Anda di halaman 1dari 151

Evaluasi

Diri ED
Rekaman perjalanan pencapaian tujuan

Gambaran Rumusan
kondisi visi dan
saat ini tujuan

Rencana tahunan

Rencana jangka panjang


Instrumen
Akreditasi

LKPS LED
(Laporan Kinerja (Laporan
Program Studi) Evaluasi Diri)
 Bukan Dokumen
tentang prodi
kritis
insight

kelebihan /
kekuatan tentang faktor-faktor
pendukung
kelemahan
tentang faktor-faktor penyebabnya
mendalam
melihat akar-akar permasalahan

 Cross-reference
 Jujur dan apa adanya. ED merupakan potret
diri yang menggambarkan profil diri dengan
benar, untuk mengemukakan segala bentuk
potensi yang dimiliki / dihadapi.
 Akurat. Akurasi menentukan kejelasan potret
diri. Potret yang buram akan menyulitkan
penyusunan strategi pengembangan prodi.
 Spesifik. Biasanya diperlukan untuk
menentukan arah dan fokus pengembangan.
 Analitis. Cara untuk menemukan hal-hal yang
tidak bisa dilihat dengan mudah.
 Untuk mengetahui capaian prodi
 Sebagai alat manajerial untuk menjaga
kinerja prodi
 Sebagai landasan untuk perencanaan
pengembangan prodi di masa depan
Kebijakan, strategi, indikator,
dan capaian kinerja menunjukkan
Kondisi kita potret kita hari ini dan pandangan
hari ini seperti apa? kita terhadap masa depan.

Kebijakan yang ditetapkan


Strategi untuk mencapai tujuan
Indikator untuk mengukur capaian kinerja
Capaian hari ini dan analisisnya

Visi,
Tujuan
perjalanan bertahap menuju tujuan
masa lalu: TS-2 sd TS Titik pencapaian
Hari ini tujuan di masa depan
Penjaminan mutu menjelaskan cara
LED memastikan perjalanan sesuai dengan
perencanaan dan standar yang
digunakan.
Kepuasan pengguna menunjukkan
Kebijakan yang ditetapkan penilaian stakeholder terhadap PT/PS kita
Strategi untuk mencapai tujuan
Indikator untuk mengukur capaian kinerja
Capaian hari ini dan analisisnya
+ Penjaminan Mutu dan Kepuasan Pengguna
Visi,
Tujuan

masa lalu: TS-2 sd TS perjalanan bertahap menuju tujuan


Titik pencapaian
Hari ini
tujuan di masa depan
LED

Kebijakan yang ditetapkan


Strategi untuk mencapai tujuan Ditinjau
Indikator untuk mengukur capaian kinerja untuk
Capaian hari ini dan analisisnya 9 kriteria
+ Penjaminan Mutu dan Kepuasan Pengguna
Visi,

Tujuan

perjalanan bertahap menuju tujuan


masa lalu: TS-2 sd TS
Titik pencapaian
Hari ini tujuan di masa depan
LKPT/ LED Laporan Kinerja (PT/PS) memberikan
LKPS bukti data untuk mendukung
Data IKU penyusunan Laporan Evaluasi Diri.
Kebijakan yang ditetapkan
Strategi untuk mencapai tujuan
Indikator untuk mengukur capaian kinerja
Capaian hari ini dan analisisnya
+ Penjaminan Mutu dan Kepuasan Pengguna
Visi,
Tujuan
masa lalu: TS-2 sd TS perjalanan bertahap menuju tujuan

Hari ini Titik pencapaian


tujuan di masa depan
 Data pendukung harus disiapkan dengan
baik dan lengkap.
 Gunakan cara pandang yang luas, melihat
ke komponen-komponen prodi secara
bersama-sama.
 Identifikasi relasi-relasi antar komponen.
 Pelajari relasi-relasi yang muncul untuk
mendapatkan fakta baru yang muncul.
 tidak hanya sekedar menunjukkan bahwa
prodi memiliki problem tetapi juga bisa
mengusut hubungan sebab-akibat yang
terkait dengannya.
 Penetapan Tim Penyusun LED
 Penyusunan jadwal
 Pembagian kerja
 Pengumpulan dan analisis data
 Penulisan LED, sebaiknya dilakukan secara
terpusat. Proses penulisan juga biasanya
dilakukan dalam beberapa iterasi, dengan tiap
iterasi bertujuan mengakomodasi masukan-
masukan perbaikan dan penyempurnaan
 Sosialisasi kepada segenap pemangku
kepentingan.
 Kejujuran, berdasarkan pada fakta yang benar
 Penyusunannya melibatkan seluruh pemangku
kepentingan di prodi dan UPPS, perlu direncanakan
lebih dulu bagaimana keterlibatan dan kontribusi
 Keserbacakupan, tentang lingkup LED (seberapa dalam
sebuah isu dikemukakan, dianalisis, dan didiskusikan).
 Kualitas data, untuk menentukan analisis dan
keputusan yang diambil
 Kedalaman analisis, untuk menemukan relasi-relasi
yang tidak nampak
 Inovasi, diperlukan langkah-langkah strategis yang out-
of-the-box.
 Rencana pengembangan (RP), konsekuensi logis dari
LED, semua yang dikemukakan di dalam RP selalu dapat
dijelaskan berdasarkan informasi dalam LED
Isi Evaluasi Diri
B
Profil UPPS
& Prodi
A
C
Kondisi S
Kriteria
Eksternal dan
W

D
SWOT,Pengembangan
UPPS & Prodi
 Perhatikan format
penulisan dan
petunjuk penulisan.
 Pada petunjuk
penulisan
disampaikan
bahwa ukuran
kertas A4, font
Arial 11, spasi
1.15 dan jumlah
halaman
maksimum adalah
150 halaman
mulai dari
Ringkasan
Eksekutif.
 Bagian Dasar Penyusunan berisi kebijakan tentang penyusunan
evaluasi diri di UPPS, termasuk tujuan dilakukannya penyusunan
LED. UPPS perlu menjelaskan pandangannya terhadap posisi dan
peran LED dalam rancangan pengembangan yang akan
A. Dasar Penyusunan
dilakukan.
B. Tim Penyusun dan
 Bagian Tim Penyusun dan Tanggung Jawabnya menjelaskan
Tanggung Jawabnya
susunan tim penyusun LED beserta buktinya (Surat Keputusan
atau sejenisnya) dan pembagian tugasnya. Perlu dijelaskan juga C. Mekanisme Kerja
keterlibatan pemangku kepentingan internal dan eksternal dalam Penyusunan
penyusunan LED.
 Bagian Mekanisme Kerja Penyusunan berisi uraian tentang tata
dan mekanisme kerja penyusunan dokumen LED, mencakup
penggalian data, verifikasi dan validasi data, analisis data,
identifikasi permasalahan, dan penyusunan rencana
pengembangan.
 Bagian utama LED diawali dengan penjelasan tentang kondisi
eksternal.
 kondisi-kondisi eksternal yang khas dan penting untuk dijelaskan,
misalnya, faktor-faktor eksternal apa yang pengaruhnya begitu
kuat sehingga merasa perlu untuk membentuk Program Studi.
 Kondisi eksternal meliputi lingkungan mikro maupun makro, baik
di tingkat lokal, nasional, maupun internasional. A. Kondisi Eksternal
 Lingkungan makro mencakup aspek-aspek politik, ekonomi, sosial, B. Profil Unit Pengelola
budaya, perkembangan iptek, dan sebagainya. Program Studi
 Lingkungan mikro terkait isu-isu di bidang pendidikan tinggi, C. Kriteria
seperti persaingan mendapatkan mahasiswa, perguruan tinggi D. Analisis dan
asing, PJJ, kebutuhan dunia usaha/industri, dan sebagainya. Penetapan Program
 berfungsi sebagai ‘landscape’ yang menjadi latar belakang Pengembangan UPPS
penyusunan LED. Positioning UPPS dalam landscape ini perlu dan Prodi yang
dijelaskan dalam kaitannya dengan ekstistensi dan Diakreditasi
pengembangannya.
 Sejarah UPPS. Penjelasan meliputi tonggak-tonggak waktu
(milestones) yang terkait legalitas UPPS (kapan berdiri, kapan
melahirkan prodi-prodi, kapan terakreditasi, dan sebagainya).
 Visi, misi, tujuan, strategi, dan tata nilai. Jika perguruan tinggi
memiliki nilai-nilai dasar yang khas, bisa dideskripsikan di bagian ini.
 Organisasi dan tata kerja. Bagian ini menjelaskan secara ringkas
struktur organisasi, tata kerja, dan tupoksi.
 Mahasiswa dan lulusan. Bagian ini berisi uraian singkat tentang A. Kondisi Eksternal
jumlah mahasiswa dan lulusan, prestasi-prestasi mereka, dan kinerja
lulusan dari prodi yang diakreditasi. B. Profil Unit
 Dosen dan tenaga kependidikan. Bagian ini menjelaskan tentang Pengelola Program
jumlah dan kualifikasi dosen dan tendik, kecukupan dan kinerjanya, Studi
serta prestasi-prestasi mereka.
Kriteria
C.
 Keuangan, sarana, dan prasarana. Bagian ini menjelaskan tentang
kecukupan, kelayakan, kualitas, dan aksesibilitas sumberdaya D. Analisis dan
keuangan, sarana dan prasarana. Penetapan Program
 Sistem penjaminan mutu. Bagian ini menjelaskan secara ringkas Pengembangan UPPS
tentang implementasi penjaminan mutu sesuai dengan kebijakan, dan Prodi yang
organisasi, dan instrumen yang dikembangkan oleh perguruan Diakreditasi
tinggi. Deskripsi bisa diungkapkan menggunakan siklus PPEPP.
 Kinerja UPPS. Prestasi dan capaian yang monumental dari UPPS
dan prodi bisa dijelaskan pada bagian ini.
 Bagian ini adalah inti dari LED. Di sini akan ditemukan apa yang menjadi
indikator utama&indikator tambahan dari setiap kriteria.
 Ada 9 kriteria yang harus dijelaskan menggunakan 6 sampai 9 elemen
deskriptif (7 elemen deskriptif untuk Kriteria i, 9 elemen deskriptif untuk
Kriteria ii-viii, & 6 elemen deskriptif untuk Kriteria ix)
 Berikut Gambar Matriks Deskripsi Evaluasi Diri yang menjadi elemen
penilaian deskriptif.
A. Kondisi Eksternal
B. Profil Unit Pengelola
Program Studi
C. Kriteria
D. Analisis dan Penetapan
Program Pengembangan
UPPS dan Prodi yang
Diakreditasi
VMTS
State of progress
Luaran dan
capaian
Tridarma PT
Sumber daya untuk
Obyek sbg fokus pencapaian visi & tujuan Tridarma PT sebagai misi untuk mewujudkan visi & tujuan

Kemaha- Keuangan &


siswaan SDM sar-pras Pendidikan Penelitian PkM

Tata pamong, tata kelola, dan kerjasama


Good university governance sebagai pilar dasar
penyelenggaraan institusi perguruan tinggi
 Gambar Checklist untuk koherensi deskripsi sebuah kriteria yang
menjadi elemen penilaian deskriptif.

A. Kondisi Eksternal
B. Profil Unit Pengelola
Program Studi
C. Kriteria
D. Analisis dan Penetapan
Program Pengembangan
UPPS dan Prodi yang
Diakreditasi
1) Latar Belakang
2) Kebijakan

3) Strategi Pencapaian Visi, Misi, dan Tujuan


4) Indikator Kinerja Utama
5) Indikator Kinerja Tambahan

6) Evaluasi Capaian Visi, Misi, dan Tujuan


7) Simpulan Hasil Evaluasi dan Tindak Lanjut
1. Latar Belakang
 Bagian ini menjelaskan latar belakang, tujuan, rasional, dan
mekanisme penetapan visi, misi, tujuan, dan strategi (VMTS) UPPS
yang mencerminkan visi perguruan tinggi dan memayungi visi
keilmuan prodi yang diakreditasi, serta rencana strategisnya.
 Perlu dijelaskan keterkaitan antara:

 visi perguruan tinggi dan visi UPPS,

 visi keilmuan prodi yang diakreditasi dan kurikulumnya.


