bima-Semarang 6.800.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat

14 1698/PK/2006 Bima-Surabaya 4.525.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Nama
Penandatangan
-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat

15 1698/PK/2006 Bima-Denpasar 2.945.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Nama
Penandatangan
-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat

16 1698/PK/2006 Bima-Jakarta 5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat

17 1841/PK/2006 Bima-Jakarta 5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Nama
Penandatangan
-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat

18 1888/PK/2006 Bima-Jakarta 5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat

19 1960/PK/2006 Bima-Jakarta 5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat

20 1960/PK/2006 Bima-Jakarta 5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat
1 2 3 4 5

21 1960/PK/2006 Bima-Jakarta 5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat
-Tidak Ada Nama
Penandatangan

22 1960/PK/2006 Bima-Jakarta 5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Nama
Penandatangan
-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat

23 1960/PK/2006 Bima-Jakarta 5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Nama
Penandatangan
-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat

24 2084/PK/2006 Bima-Jakarta 22.500.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Nama
Penandatangan
-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat

25 2208/PK/2006 Bima-Jakarta 5.075.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Nama
Penandatangan
-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat

26 2208/PK/2006 Bima-Jakarta 5.075.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Nama
Penandatangan
-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat

27 2208/PK/2006 Bima-Jakarta 5.075.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Nama
Penandatangan
-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat

28 2208/PK/2006 Bima-Jakarta 5.075.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Nama
Penandatangan
-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat

29 2208/PK/2006 Bima-Jakarta 5.075.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Nama
Penandatangan
-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat

30 2208/PK/2006 Bima-Jakarta 5.075.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Nama
Penandatangan
-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat

31 2208/PK/2006 Bima-Jakarta 5.075.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Nama
Penandatangan
-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat
- Tanpa tandatangan
Pemegang Kas
1 2 3 4 5

32 2208/PK/2006 Bima-Jakarta 5.075.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Nama
Penandatangan
-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat
- Tanpa tandatangan
Pemegang Kas

33 2441/PK/2006 Bima-Jakarta 33.750.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Nama
Penandatangan
-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat

34 2482/PK/2006 Bima-Jakarta 5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat

35 2519/PK/2006 Bima-Jakarta 101.250.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Nama
Penandatangan
-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat

36 2796/PK/2006 Bima-Jakarta 5.075.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Nama
Penandatangan
-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat

37 2796/PK/2006 Bima-Jakarta 6.725.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Nama
Penandatangan
-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat

38 2901/PK/2006 Bima-Jakarta 4.525.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat

39 3024/PK/2006 Bima-Jakarta 5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Nama
Penandatangan
-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat

40 3024/PK/2006 Bima-Jakarta 6.175.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Nama
Penandatangan
-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat

41 3024/PK/2006 Bima-Jakarta 6.175.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Nama
Penandatangan
-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat

42 3101/PK/2006 Bima-Jakarta 5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Nama
Penandatangan
-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat

43 3101/PK/2006 Bima-Jakarta 5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Nama
Penandatangan
-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat
1 2 3 4 5

44 3174/PK/2006 Bima-Jakarta 5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Nama
Penandatangan
-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat

45 3174/PK/2006 Bima-Jakarta 5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Nama
Penandatangan
-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat

46 3326/PK/2006 Bima-Jakarta 5.075.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Nama
Penandatangan
-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat

47 3326/PK/2006 Bima-Jakarta 5.075.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Nama
Penandatangan
-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat

48 3326/PK/2006 Bima-Jakarta 5.075.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Nama
Penandatangan
-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat

49 3327/PK/2006 Bima-Jakarta 5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Nama
Penandatangan
-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat

50 3483/PK/2006 Bima-Jakarta 5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Nama
Penandatangan
-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat

51 3483/PK/2006 Bima-Jakarta 5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Nama
Penandatangan
-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat

52 3483/PK/2006 Bima-Jakarta 5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Nama
Penandatangan
-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat

53 3483/PK/2006 Bima-Jakarta 5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Nama
Penandatangan
-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat

54 3483/PK/2006 Bima-Surabaya 4.525.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat

55 3483/PK/2006 Bima-Jogjakarta 4.897.500,00 -Tidak Ada Surat Tugas


1 2 3 4 5

56 3636/PK/2006 Bima-Jakarta 5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Nama
Penandatangan
-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat

57 3636/PK/2006 Bima-Jakarta 5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Nama
Penandatangan
-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat

58 3636/PK/2006 Bima-Jakarta 6.175.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Nama
Penandatangan
-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat

59 3636/PK/2006 Bima-Jakarta 5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Nama
Penandatangan
-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat

60 3703/PK/2006 Bima-Jakarta 5.075.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat

61 3776/PK/2006 Bima-Jakarta 5.075.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Nama
Penandatangan
-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat

62 3843/PK/2006 Bima-Jakarta 6.175.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Nama
Penandatangan
-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat

63 3855/PK/2006 Bima-Jakarta 5.625.000,00 Tidak Ada SPPD, hanya


kwitansi

64 4055/PK/2006 Bima-Jakarta 5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Nama
Penandatangan
-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat

65 4055/PK/2006 Bima-Jakarta 5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Nama
Penandatangan
-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat

66 4088/PK/2006 Bima-Denpasar 4.045.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Nama
Penandatangan
-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat

67 4088/PK/2006 Bima-Jakarta 5.625.000,00 -Tidak Ada Surat Tugas


-Tidak Ada Nama
Penandatangan
-Tidak Ada Tanggal
Datang dan Berangkat
1 2 3 4 5

68 00046/PK/2006 Bima-Jakarta 4.294.000,00 Tanpa tanggal kedatangan


dan keberangkatan lagi;
ada stempel kantor yang
dituju, nama dan
tandatangan

69 00046/PK/2006 Bima-Mataram 1.180.000,00 Ada stempel dan


tandatangan kantor yang
dituju, tidak ada nama
penandatangan, tidak ada
tanggal kedatangan dan
keberangkatan lagi

70 00046/PK/2006 Bima-Mataram 1.180.000,00 Ada stempel, nama dan


tandatangan kantor yang
dituju, tidak ada tanggal
kedatangan dan
keberangkatan lagi.

71 1698/PK/2006 Bima-Jakarta 5.625.000,00 Maksud perjalanan adalah


konsultasi dengan
MenPan di Jakarta, namun
stempel instansi dari
Kantor Penghubung
Pemda NTB di Jakarta

72 1698/PK/2006 Bima-Mataram 2.500.000,00 Ada stempel dan


tandatangan kantor yang
dituju, tidak ada nama
penandatangan, tidak ada
tanggal kedatangan dan
keberangkatan lagi

Jumlah b. 865.854.500,00
Jumlah IV 1.143.979.500,00
Jumlah Total I, II, III dan IV 1.927.329.850,00
Lampiran 3

Daftar Rekap SPMU Mendahului APBD

No. No & Tgl SPMU Uraian Jumlah


Rp
1 2 3 4
Sekretariat Daerah
1 01/PK/06 Belanja Bantuan Keuangan untuk Instansi Vertikal 5.000.000,00
01-01-2006
3 03/BT/06 Belanja Bantuan untuk Organisasi Profesi (Seni 4.845.000,00
05-01-2006 Budaya)
4 04/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi 5.000.000,00
06-01-2006 (Pemuda)
5 05/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan untuk Partai Politik 10.000.000,00
06-01-2006
6 06/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Kegiatan Keagamaan 30.000.000,00
06-01-2006
7 08/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi 5.000.000,00
09-01-2006
8 09/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan untuk Instansi 11.000.000,00
09-01-2006 Vertikal/Otonomi Daerah (Honor Badan Pertimbangan)

