Anda di halaman 1dari 16

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)
Sekolah : SMP N 7 Purworejo
Mata Pelajaran : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester : VII/1
Materi Pokok : Teks Cerita Fantasi
Alokasi Waktu : 12 x 40 menit (6 x Tatap Muka )

A. KOMPETENSI INTI
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, santun, percaya diri, peduli,
dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan
perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan
lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan regional.
3. Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan
metakognitif pada tingkat teknis dan spesifik sederhana berdasarkan rasa ingin
tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, dan kenegaraan terkait fenomena dan kejadian
tampak mata.
4. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara kreatif,
produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, dan komunikatif, dalam ranah konkret dan
ranah abstrak sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang
sama dalam sudut pandang teori.

B. KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI


Kompetensi Dasar Indikator
3.3 Mengidentifikasi unsur- 3.3.1 Menemukan ciri-ciri teks cerita
unsur teks cerita fantasi fantasi
yang dibaca 3.3.2 Menentukan jenis teks cerita fantasi

3.3.3 Menjelaskan unsur-unsur


pembangun teks cerita fantasi
3.3.4 Menjelaskan penokohan, latar, alur,
dan tema dalam cerita fantasi yang
dibaca serta menunjukkan buktinya

4.3 4.3 Menceritakan kembali 4.3.1 Menjawab pertanyaan tentang isi


isi teks fantasi yang cerita fantasi yang dibaca.
dibaca secara lisan 4.3.2 Menyimpulkan tokoh dan latar pada
cerita fantasi yang dibaca.
4.3.3 Menyimpulkan urutan cerita(alur)
cerita fantasi yang dibaca.
4.3.4. Menceritakan kembali secara
tertulis cerita fantasi yang dibaca.
4.3.5 Menentukan teknik bercerita di
depan umum.
4.3.6 Menceritakan kembali secara lisan
cerita fantasi yang dibaca.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Pertemuan Pertama
Setelah mengikuti pembelajaran tentang cerita fantasi, siswa diharapkan dapat:
1. Menemukan ciri-ciri teks cerita fantasi
2. Menentukan jenis cerita fantasi

Pertemuan Kedua
Setelah mengikuti pembelajaran tentang cerita fantasi, siswa diharapkan dapat:
1. Menjelaskan unsur-unsur pembangun teks cerita fantasi
2. Menjelaskan penokohan, latar, alur, dan tema dalam cerita fantasi yang dibaca
serta menunjukkan buktinya

Pertemuan Ketiga
Setelah mengikuti pembelajaran tentang cerita fantasi, siswa diharapkan dapat:
1. Menjawab pertanyaan tentang isi cerita fantasi yang dibaca.
2. Menyimpulkan tokoh dan latar pada cerita fantasi yang dibaca.

Pertemuan Keempat
Setelah mengikuti pembelajaran tentang cerita fantasi, siswa diharapkan dapat:
1. Menyimpulkan urutan cerita(alur) cerita fantasi yang dibaca.
2. Menceritakan kembali secara tertulis cerita fantasi yang dibaca.

Pertemuan Kelima
Setelah mengikuti pembelajaran tentang cerita fantasi, siswa diharapkan dapat:
1. Menentukan teknik bercerita di depan umum.
2. Menceritakan kembali secara lisan cerita fantasi yang dibaca.

D. MATERI PEMBELAJARAN
1. Pengertian dan contoh-contoh teks cerita fantasi unsur-unsur teks cerita
fantasi
2. Struktur teks cerita fantasi
3. Teknik bercerita
4. Penceritaan kembali isi teks cerita fantasi

