Anda di halaman 1dari 5

Konsep Penerapan K3 oleh Perawat di Rumah Sakit Bagi Orang yang Berada

di Sekitarnya

Jessica Alviolita Sitompul / 181101067

Jessicasitompul3@gmail.com

Abstrak

Rumah Sakit (RS) adalah institusi pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan
kesehatan perorangan secara paripurna yang menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat
darurat. Perawat adalah tenaga kerja yang termasuk tenaga kesehatan yang merawat pasien dalam 24 jam.
Perawat memiliki pengetahuan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) yang baik akan dapat menurunkan
angka kecelakaan kerja hingga tercapainya zero accident. Tujuan dari penulisan ini adalah untuk
mengetahui konsep penerapan K3 oleh perawat di rumah sakit bagi orang yang berada disekitarnya..
Metodologi yang digunakan metode deskriptif dari beberapa sumber dan hasil dari pengumpulan data
literasi. Hasil dari penelitian ini adalah Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan komunikasi dalam
pelaksanaan interprofessional collaboration adalah bermakna antara tingkat pengetahuan dan upaya
penerapan K3 pada masih tipis maka upaya yang diberikan yaitu Semakin baik tingkat pengetahuan
maka tingkat penerapannya pun akan baik. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan bermakna
antara tingkat pengetahuan dan upaya penerapan K3.