2. Kebijakan
 Bagian ini memuat deskripsi dokumen formal kebijakan yang
mencakup: penyusunan, penetapan, evaluasi, sosialisasi, dan
implementasi VMTS ke dalam program pengembangan UPPS dan
prodi.
 Hal yang perlu dijelaskan adalah bagaimana UPPS secara formal
mengawal penyusunan, penetapan, evaluasi, sosialisasi dan
implementasi VMTS, sehingga proses-proses tersebut benar-benar
dapat menghasilkan VMTS yang terbaik bagi UPPS dan prodi
 Dokumen-dokumen yang terkait dengan kebijakan penyusunan,
penetapan, evaluasi, sosialisasi dan implementasi VMTS.
3. Strategi Pencapaian
 Bagian ini menjelaskan:

 secara komprehensif strategi pencapaian visi, misi, dan tujuan


(VMT) UPPS,
 sumber daya yang dialokasikan untuk mencapai visi yang telah
ditetapkan
 mekanisme kontrol ketercapaiannya.

 Informasi ini biasanya terdapat dalam Renstra, muncul dalam


bentuk: sasaran, strategi, indikator, dan target-target capaian
yang dijabarkan dalam rentang waktu tertentu.
 Mekanisme kontrol pencapaian adalah aktivitas-aktivitas yang
menjadi bagian dari proses penjaminan mutu untuk
memastikan tercapainya tujuan (misal: monev pencapaian
target, evaluasi, dan rapat tinjauan manajemen).
4. Indikator Kinerja Utama
 UPPS memiliki rencana pengembangan yang memuat indikator
- indikator kinerja dan target yang ditetapkan untuk mencapai
tujuan strategis jangka menengah dan jangka panjang.
 IKU untuk Kriteria 1 bisa berupa dokumen Renstra, RIP, atau
sejenisnya.
 Pastikan dokumen- dokumen ini mengandung indikator kinerja
dan target yang ditetapkan untuk mencapai tujuan.
5. Indikator Kinerja Tambahan
 adalah indikator VMTS lain yang secara spesifik ditetapkan
oleh UPPS yang dapat berupa indikator kinerja turunan dari
butir-butir Indikator Kinerja Utama (IKU) yang ada.
 Data indikator kinerja tambahan yang sahih harus diukur,
dimonitor, dikaji, dan dianalisis untuk perbaikan
berkelanjutan.
 IKT untuk Prodi dapat berupa indikator kinerja yang secara
langsung dapat merepresentasikan ketercapaian visi.
 Contoh: memiliki “visi sebagai trendsetter nasional di bidang
game komputer”, maka IKT untuk Prodi tsb adalah jumlah karya
game yang mendapatkan popularitas tinggi.
6. Evaluasi Capaian Visi, Misi, Tujuan dan Strategi
 bagian ini menunjukkan sejauh mana keberhasilan UPPS telah
mewujudkan keinginan-keinginan dan mencapai tujuannya
 Analisis dan evaluasi terhadap capaian kinerja harus mencakup
identifikasi akar masalah, faktor pendukung keberhasilan dan
faktor penghambat ketercapaian VMTS di UPPS.
 Penjelasan bisa dirangkum berdasarkan rencana
pengembangan dengan cara membandingkan:
1. kondisi saat ini dengan kondisi baseline untuk melihat
seberapa jauh kemajuan sudah dibuat. (Periode visi masih
belum berakhir, artinya visi masih belum tercapai)
2. kondisi saat ini dengan sasaran di akhir periode visi, untuk
melihat seberapa panjang perjalanan masih harus dilanjutkan.
 Karena yang dibahas adalah capaian visi, maka pembahasannya
lebih bersifat holistik, bukan item-by-item.
7. Simpulan Hasil Evaluasi dan Tindak Lanjut
 Bagian ini menjelaskan ringkasan pemosisian, masalah dan
akar masalah, serta rencana perbaikan dan pengembangan
UPPS dan program studi dalam konteks VMTS
1) Latar Belakang
2) Kebijakan
3) Strategi Pencapaian Standar
4) Indikator Kinerja Utama
5) Indikator Kinerja Tambahan
6) Evaluasi Capaian Kinerja
7) Penjaminan Mutu Tata Pamong, Tata Kelola dan Kerjasama
8) Kepuasan Pengguna
9) Simpulan Hasil Evaluasi dan Tindak Lanjut
1. Latar Belakang
 Bagian ini mencakup latar belakang, tujuan, dan rasional
penentuan strategi pencapaian standar pendidikan tinggi yang
ditetapkan perguruan tinggi terkait tata kelola, tata pamong, dan
kerjasama, yang mencakup: sistem tata pamong, kepemimpinan,
sistem penjaminan mutu, dan kerjasama.
 Tata pamong harus:

• merujuk pada struktur organisasi, mekanisme, dan proses


bagaimana UPPS dan program studi yang diakreditasi
dikendalikan dan diarahkan untuk mencapai visinya.
• mengimplementasikan manajemen risiko untuk menjamin
keberlangsungan UPPS dan program studi
• dideskripsikan dalam perwujudan tata pamong yang baik (good
governance), sistem pengelolaan, sistem penjaminan mutu, dan
kerjasama di UPPS dan program studi.
 Perlu dipahami bahwa tata pamong, tata kelola, dan kerjasama yang
dijelaskan pada kriteria ini mencakup seluruh aspek dan elemen
dalam penyelenggaraan UPPS dan prodi.
 Uraiannya harus mencakup bagaimana aspek-aspek akademik
dan nonakademik diarahkan, dikendalikan, dan diatur, termasuk
elemen-elemen pendukung yang terlibat di dalamnya: SDM, sarana
dan prasarana, keuangan.
2. Kebijakan
 Bagian ini berisi deskripsi dokumen formal kebijakan dan standar
pengembangan tata kelola dan tata pamong, legalitas organisasi dan
tata kerja yang ditetapkan oleh perguruan tinggi, sistem pengelolaan,
sistem penjaminan mutu, dan kerjasama yang diacu oleh UPPS.
 Beberapa contoh dokumen formal kebijakan:

• Statuta perguruan tinggi


• SK-SK tentang tata pamong dan tata kelola
• SK-SK dan pedoman tentang penjaminan mutu
• SK-SK dan pedoman tentang kerjasama
3. Strategi Pencapaian
 Bagian ini menjelaskan strategi UPPS dalam mewujudkan standar
tata pamong, tata kelola, dan kerjasama yang diinginkan.
 Perlu dijelaskan pula sumber daya yang digunakan dan
mekanisme kontrol pencapaiannya.
 Peran pimpinan UPPS dan prodi sangat penting dalam
penyusunan bagian ini, karena melibatkan keputusan-keputusan
eksekutif (executive decisions) berupa arahan, pengendalian,
dan pengelolaan organisasi UPPS dan prodi.
4. Indikator Kinerja Utama
 ketersediaan dokumen-dokumen formal&bukti sahih yang diminta,
 dijelaskan hubungan antara satu dokumen dengan dokumen lainnya
dalam kerangka membangun sistem tata pamong, tata kelola, & kerja sama.
 dokumen-dokumen tersebut dipandang sebagai komponen-komponen
pembangun yang terintegrasi, tidak berdiri secara sendiri-sendiri.
 menunjukkan komprehensivitas ini penting karena tata pamong dan tata
kelola secara alamiah memiiki sifat komprehensif.
Ketersediaan dokumen formal dan bukti sahih serta keberfungsian atas:
a) Sistem Tata Pamong
 tata pamong dan tata kelola serta bukti yang sahih dari implementasinya.
 struktur organisasi dan tata kerja UPPS beserta tugas pokok dan
fungsinya.
 perwujudan good governance, mencakup 5 pilar yaitu: kredibilitas,
transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, dan berkeadilan.
 sistem pengelolaan fungsional dan operasional di tingkat UPPS yang
meliputi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing),
penempatan personil (staffing), pengarahan (leading), dan pengawasan
(controlling).
4. Indikator Kinerja Utama
 Ketersediaan bukti yang sahih tentang efektivitas kepemimpinan di
UPPS dan program studi :
b) 3 aspek Kepemimpinan:
 Kepemimpinan operasional, ditunjukkan melalui kemampuan
menggerakkan seluruh sumber daya internal secara optimal dalam
melaksanakan tridharma menuju pencapaian visi.
 Kepemimpinan organisasional, ditunjukkan melalui kemampuan
dalam menggerakkan organisasi dan mengharmonisasikan
suasana kerja yang kondusif untuk menjamin tercapainya VMTS.
 Kepemimpinan publik, ditunjukkan melalui kemampuan dalam
menjalin kerjasama yang menjadikan program studi menjadi rujukan
bagi masyarakat di bidang keilmuannya
4. Indikator Kinerja Utama
 Salah satu kelemahan di banyak perguruan tinggi adalah pada aspek
penjaminan mutu.
 Siklus penjaminan mutu yang dijalankan berhenti pada monitoring
dan evaluasi, tetapi hasil evaluasi belum ditindaklanjuti untuk
menghasilkan perbaikan atau peningkatan yang diharapkan.
 UPPS dan prodi perlu menyiapkan penjelasan tentang
implementasi penjaminan mutu di bidang akademik maupun
non-akademik.
 Prodi perlu menunjukkan siklus PPEPP yang lengkap telah
dijalankan, paling tidak pada aspek pembelajaran (karena ini adalah
aspek paling penting dalam sistem penyelenggaraan pendidikan
tinggi).
c) Implementasi Sistem Penjaminan Mutu, minimal mencakup:
 Keberadaan unsur pelaksana penjaminan mutu internal yang berlaku
pada UPPS yang didukung dokumen formal pembentukannya.
 Keterlaksanaan penjaminan mutu program studi yang sesuai dengan
kebijakan, manual, standar, dan dokumen penjaminan mutu lainnya.
 Ketersediaan bukti sahih efektivitas pelaksanaan penjaminan mutu
sesuai dengan siklus penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian,
dan perbaikan berkelanjutan (PPEPP).
4. Indikator Kinerja Utama
d) Kerjasama, mencakup:
 Mutu, manfaat, kepuasan dan keberlanjutan kerjasama yang
relevan dengan program studi yang diakreditasi. UPPS memiliki
bukti yang sahih terkait kerjasama yang ada serta memenuhi aspek-
aspek:
a. Peningkatan kinerja Tri dharma dan fasilitas pendukung program
studi yang diakreditasi.
b. Manfaat dan kepuasan kepada mitra.
c. Menjamin keberlanjutan kerjasama dan hasilnya.
 Hasil analisis data terhadap: jumlah, jenis, lingkup kerjasama
tridharma (pendidikan, penelitian dan PkM) yang relevan dengan
program studi yang diakreditasi dan manfaatnya (Tabel 1 LKPS).
5. Indikator Kinerja Tambahan
 adalah indikator kinerja tata kelola, tata pamong, dan
kerjasama lain yang berlaku di UPPS berdasarkan standar
pendidikan tinggi yang ditetapkan perguruan tinggi untuk
melampaui SN-DIKTI.
 Data indikator kinerja tambahan yang sahih harus diukur,
dimonitor, dikaji, dan dianalisis untuk perbaikan
berkelanjutan.
 Jika ada, dapat ditambahkan standar-standar terkait tata
pamong, tata kelola, atau penjaminan mutu lainnya, seperti
akreditasi internasional yang diperoleh,
6. Evaluasi Capaian Kinerja
 bagian ini menunjukkan sejauh mana keberhasilan UPPS telah
mewujudkan keinginan-keinginan dan mencapai tujuannya
 Analisis dan evaluasi terhadap capaian kinerja harus mencakup
identifikasi akar masalah, faktor pendukung keberhasilan dan
faktor penghambat ketercapaian VMTS di UPPS.
 perlu memperhatikan hal-hal yang terjadi “di balik layar” atau
indikator-indikator yang bersifat tidak langsung.
 Contoh: produktivitas penelitian dan publikasi rendah belum tentu
disebabkan karena kurangnya dana atau kesempatan. Bisa jadi
akar permasalahannya justru pada dosen yang enggan
melakukan penelitian karena merasa insentif atau manfaat
(tidak harus berupa uang) yang diperoleh kurang. Ini tentu saja
adalah masalah tata pamong atau tata kelola.
7. Penjaminan Mutu
 Bagian ini berisi deskripsi dan bukti sahih tentang implementasi
sistem penjaminan mutu di UPPS yang terkait tata pamong, tata
kelola, dan kerjasama, sesuai dengan standar yang ditetapkan
perguruan tinggi.
 siklus penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan
perbaikan berkelanjutan (PPEPP)
 Penjaminan mutu pada kriteria ini dicirikan dengan adanya
mekanisme monitoring, evaluasi, dan tindak lanjut terhadap
hasil evaluasi yang dilakukan dalam kerangka mekanisme umum
yang ditetapkan secara koordinatif, biasanya melibatkan unit-
unit penjaminan mutu dari tingkat PT, UPPS, dan prodi. Peran
dan tugas tiap unit dan hubungan koordinatifnya perlu
dijelaskan dengan baik.
 Penjelasan perlu didukung oleh dokumen-dokumen formal,
misal: SK pembentukan unit penjaminan mutu, SK tentang
dokumen-dokumen mutu, SK implementasi penjaminan mutu,
dsb
8. Kepuasan Pengguna
 Berisi deskripsi mengenai pengukuran kepuasan para pemangku
kepentingan, yang mencakup: mahasiswa, dosen, tenaga
kependidikan, lulusan, pengguna dan mitra terhadap layanan
manajemen yang memenuhi aspek-aspek berikut:
 Instrumen kepuasan yang sahih, handal, dan mudah digunakan