E. METODE/MODEL PEMBELAJARAN
- Saintifik

F. MEDIA/ALAT, BAHAN DAN SUMBER BELAJAR


1. Media:
- LCD proyektor
2. Bahan :
a. Video Pada Zaman Dahulu: Kisah Bangau
b. Teks Cerita Fantasi “Kekuatan Ekor Biru Nataga”
c.
3. Sumber belajar:
Harsiati,.Titik dkk.2016. Buku Siswa Bahasa Indonesia SMP/MTs
Kelas.Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian,
Balitbang,Kemdikbud, Hlm, 243-253.
Harsiati,.Titik dkk. 2016. Buku Guru Bahasa Indonesia SMP/MTs Kelas 7.
Jakarta: Pusat Kurikulum dan Perbukuan Kementerian, Balitbang,
Kemdikbud. Hlm, 117-121.
Kemdikbud. 2016. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia edisi 4. Badan
Jakarta: Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. .

G. KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan Pertama

Langkah/ Kegiatan Pembelajaran Waktu


Tahap
Pendahuluan - Guru membuka kegiatan pembelajaran dengan 10’
berdoa.
- Guru menanyakan ketidakhadiran siswa.
- Guru menyampaikan KD, indikator, dan tujuan
pembelajaran yang akan dilakukan.
- Guru memotivasi siswa agar semangat dalam
mengikuti pembelajaran.
- Guru dan siswa menyepakati langkah-langkah
kegiatan yang akan dilaksanakan dan penilaian
untuk mencapai kompetensi.
Kegiatan Inti - Guru menayangkan video cerita fantasi “Pada 60’
Zaman Dahulu: Kisah Bangau” dengan cermat.
- Guru dan siswa bertanya jawab tentang
keterkaitan video dengan materi yang akan
diajarkan.
- Siswa membentuk kelompok kecil 3-4 siswa
satu kelompok dengan penuh tanggungjawab.
- Guru membagikan teks cerita fantasi yang
berjudul “Kekuatan Ekor Biru Nataga”
- Siswa membaca teks cerita fanatasi yang
dibagikan guru.(literasi)
- Siswa berdiskusi mengenai ciri-ciri teks cerita
fantasi.
- Siswa berdiskusi mengenai jenis cerita fantasi.
- Siswa mempresentasikan hasil kerja diskusi
kelompok di depan kelas.
- Siswa lain diberi kesempatan untuk
menyampaikan tanggapan.
Penutup - Guru memberi penguatan terkait dengan materi 10’
yang telah dipelajari.
- Siswa dibantu oleh guru menyimpulkan hasil
pembelajaran yang telah berlangsung.
- Siswa menerima tugas dari guru untuk
menemukan ciri-ciri teks cerita fantasi dan
menentukan jenis cerita fantasi
- Siswa merefleksi proses KBM yang
berlangsung.
- Guru beserta siswa mengakhiri kegiatan belajar
mengajar dengan mengucap syukur kehadirat
Tuhan Yang Maha Esa.

Pertemuan Kedua

Langkah/ Kegiatan Pembelajaran Waktu


Tahap
Pendahuluan - Guru membuka kegiatan pembelajaran dengan 10’
berdoa.
- Guru menanyakan ketidakhadiran siswa.
- Guru menyampaikan KD, indikator, dan tujuan
pembelajaran yang akan dilakukan.
- Guru memotivasi siswa agar semangat dalam
mengikuti pembelajaran.
- Guru dan siswa menyepakati langkah-langkah
kegiatan yang akan dilaksanakan dan penilaian
untuk mencapai kompetensi.
Kegiatan Inti - Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok yang 60’
terdiri atas empat orang.
- Siswa membaca teks cerita fantasi secara
berkelompok (literasi)
- Menjelaskan unsur-unsur pembangun teks cerita
fantasi
- Menjelaskan penokohan, latar, alur, dan tema
dalam cerita fantasi yang dibaca serta
menunjukkan buktinya
- Siswa menuliskan informasi dari dua teks surat
dinas.
- Dengan dipandu guru, siswa membuat
pertanyaan secara berkelompok mengenai ciri-
ciri isi surat pribadi dan surat dinas.
- Siswa menukarkan hasil kerja dengan hasil kerja
kelompok lain.
- Setiap kelompok memberikan penilaian atas
hasil kelompok lain.
- Setiap kelompok menyampaikan hasil
penilaiannya, kelompok lain menanggapi.
Penutup - Guru memberi penguatan terkait dengan materi 10’
yang telah dipelajari.
- Siswa dibantu oleh guru menyimpulkan hasil
pembelajaran yang telah berlangsung.
- Siswa mendapat tugas untuk mencari teks narasi
dan menganalisis penokohan, latar, alur, dan
tema dalam cerita fantasi yang dibaca serta
menunjukkan buktinya
- Siswa merefleksi proses KBM yang
berlangsung.
- Guru beserta siswa mengakhiri kegiatan belajar
mengajar dengan mengucap syukur kehadirat
Tuhan Yang Maha Esa.

