Anda di halaman 1dari 4

Mengenal Perilaku Kerja Prestatif

(Pengertian, Tujuan, Karakter, dan Aspek)


By Enggar  2:23 PM  Add Comment

Konten [Tampil]

Perilaku Kerja Prestatif - Seorang wirausaha harus memiliki karakter yang


berkomitmen tinggi terhadap peluang usaha yang diambil. Selain itu harus semangat
untuk selalu prestatif mencapai tujuan yang ingin dicapai. Oleh karena itu seorang
wirausaha harus memiliki perilaku kerja prestatif.

Pengertian perilaku kerja prestatif adalah perilaku yang menunjukan sikap ingin selalu
maju kedepan untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Dengan perilaku kerja prestatif
ini diharapkan wirausaha akan berhasil dalam kegiatan bisnisnya. Perilaku kerja
prestatif dapat ditunjukan melalui semangat juang tinggi, bekerja keras, dan dedikasi
yang tinggi terhadap usaha yang dikerjakan..

Apapun peluang usaha yang diambil, seorang wirausaha harus tetap melihat tujuan
dari usaha yang dijalankan. Seorang wirausaha akan optimis bahwa setiap usaha
yang dijalankan dapat menghasilkan keuntungan atau tujuan tertentu. Dengan begitu
maka setiap langkah yang dilakukan harus menunjukan perilaku kerja prestatif.

Oleh karena itu perilaku kerja prestatif sangat diperlukan untuk seorang wirausaha.
Untuk lebih jelasnya mengenai perilaku kerja prestatif akan dibahas pada artikel
berikut ini.

Pengertian Perilaku Kerja Prestatif


Pengertian perilaku kerja prestatif adalah perilaku yang antusias dan ingin selalu maju
kedepan. Dalam wirausaha, perilaku kerja prestatif sangat diperlukan agar usaha yang
dilakukan dapat berhasil atau tercapai tujuannya. Artinya sebagai seorang wirausaha
harus memiliki antusias dan keinginan selalu maju didalam segala bidang agar tujuan
dari usaha yang dikerjakan dapat dicapai.

Baca Juga

 Mengenal Pengertian Dan Metode Analisis Peluang Usaha


 Mengenal Faktor Keberhasilan Dan Kegagalan Wirausaha
 Mengenal Prosedur Pengajuan HAKI (Hak Kekayaan Intelektual)
Seorang wirausaha yang memiliki perilaku kerja prestatif akan selalu semangat, tidak
pantang menyerah, mengorbankan segala hal yang dimiliki untuk keberhasilan usaha
yang dikerjakan. Selain itu wirausaha juga memiliki komitmen yang tinggi terhadap
usaha yang dijalankan.

Tujuan/Manfaat Perilaku Kerja Prestatif


Apabila perilaku kerja prestatif diterapkan oleh seorang wirausaha dalam bisnis yang
dijalankan maka akan memberikan manfaat sebagai berikut. 

1. Memiliki tekad kuat berusaha tetapi bukan karena terpaksa 

2. Mawas diri dan bertekad bulat untuk maju 

3. Berpikir ada kemungkinan gagal,tapi ia tidak gentar 

4. Ingin maju/mandiri,walaupun resiko tinggi 

5. Berpikir positif karena ingin berkreatif 

Karakteristik Perilaku Kerja Prestatif


Untuk mencapai kerberhasilan atau tujuan dalam usaha yang dijalankan maka
seorang wirausaha harus memiliki karakteristik perilaku kerja prestatif. Menurut
zimmerer terdapat beberapa karakteristik perilaku kerja prestatif yang akan dibahas
lebih dalam sebagai berikut.

1. Memiliki kemampuan memimpin 

2. Komitmen tinggi terhadap pekerjaannya 

3. Bertanggung jawab 

4. Motivasi untuk lebih unggul 

5. Kreatif dan fleksibel 

6. Mempertahankan minat kewirausahaan dalam dirinya 

7. Yakin pada diri sendiri 

8. Berorientasi pada masa depan 


9. Mau belajar dari kegagalan 

10. Peluang untuk mencapai obsesi 

11. Toleransi untuk mencapai risiko ketidakpastian

Aspek Perilaku Kerja Prestatif


Aspek Prilaku kerja prestatif yang harus diperhatikan oleh para wirausaha untuk
mencapai keberhasilan dalam mengelola usahanya adalah sebagai berikut.