Kata Kunci : Penerapan K3, Manajemen Kesehatan, Perawat

LATAR BELAKANG

Kesehatan dan Keselamatan Kerja kasus di Indonesia. Jumlah kecelakaan


(K3) adalah upaya untuk memberikan akibat kerja di Jawa Barat pada tahun 2014
jaminan keselamatan dan meningkatkan mencapai 1713 kasus dan di Pulau Jawa
derajat kesehatan pekerja dengan cara sebesar 4.663 kasus.Kecelakaan kerja dapat
pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat dipengaruhi oleh lama kerja, usia, dan
kerja (PAK), pengendalian bahaya di tempat pendidikan seseorang.
kerja, promosi kesehatan, pengobatan, dan
Penerapan K3 di Indonesia diatur
rehabilitasi. Berdasar atas data Badan
oleh UndangUndang Republik Indonesia
Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)
Nomor 13 Tahun 2003 tentang
Ketenagakerjaan, hingga akhir 2015 telah
Ketenagakerjaan, sedangkan K3 rumah sakit
terjadi kecelakaan kerja sebanyak 105.182
(K3RS) diatur oleh KEPMENKES RI Penelitian ini dilakukan untuk
Nomor 1087/MENKES/SK/VIII/2010. K3 menjelaskan penerapan K3 RS maka
pada umumnya bertujuan melindungi diharapkan dapat menciptakan zero accident
keselamatan dan kesehatan pekerja ataupun di rumah sakit. Oleh sebab itu, pengetahuan
buruh dalam mewujudkan produktivitas perawat mengenai K3 sangat diperlukan
kerja yang optimal. Tujuan diterapkannya agar penerapan K3 berjalan dengan optimal.
K3RS adalah terciptanya cara kerja,
lingkungan kerja yang sehat, aman, nyaman,
dan dalam rangka meningkatkan derajat METODE
kesehatan karyawan RS. Pengetahuan K3RS
Metode yang digunakan metode
yang baik diharapkan mampu menekan
deskriptif yang bersumber dari berbagai
angka kecelakaan kerja karena individu
buku dan jurnal sehingga menjadi satu
tersebut dapat menerapakan tindakan yang
kesatuan. Kajian bebas ini tidak
sesuai dengan pengetahuan K3 yang
menggunakan variabel-variabel penelitian.
dimilikinya.
Instrumen yang menjadi penelitian
Upaya penerapan K3 di rumah sakit
yaitu dari sumber jurnal dengan hasil
menyangkut tenaga kerja, cara/metode kerja,
observasi dan jurnal yaitu gaya kognitif
alat kerja, proses kerja, dan lingkungan kerja
setiap individu dan proses dalam
yang meliputi peningkatan, pencegahan,
pengaplikasian keperawatan. Penilaian
pengobatan, dan pemulihan.26,27 Tenaga
dengan melakukan analisis data kegiatan
kesehatan yang sering berkontak langsung
mahasiswa dalam keperawatan berdasarkan
dengan pasien adalah perawat. Tingkat
teoritis, tingkat pengetahuan serta tindakan.
pengetahuan K3 perawat sangat penting
dalam menjaga keselamatan pasien dan diri
perawat itu sendiri sesuai dengan penelitian
terdahulu bahwa didapatkannya hubungan
HASIL
bermakna antara tingkat pengetahuan Hasil yang didapat setelah
perawat dengan tindakan keselamatan pemeriksaan yaitu masih terbuktinya rasa
terhadap pasien kesadaran yang kurang dibiasakan seperti
memutuskan rantai infeksi maka dibutuhkan
handrub ataupun melakukan cuci tangan ketahui agar mampu menghindari terjadinya
dengan 7 langkah yang benar. Setelah itu kecelakaan kerja. Skor yang rendah pada
perlunya diajarkan dan diberikan penjelasan poin stres fisik menjadi faktor tingkat
akan pentingnya K3 ketika di rumah sakit pengetahuan K3 tergolong cukup. Penerapan
K3 oleh responden tergolong baik hal ini
PEMBAHASAN
berhubungan dengan pengetahuan K3 yang
Penerapan merupakan proses untuk cukup, sikap individu yang sudah baik, dan
mempraktikan sesuatu yang dipengaruhi juga informasi K3 yang mereka dapatkan
oleh faktor internal dan faktor eksternal. sendiri.
Penerapan yang baik dipengaruhi oleh
Menurut WHO seseorang dapat
pengetahuan termasuk di dalamnya
berperilaku tertentu dalam hal ini adalah
dukungan lingkungan dan regulasi yang
upaya untuk menerapkan K3 karena terdapat
diterapkan.
empat alasan pokok, yaitu pengetahuan,
Dukungan manajemen rumah sakit persepsi, sikap, dan kepercayaan. Meskipun
dengan penerapan K3. Pengetahuan dapat pengetahuan K3 yang dimiliki. keseluruhan
diperoleh melalui pengalaman, baik telah berjalan baik hal ini dapat terlihat dari
pengalaman sendiri ataupun pengalaman tidak ditemukannya penyakit akibat kerja
orang lain. pengetahuan K3 tidak hanya meskipun terdapat satu orang yang pernah
seseorang dapatkan dari institusi saja tetapi mengalami penyakit akibat hubungan kerja,
bisa juga didapatkan sebelum seseorang yaitu tuberkulosis. Penyakit akibat
tersebut memasuki institusi tersebut. Tingkat hubungan kerja (PAHK) memiliki berbagai
pengetahuan K3 dengan demikian walaupun banyak penyebab di antaranya faktor
pelatihan K3 telah rutin diberlakukan di lingkungan kerja dan faktor lainnya yang
rumah sakit tersebut hal ini dapat mendukung perkembangan penyakit
disebabkan bahaya secara fisik hubungan tersebut. Responden yang mengalami PAHK
bermakna tingkat stres kerja (baik fisik tidak akan mendapatkan kompensasi
maupun psikis) antara sif kerja pagi, siang, dikarenakan PAHK bukan disebabkan oleh
dan malam. pekerjaannya. Berdasar atas hasil penelitian
didapatkan tingkat pengetahuan K3 yang
Stres fisik merupakan salah satu
cukup (61%) sedangkan upaya penerapan
sumber bahaya yang seharusnya perawat
K3 yang baik (68%). Hasil penelitian ini
yaitu didapatkan hubungan yang signifikan PENUTUP
antara pengetahuan, sikap dan pelatihan
Berdasarkan penelitian ini dapat
dengan tindakan K3 perawat.. Populasi
disimpulkan terdapat hubungan bermakna
dalam penelitian tersebut adalah semua
antara tingkat pengetahuan dengan upaya
perawat rumah sakit bagian unit ICU, IGD,
penerapan K3 oleh perawat agar saling
Rawat Inap dan Poli berjumlah 58 perawat
menjaga satu sama lain dengan meberikan
serta didapatkan hubungan antara
penkes dan motivasi agar tidak beranggapan
pengetahuan tentang K3RS dan penerapan
bawah ini masalah kecil tapi mulailah
praktik K3RS, begitu pula dengan sikap
dengan menjaga jangan sampai terkena
terhadap K3RS dengan penerapan praktik
terlebih dahulu.
K3RS pada perawat RS tersebut. Beberapa
rumah sakit menunjukkan tidak terdapatnya Upaya yang dilakukan untuk
hubungan antara pengetahuan dengan meningkatkan komunikasi dalam
penerapan K3. Hal ini disebabkan karena pelaksanaan interprofessional collaboration
beberapa faktor salah satunya dikarenakan adalah bermakna antara tingkat pengetahuan
pengetahuan paramedis terhadap dan upaya penerapan K3 pada masih tipis
pencegahan infeksi nosokomial kurang baik. maka upaya yang diberikan yaitu Semakin
baik tingkat pengetahuan maka tingkat
Hasil yang bersebrangan ini dapat
penerapannya pun akan baik. Dapat
disebabkan karena cara pengumpulan
disimpulkan bahwa terdapat hubungan
informasi yang berbeda. Penelitian ini
bermakna antara tingkat pengetahuan dan
menunjukkan bahwa K3 telah berjalan
upaya penerapan K3.
dengan baik sehingga terbukti dapat
menekan angka kecelakaan kerja yang
terjadi. Hal ini menunjukkan bahwa
terdapat hubungan yang signifikan antara
pengetahuan dan upaya penerapan K3. Perlu
diadakan metode yang tepat dan lebih
spesifik dalam penyampaian materi K3 agar
tingkat pengetahuan K3 pada responden
menjadi lebih baik.
REFERENSI