Pertemuan Ketiga
Langkah/ Kegiatan Pembelajaran Waktu
Tahap
Pendahuluan - Guru membuka kegiatan pembelajaran dengan 10’
berdoa.
- Guru menanyakan ketidakhadiran siswa.
- Guru menyampaikan KD, indikator, dan tujuan
pembelajaran yang akan dilakukan.
- Guru memotivasi siswa agar semangat dalam
mengikuti pembelajaran.
- Guru dan siswa menyepakati langkah-langkah
kegiatan yang akan dilaksanakan dan penilaian
untuk mencapai kompetensi.
Kegiatan Inti - Siswa menerima teks cerita fantasi 60’
- Siswa membaca teks cerita fantasi secara
individu.
- Dengan dipandu guru, menjawab pertanyaan
tentang isi cerita fantasi yang dibaca.
- Siswa berkelompok (satu kelompok 4-5 siswa)
- Siswa berdiskusi untuk menjawab pertanyaan
tentang isi cerita fantasi yang dibaca.
- Siswa berdiskusi menyimpulkan tokoh dan latar
pada cerita fantasi yang dibaca.
- Siswa lain diberi kesempatan untuk
menyampaikan tanggapan terhadap presentasi
kelompok lain.
Penutup - Guru memberi penguatan terkait dengan materi 10’
yang telah dipelajari.
- Siswa dibantu oleh guru menyimpulkan hasil
pembelajaran yang telah berlangsung.
- Siswa mendapat tugas untuk mencari teks narasi
menjawab pertanyaan tentang isi cerita fantasi
dan menyimpulkan tokoh dan latar pada cerita
fantasi yang dibaca.
- Siswa merefleksi proses KBM yang
berlangsung.
- Guru beserta siswa mengakhiri kegiatan belajar
mengajar dengan mengucap syukur kehadirat
Tuhan Yang Maha Esa.

PERTEMUAN KEEMPAT
Langkah/ Kegiatan Pembelajaran Waktu
Tahap
Pendahuluan - Guru membuka kegiatan pembelajaran dengan 10’
berdoa.
- Guru menanyakan ketidakhadiran siswa.
- Guru menyampaikan KD, indikator, dan tujuan
pembelajaran yang akan dilakukan.
- Guru memotivasi siswa agar semangat dalam
mengikuti pembelajaran.
- Guru dan siswa menyepakati langkah-langkah
kegiatan yang akan dilaksanakan dan penilaian
untuk mencapai kompetensi.
Kegiatan Inti - Siswa menerima teks cerita fantasi 60’
- Siswa membaca teks cerita fantasi secara
individu.
- Dengan dipandu guru, menjawab pertanyaan
tentang isi cerita fantasi yang dibaca.
- Siswa berkelompok (satu kelompok 4-5 siswa)
- Siswa menyimpulkan urutan cerita(alur) cerita
fantasi yang dibaca.
- Siswa menceritakan kembali secara tertulis
cerita fantasi yang dibaca.
- Siswa lain diberi kesempatan untuk
menyampaikan tanggapan terhadap presentasi
kelompok lain.
Penutup - Guru memberi penguatan terkait dengan materi 10’
yang telah dipelajari.
- Siswa dibantu oleh guru menyimpulkan hasil
pembelajaran yang telah berlangsung.
- Siswa mendapat tugas untuk mencari teks narasi
menyimpulkan Siswa merefleksi proses KBM
yang berlangsung.
- Guru beserta siswa mengakhiri kegiatan belajar
mengajar dengan mengucap syukur kehadirat
Tuhan Yang Maha Esa.