 Dilaksanakan secara berkala dan hasilnya direkam secara komprehensif

 Hasil pengukuran dianalisis dengan metode yang tepat

 Ada review terhadap pelaksanaan pengukuran kepuasan pengguna

 Hasil pengukuran kepuasan pengguna dipublikasikan dan mudah diakses oleh pemangku
kepentingan

 Ada tindak lanjut terhadap evaluasi hasil pengukuran

 Bagian ini tipikalnya dipenuhi melalui 3 instrumen:

1. survei kepuasan sivitas akademika (dosen, tendik, dan mahasiswa)


terhadap layanan akademik dan administratif
2. tracer study kepada pengguna lulusan
3. survei kepuasan mitra kerjasama.
 UPPS perlu mengalokasikan sumber daya yang mencukupi untuk
menyiapkan pengukuran kepuasan pengguna ini.
 yang diinginkan adalah tinjauan kritis terhadap kepuasan pengguna
yang merefleksikan ketercapaian atau ketidaktercapaian sasaran.
Pengguna yang puas mencerminkan kualitas/mutu tata pamong, tata
kelola, dan kerjasama yang baik, demikian pula sebaliknya. Perlu ada
uraian yang menjelaskan hubungan antar kedua hal ini.
9. Simpulan Hasil Evaluasi dan Tindak Lanjut
 Bagian ini berisi ringkasan dari pemosisian, masalah dan akar
masalah, serta rencana perbaikan dan pengembangan yang akan
dilakukan UPPS terkait tata pamong, tata kelola, dan kerjasama
pada UPPS dan prodi yang diakreditasi
1) Latar Belakang
2) Kebijakan
3) Strategi Pencapaian Standar
4) Indikator Kinerja Utama
5) Indikator Kinerja Tambahan
6) Evaluasi Capaian Kinerja
7) Penjaminan Mutu Mahasiswa
8) Kepuasan Pengguna
9) Simpulan Hasil Evaluasi dan Tindak Lanjut
1. Latar Belakang
 Bagian ini mencakup latar belakang, tujuan, dan rasional
penentuan strategi pencapaian standar pendidikan tinggi yang
ditetapkan perguruan tinggi terkait kemahasiswaan yang mencakup
kualitas input mahasiswa, daya tarik program studi, layanan
kemahasiswaan.
 Mahasiswa berbicara tentang sisi input dan proses dalam
pengelolaan kemahasiswaan. Bagian ini menjelaskan secara umum
tentang bagaimana UPPS dan prodi memandang mahasiswa
sebagai ‘bahan’ yang akan menjalani proses pendidikan, serta
dukungan layanan-layanan kemahasiswaan yang terkait.
 Perguruan tinggi (PT) perlu menetapkan standar-standar untuk
berbagai urusan yang terkait dengan kemahasiswaan, antara lain:
seleksi/rekrutmen, kompetensi non-akademis, dan pembinaan
kemahasiswaan.
 Latar belakang ini menjadi entry point yang baik untuk
mendefinisikan pandangan baru terhadap mahasiswa dalam
rangka merespon perkembangan jaman.
2. Kebijakan
 Bagian ini berisi deskripsi dokumen formal kebijakan dan standar
metoda rekrutmen dan sistem seleksi, serta layanan
kemahasiswaan yang dapat diberikan dalam bentuk: kegiatan
pengembangan kemampuan penalaran, minat dan bakat, kegiatan
bimbingan karir dan kewirausahaan, serta kegiatan peningkatan
kesejahteraan (bimbingan dan konseling, beasiswa, dan
kesehatan)
 Sistem seleksi dan rekrutmen mahasiswa baru biasanya diatur
secara terpusat di level PT, UPPS dan prodi hanya menjalankan
kebijakan tersebut.
Beberapa PT memberikan perhatian yang cukup besar terhadap
upaya pengembangan diri dan potensi mahasiswa (peningkatan
soft skills, pengembangan jiwa kewirausahaan, dsb). Jika
demikian, pada bagian ini dapat dijelaskan tentang kebijakan-
kebijakan tersebut
3. Strategi Pencapaian
 Bagian ini menjelaskan tentang strategi UPPS dalam pencapaian
standar yang ditetapkan perguruan tinggi terkait kemahasiswaan.
 harus diuraikan sumber daya yang dialokasikan untuk mencapai
standar yang telah ditetapkan serta mekanisme kontrol
ketercapaiannya.
 Penjelasan tentang strategi pencapaian perlu menunjukkan
optimisme dan potensi keberhasilan, apapun fokus dan arah
pengembangan kemahasiswaannya.
 Dalam contoh prodi X, sebagai prodi baru, mungkin fokus akan
dipusatkan pada mencari calon mahasiswa. Strategi promosi
dan rekrutmen harus disertai dengan data dan argumen yang
rasional agar penjelasannya terlihat menjanjikan.
4. Indikator Kinerja Utama
 Kualitas Input Mahasiswa
a) Metode rekrutmen dan sistem seleksi yang mampu mengidentifikasi
kemampuan dan potensi calon mahasiswa dalam menjalankan proses
pendidikan dan mencapai capaian pembelajaran yang ditetapkan.
b) Hasil analisis data terhadap:
-Rasio jumlah pendaftar terhadap jumlah mahasiswa baru untuk program studi
dengan jumlah kebutuhan lulusan tinggi (Tabel 2.a LKPS).
-Pertumbuhan jumlah mahasiswa baru untuk program studi dengan jumlah
kebutuhan lulusan rendah (Tabel 2.a LKPS).
 Daya Tarik Program Studi

a) Peningkatan minat calon mahasiswa dalam kurun waktu 3 tahun terakhir


(Tabel 2.a LKPS).
b) Keberadaan mahasiswa asing terhadap jumlah mahasiswa (Tabel 2.b
LKPS). Butir ini hanya diisi oleh pengusul dari program studi pada program
Sarjana/Sarjana Terapan/Magister/Magister Terapan/Doktor/Doktor Terapan.
 Layanan Kemahasiswaan yang disediakan oleh perguruan tinggi/UPPS
untuk seluruh mahasiswa dalam bidang:
a) penalaran, minat, dan bakat,
b) bimbingan karir dan kewirausahaan
c) kesejahteraan (bimbingan dan konseling, layanan beasiswa, dan layanan
kesehatan).
5. Indikator Kinerja Tambahan
 adalah indikator kemahasiswaan lain berdasarkan standar
pendidikan tinggi yang ditetapkan perguruan tinggi untuk
melampaui SN-DIKTI.
 Data indikator kinerja tambahan yang sahih harus diukur,
dimonitor, dikaji, dan dianalisis untuk perbaikan
berkelanjutan.
 IKT dapat digunakan untuk mewadahi perhatian UPPS dan
prodi terhadap isu-isu kontemporer tentang kemahasiswaan,
misalnya kompetensi non-akademik (misalnya, ditunjukkan
dengan indikator prestasi non-akademik).
6. Evaluasi Capaian Kinerja
 bagian ini menunjukkan sejauh mana keberhasilan UPPS telah
mewujudkan keinginan-keinginan dan mencapai tujuannya
 Beberapa permasalahan yang umum dihadapi UPPS dan prodi:
• Kesulitan untuk mendapatkan mahasiswa baru / kompetisi dengan
perguruan tinggi lain
• Mahasiswa baru yang lolos seleksi tetapi tidak mendaftar ulang cukup
banyak jumlahnya
• Kualitas mahasiswa yang diterima
• Kemampuan soft skills mahasiswa
• Keaktifan akademik mahasiswa
 Analisis terhadap beberapa problem diatas sering kali tidak mudah
karena penyebabnya sering kali tidak mudah diidentifikasi.
Kadang-kadang identifikasi memerlukan penggalian yang bersifat
lateral: menyentuh ke aspek-aspek lain di luar kemahasiswaan
(misal: branding dan citra prodi, arah pengembangan prodi,
kompetensi lulusan, kurikulum, dsb.)
 perlu menjelaskan strategi-strategi penyelesaian masalah yang
disampaikan secara komprehensif, termasuk keterlibatannya
dengan kriteria-kriteria lainnya.
7. Penjaminan Mutu
 Bagian ini berisi deskripsi dan bukti sahih tentang implementasi
sistem penjaminan mutu di UPPS yang terkait Mahasiswa, sesuai
dengan standar yang ditetapkan perguruan tinggi.
 siklus penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan
perbaikan berkelanjutan (PPEPP)
 Dalam IAPS 4.0 ini, standar-standar terkait kemahasiswaan
juga perlu dijamin mutunya.
 Contoh: Yang paling jelas adalah standar layanan kepada
mahasiswa: bagaimana agar berbagai layanan yang diberikan
untuk mahasiswa tetap terjaga mutunya. Cukup banyak layanan
kemahasiswaan yang berada di tingkat PT, sehingga
keterlibatan di tingkat pusat juga diperlukan. UPPS dapat
berkoordinasi dengan pimpinan PT dalam hal ini.
 Meskipun demikian, UPPS juga dapat melaksanakan penjaminan
mutu pada layanan-layanan kemahasiswaan yang bersifat
spesifik di lingkungan UPPS.
 Mekanisme monitoring, evaluasi, dan tindak lanjut terhadap
hasil evaluasi perlu disampaikan dengan jelas.
8. Kepuasan Pengguna
 Berisi deskripsi mengenai pengukuran kepuasan mahasiswa terhadap
layanan kemahasiswaan, yang mencakup:
1) Kejelasan instrumen yang digunakan, metoda, pelaksanaan,
perekaman, dan analisis datanya,
2) Ketersediaan bukti yang sahih tentang hasil pengukuran kepuasan
mahasiswa yang dilaksanakan secara konsisten, ditindaklanjuti secara
berkala, dan tersistem.
 Survey tentang kepuasan mahasiswa dapat diintegrasikan
dengan survey pelaksanaan kegiatan akademik yang biasanya
dilakukan tiap akhir semester.
9. Simpulan Hasil Evaluasi dan Tindak Lanjut
 Bagian ini berisi ringkasan dari pemosisian, masalah dan akar
masalah, serta rencana perbaikan dan pengembangan yang akan
dilakukan UPPS terkait mahasiswa dan kemahasiswaan pada
UPPS dan prodi yang diakreditasi
1) Latar Belakang
2) Kebijakan
3) Strategi Pencapaian Standar
4) Indikator Kinerja Utama
5) Indikator Kinerja Tambahan
6) Evaluasi Capaian Kinerja
7) Penjaminan Mutu Sumber Daya Manusia
8) Kepuasan Pengguna
9) Simpulan Hasil Evaluasi dan Tindak Lanjut
1. Latar Belakang
 Bagian ini mencakup latar belakang, tujuan, dan rasional
penentuan strategi pencapaian standar pendidikan tinggi yang
ditetapkan perguruan tinggi terkait SDM
 SDM berbicara tentang standar yang ditetapkan untuk profil
dosen, kinerja dosen, pengembangan dosen dan tendik, serta
pengelolaan SDM.
 contoh: Prodi X, uraiannya bisa menggunakan sudut pandang
bagaimana kondisi SDM, dosen khususnya, dalam
pengembangan keilmuan prodi. Prodi X adalah prodi baru dengan
SDM dengan keahlian “lama”, sehingga ada gap yang perlu ditutup.
Kompetensi dosen yang ada saat ini belum sesuai dengan
kompetensi bidang keilmuan PS. Kondisi, posisi, gap, dan
rencana pengembangan SDM secara umum dapat dijelaskan
dengan sudut pandang ini.
 Beberapa contoh isu yang sering muncul dalam SDM antara lain:

• Kualifikasi akademik
• Jabatan fungsional
• Keterlibatan dan peran dosen dalam komunitas keilmuan
• Beban kerja dosen
• Kontribusi keilmuan dosen (penelitian, publikasi, PkM, produk, dll)
2. Kebijakan
 Bagian ini berisi deskripsi tentang kebijakan untuk
mengembangkan SDM, menindaklanjuti uraian pada bagian
Latar Belakang.
 Menjelaskan dokumen formal kebijakan yang mencakup:

a) Penetapan standar perguruan tinggi terkait kualifikasi,


kompetensi, beban kerja, proporsi, serta pengelolaan SDM (dosen
dan tenaga kependidikan).
b) Pengelolaan SDM yang meliputi:
1. Perencanaan, rekrutmen, seleksi, penempatan, pengembangan,
retensi, pemberhentian, dan pensiun yang telah ditetapkan untuk
memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, dan PkM.
2. Kriteria perencanaan, rekrutmen, seleksi, penempatan,
pengembangan, retensi, pemberhentian, dan pensiun yang
ditetapkan serta dikomunikasikan.
3. Kegiatan pengembangan seperti: studi lanjut, seminar,
konferensi, workshop, simposium, dll.
4. Skema pemberian reward and punishment, pengakuan,
mentoring yang diimplementasikan untuk memotivasi dan
mendukung pelaksanaan tridharma.
3. Strategi Pencapaian
 Bagian ini mencakup strategi UPPS dalam pencapaian standar
SDM (dosen sebagai pendidik, peneliti, dan pelaksana PkM, serta
tenaga kependidikan).
 Pada bagian ini juga harus diuraikan sumber daya yang
dialokasikan untuk mencapai standar yang telah ditetapkan
serta mekanisme kontrol ketercapaiannya.
4. Indikator Kinerja Utama
a) Profil Dosen
1) Kecukupan jumlah dosen tetap, terdiri atas:
• Kecukupan jumlah dosen tetap perguruan tinggi yang ditugaskan
sebagai pengampu mata kuliah di program studi yang diakreditasi
(DT) (Tabel 3.a.1) LKPS)
• Kecukupan jumlah dosen tetap perguruan tinggi yang ditugaskan
sebagai pengampu mata kuliah dengan bidang keahlian yang
sesuai dengan kompetensi inti program studi (DTPS) (Tabel
3.a.1) LKPS).
2) Kualifikasi akademik dosen tetap:
• Persentase jumlah DTPS berpendidikan Doktor/Doktor
Terapan/Subspesialis terhadap jumlah DTPS (Tabel 3.a.1) LKPS).
• Data dan analisis disampaikan oleh pengusul dari program studi
pada program Diploma Tiga/Sarjana/Sarjana Terapan.
3) Kepemilikan sertifikasi profesi/kompetensi/industri:
• Persentase jumlah DTPS yang memiliki sertifikat profesi/
kompetensi/industri terhadap jumlah DTPS (Tabel 3.a.1) LKPS).
• Data dan analisis disampaikan oleh pengusul dari program studi
pada program Diploma Tiga/Sarjana Terapan.
4. Indikator Kinerja Utama
a) Profil Dosen
4) Jabatan akademik dosen tetap, terdiri atas:
• Persentase jumlah DTPS dengan jabatan akademik Lektor Kepala
atau Guru Besar terhadap jumlah DTPS (Tabel 3.a.1) LKPS, untuk
program Diploma Tiga/Sarjana/Sarjana Terapan/Magister/Magister
Terapan/Doktor Terapan.
• Persentase jumlah DTPS dengan jabatan akademik Guru Besar
terhadap jumlah DTPS (Tabel 3.a.1) LKPS), untuk program studi pada
program Doktor.
5) Beban kerja dosen tetap, terdiri atas:
• Rasio jumlah mahasiswa program studi terhadap jumlah DT (Tabel
2.a LKPS dan Tabel 3.a.1) LKPS), untuk program Diploma
Tiga/Sarjana/Sarjana Terapan
• Penugasan DTPS sebagai pembimbing utama tugas akhir
mahasiswa: rata-rata jumlah bimbingan sebagai pembimbing utama
tugas akhir mahasiswa pada seluruh program di PT (Tabel 3.a.2)
LKPS).
• Ekuivalensi Waktu Mengajar Penuh (EWMP) DT/DTPS pada
kegiatan Pendidikan (pembelajaran dan pembimbingan), penelitian,
PkM, dan tugas tambahan dan/atau penunjang (Tabel 3.a.3) LKPS).
4. Indikator Kinerja Utama
a) Profil Dosen
6) Keterlibatan dosen tidak tetap (DTT) dalam proses pembelajaran:
persentase jumlah dosen tidak tetap (DTT) terhadap jumlah seluruh dosen
(DT dan DTT) (Tabel 3.a.1) LKPS dan Tabel 3.a.4) LKPS).
7) Keterlibatan dosen industri/praktisi dalam proses pembelajaran
(Tabel 3.a.5) LKPS). Dosen industri/praktisi direkrut melalui kerjasama
dengan perusahaan/industri yang relevan dengan bidang program studi.
Data dan analisis disampaikan oleh pengusul dari program studi pada
program Diploma Tiga/Sarjana Terapan.
4. Indikator Kinerja Utama
a) Kinerja Dosen
1) Pengakuan/rekognisi atas kepakaran/prestasi/kinerja DTPS (Tabel
3.b.1) LKPS).
2) Penelitian DTPS (Tabel 3.b.2) LKPS).
3) Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat DTPS (Tabel 3.b.3)
LKPS).
4) Publikasi Ilmiah yang dihasilkan oleh DTPS dalam 3 tahun terakhir
(Tabel 3.b.4) LKPS).
5) Karya ilmiah DTPS yang disitasi dalam 3 tahun terakhir (Tabel 3.b.6)
LKPS. Data dan analisis disampaikan oleh pengusul dari program studi
pada program Sarjana/Sarjana Terapan/Magister/Magister
Terapan/Doktor/Doktor Terapan.
6) Produk/Jasa DTPS yang diadopsi oleh Industri/Masyarakat (Tabel
3.b.6) LKPS). Data dan analisis disampaikan oleh pengusul dari
program studi pada program Diploma Tiga/Sarjana Terapan/Magister
Terapan/Doktor Terapan.
7) Luaran penelitian dan PkM lainnya yang dihasilkan oleh DTPS dalam
3 tahun terakhir (Tabel 3.b.5) LKPS).
4. Indikator Kinerja Utama
b) Pengembangan Dosen
Kesesuaian rencana dan realisasi pengembangan DTPS terhadap
rencana pengembangan SDM pada rencana strategis UPPS.

c) Tenaga Kependidikan
Kecukupan dan kualifikasi tenaga kependidikan berdasarkan jenis
pekerjaan (administrasi, laboran, teknisi, dll.) untuk melayani sivitas
akademika di UPPS dan program studi yang diakreditasi, dan
kompetensi/profesi yang mendukung mutu hasil kerja sesuai dengan
bidang tugasnya. Indikator kecukupan tenaga kependidikan dapat
dipengaruhi oleh pemanfaatan teknologi informasi dan komputer,
serta integrasinya dalam mendukung kegiatan penunjang pendidikan.
5. Indikator Kinerja Tambahan
 adalah indikator SDM lain berdasarkan standar pendidikan tinggi
yang ditetapkan perguruan tinggi untuk melampaui SN-DIKTI.
 Data indikator kinerja tambahan yang sahih harus diukur,
dimonitor, dikaji, dan dianalisis untuk perbaikan
berkelanjutan.
 Contoh IKT untuk prodi X bisa berupa sesuatu yang mencirikan
kemampuan atau kompetensi SDM di bidang ini, misalnya berupa
karya/produk prodi X yang dihasilkan oleh dosen dan/atau
mahasiswa.
6. Evaluasi Capaian Kinerja
 deskripsi dan analisis keberhasilan dan/atau
ketidakberhasilan atas ketercapaian indikator kinerja yang
berlaku di UPPS berdasarkan standar pendidikan tinggi yang
ditetapkan perguruan tinggi.
 Capaian kinerja harus diukur dengan metoda yang tepat,
dan hasilnya dianalisis serta dievaluasi.
 Analisis terhadap capaian kinerja harus mencakup identifikasi
akar masalah, faktor pendukung keberhasilan dan faktor
penghambat ketercapaiannya, serta deskripsi singkat tindak
lanjut yang akan dilakukan.
 Isu dan persoalan seputar SDM (terutama dosen) dan
pengelolaannya pada umumnya terkait dengan aspek-aspek
lainnya. Kesulitan mencari dosen dan produktivitasnya yang
rendah misalnya, selalu disebabkan oleh beberapa faktor
internal maupun eksternal yang saling mengait. Hal-hal
semacam ini perlu dijelaskan secara komprehensif.
Keterkaitan dengan tata pamong dan tata kelola perlu
dieksplorasi dengan seksama.
7. Penjaminan Mutu SDM
 Berisi deskripsi dan bukti sahih tentang implementasi sistem
penjaminan mutu SDM, yang mengikuti siklus penetapan,
pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan perbaikan berkelanjutan
(PPEPP).
 bertujuan memastikan upaya pengembangan dan pengelolaan
SDM berjalan sesuai dengan arah dan strategi yang ditetapkan.
 Siklus PPEPP diterapkan pada aspek-aspek pengelolaan dan
pengembangan yang disebutkan pada bagian Kebijakan.
 Sebagai contoh, untuk menjamin terpenuhinya standar rasio
dosen-mahasiswa, standar beban kerja dosen, dan keseimbangan
pengembangan keilmuan, maka UPPS dapat melakukan analisis
kebutuhan dosen dan disertai dengan monitoring, evaluasi, dan
tindak lanjut, yang semuanya dilakukan secara periodis
8. Kepuasan Pengguna
Berisi deskripsi mengenai pengukuran kepuasan dosen
dan tenaga kependidikan terhadap layanan pengelolaan
dan pengembangan SDM yang memenuhi aspek-aspek
berikut:

a) Kejelasan instrumen yang digunakan, pelaksanaan,


perekaman dan analisis datanya.
b) Ketersediaan bukti yang sahih tentang hasil
pengukuran kepuasan dosen dan tenaga kependidikan
yang dilaksanakan secara konsisten, dan ditindaklanjuti
secara berkala dan tersistem.
 Survei kepuasan dosen dan tendik dilakukan secara
periodis, sesuai dengan kebutuhan. Yang juga penting
untuk dijelaskan adalah mekanisme evaluasi terhadap
hasil survei dan tindak lanjutnya.
9. Simpulan Hasil Evaluasi dan Tindak Lanjut
 Bagian ini berisi ringkasan dari pemosisian, masalah dan akar
masalah, serta rencana perbaikan dan pengembangan yang
akan dilakukan UPPS terkait SDM pada UPPS dan prodi
yang diakreditasi
1) Latar Belakang
2) Kebijakan
3) Strategi Pencapaian Standar
4) Indikator Kinerja Utama
5) Indikator Kinerja Tambahan
6) Evaluasi Capaian Kinerja
7) Penjaminan Mutu Keuangan, Sarana dan Prasarana
8) Kepuasan Pengguna
9) Simpulan Hasil Evaluasi dan Tindak Lanjut
1. Latar Belakang
 Bagian ini mencakup latar belakang, tujuan, dan rasional
penentuan strategi pencapaian standar pendidikan tinggi yang
ditetapkan perguruan tinggi terkait:
a) keuangan yang mencakup aspek perencanaan, pengalokasian,
realisasi, dan pertanggungjawaban biaya operasional tridharma
serta investasi, dan
b) sarana dan prasarana yang dimaksudkan untuk menjamin
pencapaian capaian pembelajaran dan peningkatan suasana
akademik
 UPPS perlu menonjolkan positioning kelembagaan UPPS dan
prodi serta peran masing-masing dalam pengelolaan ketiga jenis
sumber daya tersebut
 Beberapa indikasi antara lain: ruang kuliah atau lab masih dikelola
prodi, prodi masih memiliki kewenangan yang besar dalam
pengelolaan dana/anggaran, dan pengadaan sarana dan prasarana
masih dilakukan oleh prodi. Biasanya melibatkan perubahan
struktural yang memerlukan perencanaan, persiapan, dan
implementasi, dan yang baik. Langkah ini perlu didukung dengan
manajemen perubahan yang baik pula
2. Kebijakan
 Bagian ini berisi deskripsi dokumen formal tentang:
a) pengelolaan keuangan yang mencakup: perencanaan,
pengalokasian, realisasi, dan pertanggungjawaban biaya
pendidikan yang sesuai dengan kebijakan perguruan tinggi.
b) pengelolaan sarana dan prasarana yang mencakup:
perencanaan, pengadaan, pemanfaatan, pemeliharaan, dan
penghapusan yang sesuai dengan kebijakan perguruan tinggi.
 Penjelasan pada bagian ini perlu menekankan pada upaya
optimalisasi kebermanfaatan sumber daya keuangan, sarana,
dan prasarana yang dikelola UPPS berdasarkan standar-standar
yang ditetapkan. Penjelasan perlu didukung dengan dokumen-
dokumen formal seperti RKAT, Rencana Pengadaan Barang,
dsb
3. Strategi Pencapaian
 Bagian ini mencakup strategi UPPS dalam pencapaian standar
pendidikan tinggi yang ditetapkan perguruan tinggi terkait:
a) keuangan (perencanaan, pengalokasian, realisasi, dan
pertanggungjawaban), dan
b) sarana dan prasarana pendidikan maupun penunjang pendidikan
(perencanaan, pengadaan, pemanfaatan, pemeliharaan, dan
penghapusan).
 Pada bagian ini juga harus diuraikan sumber daya yang
dialokasikan untuk mencapai standar yang telah ditetapkan
serta mekanisme kontrol ketercapaiannya.
 berkisar pada upaya penata kelolaan keuangan, sarana, dan
prasarana untuk mewujudkan prinsip-prinsip akuntabilitas,
efektivitas, dan efisiensi.
 Kondisi-kondisi khas yang dimiliki atau dialami oleh UPPS dan
prodi yang memerlukan perlakuan spesifik juga perlu dijelaskan
secara mencukupi. Sebagai contoh, jika UPPS yang menaungi
Prodi X juga memiliki beberapa prodi lain, bagian ini juga perlu
memuat penjelasan tentang bagaimana subsidi silang (jika ada)
dan konsep berbagi-pakai diwujudkan.
4. Indikator Kinerja Utama
 Profil ini membicarakan tentang kecukupan, keterpenuhan, potensi,
dan permasalahan yang dihadapi
a) Keuangan
• Alokasi dan penggunaan dana untuk biaya operasional pendidikan
(Tabel 4 LKPS).
• Penggunaan dana untuk kegiatan penelitian dosen tetap: rata-rata
dana penelitian DTPS/tahun dalam 3 tahun terakhir (Tabel 4 LKPS).
• Penggunaan dana untuk kegiatan PkM dosen tetap: rata-rata dana
PkM DTPS/tahun dalam 3 tahun terakhir (Tabel 4 LKPS).
• Penggunaan dana untuk investasi (SDM, sarana dan prasarana)
dalam 3 tahun terakhir (Tabel 4 LKPS).
4. Indikator Kinerja Utama
b) Sarana
• Kecukupan dan Aksesibilitas Sarana Pendidikan , terlihat dari
ketersediaan, kepemilikan, kemutakhiran, dan kesiapgunaan
fasilitas dan peralatan untuk pembelajaran maupun kegiatan
penelitian dan PkM. Sarana pembelajaran yang digunakan oleh
program studi dapat dijelaskan dalam tabel yang dilengkapi dengan
informasi mengenai kecukupan dan aksesibilitasnya bagi mahasiswa.
• Kecukupan dan Aksesibilitas Sarana Teknologi Informasi dan
Komunikasi, terlihat dari ketersediaan, kemutakhiran, dan
kesiapgunaan fasilitas dan peralatan teknologi informasi dan
komunikasi yang dimanfaatkan oleh UPPS untuk:
 mengumpulkan data yang cepat, akurat, dan dapat
dipertanggungjawabkan serta terjaga kerahasiaannya.
 mengelola data pendidikan (sistem informasi manajemen perguruan
tinggi: akademik, perpustakaan, SDM, keuangan, aset, decission
support system, dll.)
 menyebarkan ilmu pengetahuan (e-learning, e-library, dll.).
4. Indikator Kinerja Utama
c) Kecukupan Aksesibilitas Prasarana
• ketersediaan, kepemilikan, kemutakhiran, kesiapgunaan
prasarana untuk pembelajaran maupun kegiatan penelitian dan PkM,
termasuk peruntukannya bagi mahasiswa berkebutuhan khusus.
• Prasarana yang digunakan oleh program studi dapat dijelaskan dalam
tabel yang dilengkapi dengan informasi mengenai kecukupan dan
aksesibilitasnya bagi mahasiswa.
5. Indikator Kinerja Tambahan
 adalah indikator keuangan, sarana & prasarana lain
berdasarkan standar pendidikan tinggi yang ditetapkan perguruan
tinggi untuk melampaui SN-DIKTI.
 Data indikator kinerja tambahan yang sahih harus diukur,
dimonitor, dikaji, dan dianalisis untuk perbaikan
berkelanjutan.
6. Evaluasi Capaian Kinerja
 deskripsi dan analisis keberhasilan dan/atau ketidakberhasilan
atas ketercapaian indikator kinerja yang berlaku di UPPS
berdasarkan standar pendidikan tinggi yang ditetapkan perguruan
tinggi.
 Capaian kinerja harus diukur dengan metoda yang tepat, dan
hasilnya dianalisis serta dievaluasi.
 Analisis terhadap capaian kinerja harus mencakup identifikasi akar
masalah, faktor pendukung keberhasilan dan faktor penghambat
ketercapaiannya, serta deskripsi singkat tindak lanjut yang akan
dilakukan.
 Evaluasi berdasarkan profil yang ditunjukkan oleh IKU dan IKT.

 Keberhasilan dan faktor pendukungnya maupun ketidakberhasilan


dan faktor penghambatnya dijelaskan secara komprehensif. Cross-
reference ke kriteria-kriteria lain yang menjadi fokus perhatian
UPPS dan prodi perlu dibangun untuk membangun konteks yang
utuh. Sebagai contoh, upaya pemenuhan kecukupan sarana dan
prasarana untuk menjalankan prodi X perlu ditempatkan dalam
konteks layanan bagi mahasiswa (kriteria 3), pendidikan (kriteria 6),
penelitian (kriteria 7), dan PkM (kriteria 8).
7. Penjaminan Mutu Keuangan, Sarana & Prasarana
 deskripsi dan bukti sahih tentang implementasi sistem
penjaminan mutu di UPPS yang sesuai dengan standar
pendidikan tinggi yang ditetapkan perguruan tinggi terkait
keuangan dan sarana dan prasarana, yang mengikuti siklus
penetapan, pelaksanaan, evaluasi, pengendalian, dan perbaikan
berkelanjutan (PPEPP).
 Pada umumnya penjaminan mutu keuangan, sarana, dan
prasarana dipenuhi dengan mekanisme audit internal dalam
bidang-bidang tersebut.
8. Kepuasan Pengguna
Berisi deskripsi mengenai pengukuran kepuasan sivitas akademika
terhadap layanan pengelolaan keuangan maupun sarana dan
prasarana yang memenuhi aspek-aspek berikut:
a) Kejelasan instrumen yang digunakan, pelaksanaan, perekaman
dan analisis datanya.
b) Ketersediaan bukti yang sahih tentang hasil pengukuran
kepuasan sivitas akademika yang dilaksanakan secara konsisten,
dan ditindaklanjuti secara berkala dan tersistem.
 Penggunanya adalah dosen, tendik, dan mahasiswa.
Pengukurannya dapat dijadikan satu dengan survei kepuasan
sivitas akademika secara umum yang mencakup bidang-bidang
lainnya juga.
9. Simpulan Hasil Evaluasi dan Tindak Lanjut
 Bagian ini berisi ringkasan dari pemosisian, masalah dan akar
masalah, serta rencana perbaikan dan pengembangan yang akan
dilakukan UPPS terkait mahasiswa dan kemahasiswaan pada
UPPS dan prodi yang diakreditasi
1) Latar Belakang
2) Kebijakan
3) Strategi Pencapaian Standar
4) Indikator Kinerja Utama
5) Indikator Kinerja Tambahan
6) Evaluasi Capaian Kinerja
7) Penjaminan Mutu Pendidikan
8) Kepuasan Pengguna
9) Simpulan Hasil Evaluasi dan Tindak Lanjut
1. Latar Belakang
 Bagian ini mencakup •latar belakang, •tujuan, •rasional, dan
•mekanisme penetapan standar perguruan tinggi terkait
Pendidikan, yang mencakup kurikulum, pembelajaran
(karakteristik proses pembelajaran, rencana proses pembelajaran,
pelaksanaan proses pembelajaran, monitoring dan evaluasi proses
pembelajaran, dan penilaian pembelajaran), integrasi kegiatan
penelitian dan PkM dalam pembelajaran, serta suasana akademik
yang didasarkan atas faktor internal dan eksternal pada program
studi yang diakreditasi.
• Latar belakang berkaitkan dengan  Penciri PT
• Tujuan  Mengacu ke Standar Pendidikan (SPMI)
• Rasional  Sumber dari SPMI
• Mekanisme Penetapan Standar:
a) Kurikulum
b) Pembelajaran
c) Integrasi kegiatan Penelitian dan PkM
d) Suasana Akademik
• Posisi Daya Saing Perguruan Tinggi
2. Kebijakan
 Bagian ini berisi deskripsi dokumen formal kebijakan pendidikan
dan panduan akademik yang memuat tujuan dan sasaran
pendidikan, strategi, metode, dan instrumen untuk mengukur
efektivitasnya.
 Dokumen formal berupa:

1. Statuta (SK Yayasan)


2. Kebijakan Kurikulum (SK Rektor)
3. Renstra PT (SK Rektor)
4. Pedoman Kurikulum (SK Rektor)
3. Strategi Pencapaian
 Bagian ini mencakup strategi UPPS dalam pencapaian standar
Pendidikan, yang mencakup:
 isi pembelajaran (kurikulum),
 pembelajaran (karakteristik proses pembelajaran, rencana proses
pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, monitoring dan
evaluasi proses pembelajaran, dan penilaian pembelajaran),
 integrasi kegiatan penelitian dan PkM dalam pembelajaran,
 suasana akademik
 Pada bagian ini juga harus diuraikan sumber daya yang
dialokasikan untuk mencapai standar yang telah ditetapkan serta
mekanisme kontrol ketercapaiannya.
 Paparkan 8 Standar Pendidikan

