Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI TUMBUHAN

‘’ Transportasi Air Pada Tumbuhan’’

Dosen Pengampu Mata Kuliah Fisiologi Tumbuhan


Ida Ayu Purnama Bestari, S.Pd., M.Sc

Disusun oleh :

I KADEK SANDIASE

NIM 1813091005

Semester III Biologi

PROGRAM STUDI BIOLOGI

JURUSAN BIOLOGI DAN PERIKANAN KELAUTAN

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

2020
A. Judul Praktikum

Transportasi air pada tumbuhan

B. Tujuan

Mengetahui peranan xilem dalam transportasi air

C. Landasan teori
Tumbuhan memerlukan air dan mineral. Air dan mineral ini diserap dari dalam
tanah menggunakan akar. Pengambilan zat-zat ini dilakukan secara difusi dan osmosis.
Difusi merupakan perpindahan molekul atau ion dari daerah berkonsentrasi tinggi ke
daerah berkonsentrasi rendah. Sedangkan osmosis adalah perpindahan air dari larutan
berkonsentrasi rendah ke larutan berkonsentrasi tinggi melalui selaput semi permeabel.
Osmosis berkaitan dengan beberapa keadaan sel tumbuhan. Berdasarkan jalur yang
ditempuh air dan garam mineral yang masuk ke akar, pengangkutan air dan garam mineral
dibedakan menjadi simplas dan apoplas. Simplas adalah bergeraknya air dan mineral lewat
jalur dalam sel, yaitu sitoplasma sel dengan jalan menembus membran plasma. Sedangkan
apoplas adalah bergeraknya air lewat jalur luar sel atau lewat dinding-dinding sel (Risqi,
2012 ‘’dalam’’ Kusnadi, 2017)
Molekul air dapat terikat pada suatu permukaan hidrofilik oleh tenaga hidrasi
dengan kekuatan antara 100 – 300 MPa. Dengan demikian air yang sudah berada didalam
pembuluh xilem tidak akan tertarik lagi oleh gaya gravitasi (Sutrian, 2004 ‘’dalam’’
Kusnadi, 2017).

Proses fisiologi yang berlangsung pada tumbuhan banyak berkaitan dengan air
termasuk cara pengangkutan dan prosesnya. Air dapat diserap tanaman melalui akar
bersama-sama dengan unsur-unsur hara yang terlarut didalamnya, kemudian diangkut ke
bagian atas tanaman, terutama daun, melalui pembuluh xilem. Pembuluh xilem pada akar,
batang dan daun merupakan suatu sistem yang kontinu, berhubungan satu sama lain
(Sutrian, 2004 ‘’dalam’’ Kusnadi, 2017).

Pengangkutan air melalui pembuluh kayu (xilem), terjadi karena pembuluh kayu
(xilem) tersusun seperti rangkaian pipa-pipa kapiler. Dengan kata lain, pengangkutan air
melalui xilem mengikuti prinsip kapilaritas. Daya kapilaritas disebabkan karena adanya
kohesi antara molekul air dengan air dan ahesi antara molekul air dengan dinding pembuluh
xilem. Baik kohesi maupun ahesi ini menimbulkan tarikan terhadap molekul air dari akal
sampai ke daun secara bersambungan.

D. Alat dan bahan

1. Gelas plastik
2. Perwarna makanan
3. Penggaris
4. Tanaman pacar air
5. Tanaman bayam
6. Tanaman jahe
7. Tanaman sereh
8. Sawi
9. Daun bawang

E. Prosedur kerja

1. Untuk tanaman yang berakar (harus masih segar). Akar tanaman wajib di potong
terlebih dahulu (pemotongan harus berlangsung di dalam air)
2. Tanaman yang sudah dipotong akarnya, segera di masukan kedalam gelas yang sudah
di isi dengan larutan pewarna
3. Diamati sampai warna naik ke ujung tanaman
4. Di catatan berapa lama yang diperlukan
5. Dicari berapa panjang tanaman
6. Carilah kecepatan transportasi air tersebut.

F. Hasil dan pembahasan


1. Hasil Pengamatan

Tabel 01. Hasil Pengamatan Kecepatan Transportasi Air

No Nama Tanaman Tinggi tanaman Waktu Kecepatan Transportasi


Air
1 Bayam 24 cm = 0,24 m 10 jam= 36.000 detik 6,6 x 10-6 m/s
(Amarathus caudatus)
2 Pacar air 27 cm = 0,27 m 5 jam = 18.000 detik 15 x 10-6 m/s
(Impatiens balsamina)

3 Daun bawang 40 cm = 0,40 m 8 jam = 28.800 detik 13 x 10-6 m/s


(Allium cepa)

4 Daun Sawi putih 22 cm = 0,22 m 8 jam = 28.800 detik 7,6 x 10-6 m/s
(Brassica rapa)

5 Sereh 67 cm = 0,67 m 22 jam = 79.200 8,4 x 10-6 m/s


(Cymbopongon citratus) detik

6 Jahe 20 cm = 0,20 m 18 jam = 64.800 3 x 10-6 m/s


(Zingiber officinale) detik

HASIL DOKUMENTASI

1. Tanaman Bayam

Sebelum perlakuan Setelah perlakuan


2. Tanaman pacar air

Sebelum perlakuan Sesudah perlakuan

3. Daun Bawang

Sebelum perlakuan Sesudah perlakuan


4. Daun sawi putih

Sebelum perlakuan Sesudah perlakuan

5. Sereh

Sebelum perlakuan Sesudah perlakuan


6. Jahe

Sebelum perlakuan Sesudah perlakuan

2. Pembahasan

Pada percobaan ini sampel yang digunakan adalah beberapa tanaman yang memiliki

daun atau batang yang cenderung transparan agar lebih mudah untuk melihat jaringan

pembuluh xilem. Pewarna merah yang dicampur dengan air digunakan untuk membantu

melihat jaringan pembuluh xilem dalam proses pengangkutan air. Ketika air didifusikan ke

dalam tubuh tanaman tersebut maka batang atau daun tanaman tersebut akan mengalami

perubahan warna menjadi merah.