Pertemuan Kelima

Langkah/ Kegiatan Pembelajaran Waktu


Tahap
Pendahuluan - Guru membuka kegiatan pembelajaran dengan 10’
berdoa.
- Guru menanyakan ketidakhadiran siswa.
- Guru menyampaikan KD, indikator, dan tujuan
pembelajaran yang akan dilakukan.
- Guru memotivasi siswa agar semangat dalam
mengikuti pembelajaran.
- Guru dan siswa menyepakati langkah-langkah
kegiatan yang akan dilaksanakan dan penilaian
untuk mencapai kompetensi.
Kegiatan Inti - Siswa mengamati model bercerita pada tayangan 60’
video yang ditayangkan guru
- Siswa dan guru bertanya jawab mengenai teknik
bercerita.
- Siswa berkelompok (satu kelompok 4-5 siswa)
- Siswa berlatih bercerita di dalam kelompoknya
masing-masing.
- Siswa bercerita secara individu di depan kelas.
- Siswa lain diberi kesempatan untuk
menyampaikan tanggapan terhadap tampilan
bercerita temannya.
Penutup - Siswa dan guru menyimpulkan hasil 10’
pembelajaran yang telah berlangsung.
- Siswa mendapat informasi kegiatan pada
pertemuan berikutnya.
- Guru dan siswa mengakhiri kegiatan belajar
mengajar mengucap salam.
H. PENILAIAN, PEMBELAJARAN REMEDIAL, DAN PENGAYAAN
1. Teknik Penilaian
a. Sikap (spiritual dan sosial)
Observasi (jurnal)
b. Pengetahuan
1) Tes tertulis (Uraian)
2) Penugasan (Lembar Kerja)
c. Keterampilan :
Praktik (Penilaian Praktik)
2. Pembelajaran Remedial
Tulis kegiatan pembelajaran remedial antara lain dalam bentuk:
• pembelajaran ulang
• bimbingan perorangan
• belajar kelompok
• pemanfaatan tutor sebaya
bagi peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar sesuai hasil analisis
penilaian.

3. Pembelajaran Pengayaan
Berdasarkan hasil analisis penilaian, peserta didik yang sudah mencapai
ketuntasan belajar diberi kegiatan pembelajaran pengayaan untuk perluasan
dan/atau pendalaman materi (kompetensi) antara lain dalam bentuk
tugasmengerjakan soal-soal dengan tingkat kesulitan lebih tinggi, meringkas
buku-buku referensi dan mewawancarai narasumber.

Purworejo, 17 Juli 2019


Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru Mapel,

Amrozi,M.Pd Kasih Budirahayu,S.Pd.


NIP. 196502091988031006
DAFTAR PUSTAKA
http://contohsuratindonesia.com/pengertian-surat-resmi-lengkap-fungsi-jenis-dan-ciri-
ciri/--diunduh 10 maret 2017
Sedarmayanti. 2001. Dasar-Dasar Pengetahuan Tentang Manajemen Perkantoran,
Edisi Revisi. Bandung: CV. Mandar Maju.
Warsanto, I. G.1997. Kearsipan I, Cetakan Ketiga, Jakarta.
http://www.landasanteori.com/2015/07/pengertian-surat-fungsi-jenis-menurut.html

LAMPIRAN MATERI TEKS CERITA FANTASI


A. Pengertian Teks Cerita Fantasi

Cerita fantasi merupakan salah satu genre cerita yang sangat penting untuk
melatih kreativitas. Berfantasi secara aktif bisa mengasah kreativitas. Jadi dapat
disimpulkan bahwa cerita fantasi adalah cerita yang berisi khayalan atau imajinasi.

