Anda di halaman 1dari 1

Peramalan (forecasting)

Peramalan (forecasting) adalah suatu kegiatan pada bagian prosedur untuk mementukan
atau membuat informasi aktual tentang situasi sosial di masa yang akan datang atas dasar
informasi yang dimilki saat ini. Tujuan dari Peramalan (Forecasting) adalah memberikan
informasi kebijakan dimasa depan dan konsekuensinya, dan melakukan pengawasan dan
intervensi kebijakan guna mempengaruhi perubahan sehingga akan mengurangi resiko yang
lebih besar.
Ada 3 bentuk dalam peramalan :
1. Proyeksi adalah ramalan di dasarkan pada ekstrapolasi atas kecenderungan masa lalu
maupun masa kini ke mas depan. Yang di dalamnya ada model matematika, metode
geometrik.
2. Prediksi adalah ramalan yang di dasarkan pada asumsi teoritik.
3. Perkiraan adalah ramalan yang di dasarkan pada penilaian para pakar tentangsituasi
masyarakat yang akan datang.
Jenis-jenis masa depan dalam peramalan :
1. Masa depan potensial adalah situasi sosial masa depan yang mungkin terjadi, yang
berbeda dengan situasi sosial yang memenag terjadi, umpamanya masalah sosail seperti
bencana alam, seperti hujan, tanah longsor.
2. Masa depan masuk akal adalah situasi masalah depan yang atas dasar asumsi akan terjadi
jika pembuat kebijakan tidak mengintervensinya. Contohnya bncana alam.
3. Masa depan normatif adalah masa depan yang harusnya terjadi.contoh nya yaitu seperti
pemukan satu kilo maka hasil yang di dapat akan bertamnah banyak.
Obyek peramalan ada 4 :
1. Konsekuensi dari kebijakan yang ada adalah ramalan yang digunakan untuk
mengestimasi perubahan yang ungkin terjadi jika pemerintah tidak menempuh kebijakan
baru.
2. Konsekuensi kebijakan baru adalah ramalan yang digunakan untuk mengestimasi
perubahan yang diduga akan terjadi jika kebijakan baru di terapkan.
3. Isi kebijakan baru adalah ramalan yang digunakan untuk mengestimasi perubahan dalam
isi kebijakan baru.
4. Prilaku stakeholder adalah ramalan yang dugunakan untuk mengestimasi dukungan atau
oposisi yang mungkin muncul atas kebijakan baru.