9 10/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi 3.000.000,00


09-01-2006 (Bantuan Koni)
10 14/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Partai Politik (Partai 20.000.000,00
11-01-2006 PKPI)
11 15/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Partai Politik 5.000.000,00
11-01-2006 (Bantuan PDIP)
12 16/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi 3.500.000,00
17-01-2006 (Bantuan PWRI)
13 17/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi 2.500.000,00
19-01-2006 (Bantuan MahasiswaI)
14 18/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi 27.500.000,00
19-01-2006 (Bantuan Koni)
15 19/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan Sosial Kemasyarakatan 51.731.750,00
19-01-2006
16 20/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada tempat Ibadah 10.000.000,00
19-01-2006 (Bantuan Mesjid Baburahman Bolo)
17 22/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi 5.000.000,00
19-01-2006 (Lain-lain diarahkan)
18 23/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan untuk Instansi Vertikal 15.000.000,00
19-01-2006 Lainnya (Bantuan Pengadilan Negeri)
19 24/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi 3.000.000,00
19-01-2006 (Pramuka)
20 28/BT/06 Belanja Kegiatan Partisifasi Pembangunan 35.431.000,00
23-01-2006
21 29/BT/06 Belanja Bantuan untuk Kegiatan keagamaan 5.250.000,00
23-01-2006
1 2 3 4
22 30/BT/06 Belanja Tidak Tersangka 5.750.000,00
23-01-2006
23 33/BT/06 Belanja Bantuan untuk Kegiatan Hukum / Keamanan 3.807.000,00
23-01-2006 (Bantuan Dandim)
24 34/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan untuk Instansi Vertikal 3.210.000,00
23-01-2006 Lainnya (Bantuan Kodim)
25 35/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan untuk kegiatan Sosial 4.000.000,00
23-01-2006 Kemasyarakatan
26 36/BT/06 Belanja Bantuan untuk Kegiatan Hukum / Keamanan 15.562.000,00
23-01-2006 (Bantuan Polres)
27 37/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi 3.600.000,00
23-01-2006 (Bantuan Lain-lain diarahkan
28 38/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan untuk kegiatan Sosial 7.000.000,00
23-01-2006 Kemasyarakatan
29 39/BT/06 Belanja Bantuan untuk Kegiatan keagamaan 4.127.500,00
23-01-2006
30 42/BT/06 Belanja Bantuan untuk Kegiatan keagamaan 12.800.000,00
25-01-2006
31 44/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Partai Politik (PPP) 20.000.000,00
25-01-2006
32 45/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Partai Politik (PDIP 10.000.000,00
25-01-2006 Kab. Bima)
33 46/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan untuk kegiatan Sosial 5.000.000,00
25-01-2006 Kemasyarakatan
34 47/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan untuk Organisasi Sosial 28.884.500,00
25-01-2006
35 48/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan untuk kegiatan Sosial 9.000.000,00
25-01-2006 Kemasyarakatan
36 49/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Tempat Ibadah 10.000.000,00
25-01-2006 (Bantuan Masjid)
37 50/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan untuk kegiatan Sosial 21.275.000,00
26-01-2006 Kemasyarakatan an. Kegiatan Bagi Hasil dan Bnatuan
Keuangan
38 53/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Partai Politik (PBR) 8.000.000,00
27-01-2006
39 54/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Partai Politik (PKB) 10.000.000,00
27-01-2006
40 55/BT/06 Belanja Bantuan untuk Kegiatan Hukum dan 9.234.000,00
27-01-2006 Keamanan (Bantuan Pengadilan)
41 56/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi 10.000.000,00
27-01-2006 (Bantuan PWT)
42 59/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan untuk Organisasi Sosial 5.750.000,00
30-01-2006 Kemasyarakatan Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan

43 60/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Tempat Ibadah 10.000.000,00