 Sumber Daya Yang Akan Dialokasikan (Anggaran, Dosen,


Sarpras)
 Mekanisme Kontrol Pencapaian (Audit, Rapat Fakultas, Rapat
Pimpinan)
4. Indikator Kinerja Utama
a) Kurikulum
• Evaluasi dan pemutakhiran kurikulum melibatkan pemangku
kepentingan internal dan eksternal, serta direview oleh pakar bidang
ilmu program studinya.
• Dokumen kurikulum:
1. Kesesuaian capaian pembelajaran dengan profil lulusan dan jenjang
KKNI/SKKNI yang sesuai.
2. Ketepatan struktur kurikulum dalam pembentukan capaian
pembelajaran.
3. Ketersediaan dokumen pemetaan capaian pembelajaran, bahan
kajian dan matakuliah (atau dokumen sejenis lainnya).
 Semua kebijakan dengan SK Rektor (rujuk kebijakan sebelumnya)

 Pedoman Pengembangan Kurikulum (SK Rektor)

 Penetapan Kurikulum (SK Rektor)


4. Indikator Kinerja Utama
a) Kurikulum
• Tampilkan data kurikulum, capaian pembelajaran, dan rencana
pembelajaran dengan teknik representasi yang relevan &
komprehensif.
• Data dan analisis yang disampaikan meliputi:
1. Struktur program dan beban belajar mahasiswa untuk mencapai
capaian pembelajaran yang direncanakan (Tabel 5.a LKPS).
2. Konversi bobot kredit mata kuliah ke jam praktikum/
praktik/praktik lapangan (Tabel 5.a LKPS).
• Data dan analisis disampaikan oleh pengusul dari program studi pada
program Diploma Tiga/Sarjana/Sarjana Terapan.
 Pedoman Pemantauan & Peninjauan Kurikulum meliputi:

- Bagaimana Rambu-rambu meninjau kurikulum?


- Dilakukan oleh siapa?
- Kapan dilakukan?
- SOP seperti apa?
4. Indikator Kinerja Utama
b) Pembelajaran
• Pemenuhan karakteristik proses pembelajaran yang terdiri atas sifat
interaktif, holistik, integratif, saintifik, kontekstual, tematik, efektif,
kolaboratif, dan berpusat pada mahasiswa. Program studi harus
menjelaskan penerapan proses pembelajaran berdasarkan sifat-sifat
tersebut untuk menghasilkan profil lulusan yang sesuai dengan capaian
pembelajaran yang direncanakan dalam dokumen kurikulum.
• Ketersediaan dokumen rencana pembelajaran semester (RPS)
dengan kedalaman dan keluasan sesuai capaian pembelajaran lulusan.
• Pelaksanaan proses pembelajaran yang mencakup bentuk interaksi
antara dosen, mahasiswa, dan sumber belajar, pemantauan kesesuaian
proses terhadap rencana pembelajaran, metoda pembelajaran yang
secara efektif diterapkan untuk mendukung capaian pembelajaran, serta
keterkaitan kegiatan penelitian dan PkM dalam proses pembelajaran.
 Bukti Alokasi Dosen Mengajar

 Bukti RPS
4. Indikator Kinerja Utama
b) Pembelajaran
• Monitoring dan evaluasi pelaksanaan proses proses
pembelajaran mencakup karakteristik, perencanaan, pelaksanaan,
proses pembelajaran dan beban belajar mahasiswa untuk
memperoleh capaian pembelajaran lulusan.
• Mutu pelaksanaan penilaian pembelajaran (proses dan hasil
belajar mahasiswa) untuk mengukur ketercapaian capaian
pembelajaran lulusan berdasarkan prinsip penilaian yang edukatif,
otentik, objektif, akuntabel, dan transparan, dan dilakukan secara
terintegrasi.
• Hasil analisis data terhadap luaran penelitian dan/atau luaran
PkM yang diintegrasikan ke dalam pembelajaran/pengembangan
mata kuliah (Tabel 5.b. LKPS).
 Hasil AMI

 Tabel LKPT/LKPS disajikan dalam Format Grafik & Dianalisis


4. Indikator Kinerja Utama
c) Integrasi kegiatan Penelitian dan PkM
• Ketersediaan dokumen formal kebijakan berupa:.
 Laporan (Sistem Informasi)

 Hasil AMI

 Hasil RTM
4. Indikator Kinerja Utama
d) Suasana Akademik
• Keterlaksanaan dan keberkalaan program dan kegiatan
akademik di luar kegiatan pembelajaran terstruktur yang
menunjukkan adanya interaksi antara sivitas akademika untuk
menciptakan suasana akademik yang kondusif dalam rangka
peningkatan mutu pembelajaran.
• Program dan kegiatan (seperti: seminar ilmiah, bedah buku, dll.)
dilaksanakan dengan mengusung nilai-nilai kebebasan akademik,
kebebasan mimbar akademik, dan otonomi keilmuan untuk
membangun dan memupuk budaya akademik yang berintegritas.
 Statuta (SK Rektor)

 Standar Suasana Akademik (SPMI)

 Bukti Kegiatan Seminar, Kuliah Tamu, Konferensi Dll

 Bukti Kegiatan Olahraga, Kesenian, Wirausaha Dll

 Bukti Sahih - Bersumber Dari Keputusan Strategis (RENSTRA)