B. Ciri Umum Teks Cerita Fantasi

Narasi merupakan cerita fiksi yang berisi perkembangan kejadian/peristiwa.


Rangkaian peristiwa dalam cerita disebut alur. Rangkaian peristiwa dalam cerita
digerakkan dengan hukum sebab-akibat. Cerita berkembangdari tahap pengenalan
(apa, siapa, dan dimana kejadian terjadi),timbulnya pertentangan, dan
penyelesaian/akhir cerita. Rangkain cerita ini disebut alur. Tokoh dan watak tokoh
merupakan unsur cerita yang mengalam rangkaian peristiwa.
Narasi memiliki tema/ ide dasar cerita yang menjadi pusat pengembangan cerita.
Tema dapat dirumuskan dari rangkaian peristiwa pada alur cerita. Amanat
merupakan unsur cerita yang menjadi pesan pengarang melalui ceritanya. Amanat
berkaitan dengan nilai-nilai kehidupan yang dapat disimpulkan dari isi cerita.

1. Ada keajaiban/ keanehan/ kemisteriusan


Cerita mengungkapkan hal-hal supranatural/ kemisteriusan, keghaiban
yang tidak ditemui dalam dunia nyata. Cerita fantasi adalah cerita fiksi bergenre
fantasi (dunia imajinatif yang diciptakan penulis). Pada cerita fantasi hal yang
tidak mungkin dijadikan biasa. Tokoh dan latar diciptakan penulis tidak ada di
dunia nyata atau modifikasi dunia nyata. Tema fantasi adalah majic, supernatural
atau futuristik.

2. Ide cerita

Ide cerita terbuka terhadap daya khayal penulis, tidak dibatasi oleh
realitas atau kehidupan nyata. Ide juga berupa irisan dunia nyata dan dunia
khayali yang diciptakan pengarang. Ide cerita terkadang bersifat sederhana tapi
mampu menitipkan pesan yang menarik.Tema cerita fantasi adalah majic,
supernatural atau futuristik. Contoh, pertempuran komodo dengan siluman
serigala untuk mempertahankan tanah leluhurnya, petualangan di balik pohon
kenari yang melemparkan tokoh ke zaman Belanda, zaman Jepang, kegelapan
karena tumbukan meteor, kehidupan saling cuek dalam dunia teknologi canggih
pada 100 tahun mendatang.

3. Menggunakan berbagai latar (lintas ruang dan waktu)

Peristiwa yang dialami tokoh terjadi pada dua latar yaitu latar yang
masih ada dalam kehidupan sehari-hari dan latar yang tidak tidak ada pada
kehidupan sehari-hari. Alur dan latar cerita fantasi memiliki kekhasan.
Rangkaian peristiwa cerita fantasi menggunakan berbagai latar yang menerobos
dimensi ruang dan waktu. Misalnya, tokoh Nono bisa mengalami kejadian pada
beberapa latar (latar waktu liburan di Wligi, latar zaman Belanda, dan
sebagainya). Jalinan peristiwa pada cerita fantasi berpindah-pindah dari berbagai
latar yang melintasi ruang dan waktu.

4. Tokoh unik (memiliki kesaktian)


Tokoh dalam cerita fantasi bisa diberi watak dan ciri yang unik yang tidak ada
dalam kehidupan sehari-hari. Tokoh memiliki kesaktiankesaktian tertentu.
Tokoh mengalami peristiwa misterius yang tidak terjadi pada kehidupan sehari-
hari . Tokoh mengalami kejadian dalam berbagai latar waktu. Tokok dapat ada
pada seting waktu dan tempat yang berbeda zaman (bisa waktu lampau atau
waktu yang akan datang/futuristik).

