Anda di halaman 1dari 6

Psikologi Kesehatan

Faktor Risiko dan Faktor Protektif

Di susun Oleh :

FAKULTAS ILMU KSEHATAN


UNIVERSITAS MUHAMMADYAH SURAKARTA
2014/2015
BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG

Pada masa lalu, sebagian besar individu dan masyarakat memandang


sehatdansakitsebagai sesuatu Hitam atau Putih. Dimana kesehatan merupakan kondisi
kebalikan dari penyakit atau kondisi yang terbebas dari penyakit.Anggapan atau sikap
yang sederhana ini tentu dapat diterapkan dengan mudah, akan tetapi mengabaikan adanya
rentang sehat-sakit.
Pendekatan yang digunakan pada abad ke-21 , sehat dipandang dengan
perspektif yang lebih luas. Luasnya aspek itu meliputi rasa memiliki kekuasaan, hubungan
kasih sayang, semangat hidup, jaringan dukungan sosial yang kuat, rasa berarti
dalam hidup, atau tingkat kemandirian tertentu (Haber, 1994).
Kesehatan adalah salah satu konsep yang telah sering digunakan namun sukar
dijelaskan artinya. Factor yang berbeda menyebabkan sukarnya mendefinisikan kesehatan,
kesakitan dan penyakit. Meskipun begitu, kebanyakan sumber ilmiah setuju bahwa definisi
kesehatan apapun harus mengandung paling tidak komponen biomedis, personal dan
sosiokultural.

B.         RUMUSAN MASALAH

1. Apa yang di maksud faktor resiko dan faktor protektif ?


2. Bagaimana masalah yang terjadi antara faktor resiko dan faktor protektif ?

C. Tujuan

Adapun tujuan dari pembahasan makalah ini :

1. Mengetahui faktor resiko dan faktor protektif


2. Mengetahui masalah yang terjadi antara faktor resiko dan faktor protektif
BAB I I
PEMBAHASAN

A. Faktor risiko dan Faktor Protektif

1. Faktor resiko
adalah, faktor-faktor yang memperburuk keadaan.

Faktor resiko ada tiga, yaitu:

 Resiko individual, yaitu faktor-faktor individu yang memperburuk keadaan,


 Contohnya
kepribadian, individu yang mudah panik akan membuat keadaan semakin
buruk. Atau bisa juga kondisi fisik individu yang mudah sakit, begitu tertimpa
masalah kemungkinan besar ia akan lebih mudah sakit lagi.

 Resiko Keluarga, yaitu faktor-faktor keluarga yang memperburuk keadaan.


 Misalnya, keluarga yang kurang komunikatif.

 Resiko Sosial, yaitu faktor-faktor kehidupan sosial yang lebih luas lagi dan lebih
kompleks yang dapat memperburuk keadaan.
 Misalnya, gosip-gosip tetangga yang memperkeruhmasalah.

2. Faktor protektif
adalah, faktor-faktor yang berefek positif bagi individu.

Factor Protektif ada tiga, yaitu :

 Protektif individual, yaitu faktor-faktor individu yang berefek positif bagi individu.
 Bisa berupa aspek kepribadian atau fisik individu.

 Protektif Keluarga, yaitu faktor-faktor keluarga yang berdampak positif bagi individu.

 Misalnya, keluarga yang komunikatif.

 Protektif Sosial, yaitu faktor-faktor kehidupan soaial lain yang lebih luas lagi dan
lebih kompleks yang dapat memberi dampak positif bagi individu.
 Misalnya, nasehat dari tetangga

B. Masalah Di antara Faktor resiko dan Faktor Protektif

Masalahnya adalah, sering kali seseorang lebih memperhatikan faktor resiko dan tidak
menyadari adanya faktor protektif. Padahal banyak hal yang lebih patut disyukuri yang tidak
dimiliki oleh orang lain.  Terkadang juga kondisi individu, keluarga, dan sosial bisa berbolak-
balik menjadi faktor resiko dan faktor protektif. Semakin baik faktor protektif, maka
semakin besar kemungkinan resiliensinya.
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Jadi, untuk mencapai status kesehatan yang baik, baik fisik, mental maupun kesejahteraan
sosial, setiap individu atau kelompok harus mampu mengidentifikasi setiap aspirasi, untuk
memenuhi kebutuhan, dan mengubah atau mengantisipasi keadaan lingkungan agar menjadi
lebih baik. Kesehatan, sebagai sumber kehidupan sehari-hari, bukan sekedar tujuan hidup.
Kesehatan merupakan konsep yang positif yang menekankan pada sumber-sumber sosial dan
personal.

Dengan teori ini kita dapat memperbaiki kondisi lingkungan yang buruk, dan juga hal-hal
yang dapat mempengaruhi status kesehatan. Seperti dengan cara factor resiko dan faktor
protektif
DAFTAR PUSTAKA

www.depkes.go.id
www.kamusq.com/2013/12/faktor-resiko-adalah-pengertian-dan