30-01-2006 (Bantuan Masjid)
44 61/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Tempat Ibadah ( 10.000.000,00
30-01-2006 Masjid Baturahman Desa Bojo Donggo)
1 2 3 4
45 62/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi 2.000.000,00
30-01-2006 (Bantuan Pramuka)
46 63/BT/06 Belanja Kegiatan Pengembangan Sistem Anggaran 39.940.000,00
2-02-2006 (Bagian Keuangan)
47 64/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi 5.650.000,00
2-02-2006 (Bantuan Darma Wanita)
48 65/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan untuk Organisasi Sosial 4.400.000,00
3-02-2006 Kemasyarakatan Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan

49 66/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan untuk Sosial 4.250.000,00


3-02-2006 Kemasyarakatan
50 67/BT/06 Belanja Tidak Tersangka (Bantuan Bencana Alam) 11.450.000,00
3-02-2006
51 68/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Keagamaan 2.400.000,00
3-02-2006 /Sarana Peribadatan (LPTQ/IPQOH)
52 70/BT/06 Belanja Bantuan untuk Kegiatan Hukum dan 2.500.000,00
3-02-2006 Keamanan (Bantuan Kodim)
53 71/BT/06 Belanja Tidak Tersangka (Bantuan Bencana Alam) 3.400.000,00
3-02-2006
54 74/PK/06 Belanja Kegiatan Pembangunan Sarana dan Prasarana 5.000.000.000,00
3-02-2006 Perkantoran Pemkab Bima (Bagian Umum

56 81/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi ( 4.294.000,00


6-02-2006 Karang Taruna dan LSM)
57 82/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi 6.000.000,00
6-02-2006
58 83/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan untuk Organisasi Sosial 1.000.000.000,00
6-02-2006 Kemasyarakatan
59 88/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan untuk kegiatan Organisasi 35.906.400,00
7-02-2006 Sosial Kemasyarakatan
60 89/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi 5.000.000,00
7-02-2006 (Lain-lain yang diarahkan)
61 91/BT/06 Belanja Bantuan Kegiatan Hukum dan Keamanan 5.000.000,00
7-02-2006 (Bantuan untuk Polres Kab. Bima)
62 92/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi 10.000.000,00
7-02-2006
63 93/BT/06 Belanja Kegiatan Penyelesaian Sengketa Hukum 4.290.000,00
7-02-2006 (Bagian Hukum)
64 94/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan untuk keiatan Keagamaan 7.694.000,00
8-02-2006
65 95/BT/06 Belanja kegiatan Penyusunan Peraturan Daerah 13.955.000,00
8-02-2006 Rencana Induk dan Evaluasi Kinerja (bagian Hukum)

66 97/BT/06 Biaya Pengawasan dan Pekerjaan Rehab Wakil Bupati 3.129.000,00


13-02-2006 Bima Kegiatan Partisipatif Pembangunan Daerah
1 2 3 4
67 98/BT/06 Biaya Prencanan atas Pekerjaan Rehab Rumah Wakil 4.945.000,00
13-02-2006 Bupati Bima Kegiatan Partisipatif Pembangunan Daerah

68 103/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi 3.000.000,00


13-02-2006
69 106/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan untuk kegiatan Sosial 10.000.000,00
14-02-2006 Kemasyarakatan
70 107/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi 75.000.000,00
14-02-2006 (Bantuan PKK)
71 108/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan untuk Organisasi Sosial 25.000.000,00
14-02-2006 Kemasyarakatan (Bantuan Penanggulangan Narkoba)

72 109/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan untuk Partai Politik (PDIP) 5.000.000,00