Pada tumbuhan tingkat tinggi, air masuk ke dalam sel tanaman melalui proses

difusi, yang mana proses difusi ini terjadi karena perbedaan konsentrasi, yaitu konsentrasi

di ruang yang dalam sel lebih rendah di bandingkan konsentrasi di luar sel.

Proses transportasi pada tumbuhan melibatkan jaringan-jaringan pengangkut, seperti

xilem dan floem. Keberadaan xilem dan floem pada setiap tumbuhan sangat penting

keberadannya bagi proses kehidupan sebuah tanaman dan juga bagaimana mereka berperan
untuk mengambil air dari dalam tanah dan kemudian menyebarkannya ke seluruh bagian

tanaman agar semua organ tanaman dapat berkembang secara maksimal.

Transportasi pada tumbuhan terjadi melalui dua cara yaitu transportasi intravaskuler

yang melalui pembuluh (xylem dan floem) serta transportasi ekstravaskuler yang melalui

ruang antar sel, sitoplasma dan vacuola. Pada percobaan ini, proses transportasi air yang

berhasil diamati adalah transportasi air secara intravaskuler. Dimana sampel air berwarna

merah tersebut diserap oleh pembuluh xylem yang terdapat pada pangkal akar (pada sampel

tanaman berbatang) dan pembuluh xylem pada pangkal daun (pada sampel daun tanaman)

menuju bagian atas tanaman tersebut. Adapun urutannya yaitu air berwarna merah tersebut

diangkut oleh pembuluh xylem akar menuju xylem batang, kemudain diedarkan ke xylem

tangkai daun, diangkut lagi sampai menuju xylem yang ada pada tulang daun. Hal ini yang

menyebakan tanaman tersebut berubah menjadi berwarna merah.

Pengangkutan air melalui pembuluh kayu (xilem), terjadi karena pembuluh kayu

(xilem) tersusun seperti rangkaian pipa-pipa kapiler. Daya kapilaritas disebabkan karena

adanya kohesi antara molekul air dengan air dan adhesi antara molekul air dengan dinding

pembuluh xilem. Baik kohesi maupun adhesi ini menimbulkan tarikan terhadap molekul air

dari akar sampai ke daun secara bersambungan.

Selain itu, terdapat pula perbedaan kecepatan transportasi air yang terjadi pada
tanaman dengan panjang/tinggi tanaman yang berbeda. Pada hasil praktikum dengan
menggunakan beberapa tanaman diperoleh kecepatan transportasi air yaitu pada tanaman
bayam 6,6 x 10-6 m/s, pacar air 15 x 10-6 m/s, daun sawi 7,6 x 10-6 m/s, daun bawang 13 x 10-
6
m/s, daun sawi putih 7,6 x 10-6 m/s, sereh 8,4 x 10-6 m/s, dan jahe 3 x 10-6 m/s.

Dari keenam tanaman tersebut proses transportasi air yang paling cepat jika
mengabaikan faktor panjang/tinggi tanaman yaitu tanaman pacar air dan yang paling lambat
adalah tanaman sereh. Hal ini mungkin disebabkan akibat adanya perbedaan daya kapilaritas
antar tanaman, selain itu pada tanaman pacar air mudah sekali diamati proses transportasi air
karena batang dari tanaman pacar air berwarna transparan. Berbeda dengan tanaman sereh
yang proses transportasi airnya lambat, hal ini mungkin disebabkan akibat daun dari tanaman
sereh yang panjang sehingga proses transportasi air sampai ujung daun cukup lama.

G. Kesimpulan

1. Proses transportasi pada tumbuhan melibatkan jaringan-jaringan pengangkut xylem dan


floem.
2. Proses transportasi air diangkut oleh pembuluh xylem akar menuju xylem batang,
kemudain diedarkan ke xylem tangkai daun, diangkut lagi sampai menuju xylem yang ada
pada tulang daun.
3. Hasil praktikum diperoleh bahwa tanaman pacar air memiliki transportasi air yang paling
cepat sedangkan tanaman sereh memiliki transportasi air yang paling lambat.
DAFTAR PUSTAKA

Johannes, Eva dkk. 2014. Pedoman Praktikum Fisiologi Tumbuhan. Makassar : Universitas
Hasanuddin. Diakses di www.academia.edu pada tanggal 29 April 2020.

Kusnadi, Dwi Ardan. 2017. Laporan Praktikum Fisiologi Tanaman : Transportasi Pada Tanaman
Politeknik LPP Yogyakarta. Diakses di www.academia.edu pada tanggal 29 April 2020.