5. Indikator Kinerja Tambahan
 adalah indikator kinerja pendidikan yang ditetapkan perguruan
tinggi untuk melampaui SN-DIKTI.
 Data indikator kinerja tambahan yang sahih harus diukur,
dimonitor, dikaji, dan dianalisis untuk perbaikan
berkelanjutan.
6. Evaluasi Capaian Kinerja
 deskripsi dan analisis keberhasilan dan/atau
ketidakberhasilan atas ketercapaian indikator kinerja yang
berlaku di UPPS berdasarkan standar pendidikan tinggi yang
ditetapkan perguruan tinggi.
 Capaian kinerja harus diukur dengan metoda yang tepat,
dan hasilnya dianalisis serta dievaluasi.
 Analisis harus mencakup identifikasi akar masalah, faktor
pendukung keberhasilan dan faktor penghambat
ketercapaiannya, serta deskripsi singkat tindak lanjut yang
akan dilakukan.
7. Penjaminan Mutu Keuangan, Sarana & Prasarana
 deskripsi dan bukti sahih tentang implementasi sistem
penjaminan mutu di UPPS yang sesuai dengan standar
pendidikan tinggi yang ditetapkan perguruan tinggi terkait
Pendidikan, yang mengikuti siklus penetapan, pelaksanaan,
evaluasi, pengendalian, dan perbaikan berkelanjutan (PPEPP).
 Salah satu kelemahan yang sering dijumpai adalah tidak
terbangunnya siklus PPEPP secara utuh.
 UPPS dan prodi pada umumnya sudah memiliki dan menjalankan
mekanisme penjaminan mutu dari mulai mendefinisikan standar,
menjalankannya, memonitor pelaksanaannya, sampai ke
mengevaluasinya. Yang sering terlupakan adalah menggunakan
hasil evaluasi untuk merencanakan perbaikan atau
peningkatan pada siklus selanjutnya. Seperti yang telah dijelaskan
sebelumnya, keterpenuhan siklus ini adalah syarat minimal nilai
butir penjaminan mutu untuk prodi dapat terakreditasi.
 Sebagai contoh konkrit, banyak UPPS/prodi yang telah
melaksanakan monev pelaksanaan pembelajaran sampai ke
menghasilkan rekomendasi perbaikan, tetapi belum memastikan
bahwa rekomendasi tersebut benar-benar dijalankan. Tanpa
kepastian ini, monev yang dilakukan tahun berikutnya akan
menemukan kelemahan yang sama.
8. Kepuasan Pengguna
 Informasi tentang kepuasan mahasiswa dapat diperoleh melalui
survei reguler (biasanya tiap semester atau tiap tahun). Yang perlu
diperhatikan adalah bagaimana hasil survei ditindaklanjuti dan
dijadikan bahan perbaikan.
Deskripsi pengukuran kepuasan mahasiswa terhadap layanan dan
pelaksanaan proses pendidikan yang memenuhi aspek-aspek berikut:
a) Kejelasan instrumen yang digunakan, pelaksanaan, perekaman
dan analisis datanya.
b) Ketersediaan bukti yang sahih tentang hasil pengukuran kepuasan
sivitas akademika yang dilaksanakan secara konsisten, dan
ditindaklanjuti secara berkala dan tersistem. (Tabel 5.c. LKPS)
9. Simpulan Hasil Evaluasi dan Tindak Lanjut
 Bagian ini berisi ringkasan dari pemosisian, masalah dan akar
masalah, serta rencana perbaikan dan pengembangan UPPS
terkait Pendidikan pada program studi yang diakreditasi
1) Latar Belakang
2) Kebijakan
3) Strategi Pencapaian Standar
4) Indikator Kinerja Utama
5) Indikator Kinerja Tambahan
6) Evaluasi Capaian Kinerja
7) Penjaminan Mutu Penelitian
8) Kepuasan Pengguna
9) Simpulan Hasil Evaluasi dan Tindak Lanjut
1. Latar Belakang
 Bagian ini mencakup latar belakang, tujuan, dan rasional
penentuan strategi pencapaian standar pendidikan tinggi yang
ditetapkan perguruan tinggi terkait Penelitian, yang mencakup
perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan pelaporan Penelitian
yang didasarkan atas faktor internal dan eksternal pada bidang
keilmuan program studi yang diakreditasi.
 Harapan pemerintah (Kemristekdikti), dunia industri, dan masyarakat
terhadap penelitian sebagai mekanisme untuk menghasilkan
inovasi-inovasi yang diperlukan untuk peningkatan daya saing.
Bagaimana UPPS dan prodi memandang posisinya dalam
merespon tuntutan dan kebutuhan ini sebagai rasional dalam
menetapkan standar terkait penelitian perlu dijelaskan dalam bagian
Latar Belakang ini.
 Bagaimana UPPS dan prodi mempertahankan relevansi penelitian
terhadap problem yang dihadapi perlu ditonjolkan penjelasannya.
2. Kebijakan
 Bagian ini berisi deskripsi dokumen formal kebijakan Penelitian
mendorong adanya keterlibatan mahasiswa program studi dalam
Penelitian dosen.
 Memastikan adanya peta jalan Penelitian yang memayungi tema
Penelitian dosen dan mahasiswa.
Instrumen baru mendorong pelibatan mahasiswa dalam penelitian
dosen dalam sebuah roadmap yang jelas. UPPS dan prodi perlu
melakukan perencanaan penelitian secara lebih terstruktur,
sistematis, dan melembaga.
3. Strategi Pencapaian
 Bagian ini mencakup strategi UPPS dalam pencapaian standar
pendidikan tinggi yang ditetapkan perguruan tinggi terkait
Penelitian dosen dan mahasiswa
 Uraian sumber daya yang dialokasikan untuk mencapai standar
dan mekanisme kontrol ketercapaiannya
 Di berbagai perguruan tinggi, keberadaan unit (formal maupun
informal) semacam Group Riset dapat membantu menciptakan
atmosfer penelitian yang lebih kondusif. Group Riset dapat
diserahi tugas mengembangkan tema-tema besar penelitian,
menyusun roadmap, sampai ke membagi pembimbing tugas
akhir/tesis mahasiswa yang dikaitkan dengan penelitian yang
dilakukan dosen.
 Roadmap harus dapat menunjukkan arah pengembangan
keilmuan di bidang PS.
 Roadmap penelitian juga harus menunjukkan fungsinya sebagai
payung bagi penelitian dosen (dan mahasiswa). Tema-tema
penelitian dosen bisa berupa apapun, yang penting bisa
ditunjukkan relevansinya dengan roadmap yang ada.
4. Indikator Kinerja Utama
a) Relevansi Penelitian DTPS di UPPS mencakup unsur-unsur:
• UPPS memiliki peta jalan yang memayungi tema Penelitian dosen
dan mahasiswa serta pengembangan keilmuan program studi
yang diakreditasi
• Dosen dan mahasiswa melaksanakan Penelitian sesuai dengan
peta jalan Penelitian.
• UPPS melakukan evaluasi kesesuaian Penelitian dosen dan
mahasiswa terhadap peta jalan
• UPPS menggunakan hasil evaluasi untuk perbaikan relevansi
Penelitian dan pengembangan keilmuan program studi yang
diakreditasi.
4. Indikator Kinerja Utama
b) Keterlibatan mahasiswa pada kegiatan penelitian DTPS dalam
3 tahun terakhir (Tabel 6.a LKPS). Data dan analisis disampaikan
oleh pengusul dari program studi pada program Sarjana/Sarjana
Terapan/Magister/Magister Terapan/Doktor/Doktor Terapan
4. Indikator Kinerja Utama
c) Kegiatan penelitian DTPS yang digunakan sebagai rujukan
tema tesis atau disertasi mahasiswa dalam 3 tahun terakhir (Tabel
6.b LKPS). Data dan analisis disampaikan oleh pengusul dari
program studi pada program Magister/Magister
Terapan/Doktor/Doktor Terapan.
5. Indikator Kinerja Tambahan
 adalah indikator kinerja Penelitian yang ditetapkan perguruan
tinggi untuk melampaui SN-DIKTI.
 Data indikator kinerja tambahan yang sahih harus diukur,
dimonitor, dikaji, dan dianalisis untuk perbaikan
berkelanjutan.
6. Evaluasi Capaian Kinerja
 deskripsi dan analisis keberhasilan dan/atau
ketidakberhasilan atas ketercapaian indikator kinerja yang
berlaku di UPPS berdasarkan standar pendidikan tinggi yang
ditetapkan perguruan tinggi.
 Capaian kinerja harus diukur dengan metoda yang tepat,
dan hasilnya dianalisis serta dievaluasi.
 Analisis harus mencakup identifikasi akar masalah, faktor
pendukung keberhasilan dan faktor penghambat
ketercapaiannya, serta deskripsi singkat tindak lanjut yang
akan dilakukan.
7. Penjaminan Mutu Keuangan, Sarana & Prasarana
 deskripsi dan bukti sahih tentang implementasi sistem
penjaminan mutu terkait Penelitian (siklus PPEPP; pelaksanaan,
evaluasi, pengendalian, dan perbaikan berkelanjutan)
 Dalam instrumen baru ini, UPPS dan prodi diminta untuk
menjelaskan bagaimana siklus PPEPP diterapkan untuk
menjamin ketercapaian standar-standar penelitian yang diadopsi
oleh PT.
 pengelolaan penelitian biasanya dilakukan secara terpusat oleh
LPPM (atau lembaga sejenis lainnya), maka UPPS dan prodi perlu
berkonsultasi dengan LPPM untuk dapat menjelaskan penjaminan
mutu untuk penelitian. Sekali lagi perlu diingat bahwa
kesinambungan siklus merupakan faktor penting agar
penjaminan mutu dapat dikatakan bermutu baik.
8. Kepuasan Pengguna
 Deskripsi pengukuran kepuasan pelaksana Penelitian dan mitra
kegiatan Penelitian terhadap layanan dan pelaksanaan proses
Penelitian yang memenuhi aspek-aspek berikut:
• Kejelasan instrumen yang digunakan, pelaksanaan, perekaman dan
analisis datanya.
• Ketersediaan bukti yang sahih tentang hasil pengukuran kepuasan
pelaksana dan mitra kegiatan Penelitian yang dilaksanakan secara
konsisten, dan ditindaklanjuti secara berkala dan tersistem.
 Ada 2 jenis pengguna: peneliti dan mitra kegiatan penelitian.
9. Simpulan Hasil Evaluasi dan Tindak Lanjut
 Bagian ini berisi ringkasan dari pemosisian, masalah dan akar
masalah, serta rencana perbaikan dan pengembangan UPPS
Penelitian pada program studi yang diakreditasi.
1) Latar Belakang
2) Kebijakan
3) Strategi Pencapaian Standar
4) Indikator Kinerja Utama
5) Indikator Kinerja Tambahan
6) Evaluasi Capaian Kinerja
7) Penjaminan Mutu PkM
8) Kepuasan Pengguna
9) Simpulan Hasil Evaluasi dan Tindak Lanjut
1. Latar Belakang
 Bagian ini mencakup latar belakang, tujuan, dan rasional
penentuan strategi pencapaian standar pendidikan tinggi yang
ditetapkan perguruan tinggi terkait PkM, yang mencakup
perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan pelaporan PkM yang
didasarkan atas faktor internal dan eksternal pada bidang keilmuan
program studi yang diakreditasi.
 PkM adalah darma yang penting untuk menjamin relevansi produk
perguruan tinggi terhadap kebutuhan penggunanya.
 PkM dapat digunakan sebagai saluran mengenalkan dan
mengimplementasikan hasil-hasil penelitian kepada masyarakat.
 PkM berfungsi mempertajam sense mahasiswa terhadap problem -
problem riil yang ada di lapangan dan melatih ketrampilan
menemukan solusi yang sesuai dengan kondisi nyata
penggunanya (masyarakat).
 Pengelolaan PkM seharusnya bertujuan memaksimalkan potensi
PkM sebagai saluran untuk menjaga relevansi ini, sehingga
perguruan tinggi tidak ditinggalkan oleh masyarakat. Penjelasan ini
bisa menjadi rasional bagi penetapan standar terkait PkM.
2. Kebijakan
 Bagian ini berisi deskripsi dokumen formal kebijakan PkM
mendorong adanya keterlibatan mahasiswa program studi dalam PkM
dosen.
 Memastikan adanya peta jalan PkM yang memayungi tema PkM
dosen dan mahasiswa.
3. Strategi Pencapaian
 Bagian ini mencakup strategi UPPS dalam pencapaian standar
pendidikan tinggi yang ditetapkan perguruan tinggi terkait PkM
dosen dan mahasiswa
 Uraian sumber daya yang dialokasikan untuk mencapai standar
dan mekanisme kontrol ketercapaiannya
 Untuk mendapatkan dampak yang bermakna dan berkelanjutan,
sering kali kegiatan PkM tidak bisa diselenggarakan sendiri oleh
perguruan tinggi.
 Kebutuhan modal (dana), peralatan, atau tenaga ahli yang
diperlukan untuk kegiatan-kegiatan yang besar, berjangka waktu
lama, dan memerlukan keahlian khusus sering tidak bisa
dipenuhi oleh perguruan tinggi.
 Dalam situasi seperti ini, kerja sama dengan pihak lain, industri
atau instansi pemerintah khususnya, menjadi opsi yang perlu
dipertimbangkan dengan serius. Dalam PkM yang melibatkan
pihak ketiga, titik kritisnya adalah bagaimana mempertemukan
kepentingan semua pihak yang terlibat.
4. Indikator Kinerja Utama
a) Relevansi PkM DTPS di UPPS mencakup unsur-unsur:
• UPPS memiliki peta jalan yang memayungi tema PkM dosen dan
mahasiswa serta hilirisasi/penerapan keilmuan program studi yang
diakreditasi.
• Dosen dan mahasiswa melaksanakan PkM sesuai dengan peta
jalan PkM.
• UPPS melakukan evaluasi kesesuaian PkM dosen dan mahasiswa
terhadap peta jalan
• UPPS menggunakan hasil evaluasi untuk perbaikan relevansi PkM
dan pengembangan keilmuan program studi yang diakreditasi.
4. Indikator Kinerja Utama
b) Data PkM dosen yang melibatkan mahasiswa disajikan dengan
teknik representasi yang relevan (misalnya: kurva tren, rasio, dan
proporsi) dan komprehensif, serta disimpulkan kecenderungannya
(Tabel 7 LKPS) Data dan analisis disampaikan oleh pengusul dari
program studi pada program Diploma Tiga/Sarjana/Sarjana Terapan
5. Indikator Kinerja Tambahan
 adalah indikator kinerja PkM yang ditetapkan perguruan tinggi
untuk melampaui SN-DIKTI.
 Data indikator kinerja tambahan yang sahih harus diukur,
dimonitor, dikaji, dan dianalisis untuk perbaikan
berkelanjutan.
6. Evaluasi Capaian Kinerja
 deskripsi dan analisis keberhasilan dan/atau
ketidakberhasilan atas ketercapaian indikator kinerja yang
berlaku di UPPS berdasarkan standar pendidikan tinggi yang
ditetapkan perguruan tinggi.
 Capaian kinerja harus diukur dengan metoda yang tepat,
dan hasilnya dianalisis serta dievaluasi.
 Analisis harus mencakup identifikasi akar masalah, faktor
pendukung keberhasilan dan faktor penghambat
ketercapaiannya, serta deskripsi singkat tindak lanjut yang
akan dilakukan.
7. Penjaminan Mutu Keuangan, Sarana & Prasarana
 deskripsi dan bukti sahih tentang implementasi sistem
penjaminan mutu terkait PkM (siklus PPEPP; pelaksanaan,
evaluasi, pengendalian, dan perbaikan berkelanjutan)
 Mirip dengan penelitian, penjaminan mutu PkM biasanya dilakukan
pada tingkat pusat oleh lembaga semacam LPPM.
Kesinambungan siklus PPEPP perlu dijaga dengan baik.
8. Kepuasan Pengguna
Deskripsi pengukuran kepuasan pelaksana PkM dan mitra kegiatan
PkM terhadap layanan dan pelaksanaan proses PkM yang memenuhi
aspek-aspek berikut:
• Kejelasan instrumen yang digunakan, pelaksanaan, perekaman dan
analisis datanya.
• Ketersediaan bukti yang sahih tentang hasil pengukuran kepuasan
pelaksana dan mitra kegiatan PkM yang dilaksanakan secara
konsisten, dan ditindaklanjuti secara berkala dan tersistem.
9. Simpulan Hasil Evaluasi dan Tindak Lanjut
 Bagian ini berisi ringkasan dari pemosisian, masalah dan akar
masalah, serta rencana perbaikan dan pengembangan UPPS PkM
pada program studi yang diakreditasi.
 Analisis pemenuhan capaian pembelajaran lulusan (CPL) yang diukur dengan
metoda yang sahih dan relevan.
1. Indikator Kinerja Utama:
a. Luaran Dharma Pendidikan
b. Luaran Dharma Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
2. Indikator Kinerja Tambahan
3. Evaluasi Capaian Kinerja

4. Penjaminan Mutu Luaran dan Capaian Tridharma


5. Kepuasan Pengguna
6. Simpulan Hasil Evaluasi dan Tindak Lanjut
9.1.a) Luaran Dharma Pendidikan
Kinerja dharma pendidikan, data yang diukur adalah:
 Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) yang diukur melalui
IPK rata – rata lulusan (Tabel 8.a LKPS)
 Capaian Prestasi Mahasiswa, akademik dan non akademik
(Tabel 8.b.1 & 8.b.2 LKPS)
 Efektivitas & Produktivitas Pendidikan, diukur melalui rata –
rata masa studi (Tabel 8.c LKPS), persentase Kelulusan Tepat
Waktu (Tabel 8.c LKPS) dan Persentase keberhasilan studi
(Tabel 8.c LKPS).
9.1.a) Luaran Dharma Pendidikan
 Daya Saing Lulusan;
 Tracer study lulusan ; aspek organisasi, metodologi, instrumen,
penilaian, evaluasi, dan pemanfaatan hasil studi
 Waktu tunggu lulusan (Tabel 8.d.1 LKPS)

 Presentasi kesesuaian bidang kerja lulusan (Tabel 8.d.2 LKPS)

