Anda di halaman 1dari 8

AUM PTDLS

FUNGSI
a. Untuk membantu peserta didik dalam
pengembangan diri, sebab dapat
Pengertian
terditeksinya mutu
Prayitno (2008: 5) menjelaskan bahwa
AUM PTSDL sebagai alat ungkap masalah kegiatan belajar dan masalah-masalah
merupakan instrumen non-tes dalam
dalam belajar.
kegiatan pendukung layanan BK untuk
mengungkapkan masalah-masalah khusus b. Dapat diketahui kelemahan-kelemahan
yang berkaitan dengan upaya dan kegiatan peserta didik berdasarkan hasil AUM
pengelenggaraan kegiatan belajar siswa.

BIDANG PENGELOMPOKAN MASALAH


 Prasyarat penguasaan
materi pelajaran LANGKAH-LANGKAH
PENGADMINISTRASIAN
(disingkat P)
 Ketrampilan belajar (disingkat T) Petunjuk mengerjakan
Penyiapan buku AUM dan lembar
 Sarana belajar (disingkat S) jawaban terpisah
 Keadaan diri pribadi (disingkat D) Waktu penyelenggaraan
Penyerahan lembar jawaban
 Lingkungan belajar dan sosioemosional
(disingkat L)
A. Pengertian, Tujuan, dan Penggunaannya
1. Pengertian
Prayitno (2008: 5) menjelaskan bahwa AUM PTSDL sebagai alat ungkap
masalah merupakan instrumen non-tes dalam kegiatan pendukung layanan BK untuk
mengungkapkan masalah-masalah khusus yang berkaitan dengan upaya dan kegiatan
pengelenggaraan kegiatan belajar siswa.
2. Tujuan
Tujuan umum dilakukannya AUM PTSDL adalah agar siswa, guru, orangtua
mengetahui mutu kegiatan belajar dan masalah belajar anaknya. Dengan demikian
dapat membantu belajar siswa. Sedangkan secara khusus tujuan dilakukan AUM
PTSDL adalah :
a. Untuk membantu peserta didik dalam pengembangan diri, sebab dapat
terditeksinya mutu
kegiatan belajar dan masalah-masalah dalam belajar.
b. Dapat diketahui kelemahan-kelemahan peserta didik berdasarkan hasil AUM
PTSDL.
3. Penggunaannya
a. Membantu guru BK atau konselor dalam menentukan layanan bimbingan dan
konseling khususnya yang berkaitan dengan masalah belajar peserta didik.
b. Mengidentifikasi masalah yang berhubungan dengan belajar peserta didik.
c. Membantu peserta didik yang bermasalah dalam menyelesaikan masalah
belajarnya untuk selanjutnya memberikan alternatif layanan, sehingga kendala peserta
didik dalam menempuh tugas-tugas perkembangannya segera terjawabkan.
d. Sebagai dasar penyusunan program pelayanan konseling yang memungkinkan
peserta didik berkembang sesuai dengan tugas-tugas perkembangannya.

B. LATAR BELAKANG DAN PENGELOMPOKAN MASALAH


Lebih kurang tiga puluh tahun terakhir ini, instrumen yang dipakai untuk
mengungkapkan masalah belajar, khususnya dalam kaitannya dengan pelayanan
Bimbingan dan Konseling, di Indonesia pada umumnya adalah terjemahan atau
adaptasi dari Survey of Study Habits and Attitutes (SSHA) yang dikembangkan oleh
William F. Brown dan Wayne H. Holtzman sejak tahun 1953. Ada tiga bentuk
(format) SSHA yaitu bentuk SLTP, SLTA, dan Perguruan Tinggi. Dengan 75 buah
item masing-masing, SSHA memuat masalah belajar yang dikelompokkan ke dalam
tiga bidang yaitu: (a) metode belajar (b) motivasi belajar, dan (c) sikap-sikap tertentu
terhadap kegiatan sekolah atau kampus Pada tahun 1965, SSHA disadur dan
divalidasikan (di Bandung, oleh Prayitno) guna kepentingan pengungkapan masalah
belajar siswa atau mahasiswa.
Pada tahun 1982, alat ini dikembangkan lagi (di Padang oleh Marjohan)
dengan menyadur dan memvalidasikan SSHA versi baru. Alat terakhir yang
merupakan SSHA versi baru itu berisi 100 buah item tentang sikap dan kebiasaan
belajar yang memuat 4 bidang masalah belajar, yakni: (a) penyelesaian terhadap
tugas-tugas, (b) cara belajar (c) sikap terhadap guru (d) persepsi terhadap pendidikan
pada umumnya. Alat dengan bentuk yang terakhir itu lebih dikenal dengan nama
Pengungkapan Sikap dan Kebiasaan Belajar (disingkat PSKB). PSKB dalam
perkembangannya dipandang belum sepenuhnya dapat mengungkapkan Sikap dan
Kebiasaan Belajar siswa kemudian diperbahurui melalaui program SP-4 dan diganti
menjadi AUM PTSDL (Alat Ungkap Masalah) PTSDL.
Pengelompokan masalah
Dalam pelaksanaan Praktik Aplikasi Instrumentasi ini, terdapat AUM seri
PTSDL Format 3 untuk siswa SLTP (selanjutnya disebut AUM PTSDL-3) dan AUM
seri PTSDL Format 2 untuk siswa SLTA (selanjutnya disebut AUM PTSDL-2).
Kedua instrumen ini memiliki kesamaan baik cara pengerjaan, analisa maupun
pengelompokan bidang-bidang masalah yang sama-sama dikelompokkan dalam 5
(lima) bidang, yaitu :
a. Prasyarat penguasaan materi pelajaran (disingkat P)
b. Ketrampilan belajar (disingkat T)
c. Sarana belajar (disingkat S)
d. Keadaan diri pribadi (disingkat D)
e. Lingkungan belajar dan sosioemosional (disingkat L)
Perbedaan AUM PTSDL-2 dan AUM PTSDL-3 ini adalah pada jumlah
item dan option jawaban yang harus dipilih. AUM PTSDL-2 terdiri dari 165 item
pernyataan dengan 5 opsi jawaban yaitu : J (Jarang) ; K (Kadang-kadang) ; Sr
(Sering) ; U (Pada umumnya) dan Sl (Selalu), sedangkan AUM PTSDL-3 terdiri dari
145 item pernyataan dengan 4 opsi jawaban yaitu : J (Jarang) ; K (Kadang-kadang) ;
Sr (Sering) ; dan Sl (Selalu),
Keadaan PTSDL siswa ini akan menentukan mutu kegiatan siswa dalam
belajar yang selanjutnya akan menentukan hasil belajar siswa.