14-02-2006
73 110/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan untuk kegiatan Sosial 50.000.000,00
14-02-2006 Kemasyarakatan
74 111/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan untuk Sosial 2.000.000,00
14-02-2006 Kemasyarakatan
75 112/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan untuk Tempat Ibadah 20.000.000,00
14-02-2006
76 113/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan untuk Organisasi Sosial 8.580.000,00
14-02-2006 Kemasyarakatan
77 114/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Sosial 4.000.000,00
15-02-2006 Kemasyarakatan (Bantuan Listrik/air bersih pada Camat
Tambora
78 118/BT/06 Belanja Partisipasif Pembangunan Daerah 17.892.000,00
16-02-2006
79 119/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan untuk Kegiatan 22.719.000,00
16-02-2006 Keagamaan (Bantuan Keagamaan)
80 121/BT/06 Belanja tidak Tersangka (Perbaikan Jembatan jurusan 14.836.000,00
16-02-2006 San Utara -Compa Kec. Mada Pangga)
81 122/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi ( 5.000.000,00
16-02-2006 Bnatuan Olah Raga)
82 124/BT/06 Biaya Pengendalian Pembangunan Kab. Bima Tahun 10.800.000,00
17-02-2006 2006
83 125/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan untuk Tempat Ibadah 250.000.000,00
20-02-2006 (Bantuan Masjid Muwahidin Bima)
84 126/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan untuk Tempat Ibadah 3.500.000,00
20-02-2006 (Bantuan Musola Asti Sholihin)
85 128/BT/06 Belanja Partisipasif Pembangunan Daerah 8.242.500,00
20-02-2006
86 129/BT/06 Belanja Bantuan Kegiatan Hukum / Keamanan 10.000.000,00
20-02-2006 (Bantuan Pengadilan Negeri)
87 130/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi ( 15.000.000,00
20-02-2006 Bantuan PBVST)
88 131/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi ( 3.000.000,00
20-02-2006 Bnatuan Mahasiswa HMT cabang Bima)
89 132/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Keagamaan 15.000.000,00
20-02-2006 (Bantuan MTQ)
90 133/BT/06 Kegitan Penyelesaian Hukum dan Ham 15.800.000,00
21-02-2006
1 2 3 4
91 134/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi ( 10.000.000,00
21-02-2006 Bantuan Mahasiswa)
92 135/BT/06 Bantuan untuk lembaga Tilawatil Quran (LPTQ) 20.000.000,00
21-02-2006
93 136/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Keagamaan 6.250.000,00
21-02-2006
94 138/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Partai Politik (Partai 5.000.000,00
21-02-2006 Demokrat Lainya)
95 139/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan untuk Sosial 3.000.000,00
21-02-2006 Kemasyarakatan (Bantuan SMA Mahdar BOLO)
96 143/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi ( 77.000.000,00
23-02-2006 Bantuan Koni)
97 144/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi ( 6.000.000,00
23-02-2006 Bantuan Vetran)
98 150/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi ( 14.000.000,00
23-02-2006 Bantuan untuk PKK)
99 151/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Tempat Ibadah 5.000.000,00
24-02-2006 (Bantuan Masjid)
100 152/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan untuk Kegiatan 6.000.000,00
24-02-2006 Keagamaan/Sarana Peribadatan
101 153/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Tempat Ibadah 10.000.000,00
24-02-2006 (Bantuan Masjid)
102 154/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Partai Politik 5.000.000,00
24-02-2006 (Bantuan PDIP)
103 154/BT/06 Bantuan untuk lembaga Tilawatil Quran (LPTQ), IPQOH 5.000.000,00
24-02-2006
104 157/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi ( 5.000.000,00
24-02-2006 Bantuan Mahasiswa)
105 162/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Tempat Ibadah 28.791.500,00
27-02-2006 (Bantuan Masjid)
106 163/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi 3.000.000,00
27-02-2006 Bantuan Gerakan Pemuda Kebangkitan Bangsa (Gorda
Bangsa)
107 164/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi 3.000.000,00
27-02-2006
108 165/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan untuk Lembaga/Instansi 11.000.000,00
1-03-2006 Otonomi Daerah (Bantuan Operasional Muspida)
109 166/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Tempat Ibadah 10.000.000,00
1-03-2006 (Bantuan Masjid Al'Ihwan Risa)
110 167/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan untuk Kegiatan 7.000.000,00
1-03-2006 Keagamaan (Bantuan Kegiatan Keagamaan)
111 168/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi ( 10.000.000,00
1-03-2006 Lain-lain yang diarahkan)
112 171/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi 21.850.000,00
2-03-2006 kegiatan Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan
1 2 3 4
113 172/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi 11.420.000,00
2-03-2006 (Seni Budaya) kegiatan Bagi Hasil dan Bantuan
Keuangan
114 174/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Tempat Ibadah 10.000.000,00
2-03-2006 (Bantuan Masjid)
115 177/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan 5.000.000,00
3-03-2006 Keagamaan/sarana peribadatan (Bantuan Masjid)
