Anda di halaman 1dari 7

TUGAS MATA KULIAH

DIETETIKA PENYAKIT TIDAK MENULAR

ESTER

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK KESEHATAN MEDAN JURUSAN GIZI

PROGRAM STUDI DIPLOMA III RPL

2019/2020
Soal Cerita Kasus

• Seorang ibu Ny. Ay berusia 61 tahun memiliki berat badan 52 kg dan tinggi badan 165 cm.
masuk rumah sakit dan dirawat inap selama 2 minggu karena menderita sesak nafas. Selama 10
tahun terakhir ibu ini telah menderita hipertensi tetapi tidak berobat secara teratur. Ibunya
meninggal 5 tahun yang lalu karena serangan stroke pada usia 60 tahun. Ny. Ay tidak pernah
berolah raga karena merasa berat. Berdasarkan pemeriksaan diatas, dokter mendiagnosa pasien
ini infark miocard dan Setelah mendapat perawatan dokter tekanan darah ibu sudah mengalami
penurunan. Saat masuk rumah sakit tekanan darahnya 200/100 mmHg, kemudian mengalami
penurunan menjadi 160/90 mmHg setelah mendapat perawatan intensif. Saat ini nafsu makan
pasien masih kurang. Secara fisik dan klinis kondisi pasien masih lemah walaupun pasien
sudah dapat makan sendiri tanpa bantuan penunggu pasien. Sesak nafas sudah berkurang.
jarang makan sayur dan buah. Buatkan rancangan diet untuk kasus diatas.

• Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan semua dalam batas normal yaitu pemeriksaan
HB, Lekosit, Ureum, hematokrit, natrium, kalium, kalsium dan klorida.

• Data pemeriksaan rontgen menunjukkan aorta menonjol, bendungan positif. Pemeriksaan lain
yang mendukung diagnose memperlihatkan denyut jantung 140 x/menit. Simpulan hasil
pemeriksaan EKG : adanya infark pada dinding posterior dari myocardium.

• Berdasarkan pemeriksaan diatas, dokter mendiagnosa pasien ini infark miocard dan hipertensi
berat. Tindakan yang dilakukan adalah pasien harus istirahat ditempat tidur dan mobilisasi
secara bertahap.

• Setiap hari Ny. Ay makan 3 kali dengan selingan 2 kali. Hasil anamnesa diet menunjukkan
rata-rata asupan energi Ny. Ay 2700 kkal per hari. Prosentase karbohidrat 50%, protein 15%
dan lemak 35%. Ny. Ay sangat menyukai makanan dan jajanan gorengan, mie instan (3-4
kali/minggu), telur (1-2 butir/hari), daging/ayam (4-5 kali/minggu) ikan segar (3-4
kali/minggu), ikan asin (1-2 kali/minggu), tahu/tempe goreng (setiap hari).
PENYELESAIAN

FORMULIR ASUHAN GIZI

ASUHAN GIZI Nama : Ny. Ay No RM :


Umur : 61 Tahun Bangsal/kamar :
JK : Perempuan Tanggal Masuk :
Diagnosis Medis : Diet Rendah Garam III
PENGKAJIAN/ASSESSMENT GIZI
A. Antropometri
BB : 52 kg TB : 165 cm IMT : 19,1 kg/m² LLA : LK: BBI : 58,5 kg

Kesimpulan : Dari data antropometri pasien, dilihat dari IMT status gizi pasien memiliki
berat badan ideal atau normal
B. Biokimia
 HB, Lekosit, Ureum, Hematokrit, Natrium, Kalium, Kalsium dan Klorida
menunjukkan semua dalam batas normal.

Kesimpulan : Dari data hasil lab dapat diketahui bahwa pasien memiliki hasil lab yang
baik dikarenakan hasilnya menunjukkan dalam batas normal.
C. Klinis/Fisik
Saat ini nafsu makan pasien kurang. Secara fisik dan klinis kondisi pasien masih lemah
walaupun pasien sudah dapat makan sendiri tanpa penunggu pasien. Sesak nafas sudah
berkurang.
 Denyut Jantung : 140 x / menit
 Tekanan Darah
- Sebelum Masuk Rumah Sakit : 200 / 100 mmHg
- Sesudah Masuk Rumah Sakit : 160 / 90 mmHg

Kesimpulan : dari hasil pemeriksaan EKG yaitu adanya infark pada dinding posterior
dari myocardium. Dokter mendiagnosa pasien ini infark miocard dan hipertensi berat.
Tindakan yang dilakukan adalah pasien harus istirahat ditempat tidur dan mobilisasi
secara bertahap.

D. Dietary History
1. Alergi Makanan : Tidak ada
2. Pantangan Makanan : Tidak ada
3. Diet yang dijalani : Tidak ada
4. Asupan Makanan Energi : 2700 kkal Protein :- gr Lemak : - gr KH :- gr

Kesimpulan : dari data dietary fiber yang diperoleh, pasien tidak mengalami alergi pada
makanan, dan tidak ada diet yang sedang dijalani tetapi memiliki asupan makanan yang
berlebih setiap harinya dikarenakan anjuran pada tabel AKG asupan energi yang ideal
adalah 1900 Kkal.

