Anda di halaman 1dari 4

Mata kuliah : komunikasi keperawatan

KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN TINDAKAN INJEKSI


INTRAMUSKULAR

DI
S
U
S
U
N
OLEH :
NANDA REZQIAH (PO7247319032)

POLTEKKES KEMENKES PALU


PRODI DIII KEPERAWATAN TOLITOLI
TAHUN AJARAN 2020
1) Fase pra interaksi
Deskripsi pasien
Nama pasien : Arya
Jenis kelamin : Pria
Umur : 21 tahun
Pekerjaan : Mahasiswa
Agama : Islam
Pendidikan terakhir : SMA
Alamat : Jln. Supratman No. 10
Penyakit : Cidera tulang dada
Keluhan : Nyeri dibagian dada
Tanggal masuk rumah sakit : 23 Januari 2018
Saya perawat Nanda Rezqiah akan memberikan pasien obat dengan cara injeksi
intramuskuler karena pasien susah menelan, pasien berumur 21thn dengan Nama Arya, saya
siap dan bisa melakukan tindakan ini.
a) Lihat catatan keperawatan / medis klien

b) Siapkan peralatan :
1. Buku catatan pemberian obat atau kartu obat
2. Kapas alcohol
3. Sarung tangan
4. Obat yang sesuai
5. Spuit 2 ml – 5 ml
6. Bak spuit
7. Baki obat
8. Plester
9. Perlak pengalas
10.Pembendung vena (torniquet)
11.Kassa steril (bila perlu)
12.Bengkok
2) Fase orientasi
Perawat : selamat siang kak Arya, bagaimana kabar kakak siang ini?
Pasien : siang suster, kabar saya kurang baik karena dada saya terasa nyeri
Perawat : ohh, begitu ya kak. Kalau begitu saya akan berikan obat ya
Pasien : tapi saya susah menelan suster
Perawat : iya kak tidak apa, nanti saya akan memberikan obat lewat intramuskular
Pasien : hah ? apa itu suster?
Perawat : memberikan obat lewat intramuskular itu maksudnya saya akan suntik kakak pada
bagian lengan atas atau ke dalam ototo kakak, karena kakak tidak bisa menelan
Pasien : ohh begitu sus
Perawat : iya kak, kalo begitu saya periksa dulu ya bagian yang akan di suntik
Pasien : iya sus
.....
Perawat : nah kak saya akan mulai suntik ya, ntar kakak tinggal melakukan apa yang saya
instruksi kan yaa?
Pasien : iya sus
3) Fase kerja
Cuci tangan
Siapkan obat dengan prinsip 6 benar
Atur klien pada posisi yang nyaman
Perawat : kak badannya agak di geserkan ke kiri sedikit ya
Pasien : ok sus
Perawat : sebentar ya kak saya pasang perlaknya dulu
Pasien : loh? Buat apa sus? Padahal kan tinggal suntik aja
Perawat : iyaa kak, tapi baiknya menggunakan perlak agar cairan darah autupun obatnya tidak
berhamburan
Pasien : ohhh begitu sus
Perawat : kak maaf, ini lengan bajunya saya gulung ya, biar tidak menghalangi saat saya akan
menyuntikkan (bebaskan lengan klien dari baju atau kemeja)
Pasien : (mengangguk)
Perawat : (Letakkan pembendung
Pilih area penusukan yang bebas dari tanda kekakuan, peradangan, atau rasa gatal. Menghindari
gangguan absorbsi obat atau cidera dan nyeri yang berlebihan.
Pakai sarung tangan). (Bersihkan area penusukan dengan menggunakan kapas alkohol, dengan
gerakan sirkuler dari arah dalam keluar dengan diameter sekitar 5 cm. Tunggu sampai kering.
Metode ini dilakukan untuk membuang sekresi dari kulit yang mengandung mikroorganisme)
Pasien : eh sus itu apa? Buat apa di lakukan seperti itu?
Perawat : agar saat saya suntik kakak tuh kotoran yang ada di lengan kakak tidak ikut masuk
Pasien : memangnya kalo masuk kenapa sus
Perawat : bisa infeksi loh kak
Pasien : wahh bahaya juga
Perawat : (tersenyum). (Pegang kapas alkohol, dengan jari-jari tengah pada tangan non
dominan. Buka tutup jarum. Tusuk perlahan dan pasti. Pegang jarum pada sudut 45 derajat.)
Perawat : kakak saya akan suntikkan obatnya ya, saya harap kakak tidak banyak gerak agar nanti
tidak terjadi cedera
Pasien : iya suster
Perawat : (Rendahkan posisi jarum sejajar kulit dan teruskan jarum ke dalam otot.
Lakukan aspirasi dengan tangan non dominan menahan barel dari spuit dan tangan dominan
menarik plunger. Observasi adanya darah pada spuit. Mengeluarkan jarum dengan sudut yang
sama seperti saat dimasukkan, sambil melakukan penekanan dengan menggunakan kapas
alkohol pada area penusukan. Tutup area penusukan dengan menggunakan kassa steril yang
diberi betadin. Buang peralatan yang sudah tidak diperlukan ke dalam bengkok)
.....
Pasien : sus saya mau tanya
Perawat : kakak mau tanya apa?
Pasien : tadi saat saya di suntik kenapa suster melakukan aspirasi?
Perawat : ohh itu dilakukan agar saya tahu bahwa tempat penyuntikkan sudah benar atau salah,
karena tadi tidak ada darah yang keluar berarti tempat penyuntikkan sudah benar.
Pasien: ohhh ternyata menyuntik orang itu tidak sembarang menusuk pada bagian tubuh ya sus
Perawat : iyaa kak, karena kalau sembarangan tusuk nanti bisa-bisa terjadi hal yang tidak di
inginkan
4) Fase terminasi
Perawat : nah bagaimana perasaan kakak saat saya berikan obat?
Pasien : alhamdulillah sus nyerinya agak reda, tapi sekarang saya mengantuk
Perawat : ohhh baguslah kak, itu adalah efek dari obat
Perawat : tadi kakak tidak banyak gerak dan melakukan yang saya instruksi kan sehingga saya
dapat melakukan tindakan injeksi dengan baik, terima kasih ya kak
Pasien : iya sus, sama-sama
Perawat : kak, sebentar jam 3 saya akan kembali untuk memeriksa ttv kakak ya?
Pasien : apa itu ttv sus?
Perawat : ttv itu pemeriksaan fisik, seperti suhu tubuh, tekanan darah, detak jantung, dan
pernafasan
Pasien : ohhh seperti itu sus
Perawat : (tersenyum)
Perawat : kalau begitu saya permisi ya kak, selamat siang dan selamat beristirahat
Perawat mencuci tangan
Dokumentasi

Anda mungkin juga menyukai