Anda di halaman 1dari 5

4 Pendekatan Filsafat

1. Pendekatan Filsafat
Filsafat didefinisikan sebagai upaya mencari atau memperoeh jawaban atas berbagai
pernyataan lewat penalaran sistematika yang kritis, radikal, refleksif dan integral.
Melalui pendekatan definisi kita akan melihat perbedaan antar ilmu pengetahuan maupun
teologi.
Filsafat bersifat kritis-radikal juga refleksif
2. Pendekatan sistematika
Dari 3 pertanyaan Immanuel kant menghasilkan tiga wilayah besar filsafat yaitu :
a. Wilayah pengetahuan
Wilayah pengetahuan terdiri dari empat dsiplin filsafat:
1. Epistomologi
2. Filsafat ilmu pengetahuan
3. Logika
4. metodologi
b. Wilayah ada
Wilayah ada dibagi menjadi 2 disiplin filsafat:
1. Ontology
2. Metafisika
c. Wilayah nilai
Wilayah nilai terdiri dari 2 disiplin filsafat:
1. Etika
2. Estetika

3.Pendekatan melalui tokoh dan aliran

Bebrapa filosof dengan alian pemikiranya asing-masing


a. Rene Descartes, Spizona, dan Leibniz
b. David Hume, John Locke, dan Berkelcy
c. Immanuel Kant
d. Hegel, Fichte, dan Schelling

4.Pendekatan sejarah
Pembagian sejarah filsafat secara konvensional dapat dibagi menjadi periode :
yunani kuno, Skolastik dan Modern. Pembagian tersebut oleh Susan Langer
dikembangkan menajdi 6 tahapan.

Bagian 4

Filsafat Modern (Abad 17-18)

1. Munculnya Renaisans sebagai titik tolak modernisme


2. Adanya filosof “Rene Descartes”, yang berjasa merehabiltasi, mereotonomisasi rasio yang hanya
dijjadikan hamba sahaya keimanan. Beliau juga mempelopori munculnya suatu aliran filsafat
“Rasionalisme” yang pengaruhnya cukup besar
3. Adanya pertentangan antara kaum Empirisme dan Rasionalisme
4. “Imannuel Kant”, seorang filosof Jerman yang berhasil membuat sintesis antara Rasionalisme
dan Empirisme

Bagin terakhir 6

Posmodernisme

1. Perkembangan pemikiran paling mutakhir


2. Sangat anti terhadap kemajuan, emansipasi, lineeritas sejarah, dan sebagainya
3. Merupakan terminolgi untuk mewakili suatu pergeseran wacana di berbagai bidang
4. Tidak bisa dijelaskan dalam satu definisi yang jelas dan terpilah
5. Narasi awal dikemukakan oleh Daniel Bell
6. Klaim sama dikemukakan oleh Jean Baudrillard
7. Dunia meurut baudillard didominasi oleh simulakrum
8. Permasalahan kuasa juga menjadi tema yang digemari para pemikir posmo
9. Frederic Jameson memandang pluralisme kuasa secara positif
10. Jean Francois Lyotard dalah pemikir pertama posmodernisme secara komperhensif

Bagian ke3
1. Yunani Kuno

Periode ini ditandai oleh pergeseran pemikiran dari mitos kelogos,

revolusi ini merupakan revolusi pertama.

Filsafat dijadikan sebagai landasan berfikir oleh bangsa Yunani untuk menggali ilmu
pengetahuan.

Theles, ia menyatakan bahwa air diyakini sebagai dasar terbentuknya alam semesta, alasannya
adalah air dapat mengambil berbagai macam wujud dan keabsahannya dianggap sebagai
kehidupan itu sendiri yang selalu bergerak.

Para filosof lain yang menjelaskan tentang alam ialah Anaximender (610-547SM) dan
Anaximenes(546SM),

1. Filosof-filosof Manusia

filosof-filosof yang memfokuskan pemikirannya pada permasalahan manusia,


diantaranya Socrates(470-399SM), Plato(429-347SM), Aristoteles(384-322SM),

2. Abad Pertengahan

Pemikiran filosofis pada abad ini bercirikan teosentris (berpusat pada kebenaran wahyu tuhan)

Golongan rohaniawan tersebut diantaranya Tomas Aquinas(1225-1274), St. Bonaventura(1221-


1257), dan St. Augustinus (1354-1430),

Dimasa ini pertentangan antara wahyu dan akal bahkan semakin menjam dan cenderung
mengeras.

Banyak ilmuwan yang dieksekusi karena mewartakan kebenaran ilmiah yang tidak
sesuai dengan kebenaran wahyu. Ilmu pengetahuan pun menjadi surut perkembangannya.
BAGIAN 1
Filsafat merupakan ratunya ilmu-ilmu. Kemunculan filsafat di masa Yunani kuno sebagai
langkah awal pembebasan akal manusia dari kultur mistis.
Bertrand Rusell mendefiisikan filsafat “”daerah tak bertuan” antara teologi dan ilmu
pengetahuan.pengertian Russell merupakan bukti bahwa filsafat adalah dsiplin tersendiri yang
terus menerus mengasah pisau kritisnya sehingga tidak pernah terjebak pada otoriter baik teologis
maupun ilmu pengetahuan.
Institusi social Frankfurt (Frankfurt schule) adalah institusi yang di dirikan para sekelompok
intelektual dari berbagai latar belakang yang mengembangkan suatu teori yang di sebut teori
kritis, dan filsafat bagi mereka adalah kecurigaan terus menerus.
Filsafat professional (dokter, pengacara, dan pemain tenis)
Martin Heidegger mengatakan Universitan hanya memproduksi pengajar buannya peneliti, dan
filsafat tidak lagi disiplin berkipir melainkan lebih pada memertahankan hidup.

Bagian 5
Positivisme
-Dipelopori oleh August Conte (1798-1857), beliau juga mencetuskan istilah sosiologi
-Dimasa ini aalah puncak pandangan dunia empirisme yang obyektif dalam memandang
pengetahuan.
- kriteria-kriteria ilmu bisa dikatakan sebagai ilmu pengetahuan yang benar menurut dunia
positivistic
1.Obyektif
2.Fenomenalisme
3.Reduksionisme
4.Naturalisme

Alam Simbiolisme
-Positivisme seolh-olah membelenggu kekayaan ilmu pengetahuan di bumi ini
-Pada tahapan ini menentang keras positivism.
-Menurut Ernest Cassirer, manusia adalah makhluk simbolik (animal simbolicum)
Manusia mampu memberi jarak antara rangsangan dan tanggapan, dari situ tercipta sistem-sistem
simbolis seperti ilmu pengetahuan, seni, religi, dan bahasa.