 Kinerja Lulusan

 Tracer study terhadap pengguna lulusan mencakup aspek


organisasi, metodologi, instrumen, penilaian, evaluasi, dan
pemanfaatan hasil studi.
 Tempat kerja lulusan (Tabel 8.e.1 LKPS)

 Tingkat kepuasan pengguna lulusan pada aspek etika, keahlian


bidang ilmu, kemampuan Bahasa asing, penggunaan teknologi
informasi , kemampuan berkomunikasi, kerjasama tim dan
pengembangan diri (Tabel 8.e.2 LKPS)
9.1.b) Luaran Dharma Penelitian dan Pengabdian
kepada Masyarakat
Luaran dharma penelitian dan PkM mahasiswa secara mandiri
maupun Bersama dengan DTPS yang dapat berupa :
 Publikasi Ilmiah Mahasiswa secara Mandiri atau bersama
dosen DTPS (Tabel 8.f.1 LKPS)  S1/S2/S3
 Pagelaran/pameran/presentasi/publikasi ilmiah mahasiswa
secara mandiri atau Bersama DTPS (Tabel 8.f.1 LKPS)  Sarjana
Terapan/Magister terapan/Doktor Terapan
 Karya ilmiah mahasiswa, yang dihasilkan secara mandiri atau
bersama DTPS, yang disitasi (Tabel 8.f.2 LKPS) 
Magister/Magister Terapan/ Doktor/ Doktor Terapan
 Produk/jasa mahasiswa, yang dihasilkan secara mandiri atau
bersama DTPS, yang diadopsi masyarakat/industri (Tabel 8.f.3
LKPS)
 Luaran penelitian/PkM lainnya; HKI, buku ber- ISBN, Produk, dll
(Tabel 8.f.4 LKPS)  Sarjana/Sarjana Terapan/Magister/Magister
Terapan/Doktor/Doktor Terapan
2. Indikator Kinerja Tambahan
 Indikator kinerja luaran dan capaian yang berlaku di UPPS untuk
melampaui SN-DIKTI.
 Data indikator kinerja tambahan yang sahih harus diukur,
dimonitor, dikaji, dan dianalisis untuk perbaikan berkelanjutan.
3. Evaluasi Capaian Kinerja
 deskripsi & analisis keberhasilan dan/atau ketidakberhasilan atas
ketercapaian indikator kinerja utama dan tambahan.
 diukur dengan metoda yang tepat, dan hasilnya dianalisis serta
dievaluasi.
 Analisis mencakup identifikasi akar masalah, faktor pendukung
keberhasilan dan faktor penghambat ketercapaiannya & tindak
lanjut.
 Terkait Luaran dan Capaian Tridarma, bagian yang paling penting
adalah evaluasi ketercapaiannya. Penjelasan tentang faktor-
faktor pendukung ketercapaian atau penghambat
ketidaktercapaian akan memberikan insight dan dasar bagi
rencana-rencana perbaikan pada masa mendatang.
 Indikator-indikator yang disebutkan pada kriteria ini adalah
“muara” dari berbagai proses yang berjalan di UPPS dan prodi.
Keberhasilan atau ketidakberhasilan biasanya tidak disebabkan
oleh satu faktor penyebab saja.
 Kemampuan mengidentifikasi secara menyeluruh dan
komprehensif, termasuk keterkaitan antar faktor penyebab,
menjadi penting untuk bisa menghasilkan analisis yang kuat.
Untuk itu biasanya diperlukan crossreference yang ekstensif.
4. Penjaminan Mutu Luaran dan Capaian Tridharma
 deskripsi & bukti sahih implementasi SPM di terkait luaran dan
capaian tridharma, yang mengikuti siklus penetapan, pelaksanaan,
evaluasi, pengendalian, dan perbaikan berkelanjutan (PPEPP).
5. Kepuasan Pengguna
 Deskripsi pengukuran kepuasan pengguna lulusan dan mitra
kerja terhadap kinerja lulusan yang memenuhi aspek-aspek
berikut:
a) Kejelasan instrumen yang digunakan, pelaksanaan,
perekaman dan analisis datanya.
b) Ketersediaan bukti yang sahih tentang hasil pengukuran
kepuasan pengguna lulusan yang dilaksanakan secara
konsisten, dan ditindaklanjuti secara berkala dan tersistem.
6. Simpulan Hasil Evaluasi dan Tindak Lanjut
Ringkasan masalah dan akar masalah,serta rencana perbaikan dan
pengembangan UPPS terkait luaran dan capaian tridharma pada
program studi yang diakreditasi.
 D. ANALISIS DAN PENETAPAN PROGRAM PENGEMBANGAN
UNIT PENGELOLA PROGRAM STUDI TERKAIT PROGRAM
STUDI YANG DIAKREDITASI
 Keserbacakupan (kelengkapan, keluasan, dan kedalaman),
ketepatan, ketajaman, dan kesesuaian analisis capaian kinerja
serta konsistensi dengan setiap kriteria. A. Kondisi Eksternal
B. Profil Unit Pengelola
D.1 Analisis Capaian Kinerja Program Studi
C. Kriteria
D.2 Analisis SWOT atau Analisis Lain yang Relevan
D. Analisis dan Penetapan
D.3 Strategi Pengembangan Program Pengembangan
D.4 Program Keberlanjutan UPPS dan Prodi yang
Diakreditasi
• Capaian kinerja dijelaskan dengan memperhatikan kelengkapan,
keluasan, kedalaman, ketepatan, dan ketajaman analisis untuk
mengidentifikasi akar masalah yang didukung oleh data/informasi yang
andal dan memadai serta konsisten dengan hasil analisis yang
disampaikan pada setiap kriteria.
• Bagian ini semacam merupakan “rangkuman” dari evaluasi kinerja yang
dijelaskan pada masing-masing kriteria. Analisis yang disampaikan pada
bagian ini lebih holistik, melihat secara lebih makro, mengidentifikasi isu-
isu besar yang dihadapi UPPS dan prodi terkait dengan capaian
kinerjanya. Karena sifatnya yang makro, maka relasi-relasi antar
komponen dan cross-rerefences harus terlihat.
• identifikasi kekuatan atau faktor pendorong, kelemahan atau faktor
penghambat, peluang dan ancaman yang dihadapi dalam keterkaitannya
dengan hasil analisis capaian kinerja.
• Mohon tidak berisi rekap tabel.
• Sifatnya analisis  kaitkan antar komponen  narasi antar komponen.
• Contoh:
Visi dan Misi PT ABC dirumuskan untuk memiliki keunggulan di bidang teknologi informasi
(KRITERIA 1). Dukungan pencapaian VM ditunjukkan dengan kualitas dosen yang sesuai
bidang ilmu (KRITERIA 4) dan kurikulum yang sesuai dengan KKNI (KRITERIA 5). Namun
demikian, permasalahan yang masih dihadapi adalah dari sisi jumlah dan kualitas
penelitian dan pengabdian masyakarat dosen (KRITERIA 7,8). Permasalahan lain adalah
dalam aspek luaran publikasi yang belum optimal (KRITERIA 9).
• penetapan strategi dan program pengembangan berdasarkan prioritas sesuai dengan
kapasitas, kebutuhan, dan VMT UPPS secara keseluruhan, terutama pengembangan
program studi yang diakreditasi.
• Setelah mengidentifikasi isu-isu besar terkait dengan capaian kinerja beserta faktor-faktor
pendukung dan/atau penghambatnya, langkah berikutnya adalah menyusun strategi
pengembangan. Strategi-strategi makro yang dirumuskan harus memiliki keterkaitan
yang jelas dengan analisis yang disusun sebelumnya. Perumusan strategi juga perlu
mempertimbangkan kapasitas, kemampuan, minat, dan budaya di UPPS dan prodi.
• Pembaca harus bisa menyimpulkan atas dasar apa sebuah strategi dibuat. Rasionalitas
ini penting sekali untuk menilai apakah sebuah strategi layak untuk dijalankan atau tidak.
• Kaitkan dengan RENSTRA (pastikan semua kriteria masuk).
• Jangan tabel RENSTRA dipindah ke bagian ini.
• Uraikan contoh tiap kriteria  Strategi (ACTION)  terukur indikatornya.
• Contoh:
 “Permasalahan (dari SWOT) diatasi dengan merumuskan strategi di bidang sumber daya
manusia yaitu:……..”
 “Permasalahan (dari SWOT) diatasi dengan merumuskan strategi di bidang penelitian dan
pengabdian masyarakat yaitu…”
• mekanisme penjaminan keberlangsungan program pengembangan dan
good practices yang dihasilkan, serta jaminan ketersediaan sumberdaya
untuk mendukung pelaksanaan program termasuk rencana penjaminan
mutu yang berkelanjutan.
• Sebagaimana berbagai institusi modern lainnya, perguruan tinggi adalah
sebuah institusi yang senantiasa tumbuh dan berkembang. Ia harus
menjadi “learning institution” yang dapat berkembang dengan
kemampuannya sendiri. Bagian ini menjelaskan bagaimana UPPS dan prodi
“belajar tumbuh”, berbekal pengetahuan tentang dirinya sendiri, pengalaman
yang pernah dijalani, kemampuan yang dimiliki, serta arah tujuan yang
diinginkannya. Proses “belajar tumbuh” ini yang dapat mengantarkan
perguruan tinggi melangkah ke tingkat yang lebih baik, tahap demi tahap.
DESKRIPSI KESIMPULAN AKHIR LAPORAN EVALUASI DIRI

Perubahan paradigma pada instrumen akreditasi versi baru membawa


implikasi yang cukup besar bagi perguruan tinggi. Beberapa implikasi
penting antara lain:

• Peran UPPS dan prodi, termasuk relasi antara keduanya,


didefinisikan dengan jelas dan tegas dalam instrumen akreditasi
baru. UPPS adalah pemilik dan pengelola sumber daya, sementara
prodi adalah penyelenggara program. Beberapa perguruan tinggi
masih mencampuradukkan antara sumber daya dan program,
sehingga penerapan instrumen akreditasi baru membawa implikasi
perlunya dilakukan penataan organisasi di perguruan tinggi.
• Penetapan unit yang menjadi UPPS menjadi sangat krusial,
terutama pada perguruan tinggi dengan struktur yang
besar/gemuk. Menetapkan UPPS yang “dekat” dengan prodi
(misal: jurusan atau departemen) membuat kohesi LED menjadi
tinggi, tapi sebaliknya keluasannya tidak bisa maksimal. Sebaliknya
menetapkan UPPS yang “jauh” dari prodi (misal: fakultas) dapat
memberikan landscape yang lebih luas bagi LED, tetapi
spesifisitasnya agak terabaikan; tidak mudah untuk menyusun LED
yang luas sekaligus spesifik merepresentasikan prodi yang
diakreditasi. Dari sisi praktis, UPPS yang memiliki banyak prodi
akan sangat direpotkan karena harus menyusun banyak LED.
DESKRIPSI KESIMPULAN AKHIR LAPORAN
EVALUASI DIRI

• Struktur hirarki dari institusi perguruan tinggi → UPPS → prodi


terlihat jelas dalam instrumen akreditasi baru. Meskipun LED
disusun oleh UPPS untuk kepentingan prodi, banyak hal yang
memerlukan keterlibatan institusi perguruan tinggi, terutama yang
terkait dengan kebijakan dan pengaturan-pengaturan lain
yang bersifat terpusat. Implikasi yang muncul adalah bahwa
perguruan tinggi tidak bisa lepas tangan dalam hal
penyusunan LED yang dilakukan UPPS.
• Pola asesmen dan evaluasi yang digunakan dalam instrumen
baru ini sebenarnya sederhana. Untuk tiap aspek yang diases
dan dievaluasi, BAN-PT ingin melihat bagaimana UPPS dan
prodi memandang, mendefinisikan, menjalankan, mengukur,
dan mengevaluasinya, dan ini dijalankan dalam kerangka
peningkatan kualitas secara berkelanjutan. Semua harus dapat
dibuktikan secara eksplisit.
You 