116 178/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan untuk Tempat Ibadah 20.000.000,00
3-03-2006 (Bantuan Masjid M-Assobri)
118 184/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi ( 15.000.000,00
6-03-2006 KNPI)
119 185/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan 15.000.000,00
6-03-2006 Keagamaan/sarana peribadatan (MUI)
120 186/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi ( 5.000.000,00
6-03-2006 IMBI)
121 187/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Keagamaan 279.750.000,00
6-03-2006 (Bantuan MTQ)
122 190/BT/06 Belanja Kegiatan perencanaan dan Pengawasan 40.200.000,00
6-03-2006 Pembangunan Musola dan garasi kegiatan partisipatif
Pembangunan
123 198/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan untuk Desa (Biaya 11.025.000,00
7-03-2006 asuransi Kepala Desa)
124 199/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan untuk Desa (Biaya 90.000.000,00
7-03-2006 Oprasional Kepala Desa)
125 201/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi ( 9.534.000,00
8-03-2006 KNPI)
126 202/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi 5.000.000,00
8-03-2006 Wanita
127 203/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi 25.000.000,00
8-03-2006 (Lembaga Adat Dana Mboja)
128 204/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan untuk Organisasi Profesi 5.000.000,00
8-03-2006 (Bantuan Mahasiswa)
129 206/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan 10.000.000,00
9-03-2006 Keagamaan/sarana peribadatan (Bantuan Masjid)
130 209/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi 3.500.000,00
9-03-2006 (Bantuan SPRI)
131 210/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi 3.000.000,00
9-03-2006
132 212/BT/06 Belanja Tidak Tersangka 6.000.000,00
9-03-2006
133 216/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi 6.500.000,00
9-03-2006 (Bantuan Persabi)
134 217/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Hukum dan 5.000.000,00
9-03-2006 keamanan
135 224/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Partai Politik 20.000.000,00
13-03-2006 (Bantuan PPP)
1 2 3 4
136 225/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Hukum dan 5.000.000,00
13-03-2006 keamanan
137 228/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi 7.500.000,00
13-03-2006 (Bantuan Organisasi Wanita)
138 229/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Hukum / 5.000.000,00
14-03-2006 keamanan (Bantuan Pengadilan Negeri)
139 236/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Keagamaan 15.000.000,00
15-03-2006
140 242/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Partai Politik 20.000.000,00
16-03-2006 (Bantuan Partai PKPB)
141 244/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Partai Politik 10.000.000,00
16-03-2006 (Bantuan PKPI)
142 245/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan untuk Tempat Ibadah 20.000.000,00
16-03-2006 (Bantuan Masjid )
143 246/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Hukum / 7.500.000,00
16-03-2006 keamanan (Bantuan Pengadilan Negeri)
144 252/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan untuk Tempat Ibadah 20.000.000,00
17-03-2006 (Bantuan Masjid )
145 253/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan untuk Tempat Ibadah 20.000.000,00
17-03-2006 (Bantuan Masjid )
146 256/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Keagamaan 25.965.950,00
17-03-2006
147 258/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Hukum / 5.000.000,00
17-03-2006 keamanan (Bantuan Brimob)
148 259/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Partai Politik 15.000.000,00
17-03-2006 (Bantuan PIB)
149 263/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Keagamaan 7.894.000,00
20-03-2006 (Bantuan untuk Bazda)
150 268/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan untuk Tempat Ibadah 30.000.000,00
20-03-2006 (Bantuan Masjid )
151 269/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi 5.000.000,00
20-03-2006 (Mahasiswa)
152 270/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Keagamaan 5.000.000,00
20-03-2006
153 271/BT/06 Belanja Kegiatan Penyertaan modal (PD BPR LKPD 600.000.000,00
21-03-2006 Kab. Bima)
154 273/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan untuk Tempat Ibadah 20.000.000,00
21-03-2006 (Bantuan Masjid Besar Al-Munawarah Kec. Sape)
155 274/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Sosial 4.437.500,00
21-03-2006 Kemasyarakatan
156 276/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi 20.000.000,00
21-03-2006
157 277/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Keagamaan 12.500.000,00
21-03-2006 (Bantuan untuk Persiapan menghadapi MTQ Tingkat
Kab. Bima)
158 278/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Hukum / 5.000.000,00
22-03-2006 keamanan (Bantuan Kodim)
1 2 3 4
159 278/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi 7.000.000,00
23-03-2006
160 282/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi 39.875.000,00
24-03-2006 (Bantuan pada Persebi)
161 284/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi 10.000.000,00
27-03-2006 (Bantuan Asrama Mahasiswa di Luar Daerah)