5. Bersifat fiksi

Cerita fantasi bersifat fiktif (bukan kejadian nyata). Cerita fantasi bias
diilhami oleh latar nyata atau objek nyata dalam kehidupan tetapi diberi fantasi.
Misalnya, latar cerita dan objek cerita Ugi Agustono diilhami hasil observasi
penulis terhadap komodo dan Pulau Komodo. Tokoh dan latar difantasikan dari
hasil observasi objek dan tempat nyata. Demikian juga Djoko Lelono memberi
fantasi pada fakta kota Wlingi (Blitar), zaman Belanda, Gunung Kelud.

6. Bahasa

Penggunaan sinonim dengan emosi yang kuat dan variasi kata cukup menonjol.
Bahasa yang digunakan variatif, ekspresif, dan menggunakan ragam percakapan
(bukan bahasa formal). Cerita fantasi ada yang berisi fantasi pada semua unsur
cerita (tokoh fantasi, latar fantasi, peristiwa juga fantasi tidak terjadi pada dunia
nyata. Selain itu, cerita fantasi bisa menggunakan nama-nama dalam kehidupan
nyata, menggunakan nama tempat yang ada dalam dunia nyata, atau peristiwa
pernah terjadi pada dunia nyata.

Jenis Cerita Fantasi


Cerita Fantasi Total dan Irisan

Jenis cerita fantasi berdasarkan kesesuaiannya dalam kehidupan nyata ada dua
kategori fantasi total dan fantasi sebagian (irisan). Pertama, kategori cerita fantasi
total berisi fantasi pengarang terhadap objek/ tertentu. Pada cerita kategori ini
semua yang terdapat pada cerita semua tidak terjadi dalam dunia nyata. Misalnya,
cerita fantasi Nagata itu total fantasi penulis. Jadi nama orang, nama objek, nama
kota benar-benar rekaan pengarang.
Kedua, cerita fantasi irisan yaitu cerita fantasi yang mengungkapkan fantasi
tetapi masih menggunakan nama-nama dalam kehidupan nyata, menggunakan
nama tempat yang ada dalam dunia nyata, atau peristiwa pernah terjadi pada dunia
nyata.

Cerita fantasi Sezaman dan Lintas Waktu

Berdasarkan latar cerita, cerita fantasi dibedakan menjadi dua kategori yaitu
latar lintas waktu dan latar waktu sezaman. Latar sezaman berarti latar yang
digunakan satu masa (fantasi masa kini, fantasi masa lampau, atau fantasi masa
yang akan datang/ futuristik). Latar lintas waktu berarti cerita fantasi menggunakan
dua latar waktu yang berbeda (misalnya, masa kini dengan zaman prasejarah, masa
kini dan 40 tahun mendatang/ Futuristik).

C. Teknik Bercerita.
Dalam menceritakan kembali teks cerita fantasi menggunakan teknik-teknik
sebagai berikut.
1. Menggunakan kata-kata yang komunikatif atau tidak kaku.
2. Mengucapkan kalimat-kalimat dalam cerita dengan lafal yang tepat dan jelas.
3. Menggunakan intonasi, nada, dan jeda yang tepat.
4. Penerapan gestur dan mimik yang tepat.
5. Menyampaikan cerita dengan runtut.

D. Unsur-unsur Pembangun Teks Cerita Fantasi


Unsur pembangun teks cerita fantasi meliputi unsur instrinsik dan ekstrinsik.
1. Unsur Instrinsik.
Yang dimaksud unsur instrinsik adalah unsur pembangun karya sastra yang
dapat ditemukan di dalam teks karya sastra itu sendiri. Unsur instrinsik terdiri
atas:
a. tokoh dan penokohan/perwatakan tokoh,
b. tema dan amanat,
c. latar,
d. alur,
LAMPIRAN PENILAIAN