1. Kerja Ikhlas 
Kerja ikhlas adalah bekerja dengan baik bersungguh-sungguh dapat menghasilkan
sesuatu yang baik dilandasi dengan hati yang tulus. Artinya ketika mengembangkan
usaha yang sedang dijalankan harus berasal dari hati tanpa ada paksaan orang lain.
Usaha yang dijalankan merupakan keinginan diri sendiri sehingga dalam proses
pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik sehingga tujuan yang diinginkan dapat
tercapai.

Contohnya: seorang buruh pabrik yang bekerja dengan gaji pas-pasan, namun tetap
bekerja dengan baik. Hal ini semata-mata dedikasi terhadap pekerjaan agar dapat
menghasilkan uang guna menghidupi keluarga.

2. Kerja Mawas Diri  


Kerja mawas diri adalah seorang wirausaha tidak boleh tergesa-gesa dalam
mengambil suatu tindakan, tidak mudah terpancing oleh suasana dalam menerima
suatu kritikan maupun pujian. Seorang wirausaha harus mampu mengambil keputusan
dari setiap keadaan usaha yang diterima. Namun proses pengambilan tindakan
haruslah berdasarkan pertimbangan yang matang terkait berbagai hal kedepan yang
akan diterima apabila mengambil keputusan tersebut.

Contoh: seorang pemimpin perusahaan yang memiliki masalah pribadi dirumah


dengan keluarganya, tidak boleh membawa masalah ke perusahaan. Terkadang
permasalahan diluar usaha dapat mempengaruhi kinerja. Oleh karena itu sebagai
seorang wirausaha harus mampu menempatan berbagai permasalahan yang ada
pada kondisi dan situasi.

3. Kerja Cerdas 
Kerja cerdas adalah bekerja dengan menggunakan pikiran yang tajam, cepat, tepat
dalam menerima, menanggapi, menentukan sikap dan berbuat. Seorang wirausaha
harus mampu mengkalkulasikan setiap tindakan yang dilakukan dalam menjalankan
usaha. Dengan begitu dampak negatif dapat dikurangi sementara tujuan usaha akan
semakin dekat.

Contoh: seorang wirausaha harus memiliki kemampuan mengkalkulasi, berkomunikasi


dan negosiasi. sebagai seorang yang cerdas harus mampu menentukan setiap solusi
dari permasalahan usaha yang dihadapi. Setiap solusi berasal dari pemikiran melalui
akal sehingga diketahui konsekuensi yang diambil ketika solusi tersebut dipilih.

4. Kerja Keras 
Kerja keras berarti bekerja dengan menggunakan sumber daya secara optimal.
Seorang wirausaha harus mampu mendedikasikan semua yang dimiliki untuk
kemajuan usaha yang dilakukan. Selain itu wirausaha tanpa kenal lelah terus bekerja
agar tercapai tujuan usaha yang diinginkan.

Contoh : seorang penjual makanan keliling ke sekolah-sekolah. Kerja keras dapat


berbentuk tetap bekerja walaupun harus menempuh jarak yang jauh. Hal ini berarti
telah mendedikasikan tenaga yang dimiliki untuk kemajuan usaha.

5. Kerja Tuntas 
Kerja tuntas adalah kerja yang tidak setengah-setengah dan mampu
mengorganisasikan bagian usaha secara terpadu dari awal sampai akhir untuk dapat
menghasilkan usahanya secara maksimal. Artinya wirausaha harus mampu
mendedikasikan keseluruhan yang dimiliki dari awal peluang usaha dipilih sampai
tujuan usaha yang dilakukan dapat tercapai.

Contoh: seorang pedagang menjajakan dangannya sampai habis. Hal ini menunjukan
kerja tuntas dimana wirausaha mampu menyeselesaikan usaha yang dilakukan dan
tujuan usaha yang dinginkan tercapai.

Diatas merupakan pembahasan mengenai perilaku kerja prestatif. Pembahasan mulai


dari pengertian perilaku kerja prestatif, tujuan perilaku kerja prestatif, karakteristik
perilaku kerja prestatif, dan aspek perilaku kerja prestatif.