162 286/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi 5.000.000,00


27-03-2006 (Bantuan untuk kegiatan Olah Raga)
163 292/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Partai Politik 10.000.000,00
28-03-2006 (Bantuan PKPI)
164 293/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Hukum dan 25.000.000,00
28-03-2006 keamanan
165 295/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Sosial 4.500.000,00
28-03-2006 Kemasyarakatan
166 296/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Sosial 5.000.000,00
28-03-2006 Kemasyarakatan
167 301/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Keagamaan 25.400.000,00
29-03-2006 (Bantuan pada Pondok Pesantren Kab. Bima)
168 303/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Sosial 5.000.000,00
3-04-2006 Kemasyarakatan
169 306/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Partai Politik (Partai 15.000.000,00
4-04-2006 Merdeka)
170 309/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan untuk Tempat Ibadah 5.000.000,00
4-04-2006
171 310/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi 6.000.000,00
4-04-2006 (Bantuan Seni Budaya)
173 316/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi 20.000.000,00
7-04-2006 (Bantuan Pemuda Pancasila)
174 319/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan untuk Tempat Ibadah 5.000.000,00
7-04-2006
175 320/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan untuk Partisipatif 12.245.000,00
7-04-2006 Pembangunan Daerah
176 321/BT/06 Belanja Kegiatan Penggandaan dan Sosialisasi Kota 5.057.000,00
7-04-2006 Naskah Dinas Kab. Bima
177 322/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Sosial 6.744.000,00
7-04-2006 Kemasyarakatan
178 323/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan untuk Tempat Ibadah 5.000.000,00
7-04-2006 (Bantuan Musolah AS Salam Wawo)
179 323/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi 20.000.000,00
12-04-2006 (Bantuan Olah Raga )
180 330/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan untuk lembaga/Instansi 11.000.000,00
12-04-2006 Otonomi Daerah (Op. Muspida)
181 331/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Partai Politik (Golkar) 50.000.000,00
12-04-2006
1 2 3 4
182 332/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Partai Politik (PBB) 30.000.000,00
12-04-2006
183 333/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Sosial 27.340.000,00
12-04-2006 Kemasyarakatan
184 334/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi 4.000.000,00
12-04-2006 (Bantuan Pemuda)
185 337/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan 90.100.000,00
12-04-2006 Keagamaan/sarana peribadatan (Bantuan untuk guru
ngaji)
186 404/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi 10.000.000,00
26-04-2006
187 409/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Keagamaan 20.000.000,00
26-04-2006
188 413/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan untuk Tempat Ibadah 10.000.000,00
26-04-2006
189 414/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Sosial 12.000.000,00
26-04-2006 Kemasyarakatan
190 428/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Keagamaan 15.000.000,00