1. Penilaian Sikap
Petunjuk:
a. Amati perkembangan sikap siswa menggunakan instrumen jurnal pada setiap
pertemuan.
b. Isi jurnal dengan menuliskan sikap atau perilaku siswa yang menonjol, baik
yang positif maupun negatif. Untuk siswa yang pernah memiliki catatan perilaku
kurang baik dalam jurnal, apabila telah menunjukkan perilaku (menuju) yang
diharapkan, perilaku tersebut dituliskan dalam jurnal (meskipun belum
menonjol)

Jurnal Perkembangan Sikap Sosial

Nama Sekolah : SMP


Kelas/Semester : VII/1
Tahun Pelajaran : 2019/2020

No. Tanggal Nama Siswa Catatan Butir Sikap


Perilaku

2. Penilaian Kompetensi Pengetahuan


a. Teknik : tes tertulis
b. Bentuk : uraian
c. Indikator soal/Kisi-kisi:
Bentuk
No Materi Indikator No.Soal
tes
1. Ciri-ciri Disajikan teks cerita fantasi, siswa Uraian
teks mampu 1
cerita 1. Menjelaskan pengertian cerita fantasi
fantasi 2. Mengidentifikasi sumber cerita 2
fantasi yang dibaca
2. Jenis 3. Menentukan keajaiban yang 3
cerita dimunculkan dalam ceritafantasi
fantasi yang dibaca 4
4. Menentukan ciri-ciri teks cerita
fantasi 5
5. Menentukan jenis cerita fantasi yang
dibaca
Bentuk
No Materi Indikator No.Soal
tes
1. Unsur- Disajikan teks cerita fantasi, siswa Uraian
unsur mampu
cerita 1. Menentukan penokohan teks cerita 1
fantasi fantasi yang dibaca
2. Menjelaskan latar cerita fantasi yang 2
dibaca
3. Menjelaskan alur cerita fantasi yang 3
dibaca
4. Menjelaskan tema cerita fantasi yang 4
dibaca

Bentuk
No Materi Indikator No.Soal
tes
1. Menceritaka Disajikan teks cerita fantasi, siswa Uraian
n kembali isi mampu 1
teks cerita 1. Menjelaskan pengertian cerita
fantasi secara fantasi 2
tulis dan 2. Mengidentifikasi sumber cerita
lisan fantasi yang dibaca 3
3. Menentukan keajaiban yang
dimunculkan dalam cerita fantasi 4
yang dibaca
4. Menentukan ciri-ciri teks cerita 5
fantasi
5. Menentukan jenis cerita fantasi
yang dibaca
d. Butir soal :