C. Langkah-Langkah Pengadministrasian
1. Petunjuk Mengerjakan
Petunjuk ini dibacakan sepenuhnya oleh penyelenggara administrasi AUM, agar
mahasiswa (calon) pengisi AUM memperoleh pemahaman yang lengkap tentang apa,
mengapa dan bagaimana AUM, serta kegunaannya dalam rangka pelayanan
bimbingan dan konseling. Petunjuk pengerjaan itu dapat diperluas penjelasannya
dengan berbagai ulasan dan contoh-contoh.
2. Penyiapan Buku AUM dan Lembaran Jawaban Terpisah
Mahasiswa menuliskan identitas diri dan jawabannya terhadap AUM PTSDL-1
pada lembar jawaban yang disediakan tersendiri. Dalam hal ini mahasiswa perlu
diingatkan agar buku AUM tidak boleh ditulisi dan utuh, dicoret-coret atau diberi
tanda apapun. Lembar jawaban nantinya dikumpulkan bersama buku AUM kepada
penyelenggaran administrasi AUM.
3. Waktu Penyelenggaraan
AUM PTSDL lebih merupakan alat ungkap daripada alat ukur yang segala
sesuatunya harus dilaksanakan secara ketat. Oleh karena itu waktu yang disediakan
untuk mengerjakan AUM ini tidak terlalu dibatasi. Umum mengerjakan item AUM
ini pada umumnya diperlukan waktu sekitar 40 menit.
4. Pengumpulan Lembar Jawaban
a. Lembaran jawaban dikumpulkan secara cermat. Sedapat-dapatnya sebelum lembar
jawaban itu diteliti terlebih dahulu apakah mahasiswa atau siswa telah mengerjakan
dengan teliti dan lengkap.
b. Lembar jawaban itu harus dijaga dan dipelihara kerahasiaannya, hanya dosen
pembimbinglah yang dapat mengakses lembar jawaban tersebut. Lembar jawaban
lama yang tidak dipergunakan lagi lebih baik dimusnahkan.
5. Frekuensi Pengadministrasian
a. AUM PTSDL sebaiknya dilaksanakan setiap semester.
b. Hasilnya digunakan sebagai dasar untuk memberikan pelayanan bimbingan dan
konseling.
c. Hasil AUM yang kedua dapat dipergunakan untuk mengetahui apakah mahasiswa
atau siswa yang bersangkutan masih mengalami masalah belajar yang lama atau
mengalami masalah baru dan bagaimana mutu kegiatan belajarnya (Alizamar, 2009)
D. Latihan Penyelenggaraan AUM PTSDL
HASIL PENGOLAHAN AUM
SERI PTSDL FORMAT 1 : MAHASISWA
INDIVIDU

Nama Mahasiswa : Rabiatul Husna Hasibuan


NIM : 74153055
Jenis Kelamin : Perempuan
Perguruan Tinggi : UIN Sumatera Utara
Program Studi : Sistem Informasi
Tgl. Pengadministrasi AUM : 11 Mei 2016

SKOR DAN MASALAH

BIDANG MASALAH MUTU MASALAH


KEGIATAN
BELAJAR

SKOR % NOMOR JUMLAH %


MASALAH
1 2 3 4 5 6
Persyaratan 16 40 002, 003, 035, 6 30
penguasaan materi 061, 062, 092
pelajaran P (20)
Keterampilan belajar T 59 39,3 009, 011, 012, 22 29,3
(75) 013, 036, 070,
044, 073, 074,
098, 100, 106,
110, 124, 127,
131, 151, 252,
153, 158, 160
Sarana belajar S (15) 9 30 016, 018, 076 3 30
Keadaan diri sendiri D 29 48,3 021, 022, 054, 8 26,6
(30) 082, 083, 084,
085, 165
Keadaan lingkungan 24 48 027, 089, 117, 6 24
fisik sosio-emosional L 119, 141, 144
(25)
Keseluruhan (165) 137 41,5 Sama dengan di 44 26.6
atas

Catatan :
P : 2 x 20 = 40
Medan, Mei 2016
T : 2 x 75 = 150
Dosen Pembimbing,
S : 2 x 15 = 30
D : 2 x 30 = 60
L : 2 x 25 = 50
Keseluruhan : 2 x 165 = 330

DAFTAR PUSTAKA
Alizamar. 2009. Alat Ungkap Masalah PTSDL.
http://aumptsdl.files.wordpress.com.alat-ungkap-masalah-ptsdl.html. diakses 03
Oktober 2019.
Komalasari, G, dkk. 2011. Asesmen Teknik Non Tes dalam Perspektif BK
Komprehensif.
Jakarta: Indeks.
Prayitno. 2008. Pedoman Alat Ungkap Masalah: AUM PTSDL Format 2 untuk Siswa
SLTA.
Padang: UNP Press.

Anda mungkin juga menyukai