Anda di halaman 1dari 3

Tugas Rangkuman Magang

Divisi Penunjang Bisnis


Aldo Serena Sandres
Jaminan Kredit Indonesia atau Jamkrindo berdasarkan Peraturan Direksi PT. Jaminan Kredit
Indonesia Nomor: 19/Per-Dir/2/XII/2020 tentang Kebijakan Umum Bisnis Penjaminan
berkedudukan sebagai Penjamin atau didefinisikan sebagai pihak yang melakukan Penjaminan
yang dalam hal ini adalah Perusahaan yakni PT. Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo). Kegiatan
yang dilakukan berupa Penjaminan dapat diartikan sebagai kegiatan pemberian jaminan oleh
Penjamin atas pemenuhan kewajiban finansial Terjamin kepada Penerima Jaminan. Dalam
konteks ini, Penerima Jaminan adalah Lembaga keuangan atau diluar Lembaga Keuangan yang
telah memberikan Kredit, pembiayaan, pembiayaan berdasarkan prinsip Syariah, atau kontrak
jasa, juga termasuk kegiatan mengupayakan penyelamatan dan kemungkinan terjamin
wanprestasi. Terjamin terdiri atas pihak yang telah memperoleh kredit, pembiayaan, pembiayaan
berdasarkan prinsip Syariah, atau kontrak jasa dari Lembaga Keuangan atau diluar Lembaga
keuangan yang dijamin oleh Perusahaan baik perorangan, badan usaha, perseroan terbatas, unit
usaha suatu Yayasan, atau usaha mikro, kecil, menengah serta koperasi (UMKM-K), maupun
badan usaha milik negara.

Jamkrindo mempunyai dua mekanisme bisnis penjaminan, yakni Mekanisme Bisnis Penjaminan
Langsung dan Tidak Langsung. Penjaminan langsung yaitu Penjaminan yang diberikan oleh
Penjamin kepada Terjamin untuk mendapatkan Kredit, Pembiayaan berdasarkan prinsip Syariah,
atau kontrak jasa tanpa terlebih dahulu melalui pihak penerima jaminan. Sedangkan Penjaminan
tidak langsung adalah penjaminan yang diberikan oleh penjamn kepada Terjamin untuk
mendapatkan kredit, pembiayaan berdasarkan prinsip Syariah, atau kontrak jasa melalui dan atas
permintaan penerima jaminan. Selain itu juga terdapat mekanisme Penjaminan Bersama (co-
guarantee), dimana co-guarantee adalah bentuk kegiatan Penjaminan yang dilakukan oleh dua
atau lebih Lembaga Penjamin untuk melakukan kegiatan Penjaminan atas kewajiban finansial
Terjamin.

Divisi Penunjang Bisnis mempunyai dua bagian yakni bagian Kebijakan Bisnis dan Bagian
Pengelolaan Portofolio. Dalam hal ini, Bagian Kebijakan Bisnis mempunyai jobdesk yang terdiri
atas pengelolaan kebijakan bisnis penjaminan, pengelolaan kebijakan channel of marketing,
pengelolaan administrasi yang berkaitan dengan MoU & PKS/SP3, dan pengelolaan kebijakan
bisnis penjaminan ulang, co-guarantee dan co-branding (inward dalam rangka pendapatan
pasar). Sedangkan Bagian Pengelolaan Portofolio mempunyai jobdesk yang terdiri dari
pengelolaan portofolio bisnis penjaminan, pengelolaan pengendalian penjaminan, pengelolaan
profitabilitas produk, evaluasi efektifitas pengelolaan channel of marketing, dan evaluasi
pengelolaan bisnis penjaminan ulang, co-guarantee dan co-branding (inward dalam rangka
pendapatan pasar).

Dalam penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Divisi Penunjang Bisnis berperan dalam
Penyiapan Draft PKS/Adendum PKS Penjaminan yang sebelumnya dilakukan dengan dasar
memorandum permintaan penyelenggaraan komite dan penyusunan PKS/Addendum Penjaminan
dari Divisi/ Desk Bisnis dan apabila telah selesai draft tersebut akan diserahkan kepada Divisi
Hukum dan Kepatuhan untuk dibuatkan Opini Kepatuhan dan Legal Draft. Selain itu, Divisi
Penunjang Bisnis juga akan menyiapkan Penyelenggaraan Komite Penjaminan yang nantinya
akan diteruskan dengan penyampaian jadwal penyelenggaraan komite penjaminan oleh
Sekretaris Perusahaan. Apabila PKS/Addndum PKS Penjaminan telah difinalisasikan oleh Divisi
Hukum dan Kepatuhan, lalu akan diteruskan kepada Divisi Penunjang Bisnis untuk diperiksa dan
dilanjutkan dengan penyampaian jadwal penyelenggaraan penandatanganan dokumen tersebut
oleh Sekretaris Perusahaan, dalam hal koordinasi penyelenggaraan pendandatanganan akan
dilakukan oleh Divisi Penunjang Bisnis beserta penyusunan juknis nantinya apabila
PKS/addendum PKS telah ditandatangani oleh direktur.

Sedangkan pada Bagian Pengelolaan Portofolio, dalam melakukan evaluasi kinerja bisnis
dilakukan dengan beberapa metode yakni Portofolio Produk/KPI, Protabilitas Produk, dan
Analisa Resiprokal. Selain itu, Pengelolaan portofolio bisnis penjaminan menerima arahan dalam
pemantauan dan evaluasi pencapaian kinerja penjaminan seluruh divisi bisnis, menerima arahan
dan melaksanakan kajian dan Analisa portofolio serta portofolio modeling bisnis penjaminan
berdasarkan data penerbitan sertipikat penjaminan, penerimaan IJP, Pembayaran Klaim, Kinerja
Subrogasi, Pengembangan dana investasi per produk bisnis penjaminan dan pembayaran premi
reasuransi co-guarantee/ co-branding, dan biaya akusisi serta data pendukung lainnya,
mengajukan rekomendasi identifikasi peluang perbaikan/inovasi/evaluasi terkait pengelolaan
dan/atau strategi portofolio kepada kepala divisi, koordinasi dan melaksanakan pengelolaan
portofolio agar sesuai target yang ditetapkan serta memberikan arahan/umpan balik secara
periodic dan sewaktu-waktu, melaksanakan evaluasi efektifitas pengelolaan portofolio dan
identifikasi peluang perbaikan/inovasi terkait pengelolaan portofolio dan pelaksanaannya. Selan
itu juga ada pengelolaan pengendalian penjaminan yang harus sesuai dengan target yang telah
ditetapkan, pengelolaan profitabilitas produk yang harus tersedia sesuai dengan target yang
ditetapkan.