LEMBAR KERJA SISWA

1. Bacalah cerita fantasi berikut!

KEKUATAN EKOR BIRU NATAGA


oleh Ugi Agustono

Seluruh pasukan Nataga sudah siap hari itu. Nataga membagi tugas
kepada seluruh panglima dan pasukannya di titik-titik yang sudah ditentukan.
Seluruh binatang di Tana Modo tampak gagah dengan keyakinan di dalam hati,
mempertahankan milik mereka. Hari itu, sejarah besar Tana modo akan terukir di
hati seluruh binatang.. Mereka akan berjuang hingga titik darah penghabisan untuk
membela tanah air tercinta.
Saat yang ditunggu pun tiba. Mulai terlihat bayangan serigala-serigala
yang hendak keluar dari kabut. Jumlah pasukan cukup banyak. Nataga dan seluruh
panglima memberi isyarat untuk tidak panik. Pasukan siluman serigala mulai
menginjak Pulau Tana Modo, susul menyusul bagai air. Tubuh mereka besar-besar
dengan sorot mata tajam. Raut wajah mereka penuh dengan angkara murka dan
kesombongan, disertai lolongan panjang saling bersahutan di bawah air hujan.
Mereka tidak menyadari bahaya yang sudah mengepung. Semua binatang tetap
tenang menunggu aba-aba dari Nataga.“Serbuuuu …!” teriak Nataga sambung-
menyambung dengan seluruh panglima.
Pasukan terdepan dari binatang-binatang hutan segera mengepung para
serigala dengan lemparan bola api. Pasukan serigala sempat kaget, tak percaya.
Cukup banyak korban yang jatuh di pihak serigala karena lemparan bola api.
Namun, pemimpin pasukan tiap kelompok serigala langsung mengatur kembali
anak buahnya pada posisi siap menyerang.
Mereka tertawa mengejek binatang-binatang ketika banyak bola api yang
padam sebelum mengenai tubuh mereka. Bahkan dengan kekuatan mereka,
mereka meniup bola api yang terbang menuju arah mereka. “Hai ....! Tak ada
gunanya kalian melempar bola api kepada kami!” Seru serigala dengan sorot mata
merah penuh amarah. Binatang-binatang tidak putus asa. Namun, pasukan serigala
dalam jumlah dua kali lipat bahkan lebih dari pasukan binatang, mulai bergerak
maju, seolah hendak menelan binatang-binatang yang mengepung. Binatang-
binatang yang pantang menyerah juga tidak takut dengan gertakan para serigala.
“Gunakan kekuatan ekormu, Nataga!” bisik Dewi Kabut di telinga Nataga.
Nataga sempat bingung dengan kata-kata Dewi Kabut. Karena banyak
bola api yang padam, Nataga segera memberi aba-aba berhenti melempar dan
mundur kepada seluruh pasukan. Tiba-tiba, Nataga, pemimpin perang seluruh
binatang di Tana Modo, segera melesat menyeret ekor birunya. Mendadak, ekor
Nataga mengeluarkan api besar.Nataga mengibaskan api pada ekornya yang keras,
membentuk lingkaran sesuai tanda yang dibuat oleh semut, rayap, dan para tikus.
Lalu, ia melompat bagai kilat dan mengepung serigala dalam api panas. Kepungan
api semakin luas. Serigala-serigala tak berdaya menghadapi kekuatan si ekor biru.
Teriakan panik dan kesakitan terdengar dari serigala-serigala yang terbakar.
Nataga tidak memberi ampun kepada para serigala licik itu. Selesai pertempuran
Nataga segera menuju ke atas bukit, bergabung dengan seluruh panglima. Levo,
Goros, Lamia, Sikka, dan Mora memandang Nataga dengan haru dan tersenyum
Tentukan:

3. Ciri-ciri teks cerita fantasi.


Jawab:
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
…....

4. Jenis cerita fantasi.


Jawab:
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
………

Pedoman penskoran

No
Deskriptor Skor
.
1. Dapat menjelaskan ciri-ciri cerita fantasi 5
2. Dapat menjelaskan jenis cerita fantasi 5

Nilai = (skor perolehan:skor maksimal 10) x 10


ALTERNATIF JAWABAN

1. Ciri-ciri teks cerita fantasi:


a. ide cerita berdasarkan daya imajinasi penulis;
b. menggunakan berbagai latar (lintas ruang dan waktu);
c. tokoh unik (memiliki kesaktian), tidak ada dalam kehidupan sehari-hari;
d. bersifat fiktif (bukan kejadian nyata); dan
e. bahasa banyak menggunakan sinonim, variatif, ekspresif, dan menggunakan
ragam percakapan.
2. Jenis cerita fantasi:
a. fantasi total
Cerita fantasi total berisi fantasi pengarang terhadap objek/ tertentu. Pada cerita
kategori ini semua yang terdapat pada cerita semua tidak terjadi dalam dunia
nyata.
b. cerita fantasi irisan
yaitu cerita fantasi yang mengungkapkan fantasi tetapi masih menggunakan
nama-nama dalam kehidupan nyata, menggunakan nama tempat yang ada dalam
dunia nyata, atau peristiwa pernah terjadi pada dunia nyata.