E. Riwayat Penyakit Pasien


Pasien mempunyai riwayat menderita hipertensi sejak 10 tahun yang lalu dan tidak
berobat secara teratur. Pasien juga memiliki riwayat keluarga yang memiliki penyakit
stroke.
DIAGNOSIS GIZI
NI 8 : kekurangan asupan serat berkaitan dengan seringnya mengkonsumsi makanan gorengan
dan kurang menyukai sayur dan buah ditandai oleh asupan serat harian 14 gram dan frekuensi
buang air besar (BAB) hanya 3 kali seminggu
NB 1.5 : Gangguan pola makan berkaitan dengan pengetahuan yang kurang ditandai oleh
seringnya mengkonsumsi makanan kaleng dan minuman bersoda
INTERVENSI GIZI
1. Tujuan Diet
 Membantu menurunkan tekanan darah
 Membantu menghilangkan penimbunan cairan dalam tubuh atau edema atau
bengkak
 Penurunan kebutuhan natrium berkaitan dengan hipertensi ditandai dengan
riwayat hipertensi selama 10 tahun, tekanan darah tinggi (160/90 mmHg), natrium
tinggi.
 Memberikan makanan sesuai dengan kebutuhan agar asupan makanan dapat
ditingkatkan mencapai > 80% dari kebutuhan
 Memberikan bentuk makanan yang sesuai dengan kondisi pasien agar makanan dapat
dikonsumsi habis

2. Bentuk Makanan : Makanan Lunak


3. Cara Pemberian (Route) : Rute Per Oral
4. Syarat Diet :
 Makanan mudah cerna, porsi kecil dan diberikan sering.
 Energi, protein, lemak dan karbohidrat diberikan cukup sesuai dengan kebutuhan
pasien.
 Cairan diberikan cukup.
 Tidak mengandung bumbu-bumbu masakan yang tajam dan merangsang karena
makanan diberikan dalam bentuk lunak/nasi tim.
 Tidak menggunakan penyedap rasa ataupun bahan tambahan makanan yang
mengandung ikatan natrium seperti kecap, terasi, maggi dsb karena diet yang
diberikan adalah diet garam rendah.
 Makanan diberikan per oral.
 Pemilihan bahan makanan disesuaikan dengan pengaturan pada diet garam rendah.
 Makanan yang tidak dianjurkan adalah makanan yang diawetkan dengan
menggunakan garam dapur atau bahan natrium.

5. Terapi Diet : Diet Rendah Garam III


6. Kebutuhan Gizi :
BBI = (TB – 100) – 10% (TB – 100)
= (165 – 100) – 10% (165 – 100)
= 65 -6,5
= 58,5 kg

IMT = BB
(TB m)2
= 52
(1,65) 2
= 19,11

Angka Metabolisme Bassal = 655 + (9,6 x BBA) + (1,8 x TB) – (4,7 x U)


= 655 + (9,6 x 58,5) + (1,8 x 165) – (4,7 x 52)
= 655 + 561,6 + 297 – 244,4
= 1269,2 Kkal.
Jadi diperoleh Kebutuhan Energi Total = AMB x Faktor Aktivitas x Faktor Stress
= 1269,2 x 1,2 x 1,3
= 1979,95 Kkal

Lemak = 35% x 1979,95 kkal


9
= 76,99 g

Protein = 15% x 1979,95 kkal


4
= 74,24 g

KH = 50% x 1979,95 kkal


4
= 247,49 g

Cairan diberikan cukup demikian juga dengan zat gizi mikro lainnya kecuali Natrium diberikan
terbatas karena kasus diberikan diet garam rendah III setara dengan konsumsi natrium 1000 –
1200 mg. Dalam pengolahan makanan boleh menggunakan 1 sendok teh/ 4 gram garam dapur.
IMPLEMENTASI/PEMESANAN DIET

Diet : Diet Rendah Garam III Bentuk : Makanan Lunak Ekstra :

RENCANA MONITORING EVALUASI


Parameter Pengkuruan/Pengamatan Waktu Target Terukur
Antropometri BB Seminggu Sekali Normal
Bikomia HB, Lekosit, Ureum,
Hematokrit, Natrium,
Sewaktu ( Sesuai
Kalium, Kalsium dan Normal
Anjuran Dokter )
Klorida

Fisik/Klinik TD, Denyut Jantung Sewaktu ( Sesuai Normal


Anjuran Dokter )
Dietary Asupan Makan Setiap hari Asupan Terpenuhi

RENCANA KONSULTASI
1. Tujuan Diet :
 Membantu menurunkan tekanan darah
 Membantu menghilangkan penimbunan cairan dalam tubuh atau edema atau
bengkak
 Penurunan kebutuhan natrium berkaitan dengan hipertensi ditandai dengan
riwayat hipertensi selama 10 tahun, tekanan darah tinggi (160/90 mmHg), natrium
tinggi.
 Memberikan makanan sesuai dengan kebutuhan agar asupan makanan dapat
ditingkatkan mencapai > 80% dari kebutuhan
 Memberikan bentuk makanan yang sesuai dengan kondisi pasien agar makanan dapat
dikonsumsi habis

2. Syarat Diet :
 Makanan mudah cerna, porsi kecil dan diberikan sering.
 Energi, protein, lemak dan karbohidrat diberikan cukup sesuai dengan kebutuhan
pasien.
 Cairan diberikan cukup.
 Tidak mengandung bumbu-bumbu masakan yang tajam dan merangsang karena
makanan diberikan dalam bentuk lunak/nasi tim.
 Tidak menggunakan penyedap rasa ataupun bahan tambahan makanan yang
mengandung ikatan natrium seperti kecap, terasi, maggi dsb karena diet yang
diberikan adalah diet garam rendah.
 Makanan diberikan per oral.
 Pemilihan bahan makanan disesuaikan dengan pengaturan pada diet garam rendah.
 Makanan yang tidak dianjurkan adalah makanan yang diawetkan dengan
menggunakan garam dapur atau bahan natrium.

Anda mungkin juga menyukai