2-05-2006
191 432/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi 5.000.000,00
2-05-2006 (Darma Wanita)
192 440/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Keagamaan 7.894.000,00
2-05-2006
193 451/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan untuk Tempat Ibadah 10.000.000,00
3-05-2006 (Bantuan Masjid)
195 455/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi 5.000.000,00
3-05-2006 (Lain-lain yang diarahkan)
196 456/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi 6.000.000,00
3-05-2006 (Lain-lain yang diarahkan)
197 457/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan untuk lembaga/Instansi 11.000.000,00
3-05-2006 Otonomi Daerah (Op. Muspida)
198 458/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan untuk lembaga/Instansi 11.000.000,00
3-05-2006 Otonomi Daerah (Op. Muspida)
199 469/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Sosial 25.000.000,00
4-05-2006 Kemasyarakatan
200 471/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Sosial 10.000.000,00
4-05-2006 Kemasyarakatan
201 473/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Sosial 10.200.000,00
5-05-2006 Kemasyarakatan
202 474/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Keagamaan 11.090.750,00
5-05-2006
203 475/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi 25.875.000,00
5-05-2006 (Bantuan Persebi)
204 477/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi 10.000.000,00
5-05-2006 (Bantuan Seni Budaya)
205 490/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Keagamaan 11.500.000,00
8-05-2006
206 493/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Partai Politik (PBR) 7.000.000,00
8-05-2006
207 497/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan Partisipasi Pembangunan 12.245.000,00
8-05-2006 Daerah
1 2 3 4
208 498/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi 10.167.500,00
8-05-2006 (Bantuan Alat Olah Raga)
209 526/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan Kegiatan Sosial 7.215.000,00
11-05-2006 Kemasyarakatan
210 529/BT/06 Belanja Bantuan Keuangan pada Organisasi Profesi 6.354.500,00
11-05-2006 (Kegiatan Olah Raga)
211 550/BT/06 Belanja Tidak Tersangka (Bantuan Musibah Banjir) 10.000.000,00
15-05-2006
212 551/BT/06 Pendukung Kegiatan Pelaksanan dan Ketertiban 10.000.000,00
15-05-2006 (Pengadilan Negeri)
Jumlah 9.752.751.350,00
Kepala Dinas Kesehatan
1 99/BT/06 Kegiatan Pembrantas Penyakit Manular 10.670.600,00
13-02-2006
2 267/BT/06 Belanja Kegiatan Peningkatan Kualitas Kesehatan 12.349.000,00
20-03-2006 Masyarakat melalui Pembrantasan Penyakit Manular

Jumlah 23.019.600,00
Bappeda
1 304/BT/06 Belanja kegiatan Perencanaan Umum Pembangunan 29.972.500,00
3-04-2006 Bappeda
2 305/BT/06 Belanja kegiatan Perencanaan Umum Bappeda 16.510.000,00
3-04-2006
3 312/BT/06 Belanja kegiatan Perencanaan Umum Bappeda 2.947.500,00
5-04-2006
4 438/BT/06 Belanja kegiatan Perencanaan Umum Bappeda 4.800.000,00
2-05-2006
5 480/BT/06 Identifikasi dan Penyusunan Kawasan Sentra Produksi 6.000.000,00
5-05-2006 (KSP)
6 482/BT/06 Pembinaan Pendampingan Monitoring dan Evaluasi 6.000.000,00
5-05-2006
Jumlah 66.230.000,00
Total 9.842.000.950,00